Informasi

Pembatasan Akses SIANAS dan Info Terkait Tahun Ajaran 2015/2016

Yth. Bapak/Ibu Sahabat AAT Terkait sudah berakhirnya Tahun Ajaran 2014/2015 pada 30 Juni kemarin, dan masuknya Tahun Ajaran baru 2015/2016, maka kami memberikan beberapa pengumuman penting. Mohon dapat menjadi perhatian Bapak/Ibu demi kelancaran Beasiswa AAT. A. Pembatasan Akses SIANAS Akses ke SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh) AAT akan ditutup sementara bagi donatur mulai tanggal 6 Juli 2015 dalam rangka update database anak asuh. SIANAS dibuka kembali untuk Donatur pada tanggal 13 Juli 2015. Pada tanggal 13 Juli 2015 ini, Bapak/Ibu sudah dapat melakukan pengambilan anak asuh yang baru. B. Perpanjangan Donasi Otomatis Kami infokan bahwa SIANAS akan meneruskan donasi secara otomatis, yaitu donasi yang sama seperti yang tercatat pada tahun ajaran 2014/2015 untuk 1 tahun ajaran berikutnya. Selain itu, pembayaran SPP anak asuh untuk tahun ajaran 2015/2016 sudah akan dimulai pada 1 Juli 2015. Terkait hal ini, jika karena suatu sebab bapak/ibu tidak bersedia melanjutkan donasi untuk tahun ajaran baru 2015/2016 maka mohon menyampaikan kepada Admin SIANAS dengan mengirim email ke beasiswa@aat.or.id paling lambat tanggal 15 Juli 2015. C. Donatur Menunggak Perlu diketahui saat ini masih ada ratusan donatur yang menunggak pembayaran SPP anak asuh. Tentu hal ini akan berdampak pada kelangsungan studi siswa terkait. Maka kami mohon bila ada diantara bapak/ibu belum melunasi kewajiban transfer SPP, harap segera mengakses SIANAS untuk membereskan tunggakan. Demikian informasi dari kami. Kepedulian Bapak/Ibu Sahabat AAT membuat anak-anak kurang mampu dapat terus bersekolah.   Salam hangat, Pengurus Yayasan AAT Indonesia   [qrcode content=”https://aat.or.id/pembatasan-akses-sianas-dan-info-terkait-tahun-ajaran-2015-2016/” size=”175″]  

Pembatasan Akses SIANAS dan Info Terkait Tahun Ajaran 2015/2016 Read More »

Wisuda Sarjana Anak Asuh AAT

Selamat dan sukses kepada Anak Asuh AAT yang telah diwisuda pada Wisuda Sarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta Periode IV Tahun Akademik 2013/2014, 30 Agustus 2014. Sdr. Fransiska Mulyani, Lulusan Terbaik, dengan Predikat Cum Laude, Program Studi Teknik Industri, Angkatan 2010, IPK : 3.97. Sdr. Maria Claudia Alma, Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan, Program Studi Akuntansi, Angkatan 2010, IPK : 3.44. Predikat Cum Laude diberikan jika IPK antara 3.51 – 4.00 dengan masa studi maksimal 5 tahun, dan tidak ada mata kuliah dengan nilai kurang dari B. Fransiska Mulyani dan Maria Claudia Alma adalah 2 anak dari 50 anak asuh AAT tingkat perguruan tinggi. AAT memiliki anak asuh mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi Indonesia. Mari Berpartisipasi Bagi para sahabat AAT yang belum memiliki anak asuh, kami mengajak untuk menjadi orangtua asuh bagi para mahasiswa yang menjadi staff administrasi AAT. Mereka merupakan pelaksana operasional dan lapangan dalam pengelolaan beasiswa AAT untuk 2.833 anak asuh di seluruh Indonesia. Untuk Beasiswa Perguruan Tinggi, AAT menggunakan sistem gotong-royong, dimana satu anak asuh dibantu beramai-ramai. Mengingat besarnya biaya pendidikan perguruan tinggi, tentu saja jika biaya tersebut harus ditanggung oleh satu orang akan berat sekali. Komitmen donasi cukup minimal Rp100.000 per bulan, jika mampu bisa lebih. Bagaimana caranya? Cukup sederhana : Login ke SIANAS ( http://sianas.aat.or.id ) dengan username dan password milik bapak/ibu >> pilih menu Donasi >> Pendaftaran Donasi >> isikan besarnya donasi yang dikehendaki >> scroll ke bawah >> Pilih Proses >> Setuju >> Selesai. Selanjutnya tinggal menunggu konfirmasi dari Staff Admin. Bila sudah terdaftar sebagai orangtua asuh mahasiswa, bapak/ibu bisa mengakses data-data serta perkembangan studi anak asuh mahasiswa yang dibantu. Jadi tunggu apa lagi? Segera login ke SIANAS, pilih donasi yang sesuai dengan keinginan bapak/ibu. Setiap uluran kasih yang kita berikan, membuat anak-anak kurang mampu dapat terus mengenyam pendidikan. Terima kasih.   [qrcode content=”https://aat.or.id/wisuda-sarjana-anak-asuh-aat” size=”175″]  

Wisuda Sarjana Anak Asuh AAT Read More »

Selamat Idul Fitri dan HUT AAT ke-12

Yth. Bapak/Ibu Sahabat AAT terkasih, Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2013 mencapai 28,07 juta (11,37%). Ini adalah fakta statistik untuk menjadi acuan sekaligus memberi gambaran betapa kemiskinan masih betah bercokol di negeri ini. Kemiskinan merupakan faktor yang masih menjadi problem untuk dibenahi. Dalam kerangka pendidikan, kemiskinan selalu menjadi penghalang bahkan momok untuk mewujudkan misi pemerataan pendidikan. Sampai sekarang, diskriminasi pendidikan antara si kaya dan si miskin seakan masih selalu ada. Selain angka kemiskinan yang masih tinggi bercokol, fakta semakin mahalnya biaya pendidikan tidak bisa dielakkan. Menurut Laporan UNICEF Tahun 2012, 2,5 juta anak usia 7-15 tahun tidak bersekolah. Anak-anak dari keluarga miskin berkemungkinan 4 kali lebih besar untuk putus sekolah dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga kaya. Padahal, pendidikan adalah senjata canggih pemutus rantai kemiskinan. Dua belas tahun yang lalu, Anak-anak Terang bermula dari sebuah gerakan kecil diinisiasi oleh sekelompok ibu yang peduli terhadap kelangsungan pendidikan formal untuk anak-anak di Kampung Jembatan, Cipinang, Jakarta. AAT berkembang, mulai dari sebuah komunitas dunia maya dengan komunikasi lewat mailing list hingga menjadi sebuah yayasan berbadan hukum. AAT bertolak dari 25 anak asuh, hingga menjadi ribuan anak asuh setiap tahunnya di seluruh Indonesia. Donatur-donatur AAT yang pada awalnya merupakan teman-teman dekat atau keluarga, sekarang menjadi ribuan partisipan dari berbagai daerah bahkan menembus batas negara. Tercatat beberapa donatur berdomisili di Singapura, Perancis, Hongkong, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Jerman, Belgia, Belanda, Qatar hingga Australia. Sebuah perkembangan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Di dalam AAT, kami melayani tanpa membedakan agama, suku, dan golongan. Baik dari sisi donatur maupun anak asuh, kesemuanya berasal dari berbagai agama, suku, serta golongan tanpa adanya perbedaan perlakuan. Para relawan, pendamping, pembimbing, serta penanggung jawab AAT yang secara keseluruhan berjumlah ratusan, mereka bekerja dengan tulus hati untuk melayani proses pemberian beasiswa untuk anak-anak asuh. Semua ini dikerjakan secara sukarela, tanpa menerima gaji/honorarium sama sekali. Luar biasa bukan ? Sebuah kerelaan yang semakin langka di bumi Indonesia, di saat orang-orang berlomba-lomba mengejar keuntungan bagi diri sendiri. Setiap pribadi yang berkarya di AAT adalah pemain kunci, tidak ada pemain cadangan! Entah sekecil apapun talenta yang diberikan, semuanya memegang peran penting dan mewarnai karya AAT. Bapak/Ibu terkasih, karya pelayanan AAT belumlah selesai. Masih banyak yang harus kita kerjakan bersama-sama. Saat ini masih terdapat ratusan anak asuh yang belum mendapatkan donatur. Mari kita mengajak segenap sahabat, keluarga dan handai taulan untuk ikut ambil bagian. Bersamaan dengan usainya Ramadhan tahun ini, menyongsong hari kemenangan, dan juga ulang tahun AAT yang ke-12 (1 Agustus 2002 – 1 Agustus 2014), atas nama segenap Anak Asuh, Pengurus, Relawan, Pembimbing dan Pendamping AAT, kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal ‘Aidin wal-Faizin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H bagi seluruh sahabat yang merayakan, sekaligus Selamat Ulang Tahun Anak-anak Terang ke-12.   Salam,   Hadi Santono Ketua Yayasan AAT Indonesia   [qrcode content=”https://aat.or.id/selamat-idul-fitri-dan-hut-aat-ke-12″ size=”175″]  

Selamat Idul Fitri dan HUT AAT ke-12 Read More »

Beasiswa Yayasan AAT Indonesia untuk UAJY

Bertempat di Ruang diskusi Gedung Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hadi Santono, ST., MT., Ketua Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia bersama DR. R Maryatmo, selaku Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menandatangani perjanjian kerjasama tentang pemberian beasiswa bagi mahasiswa UAJY pada Selasa (20 Mei 2014). AAT akan memberikan beasiswa penuh berupa SPP tetap dan SPP variabel selama 4 tahun masa studi, bagi mahasiswa UAJY program Sarjana Strata 1 (S1) yang berprestasi, dengan kriteria IP semester minimal 3.00. Penandatangan perjanjian kerjasama ini merupakan wujud nyata visi dan misi AAT untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak mampu namun memiliki kemampuan akademis yang baik untuk mengenyam pendidikan tinggi sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menyongsong masa depan yang lebih “terang” dan lebih baik. “Beasiswa AAT ini diberikan dalam dua bentuk yang pertama untuk mahasiswa lama. Mahasiswa yang terlanjur masuk ke perguruan tinggi namun di tengah jalan mengalami kesulitan ekonomi dalam menempuh studi. Kedua, untuk anak SMA yang berniat masuk UAJY tetapi tidak mampu namun berpotensi.” Jelas Hadi Santono, ST., MT.,. Melalui beasiswa ini, mahasiswa UAJY akan mendapatkan banyak manfaat. Tidak hanya menerima bantuan secara finansial, mahasiswa penerima beasiswa juga akan memperoleh banyak pengalaman yaitu dengan bekerja menjadi staff administrasi Sekretariat Beasiswa AAT Yogyakarta dan mengikuti program-program pendampingan dan pengembangan yang akan diberikan oleh AAT selama jangka waktu beasiswa. Saat ini sekitar 137 mahasiswa mendapatkan beasiswa, 12 diantaranya mahasiswa UAJY. Rektor Universitas Atma Jaya Yoyakarta mengapresiasi program AAT ini. “Saya sebagai rektor merasa program beasiswa ini merupakan program yang strategis karena lingkungan sangat membutuhkan aksi yang berdampak besar seperti ini.” Ungkap Dr. R. Maryatmo, MA. disalin dan sumber http://www.uajy.ac.id/berita/beasiswa-yayasan-aat-indonesia-untuk-uajy/   [qrcode content=”https://aat.or.id/beasiswa-yayasan-aat-indonesia-untuk-uajy” size=”175″]  

Beasiswa Yayasan AAT Indonesia untuk UAJY Read More »

Liputan Rekoleksi AAT 2014

RRI-Jogja News/L-09, Sebanyak 130 pemuda anggota Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia dari enam kota di Tanah Air, selama dua hari Sabtu dan Minggu (12-13 April 2014), mengikuti program Rekoleksi Nasional bertempat di Wisma Duta Wacana Kaliurang Yogyakarta. Koordinator Pelaksana Kegiatan AAT 2014, Ikka Marissa Roberta kepada RRI menjelaskan, ajang temu dari setiap relawan dan pembimbing dari Padang, Pontianak, Malang, Madiun, Purwokerto, Semarang dan Yogyakarta selaku tuan rumah, dimaksudkan untuk mempererat hubungan antar relawan yang berjuang meneliti langsung calon-calon penerima beasiswa di lapangan dalam tema “Good Attitude, Great Altitude”. Laporan dari UNICEF Tahun 2012 bahwa di Indonesia 2,5 juta anak-anak usia 7 (tujuh) hingga 15 tahun tidak bersekolah dan anak-anak dari keluarga miskin berkemungkinan empat kali lebih besar untuk putus sekolah dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga kaya.   Dalam forum diskusi, Romo Handoko dan Hadi Santono S.T., M.T. selaku pembina Yayasan memotivasi para relawan dan anak asuh untuk lebih mengembangkan kepribadian yang unggul dan mandiri. Rekoleksi merupakan program pendampingan AAT untuk mempersiapkan relawan dan anak asuh menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter kuat dan kompetensi yang baik, sehingga kelak mereka mampu meningkatkan prestasi. Yayasan AAT Indonesia adalah yayasan beasiswa teruntuk anak-anak kurang mampu untuk tetap bisa sekolah, berdiri sejak 1 Agustus 2002 dengan misi memberikan layanan beasiswa pendidikan formal bagi anak-anak asuh dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi yang kini tercatat ada 2.672 anak dengan dukungan 1.126 donatur. Info lebih detail bisa diakses pada email: beasiswa@anakanakterang.web.id. Adapun rekening untuk penyaluran Atas nama: Yayasan AAT Indonesia via BCA : 037-3-51111-8 dan Mandiri : 137-00-0044555-7. Dikutip dari berita Rekoleksi Anak-anak Terang Indonesia di Yogyakarta, http://www.rrijogja.co.id/nasional/sosial/5475-rekoleksi-anak-anak-terang-indonesia-di-yogyakarta   Rekoleksi Nasional Relawan AAT 2014 Sebanyak 5 mahasiswa Akademi Farmasi Theresiana (Theodora Laras W, Natalia Agasi, Risdya Wulansari, Fransisca Jenesia, Agnes Lensa) tergabung sebagai relawan dalam komunitas AAT (Anak-Anak Terang). Sejak Oktober tahun lalu kami bergabung dengan AAT dan banyak kegiatan yang sudah kami lakukan. Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 12-13 April 2014, AAT mengadakan rekoleksi nasional dengan tema “Good Attitude, Great Altittude”. Rekoleksi nasional ini diikuti oleh sekertariat AAT di seluruh Indonesia yaitu Semarang, Jogjakarta, Purwokerto, Malang, Madiun, Padang, dan Pontianak. Jumlah peserta dari seluruh sekretariat adalah sekitar 132 orang. Kami berangkat tanggal 12 April bersama anggota sekretariat AAT Semarang yang lain. Anggotanya meliputi mahasiswa dari beberapa universitas atau akademi di Semarang. Seperti AKIN, UNIKA, POLINESS, dan STIKOM. Sekitar pukul 07.00 WIB perjalanan dimulai menuju Kaliurang-Jogjakarta. Acara rekoleksi diadakan di Wisma Duta Wacana-Kaliurang. Kami tiba di Kaliurang sekitar pukul 11.00 WIB. Acara rekoleksi dimulai dari registrasi peserta, pembagian kamar, pembukaan, foto bersama dan foto masing-masing sekertariat, dan istirahat. Foto per sekretariat diupload di FB dan dilombakan. Foto dengan like terbanyak akan menjadi pemenang. Pemenang lomba foto ini adalah sekretariat Semarang. Kemudian dilanjutkan sesi I dengan pembicara Bapak Hadi Santoso selaku ketua Yayasan AAT Indonesia dengan topik “Pengelolaan Beasiswa Komunitas”. Lalu acara makan malam dan dilanjutkan sesi II dengan pembicara Rm. Handoko, MSC dengan tema pembicaraan “Open Your Mind and Change Your Attitude”. Melalui kedua sesi ini kami tentunya mendapat ilmu baru yang berguna bagi kami. Acara selanjutnya adalah perkenalan pembimbing AAT dari masing-masing sekretariat dan pensi atau performance dari masing-masing sekretariat. Setelah acara perkenalan, pengurus AAT memberikan apresiasi kepada 15 mahasiswa yang memiliki IPS dan IPK diatas 3,50. Salah satu mahasiswa Akfar mendapatkan apresiasi tersebut yaitu Natalia Agassi. Acara dilanjutkan dengan pensi hingga pukul 23.30. Masing-masing sekretariat memberikan penampilan yang dinilai oleh juri dan akan dicari pemenangnya, yaitu menyanyi, drama, tari-tarian. Pemenang pertama diraih oleh sekretariat Madiun, pemenang kedua sekretariat Semarang, dan pemenang ketiga sekretariat Jogja. Kemudian dilanjutkan istirahat dan tidur malam. Kegiatan hari kedua, 14 April 2014 adalah senam pagi pukul 06.00, makan pagi, outbond, acara penutupan, makan siang, dan foto bersama menggunakan jas almamater. Melalui acara ini kami mendapatkan banyak teman baru dari berbagai kota di Indonesia. Kami dapat saling berbagi cerita mengenai pengalaman selama bergabung di AAT maupun bercerita mengenai kuliah. Kami pun dapat saling bekerja sama melalui kegiatan outbond yang dibentuk kelompok secara acak, sehingga kami bertemu dengan teman baru dan belajar menjalin relasi yang baik dengan orang yang baru dikenal. Ketika acara penutupan terlihat semua relawan memakai jas almamater milik mereka, berbagai warna terlihat ada yang merah, coklat, kuning, biru tua, krem. Sangat menyenangkan bisa bertemu banyak teman baru dari berbagai daerah. Saat yang paling ditunggu adalah foto bersama dengan semua relawan dengan memakai jas almamater. Setelah itu masing-masing sibuk berfoto dengan yang lainnya sebagai kenang-kenangan. Tentunya ada rasa bangga dari kami mahasiswa akfar bisa bergabung dengan mereka semua. Kami berharap semoga ada relawan baru yang bisa ikut bergabung dengan AAT, terutama dari Akfar Theresiana. Credit : Natalia Agassi Dikutip dari berita Rekoleksi Nasional Relawan AAT 2014, http://akfar.theresiana.ac.id/berita/seputar-akfar-theresiana/459-rekoleksi-nasional-relawan-aat-2014   [qrcode content=”https://aat.or.id/liputan-rekoleksi-aat-2014″ size=”175″]  

Liputan Rekoleksi AAT 2014 Read More »

Rekoleksi AAT 2014 : Good Attitude, Great Altitude

Misi Anak Anak Terang (Yayasan AAT Indonesia) disamping memberikan pelayanan beasiswa pendidikan formal bagi anak-anak asuh, adalah mendampingi anak-anak asuh dengan perhatian dan kasih sayang sehingga anak-anak asuh dapat menyelesaikan pendidikan formal dengan baik. Dalam kenyataannya, misi pendampingan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelayanan beasiswa ternyata kurang mendapatkan perhatian dari kita semua, sehingga timbul begitu banyak persoalan-persoalan yang mengganggu proses belajar anak asuh yang akhirnya memberikan hasil belajar yang kurang baik. Program pendampingan dijalankan oleh AAT bertujuan untuk memotivasi anak asuh agar menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter yang kuat dan memiliki kompetensi yang baik, sehingga mampu untuk terus meningkatkan prestasinya. Pengembangan karakter dan kompetensi bagi para penerima beasiswa AAT beserta relawan Pendamping Komunitas (PK) menjadi fokus utama dalam program ini agar mereka mampu menjadi future leaders yang dapat membawa Bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Alumni dari program ini terus berkembang bersama AAT hingga sekarang. Mereka meniti karir di perusahaan-perusahaan ternama, sembari menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menjadi donatur bagi adik-adik asuh di AAT. Pay it Forward! * * * Sehubungan dengan pentingnya pendampingan ini bagi keberhasilan belajar anak asuh tingkat perguruan tinggi, maka AAT menyelenggarakan Rekoleksi dengan tema “Good Attitude, Great Altitude” bagi Relawan dan Pendamping Komunitas (PK) AAT pada tanggal 12-13 April 2014 di Wisma Duta Wacana, Kaliurang, Yogyakarta. Tujuan akhir dari rekoleksi ini adalah membina dan mengembangkan kepribadian yang unggul dan mandiri untuk seluruh Relawan dan Pendamping Komunitas (PK) AAT. Para peserta Rekoleksi adalah penerima beasiswa AAT tingkat perguruan tinggi dan para relawan mahasiswa yang dalam sehari-hari bertugas sebagai staff administrasi AAT dan Pendamping Komunitas (PK). Mereka mengelola 6 Sekretariat Beasiswa AAT, 1.126 donatur, dan 2.672 anak asuh di seluruh Indonesia! Rekoleksi diikuti oleh sekitar 150 orang. Mereka berasal dari Sekretariat AAT di Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Madiun, Malang dan Pontianak. Biaya yang dikeluarkan untuk sebuah acara seperti ini sungguh tidak kecil. Oleh karena itu, kami mohon kepada para Sahabat AAT untuk berkenan memberikan donasi untuk penyelenggaraan Rekoleksi ini.   REKENING BANK Donasi penyelenggaraan REKOLEKSI 2014 ditransfer ke rekening :   BCA KCP Kusumanegara – Yogyakarta a.n. Mariani a/c. 846 500 8004 Untuk identifikasi, harap tambahkan angka 252 ke dalam nominal transfer saat melakukan penyetoran dana. Contoh : Jumlah donasi yang akan dikirim: Rp. 100.000,- Maka jumlah transfer: Rp 100.000 + 252 = Rp 100.252,- Berita : “REKOLEKSI” Kirimkan konfirmasi melalui email ke: beasiswa@anakanakterang.web.id   DOWNLOAD PROPOSAL Unduh proposal (.PDF) Rekoleksi AAT 2014 di http://goo.gl/2Kw2Em   KONTAK PANITIA   IKKA MARISSA ROBERTA KETUA PANITIA Mobile : 0813 2661 2838 Email : ikka.marissa@gmail.com FB : Ikka Marissa PIN BB : 2645c675   ALOYSIUS HANDY WIBOWO SIE. USAHA DANA Mobile : 0898 556 7699 Email : h4ndy_4ever@yahoo.com FB : Aloysius Handy PIN BB : 24effce9   [qrcode content=”https://aat.or.id/rekoleksi-aat-2014-good-attitude-great-altitude” size=”175″]  

Rekoleksi AAT 2014 : Good Attitude, Great Altitude Read More »

Penandatanganan MoU AAT dan AKIN

“Anak Asuh Perguruan Tinggi adalah bagian integral dari AAT. Keberadaannya di AAT bukan sekedar untuk mendapatkan dana atau bantuan uang kuliah dan yang lainnya. Dengan penuh semangat, mereka mengambil bagian dalam pelayanan AAT, terutama dalam bidang administrasi. Di masa depan, mereka diharapkan menjadi penerus karya AAT. Oleh karena itu, kiranya tidak berlebihan kalau anak-anak asuh yang saat ini berada di Perguruan Tinggi merupakan masa kini dan masa depan AAT “(Rm. Ag. Agus Widodo, Pr.) Dalam pelayanan Beasiswa AAT, para penerima beasiswa AAT tingkat perguruan tinggi adalah ujung tombak pelayanan. Bersama dengan para relawan mahasiswa lainnya, mereka bertugas sebagai Staff Administrasi Beasiswa AAT dan menjadi Pendamping Komunitas (PK) bagi 132 sekolah/komunitas. Mereka mengelola 6 Sekretariat Beasiswa AAT, 1.126 donatur, dan 2.672 anak asuh di seluruh Indonesia. Mereka berada di Sekretariat AAT di Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Madiun, Malang dan Pontianak Program Beasiswa Anak-Anak Terang tingkat Perguruan Tinggi ini dijalankan oleh AAT sejak tahun akademik 2011/2012, bertujuan untuk memotivasi anak asuh agar menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter yang kuat dan memiliki kompetensi yang baik, sehingga mampu untuk terus meningkatkan prestasinya. Program Beasiswa Anak-Anak Terang tingkat Perguruan Tinggi telah meluluskan 4 orang. Alumni dari program ini terus berkembang bersama AAT hingga sekarang. Mereka meniti karir di perusahaan-perusahaan ternama dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menjadi donatur bagi adik-adik asuh di AAT. Tahun Ajaran 2013/2014, AAT memiliki anak asuh Perguruan Tinggi sejumlah 36 orang yang tersebar di 7 Perguruan Tinggi di Yogyakarta, Semarang, Madiun dan Purwokerto. Alokasi dana beasiswa untuk Perguruan Tinggi pada tahun ini hanya sebesar Rp 233.290.000 atau sebesar 13,91%. Jumlah yang masih sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan Staff Administrasi untuk melayani ribuan donatur dan anak asuh. Untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak mampu namun memiliki kemampuan akademis yang baik untuk mengenyam pendidikan tinggi, AAT menjalin kerjasama dengan AKADEMI KIMIA INDUSTRI (AKIN) SANTO PAULUS SEMARANG. Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Hadi Santono (Ketua Yayasan AAT Indonesia) dan Herman Yoseph Sriyana, S.Pd., MT. (Direktur AKIN Santo Paulus Semarang) disaksikan oleh Christianus Widya Utomo (Sekretaris Yayasan AAT Indonesia) dan Drs. T.A. Bambang Irawan, MT. (Pembantu Direktur AKIN Santo Paulus Semarang). Pada kesempatan itu juga Romo A.G Luhur Prihadi, Pr. sebagai Pastor Kepala Paroki Katedral dan Vikaris Episkopalis Semarang berkenan memberikan kata sambutan pada acara tersebut.   Secara umum, isi MoU AAT dengan AKIN Santo Paulus adalah mengenai kerjasama pemberian beasiswa kepada mahasiswa AKIN Santo Paulus dan kerjasama pengelolaan Sekretariat Beasiswa AAT Semarang yang beralamat di SMK Kimia Industri Theresiana, Jalan Pleburan No. 12 Semarang. Sri Sutanti, salah satu Dosen AKIN Santo Paulus Semarang berpendapat, “MoU AAT dengan AKIN Santo Paulus merupakan kerjasama yang baik. Siswa jadi punya kesempatan yang sama untuk belajar. Harapannya ke depan, beasiswa ini bisa lanjut terus dan anak-anak bisa mempertahankan prestasinya”. Senada dengan Sri Sutanti, Br. Konrad, CSA, Ketua Yayasan Santo Paulus Semarang berpendapat, “Senang ya bisa bekerja sama dengan AAT. Kerjasama ini bisa membantu mahasiswa AKIN yang kebanyakan berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah. Selain itu MoU ini juga merupakan media promosi bagi AKIN untuk para mahasiswa baru. Ke depannya, diharapkan pelayanan AAT dan AKIN di bidang pendidikan bisa makin meningkat dan berkualitas”. Elisabeth Lies Endjang, Bendahara AAT mewakili para pengurus AAT pada kesempatan tersebut menyatakan, “Bagus sekali, kesempatan anak-anak untuk kuliah jadi banyak. Apalagi anak-anak di sini banyak yang latar belakangnya dari keluarga tidak mampu. Dari hal-hal kecil seperti ini, dengan memberi kesempatan pada anak-anak untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi, kita membantu negara untuk mengentaskan kemiskinan. Hal ini dilakukan dengan bantuan dari orang-orang yang mampu. Dengan membuat anak-anak ini mampu untuk menolong dirinya sendiri, maka di masa depan ia akan mampu untuk menolong negaranya. Selain itu anak juga diharapkan selalu bersyukur dengan mengoptimalkan (potensi) apa yang ada pada dirinya. Tuhan Maha Kuasa” Acara Penandatanganan MoU AAT dan AKIN Santo Paulus Semarang juga diisi dengan Sosialisasi Beasiswa AAT kepada beberapa Kepala Sekolah di Semarang. Aloysius Sudarno, Kepala Sekolah SMP Agustinus Semarang menyatakan, “Menurut saya bagus ya, adanya MoU ini amat sangat membantu mahasiswa kelas menengah ke bawah. Apalagi dari sekolah kami yang bisa dibilang sekolah pinggiran, untuk masuk ke perguruan tinggi akan sangat kesulitan biaya. Namun dengan masuk AKIN, anak-anak bisa lulus dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lalu sudah bisa bekerja. Harapannya kerjasama ini bisa meluas dan tidak hanya di AKIN saja”. Penandatanganan MoU juga dihadiri oleh Donatur AAT. Emilda Handayani, salah seorang donatur AAT menyampaikan, “Saya sebenarnya baru mengenal AAT ya. Menurut saya MoU antara AKIN dan AAT ini bagus karena kampus bisa lebih tahu performa mahasiswa dan pengelolaan beasiswa secara administratif juga menjadi lebih mudah dan teratur. Harapan kami bahwa dana yang terkumpul oleh AAT ini bisa digunakan dengan lebih maksimal dan tepat pada sasaran”.     Diliput oleh : Hadi Santono Ikka Marissa Roberta   [qrcode content=”https://aat.or.id/penandatanganan-mou-aat-dan-akin” size=”175″]  

Penandatanganan MoU AAT dan AKIN Read More »

Workshop Menulis Bersama Rumah Media

Workshop Amal oleh Para Penulis “Kumcer Teenlit: Bukan Cupid” dari Rumah Media Minggu pagi, 16 Februari 2014, para relawan AAT Sekretariat Semarang tampak sibuk mempersiapkan workshop kepenulisan dengan tema “Write Your Love”. Workshop tersebut diisi oleh para penulis “Kumcer Teenlit: Bukan Cupid” dari Rumah Media. Acara yang diselenggarakan di SMK Kimia Industri, Jalan Sriwijaya (Kusumanegara) No. 104 Semarang ini dihadiri oleh para relawan AAT sekretariat Semarang, beberapa relawan dari sekretariat Yogyakarta, sekretariat Madiun, pengurus AAT, dan beberapa teman-teman dari Rumah Media. Menurut jadwal, acara dimulai tepat pukul 10 pagi. Namun, karena Mbak Ulin (pembawa acara) masih ada suatu hal, akhirnya acara baru dimulai pukul 10.45. Karena waktu semakin siang, akhirnya acara dibuka oleh Pak Wiwien Wintarto. Beliau adalah penulis, narasumber, sekaligus pegiat Rumah Media. Workshop dengan tema “Write Your Love” itu diawali dengan sambutan dari Bruder Konrad, CSA dengan gayanya yang khas. Bruder juga mengisi sambutan dengan membacakan sebuah syair cinta yang manis. Sebuah nasehat yang sangat menyentuh dan membawa kasih Tuhan di acara workshop amal semacam itu. Kala itu, bruder tidak seperti biasanya. Tangan beliau gemetaran saat menyenandungkan syair cinta tersebut. Selesai sambutan Bruder Konrad, CSA, dilanjutkan sedikit sambutan dari Pak Wiwien. “Rumah Media adalah bimbel menulis, wadah bagi siapa saja yang ingin belajar sama-sama tentang menulis karya sastra,” kata Mas Wien memulai sambutan. Rumah Media tidak hanya tempat belajar menulis, tetapi juga tempat memperdalam ketrampilan jurnalistik dan tempat untuk belajar broadcasting. Tak lama kemudian, Mbak Ulin datang. Intermezzo Mas Wien Wintarto dilanjutkan dengan perkenalkan para pengarang “Kumcer Teenlit: Bukan Cupid”. Kumcer tersebut ditulis oleh 14 pengarang. Beliau menjelaskan siapa-siapa saja pengarang didalamnya, ada Antonius Andrie, Christina Juzwar, Erlin Cahyadi, Esi Lahur, Irena Tjiunata, Janita Jaya, Lea Agustina Citra, Monica Petra, Nora Umres, Pricillia A.W, Sophie Maya, Theresa Bertha, Valleria Verawati, dan Wiwien Wintarto sendiri. Mereka adalah para penulis yang sudah melanglang buana dalam dunia tulis menulis. Penjelasan Mas Wiwien tentang Fiksionalisasi adalah materi selanjutnya. Fiksionalisasi adalah mengubah kisah nyata menjadi fiksi. Menurut penjelasan Mas Wiwien, ada 5 langkah yang dapat dilakukan untuk fiksionalisasi, yaitu : 1. Scene by Scene Yaitu membuat kisah secara runtut adegan demi adegan. 2. Rumus Hollywood Yang dimaksud Rumus Hollywood yaitu cerita yang diawali dengan perkenalan, konflik, lalu klimaks. Sama seperti Materi Bahasa Indonesia saat SMK. 3. Fluktuasi Emosi Memberi efek suasana emosional yang fluktuatif atau bahasa kerennya “labil”. Senang, tegang, sedih, dan bahagia, untuk mencampur adukkan suasana hati pembaca. 4. Efek Dramatik Menambahkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada agar cerita tersebut memberi kesan dramatis. Menambahkan hal-hal “alay” dapat dilakukan. Sesuai selera dan imajinasi masing-masing. 5. Tokoh Fiktif Mengembangkan adegan dan menambah tokoh-tokoh yang sebenarnya tidak ada. Menurut Pak Wiwien lagi, setelah kita dapat mengarang cerita, setidaknya dapat menghasilkan sebuah cerpen, kita dapat mencoba membuat novel. Ada beberapa tips bagaimana sebuah novel saat masuk penerbit dapat memiliki peluang yang besar untuk lolos seleksi. Beberapa tips yang diberikan yaitu: 1. Enam Halaman Pertama Saat teks novel kita masuk pada bagian editor, pertanyannya, “Apakah mereka membaca seluruh bagian novel yang kita kirim?” tentu saja jawabannya “tidak”, 6 halaman pertamalah yang mereka baca. Oleh karena itu, enam halaman pertama harus dikemas semenarik mungkin. 2. Adegan Pertama Unik Memberi kesan dini pada pembaca atas karya tulis sangat berguna untuk menarik perhatian pembaca dalam membaca karya anda. 3. Langsung Action/Dialog (bukan eksposisi maupun deskripsi) Deskripsi adalah penggambaran dan eksposisi adalah penjelasan suatu hal secara terperinci. Karya yang seperti itu membuat cerita terlihat berbelit-belit. Tentu saja penjelasan hal-hal di atas juga diselingi oleh joke-joke ala Mas Wien Wintarto agar materi tidak membosankan. Dan acara selanjutnya adalah makan siang selama setengah jam. Seusai makan siang, acara diambil alih oleh Mas Aulia A. Muhammad. Pembawa acara “Ruang Cinta” di salah satu acara televisi lokal di Semarang. Sama seperti Mas Wien, beliau juga penutur bahasa yang sangat baik dan selalu ada guyonan di sela-sela pemaparan materi. Mas Aulia ini juga sudah dua kali datang di acara AAT, seperti mas Wien.   Mas Aulia menjelaskan tentang kreativitas. Yaitu suatu kemampuan untuk berimajinasi dan menghasilkan ide-ide baru dengan mengombinasikan, mengubah, atau menerapkan sesuatu yang sudah ada dengan cara yang belum ada sebelumnya. “Tanpa kreativitas, suatu karya tidak akan memiliki jiwa dan terlihat mainstream,” jelasnya. Dalam kreativitas ini yang terpenting adalah jeli melihat peluang dan memanfaatkannya. Dalam kondisi apapun, peluang selalu ada. Kesempatan yang hanya datang sekali dan sangat rugi apabila kita hanya duduk terdiam tidak berbuat apapun. Mas Aul menunjukkan kemampuan kita pada setiap peluang, entah itu menulis, menjadi pembawa acara, dan sebagainya. Ini penting. Mas Aul juga menjelaskan tentang Bejana Kreativitas, Tembok Kreativitas, dan Sembilan Pil Perangsang. Yang dibahas satu persatu. Yang pertama ada Bejana kreativitas, yang terdiri dari empat hal. 1. Motivasi Personal Yang dimaksud di sini adalah keberanian sesorang untuk menantang diri dan menjawab tantangan tersebut untuk kemajuan hidupnya. 2. Lingkungan Lingkungan sebagai pembentuk kepribadian. Saat kita hidup di lingkungan yang penuh kreativitas, kita akan berkembang didalamnya. Begitupun sebaliknya. 3. Keahlian dan Keterbukaan Ahli didapatkan dari berlatih. Dan keterbukaan dilakukan dalam menerima kritik orang lain atas bentuk karya. Hal itu akan membuat jiwa kreatif terbentuk. 4. Proses Kegagalan dan keberhasilan adalah hasil akhir. Yang ditekankan di sini adalah bagaimana cara kita dalam mencapai hal itu. Dengan berlatih, mencoba hal-hal baru, dan tentu saja berusaha semaksimal mungkin. Materi kedua adalah Tembok Kreativitas. Apa saja itu? 1. Menyangkal Masalah Saat kita memiliki masalah, kita akan cenderung bersikap “saya baik-baik saja” dihadapan orang lain. Padahal kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Setiap masalah haruslah dihadapi. Berani menerima kekurangan adalah kuncinya. 2. Merasa Tak Mungkin/Bukan Aku Ketika kita melihat suatu peluang atau ditantang oleh suatu hal, banyak dari kita yang hanya diam karena kita merasa bahwa “ini bukan saya”. Karena apa? Tidak adanya kepercayaan diri sendiri bahwa kita dapat menerima tantangan itu. Saat kita mau berusaha untuk berkata “saya bisa melakukannya” dan mewujudkannya dalam aksi. Itulah memang yang seharusnya kita lakukan. 3. Ingin Terlihat Dewasa, Canggih, Tak Usil Kebanyakan orang ingin terlihat dewasa dan bersikap hati-hati di depan umum. Dunia anak misalnya, penuh kreativitas karena apa? Keluguan dan tak ada kata malu dalam kamus mereka. Mereka

Workshop Menulis Bersama Rumah Media Read More »

Bantuan Komputer untuk SMK Santo Yusuf Mejayan Madiun

Minggu, 5 Januari 2014, Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia memberikan bantuan 4 unit komputer dan 1 unit printer untuk SMK Santo Yusuf Mejayan Madiun. Komputer dan printer tersebut dibawa dari Semarang oleh Om Adhi, salah satu relawan AAT dari Semarang. Bantuan komputer diberikan oleh AAT karena kondisi komputer di SMK Santo Yusuf Mejayan sudah sangat memprihatinkan. Dari 5 komputer yang ada, hanya satu yang berfungsi dengan baik. Itu pun processornya masih Pentium III. Kondisi komputer yang ada saat ini menghambat proses pengajaran komputer di sekolah. Komputer yang disumbangkan adalah komputer yang bertipe Nettop (Netbook Desktop) dengan processor Dual Core AMD E350, RAM DDR3 4GB, Harddisk 320 GB, dan dengan monitor LED 16 AOC sebanyak 4 unit. Komputer ini bisa dibilang komputer canggih dengan kinerja desain grafis platform netbook. Meskipun canggih, komputer ini tidak boros listrik dan lebih ringkas karena bentuknya yang simpel. Karena pertimbangan itulah AAT memilih mini PC tersebut. Selain itu, AAT juga menyumbangkan 1 photo printer inkjet. Printer tersebut mampu mencetak dengan kecepatan hingga 4,8 ppm. Diharapkan, untuk kedepannya siswa dapat memanfaatkan komputer dan printer itu dengan semaksimal mungkin. Sebelum menuju ke Sekolah, Om Adhi singgah ke Universitas Katolik Widya Mandala Madiun untuk menemui teman lamanya yaitu Pak Anton. Pak Anton merupakan salah satu dosen Fakultas Psikologi di Universitas Widya Mandala Madiun. Dan ternyata sebelumnya, Om Adhi sudah pernah ke kampus, namun sudah bertahun-tahun lamanya, yaitu sekitar 13 tahun yang lalu. Setelah sedikit ngobrol dengan Pak Anton dan beberapa Pendamping Komunitas (PK) Madiun, Om Adhi berangkat ke sekolah SMK Santo Yusuf Mejayan dengan ditemani 3 PK yaitu Tiara, Rike, dan Novi Bria, serta 1 dosen Universitas Katolik Widya Mandala Madiun yaitu Pak Anton. Sesampainya di SMK Santo Yusuf Mejayan, Om Adhi dan kawan-kawan disambut oleh Pak Joko, Kepala Sekolah SMK Santo Yusuf Mejayan. Pak Joko hanya ditemani satu karyawan karena waktu itu hari Minggu. Mereka pun dipersilahkan masuk ke kantor. Setelah menyampaikan maksud kedatangan kami dan serah terima bantuan komputer dan printer, Pak Joko mengucapkan banyak terima kasih. Menurut Pak Joko, bantuan komputer dan printer itu sangat membantu dalam kegiatan pengajaran komputer di SMK Santo Yusuf Mejayan. Bantuan komputer seperti itu tidak hanya diberikan pada satu sekolah saja. Di tahun 2014 ini, AAT akan melanjutkan program bantuan komputer ini untuk sekolah yang benar-benar membutuhkan. Harapannya, dengan adanya komputer-komputer itu pengajaran komputer di sekolah tidak akan terhambat. Dan siswa dapat mengembangkan kreatifitasnya melalui bantuan komputer itu.   Rike Kotikhah Staff Admin AAT Madiun   [qrcode content=”https://aat.or.id/wawancara-dan-survei-smp-kanisius-raden-patah” size=”175″]  

Bantuan Komputer untuk SMK Santo Yusuf Mejayan Madiun Read More »

Rapat Pengurus Pusat

Rapat pengurus pusat Anak-anak Terang (AAT) dilaksanakan 2 hari, yaitu pada tanggal 26 Oktober sampai tanggal 27 Oktober 2013. Rapat pengurus pusat pada hari pertama dimulai pada pukul 15.00. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh PK (Pendamping Komunitas) atau Staff Administrasi sekretariat Yogyakarta dan perwakilan PK atau Staff Administrasi dari sekretariat Semarang, Madiun, dan Malang. Dalam Rapat itu dibedakan antara rapat PK Yogyakarta dan rapat pengurus pusat. Memang tidak semua PK yang ditunjuk untuk menjadi pengurus pusat bisa datang, tetapi itu sudah mewakili semuanya. Dalam Rapat tersebut dijelaskan tentang tugas yang harus dikerjakan oleh setiap divisi dan pemilihan bagian untuk setiap PK. Beberapa PK juga bisa memilih sendiri mau masuk ke divisi mana, yang dirasa lebih mereka kuasai. Tetapi ada juga yang sudah ditentukan oleh Mbak Alma dan Mbak Chika untuk bertugas dalam divisi tertentu. Tidak lama rapat itu berlangsung karena hanya menjelaskan gambaran tugas-tugas dan memilih bagian untuk pengurus pusat. Rapat pun selesai dan akan dilanjutkan pada keesokan harinya, yaitu hari Minggu tanggal 27 Oktober 2013. Rapat pada hari Minggu dihadiri oleh perwakilan PK dari sekretariat Madiun, Malang, dan Semarang. Walaupun ada PK yang baru tiba di Yogyakarta pukul 07.00 dan rapat dimulai pukul 08.00 pagi, tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap bersemangat dan berkumpul antar sesama PK dari berbagai sekretariat. Rapat pengurus pusat tersebut diawali dengan pengenalan SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh) kepada PK baru yang belum begitu tahu tentang SIANAS. Saat itu, Mbak Alma yang bertugas menjelaskan apa itu SIANAS kepada PK baru dan lama agar lebih mengenal lagi tentang SIANAS. Pembagian Divisi Setelah pengenalan SIANAS selesai, mulailah penjelasan untuk pengurus pusat. Beberapa PK yang hari sebelumnya belum sempat datang dan belum mengetahui pembagian divisi atau staff pengurus pusat dijelaskan kembali oleh Mbak Alma dan Mbak Cika. Kemudian dimulai dengan memilih bagian divisi oleh para PK yang belum mendapatkan bagian. Setelah semuanya masuk dan mendapat bagian dalam divisi masing-masing, mulailah penjelasan mengenai masing-masing tugas yang harus dilakukan oleh para pengurus pusat. Penjelasan tentang divisi dilakukan oleh Mbak Alma, Mbak Cika, dan Mbak Lia sebagai pengurus pusat yang lama dan memang yang sudah senior di antara yang lain. Divisinya dibagi menjadi 8 bagian, yaitu Divisi Keuangan yang diisi oleh Agustina Awalia Riyanti, Mahdalena Salupra, Mikaella Maria Dicna Advenia, dan Ryan Frederick, Divisi Kesekretariatan yang diisi oleh Brigitta Tri Damayanti, Lucas Kristiawan, dan Dhika M. Putera, Divisi Admin Media yang diisi oleh Ryan Frederick dan Maria Elisabeth Roberta, divisi Jurnalistik yang diisi oleh Rike Kotikhah, Divisi Kreatif yang diisi oleh Dica Herra Vidianti, Divisi Operasional yang diisi oleh Aloysius Handy Wibowo dan Rosalina Desti Wulandari, Divisi Data Base/SIANAS yang diisi oleh Caroline Nadia Laksita Devy, serta Divisi Beasiswa Perguruan Tinggi yang diisi oleh Ikka Marissa. Sebelum dilakukan penjelasan, pengurus masing-masing divisi berkumpul menjadi satu. Mereka mulai dijelaskan tugas-tugas setiap divisi. Kemudian tugas tersebut dibagi lagi sesuai dengan kesepakatan dan kemampuan setiap anggota divisi. Sehingga dalam satu divisi dapat saling bekerja sama menyelesaikan setiap tugas yang harus dikerjakan. Setelah mengetahui tugas masing-masing, penjelasan diperdalam dengan praktik langsung. Dalam praktik ini memang tidak bisa lengkap dan hanya dengan contoh saja. Penjelasan secara praktik ini meliputi banyak hal, contohnya saja tugas untuk mengunggah foto di web AAT, mengirim data, memasukkan/menginput data ke SIANAS, meng-update penerimaan transfer dari donatur, dan masih ada yang lain lagi. Penjelasan ini memang lebih lama dari yang sebelumnya yaitu penjelasan tentang SIANAS, karena penjelasan ini lebih detail dan harus benar-benar dimengerti oleh masing-masing pengurus, mengingat tidak setiap saat mereka bisa mendapat penjelasan lebih detail karena pengurus datang dari berbagai kota. Hal terakhir yang dilakukan yaitu sedikit penjelasan tentang pengurus sekretariat cabang. Tidak banyak yang harus dijelaskan karena hal ini tidak sekompleks tugas pengurus pusat. Karena semua dirasa cukup dan sudah selesai, rapat pengurus pusat pun berakhir pada siang hari dan ditutup dengan makan siang bersama.   Mikaella Maria Dicna Advenia Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/rapat-pengurus-pusat” size=”175″]  

Rapat Pengurus Pusat Read More »

duta76 perihoki aws algoritma profit wisata viral aws analisis scatter hitam mahjong aws atur ritme putaran mahjong aws kecepatan spin fokus keputusan aws panduan fase mahjong ways mahjong wild 2 memperlihatkan hasil berdasarkan dadu sicbo kerangka rtp live gates of olympus duta76 rtp live duta76 menjadi basis pemain dalam bermain mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza arah perkembangan mahjong wins 3 pragmatic blackjack kerap ditentukan konsistensi pemain duta76 starlight princess tantangan sebenarnya mahjong wild deluxe muncul saat tempo sicbo perihoki tidak berjalan stabil lucky neko alur cerita perihoki mahjong ways 2 pgsoft roulette perihokisering berkembang di luar perkiraan pemain wild west gold kejernihan analisis membantu memahami karakter dinamika mahjong wins 3 pragmatic blackjack harian sabung ayam sv388 perihoki pergeseran haluan mahjong wild 2 terjadi tanpa sinyal yang terlihat jelas duta76 sicbo gates of olympus mahjong ways 2 pgsoft bacarat menghadirkan alur rtp live hasil berbasis starlight princess duta76 strategi analisis pola jitu simbol mahjong wins 3 pragmatic blackjack dan scatter digital sweet bonanza duta76 hasil mahjong ways 2 pgsoft roulette terlihat konsisten dalam skema rtp live perihoki wild bounty showdown pola rtp live jitu mengantar pemain perihoki memahami arah main mahjong wins 3 pragmatic blackjack aztec gems keputusan spontan di mahjong wild deluxe dapat mempengaruhi arah sesi dadu sico perihoki gates of olympus pola rtp live perihoki menjadi rangka dasar dalam mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza taktik pola visual mahjong wins 3 pragmatic blackjack perihoki terkadang memberi petunjuk starlight princess keseimbangan emosi pemain duta76 mahjong ways 2 pgsoft berpengaruh pada keputusan roulette sabung ayam sv388 framework pola rtp jitu sekuensial mahjong wins 3 pragmatic blackjack transisi algoritma duta76 wild bounty hunter aws ekonomi digital probabilitas scatter aws evolusi mahjong digital 2026 aws formulasi transisi grid rtp aws ide turbo spin fokus aws konsistensi mahjong hujan scatter aws matematika peluang update rtp aws panduan visual simbol mahjong aws plot twist scatter hitam aws review putaran malam mahjong aws strategi modal umkm mahjong audit sistemik performa mahjong ways dinamika arus mekanik virtual metodologi bermain santai rasio pengembalian efektif target 65 juta kriptoanalisis struktur grid mahjong wins 3 dekoding dinamika sistem manajemen arus kas internal arena digital capaian 65 juta arsitektur strategi anatomis mahjong wins 3 probabilitas scatter hitam proyeksi stabilitas algoritma mahjong ways 2 hiburan digital 2026 signifikansi formasi simbol awal sesi pemandu strategi pemain ahli efektivitas disiplin teknis algoritma sistem akumulasi 34 juta navigasi alur terarah rasio pengembalian sistem target 90 juta analisis tren strategi santai viral target 22 juta efisien