Artikel

11950624 1220392677978137 2145018480 N

Mengenalmu sebuah Keberuntunganku

Oleh : Korneles Materay Saya harus mengakui bila bergabung bersama dan menjadi salah satu anak asuh (penerima beasiswa) Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) adalah sebuah keberuntungan. AAT bagaikan sebuah jawaban atas kerisauanku untuk mencari dan mendapatkan kemudian berbuat sesuatu terhadap orang lain. Awal perjumpaan saya dengan Yayasan AAT adalah sebuah hasil percakapan singkat dengan seorang teman baru yang bernama Willy. Dalam sebuah Ret-Ret Rohani Mahasiswa/i antara Unika Soegijapranata Semarang dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, ia memperkenalkan AAT secara singkat kepada kamibertempat di Wisma Salam, Muntilan-Jawa Tengahawal tahun 2015 lalu. Mulai saat itu hingga kini, saya memutuskan untuk berada dalam lingkaran pencegah putus pendidikan di Indonesia ini. Saya selalu berharap dapat menjadi impacter bagi orang lain. Saya ingin menjadi pemancar harapan, transformer ilmu pengetahuan, dan saluran berkat bagi banyak orang terutama mereka yang tersentuh tangan kasih Yayasan AAT Indonesia. Jalur lebih konkrit dan sederhana adalah keinginan untuk bergabung dengan sebuah gerakan sosial bagi kemanusiaan. Memang di luar sana saya tetap dapat berkarya dengan melakukan kegiatan serupa lainnya. Akan tetapi, saya terus berpikir bahwa kehendak yang baik ini haruslah terus di pupuk sehingga terpelihara dengan baik, caranya adalah mendapati wadah yang tepat untuk persemaiannya. Pikiran tersebut sudah lama terbezit sejak semester 3 (tiga) di bangku kuliah. Akan tetapi, terkadang kendala teknis perkuliahan, kegiatan dalam dan luar kampus masih menghambat langkah tersebut.Sejak berkenalan singkat dengan AAT melalui teman baru di atas, terketuk hatiku untuk mengetahui lebih komprehensif lagi tentang AAT. Lalu, apakah mungkin dapat menjadikan AAT sebagai wadah yang tepat dalam mewujudkan mimpi diri di atas ? Akhirnya, saya memutuskan untuk menembus kekhawatiran dan batas diriku yang mengganjal langkah selama ini. Awal bulan Mei 2015, saya bergabung menjadi relawan AAT. Rasa ketertarikan yang mendalam kemudian membawaku untuk menghadiri dan berpartisipasi ke dalam berbagai kegiatannya secara perlahan-lahan. Kehadiran saya disambut baik oleh pengurus dan relawan AAT kala itu. Gambaran awal saya tentang Yayasan AAT adalah kontributor beasiswa berskala nasional yang secara khusus memberikan perhatian yang besar kepada dunia pendidikan, terlebih bagi orang-orang yang punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan tetapi terkendala masalah finansial (keuangan). AAT membantu mulai dari pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Karakteristik yang kuat dari AAT adalah menyatukan kekuatan antara para pendamping komunitas dan para penanggungjawab sekolah untuk menstimulus mekanisme pembiayaan kepada anak asuh dari donatur sebagai penyokong dananya sekaligus melakukan pendampingan. Hal tersebut menandakan ada sisi saling mempercayai, kerjasama dan saling memberikan pertanggungjawaban sesuai perannya. Menemukan AAT merupakan pencapaian mimpi pribadiku (self dream)karenaterbuka lebar ruang untuk berekspresi dan berkarya sesuai niatan awalku. Soal Keberuntungan Pada edisi awal bersama AAT sebagai seorang relawan, sebagaimana lazimnya, saya membantu menyukseskan kegiatan-kegiatan seperti melakukan survei dan wawancara calon anak asuh barusaja (terbatas), karena belum menjadi pendamping komunitas (PK). Maksud terbatas karena hanya kegiatan itu saja dan/atau belum ada beban tanggungjawab sederajat pendamping komunitas yang mengikat atau bersifat wajib secara periodik atau insidental dan lain sebagainya. Saya juga mengikuti berbagai pelatihan dan pengarahan dari pengurus, pendamping komunitas lama maupun relawan dimana ilmu dalam semua kesempatan itu sangat bermanfaat dalam babakan selanjutnya. Apalagi ilmu itu sedikit banyak dapat digunakan ketika memasuki dan mengikuti alur kerja di AAT khususnya Sekretariat Yogyakarta. Pasca 6 bulan menjadi relawan, kemudian terbuka lowongan beasiswa AAT. Secara personal, saya menganggap itu adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan tawaran yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Berkat proses yang fair (adil) mulai dari seleksi administrasi, wawancara sampai keputusan akhir sebagai penerima beasiswa AAT. Decak kagum sudah pasti dalam benak dan pikiran. Alasan terbesar tidak lain adalah tujuan mendaftar beasiswa AAT berangkat dari latar belakang permasalahan finansial dalam perkuliahan menjadi ringan . Lantas, saya mempunyai kebanggaan tersendiri karena membantu meringankan biaya kuliah orang tua. Peluang ini juga saya jadikan sebagai pemupuk semangat berada dalam lingkaran AAT. Sejak bergabung di dalamnya, saya mencoba mempelajari AAT dari berbagai segi. Ada hal baru yang saya temukan kala itu menjadi penerima beasiswa AAT adalah anak asuh (penerima beasiswa) otomatis menjadi administrator atau pengurus di sekretariat. Artinya, saya akan menjalankan roda sekretariat, berperan sebagai seorang pendamping komunitas bahkan wajib menjadi koordinator tim (khususnya di sekretariat Yogyakarta). Yang dimaksud koordinator tim adalah orang yang bertugas mengkoordinir relawan atau anak asuh lama terdiri dari beberapa orang dalam satu kesatuan tim yang berperan sebagai pendamping komunitas. Pada hal, selain itu saya juga harus melakukan aktivitas sebagai mahasiswa. Disinilah arus perjuangan di AAT terasa hebatnya. Proses ini memang terasa melelahkan di kala malas dan mengasyikan di kala rajin. Faktanya, lebih banyak malas dengan alasan beragam. Mula-mula di AAT, saya tergolong sebagai seorang yang mempunyai pemahaman yang minim dan masih sungkan bertanya apalagi mengkritisi tentu berimplikasi buruk terhadap tingkat persepsi kinerja orang lain terhadap diri sendiri. Berbeda dengan itu, kesan bahwa betapa kagumku dibuatnya adalah hampir sebagian besar administrator AAT adalah sekumpulan anak muda yang punya semangat tinggi dan motivasi yang tinggi dalam komitmen untuk menyebarkan kebaikan dan mengangkat derajat manusia sebagaimana mestinya. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan kata dan perbuatan serta mulut dan tindakan. Hal inilah yang memicuku untuk bertahan di AAT.Potret awal ini rupanya telah berlalu. Terkait segelintir kecil pengalaman yang kurang mengenakan dulu hanyalah masalah persepsi pribadi, karena jika ditelisik lebih dalam ada proses pembentukan karakter yang kuat di dalamnya. Biasanya, pemenang sejati yang akan bertahan sampai akhir. Waktu terus bergulir, AAT Sekretariat Yogyakarta adalah wadah bagiku bertumbuh dan berkembang mewujudkan nilai-nilai kehidupan dan mendemonstrasikan tindakan-tindakan kecil yang memberi pengaruh bagi orang banyak. Saya melihat AAT bukan hanya sekedar keberuntungan material tetapi jauh penting adalah keberuntangan dari segi nilai-nilai kehidupan. Ada banyak nilai yang sebenarnya berada dan melayang-layang dalam ruang-ruang kehidupan di AAT. Tergantung bagaimana setiap pribadi merespon dan menggapainya. Apalagi saya selalu mendengungkan misi melayani dan kini ku dapati lahan subur untuk bercocok tanam buah-buah kebajikan. Ketika semua dapat saya uraikan di atas, terjadi polarisasi paradigma bahwa AAT bukan lagi soal keberuntungan dari segi finansial sebagai alasan saya mengambil beasiswanya. Atau, soal mewujudkan niat memasuki sebuah lembaga/badan/wadah sosial, namun jauh dari pada itu adalah suatu kewajiban moral sebagai sesama manusia untuk membantu yang lainnya. Dengan demikian, pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak baik Pengurus Yayasan

Mengenalmu sebuah Keberuntunganku Read More »

14045996 1159519487402345 8800367437055830026 N

Awalnya Mengalami, Akhirnya Melakukan Pelayanan Kasih

Oleh : Mawar Dian Natalia Hallo perkenalkan nama saya Mawar Dian Natalia. Saya mengenal AAT itu berawal ketika saya pada semester 3 saya mencari-cari info mengenai beasiswa, di papan pengumuman kampus saya memperoleh info mengenai beasiswa AAT. Awalnya saya tidak mengetahui apa itu AAT, saya hanya ingin mendaftar beasiswanya karena memang kondisi keuangan keluarga yang pada saat itu sedang tidak baik, ayah saya hanya seorang penjual bambu, yang dimana harus menghidupi 5 orang yang terdiri dari mama, papa, saya, dan kedua adik saya yang juga masih bersekolah. Dengan biaya kuliah di ATMA JAYA yang menurut saya mahal saya berusaha agar dapat meringankan beban ayah saya. Pada semester 4 sebelum pembayaran spp variabel, saya mendapat sms dari pihak AAT yang menginfokan bahwa saya diterima menjadi salah satu penerima beasiswa AAT. Pada saat itu saya sangat bahagia, karena saya akhirnya bisa meringankan beban ayah saya. Waktu diberitahu oleh kak ayu (pengurus AAT yang mengsms saya) saya disuruh datang kepertemuan anak anak asuh yang memperoleh beasiswa, saya datang dengan sangat senang, saya pikir hanya akan menerima beasiswa saja, tanpa ada hal lainnya. Namun ternyata kami yang memperoleh beasiswa ini diberikan tugas pelayanan, pelayanan kasih kepada sesama kami yang memang juga merupakan anak asuh namun di SD,SMP, dan SMA. Kami diajarkan apa itu AAT, apa saja yang dilakukan di AAT. Dari pertemuan awal itu, saya masih bingung tentang tugas dan maksud dari pelayanan kasih itu apa. Lambat laun saya mulai mengerti, bahwa kami juga harus membantu di dalam proses administrasi beasiswa bagi adik adik di SD, SMP, dan SMA yang memperoleh beasiswa. Awalnya memang susah dan membingungkan, karena harus belajar SIANAS, cara upload TT dan KW serta raport, dan juga harus Survey. Namun ketika saya menjalaninya, saya merasa jika pilihan saya di AAT ini tidak lah salah. Karena berawal dengan saya mengikuti survey ke SMA Stella Duce Bantul, saya mengalami kasih yang diberikan AAT untuk mereka. Saya mendengar banyak sekali cerita dari siswa-siswa yang mendaftar beasiswa, bagaimana mereka hidup, bagaimana keluarga mereka yang dimana memang berkekurangan. Saya merasa sangat bersyukur bahwa ada AAT yang siap membantu mereka, dengan adanya AAT dapat meringankan beban dari siswa siswa ini. Selama saya di AAT saya merasakan kasih yang diberikan oleh PJ, anak asuh serta teman teman penerima beasiswa PT. Saya juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah saya pilih. Saya mencoba bertanggung jawab, baik di AAT maupun di perkuliahan saya. Dengan tetap mempertahankan nilai nilai saya, sehingga tidak mengecewakan para orang tua asuh yang sudah membantu membiayai uang kuliah saya yang sangat mahal. AAT memang jembatan emas bagi kami yang membutuhkan pertolongan  .Terima kasih AAT, terima kasih para orang tua asuh yang sudah mengulurkan tangan nya untuk kami  🙂 terima kasih saya ucapkan… *Mawar Dian Natalia, adalah Mahasiswi Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Awalnya Mengalami, Akhirnya Melakukan Pelayanan Kasih Read More »

Wawancara 600x375

Wawancara Calon Anak Asuh

Bandung. Persiapan memasuki tahun ajaran baru 2017/2018. Beberapa sekolah sudah mulai mengajukan proposal calon anak asuh AAT (Anak Anak Terang) untuk tahun ajaran baru 2017/2018. Kali ini Anak Anak Terang Sekretariat Bandung sudah memulai proses wawancara calon anak asuh di SDK Paulus 3 Bandung. Tiga relawan yang bertugas kali ini adalah Nadia Gracia, Bernadus Seno, dan Ryo Gultom. Satu per satu calon anak asuh ditanya seputar diri anak dan keluarga. Proses wawancara ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon anak asuh, memang sangat perlu dibantu. Bantuan yang nantinya diterima adalah beasiswa SPP. Beasiswa SPP diterimakan ke pihak sekolah dan langsung diperhitungkan dengan SPP yang harus dibayar oleh pihak orang tua anak asuh. Untuk anak asuh Sekolah Dasar akan menerima beasisawa Anak-Anak Terang sejumlah maksimal 50rb per anak. Mungkin terlihat kecil bantuan sejumlah itu. Namun demikian, untuk anak yang benar-benar tidak mampu, bantuan yang sering kita anggap kecil itu, sangatlah besar artinya. Orang Tua kandung anak yang bersangkutan tetap memiliki rasa tanggung jawab terhadap anak dengan bantuan para orang tua asuh Anak Anak Terang. Relawan Anak Anak Terang yang melayani wawancara calon anak asuh mendapat banyak hal pelajaran hidup. Pelajaran berharga yang belum tentu didapat di kampus. Ada nilai tersendiri tatkala di usia muda, bisa ikut peduli dan berbagi untuk anak anak negeri ini. Relawan yang bersedia memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk adik-adik kurang mampu, agar mereka bisa terus bersekolah. Tetap semangAAT adik-adik calon anak asuh dan para relawan Anak Anak Terang. Semangat untuk belajar. Semangat melayani, peduli dan berbagi. Bahagia itu ketika kita bisa berbagi. Untuk para Orang Tua Asuh, tunggu tanggal 1 Juli 2017. para sahabat orang tua asuh bisa ikut berpartisipasi berbagi dengan membantu beasiswa anak-anak ini. Sedikit dari kita, besar artinya untuk mereka. Salam dari Bandung penuh Cinta #cegahputussekolah

Wawancara Calon Anak Asuh Read More »

SMCA 600x375

Suara Merdeka Community Award

Semarang – .Anak Anak Terang pada tanggal 11 Maret 2017 berkesempatan menjadi salah satu nominator Suara Merdeka Community Award 2017. Ajang penghargaan untuk komunitas-komunitas di seluruh Jawa Tengah. Pameran komunitas Suara Merdeka Community Award digelar di hall Hotel UTC Semarang. Semarak acara meski tidak ramai padat, tidak menyurutkan semangat relawan Anak Anak Terang. Mulai dari H-1, para relawan AAT Semarang mempersiapkan booth yang telah disediakan oleh panitia. Pagi hingga siang mereka kuliah. Usai kuliah meluncur ke Hotel UTC dengan perlengkapan yang dibutuhkan. Booth dihias sedemikian rupa menampilkan wajah Anak Anak Terang, komunitas orang-orang yang peduli kepada pendidikan anak anak tidak mampu. Ajang Suara Merdeka Community Award bukan untuk mengejar sebagai pemenang Komunitas Terfavorit pilihan pembaca koran Suara Merdeka. Ajang ini sebagai salah satu sarana memperkenalkan Anak Anak Terang kepada banyak orang. Makin banyak yang mengenal AAT, akan makin banyak orang yang bisa ikut peduli dan berbagi dalam program beasiswa anak tidak mampu. SemangAAT Anak Anak Terang!

Suara Merdeka Community Award Read More »

Suara Merdeka 600x375

Anak-Anak Terang Tekankan Pendidikan

Suara Merdeka Cetak – Anak-Anak Terang Tekankan Pendidikan BERMULA dari adanya keprihatinan akan nasib pendidikan 25 anak kurang mampu di Kampung Jembatan, Jakarta Timur, sejumlah kelompok tergugah untuk mendorong mereka agar terus tersentuh dunia pendidikan Pada Agustus 2002 silam, lahirlah kelompok atau komunitas Anak-Anak Terang (AAT) dengan misi pelayanan beasiswa pendidikan formal bagi anakanak yang tidak mampu. Dalam perkembangannya, kelompok informal tanpa badan hukum sudah tidak dapat lagi menaungi karya pelayanan AATyang semakin meluas. “Jumlah anak asuh yang sudah mencapai ribuan setiap tahunnya, membuat kelompok AATterpanggil untuk secara nirlaba dan formal melanjutkan karya-karya pelayanannya dalam Yayasan AAT Indonesia. Kemudian secara resmi disahkan Kemenkumham pada April 2014,” kata Sekretaris Sekretariat Semarang Evanaimatul, kemarin. Saat ini, jumlah anggota AAT sekitar 225 orang. Kantor pusat mereka di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi. Yayasan tersebut memiliki beberapa kantor sekretariat di berbagai kota, termasuk Kota Semarang, yang berada di Jalan Pleburan Barat No 12. AATmemiliki visi menjadi komunitas untuk menaungi siapa saja yang mempunyai kepedulian pada anak-anak yang kurang beruntung di bidang pendidikan formal. “Kami juga mendampingi dengan perhatian dan kasih sayang sehingga anakanak asuh dapat menyelesaikan pendidikan formal dengan baik,” jelasnya. (Eko Fataip-67) Sumber  : Suara Merdeka

Anak-Anak Terang Tekankan Pendidikan Read More »

Aat2

Pengajuan Beasiswa 2017-2018

Penerimaan Proposal Permohonan Beasiswa AAT Tahun Ajaran 2017-2018 —   ANAK-ANAK TERANG (AAT) membuka kesempatan kepada sekolah atau komunitas untuk mengajukan permohonan beasiswa yang dimulai pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2017-2018. Beasiswa diberikan kepada siswa-siswi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi, namun memiliki keinginan kuat untuk menyelesaikan studinya. Beasiswa diberikan untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMU/SMK berupa uang sekolah (SPP).   Detail Pengajuan Beasiswa AAT   Persyaratan Calon Anak Asuh : 1. Siswa aktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK. 2. Mengajukan surat permohonan beasiswa oleh orang tua siswa. 3. Melengkapi formulir Data Pribadi Calon Anak Asuh. 4. Foto Profil dengan Digital Camera/Handphone Camera 5. Fotokopi Kartu Keluarga 6. Fotokopi Raport semester terakhir. 7. Fotokopi sertifikat prestasi (akademis/non-akademis) yang dimiliki. 8. Tidak sedang menerima beasiswa/bantuan/ikatan dinas dari instansi swasta/pemerintah.   Ketentuan-ketentuan : 1. Beasiswa diberikan HANYA UNTUK PEMBAYARAN UANG SEKOLAH (SPP), besarnya ditentukan oleh AAT. 2. Beasiswa diberikan secara bulanan (tgl 10 maksimal tgl 20) selama 12 bulan (Juli 2017 – Juni 2018, tahun ajaran 2017-2018), dan selanjutnya dapat diperpanjang untuk tahun ajaran berikutnya. 3. Kwitansi/Tanda Terima beasiswa harus diupload di SIANAS oleh PJ Sekolah paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. 4. Scan  raport diupload/diunggah oleh PJ Sekolah ke SIANAS maksimal 2(dua) minggu setelah penerimaan raport semester.   Perpanjangan Beasiswa : Beasiswa dapat diperpanjang pada tahun ajaran berikutnya, jika : 1. Tertib administrasi selama menerima beasiswa AAT. 2. Siswa yang bersangkutan NAIK KELAS. 3. Hasil belajar menunjukkan prestasi yang baik.   Pembatalan Beasiswa : 1. Bila tidak menyerahkan, atau terlambat upload/unggah bukti pembayaran uang sekolah per bulan ke SIANAS sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 2. Bila tidak menyerahkan, atau terlambat upload/unggah raport sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 3. Sudah menerima beasiswa/bantuan/ikatan dinas dari instansi swasta/pemerintah. 4. Siswa yang bersangkutan terlibat dalam kasus di sekolah (mangkir/bolos, skorsing, narkoba, tawuran, tindak kriminal)   Garis Besar Isi Proposal : Profil Sekolah/Komunitas Uraikan dengan detil mengenai profil sekolah/komunitas secara lengkap, meliputi data demografi sekolah, jumlah kelas, jumlah siswa, jumlah guru, fasilitas, sarana dan prasarana yang ada. Uraian dilengkapi dengan foto-foto pendukung Profil Daerah/Wilayah anak asuh Uraikan dengan detil mengenai kondisi daerah/wilayah domisili sebagian besar calon anak asuh, meliputi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, tingkat pendidikan, maupun mata pencaharian sebagian besar orangtua calon anak asuh. Uraian dilengkapi dengan foto-foto pendukung. Rincian Kebutuhan Uang Sekolah Uraikan dengan detil mengenai kebutuhan finansial untuk pendidikan anak asuh, meliputi pemasukan dan pengeluaran sekolah, sehingga didapatkan besarnya uang sekolah yang harus ditanggung oleh calon anak asuh. Dari angka tersebut, jelaskan besarnya uang sekolah yang harus ditanggung oleh orangtua dan besarnya beasiswa yang dimintakan dari AAT. Biodata Anak Asuh Cantumkan selengkap-lengkapnya biodata dari masing-masing anak asuh, berikan deskripsi singkat dan jelas mengenai kondisi keluarga dan perekonomian calon anak asuh, cantumkan juga prestasi akademik dan non-akademik yang pernah diraih calon anak asuh (jika ada), dan sertakan foto calon anak asuh. Input di SIANAS dengan Status “Menunggu Konfirmasi” Keterangan Pendukung Beasiswa AAT merupakan beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, namun memiliki semangat untuk terus bersekolah demi menggapai kehidupan yang lebih baik di masa depan. Cantumkan keterangan-keterangan pendukung untuk memberikan kejelasan dan keyakinan bagi AAT bahwa calon anak asuh di dalam proposal benar-benar layak dan membutuhkan beasiswa AAT demi kelangsungan pendidikannya. Biodata Calon Penanggung Jawab Sekolah Cantumkan selengkap-lengkapnya biodata dari calon Penanggung Jawab Sekolah meliputi : nama lengkap, agama, pekerjaan dan jabatan, alamat kantor, telepon/fax kantor, alamat rumah, telepon/fax rumah, no. handphone, alamat email, no. rek. BRI.   Penyerahan Proposal dan Seleksi : Proposal diketik rapi, 1.5 spasi, Times New Roman 12, UKURAN HALAMAN KERTAS A4/LETTER.  Proposal dikirimkan dalam bentuk softcopy  ke email Sekretariat AAT terdekat cc: beasiswa@aat.or.id. Maksimal 31 Mei 2017. Seleksi akan dilakukan pada Bulan Mei – Juli , waktunya akan ditentukan kemudian.   Informasi selengkapnya : 1. Profil utuh Anak-Anak Terang dapat dilihat di : www.aat.or.id 2. Prosedur lengkap pengajuan beasiswa dan formulir, dll dapat diunduh di : Sini. 3. Informasi lainnya, dapat menghubungi via email di : beasiswa@aat.or.id    

Pengajuan Beasiswa 2017-2018 Read More »

Rapat Bersama 720x375

Rapat Bersama Pengurus dan PJ Sekretariat 2016

Oleh : Korneles Materay Pada tanggal 26-27 November 2016, Pengurus Pusat Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia kembali melakukan rapat koordinasi bertempat di Wisma Pojok Indah, Condong Catur, Yogyakarta. Pertemuan ini merupakan kali kedua dalam tahun 2016, setelah sebelumnya diadakan Rakor pada sekitar bulan Agustus lalu di Semarang. Rapat di buka oleh Ketua Umum AAT, Ibu Maria. S. Irawati dengan memaparkan secara singkat mengenai keadaan AAT selama ini, kepengurusan dan beberapa hal penting yang akan dilaksanakan pada sekretariat masing-masing. Tujuan adanya rapat hari ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan kita. Apa saja yang belum dan sudah dilakukan oleh setiap sekretariat. Maka, saya mengharapkan keterbukaan dari semua yang hadir di tempat ini, tandas bu Ira sapaan akrabnya. Waktu dua hari tersebut digunakan untuk saling membahas dan/atau mengevaluasi hasil kerja, kendala dan solusi mengatasinya dari setiap divisi/bagian dan sekretariat masing-masing. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan AAT kepada tujuan untuk mengentaskan angka putus sekolah di Indonesia. Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk semua orang. Melalui pendidikan seseorang bisa terbuka matanya untuk memperbaiki hidupnya bahkan masyarakat, bangsa dan negara. Jangan sampai ada orang yang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan pendidikan karena ia miskin. Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Umum AAT, Ibu Maria. S. Irawati; Sekjen AAT, Bpk. Christ Widya Utomo; Kepala Divisi Beasiswa PT, Mba Tiara Riszky Amanda; Kepala Divisi SIANAS, Om Adhi; Kepala Divisi Purel, Nadia Gracia; Bagian Website, Bpk. Yohanes Pradi W; dan Bagian Keuangan, Lodia. Hadir pula beberapa Penanggungjawab (PJ) sekretariat AAT yakni : PJ Bandung, Bpk. Tommy Bisono; PJ Malang, Mba Emmy Anggraini; PJ Padang, Ibu Srimeiline Kongdra; PJ Purwokerto, Bpk. A. Wisnu Setiawan; dan PJ Semarang, Ibu Meita. Semua yang hadir turut mempresentasikan hasil pengalaman, kinerja, dan rencana ke depan yang mana kemudian dibuka ruang diskusi untuk lebih memperteguh arahnya. AAT dipastikan akan tetap melangkah maju berkontribusi di bidang pendidikan. AAT dapat berdiri kokoh dan memastikan langkahnya juga merupakan buah kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. Dalam memupuk kerjasama selama ini, perlu konsolidasi komunikasi yang kontinyu, keterbukaan informasi dan tindakan nyata baik oleh pihak AAT maupun pihak lainnya. Hasil rapat kali ini adalah seputar proses pembiayaan dan pendampingan beasiswa AAT bagi Anak Asuh mulai SD, SMP, SMA dan PT. Selain itu juga, ada beberapa hal yang wajib menjadi perhatian PJ sekolah/komunitas, misalnya : Input Mandiri SIANAS yang akan dilakukan di tahun ajaran 2017/2018. Sedangkan, porsi tanggungjawab dan wewenang untuk setiap divisi/bagian dan sekretariat AAT juga disepakati. Hasil rapat ini kemudian akan disosialisasikan lagi kepada semua pemangku kepentingan segera mungkin.

Rapat Bersama Pengurus dan PJ Sekretariat 2016 Read More »

Bertanggung 720x375

Ber (Tanggung) Jawab

  Oleh : Epifanius Solanta Perjalanan hidup manusia di dunia yang kerap kali dianggap “fana” ini seringkali menemukan banyak kejanggalan, tantangan dan berbagai hal lain yang membuat manusia menjadi frustrasi, cemas, takut dan bahkan lebih memilih untuk berserah diri. Bagi saya, pengalaman seperti ini bukan suatu hal yang baru. Tantangan dan cobaan yang datang silih berganti menghiasi dan mewarnai kehidupanku, tidak membuat saya harus tunduk padanya dan berserah diri. Sebab sikap apatis atau tidak mengambil pusing atau resiko terhadap sesuatu hal justru menjerumuskan diri ke dalam liang keburukan yang berujung pada menurunnya moralitas dan nurani diri. Suatu keputusan yang dibuat tentu saja memiliki suatu tujuan dan prospek yang baik bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi orang lain. Pertanyaannya kemudian adalah apakah saya sudah menjalankan ini dengan sungguh-sungguh? Tulisan ini sebenarnya sejenak untuk melakukan anamnesis bagi saya. Berusaha untuk membuka lembaran kisah baik dalam pergumulan dunia akademik maupun non akademik selama kurang lebih satu semester ini. Namun sebelum jauh aku menerawang, tidak lupah aku titipkan kata terima kasih kepada Yayasan Aak-Anak Terang yang memiliki hati dan nurani yang luar biasa, peduli terhadap dunia pendidikan, terhadap mereka yang memiliki keinginan dan niat yang besar untuk sekolah tetapi terkendala oleh finansial. Kehadiran Yayasan AAT ibarat oase di tengah padang gurun, yang memberikan kesegaran kepada tumbuh-tumbuhan dan mengobati rasa dahaga bagi hewan yang sedang meniti hidup di sana. Semester tujuh (7) mempunyai kisah tersendiri dalam hidup saya. Ada rasa duka dan bahagia. Semuanya berkolaborasi, menjiwai dan menghiasi pikiranku. Dimana saya mulai dan harus bergumul dengan tugas akhir yaitu skripsi. Ada rasa takut dan cemas karena merasa belum siap untuk memulainya. Tetapi semuanya itu sirna, tatkala saya membawanya dalam doa bersama Dia yang aku puji dan dengan semangat kerja keras dan usaha yang sangat tinggi. Alhasil dalam waktu yang lumayan panjang ini, saya berhasil melaksanakan dua ujian yaitu ujian laporan intrenship dan seminar skripsi. Dihadapan dosen penguji, dosen pembimbing dan teman-teman mahasiswa program studi Sosiologi, saya mampu mempertanggungjawabkan hasil jerih payah saya dengan sangat baik. Kesibukan yang sangat ekstra dalam dunia akademik yang membuat saya menjadi tidak fokus dengan dunia non akademik. Saya kian tergerus dan lupah bahwa dunia non akademik juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan hidup saya. Ada suatu keyakinan yang sangat besar dan sebuah pengakuan yang tidak bisa berpaling dari hidupku, akan tingkat keterlibatanku dalam komunitas AAT khususnya di semester tujuh ini. Beberapa kali pertemuan saya tidak sempat hadir dikarenakan oleh beberapa halangan dan rintangan yang tidak terduga, seperti ada keluarga yang meninggal dunia, saudara yang sakit dan juga bertabrakan dengan waktu penelitian. Di samping itu, kurang intensifnya pola komunikasi dengan teman-teman anggota AAT dan dengan beberapa PK di bawahku dan juga dengan PJ lebih dikarenakan oleh masalah teknis yakni HP yang sama sekali tidak bersahabat dengan saya. Hal ini yang membuat saya menjadi frustrasi dan stress. Beberapa kali saya harus melempar HP dikarenakan tidak bisa memainkan fungsinya secara baik. Bahkan sampai sekarang ini, urusan kwitansi dan TTD masih belum selesai, dikarenakan oleh kesalahan pada SK. Tetapi saya juga mengakui bahwa ada kelalaian yang ada pada diri saya seperti minimnya pola komunikasi yang baik dengan anggota dan juga dengan kordinator AAT. Akankah semua pengalaman ini meruntuhkan semangatku untuk AAT? Sama sekali saya tidak ada niat untuk itu. Justru saya harus bangkit, bertanggung jawab. AAT bagi saya adalah sebuah keluarga yang tidak hanya hadir memberikan bantuan berupa uang, melainkan juga hadir dalam bentuk ide, pikiran dan perilaku yang mendewasakan saya. Sikap tanggung jawab menjadi suatu pilihan yang sangat tepat sebagai landasan dan dasar yang akan menjiwai diri saya dalam menjalankan tugas bersama teman-teman di AAT. Suatu kewajiban harus diselesaikan secara baik. Di samping itu, sikap keterbukaan terhadap sesama, menyampaikan setiap keluhan menjadi suatu keharusan untuk sama-sama mencari jalan keluar atau solusi yang baik. *Epifanius Solanta, Mahasiswa Program Studi Sosiologi dan Penerima BeasiswaYayasan AAT Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Ber (Tanggung) Jawab Read More »

Kasih Itu 720x375

Kasih Itu Nyata

Oleh : Veronica Fran Sisca Perkenalkan nama saya Veronica Fran Sisca, salah seorang mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta angkatan 2014. Saya merupakan penerima beasiswa dari AAT yang biasa disebut AAPT (Anak Asuh Perguruan Tinggi). Kasih itu sungguh nyata, sebab Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya lewat Yayasan AAT ini kepada saya. Tak terbilang besarnya rasa syukur karena saya mampu melanjutkan kuliah tanpa khawatir akan biaya. Lewat tulisan ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur dan pengurus pusat AAT yang telah mau mengulurkan tangannya untuk membantu kami para anak asuh. Ayah saya yang mengalami kecelakaan beberapa tahun silam membuatnya membutuhkan bantuan dari orang lain untuk kegiatan sehari- harinya. Biaya berobat yang terbilang cukup besar sempat membuat keluarga kami kesulitan dalam keuangan sehingga harus meminjam kepada orang lain. Besarnya pengorbanan dan perjuangan seorang ibu untuk me-sekolah-kan anaknya sampai ke perguruan tinggi, sungguh saya rasakan di keluarga saya. Beruntung, saya bisa sedikit meringankan beban ibu saya dengan mendapatkan beasiswa dari AAT ini. Saya mempunyai impian, ingin mendapatkan sebuah pekerjaan yang lebih baik, tentu harus ada pengorbanan yaitu menempuh pendidikan sampai mendapatkan gelar sarjana ekonomi. Yakin akan selalu ada jalan bagi orang yang percaya membuat saya bertahan sampai saat ini dalam perjalanan perkuliahan. Walaupun saya tidak begitu pintar, namun impian itulah yang membuat saya bersemangat menimbah ilmu dan melewati segala tantangan hidup. *Veronica Fran Sisca, adalah Mahasiswi Jurusan Akuntasi dan Penerima Beasiswa Yayasan AAT Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Kasih Itu Nyata Read More »

Pelatihan Sianas Padang 720x375

Pelatihan SIANAS AAT Padang

Oleh : Om Adhi AAT Sekretariat Padang menyelenggarakan pelatihan Sistem Informasi Anak Asuh (SIANAS) kepada para Penanggung Jawab (PJ) sekolah/komunitas se-Padang. Tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah agar para PJ bisa memanfaatkan SIANAS secara lebih efektif dan efisien guna menyampaikan data anak asuh, laporan belajar, bukti pembayaran SPP kepada pada Sahabat AAT/Donatur/Orang Tua Asuh. Acara yang berlangsung pada tanggal 4 November 2016 mulai pukul 13.00 – 17.00 WIB, dihadiri oleh seluruh wakil sekolah yang total berjumlah 11 sekolah. Turut hadir mendampingi pelatihan yaitu Sekretaris Umum PSKP Santu Yusuf Padang, Bpk. Jimmy Yaputra; Ibu Srimeilina Kandra; KSB Sekretariat AAT Padang, Agustinus Sapumaijat, Maria Tressia, Gozali Daniel Yuliandra, PK lama dan baru Padang: Olga, Wahyu, Orestre; Om Adhi dan Bang Eka Chandra dari Tim SIANAS AAT Pusat. Terpantau dengan baik antusiasme seluruh peserta aktif mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan tersebut. Sinergisitas penting dalam membangun suasana kepedulian bersama untuk mewujudkan harapan dan mimpi anak-anak Indonesia yang putus sekolah di wilayah Padang. Selama ini atas kerjasama Yayasan Prayoga Padang dengan Yayasan AAT Indonesia saluran beasiswa kepada 148 dari 233 (sebagian sudah lulus) Anak Asuh (AAT) tingkat SD-SMA di Tahun Ajaran 2016/2017 telah berjalan dengan baik dan lancar. Melalui pelatihan ini diharapkan pertukaran informasi dan koordinasi serta pelayanan administrasi Anak Asuh ke depannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta hingga Pelatihan berjalan dengan baik. Tak lupa terima kasih untuk Bang Yoseph yang luar biasa mempersiapkan sarana dan prasarana. Salam Terang untuk kita semua. Tuhan memberkati. *Om Adhi, adalah Kepala Divisi SIANAS Yayasan Anak-Anak Terang

Pelatihan SIANAS AAT Padang Read More »

duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki cakar76 cakar76 perihoki teknik baca grafik volatilitas pragmatic sinkronisasi jam main analis profesional bedah mekanik wild bounty showdown framework manajemen risiko sesi panjang psikologi fitur tumble pergerakan simbol dialektika rtp vs hit rate digital studi kasus starlight princess 1000 masa depan algoritma hiburan digital 2026 audit mandiri evaluasi strategi bermain analisis mekanik scatter hitam mahjong wins dinamika pengali mahjong ways 2 sinyal transisi sesi mahjong wins struktur probabilitas mahjong ways evolusi engine scatter hitam 2026 aws algoritma mahjong ways fluktuasi simbol teknis aws cara ukur efisiensi pola mahjong aws integrasi otomatis manual mahjong ways aws kalibrasi strategi mahjong wild rtp gates olympus aws kalkulasi rtp mahjong wins tiga teknis aws observasi teknis simbol mahjong wins aws pola trik rtp mahjong ways aws strategi awet mahjong black scatter aws tren dominasi fitur black scatter aws trik pola naga emas mahjong review lengkap fitur mahjong wild deluxe ketegangan dadu sicbo keajaiban gates of olympus teknik profesi pola transformasi mahjong ways 2 pgsoft sistem taruhan roulette sticky wild west gold alasan mahjong wins 3 pragmatic blackjack sugar rush menjadi game viral platform sv388 terbaru aws analisis jam hoki rtp olympus aws era multiplier turbo starlight olympus aws fase transisi mahjong pgsoft algoritma aws komputasi data rtp mahjong ways aws mitos fakta jam hoki olympus aws momentum scatter merah mahjong ways aws rekapitulasi data log mahjong ways aws rotasi fitur captains bounty analisis aws strategi transparan rtp starlight princess aws visual turbo lucky neko starlight aws analisis komparatif rtp pgsoft global aws arsitektur mekanik mahjong wins analis aws bocoran rtp live mahjong hari ini aws interkoneksi sistem money train2 presisi aws karakter pola server optimal mahjong aws latensi jaringan rtp mahjong ways aws observasi longitudinal rtp mahjong aws observasi realtime dragon tiger dinamis aws pendekatan ilmiah mahjong digital presisi aws pendekatan sistematis mahjong kombinasi strategi masterclass bedah algoritma mahjong wild deluxe rumus dadu sicbo pola petir gates of olympus teknik rahasia pro player ritme taruhan mahjong ways 2 strategi baccarat multiplier starlight princess panduan manajemen saldo taruhan mahjong wins 3 pramgatic teknik martingale blackjack sweet bonanza logika scatter hitam mahjong wins analisis algoritma mahjong ways 2 dinamika frame emas mahjong ways misteri frekuensi scatter hitam komparatif mahjong wins vs ways navigasi sesi stabil mahjong ways transformasi intensitas tumble mahjong probabilitas scatter hitam 2026 pengaruh latensi server mahjong ways evaluasi mekanik mahjong wins