Essai Anak Asuh

IMG 20170527 WA0016 1024x768

Tidak menyia-yiakan Kepercayaan

Oleh: Dira Nur Agista Nama saya Dira Nur Agista, saya mahasiswi prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun semester 5. Sudah 2 tahun ini saya menjadi anak asuh dari beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia. Dengan bantuan donator dan pengurus-pengurus AAT lainnya saya bisa melanjutkan pendidikan S1 saya dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Di sekretariat saya selain menjadi pendamping komunitas dari SMK St. Bonaventura 2 Madiun dan SMPK Garuda Parang saya juga menjadi bendahara sekretariat Madiun. Ilmu akuntansi yang selama ini saya pelajari sangat berguna ketika diterapkan. Selain menjadi bendahara sekretariat saya juga membantu tim public relation AAT dengan menjadi admin sosial media (sosmed), yaitu: instagram dan twitter AAT. Setiap ada berita atau kegiatan dari relawan AAT dari berbagai sekretariat kami sebagai tim public relation harus selalu segera mengupload-nya ke sosmed AAT agar para donator mengetahui dan hal tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada donatur. Saya terkadang masih sering kesulitan mencari bahan posting dan menulis caption apa yang sesuai dan menarik, namun berkat kerjasama tim public relation semua permasalahan tersebut teratasi. Saya sangat senang bisa mengenal relawan dari berbagai sekretariat. Walaupun dari mereka merupakan relawan dan bukan anak asuh, kepedulian mereka sangat menginspirasi saya untuk lebih konsisten dengan tugas yang diberikan kepada saya agar semakin banyak donatur dan lebih banyak lagi anak Indonesia yang nyaris putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan-nya sama seperti saya. Di semester 5 ini banyak sekali kegiatan yang saya ikuti disela-sela waktu kuliah. Mata kuliah semester 5 ini juga sangat berat dari pada semester sebelumnya. Kita sudah memulai fokus terhadap bidang akuntansi dan mempersiapkan skripsi. Mulai tahun ini saya di beri kepercayaan oleh seluruh teman-teman 1 program studi menjadi Ketua HMPS Akuntansi. Walaupun saya menyadari akan semakin banyak lagi tugas yang harus saya lakukan, baik tugas kampus sebagai ketua HMPS, tugas sebagai mahasiswa dan yang lebih penting tugas melayani sebagai relawan AAT. Kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya sebagai anak asuh AAT tidak akan saya sia siakan. Saya akan selalu berusaha keras menyelesaikan studi S1 dengan tepat waktu dan nilai terbaik, selain itu juga akan selalu memperbaiki kerja saya sebagai anak asuh dan relawan AAT. Terima kasih AAT. *Dira Nur Agista, Mahasiswi prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

Tidak menyia-yiakan Kepercayaan Read More »

IMG 20160906 WA0002

Tak Menyangka Dibantu Kuliahnya

Oleh : Atikah Maulidya Waber Assalamualaikum wr wb, Nama saya Atikah Maulidya Waber. Saya adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara yang lahir pada 20 tahun silam di Bogor Jawa Barat. Sejak umur 6 bulan saya sudah menjadi seorang yatim, karena papa meninggal akibat kanker tulang sampai saat ini hanya mengetahui sosok papa dari foto saja.  Jadi mamalah yang merangkap sebagai bapak. Sayangnya, mama telah meninggal dunia 4 tahun yang lalu karena sakit komplikasi. Mama pergi begitu mendadak karena meninggal ketika acara pernikahan kakak pertama saya di Magelang. Mungkin itulah jalan Tuhan, kami hanya bisa berpasrah dan merelakan semuanya. Mama sosok pekerja keras, tetapi setelah kepergiannya perhatian penuh kasih sayang diperlihatkan oleh tante kepada kami. Tante telah memberikan banyak hal kepada kami sejak mama masih hidup. Tante sosok yang sabar, bisa dibilang tante sebagai pengganti orang tua saya saat ini. Saya sendiri sekarang tinggal bersama tante di Madiun. Tante saya belum menikah dan umur tante kira-kira 55 tahun. Biaya kuliah awalnya ditanggung oleh tante. Ada cerita yang menarik ketika saya masih menempuh pendidikan SD-SMP dimana saya masih tinggal di Cibinong-Bogor. Di sana peran tante sangat begitu berjasa. Pada masa itu, saya diurus oleh tante karena mama harus bekerja untuk membiayai kehidupan kami. Mama saya seorang mualaf. Karena pada dasarnya keluarga mama dan tante adalah non-muslim. Karena mama masih belajar juga, maka sejak TK sampai SMP anak-anaknya dimasukan di sekolah berbasis islam. Meskipun tante adalah seorang yang beragama non-muslim kita sangat menjunjung tinggi toleransi antara satu dengan lainnya. Setiap hari yang masak dan mengurus semuanya adalah tante. Tante rajin mengantarkan anak-anak mama (kami) untuk mengaji di masjid, mengikuti abang (kakak pertama saya) lomba adzan, mengantarkan mba Fitri (kakak perempuan saya) ke lomba mewarnai, mengantar mas Nanang (kakak kedua saya) ke lomba sepak bola antar kabupaten. Tante sering mengingatkan untuk sholat lima waktu. Jika bulan puasa tante ikut bangun pada waktu sahur, ikut membantu menyiapkan menu sahur, ikut menemani saya selama sahur. Begitu pula saat berbuka tante menyiapkan menu untuk berbuka puasa, dan mengingatkan untuk berangkat ke Masjid menunaikan ibadah shalat tarawih. Berbeda ketika di hari minggu. Tante harus libur, mama menyuruh tante untuk pergi ke gereja dan istrirahat saja. Kami sangat menghormati tante dan tante pun menghormati kami juga. Walaupun hidup dengan pas-pas-an, anak-anak mama tetap bersyukur dengan semua yang diberikan. Sekarang ini, saya sudah semester 6 kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun jurusan Akuntansi. Saya sangat berterimakasih kepada Beasiswa Anak-Anak Terang yang sudah membantu saya selama hampir 2 tahun, jadi saya bisa membantu tante meringankan biaya kuliah. Terimakasih untuk donatur yang telah membantu saya. Dulu saya tidak menyangka akan kuliah sampai saat ini setelah kedua orangtua saya meninggal. Sekali lagi saya berterimakasih kepada beasiswa AAT telah membantu saya. Semoga kelak saya dapat membantu adik-adik-ku yang juga ingin bersekolah dan mencapai cita-citanya. Amin. *Atikah Maulidya Waber, adalah mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Tak Menyangka Dibantu Kuliahnya Read More »

552310 440181926015404 1179625821 N

Memahami Keistimewaan Tuhan Melalui AAT

Oleh : Janis Adi Wicaksono Setiap dari pada kita diciptakan oleh Tuhan secara istimewa. Maksud, tujuan, ataupun rencana yang Dia kerjakan itu sungguh sangat istimewa bagi setiap manusia. Mungkin banyak orang tidak menyadari, namun kita perlu memahami bahwa setiap orang itu istimewa di mata Tuhan. Ketika setiap orang dapat memiliki pengertian bahwa semua pribadi itu istimewa, sikap hati yang selalu bersyukur akan dimiliki, sikap peduli dan rela berbagi akan senantiasa terjadi. Menjadi salah satu anak asuh penerima beasiswa Yayasan AAT (AAT) Indonesia adalah bukti betapa diri saya yang tidak sempurna ini dijadikan Tuhan menjadi pribadi yang sangat istimewa di mata-Nya. Saya sangat bersyukur akan hal tersebut. Banyak hal boleh saya dapatkan, baik pengalaman, pengetahuan, dan juga indahnya sebuah kebersamaan. Keistimewaan demi keistimewaan Tuhan kerjakan dan lakukan melalui tim yang luar biasa tersebut. Mungkin bisa menjadi lebih sibuk dari anak-anak muda yang lain, namun hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan dan sukacita tersendiri. Karena katanya, orang yang memiliki kesibukan atau ada hal yang menuntut untuk dikerjakan berarti dirinya adalah orang yang berguna dan tidak menyia-nyiakan waktu hidup yang ada. Kesibukan yang bermakna, berguna, dan semoga senantiasa memberkati banyak orang. Berbicara tentang keistimewaan yang Tuhan lakukan dalam diri saya dapati ketika bergabung di AAT. Saya menjadi salah anak asuh di Sekretariat Madiun, Jawa Timur, sekaligus menjadi pendamping komunitas/sekolah SMK Katholik Santo Yosef Cepu. Selama kurang lebih setahun sudah saya menjadi bagian dari proyek besar yang sedang dikerjakan oleh Yayasan AAT  Indonesia yaitu untuk menolong setiap adik-adik yang kurang mampu namun memiliki kemauan untuk tetap terus belajar dan berprestasi. Sebagai seorang anggota dan/atau anak asuh dan pendamping komunitas sebuah sekolah, mungkin hanyalah sebagian kecil dari sebuah proyek besar yang dilakukan Yayasan AAT Indonesia tersebut. Namun hal tersebut membuat saya sadar bahwa itu sebuah kebangaan yang sangat patut untuk disyukuri. Mungkin tidak terlalu banyak yang bisa saya lakukan, namun semoga kiranya hal tersebut dapat menjadikan saya sebagai saluran berkat Tuhan bagi banyak orang, terkhusus untuk adik-adik yang ada di SMK Katholik Santo Yosef Cepu. Banyak hal yang dapat saya pelajari ketika saya menjadi salah satu anggota Yayasan AAT Indonesia dan menjadi seorang pendamping komunitas. Belajar untuk dapat membangun komunikasi yang baik dengan bertanggungjawab terhadap sekolah yang saya dampingi, belajar memahami setiap adik-adik yang menjadi anak asuh, serta belajar membangun sebuah kerjasama yang utuh dan manis. Semua hal tersebut yang membawa sebuah perenungan yang dalam akan betapa terlalu indah dan istimewanya rencana Tuhan dalam kehidupan saya pribadi. Selain banyak hal yang dapat dipelajari, berkat yang lain juga saya dapatkan. Tentu keringanan biaya dalam kuliah yang sedang saya jalani, fasilitas laptop yang diberikan, serta berkat-berkat secara jasmaniah yang lain. Saya sangat beryukur kepada Tuhan, berterimakasih kepada segenap pengurus pusat beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia dan juga rekan-rekan tim yang istimewa yang ada di Sekretariat Madiun, Jawa Timur. Saya percaya bahwa setiap daripada kita semua adalah pribadi yang istimewa di mata Tuhan dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal dan membawa kecelakaan. Kiranya beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia terus senantiasa dapat dipakai Tuhan untuk dapat menyadarkan bahwa semua manusia itu istimewa dan berharga bagaimanapun kondisi dan latar belakangnya. Karena hal tersebutlah yang saya alami saat ini. Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia menyadarkan saya bahwa diri ini menjadi sangat istimewa dan berguna bagi orang lain. Dia istimewa, rencana-Nya luar biasa, dan kita semua adalah makhluk yang sangat berharga. *Janis Adi Wicaksono adalah Penerima Beasiswa Anak-Anak Terang di Sekretariat Madiun

Memahami Keistimewaan Tuhan Melalui AAT Read More »

IMG 20160911 152214

Percaya Selalu Ada Jalan

Oleh : Sarah Juniati Nama saya Sarah Juniati, saya merupakan salah satu anak asuh (penerima) beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia. Terhitung mulai tahun 2014 saya sudah mendapatkan beasiswa AAT. Puji syukur kepada Tuhan karena sampai saat ini saya masih diberi talenta untuk bisa terus memperjuangkan beasiswa AAT ini karena saya tahu banyak orang di luar sana yang juga membutuhkan beasiswa AAT untuk melanjutkan pendidikan. Bersama Anak-Anak Terang dan teman-teman saya merasakan banyak sekali lika-liku selama ini. Selama semester 4 kemarin banyak hal yang saya alami dan membuat saya semakin berlatih untuk menjadi lebih baik. Salah satu kejadian yang membuat saya merasa melakukan suatu kesalahan adalah ketika kami melakukan penerimaan beasiswa dan ternyata proses tersebut harus ditunda. Kami tak tahu harus berkata apa kepada teman-teman yang sudah mendaftar, ingin rasanya lari dari kenyataan itu dengan menutup mata dan telinga. Namun saya sadari itu harus diselesaikan. Akhirnya solusi telah kami dapatkan dengan rapat besar bersama. Hal itu membuat saya berfikir bahwa seharusnya kami pun juga tidak membuka pendaftaran untuk setiap tahun karena kami juga harus mempertimbangkan kondisi pusat. Apapun itu, semua mengandung pembelajaran yang besar. Banyak hal yang saya alami hanya saja sulit untuk menceritakan satu persatu dan keterbatasan kosa kata bias membuatnya menjadi salah tafsir. Selama satu semester kemarin saya merasa bimbang, takut dan cemas karena saya sudah memutuskan untuk keluar dari rumah guru SMA dimana saya memutuskan untuk mengekost karena saya sudah tidak merasa nyaman disana. Saya pun tidak mungkin kembali ke rumah orang tua saya karena jarak rumah dengan kampus yang sangat jauh.  Dengan keputusan itu saya harus mengambil sebuah resiko bahwa saya harus menanggung kebutuhan hidup saya sendiri karena dulunya saya diberi tumpangan dan makan. Dengan kondisi orang tua yang sudah melepaskan saya untuk menjalani hidup sendiri, maka saya harus bertanggungjawab. Terkadang saya merasa hari-hari yang saya lalui sangat berat karena saya harus bekerja untuk menopang hidup. Saya kadang merasa bersalah jika tidak menghadiri rapat AAT Madiun karena alasan bekerja itu. Namun, saya sadar bahwa AAT telah membantu saya untuk pendidikan ini sehingga saya selalu berusaha datang. Syukur pula disamping itu, puji Tuhan teman-teman AAT lainnya masih bisa mengerti. Saya juga bersyukur bahwa selalu ada kebaikan, hal itu terlihat dari adanya seorang teman dekat yang selalu menawarkan berkat kepada saya. Keluarganya baik dan kadang mengijinkan saya untuk makan di rumah mereka. Saya juga tentu merasa sungkan akan hal ini, makanya selalu selalu berusaha selain untuk makan, uang yang didapatkan dari hasil kerja juga disisihkan untuk kos sebesar Rp. 150.000. Sayangnya di bulan Juni lalu saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin kembali fokus ke Anak-Anak Terang. Saya percaya selalu ada jalan untuk segala sesuatu. *Sarah Juniati, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Percaya Selalu Ada Jalan Read More »

IMG 20160911 152208

Mengusahakan yang Terbaik

  Oleh : Dira Nur Agista Nama saya Dira Nur Agista, saya kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Saya selalu berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik kepada semua orang yang telah men-support dan membantu saya dalam perkuliahan. Terutama tanggung jawab kepada para donatur dan pengurus Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia yang telah membiayai saya dalam kuliah. Saya menjadi anak asuh Anak-Anak Terang sudah 2 semester ini dan sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Kegiatan rutin yang saya lakukan selama ini adalah survey dan wawancara calon anak asuh, mengupload kwitansi dan tanda terima. Salah satu survey dan wawancara calon anak asuh yang saya ikuti adalah di SMK Nusasantara. SMK Nusantara memang baru tahun 2015 dan kemudian mengajukan beasiswa Anak-Anak Terang. Sekolah ini terletak di Desa Balerejo Kabupaten Madiun. Banyak sekali cerita haru yang mewarnai survey dan wawancara saya ke sana. Walaupun terma suk sekolah baru, SMK Nusantara telah memiliki banyak siswa/i, dan rata-rata siswa-nya adalah dari anak yang putus sekolah dan berasal dari desa terpencil di sekitar Kab. Madiun dan Ngawi. Siswa yang saya wawancara ada yang tinggal di asrama kepala sekolah dengan makan dan tempat tinggal gratis karena subsidi dari kepala sekolah. Kebanyakan alasan siswa-siswi tersebut memilih SMK Nusantara adalah karena biaya murah, dan ada asrama gratis. Saya selalu berharap semoga Anak-Anak Terang semakin besar sehingga lebih banyak membantu sesama sehingga dapat meringankan beban anak-anak Indonesia yang nyaris kehilangan harapan karena putus sekolah. Anak-Anak Terang telah memberikan saya banyak sekali pengalaman hidup yang sangat berkesan dan tidak akan pernah saya lupakan. Saya berharap agar Anak-Anak Terang semakin banyak donatur yang bergabung agar semakin banyak anak anak di Indonesia yang nyaris putus sekolah dan hampir kehilangan harapannya dapat terbantu dan dapat mengangkat derajat kedua orang tua nya dan keluar dari lingkaran garis kemiskinan. *Dira Nur Agista, Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia

Mengusahakan yang Terbaik Read More »

11950624 1220392677978137 2145018480 N

Mengenalmu sebuah Keberuntunganku

Oleh : Korneles Materay Saya harus mengakui bila bergabung bersama dan menjadi salah satu anak asuh (penerima beasiswa) Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) adalah sebuah keberuntungan. AAT bagaikan sebuah jawaban atas kerisauanku untuk mencari dan mendapatkan kemudian berbuat sesuatu terhadap orang lain. Awal perjumpaan saya dengan Yayasan AAT adalah sebuah hasil percakapan singkat dengan seorang teman baru yang bernama Willy. Dalam sebuah Ret-Ret Rohani Mahasiswa/i antara Unika Soegijapranata Semarang dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, ia memperkenalkan AAT secara singkat kepada kamibertempat di Wisma Salam, Muntilan-Jawa Tengahawal tahun 2015 lalu. Mulai saat itu hingga kini, saya memutuskan untuk berada dalam lingkaran pencegah putus pendidikan di Indonesia ini. Saya selalu berharap dapat menjadi impacter bagi orang lain. Saya ingin menjadi pemancar harapan, transformer ilmu pengetahuan, dan saluran berkat bagi banyak orang terutama mereka yang tersentuh tangan kasih Yayasan AAT Indonesia. Jalur lebih konkrit dan sederhana adalah keinginan untuk bergabung dengan sebuah gerakan sosial bagi kemanusiaan. Memang di luar sana saya tetap dapat berkarya dengan melakukan kegiatan serupa lainnya. Akan tetapi, saya terus berpikir bahwa kehendak yang baik ini haruslah terus di pupuk sehingga terpelihara dengan baik, caranya adalah mendapati wadah yang tepat untuk persemaiannya. Pikiran tersebut sudah lama terbezit sejak semester 3 (tiga) di bangku kuliah. Akan tetapi, terkadang kendala teknis perkuliahan, kegiatan dalam dan luar kampus masih menghambat langkah tersebut.Sejak berkenalan singkat dengan AAT melalui teman baru di atas, terketuk hatiku untuk mengetahui lebih komprehensif lagi tentang AAT. Lalu, apakah mungkin dapat menjadikan AAT sebagai wadah yang tepat dalam mewujudkan mimpi diri di atas ? Akhirnya, saya memutuskan untuk menembus kekhawatiran dan batas diriku yang mengganjal langkah selama ini. Awal bulan Mei 2015, saya bergabung menjadi relawan AAT. Rasa ketertarikan yang mendalam kemudian membawaku untuk menghadiri dan berpartisipasi ke dalam berbagai kegiatannya secara perlahan-lahan. Kehadiran saya disambut baik oleh pengurus dan relawan AAT kala itu. Gambaran awal saya tentang Yayasan AAT adalah kontributor beasiswa berskala nasional yang secara khusus memberikan perhatian yang besar kepada dunia pendidikan, terlebih bagi orang-orang yang punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan tetapi terkendala masalah finansial (keuangan). AAT membantu mulai dari pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Karakteristik yang kuat dari AAT adalah menyatukan kekuatan antara para pendamping komunitas dan para penanggungjawab sekolah untuk menstimulus mekanisme pembiayaan kepada anak asuh dari donatur sebagai penyokong dananya sekaligus melakukan pendampingan. Hal tersebut menandakan ada sisi saling mempercayai, kerjasama dan saling memberikan pertanggungjawaban sesuai perannya. Menemukan AAT merupakan pencapaian mimpi pribadiku (self dream)karenaterbuka lebar ruang untuk berekspresi dan berkarya sesuai niatan awalku. Soal Keberuntungan Pada edisi awal bersama AAT sebagai seorang relawan, sebagaimana lazimnya, saya membantu menyukseskan kegiatan-kegiatan seperti melakukan survei dan wawancara calon anak asuh barusaja (terbatas), karena belum menjadi pendamping komunitas (PK). Maksud terbatas karena hanya kegiatan itu saja dan/atau belum ada beban tanggungjawab sederajat pendamping komunitas yang mengikat atau bersifat wajib secara periodik atau insidental dan lain sebagainya. Saya juga mengikuti berbagai pelatihan dan pengarahan dari pengurus, pendamping komunitas lama maupun relawan dimana ilmu dalam semua kesempatan itu sangat bermanfaat dalam babakan selanjutnya. Apalagi ilmu itu sedikit banyak dapat digunakan ketika memasuki dan mengikuti alur kerja di AAT khususnya Sekretariat Yogyakarta. Pasca 6 bulan menjadi relawan, kemudian terbuka lowongan beasiswa AAT. Secara personal, saya menganggap itu adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan tawaran yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Berkat proses yang fair (adil) mulai dari seleksi administrasi, wawancara sampai keputusan akhir sebagai penerima beasiswa AAT. Decak kagum sudah pasti dalam benak dan pikiran. Alasan terbesar tidak lain adalah tujuan mendaftar beasiswa AAT berangkat dari latar belakang permasalahan finansial dalam perkuliahan menjadi ringan . Lantas, saya mempunyai kebanggaan tersendiri karena membantu meringankan biaya kuliah orang tua. Peluang ini juga saya jadikan sebagai pemupuk semangat berada dalam lingkaran AAT. Sejak bergabung di dalamnya, saya mencoba mempelajari AAT dari berbagai segi. Ada hal baru yang saya temukan kala itu menjadi penerima beasiswa AAT adalah anak asuh (penerima beasiswa) otomatis menjadi administrator atau pengurus di sekretariat. Artinya, saya akan menjalankan roda sekretariat, berperan sebagai seorang pendamping komunitas bahkan wajib menjadi koordinator tim (khususnya di sekretariat Yogyakarta). Yang dimaksud koordinator tim adalah orang yang bertugas mengkoordinir relawan atau anak asuh lama terdiri dari beberapa orang dalam satu kesatuan tim yang berperan sebagai pendamping komunitas. Pada hal, selain itu saya juga harus melakukan aktivitas sebagai mahasiswa. Disinilah arus perjuangan di AAT terasa hebatnya. Proses ini memang terasa melelahkan di kala malas dan mengasyikan di kala rajin. Faktanya, lebih banyak malas dengan alasan beragam. Mula-mula di AAT, saya tergolong sebagai seorang yang mempunyai pemahaman yang minim dan masih sungkan bertanya apalagi mengkritisi tentu berimplikasi buruk terhadap tingkat persepsi kinerja orang lain terhadap diri sendiri. Berbeda dengan itu, kesan bahwa betapa kagumku dibuatnya adalah hampir sebagian besar administrator AAT adalah sekumpulan anak muda yang punya semangat tinggi dan motivasi yang tinggi dalam komitmen untuk menyebarkan kebaikan dan mengangkat derajat manusia sebagaimana mestinya. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan kata dan perbuatan serta mulut dan tindakan. Hal inilah yang memicuku untuk bertahan di AAT.Potret awal ini rupanya telah berlalu. Terkait segelintir kecil pengalaman yang kurang mengenakan dulu hanyalah masalah persepsi pribadi, karena jika ditelisik lebih dalam ada proses pembentukan karakter yang kuat di dalamnya. Biasanya, pemenang sejati yang akan bertahan sampai akhir. Waktu terus bergulir, AAT Sekretariat Yogyakarta adalah wadah bagiku bertumbuh dan berkembang mewujudkan nilai-nilai kehidupan dan mendemonstrasikan tindakan-tindakan kecil yang memberi pengaruh bagi orang banyak. Saya melihat AAT bukan hanya sekedar keberuntungan material tetapi jauh penting adalah keberuntangan dari segi nilai-nilai kehidupan. Ada banyak nilai yang sebenarnya berada dan melayang-layang dalam ruang-ruang kehidupan di AAT. Tergantung bagaimana setiap pribadi merespon dan menggapainya. Apalagi saya selalu mendengungkan misi melayani dan kini ku dapati lahan subur untuk bercocok tanam buah-buah kebajikan. Ketika semua dapat saya uraikan di atas, terjadi polarisasi paradigma bahwa AAT bukan lagi soal keberuntungan dari segi finansial sebagai alasan saya mengambil beasiswanya. Atau, soal mewujudkan niat memasuki sebuah lembaga/badan/wadah sosial, namun jauh dari pada itu adalah suatu kewajiban moral sebagai sesama manusia untuk membantu yang lainnya. Dengan demikian, pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak baik Pengurus Yayasan

Mengenalmu sebuah Keberuntunganku Read More »

14045996 1159519487402345 8800367437055830026 N

Awalnya Mengalami, Akhirnya Melakukan Pelayanan Kasih

Oleh : Mawar Dian Natalia Hallo perkenalkan nama saya Mawar Dian Natalia. Saya mengenal AAT itu berawal ketika saya pada semester 3 saya mencari-cari info mengenai beasiswa, di papan pengumuman kampus saya memperoleh info mengenai beasiswa AAT. Awalnya saya tidak mengetahui apa itu AAT, saya hanya ingin mendaftar beasiswanya karena memang kondisi keuangan keluarga yang pada saat itu sedang tidak baik, ayah saya hanya seorang penjual bambu, yang dimana harus menghidupi 5 orang yang terdiri dari mama, papa, saya, dan kedua adik saya yang juga masih bersekolah. Dengan biaya kuliah di ATMA JAYA yang menurut saya mahal saya berusaha agar dapat meringankan beban ayah saya. Pada semester 4 sebelum pembayaran spp variabel, saya mendapat sms dari pihak AAT yang menginfokan bahwa saya diterima menjadi salah satu penerima beasiswa AAT. Pada saat itu saya sangat bahagia, karena saya akhirnya bisa meringankan beban ayah saya. Waktu diberitahu oleh kak ayu (pengurus AAT yang mengsms saya) saya disuruh datang kepertemuan anak anak asuh yang memperoleh beasiswa, saya datang dengan sangat senang, saya pikir hanya akan menerima beasiswa saja, tanpa ada hal lainnya. Namun ternyata kami yang memperoleh beasiswa ini diberikan tugas pelayanan, pelayanan kasih kepada sesama kami yang memang juga merupakan anak asuh namun di SD,SMP, dan SMA. Kami diajarkan apa itu AAT, apa saja yang dilakukan di AAT. Dari pertemuan awal itu, saya masih bingung tentang tugas dan maksud dari pelayanan kasih itu apa. Lambat laun saya mulai mengerti, bahwa kami juga harus membantu di dalam proses administrasi beasiswa bagi adik adik di SD, SMP, dan SMA yang memperoleh beasiswa. Awalnya memang susah dan membingungkan, karena harus belajar SIANAS, cara upload TT dan KW serta raport, dan juga harus Survey. Namun ketika saya menjalaninya, saya merasa jika pilihan saya di AAT ini tidak lah salah. Karena berawal dengan saya mengikuti survey ke SMA Stella Duce Bantul, saya mengalami kasih yang diberikan AAT untuk mereka. Saya mendengar banyak sekali cerita dari siswa-siswa yang mendaftar beasiswa, bagaimana mereka hidup, bagaimana keluarga mereka yang dimana memang berkekurangan. Saya merasa sangat bersyukur bahwa ada AAT yang siap membantu mereka, dengan adanya AAT dapat meringankan beban dari siswa siswa ini. Selama saya di AAT saya merasakan kasih yang diberikan oleh PJ, anak asuh serta teman teman penerima beasiswa PT. Saya juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah saya pilih. Saya mencoba bertanggung jawab, baik di AAT maupun di perkuliahan saya. Dengan tetap mempertahankan nilai nilai saya, sehingga tidak mengecewakan para orang tua asuh yang sudah membantu membiayai uang kuliah saya yang sangat mahal. AAT memang jembatan emas bagi kami yang membutuhkan pertolongan  .Terima kasih AAT, terima kasih para orang tua asuh yang sudah mengulurkan tangan nya untuk kami  🙂 terima kasih saya ucapkan… *Mawar Dian Natalia, adalah Mahasiswi Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Awalnya Mengalami, Akhirnya Melakukan Pelayanan Kasih Read More »

10697207 758362930865644 1255414306530996 O 1024x683

Bijaksana dalam membuat Keputusan

Oleh : Franciska Ariliana Namaku Franciska Ariliana lahir 30 April 1995 aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Aku sedang menempuh studi di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun program studi Teknik Industri. Saat ini, aku sudah semester enam, terima kasih kepada AAT yang telah membiayai kuliahku sampai semester enam ini dan aku berharap untuk bisa lanjut sampai semester delapan nanti. Ibu dan Ayah masih tetap bekerja di pasar berdagang kosmetik dan menerima orang yang menjual emas. Meskipun orang tuaku mempunyai bisnis menerima emas, tapi modal yang digunakan tidak bersal dari uang sendiri, melainkan pinjam ke orang lain. Ibu dan ayah hanya mengambil keuntungan dari hasil penjualan emas yang disetorkan ke pengepul sehingga hasil yang didapatkan juga tidak menentu karena tidak setiap hari ada orang yang menjual emas. Ayah selain bekerja membantu ibu di pasar juga terkadang bekerja sebagai tukang bangunan, tergantung ada orang yang menyuruh atau tidak. Saat ini adikku yang kedua sudah lulus dari SMA dan berencana akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun, orang tuaku sangat berharap sekali untuk adikku mendapatkan beasiswa, jika tidak mendapatkan beasiswa adikku tidak jadi melanjutkan ke perguruaan tinggi. Adikku yang ketiga sekarang juga sudah masuk SMP, sehingga keluargaku mengeluarkan uang yang cukup banyak. Beberapa kejadian di AAT membuat aku belajar untuk lebih peduli kepada sesama, terutama dengan orang-orang terdekatku. Kejadian yang tak terduga saat ada dua orang teman kami yang beasiswanya harus dipending dan satu teman kami yang beasiswanya dihentikan karena nilainya yang tidak mencapai target. Kami merasa kasihan kepada teman-teman kami tersebut dan kami berfikir bahwa kami harus melakukan suatu tindakan untuk membantu mereka. Akhirnya aku dan teman-teman yang lain berencana untuk membuat rosario merah putih dan menjualnya ke gereja. Hasil dari jualan kami berikan kepada ketiga teman kami untuk membantu membayar uang kuliah, selain itu kami juga iuran untuk membantu. Aku sangat senang sekali dengan sikap dan semangat teman-teman AAT Madiun yang dengan senang hati, saling bergotong royong membantu teman kami yang kesusahan. Aku dan teman-teman di AAT Madiun masih rutin untuk mengadakan pertemuan untuk membahas keperluan AAT dan untuk lebih mengakrabkan diri. Tahun ini kami juga kehilangan satu pembimbing rohani yaitu bruder Yakobus yang dipindah tugaskan di Flores. Pengalamanku selama menjadi koordinator mengajariku untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan lebih bijaksana lagi. Tidak terasa masa jabantanku sebagai koordinator tinggal satu bulan lagi, ada kelegaan ketika aku berhasil untuk menjalankan tugasku nanti dan semoga masih bisa untuk membantu membimbing PK baru yang akan menggantikanku nanti. Diakhir semester enam ini aku juga dituntut untuk seminasi topik skripsi. Dalam proses pencarian tiga judul aku sangat kebingunggan sekali, tapi puji Tuhan dengan bantuan dosenku dan usaha aku berhasil menemukan tiga judul skirpsi yang akan aku presentasikan. Dalam seminasi topik akhirnya aku dipilihkan satu topik untuk nantinya aku gunakan skripsi di semester tujuh dan delapan. Aku berharap semoga skripsiku dapat berjalan dengan baik pada semester tujuh dan delapan sehingga aku dapat lulus tepat empat tahun. Pada akhir semester enam ini aku juga akan magang kerja selama satu bulan di PT INTAN USTRIX Gresik. Aku ingin mencoba pengalaman baru di luar Madiun, dan semoga magangku juga dapat berjalan dengan lancar. Amin. *Franciska Ariliana, adalah mahasiswi program studi Teknik Industri Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa AAT dan Mantan Koordinator Sekretariat Madiun

Bijaksana dalam membuat Keputusan Read More »

duta76 perihoki duta76 cara menang mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus dengan strategi cerdas perihoki analisa pola dan teknik rahasia mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess perihoki panduan paling lengkap analisa teknik mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza perihoki trik dan taktik rahasia bermain +mahjong wild deluxe dadu sicbo gates olympus perihoki panduan strategi jitu peluang dan teknik mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess perihoki strategi paling cerdas rtp live mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza perihoki strategi mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus untuk pola menang pemain pro duta76 rahasia pola terbukti dan taktik mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess untuk menang duta76 panduan lengkap strategi jitu bermain mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza duta76 aws ritme scatter hitam mahjong aws ritme sesi mahjongways2 target aws sinergi rtp mahjongways2 malam aws ai rtp baccarat live aws evolusi reel simbol mahjong aws momentum multiplier gates olympus aws sinyal rtp speed baccarat aws statistik rtp visi risiko aws variasi rtp keputusan sesi aws ritme variansi risiko mahjong aws tren rtp harian pgsoft aws variansi simbol starlight princess aws logika sistem mahjongwins3 aws pengamat statistik rtp aktif aws transformasi emas wild mahjongways aws pendekatan sesi wildbounty aws ritme spin mahjongwins3 aws selaraskan keputusan indikator rtp aws distribusi simbol mahjongways rtp aws gatesolympus multiplier spin tren aws scatter mahjongways2 evaluasi visual aws spin pgsoft mahjongways data