This is a Passion!

Home / Kabar / This is a Passion!

lia

Jer basuki mawa bea”, begitulah kata pepatah hidup orang Jawa. Setiap keinginan atau tujuan pasti membutuhkan biaya. Sayangnya, biaya yang tidak tersedia seringkali menghambat orang untuk maju dan mencapai keinginannya, terutama bagi anak-anak yang ingin mengenyam pendidikan setinggi langit. Pendidikannya harus terputus karena orang tua tidak sanggup lagi membiayai sekolah mereka. Banyak kisah anak-anak yang masih kecil yang harus bekerja keras mencari uang untuk membantu perekonomian keluarga. Di sisi lain, pendidikan mereka terancam putus. Hal ini menjadi renungan bagi saya setelah saya melihat dan mendengar sendiri cerita dari teman-teman seusia saya dan teman-teman yang lebih muda dari saya. Cerita tentang mereka yang mempunyai keinginan kuat untuk berjuang dalam meraih pendidikan dengan keterbatasan biaya yang mereka alami. Mereka adalah anak-anak asuh AAT!

Sebelum bergabung menjadi volunteer atau relawan AAT, saya sudah sedikit mengenal AAT dan beberapa kali mengikuti kunjungan ke sekolah bersama Pak Hadi, Fransiska, dan Christina. Pengalaman pertama saya bertemu dengan calon anak asuh AAT adalah ketika melakukan kunjungan (survey) ke SD Kanisius Gamping. Pada waktu itu saya sudah merasa senang bisa ikut ambil bagian dalam perjalanan AAT. Saat itu, saya berpikir bahwa saya ingin membantu lebih, tetapi kesibukan dalam kegiatan kuliah sehari-hari membuat saya mengurungkan niat tersebut. Pada akhirnya, datanglah sebuah tawaran dari Fransiska teman baik saya. Ia mengajak saya untuk bergabung di AAT yaitu menjadi seorang relawan. Ada banyak pertimbangan yang saya pikirkan saat itu. Jadwal kuliah yang sedang padat-padatnya, beberapa kegiatan lain yang saya ikuti, dan ada juga perasaan takut kalau-kalau kegiatan tersebut akan mempengaruhi nilai saya. Akan tetapi, akhirnya saya memutuskan untuk ikut bergabung menjadi relawan AAT.

 

Menjadi Relawan AAT
Menjadi Relawan AAT

Dalam perjalanan ketika menjadi seorang relawan, ada perasaan suka dan duka yang saya alami. Tidak dipungkiri bahwa ada satu masa dimana saya merasa jenuh terhadap segala aktivitas dan pekerjaan yang saya jalani. Padahal pekerjaan yang saya lakukan masih teramat kecil dibandingkan tanggung jawab relawan lainnya. Memang waktu yang bisa saya gunakan untuk hal lain menjadi berkurang, tetapi ketika melihat semangat teman-teman relawan yang lain, saya menyadari ada sebuah motivasi dan komitmen yang menggerakkan hati saya. Kemudian saya tersadar bahwa ini bukan tentang membantu sebuah komunitas saja, tetapi juga tentang semangat berbagi dan melayani sesama. Betapa beruntungnya saya bisa memperoleh kesempatan ini.

Satu hal yang membuat saya merasa sangat terkesan adalah ketika perayaan ulang tahun AAT yang kesepuluh. Semua anak asuh dari berbagai daerah berkumpul dalam satu ruangan. Ada satu sesi acara dimana anak-anak menuliskan harapan mereka pada potongan kertas kecil. Saya yakin sebenarnya kertas sekecil itu tidak akan cukup menampung harapan-harapan mereka. Kertas-kertas itu kemudian dipasang pada pohon harapan. Dalam hati saya saat ini, saya ingin berkata “terbanglah kertas-kertas kecil, sampaikan kepada Tuhan, harapan anak-anakMu.

Mumpung belum bekerja dan masih muda, saya ingin memanfaatkan waktu dan tenaga yang saya miliki saat ini untuk melayani sesama. Karena belum tentu saya mempunyai kesempatan yang sama nantinya. Hal ini menjadi bagian pengalaman hidup yang dapat saya bagikan kepada orang lain.

Saya sangat bersyukur dan senang melihat teman-teman relawan yang mau bergabung dan mempunyai semangat yang tulus untuk melayani sesama. Sekecil apapun yang kita diberikan adalah sesuatu yang sangat berarti. Ada pepatah mengatakan bahwa “semakin banyak kamu memberi, semakin banyak pula kamu akan mendapatkan”. Walaupun kita tidak mengharapkan apa yang telah kita berikan itu kembali, tetapi dalam bentuk dan kesempatan yang lain, pasti kita akan merasakannya. Terima Kasih…

 

Agustina Awalia Riyanti a.k.a. Krisan Wet
Staff Admin Keuangan AAT 

*Agustina Awalia Riyanti (LIA) alias Krisan Wet adalah mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, angkatan 2010. Aktif dalam kegiatan di kampus dan di Gereja, di samping dipercaya menjadi Staff Admin Keuangan AAT.

 

[qrcode content=”http://aat.or.id/this-is-a-passion” size=”175″]

 

Please follow and like us:

Enjoy this blog? Please spread the word :)