Artikel

Img 20171219 Wa0054 1024x768

Ceria Natal dengan Modal Minimal Kreasi Maksimal

Modal Minimal Hasil Maksimal Begitulah taglinenya. Kami datang disambut ceria warna-warni hiasan natal di setiap kelas dan pojok-pojok sekolah. Saya berkeliling sekolah untuk foto-foto dokumentasi, ada seorang guru meminta saya untuk menengok setiap kelas, karena tiap kelas beda pohon natal. Pohon natal hasil karya anak-anak didik berbahan barang bekas. Kelas sudah sepi. Anak-anak sudah pulang sekolah. Saya dengan bebasnya mendokumentasikan sudut-sudut kelas dengan kamera handphone. Tak mau terlewat sedikitpun sudut, semua sangat ceria dengan hiasan. Jika diperhatikan lebih dekat, hiasan natal dan hiasan kelas merupakan hasil karya anak-anak sendiri dari bahan-bahan murah meriah mudah didapat di sekitar sekolah. Beberapa mozaik dinding dibuat dari pelepah pisang kering. Menarik perhatian di luar kelas, di depan ruang guru, beberapa guru sedang merangkai pohon natal dari kayu-kayu bekas dan kawat-kawat bekas. Penasaran juga dengan hasilnya nanti. Rasa penasaran akan hasil karya anak anak dan para guru di SD Katolik Bhakti Rogojampi Banyuwangi ini, saya dikenalkan dengan Kepala Sekolah via telepon oleh relawan AAT(Anak Anak Terang) di Sekretariat Malang. Beliau adalah Bapak Rion Moll Kondou, Kepala Sekolah SD Katolik Bhakti Rogojampi. Pertanyaan saya kepada beliau “mengapa ada banyak hiasan natal terbuat dari barang bekas?” Ini awal mula adanya inisiatif membuat hiasan natal dari barang-barang bekas. Ketua Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang, Romo Bonifasius Hudiono Pr, menghimbau kepada semua Kepala Sekolah yang ada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Karmel untuk kreatif di masa Natal ini. Ada kurang lebih 75 sekolah yang dinaungi oleh Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang. Dengan kondisi Yayasan dan Sekolah yang berhemat, dihimbau untuk bisa menyambut natal dengan kreatifitas barang bekas. Bukan dengan hiasan natal yang sudah jadi yang harus dibeli buatan pabrik. Manfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai di sekitar sekolah. Jika perlu buat sebuah perlombaan yang bisa menggerakan keikutsertaan aktif murid anak didik, guru dan orang tua murid. Deadline lomba 3 hari. 12-14 Desember 2017. Pengumuman pemenang lomba 9 Januari 2018. Semua terlibat, baik murid maupun guru. Semua berkreasi. Bahan-bahan yang digunakan antara lain tas plastik bekas, bekas bungkus mie instan, botol plastik bekas, kayu bekas, kawat bekas, kertas warna bekas, dan semua kertas bekas yang tak terpakai yang ada di dalam kelas, ruang guru, ataupun ruang kantor. Dengan segala keterbatasan para murid berkreasi. Sekolah-sekolah Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang memang berorientasi kepada pendidikan anak-anak tidak mampu secara ekonomi. Berpihak kepada kaum miskin. Subsidi silang. Siswa mampu mensubsidi siswa tidak mampu. Tidak heran ada yang SPP di atas 100rb untuk SD, dan ada yang SPP 7 ribu untuk siswa sangat tidak mampu. Dengan tagline Modal Minimal Hasil Maksimal. Menyambut Natal dengan penuh keceriaan tanpa keluar banyak biaya. Kemeriahan menyambut kelahiran Kristus dalam kesederhanaan penuh kreatifitas. Beban defisit operasional sekolah dan Yayasan tidak menghalangi kemeriahan Natal. Kebahagiaan tetap sama, rasa sama, modal berbeda. Tujuan diadakan kegiatan di atas menurut Bapak Kepala Sekolah adalah utamanya merayakan Natal 2017. Tujuan lain adalah menanamkan ke jiwa anak anak bahwa tidak semua barang bekas itu tidak menarik atau tidak dapat dipakai lagi.Selain itu, menciptakan sinergi yang baik antar warga sekolah, dalam hal ini guru, murid, paguyuban, dan komite. Kegiatan ini melibatkan semua. Juga membuka pikiran anak jaman sekarang untuk kreatif berusaha menciptakan karya sendiri, karena anak jaman sekarang suka kepada hal-hal yang instan. Dan hasil karya kebersamaan menyambut Natal terpancar nyata dalam foto-foto dokumentasi yang kami terima. Sungguh luar biasa. Kreasi tanpa batas. Selamat berlomba anak-anakku, SemangAAT! Adhi Christ (Kepala Divisi Sistem Informasi Beasiswa Yayasan AAT Indonesia) From Rogojampi with Love

Ceria Natal dengan Modal Minimal Kreasi Maksimal Read More »

20171214 114857 1024x576

Kunjungan ke Sekolah SD Katolik Bhakti Rogojampi

Kali ini, 14 Desember 2017, relawan AAT ( Anak Anak Terang ) Pusat dan Sekretariat Malang mengunjungi SD Katolik Bhakti Rogojampi. Letaknya di ujung timur Banyuwangi/Pulau Jawa. Dekat dengan selat Bali. Ini adalah sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang. SD Katolik Bhakti Rogojampi adalah salah satu sekolah yang dibantu beasiswa oleh Yayasan AAT Indonesia ( Anak Anak Terang ). 304 km jaraknya dari kota Malang. Kami berempat, Adhi, Emi, Tata, Ella berkunjung ke SD Katolik Bhakti Rogojampi dengan tujuan sosialisasi pengelolaan beasiswa Anak Anak Terang dan pelatihan Sistem Informasi Anak Asuh (SIANAS). Pelatihan SIANAS ini dimaksudkan untuk mendorong penggunaan sistem online untuk pelaporan mandiri oleh pihak sekolah. Selama ini pelaporan beasiswa dari pihak sekolah dilakukan oleh Pendamping Komunitas (relawan mahasiswa). Untuk memperlancar pelaporan beasiswa dan mempercepat proses pelaporan, kini, Penanggung Jawab(PJ) Sekolah dilibatkan aktif. Kami disambut dengan sangat luar biasa oleh pihak sekolah. Kebetulan Kepala Sekolah SDK Bhakti Rogojampi di sedang rapat di Malang. Di SDK Bhakti Rogojampi, kami disambut oleh guru-guru yang memang masih berada sekolah usai jam pelajaran untuk menyelesaikan tugas-tugas administrasi sekolah. Tahun ajaran 2017/2018 ada 2 Anak Asuh Anak Anak Terang dari SDK Bhakti Rogojampi. Semoga di Tahun Ajaran 2018/2019, SDK Bhakti Rogojampi dapat mengajukan calon penerima beasiswa baru. Tentunya dengan segala kesiapan Penanggung Jawab Sekolah untuk sistem pelaporan beasiswa yang baru yaitu dengan sistem online. PJ Sekolah langsung memiliki ID PJ dan akses langsung ke SIANAS yang terhubung dengan AAT dan donatur. Sosisalisasi dilakukan oleh Penanggung Jawab Sekretariat Malang (Emi), dan relawan Pendamping Komunitas Sekretariat Malang. Dan saya berkeliling sekolah untuk peliputan dokumentasi sekolah. Melihat kelas-kelas yang ada, wawancara dengan para guru yang masih ada di sekolah. Karena sekarang masa menyambut Natal, ornament kemeriahan Natal ada di mana-mana. Di setiap kelas ditemukan pohon-pohon Natal dan hiasan Natal lainnya. Pohon Natal dan hiasan Natal ini hasil karya anak-anak didik SDK Bhakti Rogojampi. Di tembok sekolah terdapat lukisan 3D hasil karya para guru. Natal kali ini menjadi berbeda dari Natal-Natal sebelumnya. Menyambut Natal, sekolah mengadakan kompetisi lomba membuat pohon Natal dan hiasan Natal dari barang-barang bekas tak terpakai yang mudah ditemukan di sekitar sekolah. Dari mulai tas plastik bekas, kertas warna bekas, kawat bekas, bungkus mie instan dan lain-lain yang bekas-bekas. Selama ini barang-barang ini hanya menjadi sampah yang dibuang saja. Tapi kali ini, dengan modal minimal hasil maksimal, sekolah memancing kreatifitas para murid dan para guru untuk merubah sampah menjadi berkah meriah. Dalam waktu 3 hari, semua murid, guru, wali murid, paguyuban sekolah, dan komite sekolah berlomba-lomba membuat pohon natal yang paling indah. Tujuan diadakan acara lomba ini, menurut Bapak Kepala Sekolah Bpk Rio Moll Kondou, melalui wawancara telepon, adalah untuk menumbuhkan kreatifitas tanpa batas para murid dari bahan-bahan bekas yang tampaknya tidak bisa dipakai lagi. Dan, untuk mengurangi budaya konsumtif di diri anak anak murid sejak dini. Anak jaman sekarang begitu mudah mendapatkan segala sesuatu dengan cara instan. Kali ini mereka harus berusaha menciptakan sesuatu. Good job anak anak! Good job Sekolah! SemangAAT! Salam Anak Anak Terang. From Rogojampi with love

Kunjungan ke Sekolah SD Katolik Bhakti Rogojampi Read More »

IMG 20170527 WA0016 1024x768

Tidak menyia-yiakan Kepercayaan

Oleh: Dira Nur Agista Nama saya Dira Nur Agista, saya mahasiswi prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun semester 5. Sudah 2 tahun ini saya menjadi anak asuh dari beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia. Dengan bantuan donator dan pengurus-pengurus AAT lainnya saya bisa melanjutkan pendidikan S1 saya dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Di sekretariat saya selain menjadi pendamping komunitas dari SMK St. Bonaventura 2 Madiun dan SMPK Garuda Parang saya juga menjadi bendahara sekretariat Madiun. Ilmu akuntansi yang selama ini saya pelajari sangat berguna ketika diterapkan. Selain menjadi bendahara sekretariat saya juga membantu tim public relation AAT dengan menjadi admin sosial media (sosmed), yaitu: instagram dan twitter AAT. Setiap ada berita atau kegiatan dari relawan AAT dari berbagai sekretariat kami sebagai tim public relation harus selalu segera mengupload-nya ke sosmed AAT agar para donator mengetahui dan hal tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada donatur. Saya terkadang masih sering kesulitan mencari bahan posting dan menulis caption apa yang sesuai dan menarik, namun berkat kerjasama tim public relation semua permasalahan tersebut teratasi. Saya sangat senang bisa mengenal relawan dari berbagai sekretariat. Walaupun dari mereka merupakan relawan dan bukan anak asuh, kepedulian mereka sangat menginspirasi saya untuk lebih konsisten dengan tugas yang diberikan kepada saya agar semakin banyak donatur dan lebih banyak lagi anak Indonesia yang nyaris putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan-nya sama seperti saya. Di semester 5 ini banyak sekali kegiatan yang saya ikuti disela-sela waktu kuliah. Mata kuliah semester 5 ini juga sangat berat dari pada semester sebelumnya. Kita sudah memulai fokus terhadap bidang akuntansi dan mempersiapkan skripsi. Mulai tahun ini saya di beri kepercayaan oleh seluruh teman-teman 1 program studi menjadi Ketua HMPS Akuntansi. Walaupun saya menyadari akan semakin banyak lagi tugas yang harus saya lakukan, baik tugas kampus sebagai ketua HMPS, tugas sebagai mahasiswa dan yang lebih penting tugas melayani sebagai relawan AAT. Kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya sebagai anak asuh AAT tidak akan saya sia siakan. Saya akan selalu berusaha keras menyelesaikan studi S1 dengan tepat waktu dan nilai terbaik, selain itu juga akan selalu memperbaiki kerja saya sebagai anak asuh dan relawan AAT. Terima kasih AAT. *Dira Nur Agista, Mahasiswi prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

Tidak menyia-yiakan Kepercayaan Read More »

IMG 20170429 WA0007 1024x576

Kunjungan ke Yayasan Panti Rini dan SD Maria Purworejo

Oleh: Korneles Materay Tanggal 29 April 2017, Anak-Anak Terang (AAT) Sekretariat Yogyakarta melakukan kunjungan ke dua sekolah/komunitas yang menerima beasiswa AAT. Kesempatan kunjungan ini dilakukan oleh 3 orang Penanggungjawab Komunitas (PK) yaitu Novia, Nyong dan Neles. Setelah menempuh perjalanan dengan kendaraan sepeda motor sekitar 2 jam akhirnya kami pun tiba di tempat tujuan pertama yaitu, SD Maria Purworejo. Kami disambut dengan hangat oleh pihak sekolah.   Kami lalu mengutarakan maksud kunjungan tersebut. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka koordinasi dan membangun komunikasi untuk menggali kendala administrasi pelaksanaan beasiswa AAT selama ini. Ibu Christi selaku Penanggungjawab Sekolah (PJ) mengatakan bahwa keterlambatan pihak sekolah dalam melaksanakan kewajiban administrasi karena adanya kesibukan akreditasi sekolah. “Kami masih sibuk menghadapi akretasi sekolah, jadi maaf ini terbengkalai. Tetapi kasih kami kesempatan untuk memperbaikinya sesegera mungkin”, pungkasnya. Selain itu, dikeluhkan oleh bu Christi bahwa di sekolah tersebut hanya dirinya yang menaruh perhatian penuh ke beasiswa AAT. “Dulu ada kepala sekolah yang sama seperti saya memahami beasiswa AAT, namun sekarang ini kepala sekolahnya telah diganti. Dia (kepala sekolah) mengatakan kepada saya “bu Christi, kalau mau dilanjutkan silahkan, kalau tidak, tidak apa-apa”, tambahnya. Bagi PJ seperti Bu Christi, dia merasa sangat prihatin sehingga selalu bertekad untuk mempertahankan keberlanjutan beasiswa AAT karena faktanya masih ada anak-anak yang butuh beasiswa AAT. Setelah mengetahui kendala tersebut, waktu tersisa kami pergunakan untuk langsung mengajarkan cara menggunakan sistem SIANAS. Sekitar 30 menit belajar SIANAS, Ibu Christi mengatakan sudah bisa mengakses SIANAS. “Kalau menggunakan aplikasi seperti ini kan bagus, saya bisa lebih mudah mengakses dan tidak banyak tanya-tanya”, kesannya. Kami juga memberikan undangan pelatihan SIANAS yang akan diadakan pada bulan Juni untuk seluruh PJ se-Sekretariat AAT Yogyakarta. Setelah berpamitan, kami melanjutkan kunjungan ke Yayasan Panti Rini disambut Sr. Rachel. Kami menjelaskan hal yang sama kepada Sr. Rachel bahwa kedatangan kami adalah untuk mengetahui kendala administrasi pelaksanaan beasiswa AAT selama ini. Memang Sr. Rachel bukanlah PJ karena waktu itu PJ Panti Rini sedang keluar kota. Tetapi waktu tersebut dipergunakan untuk memperkenalkan beasiswa lebih dalam lagi. “Saya akan mencoba untuk mem-back-up. Saya akan lakukan komunikasi sama PJ ya”, pungkasnya. Berbeda dengan apa yang kami lakukan di SD Maria, tidak ada pelatihan SIANAS di Yayasan Panti Rini karena keterbatasan yang ada baik fasilitas laptop dan lainnya. Kami juga memberikan undangan pelatihan SIANAS. Berkenaan dengan maksud kedatangan tersebut baik SD Mari Purworejo maupun Yayasan Panti Rini berjanji akan menyelesaikan semua administrasi yang meliputi tanda terima, kwitansi dan rapor yang tersisa. Bahkan SD Maria Purworejo kami langsung meminta berkas untuk di proses. #AnakAnakTerang #CegahPutusSekolah

Kunjungan ke Yayasan Panti Rini dan SD Maria Purworejo Read More »

IMG 20170423 WA0000 1024x767

Tersesat di Jalan yang Tepat…

Oleh : Bernadus Anggo Seno Aji Mungkin seperti itu rasa yang saya rasakan bergabung dengan AAT. Tahun 2014 merupakan tahun pertama saya bergabung dalam AAT. Awalnya, saya diundang oleh alumni kampus yang kebetulan menjadi pengurus AAT Indonesia untuk berkumpul di rumah salah satu alumni juga, sebut saja Mas Koko. Di iming-imingi makan gratis, sebagai anak kos sejati, saya tidak akan melewatkan kesempatan tersebut. Walaupun, sebenarnya juga tidak tahu apa itu AAT, yang penting datang dulu. Ketika hari yang ditentukan tiba, saya dan beberapa teman datang ke rumah Mas Koko. Kami yang tidak tahu apa-apa tentang AAT dijelaskan tentang apa itu AAT dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan AAT. Hal yang paling mengejutkan adalah kami saat itu juga ditunjuk sebagai pengurus AAT Bandung, dan kebetulan saat itu saya dipercaya untuk mengkoordinir temen-temen sebagai Koordinator Pendamping Komunitas (PK) Bandung. Dapat di bayangkan saat itu, saya merasa seperti “orang buta menuntun orang buta”. Saya yang tidak tahu apa-apa tentang AAT, harus menuntun teman-teman relawan untuk berkegiatan di AAT. Namun, saya tidak ingin mengecewakan para pendamping yang telah memercayai saya untuk menjadi Koordinator Pendamping Komunitas (PK) Bandung. Bermodalkan tanya-tanya dan bantuan dari bapak ibu pendamping di AAT Bandung, akhirnya tanggal 10 Mei 2014 kami menyelenggarakan sosialisasi pertama AAT Bandung. Dalam acara sosialisasi itu, kami mengundang para kepala sekolah dan memperkenalkan Yayasan AAT Indonesia beserta memberikan informasi mengenai prosedur pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang mampu. Banyak hal yang harus dilewati setelah itu, kami menyeleksi proposal yang masuk, survei ke sekolah-sekolah yang mengajukan proposal, dan melakukan wawancara anak asuh. Semua itu menjadi pengalaman baru dan membuat saya ingin semakin dalam “tersesat” disini. Padahal, waktu itu saya sedang berada di tingkat akhir dan mengerjakan tugas akhir. Tetapi, pengalaman dan cerita-cerita calon anak asuh membuat saya lebih bersemangat untuk menyelesaikan tugas akhir saya dan dengan segala usaha saya dapat lulus tepat waktu. Setelah lulus S1, motivasi untuk melanjutkan sekolah juga salah satunya datang dari semangat anak asuh yang mau sekolah tinggi tapi terkendala biaya, sedangkan saya ada kesempatan untuk melanjutkan kuliah. Sharing dengan pendamping AAT juga semakin mendorong saya untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah. Setelah S2 beban serta tanggung jawab pasti bertambah, apalagi beban menyelesaikan thesis, tetapi karena sudah merasa seperti keluarga dengan AAT Bandung, serta ingin melihat anak-anak yang tidak seberuntung saya bisa mengapai cita-citanya, saya membulatkan tekad untuk tetap aktif berkegiatan di AAT Bandung. Banyak Pengalaman, cerita anak asuh dan kejadian yang saya alami di AAT, semua hal itu telah tertulis didalam buku kehidupan saya. Sekarang sudah 2 tahun lebih saya merasakan “ketersesatan” tersebut, tapi sampai saat ini juga saya dapat bersyukur karena saya telah “tersesat” di jalan yang tepat. *Bernadus Anggo Seno Aji, adalah mahasiswa Pasca Sarjana (S2) Jurusan Informatika Telkom University Bandung. Relawan Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia Sekretariat Bandung.

Tersesat di Jalan yang Tepat… Read More »

IMG 20160906 WA0002

Tak Menyangka Dibantu Kuliahnya

Oleh : Atikah Maulidya Waber Assalamualaikum wr wb, Nama saya Atikah Maulidya Waber. Saya adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara yang lahir pada 20 tahun silam di Bogor Jawa Barat. Sejak umur 6 bulan saya sudah menjadi seorang yatim, karena papa meninggal akibat kanker tulang sampai saat ini hanya mengetahui sosok papa dari foto saja.  Jadi mamalah yang merangkap sebagai bapak. Sayangnya, mama telah meninggal dunia 4 tahun yang lalu karena sakit komplikasi. Mama pergi begitu mendadak karena meninggal ketika acara pernikahan kakak pertama saya di Magelang. Mungkin itulah jalan Tuhan, kami hanya bisa berpasrah dan merelakan semuanya. Mama sosok pekerja keras, tetapi setelah kepergiannya perhatian penuh kasih sayang diperlihatkan oleh tante kepada kami. Tante telah memberikan banyak hal kepada kami sejak mama masih hidup. Tante sosok yang sabar, bisa dibilang tante sebagai pengganti orang tua saya saat ini. Saya sendiri sekarang tinggal bersama tante di Madiun. Tante saya belum menikah dan umur tante kira-kira 55 tahun. Biaya kuliah awalnya ditanggung oleh tante. Ada cerita yang menarik ketika saya masih menempuh pendidikan SD-SMP dimana saya masih tinggal di Cibinong-Bogor. Di sana peran tante sangat begitu berjasa. Pada masa itu, saya diurus oleh tante karena mama harus bekerja untuk membiayai kehidupan kami. Mama saya seorang mualaf. Karena pada dasarnya keluarga mama dan tante adalah non-muslim. Karena mama masih belajar juga, maka sejak TK sampai SMP anak-anaknya dimasukan di sekolah berbasis islam. Meskipun tante adalah seorang yang beragama non-muslim kita sangat menjunjung tinggi toleransi antara satu dengan lainnya. Setiap hari yang masak dan mengurus semuanya adalah tante. Tante rajin mengantarkan anak-anak mama (kami) untuk mengaji di masjid, mengikuti abang (kakak pertama saya) lomba adzan, mengantarkan mba Fitri (kakak perempuan saya) ke lomba mewarnai, mengantar mas Nanang (kakak kedua saya) ke lomba sepak bola antar kabupaten. Tante sering mengingatkan untuk sholat lima waktu. Jika bulan puasa tante ikut bangun pada waktu sahur, ikut membantu menyiapkan menu sahur, ikut menemani saya selama sahur. Begitu pula saat berbuka tante menyiapkan menu untuk berbuka puasa, dan mengingatkan untuk berangkat ke Masjid menunaikan ibadah shalat tarawih. Berbeda ketika di hari minggu. Tante harus libur, mama menyuruh tante untuk pergi ke gereja dan istrirahat saja. Kami sangat menghormati tante dan tante pun menghormati kami juga. Walaupun hidup dengan pas-pas-an, anak-anak mama tetap bersyukur dengan semua yang diberikan. Sekarang ini, saya sudah semester 6 kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun jurusan Akuntansi. Saya sangat berterimakasih kepada Beasiswa Anak-Anak Terang yang sudah membantu saya selama hampir 2 tahun, jadi saya bisa membantu tante meringankan biaya kuliah. Terimakasih untuk donatur yang telah membantu saya. Dulu saya tidak menyangka akan kuliah sampai saat ini setelah kedua orangtua saya meninggal. Sekali lagi saya berterimakasih kepada beasiswa AAT telah membantu saya. Semoga kelak saya dapat membantu adik-adik-ku yang juga ingin bersekolah dan mencapai cita-citanya. Amin. *Atikah Maulidya Waber, adalah mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Tak Menyangka Dibantu Kuliahnya Read More »

552310 440181926015404 1179625821 N

Memahami Keistimewaan Tuhan Melalui AAT

Oleh : Janis Adi Wicaksono Setiap dari pada kita diciptakan oleh Tuhan secara istimewa. Maksud, tujuan, ataupun rencana yang Dia kerjakan itu sungguh sangat istimewa bagi setiap manusia. Mungkin banyak orang tidak menyadari, namun kita perlu memahami bahwa setiap orang itu istimewa di mata Tuhan. Ketika setiap orang dapat memiliki pengertian bahwa semua pribadi itu istimewa, sikap hati yang selalu bersyukur akan dimiliki, sikap peduli dan rela berbagi akan senantiasa terjadi. Menjadi salah satu anak asuh penerima beasiswa Yayasan AAT (AAT) Indonesia adalah bukti betapa diri saya yang tidak sempurna ini dijadikan Tuhan menjadi pribadi yang sangat istimewa di mata-Nya. Saya sangat bersyukur akan hal tersebut. Banyak hal boleh saya dapatkan, baik pengalaman, pengetahuan, dan juga indahnya sebuah kebersamaan. Keistimewaan demi keistimewaan Tuhan kerjakan dan lakukan melalui tim yang luar biasa tersebut. Mungkin bisa menjadi lebih sibuk dari anak-anak muda yang lain, namun hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan dan sukacita tersendiri. Karena katanya, orang yang memiliki kesibukan atau ada hal yang menuntut untuk dikerjakan berarti dirinya adalah orang yang berguna dan tidak menyia-nyiakan waktu hidup yang ada. Kesibukan yang bermakna, berguna, dan semoga senantiasa memberkati banyak orang. Berbicara tentang keistimewaan yang Tuhan lakukan dalam diri saya dapati ketika bergabung di AAT. Saya menjadi salah anak asuh di Sekretariat Madiun, Jawa Timur, sekaligus menjadi pendamping komunitas/sekolah SMK Katholik Santo Yosef Cepu. Selama kurang lebih setahun sudah saya menjadi bagian dari proyek besar yang sedang dikerjakan oleh Yayasan AAT  Indonesia yaitu untuk menolong setiap adik-adik yang kurang mampu namun memiliki kemauan untuk tetap terus belajar dan berprestasi. Sebagai seorang anggota dan/atau anak asuh dan pendamping komunitas sebuah sekolah, mungkin hanyalah sebagian kecil dari sebuah proyek besar yang dilakukan Yayasan AAT Indonesia tersebut. Namun hal tersebut membuat saya sadar bahwa itu sebuah kebangaan yang sangat patut untuk disyukuri. Mungkin tidak terlalu banyak yang bisa saya lakukan, namun semoga kiranya hal tersebut dapat menjadikan saya sebagai saluran berkat Tuhan bagi banyak orang, terkhusus untuk adik-adik yang ada di SMK Katholik Santo Yosef Cepu. Banyak hal yang dapat saya pelajari ketika saya menjadi salah satu anggota Yayasan AAT Indonesia dan menjadi seorang pendamping komunitas. Belajar untuk dapat membangun komunikasi yang baik dengan bertanggungjawab terhadap sekolah yang saya dampingi, belajar memahami setiap adik-adik yang menjadi anak asuh, serta belajar membangun sebuah kerjasama yang utuh dan manis. Semua hal tersebut yang membawa sebuah perenungan yang dalam akan betapa terlalu indah dan istimewanya rencana Tuhan dalam kehidupan saya pribadi. Selain banyak hal yang dapat dipelajari, berkat yang lain juga saya dapatkan. Tentu keringanan biaya dalam kuliah yang sedang saya jalani, fasilitas laptop yang diberikan, serta berkat-berkat secara jasmaniah yang lain. Saya sangat beryukur kepada Tuhan, berterimakasih kepada segenap pengurus pusat beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia dan juga rekan-rekan tim yang istimewa yang ada di Sekretariat Madiun, Jawa Timur. Saya percaya bahwa setiap daripada kita semua adalah pribadi yang istimewa di mata Tuhan dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal dan membawa kecelakaan. Kiranya beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia terus senantiasa dapat dipakai Tuhan untuk dapat menyadarkan bahwa semua manusia itu istimewa dan berharga bagaimanapun kondisi dan latar belakangnya. Karena hal tersebutlah yang saya alami saat ini. Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia menyadarkan saya bahwa diri ini menjadi sangat istimewa dan berguna bagi orang lain. Dia istimewa, rencana-Nya luar biasa, dan kita semua adalah makhluk yang sangat berharga. *Janis Adi Wicaksono adalah Penerima Beasiswa Anak-Anak Terang di Sekretariat Madiun

Memahami Keistimewaan Tuhan Melalui AAT Read More »

IMG 20160911 152214

Percaya Selalu Ada Jalan

Oleh : Sarah Juniati Nama saya Sarah Juniati, saya merupakan salah satu anak asuh (penerima) beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia. Terhitung mulai tahun 2014 saya sudah mendapatkan beasiswa AAT. Puji syukur kepada Tuhan karena sampai saat ini saya masih diberi talenta untuk bisa terus memperjuangkan beasiswa AAT ini karena saya tahu banyak orang di luar sana yang juga membutuhkan beasiswa AAT untuk melanjutkan pendidikan. Bersama Anak-Anak Terang dan teman-teman saya merasakan banyak sekali lika-liku selama ini. Selama semester 4 kemarin banyak hal yang saya alami dan membuat saya semakin berlatih untuk menjadi lebih baik. Salah satu kejadian yang membuat saya merasa melakukan suatu kesalahan adalah ketika kami melakukan penerimaan beasiswa dan ternyata proses tersebut harus ditunda. Kami tak tahu harus berkata apa kepada teman-teman yang sudah mendaftar, ingin rasanya lari dari kenyataan itu dengan menutup mata dan telinga. Namun saya sadari itu harus diselesaikan. Akhirnya solusi telah kami dapatkan dengan rapat besar bersama. Hal itu membuat saya berfikir bahwa seharusnya kami pun juga tidak membuka pendaftaran untuk setiap tahun karena kami juga harus mempertimbangkan kondisi pusat. Apapun itu, semua mengandung pembelajaran yang besar. Banyak hal yang saya alami hanya saja sulit untuk menceritakan satu persatu dan keterbatasan kosa kata bias membuatnya menjadi salah tafsir. Selama satu semester kemarin saya merasa bimbang, takut dan cemas karena saya sudah memutuskan untuk keluar dari rumah guru SMA dimana saya memutuskan untuk mengekost karena saya sudah tidak merasa nyaman disana. Saya pun tidak mungkin kembali ke rumah orang tua saya karena jarak rumah dengan kampus yang sangat jauh.  Dengan keputusan itu saya harus mengambil sebuah resiko bahwa saya harus menanggung kebutuhan hidup saya sendiri karena dulunya saya diberi tumpangan dan makan. Dengan kondisi orang tua yang sudah melepaskan saya untuk menjalani hidup sendiri, maka saya harus bertanggungjawab. Terkadang saya merasa hari-hari yang saya lalui sangat berat karena saya harus bekerja untuk menopang hidup. Saya kadang merasa bersalah jika tidak menghadiri rapat AAT Madiun karena alasan bekerja itu. Namun, saya sadar bahwa AAT telah membantu saya untuk pendidikan ini sehingga saya selalu berusaha datang. Syukur pula disamping itu, puji Tuhan teman-teman AAT lainnya masih bisa mengerti. Saya juga bersyukur bahwa selalu ada kebaikan, hal itu terlihat dari adanya seorang teman dekat yang selalu menawarkan berkat kepada saya. Keluarganya baik dan kadang mengijinkan saya untuk makan di rumah mereka. Saya juga tentu merasa sungkan akan hal ini, makanya selalu selalu berusaha selain untuk makan, uang yang didapatkan dari hasil kerja juga disisihkan untuk kos sebesar Rp. 150.000. Sayangnya di bulan Juni lalu saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin kembali fokus ke Anak-Anak Terang. Saya percaya selalu ada jalan untuk segala sesuatu. *Sarah Juniati, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Percaya Selalu Ada Jalan Read More »

IMG 20160911 152208

Mengusahakan yang Terbaik

  Oleh : Dira Nur Agista Nama saya Dira Nur Agista, saya kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Saya selalu berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik kepada semua orang yang telah men-support dan membantu saya dalam perkuliahan. Terutama tanggung jawab kepada para donatur dan pengurus Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia yang telah membiayai saya dalam kuliah. Saya menjadi anak asuh Anak-Anak Terang sudah 2 semester ini dan sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Kegiatan rutin yang saya lakukan selama ini adalah survey dan wawancara calon anak asuh, mengupload kwitansi dan tanda terima. Salah satu survey dan wawancara calon anak asuh yang saya ikuti adalah di SMK Nusasantara. SMK Nusantara memang baru tahun 2015 dan kemudian mengajukan beasiswa Anak-Anak Terang. Sekolah ini terletak di Desa Balerejo Kabupaten Madiun. Banyak sekali cerita haru yang mewarnai survey dan wawancara saya ke sana. Walaupun terma suk sekolah baru, SMK Nusantara telah memiliki banyak siswa/i, dan rata-rata siswa-nya adalah dari anak yang putus sekolah dan berasal dari desa terpencil di sekitar Kab. Madiun dan Ngawi. Siswa yang saya wawancara ada yang tinggal di asrama kepala sekolah dengan makan dan tempat tinggal gratis karena subsidi dari kepala sekolah. Kebanyakan alasan siswa-siswi tersebut memilih SMK Nusantara adalah karena biaya murah, dan ada asrama gratis. Saya selalu berharap semoga Anak-Anak Terang semakin besar sehingga lebih banyak membantu sesama sehingga dapat meringankan beban anak-anak Indonesia yang nyaris kehilangan harapan karena putus sekolah. Anak-Anak Terang telah memberikan saya banyak sekali pengalaman hidup yang sangat berkesan dan tidak akan pernah saya lupakan. Saya berharap agar Anak-Anak Terang semakin banyak donatur yang bergabung agar semakin banyak anak anak di Indonesia yang nyaris putus sekolah dan hampir kehilangan harapannya dapat terbantu dan dapat mengangkat derajat kedua orang tua nya dan keluar dari lingkaran garis kemiskinan. *Dira Nur Agista, Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia

Mengusahakan yang Terbaik Read More »

evaluasi parameter keandalan aplikasi pg soft analitik ai integrasi sistem analitik terpadu sv388 mahjong wins 3 pemetaan arsitektur algoritma roulette mahjong ways 2 matriks lintas parameter peluang blackjack sv388 sugar rush skema komputasi temporal mahjong ways 2 platform digital kerangka optimasi kinerja starlight princess pola waktu eksplorasi dimensi kognitif pemain wild west gold desain tata visual hierarkis kemasan modern audit sistem mekanisme sweet bonanza pragmatic real time filosofi kesadaran epistemologi mahjong wilds algoritma rtp live starlight princess pagi ini pola sabar nunggu multiplier yang lebih menggiurkan dari sekadar spin cepat gates of olympus lagi hangat cara menang dimulai dari baca rtp live sebelum zeus lepas multiplier scatter hitam mahjong ways bisa jadi kompas saat tumbling sweet bonanza mulai berapi strategi scatter hitam mahjong ways 2 baca ritme spin sebelum free spin manis meledak trik rahasia sweet bonanza dan starlight princess untuk baca kapan scatter hitam mahjong ways siap meledak slot thailand Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 rajacabe88 rajacabe88 War138 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 rajacabe88 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 rajacabe88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki rajacabe88 cakar76 cakar76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 abc1131 https://ampawsbetx.store/ AWSBET STC76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ https://abc1131-daftar.mssg.me/ https://pttun-palembang.go.id/ slot thailand slot gacor qris analisis numerik mahjong wins runtuhan berlapis presisi evaluasi runtuhan wild bandito visual digital kolaborasi data baccarat sv388 kajian cloud korelasi rtp pg soft mahjong ways 2 pemetaan simbol scatter hitam pembahasan pemain analisa taktik probabilitas pola mahjong wild deluxe menguji strategi teknik sicbo fluktuasi rtp live gates of olympus metodologi teknik observasi analisa strategi baccarat taktik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess ksplorasi strategi pemetaan teknik analisa taktik blackjack pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza 49 50 51