Sekolah/Komunitas

2 1024x576

Kisah dibalik Calon Anak Asuh yang ada di Madiun

Pendidikan sering kali hanya dipahami sebagai hasil ujian, nilai rapor, atau peringkat kelas. Namun, di balik angka-angka tersebut, tersembunyi kisah nyata perjuangan anak-anak yang terus belajar, bermimpi, dan bertahan di tengah keterbatasan. Pada awal tahun 2025, kami melakukan perjalanan ke berbagai sekolah untuk bertemu calon anak asuh AAT. Antara bulan Februari hingga Maret 2025, tim kami berkeliling ke sejumlah sekolah dan titik kegiatan anak asuh di Madiun, Ngawi, Ponorogo, Magetan, dan Cepu. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mengenal lebih dekat kondisi calon anak asuh yang akan bergabung dalam program AAT tidak hanya melalui data administrasi, tetapi dengan mendengarkan langsung kisah dan aspirasi mereka. Sekretariat Madiun menjadi salah satu lokasi penting. Di sinilah kami bisa melihat secara nyata bahwa semangat untuk belajar tidak ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi oleh kemauan dan harapan yang terus dijaga. Kunjungan diadakan pada siang hari yang cerah. Kami disambut hangat oleh para pendamping dan sejumlah calon anak asuh yang telah berkumpul sejak pagi. Sekretariat yang sederhana menjadi tempat pertemuan penuh makna. Tidak ada kemewahan, tetapi suasana hangat dan semangat sangat terasa. Kami mewawancarai beberapa anak, satu per satu. Cerita mereka sederhana namun kuat. Ada yang harus membantu orang tua sejak subuh, lalu berangkat ke sekolah. Ada yang tinggal bersama kakek-nenek karena orang tua merantau mencari nafkah. Beberapa lainnya bekerja ringan sepulang sekolah untuk meringankan beban keluarga. Salah satu kisah yang membuat kami terdiam sejenak datang dari beberapa anak SMP yang kini tinggal di panti asuhan karena situasi keluarga yang tidak memungkinkan. Ia tidak banyak bicara soal masa lalu, lebih memilih bercerita tentang cita-citanya. Sebagian besar dari mereka tetap aktif di sekolah, bahkan meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Mereka juga terlibat dalam kegiatan organisasi, lomba, hingga kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Dalam kondisi yang terbatas, mereka justru menunjukkan kedewasaan dan kepedulian yang luar biasa. Yang mengesankan, anak-anak ini tidak menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk berhenti. Justru dari cerita-cerita itulah kami melihat kekuatan sebenarnya sebuah tekad untuk tetap melangkah, meski jalannya tidak mudah. Dari perjalanan ini, kami belajar bahwa semangat belajar bukan sekadar hasil motivasi dari luar, tetapi datang dari dalam diri anak-anak itu sendiri. Mereka bukan hanya menghadapi tantangan hidup, tapi juga membangun harapan di atasnya. Pendidikan bagi mereka bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Mereka sadar, mimpi tidak bisa menunggu keadaan menjadi ideal. Maka mereka memilih untuk bergerak dengan apa yang mereka miliki, sebisanya, sekuatnya. Kisah para calon anak asuh di Sekretariat Madiun membuka mata kami bahwa potensi besar sering tersembunyi di balik kesederhanaan. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi calon pemimpin, penggerak, dan agen perubahan masa depan. Tugas kita bukan hanya mengagumi, tetapi juga membuka lebih banyak ruang agar mereka bisa tumbuh dan berkembang. Karena dengan sedikit dorongan, mereka bisa melangkah jauh melebihi apa yang mungkin kita bayangkan. Setiap anak punya cerita. Setiap perjuangan layak untuk didengar. Bagaimana dengan kamu? Pernahkah kamu bertemu dengan anak-anak yang mengajarkan arti ketekunan dan harapan lewat kisah hidup mereka? Yuk, bagikan ceritamu. Cerita yang tampak sederhana bisa menjadi inspirasi luar biasa bagi orang lain. Mari kita bersama-sama jadi bagian dari gerakan yang melihat lebih dalam, berjalan lebih dekat, dan mendukung mereka yang sering tak terlihat. Karena perubahan besar, sering kali dimulai dari hati yang peduli.

Kisah dibalik Calon Anak Asuh yang ada di Madiun Read More »

Keunikan Anak Asuh di SD Yos Sudarso CIbunut, Kab Kuningan

SD Yos Sudarso CIbunut merupakan salah satu sekolah yang bekerja sama dengan Yayasan AAT Indonesia, khususnya berada dalam lingkup Sekretariat Bandung. Selama kunjungan dan wawancara, penulis menemukan hal unik dan fakta menarik pada anak asuh. Sewaktu Yayasan AAT Indonesia membuka kesempatan untuk pengajuan calon anak asuh baru, pihak Yayasan melalui BPT Sekre perlu melakukan validasi data dengan mengunjungi sekolah dan mewawancarai calon anak asuh. SD Yos Sudarso Cibunut merupakan 1 dari 93 sekolah aktif yang bekerjasama dengan Yayasan, tidak melewatkan kesempatan ini. Pihak sekolah melalui PJ Sekolah mengajukan sejumlah calon anak asuh baru. SD Yos Sudarso Cibunut terletak di dusun CIbunut, desa Cirukem, Kec. Garawangi, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Jika hendak menuju ke SD Yos Sudarso Cibunut dari terminal Kab Kuningan memerlukan waktu kurang lebih sekitar 30 menit. Sekolah tersebut berada di dataran tinggi, sehingga menurut penulis suasananya nyaman dan sejuk. Penulis berkesempatan untuk mengunjungi sekolah tersebut secara langsung pada tanggal 14 Mei 2024. Beberapa hal unik ditemukan saat wawancara berlangsung. Berbeda dengan kebanyakan anak – anak pada umumnya yang menyukai makanan olahan seperti burger, pizza atau makanan cepat saji lainnya, anak – anak disana lebih menyukai sayuran. Bukan karena mereka tidak mengenal atau asing dengan jenis makanan tersebut, tetapi mereka tumbuh di lingkungan yang memperkenalkan nilai kesederhaan dan kesehatan sejak dini. Selain itu mereka juga terbiasa hidup tanpa gadget. Disaat anak lain sedari kecil sudah memegang dan memainkan game di hp, anak – anak disana masih sering bermain seperti sepak bola, kejar – kerjaran dan permainan dengan aktivitas fisik lainnya. Ini membuat anak – anak memliki fisik yang lebih baik dan tidak mudah sakit. Hal unik lain yang penulis temui adalah terdapat kepercayaan lokal yang masih terjaga hingga sekarang, yang dikenal dengan nama Sunda Wiwitaan. Kepercayaan tersebut sebuah ajaran spiritual yang mengajarkan harmoni antara manusia, alam dan Sang Hyang Kersa (Sang Pencipta). Sunda Wiwitan dipercaya sudah ada sebelum agama lain disebarkan di tanah Jawa Barat. Secara formal Sunda Wiwitan dan kepercayaan lokal lainnya diakui melalui Putusan MK Nomor 97/PUU-XIV/2016 dan dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 471.14/10666/Dukcapil tentang Penerbitan Kartu Keluarga Bagi Penghayat Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga bagi mereka yang menganut Sunda Wiwitan atau kepercayaan lokal lainnya, pada KK dicantumkan Kepercayaan Tuhan YME. Sejalan dengan hal ini, pada sistem kami, SIANAS, juga terdapat peyesuaian. Selain 6 agama yang diakui secara resmi, kami juga menambahkan Kepercayaan Lainnya pada saat pengisian data anak asuh. Pengalaman yang sungguh berharga bisa mengunjungi SD Yos Sudarso Cibunut. Ini bisa jadi pengingat untuk penulis maupun para pembaca untuk sering mengkonsumsi sayuran dan mulai mengurangi makan yang berbasis olahan pabrik atau cepat saji. Selain itu, perlu perbanyak aktivitas fisik juga, agar tubuh terjaga dengan baik serta tak lupa bahwa ternyata Indonesia sangat kaya akan budaya. Kepercayaan lokal yang belum pernah penulis temui, dapat penulis temui saat kunjungan ini. Semoga dengan banyak keberagaman ini, Indonesia tetap satu dan saling menghargai satu sama lain. Bagaimana pembaca, asik bukan pembahasan kali ini? Semoga dikesempatan lain, penulis bisa becerita banyak hal tentang keunikan anak asuh di daerah lainnya. Mengingat kunjungan ke daerah lain pasti membutuhkan biaya untuk transportasi dan akomodasi, oleh karena itu kami akan sangat terbantu jika para pembaca, ada yang bersedia menyisihkan min Rp10.000/bulan untuk Donasi Operasional Yayasan AAT Indonesia. Jangan lupa tinggalkan jempol dan komen serta bagikan pengalamanmu saat mengkunjungi tempat yang baru, sehingga kamu bisa menemukan hal unik disana!! Terima kasih. Penulis – Akbar R

Keunikan Anak Asuh di SD Yos Sudarso CIbunut, Kab Kuningan Read More »

1 1024x576

Meski Terbatas, Kami Bisa

Halo! Kami mau cerita sedikit soal pengalaman selama proses wawancara anak-anak asuh di Sekretariat AAT Purwokerto tahun ini. Buat kami, ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi momen yang sangat berkesan yang membuka mata kami tentang semangat, perjuangan, dan harapan luar biasa dari anak-anak di berbagai penjuru. Saat ini, Sekretariat AAT Purwokerto menaungi 14 sekolah aktif yang tersebar di wilayah Sidareja, Cilacap, Gandrungmangu, Jeruklegi, Kawunganten, Wonosobo, Gombong, Kebumen, Pemalang, dan Purworejo. Tahun ini, semua sekolah berhasil mengajukan calon anak asuh tepat waktu. Sebelum data calon diserahkan ke donatur untuk dipertimbangkan, teman-teman BPT bersama para relawan turun langsung ke lapangan untuk mewawancarai anak-anak satu per satu. Di sekolah-sekolah seperti SD Pius Sidareja, SMP Pius Sidareja, SMK Yos Sudarso Sidareja, SMA Yos Sudarso Cilacap, SD Maria Immaculata, SMP Maria Immaculata Cilacap, SMP Yos Sudarso Gandrungmangu, SMP Yos Sudarso Jeruklegi, dan SMP Yos Sudarso Kawunganten, kami bertemu banyak anak dari keluarga sederhana. Orang tua mereka bekerja sebagai nelayan, buruh, petani, pedagang kecil, atau pekerja harian lepas. Meski penghasilan keluarga sering kali tidak menentu, semangat anak-anak di sekolah-sekolah ini luar biasa. Banyak yang tetap datang ke sekolah dengan tekun, membawa harapan besar untuk masa depan. SMP Bhakti Mulia Wonosobo terletak di daerah pegunungan, dengan akses ke sekolah yang cukup menantang. Sebagian besar orang tua bekerja sebagai petani kebun, buruh tani, atau pedagang kecil. Meski begitu, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya. Sementara di SMA Pangudi Luhur Santo Lukas Pemalang, kami bertemu anak-anak dari keluarga pelaut dan nelayan di pesisir utara hidup dalam ketidakpastian, tapi tetap penuh harapan. Di SMA Bruderan Purworejo dan SMA Pius Gombong, banyak anak asuh berasal dari Indonesia Timur yang merantau ke Jawa demi pendidikan. Mereka hidup jauh dari keluarga, dengan kondisi yang sangat sederhana, tapi tetap mandiri dan gigih. Di SMP Pius Bakti Utama Kebumen, kami juga mendengar cerita anak-anak yang tetap setia sekolah, meski setiap hari membantu orang tua lebih dulu di rumah. Yang membuat kami makin kagum, mereka bukan hanya semangat belajar, tapi juga punya berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Ada yang jago di bidang olahraga, aktif dalam kegiatan seni seperti paduan suara dan tari daerah, dan ada juga yang antusias ikut lomba-lomba di tingkat sekolah maupun kabupaten. Meski banyak yang tidak memiliki fasilitas belajar lengkap di rumah, mereka tetap tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik. Semua dilakukan dengan tulus dan semangat tinggi bukan untuk mengejar pujian, tapi karena mereka benar-benar mencintai proses belajar dan tumbuh. Prestasi mereka jadi bukti bahwa potensi luar biasa bisa lahir dari tempat-tempat yang sederhana, selama diberi ruang dan kesempatan. Dari seluruh proses ini, kami belajar banyak. Anak-anak ini menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk bermimpi. Mereka mengajarkan kami arti ketulusan dalam berjuang, dan bahwa harapan bisa tumbuh dari hal-hal kecil yang mungkin sering kita abaikan. Beasiswa AAT bagi mereka bukan cuma soal bantuan pendidikan, tapi cahaya harapan yang menumbuhkan keberanian untuk melangkah, berkembang, dan mengubah masa depan mereka sendiri. Kalau teman-teman membaca ini dan punya cerita serupa, yuk, berbagi juga. Siapa tahu, kisah kalian bisa jadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk percaya bahwa harapan selalu ada meski dalam keterbatasan. Penulis, Leonie & Ryo

Meski Terbatas, Kami Bisa Read More »

3 1024x576

Asa dari Negeri

oleh Lala Nisa Meraih cita-cita dengan bersekolah kadang hanya sekedar impian untuk anak-anak dari luar Jawa karena merasakan terbatasnya fasilitas pendidikan dan pendukungnya. Bahkan, untuk menuju sekolah saja harus berjuang berpuluh-puluh kilometer dengan kaki mungil melewati sungai, hutan, dan jalanan terjal. Setiap langkahnya merupakan saksi perjuangan mereka yang menghadapi realitas keras bahwa pendidikan yang layak bukanlah hak yang mudah untuk didapatkan. Terkadang, langkah menuju sekolah terasa berat dan melelahkan sehingga membuat anak-anak memilih untuk beraktivitas lain dengan membantu orang tuanya, seperti berkebun di ladang yang terhampar luas di bawah teriknya matahari ataupun bekerja di perkebunan sawit, memikul beban tanggung jawab yang seharusnya belum menjadi bagian dari pundak kecil mereka. Pilihan ini bukanlah tanpa alasan, keterbatasan ekonomi seringkali memaksa mereka untuk mengesampingkan impian pendidikan demi kelangsungan hidup keluarga.  Cerita tersebut bukan hanya dongeng semata, tetapi realitas pahit ini didengar langsung oleh penulis sekaligus pewawancara yang saat itu melakukan wawancara calon anak asuh baru di SMK Kristen Gergaji. Banyak anak yang datang dari daerah luar Jawa seperti Flores, Papua, ataupun Kalimantan. Dengan dibantu program gereja, mereka memutuskan untuk jauh dari orang tua serta keluarga untuk dapat merasakan kesempatan pendidikan yang lebih mendukung masa depannya serta hidup bersama di asrama ataupun panti asuhan. Keterbatasan bahasa ataupun biaya tidak membuat anak-anak menyerah justru menjadi motivasi mereka untuk lebih semangat mengikuti pembelajaran di kelas, meskipun kadang juga tidak bisa mengikuti beberapa kegiatan sekolah karena terkendala biaya.  Cerita dan pengalaman anak-anak tersebut memiliki kesan yang mendalam untuk penulis betapa besar mimpi anak-anak di masa depan mimpi yang sesungguhnya adalah masa depan bangsa ini, salah satunya ketika anak tersebut bercerita bagaimana besarnya perbedaan di rumah dan di asrama. Ketika di rumah, dia harus jalan kaki bersama teman-temannya tanpa alas kaki melewati hutan lebih dari sepuluh kilometer untuk sampai sekolah. Setelah sampai di Semarang, dia bisa menggunakan transportasi bus, belajar rutin bersama dengan teman-teman dan kakak kelas saat di asrama, belajar bahasa agar lebih bisa menyesuaikan saat berkomunikasi dengan teman ataupun mengikuti pelajaran. Sedihnya, mereka jarang bisa berkomunikasi dengan orang tua karena tidak memiliki smartphone ataupun kendala sinyal. Kegiatan mereka lebih banyak dihabiskan di asrama karena seluruh kegiatan telah terjadwal. Bahkan, setelah menyelesaikan pendidikan SMK banyak mimpi dan harapan dari anak-anak tersebut, ada yang ingin melanjutkan kuliah ataupun kembali ke daerah asal.  Lebih pilu lagi, saat kami mengetahui  kenyataan pahit yang dihadapi oleh keluarga-keluarga ini. Para orang tua, dengan peluh dan kerja keras tak kenal lelah,bekerja keras di ladang sawit. Namun, ironisnya, jerih payah mereka seringkali hanya dihargai dengan upah yang sangat minim. Upah tersebut bahkan tidak cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga di kampung halaman, sehingga mereka merasa tidak berdaya untuk memberikan uang saku kepada anak-anak yang sedang berjuang menempuh pendidikan di perantauan.  Terpisahkan oleh jarak beribu-ribu kilometer tanpa adanya alat komunikasi yang memadai membuat mereka semakin sulit untuk berinteraksi. Dulu, mungkin ada obrolan hangat setiap hari, cerita tentang hari yang berlalu, atau sekadar obrolan tentang keseharian mereka. Kini, semua itu hanyalah kenangan. Anak-anak yang sedang berjuang keras di perantauan ini tak henti-hentinya merindukan kampung halaman, hangatnya pelukan keluarga, dan kehadiran orang tua mereka. Sebuah obrolan singkat kini terasa seperti kemewahan. Mungkin bagi sebagian besar dari kita, sekolah merupakan hal yang mudah untuk didapatkan dan kita tinggal menunjuk ingin bersekolah di mana. Namun, sudahkah kita memanfaatkan kesempatan yang ada dengan tepat? Setelah membaca ini, semoga teman-teman pembaca menjadi lebih terarah dalam membuat keputusan besar ya

Asa dari Negeri Read More »

Buletin Kocap Kacarita: Jendela Kreativitas Siswa SD Prennthaler

Kocap Kacarita adalah kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik SD Prennthaler Kalirejo yang sudah duduk di kelas III, IV, V, dan Vi. Ekstrakurikuler ini sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Alat yang dipakai untuk belajar berbahasa itu berbeda di setiap kelasnya. Kelas III dan IV dengan Mading bulanan, kelas V dengan buletin bulanan, kelas VI dengan seminar anak. Buletin bulanan yang dikerjakan anak kelas V diberi nama sama dengan nama kegiatan ekstrakurikulernys, yaitu Buletin Kocap Kacarita. Selain sebagai sarana belajar berbahasa Indonesia, juga sebagai media berkomunikasi dan belajar melalui berbagai kegiatan menarik. Setiap bulan memiliki tema tersendiri. Seperti terbitan bulan Oktober mengusung tema Pekan Olahraga dan Dolanan Tradisional atau disingkat PeDoT. Kegiatan PeDoT sendiri dilaksanakan selama bulan September dan melibatkan partisipasi aktif dari guru, karyawan, dan peserta didik, dengan penyelenggara adalah peserta didik kelas VI. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan antar warga sekolah, tetapi juga melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang penting.Melalui Buletin Kocap Kacarito, peserta didik belajar meliput kegiatan, menarasikan, bekerja sama, serta mengasah kreativitas dalam suasana yang penuh keceriaan.

Buletin Kocap Kacarita: Jendela Kreativitas Siswa SD Prennthaler Read More »

Foto Konten Artikel 1024x771

Harapan dan Perjuangan

Oleh : Sekretariat Semarang Sekretariat Semarang melakukan wawancara pada 17 komunitas yang berada di bawah naungan Yayasan AAT Indonesia di Semarang. Banyak cerita-cerita unik dan menarik, tetapi juga menyentuh hati selama proses wawancara yang dilakukan oleh BPT bersama dengan para relawan. Salah satu kisah yang paling membekas dari salah satu siswa SMK 17 Agustus Semarang, seorang anak lelaki yang saat ini tinggal bersama dengan paman dan bibi karena sudah tidak memiliki orang tua. Paman yang hanya bekerja sebagai tukang parkir, sedangkan bibi hanya berjualan nasi dengan pendapatan yang tak menentu setiap harinya. Dirinya bercerita bahwa sebenarnya dia merasa cukup malu dan sungkan kepada paman bibinya karena tidak semestinya kedua orang tersebut yang menanggung dan memikirkan kebutuhannya tetapi keadaanlah yang mengharuskan. “Gimana ya mbak, aku tuh gak enak soalnya dan kayak malu gitu kalau harus minta uang ke pakdeku soalnya aku tau juga tau pakdeku kalau dapet duit tuh gak banyak dan masih harus buat beli makan sama kebutuhan rumah yang lain jadi ya aku bantu-bantu sedikit biar gak beratin pakde.” cerita sang anak saat proses wawancara kepada salah satu relawan. Pernyataan dirinya dalam membantu paman cukup membuat penasaran sehingga saat ditanya lebih lanjut Ia membantu dengan cara memulung sampah setiap pulang sekolah yang nantinya akan dijual kepada pengepul/pengumpul sampah untuk ditukar dengan sejumlah uang. Kisah anak tersebut menjadi hal yang paling mengharukan saat wawancara terutama ketika para relawan melakukan diskusi dan sharing terkait hasil wawancara dengan para siswa. Relawan lain yang mendengarkanpun turut kaget dan tidak menyangka karena di usia yang seharusnya hanya pusing dengan tugas sekolah tetapi sudah bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Cerita si anak juga turut diperkuat oleh penuturan guru yang menyatakan bahwa memang kondisi anak tersebut kurang mampu tetapi Ia adalah anak yang rajin dan memiliki semangat yang besar ketika belajar. Para relawan dan guru berharap semoga nantinya anak ini mendapat beasiswa sehingga dirinya tidak akan terlalu pusing memikirkan SPP sekolah dan bisa fokus untuk belajar.

Harapan dan Perjuangan Read More »

Perjalanan dan Harapan Bu Dewi sebagai PJ SMP PL Srumbung.

Oleh : Sekretariat Yogyakarta Maria Goretti Nurmala Dewi S.Pd, Kepala Sekolah SMP PL Srumbung, telah menjalani peran luar biasa sebagai Penanggung Jawab (PJ) Anak-anak Terang sejak 2014. Sebelum menjabat sebagai kepala sekolah, Bu Dewi sudah memiliki pengalaman sebagai Penanggung Jawab (PJ) AAT bersama teman administrasinya. Ketika temannya pindah, Bu Dewi tetap melanjutkan perannya sebagai PJ, kali ini bersama kepala sekolah, Bapak Rusdiono. Bahkan ketika Bu Dewi naik menjadi kepala sekolah, dia tetap memegang peran PJ, didukung oleh tenaga administrasi yang juga berperan sebagai PJ. Kesan dan pengalaman Bu Dewi sebagai PJ AAT melibatkan tantangan awal dalam mengikuti prosedur administrasi manual. Namun, seiring berjalannya waktu dan pandemi, perubahan ke sistem pelaporan online melalui SIANAS dan dukungan BPT membuatnya lebih mudah. Komunikasi yang lancar dengan BPT, baik dengan Mas Akbar maupun dengan BPT Sekre Yogya yang membantu Bu Dewi menjalankan administrasi tanpa terlalu terbebani. Harapannya untuk AAT ke depan sederhana: SMP PL Srumbung berharap dapat terus berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik dengan AAT. Bantuan pendidikan dan finansial diharapkan dapat mencakup lebih banyak anak yang membutuhkan. Semoga AAT dapat terus tumbuh, membantu lebih banyak anak-anak dalam mengejar mimpi mereka. Dengan kerjasama dan komunikasi yang baik, SMP PL Srumbung dan AAT dapat bersama-sama menciptakan peluang pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Perjalanan dan Harapan Bu Dewi sebagai PJ SMP PL Srumbung. Read More »

1 819x1024

MELANGKAH BERSAMA: Perjalanan Bu Kiky Sebagai PJ SMPK St. Lukas Lumajang Selama 14 Tahun.

Oleh : Sekretariat Malang Dengan penuh kekaguman dan rasa hormat, saya sebagai penulis ingin menghadirkan sebuah artikel yang menggambarkan perjalanan gemilang Bu Kiky sebagai Penanggung Jawab (PJ) SMPK St. Lukas Lumajang selama 14 tahun. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perjalanan yang penuh tantangan namun dipenuhi dengan dedikasi, komitmen, dan visi yang luar biasa. Mari kita temukan bersama-sama bagaimana jejak inspiratif beliau telah memberikan dampak yang menginspirasi dalam dunia pendidikan. Berikut cerita dari Bu Kiky selaku objek dari wawancara saya. “Kondisi sekolah kami mayoritas dihuni oleh anak-anak dari latar belakang panti yang jauh dari orang tua dan juga dari ekonomi yang rendah . Inilah yang mendasari ketertarikan saya untuk menjadi PJ sekolah. Dalam upaya membantu anak-anak ini, saya dan sekolah mengikuti program AAT yang awalnya disarankan oleh Romo Hudiyono. Kami terus berupaya untuk mendapatkan bantuan AAT yaitu, untuk memfasilitasi proses pembelajaran di sekolah dan menyadari bahwa biaya pendidikan merupakan hal yang tak terelakkan dan sangat dibutuhkan.” “Perasaan awal saat memulai peran sebagai PJ hingga sekarang penuh dengan rasa syukur. Mampu memberikan bantuan kepada anak-anak dan mendapatkan dukungan untuk proses belajar-mengajar, meskipun belum optimal, tetap menjadi anugerah bagi kami. Kami terus bersyukur dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung perkembangan mereka.” “Salah satu momen paling berkesan dalam peran saya sebagai PJ adalah ketika salah satu anak yang menerima bantuan AAT diadopsi oleh salah seorang donatur. Anak tersebut tidak hanya menerima bantuan beasiswa sekolah tetapi juga selalu menerima hadiah saat perayaan Natal dan perayaan lainnya. Juga mendapat perhatian dan kepedulian secara kontinu dari donatur tersebut. Hal ini sungguh membanggakan dan menguatkan keyakinan kami bahwa upaya kami bernilai dan memiliki dampak yang nyata bagi anak-anak yang kami bantu.” “Dalam kesan saya sebagai PJ, saya melihat betapa pentingnya program AAT ini. Bantuan yang diberikan sangat signifikan bagi anak-anak panti yang terpisah dari orang tua. Selama menjalankan peran ini, saya tidak mengalami kesulitan berat karena saya selalu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dalam program AAT.” “Kebanggaan saya sebagai PJ sekolah terletak pada kemampuan untuk meringankan beban wali murid dan menjadi penghubung antara anak-anak dengan program AAT. Meskipun tidak bisa memberikan bantuan sepenuhnya, setidaknya kami dapat memberikan sedikit dukungan yang berarti bagi mereka.” “Untuk masa depan sebagai PJ sekolah, harapan saya semoga program AAT terus berjalan lancar dan mendapatkan dukungan yang cukup. Kami selalu bersyukur atas apa pun yang kami terima dan berdoa agar Tuhan senantiasa memberkati para donatur yang ikhlas membantu kami dalam misi ini.” “Sebagai pesan singkat kepada PJ lainnya, saya ingin menegaskan pentingnya bersyukur atas segala berkat yang diterima. Kita tidak bisa meminta lebih dari apa yang Tuhan berikan, dan keikhlasan serta ketulusan dalam membantu sesama adalah hal yang seharusnya menjadi fokus utama dalam menjalani peran sebagai PJ.” Dalam mengakhiri refleksi perjalanan Bu Kiky sebagai Penanggung Jawab (PJ) SMPK St. Lukas Lumajang selama 14 tahun, tidak dapat dipungkiri bahwa dedikasi dan semangatnya telah menjadi pilar bagi kemajuan pendidikan untuk anak-anak yang membutuhkan. Melalui perjuangannya, Bu Kiky telah membuktikan bahwa dengan komitmen yang teguh dan visi yang jelas, setiap tantangan dapat dihadapi dan diatasi. Semoga cerita dari Bu Kiky bisa menjadi motivasi bagi para PJ baru.

MELANGKAH BERSAMA: Perjalanan Bu Kiky Sebagai PJ SMPK St. Lukas Lumajang Selama 14 Tahun. Read More »

SDK Pembina Genteng 1024x576

Perayaan Natal dan Tahun Baru di Sekolah Malang

Oleh : Fadhiah Elbas AAT IND/SEKRE MALANG –  Beberapa sekolah dasar di Malang telah merayakan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan berbagai kegiatan yang meriah. SDK Pembina Genteng, SDK Sidorejo Lumajang, SDK St. Yohanes Kalipare, SDK St Petrus Jajag mengadakan acara perayaan Natal dengan mengundang para siswa dan guru untuk ikut serta dalam drama Natal dan pertunjukan musik. Di samping itu, mereka juga merayakan Tahun Baru dengan mengadakan pesta kecil di area sekolah dengan dekorasi yang menggemaskan serta menyajikan berbagai macam makanan khas tahun baru. Kegiatan-kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk merayakan perayaan tersebut, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan diantara siswa dan guru.  Harapan terbaik di tahun 2024 ini untuk para siswa penerima donasi adalah adanya peningkatan signifikan dalam pendidikan mereka. Semoga mereka memiliki akses penuh terhadap sumber daya pendidikan yang memadai, termasuk buku, peralatan, dan fasilitas yang diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran mereka. Semoga para siswa juga dapat mendapatkan akses ke program pendidikan yang berkualitas dan inovatif, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Dalam tahun 2024 ini, diharapkan adanya kolaborasi yang erat antara pihak donor, sekolah, dan masyarakat lokal, dengan tujuan menghasilkan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan siswa. Terakhir, harapan terbaik untuk para siswa penerima donasi di tahun 2024 ini adalah terciptanya lingkungan yang inklusif dan saling mendukung. Semoga mereka merasa diterima dan dapat berkontribusi dengan percaya diri di dalam komunitas sekolah mereka. Semua ini diharapkan dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan penuh potensi.

Perayaan Natal dan Tahun Baru di Sekolah Malang Read More »

Foto Kedua Bernadine 768x1024

Bernadine Ignatine, Siswa Kelas 6 SD Kanisius Sumber, Raih Prestasi Gemilang di Lomba Bahasa Inggris dan Lomba Menulis Cerkak.

Oleh : Dionisia Destikarniaman Gulo (BPT Yogyakarta). Di tengah semangat kompetisi yang membara, Bernadine Ignatine, seorang siswa kelas 6 di SD Kanisius Sumber, berhasil mengukir prestasi gemilang dalam beberapa kompetisi bergengsi tingkat kecamatan Dukun. Mengukir Sejarah dalam Lomba Pidato Bahasa Inggris. Pada lomba pidato bahasa Inggris tingkat kecamatan Dukun, Bernadine mampu menunjukkan kepiawaiannya dan berhasil meraih juara II. Kebolehannya dalam berbicara bahasa Inggris tidak hanya memukau juri, tetapi juga memberikan inspirasi bagi teman-temannya. Kemenangan Ganda dalam Lomba Menulis Cerkak. Tidak berhenti di situ, Bernadine kemudian menyabet juara 2 dalam lomba menulis cerkak yang diadakan sebagai bagian dari Lomba FTB Kecamatan Dukun 2023. Prestasinya ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SD Kanisius Sumber, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai perwakilan terbaik dari sekolahnya. Bernadine percaya bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, siapapun bisa meraih prestasi. Dan yang paling penting, teruslah belajar dan jangan pernah takut untuk mengambil tantangan. Inspirasi untuk Generasi Muda. Prestasi gemilang Bernadine Ignatine kini telah menjadi sumber inspirasi bagi teman-temannya di SD Kanisius Sumber. Prestasi Bernadine adalah cermin dari semangat belajar dan dedikasi yang tinggi. Prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi mereka. Menyemai Semangat Juang di Sekolah. Dengan berbagai prestasi yang diraihnya, Bernadine Ignatine bukan hanya menjadi kebanggaan sekolahnya, tetapi juga membuktikan bahwa usaha keras dan semangat pantang menyerah adalah kunci kesuksesan. Selamat untuk Bernadine, dan semoga prestasinya menjadi pemicu semangat juang bagi generasi muda lainnya.

Bernadine Ignatine, Siswa Kelas 6 SD Kanisius Sumber, Raih Prestasi Gemilang di Lomba Bahasa Inggris dan Lomba Menulis Cerkak. Read More »

duta76 perihoki persepsi pemain duta76 terhadap tempo permainan mahjong wild 2 dalam aktivitas rutin sicbo gates of olympus cara bagaimana pemain duta76 mengukur perkembangan riwayat aktivitas bermain mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess mahjong wins 3 jadi bagian dari penyesuaian sistem blackjack pragmatic sweet bonanza di tahun duta76 2026 ternyata alur mahjong ways 2 pgsoft bisa mempengaruhi cara pemain roulette menyusun keputusan lucky neko perihoki strategi pemain perihoki mengamati karakter mahjong wins 3 melalui pola bermain blackjack aztec gems mahjong wild deluxe tetap dipertahankan dalam strategi dadu sicbo online gates of olympus transisi simbol berlapis pada mahjong ways 2 pgsoft baccarat sebagai indikator perubahan momentum wild west gold perihoki probabilitas bergerak dinamis di fase saat mahjong wins 3 pragmatic blackjack perihoki mendekati puncak siklus sweet bonanza pembacaan susunan simbol dalam mahjong ways 2 pgsoft sbobet88 sugar rush duta76 mengungkap ritme permainan mahjong wins 3 pragmatic blackjack sebagai studi kasus dinamika simbol dan fluktuasi rtp live tinggi duta76 aztec gems pelajari arah permainan mahjong wild 2 terlihat saat rtp live sicbo dijadikan rujukan perihoki gates of olympus baca perubahan irama mahjong ways 2 pgsoft baccarat pengaruhi sikap bermain pemain perihoki starlight princess penyesuaian strategi pemain mahjong wins pragmatic blackjack dinamika permainan perihoki sweet bonanza saat ini proses adaptasi strategi pemain mahjong ways 2 pgsoft roulette hadapi fase permainan baru duta76 wild west gold penilaian alur permainan mahjong wins 3 pragmatic blackjack periode aktivitas berlangsung terkini duta76 aztec gems mahjong wild deluxe dadu sicbo muncul stabil aman putaran duta76 joker jewel lagi trending analisis pola jam bermain mahjong ways 2 pgsoft ramai dibahas duta76 wild bounty hunter pola rtp live jitu mengarahkan pemain dalam permainan mahjong wins 3 pragmatic blackjack duta76 gates of olympus kemenangan mahjong ways 2 pgsoft sabung ayam sv388 terlihat saat rtp live digunakan sebagai patokan perihoki perihoki beri bocoran strategi kemenangan mahjong wins 3 pragmatic blackjack terbaru sweet bonanza 2026