Anak Asuh

Keunikan Anak Asuh di SD Yos Sudarso CIbunut, Kab Kuningan

SD Yos Sudarso CIbunut merupakan salah satu sekolah yang bekerja sama dengan Yayasan AAT Indonesia, khususnya berada dalam lingkup Sekretariat Bandung. Selama kunjungan dan wawancara, penulis menemukan hal unik dan fakta menarik pada anak asuh. Sewaktu Yayasan AAT Indonesia membuka kesempatan untuk pengajuan calon anak asuh baru, pihak Yayasan melalui BPT Sekre perlu melakukan validasi data dengan mengunjungi sekolah dan mewawancarai calon anak asuh. SD Yos Sudarso Cibunut merupakan 1 dari 93 sekolah aktif yang bekerjasama dengan Yayasan, tidak melewatkan kesempatan ini. Pihak sekolah melalui PJ Sekolah mengajukan sejumlah calon anak asuh baru. SD Yos Sudarso Cibunut terletak di dusun CIbunut, desa Cirukem, Kec. Garawangi, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Jika hendak menuju ke SD Yos Sudarso Cibunut dari terminal Kab Kuningan memerlukan waktu kurang lebih sekitar 30 menit. Sekolah tersebut berada di dataran tinggi, sehingga menurut penulis suasananya nyaman dan sejuk. Penulis berkesempatan untuk mengunjungi sekolah tersebut secara langsung pada tanggal 14 Mei 2024. Beberapa hal unik ditemukan saat wawancara berlangsung. Berbeda dengan kebanyakan anak – anak pada umumnya yang menyukai makanan olahan seperti burger, pizza atau makanan cepat saji lainnya, anak – anak disana lebih menyukai sayuran. Bukan karena mereka tidak mengenal atau asing dengan jenis makanan tersebut, tetapi mereka tumbuh di lingkungan yang memperkenalkan nilai kesederhaan dan kesehatan sejak dini. Selain itu mereka juga terbiasa hidup tanpa gadget. Disaat anak lain sedari kecil sudah memegang dan memainkan game di hp, anak – anak disana masih sering bermain seperti sepak bola, kejar – kerjaran dan permainan dengan aktivitas fisik lainnya. Ini membuat anak – anak memliki fisik yang lebih baik dan tidak mudah sakit. Hal unik lain yang penulis temui adalah terdapat kepercayaan lokal yang masih terjaga hingga sekarang, yang dikenal dengan nama Sunda Wiwitaan. Kepercayaan tersebut sebuah ajaran spiritual yang mengajarkan harmoni antara manusia, alam dan Sang Hyang Kersa (Sang Pencipta). Sunda Wiwitan dipercaya sudah ada sebelum agama lain disebarkan di tanah Jawa Barat. Secara formal Sunda Wiwitan dan kepercayaan lokal lainnya diakui melalui Putusan MK Nomor 97/PUU-XIV/2016 dan dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 471.14/10666/Dukcapil tentang Penerbitan Kartu Keluarga Bagi Penghayat Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga bagi mereka yang menganut Sunda Wiwitan atau kepercayaan lokal lainnya, pada KK dicantumkan Kepercayaan Tuhan YME. Sejalan dengan hal ini, pada sistem kami, SIANAS, juga terdapat peyesuaian. Selain 6 agama yang diakui secara resmi, kami juga menambahkan Kepercayaan Lainnya pada saat pengisian data anak asuh. Pengalaman yang sungguh berharga bisa mengunjungi SD Yos Sudarso Cibunut. Ini bisa jadi pengingat untuk penulis maupun para pembaca untuk sering mengkonsumsi sayuran dan mulai mengurangi makan yang berbasis olahan pabrik atau cepat saji. Selain itu, perlu perbanyak aktivitas fisik juga, agar tubuh terjaga dengan baik serta tak lupa bahwa ternyata Indonesia sangat kaya akan budaya. Kepercayaan lokal yang belum pernah penulis temui, dapat penulis temui saat kunjungan ini. Semoga dengan banyak keberagaman ini, Indonesia tetap satu dan saling menghargai satu sama lain. Bagaimana pembaca, asik bukan pembahasan kali ini? Semoga dikesempatan lain, penulis bisa becerita banyak hal tentang keunikan anak asuh di daerah lainnya. Mengingat kunjungan ke daerah lain pasti membutuhkan biaya untuk transportasi dan akomodasi, oleh karena itu kami akan sangat terbantu jika para pembaca, ada yang bersedia menyisihkan min Rp10.000/bulan untuk Donasi Operasional Yayasan AAT Indonesia. Jangan lupa tinggalkan jempol dan komen serta bagikan pengalamanmu saat mengkunjungi tempat yang baru, sehingga kamu bisa menemukan hal unik disana!! Terima kasih. Penulis – Akbar R

Keunikan Anak Asuh di SD Yos Sudarso CIbunut, Kab Kuningan Read More »

1 1024x576

Meski Terbatas, Kami Bisa

Halo! Kami mau cerita sedikit soal pengalaman selama proses wawancara anak-anak asuh di Sekretariat AAT Purwokerto tahun ini. Buat kami, ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi momen yang sangat berkesan yang membuka mata kami tentang semangat, perjuangan, dan harapan luar biasa dari anak-anak di berbagai penjuru. Saat ini, Sekretariat AAT Purwokerto menaungi 14 sekolah aktif yang tersebar di wilayah Sidareja, Cilacap, Gandrungmangu, Jeruklegi, Kawunganten, Wonosobo, Gombong, Kebumen, Pemalang, dan Purworejo. Tahun ini, semua sekolah berhasil mengajukan calon anak asuh tepat waktu. Sebelum data calon diserahkan ke donatur untuk dipertimbangkan, teman-teman BPT bersama para relawan turun langsung ke lapangan untuk mewawancarai anak-anak satu per satu. Di sekolah-sekolah seperti SD Pius Sidareja, SMP Pius Sidareja, SMK Yos Sudarso Sidareja, SMA Yos Sudarso Cilacap, SD Maria Immaculata, SMP Maria Immaculata Cilacap, SMP Yos Sudarso Gandrungmangu, SMP Yos Sudarso Jeruklegi, dan SMP Yos Sudarso Kawunganten, kami bertemu banyak anak dari keluarga sederhana. Orang tua mereka bekerja sebagai nelayan, buruh, petani, pedagang kecil, atau pekerja harian lepas. Meski penghasilan keluarga sering kali tidak menentu, semangat anak-anak di sekolah-sekolah ini luar biasa. Banyak yang tetap datang ke sekolah dengan tekun, membawa harapan besar untuk masa depan. SMP Bhakti Mulia Wonosobo terletak di daerah pegunungan, dengan akses ke sekolah yang cukup menantang. Sebagian besar orang tua bekerja sebagai petani kebun, buruh tani, atau pedagang kecil. Meski begitu, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya. Sementara di SMA Pangudi Luhur Santo Lukas Pemalang, kami bertemu anak-anak dari keluarga pelaut dan nelayan di pesisir utara hidup dalam ketidakpastian, tapi tetap penuh harapan. Di SMA Bruderan Purworejo dan SMA Pius Gombong, banyak anak asuh berasal dari Indonesia Timur yang merantau ke Jawa demi pendidikan. Mereka hidup jauh dari keluarga, dengan kondisi yang sangat sederhana, tapi tetap mandiri dan gigih. Di SMP Pius Bakti Utama Kebumen, kami juga mendengar cerita anak-anak yang tetap setia sekolah, meski setiap hari membantu orang tua lebih dulu di rumah. Yang membuat kami makin kagum, mereka bukan hanya semangat belajar, tapi juga punya berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Ada yang jago di bidang olahraga, aktif dalam kegiatan seni seperti paduan suara dan tari daerah, dan ada juga yang antusias ikut lomba-lomba di tingkat sekolah maupun kabupaten. Meski banyak yang tidak memiliki fasilitas belajar lengkap di rumah, mereka tetap tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik. Semua dilakukan dengan tulus dan semangat tinggi bukan untuk mengejar pujian, tapi karena mereka benar-benar mencintai proses belajar dan tumbuh. Prestasi mereka jadi bukti bahwa potensi luar biasa bisa lahir dari tempat-tempat yang sederhana, selama diberi ruang dan kesempatan. Dari seluruh proses ini, kami belajar banyak. Anak-anak ini menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk bermimpi. Mereka mengajarkan kami arti ketulusan dalam berjuang, dan bahwa harapan bisa tumbuh dari hal-hal kecil yang mungkin sering kita abaikan. Beasiswa AAT bagi mereka bukan cuma soal bantuan pendidikan, tapi cahaya harapan yang menumbuhkan keberanian untuk melangkah, berkembang, dan mengubah masa depan mereka sendiri. Kalau teman-teman membaca ini dan punya cerita serupa, yuk, berbagi juga. Siapa tahu, kisah kalian bisa jadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk percaya bahwa harapan selalu ada meski dalam keterbatasan. Penulis, Leonie & Ryo

Meski Terbatas, Kami Bisa Read More »

3 1024x576

Asa dari Negeri

oleh Lala Nisa Meraih cita-cita dengan bersekolah kadang hanya sekedar impian untuk anak-anak dari luar Jawa karena merasakan terbatasnya fasilitas pendidikan dan pendukungnya. Bahkan, untuk menuju sekolah saja harus berjuang berpuluh-puluh kilometer dengan kaki mungil melewati sungai, hutan, dan jalanan terjal. Setiap langkahnya merupakan saksi perjuangan mereka yang menghadapi realitas keras bahwa pendidikan yang layak bukanlah hak yang mudah untuk didapatkan. Terkadang, langkah menuju sekolah terasa berat dan melelahkan sehingga membuat anak-anak memilih untuk beraktivitas lain dengan membantu orang tuanya, seperti berkebun di ladang yang terhampar luas di bawah teriknya matahari ataupun bekerja di perkebunan sawit, memikul beban tanggung jawab yang seharusnya belum menjadi bagian dari pundak kecil mereka. Pilihan ini bukanlah tanpa alasan, keterbatasan ekonomi seringkali memaksa mereka untuk mengesampingkan impian pendidikan demi kelangsungan hidup keluarga.  Cerita tersebut bukan hanya dongeng semata, tetapi realitas pahit ini didengar langsung oleh penulis sekaligus pewawancara yang saat itu melakukan wawancara calon anak asuh baru di SMK Kristen Gergaji. Banyak anak yang datang dari daerah luar Jawa seperti Flores, Papua, ataupun Kalimantan. Dengan dibantu program gereja, mereka memutuskan untuk jauh dari orang tua serta keluarga untuk dapat merasakan kesempatan pendidikan yang lebih mendukung masa depannya serta hidup bersama di asrama ataupun panti asuhan. Keterbatasan bahasa ataupun biaya tidak membuat anak-anak menyerah justru menjadi motivasi mereka untuk lebih semangat mengikuti pembelajaran di kelas, meskipun kadang juga tidak bisa mengikuti beberapa kegiatan sekolah karena terkendala biaya.  Cerita dan pengalaman anak-anak tersebut memiliki kesan yang mendalam untuk penulis betapa besar mimpi anak-anak di masa depan mimpi yang sesungguhnya adalah masa depan bangsa ini, salah satunya ketika anak tersebut bercerita bagaimana besarnya perbedaan di rumah dan di asrama. Ketika di rumah, dia harus jalan kaki bersama teman-temannya tanpa alas kaki melewati hutan lebih dari sepuluh kilometer untuk sampai sekolah. Setelah sampai di Semarang, dia bisa menggunakan transportasi bus, belajar rutin bersama dengan teman-teman dan kakak kelas saat di asrama, belajar bahasa agar lebih bisa menyesuaikan saat berkomunikasi dengan teman ataupun mengikuti pelajaran. Sedihnya, mereka jarang bisa berkomunikasi dengan orang tua karena tidak memiliki smartphone ataupun kendala sinyal. Kegiatan mereka lebih banyak dihabiskan di asrama karena seluruh kegiatan telah terjadwal. Bahkan, setelah menyelesaikan pendidikan SMK banyak mimpi dan harapan dari anak-anak tersebut, ada yang ingin melanjutkan kuliah ataupun kembali ke daerah asal.  Lebih pilu lagi, saat kami mengetahui  kenyataan pahit yang dihadapi oleh keluarga-keluarga ini. Para orang tua, dengan peluh dan kerja keras tak kenal lelah,bekerja keras di ladang sawit. Namun, ironisnya, jerih payah mereka seringkali hanya dihargai dengan upah yang sangat minim. Upah tersebut bahkan tidak cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga di kampung halaman, sehingga mereka merasa tidak berdaya untuk memberikan uang saku kepada anak-anak yang sedang berjuang menempuh pendidikan di perantauan.  Terpisahkan oleh jarak beribu-ribu kilometer tanpa adanya alat komunikasi yang memadai membuat mereka semakin sulit untuk berinteraksi. Dulu, mungkin ada obrolan hangat setiap hari, cerita tentang hari yang berlalu, atau sekadar obrolan tentang keseharian mereka. Kini, semua itu hanyalah kenangan. Anak-anak yang sedang berjuang keras di perantauan ini tak henti-hentinya merindukan kampung halaman, hangatnya pelukan keluarga, dan kehadiran orang tua mereka. Sebuah obrolan singkat kini terasa seperti kemewahan. Mungkin bagi sebagian besar dari kita, sekolah merupakan hal yang mudah untuk didapatkan dan kita tinggal menunjuk ingin bersekolah di mana. Namun, sudahkah kita memanfaatkan kesempatan yang ada dengan tepat? Setelah membaca ini, semoga teman-teman pembaca menjadi lebih terarah dalam membuat keputusan besar ya

Asa dari Negeri Read More »

Menemui Asa Di Pelosok Magelang Kisah Anak Anak Penuh Semangat 1024x576

Menemui Asa di Pelosok Magelang: Kisah Anak-Anak Penuh Semangat

Oleh : Ixa, BPT AAT Sekretariat Yogyakarta  Selasa pagi, di daerah Plemburan, aku berkumpul bersama teman-teman relawan sebelum berangkat ke beberapa sekolah di Magelang, tepatnya di daerah Sumber dan Srumbung. Tujuan perjalanan kami adalah melakukan wawancara dengan beberapa anak dari sekolah-sekolah yang akan kami datangi, untuk diseleksi dalam program pemberian beasiswa oleh Yayasan Anak-Anak Terang. Sekolah pertama yang kami kunjungi adalah SD Kanisius Blongkeng. Suasana perjalanan kami sungguh menyenangkan, terlebih ketika kami tiba di sana. Kami disambut hangat oleh para guru dan diterima dengan ceria oleh anak-anak di sekolah itu. Di sekolah tersebut, kami mewawancarai 10 anak. Mereka tampak gembira dan sungguh menyejukkan hati. Salah satu anak yang menurutku sangat menarik adalah Adam. Dengan latar belakang keluarga yang membutuhkan bantuan, Adam menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan sikap yang riang dalam mengikuti kegiatan sekolah. Ia begitu girang dan energik, bahkan ketika bertemu dengan kami yang jauh lebih tua. Sosok Adam menjadi poin berharga sekaligus sumber motivasi bagi kami para relawan. Sekolah berikutnya adalah SMP PL Srumbung, yang letaknya tepat di samping SD Kanisius Blongkeng. Sekolah ini hanya dipisahkan oleh sebuah tembok. Saat kami masuk, terlihat hanya sedikit siswa yang menempati bangku sekolah tersebut. Entah mengapa, ada perasaan tenang namun juga mengiris hati melihat kondisi ini. Di sana, aku mewawancarai seorang siswi bernama Nadia Aorora. Ia tidak banyak bercerita—maklum, sebagai anak SMP, egonya mulai tumbuh. Namun dari sedikit yang ia sampaikan, kisahnya begitu jujur dan menyentuh. Ia bahkan sempat terisak ketika menceritakan keadaan keluarganya. Meski demikian, Nadia adalah siswa yang cakap dalam belajar dan mudah bergaul. Hal ini menumbuhkan dorongan dalam diriku untuk membantunya. Tapi tentu saja, dia bukan satu-satunya yang membutuhkan; siswa-siswa lain pun memerlukan dorongan dan dukungan untuk bisa meraih cita-citanya, terutama dalam kondisi yang tidak selalu mendukung. Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan menuju SD Kanisius Sumber. Anak-anak yang kami wawancarai di sana sebagian besar adalah siswa kelas 1 dan 2 SD. Mereka begitu polos, ceria, dan penuh semangat. Kami juga banyak berbincang dengan para guru yang menyambut kami dengan sangat hangat. Anak-anak itu unik—ketika diwawancarai, mereka tampak malu-malu dan enggan menjawab. Namun jawaban mereka jujur dan apa adanya. Banyak dari mereka menggunakan angkutan sekolah untuk berangkat dan pulang, bahkan ada pula yang berjalan kaki. Hal ini menunjukkan semangat dan dedikasi mereka terhadap pendidikan. Tujuan terakhir kami adalah SMP Sumber, yang terletak tidak jauh dari SD Sumber—bahkan hanya di sebelahnya. Kami tiba saat kegiatan sekolah telah usai, dan hanya menyisakan anak-anak yang akan diwawancarai. Mereka terlihat pendiam, entah karena malu, takut, atau karena teman-temannya sudah pulang. Namun saat aku mulai melontarkan pertanyaan dan pernyataan yang memantik minat mereka, mereka mulai terbuka dan bercerita dengan penuh semangat. Banyak dari mereka menempuh jarak jauh untuk bersekolah, namun tidak menganggap hal itu sebagai beban—suatu hal yang sangat membanggakan. Anak-anak ini juga berbakat dalam kegiatan non-akademik seperti voli dan tari. Sayangnya, perhatian terhadap akademik mereka masih kurang. Di sisi lain, ada pula siswa yang sangat tekun dalam pelajaran, tetapi tetap aktif mengikuti kegiatan di luar sekolah. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan—ia adalah perjumpaan dengan semangat, harapan, dan ketulusan yang tumbuh di tengah keterbatasan. Anak-anak yang kami temui bukan hanya calon penerima beasiswa, tetapi juga cerminan dari masa depan yang pantas untuk diperjuangkan. Melalui tawa polos, cerita jujur, dan semangat belajar mereka, kami diingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang fasilitas, tapi tentang keyakinan bahwa setiap anak berhak bermimpi dan pantas untuk dibantu mewujudkannya. Kami pulang bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati yang penuh—penuh harapan, dan dorongan untuk terus menjadi bagian dari cerita perubahan ini.

Menemui Asa di Pelosok Magelang: Kisah Anak-Anak Penuh Semangat Read More »

Bersama Calon AA SD Cibunut 3 1024x768

Perjalanan Mengunjungi 3 Sekolah di Sekretariat Bandung

Oleh : Akbar Romadon Pada tanggal 12 Mei 2024, saya Akbar, perwakilan dari Yayasan AAT Indonesia khususnya Sekretariat Bandung memulai perjalanan untuk melakukan kunjungan ke 3 sekolah yang tersebar di 3 kota yaitu Cirebon, Kab. Kuningan dan Kab. Cianjur. Perjalanan pertama dimulai dengan mengunjungi sekolah yang ada di Kota Cirebon, tepatnya di SMA Putra Nirmala Cirebon. Mengingat masih ada di sekitar kota Cirebon, cukup memudahkan saya untuk menuju ke sekolah tersebut menggunakan ojek online. Sekilas mengenai sekolah ini, tergolong cukup lengkap. Dari tingkat TK sampai SMA ada pada lingkungan sekolah ini. Secara gambaran besar, setelah saya mewawancarai 15 calon anak asuh yang telah diajukan oleh pihak sekolah, rata – rata mereka memiliki tunggakan berupa SPP dan uang Gedung yang belum lunas. Namun meski demikian, masih terlihat jelas di wajah mereka, semangat untuk melanjutkan belajar. Rata – rata pekerjaan orang tua mereka adalah driver ojol, karyawan toko dan buruh pabrik. Penanggung jawab yang mewakili sekolah ini adalah Ibu Jenny yang tampak masih tergolong muda. Beliau juga yang menyeleksi terlebih dahulu calon anak asuh yang akan diajukan untuk diwawancarai. Beliau juga menjelaskan beberapa anak yang memang membutuhkan bantuan, serta ada beberapa anak yang memang cukup pendiam, sehingga saat wawancara perlu ada trik khusus untuknya agar bersedia menjawab. Perjalanan berlanjut ke Kab. Kuningan yang mana untuk menuju kesana saya dijemput oleh Bu Tati, penanggung jawab SD Yos Sudarso Cibunut. Hal itu menjadi pertimbangan karena kurang fleksibelnya transport umum menuju ke daerah sana. Dari Kota Cirebon menuju ke penginapan yang berada di Cisantana (Kab. Kuningan), membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 jam. Keesokan paginya, saya harus keluar dari penginapan sekitar jam 5.30 karena mobil jemputan mulai beroperasi jam segitu. Mobil jemputan ini berupa mobil pick up yang atasnya ditutupi kain terpal dan untuk dudukan penumpang terdapat 2 baris papan kayu. Penampilannya adalah seperti ini. Menurut keterangan dari Bu Tati, kendaraan ini adalah dipergunakan untuk pergi pulang sekolah bagi guru – guru yang rumahnya ada disekitar jalur Cisantana menuju Cibunut. Untuk menaiki ini Bapak/Ibu guru membayar secara bulanan kepada supir pick up. Dari CIsantana ke Cibunut membutuhkan sekitar 1 jam perjalanan. Sekolah berada di tempat yang cukup jauh dari perkotaan, sehingga sinyal tergolong sulit dijangkau dan membutuhkan wifi. Selain ada tingkat SD, sekolah ini juga terdapat tingkat TK-nya juga. Saya mewawancarai 8 calon anak asuh baru dari SD Yos Sudarso Cibunut. Rata – rata pekerjaan orang tua mereka adalah merantau ke Jakarta, ada yang jadi pedagang ada juga yang mengumpulkan botol bekas. Rata – rata mereka diberikan uang saku secukupnya untuk beli minum dan 1 jajan, karena sudah dibawakan bekal dari rumah. Fakta uniknya adalah, jika pada umumnya anak seusia mereka lebih suka makanan seperti sosis atau makanan berbahan daging lainnya, mereka lebih suka mengkonsumsi sayuran. Dan mereka cukup excited bercerita tentang bekal apa yang mereka bawa hari itu. Mereka anak ceria yang tetap bersemangat sekolah. Setelah selesai wawancara di SD Yos Sudarso Cibunut, saya diantar salah satu Bapak Guru kembali ke Kota Cirebon untuk naik kereta menuju Pasar Senen. Yang nantinya dari Pasar Senen melanjutkan perjalanan ke Bogor menggunakan KRL. Sekolah yang terakhir saya kunjungi adalah SD Mardi Waluya Cipanas, yang menuju kesana bisa menggunakan 2 opsi. Jika dimulai dari Bogor, nanti bisa menggunakan Bus Kita dan berganti naik angkot 2 kali untuk bisa sampai di sekolah tersebut. Opsi kedua, jika dimulai dari Bandung bisa menggunakan bus Jurusan Bandung – Bogor via Cianjur (Cipanas). Kurang lebih waktu yang saya butuhkan dari Bogor menuju ke Cipanas sekitar 2 jam perjalanan dengan catatan tidak terjadi kemacetan. Lokasi SD Mardi Waluya Cipanas masih satu Yayasan dengan Panti Asuhan Santo Yusup dan didekat sana terdapat TK Mardi Waluya serta SMP Mardi Yuana. Jadi seluruh anak panti bersekolah diantara TK, SD atau SMP tersebut. Pada SD Mardi Waluya Cipanas yang saya wawancarai sejumlah 20 calon anak asuh. Sebagian besar kelas 1 dan 2, serta sisanya campuran kelas 3 – 6. Rata – rata mata pencarian orang tuanya adalah sebagai ojol, penjaga vila dan membantu di Gereja. Anak – anak yang saya wawancarai tergolong aktif dalam menjawab, tidak pemalu dan ceria. Meskipun saya tidak tahu, dibalik keceriaan itu apakah ada luka yang besar disana atau tidak. Penanggung jawab sekolah ini adalah Bapak Heru yang sekaligus juga merupakan Kepala Sekolah. Menurut info dari beliau, ada salah satu anak yang mengikuti wawancara guna bisa mendapatkan uang saku, sampai rela berjualan di sekolah yang mana modalnya dari tetangganya, sehingga jika semua jajanan tersebut terjual habis, dia baru bisa mendapatkan uang saku sejumlah 5.000 rupiah. Menurut info dari Pak Heru, total tenaga pengajar di sekolah tersebut adalah 7 Guru termasuk Pak Heru dan nantinya hanya akan menjadi 6 Guru dikarenakan 1 Guru memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Semoga nanti jika ada yang berminat menjadi tenaga pengajar di SD Mardi Waluya Cipanas, dapat menghubungi Pak Heru. 

Perjalanan Mengunjungi 3 Sekolah di Sekretariat Bandung Read More »

WhatsApp Image 2024 06 25 At 15.43.55 Fd179ac2 768x1024

Yudit Airaya Hitomi, Potret Anak Pekerja Keras dan Berbakat

Oleh : Sekretariat Yogyakarta Yudit Airaya Hitomi adalah seorang siswa yang tidak hanya rajin di sekolah, tetapi juga di rumah. Sejak kecil, Yudit telah menunjukkan ketekunan dan disiplin dalam membantu keluarganya dengan pekerjaan rumah tangga. Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk membereskan rumah, memasak bekal, dan merawat adik-adiknya yang masih kecil. Kebiasaannya ini tidak hanya meringankan beban ibunya yang merupakan ibu rumah tangga, tetapi juga memperlihatkan tanggung jawab yang luar biasa bagi anak seusianya. Di sekolah, Yudit dikenal sebagai siswa yang berprestasi. Mata pelajaran favoritnya adalah seni budaya dan bahasa Inggris, di mana ia selalu menunjukkan kemampuan luar biasa. Menggambar adalah salah satu hobinya yang ia gunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Kegemarannya ini sejalan dengan kecintaannya terhadap seni budaya, dan ia sering mendapatkan penghargaan dalam bidang ini. Tak hanya itu, kemampuan public speaking Yudit juga mengesankan. Meski masih di tingkat SMP, cara Yudit menyusun kata-kata dan berbicara di depan umum menunjukkan kedewasaan dan kepandaian yang luar biasa, membuatnya sering menjadi juara kelas. Namun, perjalanan Yudit tidak selalu mulus. Di sekolah, ia sering menghadapi teman-temannya yang merasa iri dengan prestasinya. Ketidakmauan mereka untuk menjalin pertemanan jika Yudit tidak memberikan tugas adalah salah satu tantangan sosial yang ia hadapi. Meskipun demikian, Yudit tetap kuat dan tekun dalam mengejar cita citanya untuk menjadi seorang psikolog. Ia percaya bahwa dengan membantu orang lain memahami diri mereka sendiri, ia bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Kehidupan Yudit yang penuh warna ini juga dipengaruhi oleh kondisi keluarganya. Ayahnya adalah seorang tukang kebun yang memiliki usaha sendiri menanam sawit. Meskipun usaha ayahnya tidak selalu stabil, semangat dan ketekunan ayahnya menjadi teladan bagi Yudit. Keluarga Yudit hidup sederhana, namun penuh kasih sayang dan dukungan satu sama lain. Dengan uang saku yang hanya 5 ribu rupiah per hari dan biaya transportasi umum sebesar 70 ribu rupiah per bulan, Yudit belajar menghargai setiap pengorbanan dan usaha yang dilakukan keluarganya demi pendidikan dan masa depannya.

Yudit Airaya Hitomi, Potret Anak Pekerja Keras dan Berbakat Read More »

Foto Kedua Bernadine 768x1024

Bernadine Ignatine, Siswa Kelas 6 SD Kanisius Sumber, Raih Prestasi Gemilang di Lomba Bahasa Inggris dan Lomba Menulis Cerkak.

Oleh : Dionisia Destikarniaman Gulo (BPT Yogyakarta). Di tengah semangat kompetisi yang membara, Bernadine Ignatine, seorang siswa kelas 6 di SD Kanisius Sumber, berhasil mengukir prestasi gemilang dalam beberapa kompetisi bergengsi tingkat kecamatan Dukun. Mengukir Sejarah dalam Lomba Pidato Bahasa Inggris. Pada lomba pidato bahasa Inggris tingkat kecamatan Dukun, Bernadine mampu menunjukkan kepiawaiannya dan berhasil meraih juara II. Kebolehannya dalam berbicara bahasa Inggris tidak hanya memukau juri, tetapi juga memberikan inspirasi bagi teman-temannya. Kemenangan Ganda dalam Lomba Menulis Cerkak. Tidak berhenti di situ, Bernadine kemudian menyabet juara 2 dalam lomba menulis cerkak yang diadakan sebagai bagian dari Lomba FTB Kecamatan Dukun 2023. Prestasinya ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SD Kanisius Sumber, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai perwakilan terbaik dari sekolahnya. Bernadine percaya bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, siapapun bisa meraih prestasi. Dan yang paling penting, teruslah belajar dan jangan pernah takut untuk mengambil tantangan. Inspirasi untuk Generasi Muda. Prestasi gemilang Bernadine Ignatine kini telah menjadi sumber inspirasi bagi teman-temannya di SD Kanisius Sumber. Prestasi Bernadine adalah cermin dari semangat belajar dan dedikasi yang tinggi. Prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi mereka. Menyemai Semangat Juang di Sekolah. Dengan berbagai prestasi yang diraihnya, Bernadine Ignatine bukan hanya menjadi kebanggaan sekolahnya, tetapi juga membuktikan bahwa usaha keras dan semangat pantang menyerah adalah kunci kesuksesan. Selamat untuk Bernadine, dan semoga prestasinya menjadi pemicu semangat juang bagi generasi muda lainnya.

Bernadine Ignatine, Siswa Kelas 6 SD Kanisius Sumber, Raih Prestasi Gemilang di Lomba Bahasa Inggris dan Lomba Menulis Cerkak. Read More »

Dokumentasi AAT November 1 1024x1024

Birgita Diana Tyas Lestari, Siswi Berbakat dari SD Kanisius Blongkeng, Raih Juara 2 Lomba FLS2N Menyanyi Tunggal Tingkat Kecamatan.

Oleh : Ezra Hasibuan (BPT Yogyakarta). Seorang siswi berbakat, Birgita Diana Tyas Lestari, berhasil mencuri perhatian dan meraih Juara 2 dalam Lomba FLS2N kategori menyanyi tunggal tingkat Kecamatan yang digelar baru-baru ini. Prestasi gemilang ini menambah deretan prestasi sekolah, khususnya SD Kanisius Blongkeng, yang semakin dikenal dalam dunia seni. Birgita, yang memiliki hobi nyanyi sejak dini, berhasil menorehkan prestasi gemilang berkat suara memukau yang mampu mencuri hati para juri. Dalam penampilannya yang penuh emosi, dia berhasil menyampaikan ekspresi dan interpretasi yang mendalam melalui vokalnya yang indah. Bintang Bersinar: Birgita, Inspirasi bagi Teman-temannya. Para juri yang terkesan dengan penampilan Birgita memberikan apresiasi tinggi pada bakatnya yang luar biasa. Suara merdu dan penuh emosi Birgita berhasil menonjolkan dirinya di antara peserta lainnya. Keberhasilannya ini kini menjadikan Birgita sebagai inspirasi bagi teman-temannya di sekolah. Prestasi Birgita: Kebanggaan Bagi SD Kanisius Blongkeng dan Masyarakat Kecamatan Blitar. Bukan hanya sebagai pemenang dalam lomba tersebut, Birgita juga menjadi bintang bersinar dalam dunia seni SD Kanisius Blongkeng. Prestasinya mengukir namanya dalam sejarah sekolah, menjadi bukti bahwa bakat dan kerja kerasnya menghasilkan prestasi yang membanggakan. Prestasi Birgita Diana Tyas Lestari tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SD Kanisius Blongkeng, namun juga bagi seluruh masyarakat Kecamatan Blitar. Semoga keberhasilannya ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan passion mereka dalam dunia seni.

Birgita Diana Tyas Lestari, Siswi Berbakat dari SD Kanisius Blongkeng, Raih Juara 2 Lomba FLS2N Menyanyi Tunggal Tingkat Kecamatan. Read More »

Gerakan #BerbagiHandphone

Oleh: Tim Gerakan #BerbagiHandphone Masa pandemi telah membawa kita menghadapi kenyataan bahwa pendidikan ternyata mempunyai kasta. Pembelajaran jarak jauh, meskipun tidak bisa dihindari, menjadi langkah yang absurb. Absurb karena pemerintah tidak bisa memahami bahwa masih banyak anak dan peserta didik yang belum bisa mengakses maupun terlibat dengan merdeka dalam model pembelajaran jarak jauh ini. Penggunaan teknologi jelas sangat ditopang oleh kehadiran piranti yang mendukung teknologi ini. Tapi kenyataannya, banyak peserta didik yang masih belum mempunyai piranti penunjang pembelajaran jarak jauh. Kalaupun ada, masih belum maksimal, karena piranti masih menjadi bagian dari kebutuhan keluarga dan hanya dipakai bergantian. Potret kasta dalam pendidikan ataupun kepemilikan piranti pendukung agenda pembelajaran jarak jauh juga ada dalam lingkungan AAT. Kegelisahan tampak dirasakan peserta didik atau lebih dikenal Anak Asuh (AA) yang selama ini dibantu AAT. Jika melihat faktanya, seluruh AA AAT berasal dari keluarga yang berkekurangan secara finansial. Siapa lagi? Dalam keadaan seperti ini, tidak ada pilihan selain menjalaninya. Namun, realitasnya, tetap tidak akan berubah bahwa pendidikan jarak jauh menyulitkan dan menyisakan problematika panjang. Kalau bukan kita, siapa lagi? Pertanyaan reflektif ini sekiranya dapat menakar maksud #GerakanBerbagiHP. Per Agustus 2020, Tim AAT mulai bergerak mengetuk hati para donatur untuk terlibat dalam gerakan ini. Sesuai dengan namanya, donatur berdonasi handphone (HP) atau smartphone. Per Agustus 2020, Tim AAT mulai bergerak mengetuk hati para donatur untuk terlibat dalam gerakan ini. Sesuai dengan namanya, donatur berdonasi handphone (HP) atau smartphone. Tim mensyaratkan sasaran gerakan haruslah AA yang belum punya HP dan AA juga harus menuliskan Surat Cinta kepada donatur yang memberikan HP tersebut. Pada 21 Agustus 2020, Tim telah mengunjungi beberapa sekolah dan menyerahkan langsung 13 (tiga belas) buah HP kepada AA yang berhak menerimanya. Kami berharap selama pandemi covid-19 masih berlangsung, gerakan ini bisa digiatkan guna membantu yang lainnya. Angka di atas pastilah masih jauh dari kata cukup membantu. Namun, segala sesuatu yang besar diawali dari hal yang terkecil. Dan, jika Anda ingin turut berpartisipasi dalam gerakan ini, kami sangat bersuka cita.

Gerakan #BerbagiHandphone Read More »

lanskap game modern 2026 takhta mahjong ways fenomena gates of olympus dan revolusi scatter hitam gates of olympus 1000 mendorong inovasi pengali bertingkat 2026 pola putaran otomatis dorong transformasi akumulasi multiplier 2026 pengembang perbaharui kombinasi simbol premium game gates of olympus pola jam terbuka ubah frekuensi kemunculan simbol premium dalam game pg soft bekali 2500 pola putaran baru hadapi tantangan multiplier dan scatter hitam prediksi analis pg soft 100 persen akurat soal pola runtuhan mahjong ways muncul di putaran terakhir pola analisis simbol mendalam kunci winrate mahjong ways seperti status siaga tak berubah pragmatic play dan pg soft perkuat kolaborasi fitur multiplier dan transparansi algoritma dari simbol scatter ke pengali maksimal memahami cara pola putaran mengubah hasil kemenangan baccarat memperlihat pesona permainan kartu elegan mahjong ways menampilkan efek visual atraktif gates of olympus menghadirkan simbol mitologi dan efek petir baccarat menawarkan pilihan dengan tampilan meja kartu khas modern baccarat dan mahjong ways sama sama populer eksplorasi visual mahjong ways 2 dan wild bandito mengenal perbedaan togel sabung ayam mahjong ways membahas karakteristik togel sabung ayam mahjong ways serti wild bandito mengulas perjalanan wild ape dan sabung ayam dalam era digital strategi dasar blackjack untuk memahami pilihan hit slot thailand Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 rajacabe88 War138 rajacabe88 ratuperi79 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 rajacabe88 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 rajacabe88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki rajacabe88 cakar76 cakar76 kincir88 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 abc1131 ABC1131 x SLOT THAILAND https://ampawsbetx.store/ AWSBET STC76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ https://abc1131-daftar.mssg.me/ https://pttun-palembang.go.id/ slot thailand hebitop Seputar Medan Liputan Sumut Liputan Aceh Liputan Padang Liputan Semarang Kabar Solo Liputan Bandung Lumajang News Liputan Surabaya Seputar Malang Berita Kendal Harian Nusantara Seputar Bali Harian Jateng Kabar Jatim Warta Sumut Seputar Jakarta Liputan Riau Bisnis Medan Kabar Sumatera slot gacor qris analisa taktik probabilitas pola mahjong wild deluxe menguji strategi teknik sicbo fluktuasi rtp live gates of olympus metodologi teknik observasi analisa strategi baccarat taktik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess ksplorasi strategi pemetaan teknik analisa taktik blackjack pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza 49 50 51 optimasi manajemen putaran teknik pola mahjong wild deluxe strategi rtp live dadu sicbo gates of olympus formula strategi teknik pola mahjong ways 2 pgsoft analisa baccarat starlight princess sinergi strategi teknik presisi pola mahjong wins 3 pragmatic blackjack rtp sweet bonanza dekonstruksi pola multiplier mahjong ways 2 pgsoft teknik analisa roulette rtp wild bounty hunter matriks kuantitatif eksplorasi pola mahjong wins 3 pragmatic taktik analisa statistik sv388 strategi rtp live 11 12 13 pendekatan analitis strategi mahjong wild deluxe kalkulasi taktis dadu sicbo strategi rotasi teknik pola mahjong ways 2 pgsoft sweet bonanza baccarat analisa pola rtp live mahjong wins 3 starlight princess taktik meja blackjack sinergi taktis pola rtp live pgsoft mahjong ways 2 wild west gold roulette metodologi analisa pola scatter mahjong wins 3 pragmatic taktik sv388 fenomena integrasi taktik poker mahjong ways rtp harian observasi digital mahjong wins 3 ritme respon positif timing position wild bandito multiplier layer situasional formulasi taktik multidimensi gates of olympus pola adaptif mahjong wild deluxe teknik analisis dadu sicbo dekonstruksi algoritma rtp live strategi pola mahjong ways 2 pg soft kalkulasi baccarat starlight princess evaluasi pola volatilitas taktik eksekusi mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza blackjack panduan taktik analitik manajemen risiko pola paylines mahjong ways 2 pg soft sistem roulette wild west gold sinkronisasi rtp live pemetaan pola scatter mahjong wins 3 pragmatic blackjack tren sv388 kendali variansi cerdas sinkronisasi strategi analisa mahjong wild deluxe taktik teknik sicbo pola indikator rtp live gates of olympus analisa taktik algoritma silang meracik strategi baccarat teknik pola mahjong ways 2 pg soft evaluasi rtp live starlight princess metodologi mitigasi risiko kuantitatif taktik strategi blackjack analisa teknik pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza sinergi kalibrasi terstruktur analisa teknik taktik roulette dinamika strategi pola mahjong ways 2 pg soft rtp live wild west gold manajemen mitigasi risiko kuantitatif strategi teknik blackjack analisa taktik pola mahjong wins 3 pragmatic berbasis rtp live sv388 45381 45382 45383 45384 45385 45386 45387 45388 45389 45390 14354 14355 14356 14357 14358 14359 14360 14361 14362 14363 black scatter premium mahjong wins tiga observasi scatter mahjongways berdasarkan data aktual pengaruh visual digital mahjong ways terungkap pola spin mahjongways dua probabilitas tumbling rotasi strategi baccarat menuju mahjong wins baccarat sv388 ubah ritme wild bandito data history sweet bonanza runtuhan simbol scatter kalkulasi ai interaksi starlight princess durasi putaran statistik perubahan strategi mahjong ways komunitas timing presisi spin mahjong wins hindari false signal kajian akumulasi spin sweet bonanza objektif kolaborasi ai analisis rtp starlight princess presisi modal kecil spin mahjong wins multiplier probabilitas tumbling mahjong wins pragmatic play meningkat tren timing spin gates olympus perspektif ai algoritma ai prediksi scatter mahjong modern historis evolusi sistem mahjong pragmatic eksplorasi mobile perkembangan mahjong ways variasi bonus tempo digital sinyal visual scatter mahjong ekosistem adaptif modern wild bandito pg soft ai algoritma numerik 14371 14372 14373 14374 14375 14376 14377 14378 14379 14380 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 mahjong1 mahjong2 mahjong3 mahjong4 mahjong5 mahjong6 mahjong7 mahjong8 mahjong9 mahjong10 ada yang berbeda dari mahjong wins 2026 yang pemain mulai menyadarinya mari melihat perbedaanya mahjong scatter hitam dengan neural rendering masa depan visual gaming mulai terlihat mahjong scatter hitam memasuki dunia extended reality seperti apa masa depannya mahjong scatter hitam shadow graphics mari lihat bayang bayang scatter hitam dengan puncak kemenangannya.html mahjong ways dan low latency streaming masa depan gaming semakin cepat.html mahjong ways memasuki era serverless gaming dengan infrastruktur yang ringgan agar pemain mudah mencapai kemenangan maksimal.html mahjong wins dengan vulkan api mengintip teknologi grafis yang sedang berkembang.html fenomena gates of olympus yang membuat banyak orang tak mau ketinggalan.html Gates of Olympus dan Hybrid AI Kombinasi Teknologi yang Menjadi Perbincangan Para Pemain.html gates of olympus dan smart ai engine mengapa semakin banyak dibicarakan.html gates of olympus dan smart analytics inovasi digital yang menjadi perhatian tahun ini.html gates of olympus membuka babak baru yang membuat banyak orang menoleh.html