Galeri Surat Cinta
Ragam Surat Cinta Anak Asuh yang meramaikan Gerakan #BerbagiHandphone
Niscaya sebuah organisasi menjadi besar tanpa pernah melalui pelbagai persoalan. Manusia selaku salah satu unsur dalam organisasi merepresentasikan kematangan organisasi dari tanggungjawab yang dimainkannya. Penanggung Jawab Sekretariat Beasiswa AAT – Malang Emy Anggraini berbagi cerita tentang mengatasi permasalahan kurang tertib administrasi di Sekretariat Malang. “Harus menjemput bola,” tutur Emy Sekitar tahun 2016 lalu, Sekretariat Beasiswa AAT – Malang terancam ditutup karena belum tertib administrasi. Kala itu, Sekretariat mengkoordinir sekitar 13 sekolah dengan total anak asuh sekitar 300 orang. Ketidakberesan administrasi disinyalir karena kendala komunikasi. “Komunikasi belum lancar,” ungkap Emy. Beberapa sekolah yang dikunjungi Biasanya, administrasi anak asuh dilaporkan ke Sekretariat berupa tanda terima dan rapor yang selanjutnya oleh tim Sekretariat diupload ke Sistem Informasi Anak Asuh http://www.sianas.aat.or.id/ demi kepentingan pertanggungjawaban kepada donatur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Emy akhirnya memutuskan untuk turun lapangan. Sekolah-sekolah yang tidak beres, didatangi. “Yang kami lakukan adalah keliling sekolah (dengan jarak 350km dari sekre Malang) untuk ngambil dan membantu sekolah menyelesaikan laporan,” tuturnya Menurut perempuan yang juga berprofesi sebagai guru ini, komunikasi dengan sekolah sangat penting. Manfaat komunikasi antara lain untuk membina hubungan emosional dan menjalin relasi. “Komunikasi dengan sekolah sangat penting. Jadi kesannya, kita ini gak horor pas nagih laporan” tambah Emy Lambat laun, cara yang diterapkan ini membuahkan hasil. Perlahan tertib administrasi di lingkungan Sekretariat Beasiswa AAT – Malang membaik. Ia pun mengaku bahagia karena ternyata sedikit waktu luang yang dimanfaatkan untuk ke lapangan bisa membantu senyum anak-anak dan sekolah. “Sekarang di Sekretariat Beasiswa AAT – Malang ada 20 sekolah.” Emy berpesan agar gerakan menjemput bola bisa ditingkat. Karena hal ini termasuk sesuatu yang menunjukan tanggungjawab pribadi. *Emy Anggraini, Penanggung Jawab Sekretariat Beasiswa AAT – Malang. Tulisan ini adalah sharing bersama terkait tema “Gerakan Kasih Sayang dalam Beasiswa Anak-Anak Terang” dalam rangka merayakan Hari Kasih Sayang.
Oleh: Alosisius Ferdinand Andy Kusuma* Terang sang surya mulai mengintip dibalik jendela kamar. Kelopak mata mulai membuka, terdengar kicauan burung bersautan. Beranjak dan bergegas menyongsong hari penuh kasih sayang ini. Menerjang hiruk pikuk kota, menuju sumur sukacita. Tak hayal pikiran terus melayang-layang. Memikirkan pertanyaan menggelitik hati nurani dari sang bunda. “ Sudahkah anakku ini memberi tanpa pamrih?” Jujur, selama ini kunanti hanyalah yang kuberikan datang berbalik. Menghela nafas, sambil menikmati lukisan nyata dari Maha Pencipta. Sampailah di sumur sukacita, bersama berkas AAT yang kubawa. Tak ada rasa tak ada empati awalnya, biasa saja. Berkerumun anak-anak putih merah yang ceria mengelilingi tubuhku. Tak ada sedikitpun kekeringan yang terpancar. Berdiskusi, bercerita, dan bercanda. Begitu hangat atmosfernya. Anak-anak itu, yaa anak-anak itu. Ternyata begitu maya keceriaannya, pedih kutahu kenyataannya. Rasa malu mulai mencuat, kala tahu selama ini aku kurang bersyukur. Telah kusadar hidup bukanlah perihal mengambil yang kau tebar. Pendidikan yang kumiliki, milik anak-anak itu juga bersama. Mengering sanubariku, terisi kembali. Membasuh harapan yang mulai pudar bagi anak-anak kurang beruntung. Terus memberi walau tak suci, terus mengobati walau membiru. Demi keberlanjutan pendidikan anak-anak Indonesia. Anak-Anak Terang seperti embun pagi. Selalu memberikan kesejukan direlung hatiku, hatimu dan hati kita. Kutemukan makna hidupku disini. Yaa, di komunitas Anak-Anak Terang ini. Semoga kasih sayang manusia tak pernah pudar. Salam hangat, *Alosisius Ferdinand Andy Kusuma, BPT Sekretariat Semarang. Tulisan ini terkait tema “Gerakan Kasih Sayang dalam Beasiswa Anak-Anak Terang” dalam rangka merayakan Hari Kasih Sayang