Rike Kotikhah

Be a Special Person in a Special Place

“Kemenangan adalah milik mereka yang tidak berhenti berjuang.” Mungkin kalimat itulah yang bisa mewakili perasaan saya saat ini. Perasaan senang, lega, puas, dan perasaan lain yang menunjukkan keberhasilan suatu perjuangan. Rabu, 8 Juli 2015, menjadi hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, saya bisa merasakan sidang skripsi. Dulu, bisa sekolah sampai SMK saja, saya sudah sangat bersyukur. Bisa merasakan lulus SMK saja, saya sudah sangat bahagia. Hari itu, saya berangkat ke kampus lebih awal. Saya yang biasanya telat, berusaha berangkat lebih pagi di hari itu. Sebelum berangkat, semuanya saya persiapkan sebaik mungkin. Empat copy-an skripsi dan satu file presentasi sudah siap. Baju dan jas almamater yang disetrika rapi, sepatu yang dilap bersih, sampai jilbab yang disemprot sedikit minyak wangi. Hari itu, saya harus menampilkan yang terbaik. Bisa merasakan sidang skripsi adalah hal yang luar biasa bagi saya. Jangankan sidang skripsi, kuliah saja menjadi hal yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Selama perjalanan, saya seolah diajak kembali pada peristiwa-peristiwa tujuh tahun silam tentang bagaimana perjuangan orang tua dan saya untuk bisa merasakan kebahagiaan hari ini. Perjuangan Dimulai Lahir dalam keluarga yang sangat sederhana memang bukan pilihan saya. Namun, hal itu tidak pernah saya sesali sedikit pun. Sebaliknya, saya sangat bersyukur karena keadaan tersebut membuat saya menjadi perempuan yang lebih kuat, tidak mudah mengeluh, dan tidak mudah menyerah. Sejak kecil, orang tua selalu mengajarkan sikap pantang menyerah pada saya. Ketika sudah memutuskan sebuah pilihan, kita harus memperjuangkannya sampai berhasil. Semuanya telah orang tua tunjukkan ketika kami harus memperjuangkan hidup. Orang tua yang bekerja seadanya, membuat kami juga hidup seadanya, makan seadanya, dan tinggal di rumah seadanya. Untuk bisa makan sehari-hari, orang tua saya harus bekerja keras. Karena itulah, pendidikan saya pun hampir terkorbankan. Dulu, saya hampir tidak melanjutkan sekolah ke SMK karena tidak memiliki biaya. Setelah kelulusan, saya menangis sejadi-jadinya di kamar karena takut tidak bisa melanjutkan sekolah. Melihat keinginan kuat saya untuk terus sekolah, membuat orang tua saya merasa iba dan berusaha keras mencarikan biaya. Bapak yang hanya sebagai tukang kebun dan Ibu yang hanya sebagai baby sitter berjuang mengumpulkan uang dan meminjam uang ke saudara agar saya tetap bisa sekolah. Sulitnya untuk bisa mengenyam pendidikan, membuat saya tidak malas belajar dan selalu mendapatkan prestasi yang baik di sekolah. Hingga lulus SMK, saya tetap mendapatkan nilai yang memuaskan. Melihat teman-teman saya banyak yang mendaftar ke perguruan tinggi, membuat saya ingin merasakan hal yang sama. Namun, saya menyadari bagaimana kondisi keuangan keluarga kami saat itu. Sehingga saya tidak berani mengungkapkan keinginan saya pada orang tua. Tapi, saya tidak bisa begitu saja mengubur keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Saya memutar otak dan mencari cara agar bisa mewujudkan keinginan tersebut. Saya sempat berpikir untuk bekerja dulu ke luar negeri, menjadi TKI, agar bisa mendapatkan uang yang banyak untuk bisa kuliah. Namun, mendengar kontrak kerja yang cukup lama, saya membatalkannya. Dan akhirnya, saya memilih untuk bekerja di Jakarta. Selama di Jakarta, saya bekerja menjadi penjaga kasir di sebuah warung makan kecil, tepatnya di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di sana, saya mengumpulkan uang untuk bisa kuliah. Setelah 7 bulan bekerja, uang terkumpul Rp 2.700.000,00 dan saya siap pulang untuk kuliah. Namun, ternyata biaya pendaftaran untuk kuliah saat itu sekitar 4 juta. Saya sedih, ternyata uang saya tidak cukup. Mau meminta orang tua, rasanya tidak tega. Mereka sudah terlalu banyak berkorban untuk saya. Lalu, seorang teman menyarankan untuk kuliah di Universitas Terbuka saja karena biayanya lebih murah. Namun, saya tetap bersikukuh untuk memilih Universitas Widya Mandala Madiun. Menurut teman yang sudah kuliah di sana, universitas tersebut merupakan universitas yang cukup bagus di Madiun. Akhirnya, dengan terpaksa saya bekerja lagi supaya uangnya bisa tercukupi. Keep Fight Kemudian, saya pun melamar kerja di sebuah pabrik seafood di Surabaya. Di sana, saya menjadi buruh pabrik dengan gaji Rp1.100.000,00 tiap bulannya. Dengan gaji pas-pasan itu, saya hanya bisa menyisihkan Rp200.000,00 tiap bulannya, karena saya harus membagi gaji tersebut untuk biaya makan sehari-hari dan biaya kos. Setahun kemudian, saya pulang dengan membawa uang sekitar Rp2.400.000,00. Jika digabung dengan gaji saya tahun sebelumnya, uang tersebut sudah cukup untuk biaya pendaftaran. Saya tidak peduli dengan biaya semester selanjutnya. Yang terpenting saat itu adalah saya bisa kuliah dulu. Masalah biaya selanjutkan bisa dicari lagi, entah bagaimanapun caranya. Begitulah yang saya pikirkan saat itu. Awal kuliah berjalan dengan lancar. Namun, memasuki semester dua saya mulai bingung dengan biaya kuliah. Saya kembali memutar otak supaya tetap bisa kuliah. Lalu, ibu pun mengantar saya untuk melamar kerja di warung makan di daerah Caruban. Di sana saya bisa bekerja paruh waktu, namun hanya di hari-hari tertentu saja. Gajinya memang tidak banyak, tapi setidaknya bisa meringankan beban orang tua yang harus ikut membiayai kuliah saya. Demi bisa tetap kuliah, saya berusaha keras mencari biaya. Dari mulai bekerja paruh waktu, mengajukan beasiswa kurang mampu, mengisi les, sampai menjadi Liaison Organizer (LO) saat PORPROV JATIM telah saya lakukan. Bersyukur sekali pada saat semester tiga saya mendapatkan beasiswa kurang mampu selama satu semester. Semester lima dan enam saya mendapat beasiswa prestasi dan di semster tujuh sampai delapan mendapatkan beasiswa dari Yayasan Anak-Anak Terang. Be a Special Person in a Special Place Saya sangat bersyukur bisa kuliah di Unika Widya Mandala Madiun. Di universitas tersebut, saya mendapatkan banyak pengetahuan, pengalaman, dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Selama kuliah, saya tidak hanya belajar untuk mendapatkan ilmu, tapi juga belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan kita. Sama seperti semboyan Unika Widya Mandala Madiun yang berbunyi, “Non scholae sed vitae discimus” yang berarti kita belajar bukan hanya untuk ilmu tapi juga untuk kehidupan. Di sana, kita tidak hanya belajar teori saja, tapi juga belajar bagaimana menjadi seorang yang humanis, yang memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, yang mengabdi untuk kepentingan sesama. Selain itu, di sana saya juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri. Saya bisa merasakan pengalaman menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), bisa merasakan menjadi Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), bisa ikut banyak kegiatan kampus yang positif. Dan di sana juga, tempat saya pertama mengenal Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia, yayasan yang sudah memberi saya beasiswa

Be a Special Person in a Special Place Read More »

Key of Life

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”  Hadits Rasulullah SAW itulah yang selalu membuat saya semangat untuk terus berbuat baik pada sesama. Begitu pun ketika memutuskan untuk bergabung menjadi relawan AAT, tepat pada tanggal 25 Agustus tahun lalu. Saat itulah saya memutuskan untuk mencurahkan tenaga dan pikiran saya untuk yayasan yang peduli pendidikan di Indonesia itu. Tidak terasa, dua tahun sudah saya menjadi bagian dari keluarga besar AAT. Ya, keluarga besar dengan semangat kepedulian yang tinggi. Begitu banyak pengalaman, ilmu, dan pelajaran-pelajaran berharga yang saya dapatkan. Tak ubahnya sebuah keluarga, saya mendapatkan curahan kasih dan perhatian dari saudara-saudara di AAT. Mereka selalu menawarkan tangan ketika saya membutuhkan pertolongan dan menawarkan bahu ketika sedang kesusahan. Padahal, niat pertama saya ketika bergabung bersama AAT adalah untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran saya untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Karena saya tahu, saya adalah bagian dari mereka. Saya pernah merasakan apa yang mereka rasakan. Susahnya membayar uang sekolah, susahnya membeli buku-buku pelajaran, bahkan sampai susahnya membeli jajan ketika bel istirahat berbunyi. Saat di mana anak-anak bersorak untuk segera mengisi perut setelah mengikuti pelajaran. Memang, saya belum bisa membantu mereka secara finansial. Karena saat ini pun, saya masih dalam perjuangan. Berjuang untuk terus bisa mengenyam pendidikan. Namun, dengan segala kekurangan saya, saya masih ingin memberi manfaat bagi mereka. Melalui AAT, saya bisa berbagi sedikit tenaga dan pikiran saya untuk membantu pengelolaan beasiswa yang diberikan pada anak-anak sekolah dari tingkat SD, SMP, sampai SMA/SMK. Rasa syukur selalu saya ucapkan ketika tangan saya masih dibolehkan untuk membantu sesama. Lebih bersyukur lagi ketika saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan anak asuh maupun calon anak asuh ketika survei dan wawancara. Survei dan wawancara langsung adalah salah satu prosedur penerimaan beasiswa AAT. Hal itu supaya donasi AAT tidak salah sasaran dan anak yang dibantu benar-benar anak yang membutuhkan.   AAT tidak pernah membedakan dalam membantu. Agama apapun, suku apapun, daerah manapun, jika memang membutuhkan pasti dibantu. Semua itu menginspirasi saya untuk terus peduli tanpa membeda-bedakan. Relawan, pengurus, maupun donatur AAT pun juga berasal dari berbagai agama, suku, dan daerah. Bahkan donaturnya juga ada yang berasal dari luar Indonesia. Semua bahu-membahu menyelamatkan pendidikan di Indonesia. Sungguh, saya bersyukur menjadi bagian dari mereka. Mereka telah mengajarkan kepada saya tentang kekuatan berbagi dan peduli. Sesungguhnya, semangat berbagi dan peduli sudah ditanamkan dalam diri saya sejak kecil. Kedua orang tua sayalah yang dengan sabar menanam dan merawat benih kepedulian dalam diri saya. Sejak saya kecil, orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk mau berbagi, sekalipun kami dalam kekurangan. “Sekecil apapun rezeki, harus disisihkan untuk sesama.” Awalnya saya kesal. “Kita saja dalam kesusahan, kenapa masih harus berbagi?” pertanyaan dalam hati ini tidak pernah mendapatkan jawaban dari orang tua saya. Selama bertahun-tahun mereka mengajarkan kepada saya untuk terus berbagi. Bukan dengan kalimat-kalimat motivasi maupun kata-kata mutiara, namun dengan tindakan langsung tanpa memberitahu apa maksudnya. Dari mulai berbagi makanan, beras, air minum, pakaian, bahkan uang satu-satunya pun akan mereka berikan jika orang lain memang lebih membutuhkan. Semua itu mereka lakukan, mereka ajarkan kepada saya, sampai saat ini. Hingga suatu hari, tepat di tanggal 12 Juli 2014, saya menyaksikan sendiri. Seorang perempuan yang hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji sekitar Rp 400.000,00 per bulan, menyerahkan sebagian uangnya untuk empat orang nenek-nenek. Perempuan itu menyerahkan uang Rp 100.000,00 kepada salah satu nenek dan meminta nenek itu untuk membaginya dengan tiga nenek yang lain. Semua terjadi di depan mata saya. Saya melihat langsung sebuah pelajaran yang sangat berharga. Meskipun hidupnya berkekurangan, perempuan itu tidak pernah lelah untuk berbagi. Baginya, untuk bisa berbagi, tidak harus menunggu kaya dahulu. Sekarang, saat ini juga, kita bisa melakukannya. Dan saat itu, saya hanya bisa tersenyum bangga disela tetesan airmata. Karena perempuan itu adalah ibu saya. Perempuan yang selama ini mengajarkan saya untuk berbagi dan peduli. Mengajarkan saya untuk selalu menawarkan tangan untuk membantu sesama. Hingga saya pun menemukan jawaban atas kegundahan hati saya. “Hidup kita memang selayaknya untuk orang lain. Tangan kita, kaki kita, semua Tuhan ciptakan untuk menolong sesama. Menjadi manfaat, menjadi berkat, adalah kunci bahagia kita.”   Rike Kotikhah* Relawan AAT Sekretariat Madiun  *Rike Kotikhah adalah mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Madiun angkatan 2011. Merupakan relawan AAT sekaligus salah satu anak asuh AAT tingkat perguruan tinggi.   [qrcode content=”https://aat.or.id/key-of-life” size=”175″]  

Key of Life Read More »

Bantuan Komputer untuk SMK Santo Yusuf Mejayan Madiun

Minggu, 5 Januari 2014, Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia memberikan bantuan 4 unit komputer dan 1 unit printer untuk SMK Santo Yusuf Mejayan Madiun. Komputer dan printer tersebut dibawa dari Semarang oleh Om Adhi, salah satu relawan AAT dari Semarang. Bantuan komputer diberikan oleh AAT karena kondisi komputer di SMK Santo Yusuf Mejayan sudah sangat memprihatinkan. Dari 5 komputer yang ada, hanya satu yang berfungsi dengan baik. Itu pun processornya masih Pentium III. Kondisi komputer yang ada saat ini menghambat proses pengajaran komputer di sekolah. Komputer yang disumbangkan adalah komputer yang bertipe Nettop (Netbook Desktop) dengan processor Dual Core AMD E350, RAM DDR3 4GB, Harddisk 320 GB, dan dengan monitor LED 16 AOC sebanyak 4 unit. Komputer ini bisa dibilang komputer canggih dengan kinerja desain grafis platform netbook. Meskipun canggih, komputer ini tidak boros listrik dan lebih ringkas karena bentuknya yang simpel. Karena pertimbangan itulah AAT memilih mini PC tersebut. Selain itu, AAT juga menyumbangkan 1 photo printer inkjet. Printer tersebut mampu mencetak dengan kecepatan hingga 4,8 ppm. Diharapkan, untuk kedepannya siswa dapat memanfaatkan komputer dan printer itu dengan semaksimal mungkin. Sebelum menuju ke Sekolah, Om Adhi singgah ke Universitas Katolik Widya Mandala Madiun untuk menemui teman lamanya yaitu Pak Anton. Pak Anton merupakan salah satu dosen Fakultas Psikologi di Universitas Widya Mandala Madiun. Dan ternyata sebelumnya, Om Adhi sudah pernah ke kampus, namun sudah bertahun-tahun lamanya, yaitu sekitar 13 tahun yang lalu. Setelah sedikit ngobrol dengan Pak Anton dan beberapa Pendamping Komunitas (PK) Madiun, Om Adhi berangkat ke sekolah SMK Santo Yusuf Mejayan dengan ditemani 3 PK yaitu Tiara, Rike, dan Novi Bria, serta 1 dosen Universitas Katolik Widya Mandala Madiun yaitu Pak Anton. Sesampainya di SMK Santo Yusuf Mejayan, Om Adhi dan kawan-kawan disambut oleh Pak Joko, Kepala Sekolah SMK Santo Yusuf Mejayan. Pak Joko hanya ditemani satu karyawan karena waktu itu hari Minggu. Mereka pun dipersilahkan masuk ke kantor. Setelah menyampaikan maksud kedatangan kami dan serah terima bantuan komputer dan printer, Pak Joko mengucapkan banyak terima kasih. Menurut Pak Joko, bantuan komputer dan printer itu sangat membantu dalam kegiatan pengajaran komputer di SMK Santo Yusuf Mejayan. Bantuan komputer seperti itu tidak hanya diberikan pada satu sekolah saja. Di tahun 2014 ini, AAT akan melanjutkan program bantuan komputer ini untuk sekolah yang benar-benar membutuhkan. Harapannya, dengan adanya komputer-komputer itu pengajaran komputer di sekolah tidak akan terhambat. Dan siswa dapat mengembangkan kreatifitasnya melalui bantuan komputer itu.   Rike Kotikhah Staff Admin AAT Madiun   [qrcode content=”https://aat.or.id/wawancara-dan-survei-smp-kanisius-raden-patah” size=”175″]  

Bantuan Komputer untuk SMK Santo Yusuf Mejayan Madiun Read More »

Gadis Pemetik Kamboja

HARI itu, 8 Desember 2013, adalah hari terakhir survei sekolah dan wawancara calon anak asuh Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia di sekolah-sekolah wilayah eks Keresidenan Madiun. Sekolah yang mendapatkan giliran terakhir untuk disurvei ini adalah SMPK Garuda Parang, Magetan. Banyak cerita yang membuat saya senang, sedih, terharu, kagum, bahkan sampai terheran-heran. Salah satu cerita yang membuat saya terharu dan kagum adalah cerita tentang salah satu siswi kelas VIII. Dia adalah salah satu siswi hebat yang membuat saya semakin bersyukur atas hidup ini. Wajahnya manis meskipun kulitnya terlihat gelap. Tubuhnya kecil dengan rambut panjang yang diikat rapi. Matanya lentik, bibir tipis, dan hidung yang agak mancung. Menurut saya, dia cukup cantik meskipun kulitnya hitam. “Namanya Ayu ya, Dek?” tanya saya memulai wawancara (nama disamarkan) “Iya, Mbak,” jawabnya dengan senyum yang terlihat tulus. “Ayu kelas berapa?” “Kelas delapan, Mbak,” balasnya dengan sangat sopan. Berbicara dengan calon anak asuh AAT yang sopan itu rasanya menyenangkan sekali. Rasanya tidak sabar ingin mendengarkan cerita-cerita mereka yang seru. “Ayu saudaranya berapa?” “Lima, Mbak?” “Lima?” saya sedikit kaget dan ingin bertanya lebih banyak lagi. “Yang nomor satu kemana, Dek?” saya mulai penasaran. “Sudah kerja, Mbak,” jawabnya pelan. “Terus yang nomor dua?” “Kerja juga, Mbak.” “Yang nomor tiga?” Dia diam dan mulai berkaca-kaca, saya pun menjadi semakin penasaran. Namun saya mencoba mengalihkan pembicaraan. “Kamu yang nomor empat ya Dek?” “Iya, Mbak,” jawabnya dengan mata yang masih berkaca-kaca. “Berarti kamu masih punya adik?” “Iya, Mbak, adik saya berumur satu setengah tahun.” “Kakakmu yang nomor tiga ke mana ya, Dek?” saya mengulangi pertanyaan yang belum terjawab tadi dengan lebih halus. “Kakak saya sudah meninggal, Mbak. Setahun yang lalu. Padahal dia adalah kakak saya yang paling saya sayangi. Hanya dia yang bisa mengerti saya. Saya sangat menyayanginya, Mbak.”   Airmatanya mulai tumpah. Saya mencoba menenangkannya. Setelah sudah sedikit tenang, saya mulai bertanya kembali.   “Kalau kakak boleh tahu, kakakmu meninggalnya kenapa?” “Kakak saya meninggalnya dilindas truk, Mbak.” “Deg..” Jantung saya rasanya berhenti berdetak, sesak, dan saya pun mulai menarik nafas dalam-dalam. “Semenjak ditinggal kakak, kehidupan saya langsung berubah, Mbak. Selama ini yang membiayai sekolah saya adalah kakak saya yang nomor tiga. Kakak-kakak saya yang lain kurang peduli pada saya. Setelah lulus SD, kakak saya yang nomor satu dan dua bekerja sendiri-sendiri dan kini sudah berumah tangga. Kakak saya yang nomor tigalah yang bekerja demi sekolah saya. Dan setelah kepergian kakak saya, kehidupan saya hancur, Mbak”.   Dia menangis kembali. Sebisa mungkin saya menahan air mata saya. Saya tidak mau menunjukkan kesedihan saya.   “Sabar ya, Dek. Janganlah merasa hancur. Kehidupanmu masih panjang. Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan, masih banyak yang harus kamu perjuangkan. Kepergian kakakmu pasti ada hikmahnya untuk kamu. Dan Tuhan tahu kamu adalah perempuan yang kuat. Kamu pasti bisa mengahadapi semua ini”. “Iya, Mbak. Saya akan terus berjuang demi cita-cita saya dan demi cita-cita kakak saya”. “Apa cita-cita kakak kamu?” “Kakak saya ingin saya sekolah sampai SMA, Mbak. Karena itu dulu kakak saya berjuang mati-matian demi membiayai sekolah saya. Dan setelah kakak saya meninggal, saya ingin sekali mewujudkan cita-citanya. Tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya agar saya bisa melanjutkan sekolah saya”. “Bagaimana dengan Bapakmu, Dek? Beliau kan masih bisa membiayai kamu” “Bapak saya hanya petani kecil, Mbak. Sawahnya cuma satu petak dan hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja” “Bagaimana dengan ibu kamu?” “Ibu tidak bekerja. Di rumah mengurus adik saya” “Berarti hanya bapakmu yang mencari nafkah?” “Tidak, Mbak. Saya juga ikut membantu Bapak mencari nafkah” “Lho, kamu kerja? Kerja apa, Dek?” “Setiap pulang sekolah, saya mengumpulkan bunga Kamboja yang ada di kuburan” “Buat apa bunga Kambojanya?” “Buat dijual, Mbak. Biasanya saya sampai maghrib mengumpulkan bunga Kamboja. Sepulang dari mencari bunga Kamboja, saya mencari rumput untuk makan kambing nenek saya. Biasanya saya bawa senter. Malamnya, sekitar pukul sembilan, saya biasanya belajar sampai jam sebelas”   Saya tercekat dan langsung terdiam. Saya tidak bisa lagi berkata apa-apa. Sungguh, adik ini membuat saya kagum. Dengan usia yang masih terbilang remaja, ia harus mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Saya kira kisah seperti ini hanya ada dalam sinetron atau dalam acara televisi saja. Namun ternyata saya mendengar sendiri kisah itu dari siswi ini.   “Kamu tidak takut Dek di kuburan malam-malam? Nanti kalau kamu digigit setan gimana? Kalau ada yang loncat-loncat gimana?” lelucon saya untuk mencoba mencairkan suasana. “Tidak, Mbak. Demi cita-cita kakak saya, saya akan terus berjuang dan tidak akan menyerah” Saya pikir saya bisa sedikit menghiburnya dengan guyonan saya. Ternyata dia tetap berbicara dengan serius sambil mengusap air matanya.   “Biasanya sehari dapat seberapa bunga Kambojanya, Dek? Harganya berapa?” saya mulai melanjutkan pertanyaan saya. “Sehari dapat satu kresek kecil, Mbak. Kalau sedang musim berbunga seperti ini biasanya saya dapat lebih banyak. Sampai rumah bunga-bunga itu saya jemur dan saya kumpulkan sampai satu kilogram. Setelah itu saya jual dengan harga lima puluh ribu” “Wah, banyak dong Dek lima puluh ribu. Itu berapa hari sekali dapat lima puluh ribu?” “Sebulan sekali, Mbak. Itu pun kalau sudah terkumpul satu kilogram” “Haa ..! Sebulan?” Saya hanya tertegun keheranan. “Iya, Mbak. Dan uangnya saya berikan pada ibu untuk belanja sehari-hari” “Mengapa tidak kamu pakai untuk uang jajan kamu saja, Dek?” “Tidak, Mbak. Kasihan ibu. Ibu tidak bekerja dan bapak juga hanya bisa memberi uang sedikit” “Terus bagaimana dengan uang jajanmu?” “Saya jarang jajan. Kalaupun ingin jajan, saya akan mengambil sedikit uang dari hasil menjual bunga Kamboja. Kadang lima ratus kadang seribu” “Uang lima ratus memang cukup untuk jajan, Dek?” “Cukup kok Mbak. Untuk beli permen yang akan saya bagi dengan adik saya” “Baik sekali hatimu Dek. Mbak bangga sama kamu. Jangan pernah putus asa ya. Tuhan tidak akan membuat apa yang kamu perjuangkan menjadi sia-sia” “Iya, Mbak”   Cerita demi cerita saya dengarkan sendiri darinya. Bagaimana perjuangannya yang harus berjalan kaki kiloan meter setiap hari karena tidak punya kendaraan yang bisa dipakai, bagaimana perjuangannya yang setiap hari mengumpulkan bunga Kamboja yang hasilnya tak seberapa, bagaimana perjuangannya menghadapi kerasnya hidup, menahan kesedihan atas kepergian kakaknya yang sangat ia sayangi, menahan kekasaran bapaknya, dan menahan semua rasa sakit dalam hati dan tubuhnya. Saya sangat

Gadis Pemetik Kamboja Read More »

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda pandangan tegas ulama soal judi online dampak keluarga mahjong ways game spin unsur taruhan anak muda maysir era digital bentuk permainan berubah unsur taruhan pg soft hujan scatter fitur game digital disorot player wild bounty showdown vs wild west gold game cowboy pragmatic bikin geger jakarta mahjong wins perbincangan perkembangan sistem digital mahjong ways informasi responsif trik main kasino online ritme stabil kejar kemenangan elemen visual sukses bikin suasana mahjong ways 2 dinamis dinamika putaran roulette sulit ditebak memicu ketegangan maraknya fenomena mahjong ways 2 percakapan budaya digital membedah simbol scatter hitam mahjong ways rtp jangka panjang penawaran bonus terbaik potensi jackpot terbesar pragmatic play sensasi mahjong ways fenomena bulan purnama simbol emas koleksi bonus terpopuler hadiah jackpot besar pragmatic play tanpa mengklaim formula pasti rian kebiasaan mahjong ways trik membaca fluktuasi data rtp mahjong ways gates of olympus bukan cuma finansial pengaruh kebiasaan judi online kehidupan menyingkap perkembangan tren permainan digital hiburan masa kini mahjong tidak cuma hoki metode pemain membaca dinamika Mahjong Ways 2 Kenapa Multiplier Bisa Tiba Tiba Naik Setelah Beberapa Spin Biasa Sweet Bonanza Free Spin Belum Muncul Setelah Banyak Putaran Apa Artinya Starlight Princess Kenapa Free Spin Terasa Jarang Muncul pada Beberapa Sesi Permainan Baccarat Pola Player Banker Terlihat Jelas tetapi Apakah Benar Bisa Diprediksi Baccarat RTP Tinggi Tidak Berarti Selalu Menang Ini Cara Membaca Angkanya slot thailand Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 rajacabe88 War138 rajacabe88 ratuperi79 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 rajacabe88 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 rajacabe88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki rajacabe88 cakar76 cakar76 kincir88 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 abc1131 ABC1131 x SLOT THAILAND https://ampawsbetx.store/ AWSBET STC76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ https://abc1131-daftar.mssg.me/ https://pttun-palembang.go.id/ slot thailand hebitop Seputar Medan Liputan Sumut Liputan Aceh Liputan Padang Liputan Semarang Kabar Solo Liputan Bandung Lumajang News Liputan Surabaya Seputar Malang Berita Kendal Harian Nusantara Seputar Bali Harian Jateng Kabar Jatim Warta Sumut Seputar Jakarta Liputan Riau Bisnis Medan Kabar Sumatera Portal Berita Tegal Portal Berita Purbalingga Seputar Harian Palembang Berita Pontianak Terkini Berita Batam Hari Ini Kabar Yogyakarta Harian Banten Harian Cirebon Situs Berita Banyuwangi Kabar Samarinda Terkini Kabar Ponorogo Terkini Portal Berita Singkawang Kabar Makassar Harian Manado Berita Palu Liputan Gorontalo Kabar Wonosobo Hari Ini Harian Seputar Bali Situs Berita Papua Website Resep Makanan Situs Resep Makanan Website Style Modern Berita Terkini Viral Berita Seputar Gadget Dan Teknologi Situs Berita Otomotif Website Berita Ide Masakan Portal Babel Hari Ini Situs Berita Berau game online yang inklusif ABC1131 Situs Berita Balikpapan Terkini slot gacor qris alasan mahjong ways tetap ramai dibicarakan black scatter mahjong wins 3 beragam tempo daya tarik mahjong ways di era mobile fluktuasi rtp riwayat putaran gambaran lebih jernih hubungan scatter susunan simbol ritme mahjong ways karakter tumble scatter tempo permainan wild bandito mekanisme acak game digital mahjong gates olympus membaca rtp sesi singkat data jangka panjang multiplier tumble beruntun gates of olympus scatter hitam catatan putaran mahjong wins 3 fenomena black scatter indikator roulette baccarat hit frequency starlight princess pergerakan rtp pragmatic lucky neko pola putaran pg soft roulette mahjong rtp menengah pola putaran historis mahjong ways jajan investasi perspektif komunitas mahjong wins baccarat perubahan saldo dana pembagian proporsi pg soft pragmatic play struktur putaran starlight princess pergerakan rtp wild bandito tumbling ai rtp pg soft wild multiplier mahjong wins pergerakan rtp tren pilihan komunitas 2026 di mahjong ways 2 pgsoft hp pas pasan tetap nyaman menjelajah mahjong ways 2 pgsoft 2 sering kena rungkad di gates of olympus pragmatic coba ini gates of olympus pragmatic kapan waktu tepat berhenti 2 wild west gold pragmatic makin ramai di tren slot 2026 jejak digital mengubah cara mahjong keteguhan karakter lama bertemu sentuhan mahjong ways mengolah kesederhanaan menjadi mahjong ways tampil lebih memikat mahjong wins menyusuri perubahan zaman mahjong wins tampil berbeda era perubahan zaman membawa mahjong segar pesona sederhana mahjong ways justru sentuhan minimalis membuat karakter mahjong tampilan ringkas membuat mahjong ways Mahjong Ways 2 Fakta Menarik Tentang Scatter Wild dan Multiplier yang Perlu Diketahui Starlight Princess Mengenal Momen Free Spin dan Multiplier yang Bisa Mengubah Jalannya Permainan Gates of Olympus Cara Kerja Multiplier Zeus dan Kenapa Fitur Ini Banyak Dibicarakan Mahjong Ways 2 Momen Scatter dan Perubahan Ritme Spin yang Sering Menarik Perhatian Mahjong Ways 2 Apa yang Membuat Ritme Permainannya Terasa Berbeda di Setiap Spin black scatter jam bermain ritme mahjong ways catatan putaran wild bedakan kebetulan dugaan pola mekanisme frekuensi kemunculan black scatter permainan memahami putaran acak probabilitas mahjong ways perubahan tempo wild bandito pengalaman bermain popularitas mahjong ways tren asia mobile probabilitas mahjong ways roulette karakter permainan rtp sama variasi acak pengalaman berbeda struktur scatter wild multiplier mahjong ways dua tumble multiplier dinamika gates of olympus konsistensi putaran panjang wild multiplier mahjong ways perbedaan mahjong ways dua generasi pertama rtp tinggi durasi singkat mahjong wins rng urutan teratur putaran beruntun acak perbedaan tumble sweet bonanza starlight princess wild aktif ubah dinamika mahjong wins catatan historis saldo mahjong ways investasi filter rtp pg soft multiplier mahjong ways posisi scatter mahjong modern indikator risiko scatter hitam mahjong wins multiplier pola konsisten Fenomena Multiplier Naik Turun yang Sering Terlihat Sepele tetapi Menarik untuk Dipahami Scatter Tidak Punya Jadwal, Memahami Peluang Kemunculannya di Setiap Putaran Sebelum Memilih Player atau Banker, Ini Mekanisme Baccarat yang Perlu Dipahami Baccarat Banker dan RTP Tinggi, Begini Cara Membaca Angkanya dengan Benar Sudah Banyak Spin tetapi Scatter Belum Muncul? Begini Cara Memahami Probabilitas Putaran judi online atau investasi legal mana yang lebih aman 1 main game dapat point dana cuma 10 menit sehari begini caranya 1 pola main game penghasil gopay coin yang bikin lebih aman 1 ramai dibahas judi online tapi risikonya tak main main 1 main game dapat point ovo hasil uji coba yang aman 1 main game biasa atau game penghasil saldo dana mana cuan 1 gates olympus tumble multiplier karakter permainan zeus hit frequency mahjong wins rtp dan volatilitas karakter mahjong ways di era game mobile karakter mahjong ways mengikuti perkembangan game digital mahjong ways bertahan ditengah tren game mobile rtp mahjong wins durasi pengamatan data simbol premium mahjong ways 2 dalam kombinasi tumble beruntun sweet bonanza dinamika simbol cerah wild bandito mekanisme runtuhan nuansa wild west wild mahjong ways ubah susunan simbol dinamis