Anak Asuh

2 1024x576

Kisah dibalik Calon Anak Asuh yang ada di Madiun

Pendidikan sering kali hanya dipahami sebagai hasil ujian, nilai rapor, atau peringkat kelas. Namun, di balik angka-angka tersebut, tersembunyi kisah nyata perjuangan anak-anak yang terus belajar, bermimpi, dan bertahan di tengah keterbatasan. Pada awal tahun 2025, kami melakukan perjalanan ke berbagai sekolah untuk bertemu calon anak asuh AAT. Antara bulan Februari hingga Maret 2025, tim kami berkeliling ke sejumlah sekolah dan titik kegiatan anak asuh di Madiun, Ngawi, Ponorogo, Magetan, dan Cepu. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mengenal lebih dekat kondisi calon anak asuh yang akan bergabung dalam program AAT tidak hanya melalui data administrasi, tetapi dengan mendengarkan langsung kisah dan aspirasi mereka. Sekretariat Madiun menjadi salah satu lokasi penting. Di sinilah kami bisa melihat secara nyata bahwa semangat untuk belajar tidak ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi oleh kemauan dan harapan yang terus dijaga. Kunjungan diadakan pada siang hari yang cerah. Kami disambut hangat oleh para pendamping dan sejumlah calon anak asuh yang telah berkumpul sejak pagi. Sekretariat yang sederhana menjadi tempat pertemuan penuh makna. Tidak ada kemewahan, tetapi suasana hangat dan semangat sangat terasa. Kami mewawancarai beberapa anak, satu per satu. Cerita mereka sederhana namun kuat. Ada yang harus membantu orang tua sejak subuh, lalu berangkat ke sekolah. Ada yang tinggal bersama kakek-nenek karena orang tua merantau mencari nafkah. Beberapa lainnya bekerja ringan sepulang sekolah untuk meringankan beban keluarga. Salah satu kisah yang membuat kami terdiam sejenak datang dari beberapa anak SMP yang kini tinggal di panti asuhan karena situasi keluarga yang tidak memungkinkan. Ia tidak banyak bicara soal masa lalu, lebih memilih bercerita tentang cita-citanya. Sebagian besar dari mereka tetap aktif di sekolah, bahkan meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Mereka juga terlibat dalam kegiatan organisasi, lomba, hingga kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Dalam kondisi yang terbatas, mereka justru menunjukkan kedewasaan dan kepedulian yang luar biasa. Yang mengesankan, anak-anak ini tidak menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk berhenti. Justru dari cerita-cerita itulah kami melihat kekuatan sebenarnya sebuah tekad untuk tetap melangkah, meski jalannya tidak mudah. Dari perjalanan ini, kami belajar bahwa semangat belajar bukan sekadar hasil motivasi dari luar, tetapi datang dari dalam diri anak-anak itu sendiri. Mereka bukan hanya menghadapi tantangan hidup, tapi juga membangun harapan di atasnya. Pendidikan bagi mereka bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Mereka sadar, mimpi tidak bisa menunggu keadaan menjadi ideal. Maka mereka memilih untuk bergerak dengan apa yang mereka miliki, sebisanya, sekuatnya. Kisah para calon anak asuh di Sekretariat Madiun membuka mata kami bahwa potensi besar sering tersembunyi di balik kesederhanaan. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi calon pemimpin, penggerak, dan agen perubahan masa depan. Tugas kita bukan hanya mengagumi, tetapi juga membuka lebih banyak ruang agar mereka bisa tumbuh dan berkembang. Karena dengan sedikit dorongan, mereka bisa melangkah jauh melebihi apa yang mungkin kita bayangkan. Setiap anak punya cerita. Setiap perjuangan layak untuk didengar. Bagaimana dengan kamu? Pernahkah kamu bertemu dengan anak-anak yang mengajarkan arti ketekunan dan harapan lewat kisah hidup mereka? Yuk, bagikan ceritamu. Cerita yang tampak sederhana bisa menjadi inspirasi luar biasa bagi orang lain. Mari kita bersama-sama jadi bagian dari gerakan yang melihat lebih dalam, berjalan lebih dekat, dan mendukung mereka yang sering tak terlihat. Karena perubahan besar, sering kali dimulai dari hati yang peduli.

Kisah dibalik Calon Anak Asuh yang ada di Madiun Read More »

Keunikan Anak Asuh di SD Yos Sudarso CIbunut, Kab Kuningan

SD Yos Sudarso CIbunut merupakan salah satu sekolah yang bekerja sama dengan Yayasan AAT Indonesia, khususnya berada dalam lingkup Sekretariat Bandung. Selama kunjungan dan wawancara, penulis menemukan hal unik dan fakta menarik pada anak asuh. Sewaktu Yayasan AAT Indonesia membuka kesempatan untuk pengajuan calon anak asuh baru, pihak Yayasan melalui BPT Sekre perlu melakukan validasi data dengan mengunjungi sekolah dan mewawancarai calon anak asuh. SD Yos Sudarso Cibunut merupakan 1 dari 93 sekolah aktif yang bekerjasama dengan Yayasan, tidak melewatkan kesempatan ini. Pihak sekolah melalui PJ Sekolah mengajukan sejumlah calon anak asuh baru. SD Yos Sudarso Cibunut terletak di dusun CIbunut, desa Cirukem, Kec. Garawangi, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Jika hendak menuju ke SD Yos Sudarso Cibunut dari terminal Kab Kuningan memerlukan waktu kurang lebih sekitar 30 menit. Sekolah tersebut berada di dataran tinggi, sehingga menurut penulis suasananya nyaman dan sejuk. Penulis berkesempatan untuk mengunjungi sekolah tersebut secara langsung pada tanggal 14 Mei 2024. Beberapa hal unik ditemukan saat wawancara berlangsung. Berbeda dengan kebanyakan anak – anak pada umumnya yang menyukai makanan olahan seperti burger, pizza atau makanan cepat saji lainnya, anak – anak disana lebih menyukai sayuran. Bukan karena mereka tidak mengenal atau asing dengan jenis makanan tersebut, tetapi mereka tumbuh di lingkungan yang memperkenalkan nilai kesederhaan dan kesehatan sejak dini. Selain itu mereka juga terbiasa hidup tanpa gadget. Disaat anak lain sedari kecil sudah memegang dan memainkan game di hp, anak – anak disana masih sering bermain seperti sepak bola, kejar – kerjaran dan permainan dengan aktivitas fisik lainnya. Ini membuat anak – anak memliki fisik yang lebih baik dan tidak mudah sakit. Hal unik lain yang penulis temui adalah terdapat kepercayaan lokal yang masih terjaga hingga sekarang, yang dikenal dengan nama Sunda Wiwitaan. Kepercayaan tersebut sebuah ajaran spiritual yang mengajarkan harmoni antara manusia, alam dan Sang Hyang Kersa (Sang Pencipta). Sunda Wiwitan dipercaya sudah ada sebelum agama lain disebarkan di tanah Jawa Barat. Secara formal Sunda Wiwitan dan kepercayaan lokal lainnya diakui melalui Putusan MK Nomor 97/PUU-XIV/2016 dan dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 471.14/10666/Dukcapil tentang Penerbitan Kartu Keluarga Bagi Penghayat Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga bagi mereka yang menganut Sunda Wiwitan atau kepercayaan lokal lainnya, pada KK dicantumkan Kepercayaan Tuhan YME. Sejalan dengan hal ini, pada sistem kami, SIANAS, juga terdapat peyesuaian. Selain 6 agama yang diakui secara resmi, kami juga menambahkan Kepercayaan Lainnya pada saat pengisian data anak asuh. Pengalaman yang sungguh berharga bisa mengunjungi SD Yos Sudarso Cibunut. Ini bisa jadi pengingat untuk penulis maupun para pembaca untuk sering mengkonsumsi sayuran dan mulai mengurangi makan yang berbasis olahan pabrik atau cepat saji. Selain itu, perlu perbanyak aktivitas fisik juga, agar tubuh terjaga dengan baik serta tak lupa bahwa ternyata Indonesia sangat kaya akan budaya. Kepercayaan lokal yang belum pernah penulis temui, dapat penulis temui saat kunjungan ini. Semoga dengan banyak keberagaman ini, Indonesia tetap satu dan saling menghargai satu sama lain. Bagaimana pembaca, asik bukan pembahasan kali ini? Semoga dikesempatan lain, penulis bisa becerita banyak hal tentang keunikan anak asuh di daerah lainnya. Mengingat kunjungan ke daerah lain pasti membutuhkan biaya untuk transportasi dan akomodasi, oleh karena itu kami akan sangat terbantu jika para pembaca, ada yang bersedia menyisihkan min Rp10.000/bulan untuk Donasi Operasional Yayasan AAT Indonesia. Jangan lupa tinggalkan jempol dan komen serta bagikan pengalamanmu saat mengkunjungi tempat yang baru, sehingga kamu bisa menemukan hal unik disana!! Terima kasih. Penulis – Akbar R

Keunikan Anak Asuh di SD Yos Sudarso CIbunut, Kab Kuningan Read More »

1 1024x576

Meski Terbatas, Kami Bisa

Halo! Kami mau cerita sedikit soal pengalaman selama proses wawancara anak-anak asuh di Sekretariat AAT Purwokerto tahun ini. Buat kami, ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi momen yang sangat berkesan yang membuka mata kami tentang semangat, perjuangan, dan harapan luar biasa dari anak-anak di berbagai penjuru. Saat ini, Sekretariat AAT Purwokerto menaungi 14 sekolah aktif yang tersebar di wilayah Sidareja, Cilacap, Gandrungmangu, Jeruklegi, Kawunganten, Wonosobo, Gombong, Kebumen, Pemalang, dan Purworejo. Tahun ini, semua sekolah berhasil mengajukan calon anak asuh tepat waktu. Sebelum data calon diserahkan ke donatur untuk dipertimbangkan, teman-teman BPT bersama para relawan turun langsung ke lapangan untuk mewawancarai anak-anak satu per satu. Di sekolah-sekolah seperti SD Pius Sidareja, SMP Pius Sidareja, SMK Yos Sudarso Sidareja, SMA Yos Sudarso Cilacap, SD Maria Immaculata, SMP Maria Immaculata Cilacap, SMP Yos Sudarso Gandrungmangu, SMP Yos Sudarso Jeruklegi, dan SMP Yos Sudarso Kawunganten, kami bertemu banyak anak dari keluarga sederhana. Orang tua mereka bekerja sebagai nelayan, buruh, petani, pedagang kecil, atau pekerja harian lepas. Meski penghasilan keluarga sering kali tidak menentu, semangat anak-anak di sekolah-sekolah ini luar biasa. Banyak yang tetap datang ke sekolah dengan tekun, membawa harapan besar untuk masa depan. SMP Bhakti Mulia Wonosobo terletak di daerah pegunungan, dengan akses ke sekolah yang cukup menantang. Sebagian besar orang tua bekerja sebagai petani kebun, buruh tani, atau pedagang kecil. Meski begitu, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya. Sementara di SMA Pangudi Luhur Santo Lukas Pemalang, kami bertemu anak-anak dari keluarga pelaut dan nelayan di pesisir utara hidup dalam ketidakpastian, tapi tetap penuh harapan. Di SMA Bruderan Purworejo dan SMA Pius Gombong, banyak anak asuh berasal dari Indonesia Timur yang merantau ke Jawa demi pendidikan. Mereka hidup jauh dari keluarga, dengan kondisi yang sangat sederhana, tapi tetap mandiri dan gigih. Di SMP Pius Bakti Utama Kebumen, kami juga mendengar cerita anak-anak yang tetap setia sekolah, meski setiap hari membantu orang tua lebih dulu di rumah. Yang membuat kami makin kagum, mereka bukan hanya semangat belajar, tapi juga punya berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Ada yang jago di bidang olahraga, aktif dalam kegiatan seni seperti paduan suara dan tari daerah, dan ada juga yang antusias ikut lomba-lomba di tingkat sekolah maupun kabupaten. Meski banyak yang tidak memiliki fasilitas belajar lengkap di rumah, mereka tetap tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik. Semua dilakukan dengan tulus dan semangat tinggi bukan untuk mengejar pujian, tapi karena mereka benar-benar mencintai proses belajar dan tumbuh. Prestasi mereka jadi bukti bahwa potensi luar biasa bisa lahir dari tempat-tempat yang sederhana, selama diberi ruang dan kesempatan. Dari seluruh proses ini, kami belajar banyak. Anak-anak ini menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk bermimpi. Mereka mengajarkan kami arti ketulusan dalam berjuang, dan bahwa harapan bisa tumbuh dari hal-hal kecil yang mungkin sering kita abaikan. Beasiswa AAT bagi mereka bukan cuma soal bantuan pendidikan, tapi cahaya harapan yang menumbuhkan keberanian untuk melangkah, berkembang, dan mengubah masa depan mereka sendiri. Kalau teman-teman membaca ini dan punya cerita serupa, yuk, berbagi juga. Siapa tahu, kisah kalian bisa jadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk percaya bahwa harapan selalu ada meski dalam keterbatasan. Penulis, Leonie & Ryo

Meski Terbatas, Kami Bisa Read More »

3 1024x576

Asa dari Negeri

oleh Lala Nisa Meraih cita-cita dengan bersekolah kadang hanya sekedar impian untuk anak-anak dari luar Jawa karena merasakan terbatasnya fasilitas pendidikan dan pendukungnya. Bahkan, untuk menuju sekolah saja harus berjuang berpuluh-puluh kilometer dengan kaki mungil melewati sungai, hutan, dan jalanan terjal. Setiap langkahnya merupakan saksi perjuangan mereka yang menghadapi realitas keras bahwa pendidikan yang layak bukanlah hak yang mudah untuk didapatkan. Terkadang, langkah menuju sekolah terasa berat dan melelahkan sehingga membuat anak-anak memilih untuk beraktivitas lain dengan membantu orang tuanya, seperti berkebun di ladang yang terhampar luas di bawah teriknya matahari ataupun bekerja di perkebunan sawit, memikul beban tanggung jawab yang seharusnya belum menjadi bagian dari pundak kecil mereka. Pilihan ini bukanlah tanpa alasan, keterbatasan ekonomi seringkali memaksa mereka untuk mengesampingkan impian pendidikan demi kelangsungan hidup keluarga.  Cerita tersebut bukan hanya dongeng semata, tetapi realitas pahit ini didengar langsung oleh penulis sekaligus pewawancara yang saat itu melakukan wawancara calon anak asuh baru di SMK Kristen Gergaji. Banyak anak yang datang dari daerah luar Jawa seperti Flores, Papua, ataupun Kalimantan. Dengan dibantu program gereja, mereka memutuskan untuk jauh dari orang tua serta keluarga untuk dapat merasakan kesempatan pendidikan yang lebih mendukung masa depannya serta hidup bersama di asrama ataupun panti asuhan. Keterbatasan bahasa ataupun biaya tidak membuat anak-anak menyerah justru menjadi motivasi mereka untuk lebih semangat mengikuti pembelajaran di kelas, meskipun kadang juga tidak bisa mengikuti beberapa kegiatan sekolah karena terkendala biaya.  Cerita dan pengalaman anak-anak tersebut memiliki kesan yang mendalam untuk penulis betapa besar mimpi anak-anak di masa depan mimpi yang sesungguhnya adalah masa depan bangsa ini, salah satunya ketika anak tersebut bercerita bagaimana besarnya perbedaan di rumah dan di asrama. Ketika di rumah, dia harus jalan kaki bersama teman-temannya tanpa alas kaki melewati hutan lebih dari sepuluh kilometer untuk sampai sekolah. Setelah sampai di Semarang, dia bisa menggunakan transportasi bus, belajar rutin bersama dengan teman-teman dan kakak kelas saat di asrama, belajar bahasa agar lebih bisa menyesuaikan saat berkomunikasi dengan teman ataupun mengikuti pelajaran. Sedihnya, mereka jarang bisa berkomunikasi dengan orang tua karena tidak memiliki smartphone ataupun kendala sinyal. Kegiatan mereka lebih banyak dihabiskan di asrama karena seluruh kegiatan telah terjadwal. Bahkan, setelah menyelesaikan pendidikan SMK banyak mimpi dan harapan dari anak-anak tersebut, ada yang ingin melanjutkan kuliah ataupun kembali ke daerah asal.  Lebih pilu lagi, saat kami mengetahui  kenyataan pahit yang dihadapi oleh keluarga-keluarga ini. Para orang tua, dengan peluh dan kerja keras tak kenal lelah,bekerja keras di ladang sawit. Namun, ironisnya, jerih payah mereka seringkali hanya dihargai dengan upah yang sangat minim. Upah tersebut bahkan tidak cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga di kampung halaman, sehingga mereka merasa tidak berdaya untuk memberikan uang saku kepada anak-anak yang sedang berjuang menempuh pendidikan di perantauan.  Terpisahkan oleh jarak beribu-ribu kilometer tanpa adanya alat komunikasi yang memadai membuat mereka semakin sulit untuk berinteraksi. Dulu, mungkin ada obrolan hangat setiap hari, cerita tentang hari yang berlalu, atau sekadar obrolan tentang keseharian mereka. Kini, semua itu hanyalah kenangan. Anak-anak yang sedang berjuang keras di perantauan ini tak henti-hentinya merindukan kampung halaman, hangatnya pelukan keluarga, dan kehadiran orang tua mereka. Sebuah obrolan singkat kini terasa seperti kemewahan. Mungkin bagi sebagian besar dari kita, sekolah merupakan hal yang mudah untuk didapatkan dan kita tinggal menunjuk ingin bersekolah di mana. Namun, sudahkah kita memanfaatkan kesempatan yang ada dengan tepat? Setelah membaca ini, semoga teman-teman pembaca menjadi lebih terarah dalam membuat keputusan besar ya

Asa dari Negeri Read More »

Menemui Asa Di Pelosok Magelang Kisah Anak Anak Penuh Semangat 1024x576

Menemui Asa di Pelosok Magelang: Kisah Anak-Anak Penuh Semangat

Oleh : Ixa, BPT AAT Sekretariat Yogyakarta  Selasa pagi, di daerah Plemburan, aku berkumpul bersama teman-teman relawan sebelum berangkat ke beberapa sekolah di Magelang, tepatnya di daerah Sumber dan Srumbung. Tujuan perjalanan kami adalah melakukan wawancara dengan beberapa anak dari sekolah-sekolah yang akan kami datangi, untuk diseleksi dalam program pemberian beasiswa oleh Yayasan Anak-Anak Terang. Sekolah pertama yang kami kunjungi adalah SD Kanisius Blongkeng. Suasana perjalanan kami sungguh menyenangkan, terlebih ketika kami tiba di sana. Kami disambut hangat oleh para guru dan diterima dengan ceria oleh anak-anak di sekolah itu. Di sekolah tersebut, kami mewawancarai 10 anak. Mereka tampak gembira dan sungguh menyejukkan hati. Salah satu anak yang menurutku sangat menarik adalah Adam. Dengan latar belakang keluarga yang membutuhkan bantuan, Adam menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan sikap yang riang dalam mengikuti kegiatan sekolah. Ia begitu girang dan energik, bahkan ketika bertemu dengan kami yang jauh lebih tua. Sosok Adam menjadi poin berharga sekaligus sumber motivasi bagi kami para relawan. Sekolah berikutnya adalah SMP PL Srumbung, yang letaknya tepat di samping SD Kanisius Blongkeng. Sekolah ini hanya dipisahkan oleh sebuah tembok. Saat kami masuk, terlihat hanya sedikit siswa yang menempati bangku sekolah tersebut. Entah mengapa, ada perasaan tenang namun juga mengiris hati melihat kondisi ini. Di sana, aku mewawancarai seorang siswi bernama Nadia Aorora. Ia tidak banyak bercerita—maklum, sebagai anak SMP, egonya mulai tumbuh. Namun dari sedikit yang ia sampaikan, kisahnya begitu jujur dan menyentuh. Ia bahkan sempat terisak ketika menceritakan keadaan keluarganya. Meski demikian, Nadia adalah siswa yang cakap dalam belajar dan mudah bergaul. Hal ini menumbuhkan dorongan dalam diriku untuk membantunya. Tapi tentu saja, dia bukan satu-satunya yang membutuhkan; siswa-siswa lain pun memerlukan dorongan dan dukungan untuk bisa meraih cita-citanya, terutama dalam kondisi yang tidak selalu mendukung. Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan menuju SD Kanisius Sumber. Anak-anak yang kami wawancarai di sana sebagian besar adalah siswa kelas 1 dan 2 SD. Mereka begitu polos, ceria, dan penuh semangat. Kami juga banyak berbincang dengan para guru yang menyambut kami dengan sangat hangat. Anak-anak itu unik—ketika diwawancarai, mereka tampak malu-malu dan enggan menjawab. Namun jawaban mereka jujur dan apa adanya. Banyak dari mereka menggunakan angkutan sekolah untuk berangkat dan pulang, bahkan ada pula yang berjalan kaki. Hal ini menunjukkan semangat dan dedikasi mereka terhadap pendidikan. Tujuan terakhir kami adalah SMP Sumber, yang terletak tidak jauh dari SD Sumber—bahkan hanya di sebelahnya. Kami tiba saat kegiatan sekolah telah usai, dan hanya menyisakan anak-anak yang akan diwawancarai. Mereka terlihat pendiam, entah karena malu, takut, atau karena teman-temannya sudah pulang. Namun saat aku mulai melontarkan pertanyaan dan pernyataan yang memantik minat mereka, mereka mulai terbuka dan bercerita dengan penuh semangat. Banyak dari mereka menempuh jarak jauh untuk bersekolah, namun tidak menganggap hal itu sebagai beban—suatu hal yang sangat membanggakan. Anak-anak ini juga berbakat dalam kegiatan non-akademik seperti voli dan tari. Sayangnya, perhatian terhadap akademik mereka masih kurang. Di sisi lain, ada pula siswa yang sangat tekun dalam pelajaran, tetapi tetap aktif mengikuti kegiatan di luar sekolah. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan—ia adalah perjumpaan dengan semangat, harapan, dan ketulusan yang tumbuh di tengah keterbatasan. Anak-anak yang kami temui bukan hanya calon penerima beasiswa, tetapi juga cerminan dari masa depan yang pantas untuk diperjuangkan. Melalui tawa polos, cerita jujur, dan semangat belajar mereka, kami diingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang fasilitas, tapi tentang keyakinan bahwa setiap anak berhak bermimpi dan pantas untuk dibantu mewujudkannya. Kami pulang bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati yang penuh—penuh harapan, dan dorongan untuk terus menjadi bagian dari cerita perubahan ini.

Menemui Asa di Pelosok Magelang: Kisah Anak-Anak Penuh Semangat Read More »

Bersama Calon AA SD Cibunut 3 1024x768

Perjalanan Mengunjungi 3 Sekolah di Sekretariat Bandung

Oleh : Akbar Romadon Pada tanggal 12 Mei 2024, saya Akbar, perwakilan dari Yayasan AAT Indonesia khususnya Sekretariat Bandung memulai perjalanan untuk melakukan kunjungan ke 3 sekolah yang tersebar di 3 kota yaitu Cirebon, Kab. Kuningan dan Kab. Cianjur. Perjalanan pertama dimulai dengan mengunjungi sekolah yang ada di Kota Cirebon, tepatnya di SMA Putra Nirmala Cirebon. Mengingat masih ada di sekitar kota Cirebon, cukup memudahkan saya untuk menuju ke sekolah tersebut menggunakan ojek online. Sekilas mengenai sekolah ini, tergolong cukup lengkap. Dari tingkat TK sampai SMA ada pada lingkungan sekolah ini. Secara gambaran besar, setelah saya mewawancarai 15 calon anak asuh yang telah diajukan oleh pihak sekolah, rata – rata mereka memiliki tunggakan berupa SPP dan uang Gedung yang belum lunas. Namun meski demikian, masih terlihat jelas di wajah mereka, semangat untuk melanjutkan belajar. Rata – rata pekerjaan orang tua mereka adalah driver ojol, karyawan toko dan buruh pabrik. Penanggung jawab yang mewakili sekolah ini adalah Ibu Jenny yang tampak masih tergolong muda. Beliau juga yang menyeleksi terlebih dahulu calon anak asuh yang akan diajukan untuk diwawancarai. Beliau juga menjelaskan beberapa anak yang memang membutuhkan bantuan, serta ada beberapa anak yang memang cukup pendiam, sehingga saat wawancara perlu ada trik khusus untuknya agar bersedia menjawab. Perjalanan berlanjut ke Kab. Kuningan yang mana untuk menuju kesana saya dijemput oleh Bu Tati, penanggung jawab SD Yos Sudarso Cibunut. Hal itu menjadi pertimbangan karena kurang fleksibelnya transport umum menuju ke daerah sana. Dari Kota Cirebon menuju ke penginapan yang berada di Cisantana (Kab. Kuningan), membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 jam. Keesokan paginya, saya harus keluar dari penginapan sekitar jam 5.30 karena mobil jemputan mulai beroperasi jam segitu. Mobil jemputan ini berupa mobil pick up yang atasnya ditutupi kain terpal dan untuk dudukan penumpang terdapat 2 baris papan kayu. Penampilannya adalah seperti ini. Menurut keterangan dari Bu Tati, kendaraan ini adalah dipergunakan untuk pergi pulang sekolah bagi guru – guru yang rumahnya ada disekitar jalur Cisantana menuju Cibunut. Untuk menaiki ini Bapak/Ibu guru membayar secara bulanan kepada supir pick up. Dari CIsantana ke Cibunut membutuhkan sekitar 1 jam perjalanan. Sekolah berada di tempat yang cukup jauh dari perkotaan, sehingga sinyal tergolong sulit dijangkau dan membutuhkan wifi. Selain ada tingkat SD, sekolah ini juga terdapat tingkat TK-nya juga. Saya mewawancarai 8 calon anak asuh baru dari SD Yos Sudarso Cibunut. Rata – rata pekerjaan orang tua mereka adalah merantau ke Jakarta, ada yang jadi pedagang ada juga yang mengumpulkan botol bekas. Rata – rata mereka diberikan uang saku secukupnya untuk beli minum dan 1 jajan, karena sudah dibawakan bekal dari rumah. Fakta uniknya adalah, jika pada umumnya anak seusia mereka lebih suka makanan seperti sosis atau makanan berbahan daging lainnya, mereka lebih suka mengkonsumsi sayuran. Dan mereka cukup excited bercerita tentang bekal apa yang mereka bawa hari itu. Mereka anak ceria yang tetap bersemangat sekolah. Setelah selesai wawancara di SD Yos Sudarso Cibunut, saya diantar salah satu Bapak Guru kembali ke Kota Cirebon untuk naik kereta menuju Pasar Senen. Yang nantinya dari Pasar Senen melanjutkan perjalanan ke Bogor menggunakan KRL. Sekolah yang terakhir saya kunjungi adalah SD Mardi Waluya Cipanas, yang menuju kesana bisa menggunakan 2 opsi. Jika dimulai dari Bogor, nanti bisa menggunakan Bus Kita dan berganti naik angkot 2 kali untuk bisa sampai di sekolah tersebut. Opsi kedua, jika dimulai dari Bandung bisa menggunakan bus Jurusan Bandung – Bogor via Cianjur (Cipanas). Kurang lebih waktu yang saya butuhkan dari Bogor menuju ke Cipanas sekitar 2 jam perjalanan dengan catatan tidak terjadi kemacetan. Lokasi SD Mardi Waluya Cipanas masih satu Yayasan dengan Panti Asuhan Santo Yusup dan didekat sana terdapat TK Mardi Waluya serta SMP Mardi Yuana. Jadi seluruh anak panti bersekolah diantara TK, SD atau SMP tersebut. Pada SD Mardi Waluya Cipanas yang saya wawancarai sejumlah 20 calon anak asuh. Sebagian besar kelas 1 dan 2, serta sisanya campuran kelas 3 – 6. Rata – rata mata pencarian orang tuanya adalah sebagai ojol, penjaga vila dan membantu di Gereja. Anak – anak yang saya wawancarai tergolong aktif dalam menjawab, tidak pemalu dan ceria. Meskipun saya tidak tahu, dibalik keceriaan itu apakah ada luka yang besar disana atau tidak. Penanggung jawab sekolah ini adalah Bapak Heru yang sekaligus juga merupakan Kepala Sekolah. Menurut info dari beliau, ada salah satu anak yang mengikuti wawancara guna bisa mendapatkan uang saku, sampai rela berjualan di sekolah yang mana modalnya dari tetangganya, sehingga jika semua jajanan tersebut terjual habis, dia baru bisa mendapatkan uang saku sejumlah 5.000 rupiah. Menurut info dari Pak Heru, total tenaga pengajar di sekolah tersebut adalah 7 Guru termasuk Pak Heru dan nantinya hanya akan menjadi 6 Guru dikarenakan 1 Guru memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Semoga nanti jika ada yang berminat menjadi tenaga pengajar di SD Mardi Waluya Cipanas, dapat menghubungi Pak Heru. 

Perjalanan Mengunjungi 3 Sekolah di Sekretariat Bandung Read More »

WhatsApp Image 2024 06 25 At 15.43.55 Fd179ac2 768x1024

Yudit Airaya Hitomi, Potret Anak Pekerja Keras dan Berbakat

Oleh : Sekretariat Yogyakarta Yudit Airaya Hitomi adalah seorang siswa yang tidak hanya rajin di sekolah, tetapi juga di rumah. Sejak kecil, Yudit telah menunjukkan ketekunan dan disiplin dalam membantu keluarganya dengan pekerjaan rumah tangga. Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk membereskan rumah, memasak bekal, dan merawat adik-adiknya yang masih kecil. Kebiasaannya ini tidak hanya meringankan beban ibunya yang merupakan ibu rumah tangga, tetapi juga memperlihatkan tanggung jawab yang luar biasa bagi anak seusianya. Di sekolah, Yudit dikenal sebagai siswa yang berprestasi. Mata pelajaran favoritnya adalah seni budaya dan bahasa Inggris, di mana ia selalu menunjukkan kemampuan luar biasa. Menggambar adalah salah satu hobinya yang ia gunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Kegemarannya ini sejalan dengan kecintaannya terhadap seni budaya, dan ia sering mendapatkan penghargaan dalam bidang ini. Tak hanya itu, kemampuan public speaking Yudit juga mengesankan. Meski masih di tingkat SMP, cara Yudit menyusun kata-kata dan berbicara di depan umum menunjukkan kedewasaan dan kepandaian yang luar biasa, membuatnya sering menjadi juara kelas. Namun, perjalanan Yudit tidak selalu mulus. Di sekolah, ia sering menghadapi teman-temannya yang merasa iri dengan prestasinya. Ketidakmauan mereka untuk menjalin pertemanan jika Yudit tidak memberikan tugas adalah salah satu tantangan sosial yang ia hadapi. Meskipun demikian, Yudit tetap kuat dan tekun dalam mengejar cita citanya untuk menjadi seorang psikolog. Ia percaya bahwa dengan membantu orang lain memahami diri mereka sendiri, ia bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Kehidupan Yudit yang penuh warna ini juga dipengaruhi oleh kondisi keluarganya. Ayahnya adalah seorang tukang kebun yang memiliki usaha sendiri menanam sawit. Meskipun usaha ayahnya tidak selalu stabil, semangat dan ketekunan ayahnya menjadi teladan bagi Yudit. Keluarga Yudit hidup sederhana, namun penuh kasih sayang dan dukungan satu sama lain. Dengan uang saku yang hanya 5 ribu rupiah per hari dan biaya transportasi umum sebesar 70 ribu rupiah per bulan, Yudit belajar menghargai setiap pengorbanan dan usaha yang dilakukan keluarganya demi pendidikan dan masa depannya.

Yudit Airaya Hitomi, Potret Anak Pekerja Keras dan Berbakat Read More »

Foto Kedua Bernadine 768x1024

Bernadine Ignatine, Siswa Kelas 6 SD Kanisius Sumber, Raih Prestasi Gemilang di Lomba Bahasa Inggris dan Lomba Menulis Cerkak.

Oleh : Dionisia Destikarniaman Gulo (BPT Yogyakarta). Di tengah semangat kompetisi yang membara, Bernadine Ignatine, seorang siswa kelas 6 di SD Kanisius Sumber, berhasil mengukir prestasi gemilang dalam beberapa kompetisi bergengsi tingkat kecamatan Dukun. Mengukir Sejarah dalam Lomba Pidato Bahasa Inggris. Pada lomba pidato bahasa Inggris tingkat kecamatan Dukun, Bernadine mampu menunjukkan kepiawaiannya dan berhasil meraih juara II. Kebolehannya dalam berbicara bahasa Inggris tidak hanya memukau juri, tetapi juga memberikan inspirasi bagi teman-temannya. Kemenangan Ganda dalam Lomba Menulis Cerkak. Tidak berhenti di situ, Bernadine kemudian menyabet juara 2 dalam lomba menulis cerkak yang diadakan sebagai bagian dari Lomba FTB Kecamatan Dukun 2023. Prestasinya ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SD Kanisius Sumber, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai perwakilan terbaik dari sekolahnya. Bernadine percaya bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, siapapun bisa meraih prestasi. Dan yang paling penting, teruslah belajar dan jangan pernah takut untuk mengambil tantangan. Inspirasi untuk Generasi Muda. Prestasi gemilang Bernadine Ignatine kini telah menjadi sumber inspirasi bagi teman-temannya di SD Kanisius Sumber. Prestasi Bernadine adalah cermin dari semangat belajar dan dedikasi yang tinggi. Prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi mereka. Menyemai Semangat Juang di Sekolah. Dengan berbagai prestasi yang diraihnya, Bernadine Ignatine bukan hanya menjadi kebanggaan sekolahnya, tetapi juga membuktikan bahwa usaha keras dan semangat pantang menyerah adalah kunci kesuksesan. Selamat untuk Bernadine, dan semoga prestasinya menjadi pemicu semangat juang bagi generasi muda lainnya.

Bernadine Ignatine, Siswa Kelas 6 SD Kanisius Sumber, Raih Prestasi Gemilang di Lomba Bahasa Inggris dan Lomba Menulis Cerkak. Read More »

Dokumentasi AAT November 1 1024x1024

Birgita Diana Tyas Lestari, Siswi Berbakat dari SD Kanisius Blongkeng, Raih Juara 2 Lomba FLS2N Menyanyi Tunggal Tingkat Kecamatan.

Oleh : Ezra Hasibuan (BPT Yogyakarta). Seorang siswi berbakat, Birgita Diana Tyas Lestari, berhasil mencuri perhatian dan meraih Juara 2 dalam Lomba FLS2N kategori menyanyi tunggal tingkat Kecamatan yang digelar baru-baru ini. Prestasi gemilang ini menambah deretan prestasi sekolah, khususnya SD Kanisius Blongkeng, yang semakin dikenal dalam dunia seni. Birgita, yang memiliki hobi nyanyi sejak dini, berhasil menorehkan prestasi gemilang berkat suara memukau yang mampu mencuri hati para juri. Dalam penampilannya yang penuh emosi, dia berhasil menyampaikan ekspresi dan interpretasi yang mendalam melalui vokalnya yang indah. Bintang Bersinar: Birgita, Inspirasi bagi Teman-temannya. Para juri yang terkesan dengan penampilan Birgita memberikan apresiasi tinggi pada bakatnya yang luar biasa. Suara merdu dan penuh emosi Birgita berhasil menonjolkan dirinya di antara peserta lainnya. Keberhasilannya ini kini menjadikan Birgita sebagai inspirasi bagi teman-temannya di sekolah. Prestasi Birgita: Kebanggaan Bagi SD Kanisius Blongkeng dan Masyarakat Kecamatan Blitar. Bukan hanya sebagai pemenang dalam lomba tersebut, Birgita juga menjadi bintang bersinar dalam dunia seni SD Kanisius Blongkeng. Prestasinya mengukir namanya dalam sejarah sekolah, menjadi bukti bahwa bakat dan kerja kerasnya menghasilkan prestasi yang membanggakan. Prestasi Birgita Diana Tyas Lestari tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SD Kanisius Blongkeng, namun juga bagi seluruh masyarakat Kecamatan Blitar. Semoga keberhasilannya ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan passion mereka dalam dunia seni.

Birgita Diana Tyas Lestari, Siswi Berbakat dari SD Kanisius Blongkeng, Raih Juara 2 Lomba FLS2N Menyanyi Tunggal Tingkat Kecamatan. Read More »

duta76 perihoki aws algoritma profit wisata viral aws analisis scatter hitam mahjong aws atur ritme putaran mahjong aws kecepatan spin fokus keputusan aws panduan fase mahjong ways mahjong wild 2 memperlihatkan hasil berdasarkan dadu sicbo kerangka rtp live gates of olympus duta76 rtp live duta76 menjadi basis pemain dalam bermain mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza arah perkembangan mahjong wins 3 pragmatic blackjack kerap ditentukan konsistensi pemain duta76 starlight princess tantangan sebenarnya mahjong wild deluxe muncul saat tempo sicbo perihoki tidak berjalan stabil lucky neko alur cerita perihoki mahjong ways 2 pgsoft roulette perihokisering berkembang di luar perkiraan pemain wild west gold kejernihan analisis membantu memahami karakter dinamika mahjong wins 3 pragmatic blackjack harian sabung ayam sv388 perihoki pergeseran haluan mahjong wild 2 terjadi tanpa sinyal yang terlihat jelas duta76 sicbo gates of olympus mahjong ways 2 pgsoft bacarat menghadirkan alur rtp live hasil berbasis starlight princess duta76 strategi analisis pola jitu simbol mahjong wins 3 pragmatic blackjack dan scatter digital sweet bonanza duta76 hasil mahjong ways 2 pgsoft roulette terlihat konsisten dalam skema rtp live perihoki wild bounty showdown pola rtp live jitu mengantar pemain perihoki memahami arah main mahjong wins 3 pragmatic blackjack aztec gems keputusan spontan di mahjong wild deluxe dapat mempengaruhi arah sesi dadu sico perihoki gates of olympus pola rtp live perihoki menjadi rangka dasar dalam mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza taktik pola visual mahjong wins 3 pragmatic blackjack perihoki terkadang memberi petunjuk starlight princess keseimbangan emosi pemain duta76 mahjong ways 2 pgsoft berpengaruh pada keputusan roulette sabung ayam sv388 framework pola rtp jitu sekuensial mahjong wins 3 pragmatic blackjack transisi algoritma duta76 wild bounty hunter aws ekonomi digital probabilitas scatter aws evolusi mahjong digital 2026 aws formulasi transisi grid rtp aws ide turbo spin fokus aws konsistensi mahjong hujan scatter aws matematika peluang update rtp aws panduan visual simbol mahjong aws plot twist scatter hitam aws review putaran malam mahjong aws strategi modal umkm mahjong audit sistemik performa mahjong ways dinamika arus mekanik virtual metodologi bermain santai rasio pengembalian efektif target 65 juta kriptoanalisis struktur grid mahjong wins 3 dekoding dinamika sistem manajemen arus kas internal arena digital capaian 65 juta arsitektur strategi anatomis mahjong wins 3 probabilitas scatter hitam proyeksi stabilitas algoritma mahjong ways 2 hiburan digital 2026 signifikansi formasi simbol awal sesi pemandu strategi pemain ahli efektivitas disiplin teknis algoritma sistem akumulasi 34 juta navigasi alur terarah rasio pengembalian sistem target 90 juta analisis tren strategi santai viral target 22 juta efisien pola rtp live menjadi titik awal permainan mahjong wild deluxe dadu sicbo perihoki gates of olympus rtp live jitu menjadi basis pemain dalam mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza perihoki hasil akhir mahjong wins 3 pragmatic berjalan dalam skema rtp live backjack perihoki starlight princes strategi peluang teknik mahjong wild 2 sicbo gates of olympus rtp live pola taktik duta76 optimalkan peluang mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess strategi pola taktik duta76 taktik teknik peluang mahjong wins 3 blackjack sweet bonanza analisa rtp live duta76 meraih kemenangan mahjong ways 2 pgsoft roulette wild bounty showdown pola strategi rtp live perihoki teknik optimalkan peluang mahjong wins 3 pragmatic blackjack aztec gems teknik pola taktik perihoki cara menguasai mahjong wild deluxe sicbo dan gates of olympus strategi pola taktik rtp live perihoki teknik mengungkap pola dan strategi mahjong ways 2 baccarat sweet bonanza rtp live perihoki taktik menaklukkan mahjong wins 3 blackjack starlight princess strategi rtp live pola perihoki analisa cerdas rtp live mahjong ways 2 roulette wild west gold strategi pola taktik duta76 strategi terbaik mahjong wins 3 blackjack sabung ayam sv388 pola rtp live duta76 e4 analisis pola konsisten mahjong wins menuju hasil maksimal e4 analisis pola mahjong wins dampak kecepatan spin terhadap peluang bonus e4 analisis pola sistem untuk hasil lebih optimal e4 analisis profesional mahjong wins untuk target puluhan juta e4 analisis statistik mahjong wins untuk hasil lebih optimal e4 cara cermat optimalkan rtp terbaru e4 cara kerja algoritma rtp mahjong wins 3 dan strateginya e4 cara membaca data rtp mahjong wins secara profesional e4 cara membaca rtp mahjong wins untuk target 30 juta e4 cara mengatur saldo di mahjong wins 3 tanpa tekanan e4 disiplin finansial mahjong wins 3 untuk hasil konsisten e4 disiplin ketat jadi kunci maksimalkan rtp e4 disiplin ketat mahjong wins 2 untuk peluang scatter maksimal e4 fakta mengejutkan rtp mahjong wins tempo main lebih penting dari kecepatan