Artikel

552310 440181926015404 1179625821 N

Memahami Keistimewaan Tuhan Melalui AAT

Oleh : Janis Adi Wicaksono Setiap dari pada kita diciptakan oleh Tuhan secara istimewa. Maksud, tujuan, ataupun rencana yang Dia kerjakan itu sungguh sangat istimewa bagi setiap manusia. Mungkin banyak orang tidak menyadari, namun kita perlu memahami bahwa setiap orang itu istimewa di mata Tuhan. Ketika setiap orang dapat memiliki pengertian bahwa semua pribadi itu istimewa, sikap hati yang selalu bersyukur akan dimiliki, sikap peduli dan rela berbagi akan senantiasa terjadi. Menjadi salah satu anak asuh penerima beasiswa Yayasan AAT (AAT) Indonesia adalah bukti betapa diri saya yang tidak sempurna ini dijadikan Tuhan menjadi pribadi yang sangat istimewa di mata-Nya. Saya sangat bersyukur akan hal tersebut. Banyak hal boleh saya dapatkan, baik pengalaman, pengetahuan, dan juga indahnya sebuah kebersamaan. Keistimewaan demi keistimewaan Tuhan kerjakan dan lakukan melalui tim yang luar biasa tersebut. Mungkin bisa menjadi lebih sibuk dari anak-anak muda yang lain, namun hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan dan sukacita tersendiri. Karena katanya, orang yang memiliki kesibukan atau ada hal yang menuntut untuk dikerjakan berarti dirinya adalah orang yang berguna dan tidak menyia-nyiakan waktu hidup yang ada. Kesibukan yang bermakna, berguna, dan semoga senantiasa memberkati banyak orang. Berbicara tentang keistimewaan yang Tuhan lakukan dalam diri saya dapati ketika bergabung di AAT. Saya menjadi salah anak asuh di Sekretariat Madiun, Jawa Timur, sekaligus menjadi pendamping komunitas/sekolah SMK Katholik Santo Yosef Cepu. Selama kurang lebih setahun sudah saya menjadi bagian dari proyek besar yang sedang dikerjakan oleh Yayasan AAT  Indonesia yaitu untuk menolong setiap adik-adik yang kurang mampu namun memiliki kemauan untuk tetap terus belajar dan berprestasi. Sebagai seorang anggota dan/atau anak asuh dan pendamping komunitas sebuah sekolah, mungkin hanyalah sebagian kecil dari sebuah proyek besar yang dilakukan Yayasan AAT Indonesia tersebut. Namun hal tersebut membuat saya sadar bahwa itu sebuah kebangaan yang sangat patut untuk disyukuri. Mungkin tidak terlalu banyak yang bisa saya lakukan, namun semoga kiranya hal tersebut dapat menjadikan saya sebagai saluran berkat Tuhan bagi banyak orang, terkhusus untuk adik-adik yang ada di SMK Katholik Santo Yosef Cepu. Banyak hal yang dapat saya pelajari ketika saya menjadi salah satu anggota Yayasan AAT Indonesia dan menjadi seorang pendamping komunitas. Belajar untuk dapat membangun komunikasi yang baik dengan bertanggungjawab terhadap sekolah yang saya dampingi, belajar memahami setiap adik-adik yang menjadi anak asuh, serta belajar membangun sebuah kerjasama yang utuh dan manis. Semua hal tersebut yang membawa sebuah perenungan yang dalam akan betapa terlalu indah dan istimewanya rencana Tuhan dalam kehidupan saya pribadi. Selain banyak hal yang dapat dipelajari, berkat yang lain juga saya dapatkan. Tentu keringanan biaya dalam kuliah yang sedang saya jalani, fasilitas laptop yang diberikan, serta berkat-berkat secara jasmaniah yang lain. Saya sangat beryukur kepada Tuhan, berterimakasih kepada segenap pengurus pusat beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia dan juga rekan-rekan tim yang istimewa yang ada di Sekretariat Madiun, Jawa Timur. Saya percaya bahwa setiap daripada kita semua adalah pribadi yang istimewa di mata Tuhan dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal dan membawa kecelakaan. Kiranya beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia terus senantiasa dapat dipakai Tuhan untuk dapat menyadarkan bahwa semua manusia itu istimewa dan berharga bagaimanapun kondisi dan latar belakangnya. Karena hal tersebutlah yang saya alami saat ini. Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia menyadarkan saya bahwa diri ini menjadi sangat istimewa dan berguna bagi orang lain. Dia istimewa, rencana-Nya luar biasa, dan kita semua adalah makhluk yang sangat berharga. *Janis Adi Wicaksono adalah Penerima Beasiswa Anak-Anak Terang di Sekretariat Madiun

Memahami Keistimewaan Tuhan Melalui AAT Read More »

IMG 20160911 152214

Percaya Selalu Ada Jalan

Oleh : Sarah Juniati Nama saya Sarah Juniati, saya merupakan salah satu anak asuh (penerima) beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia. Terhitung mulai tahun 2014 saya sudah mendapatkan beasiswa AAT. Puji syukur kepada Tuhan karena sampai saat ini saya masih diberi talenta untuk bisa terus memperjuangkan beasiswa AAT ini karena saya tahu banyak orang di luar sana yang juga membutuhkan beasiswa AAT untuk melanjutkan pendidikan. Bersama Anak-Anak Terang dan teman-teman saya merasakan banyak sekali lika-liku selama ini. Selama semester 4 kemarin banyak hal yang saya alami dan membuat saya semakin berlatih untuk menjadi lebih baik. Salah satu kejadian yang membuat saya merasa melakukan suatu kesalahan adalah ketika kami melakukan penerimaan beasiswa dan ternyata proses tersebut harus ditunda. Kami tak tahu harus berkata apa kepada teman-teman yang sudah mendaftar, ingin rasanya lari dari kenyataan itu dengan menutup mata dan telinga. Namun saya sadari itu harus diselesaikan. Akhirnya solusi telah kami dapatkan dengan rapat besar bersama. Hal itu membuat saya berfikir bahwa seharusnya kami pun juga tidak membuka pendaftaran untuk setiap tahun karena kami juga harus mempertimbangkan kondisi pusat. Apapun itu, semua mengandung pembelajaran yang besar. Banyak hal yang saya alami hanya saja sulit untuk menceritakan satu persatu dan keterbatasan kosa kata bias membuatnya menjadi salah tafsir. Selama satu semester kemarin saya merasa bimbang, takut dan cemas karena saya sudah memutuskan untuk keluar dari rumah guru SMA dimana saya memutuskan untuk mengekost karena saya sudah tidak merasa nyaman disana. Saya pun tidak mungkin kembali ke rumah orang tua saya karena jarak rumah dengan kampus yang sangat jauh.  Dengan keputusan itu saya harus mengambil sebuah resiko bahwa saya harus menanggung kebutuhan hidup saya sendiri karena dulunya saya diberi tumpangan dan makan. Dengan kondisi orang tua yang sudah melepaskan saya untuk menjalani hidup sendiri, maka saya harus bertanggungjawab. Terkadang saya merasa hari-hari yang saya lalui sangat berat karena saya harus bekerja untuk menopang hidup. Saya kadang merasa bersalah jika tidak menghadiri rapat AAT Madiun karena alasan bekerja itu. Namun, saya sadar bahwa AAT telah membantu saya untuk pendidikan ini sehingga saya selalu berusaha datang. Syukur pula disamping itu, puji Tuhan teman-teman AAT lainnya masih bisa mengerti. Saya juga bersyukur bahwa selalu ada kebaikan, hal itu terlihat dari adanya seorang teman dekat yang selalu menawarkan berkat kepada saya. Keluarganya baik dan kadang mengijinkan saya untuk makan di rumah mereka. Saya juga tentu merasa sungkan akan hal ini, makanya selalu selalu berusaha selain untuk makan, uang yang didapatkan dari hasil kerja juga disisihkan untuk kos sebesar Rp. 150.000. Sayangnya di bulan Juni lalu saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin kembali fokus ke Anak-Anak Terang. Saya percaya selalu ada jalan untuk segala sesuatu. *Sarah Juniati, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Percaya Selalu Ada Jalan Read More »

IMG 20160911 152208

Mengusahakan yang Terbaik

  Oleh : Dira Nur Agista Nama saya Dira Nur Agista, saya kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Saya selalu berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik kepada semua orang yang telah men-support dan membantu saya dalam perkuliahan. Terutama tanggung jawab kepada para donatur dan pengurus Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia yang telah membiayai saya dalam kuliah. Saya menjadi anak asuh Anak-Anak Terang sudah 2 semester ini dan sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Kegiatan rutin yang saya lakukan selama ini adalah survey dan wawancara calon anak asuh, mengupload kwitansi dan tanda terima. Salah satu survey dan wawancara calon anak asuh yang saya ikuti adalah di SMK Nusasantara. SMK Nusantara memang baru tahun 2015 dan kemudian mengajukan beasiswa Anak-Anak Terang. Sekolah ini terletak di Desa Balerejo Kabupaten Madiun. Banyak sekali cerita haru yang mewarnai survey dan wawancara saya ke sana. Walaupun terma suk sekolah baru, SMK Nusantara telah memiliki banyak siswa/i, dan rata-rata siswa-nya adalah dari anak yang putus sekolah dan berasal dari desa terpencil di sekitar Kab. Madiun dan Ngawi. Siswa yang saya wawancara ada yang tinggal di asrama kepala sekolah dengan makan dan tempat tinggal gratis karena subsidi dari kepala sekolah. Kebanyakan alasan siswa-siswi tersebut memilih SMK Nusantara adalah karena biaya murah, dan ada asrama gratis. Saya selalu berharap semoga Anak-Anak Terang semakin besar sehingga lebih banyak membantu sesama sehingga dapat meringankan beban anak-anak Indonesia yang nyaris kehilangan harapan karena putus sekolah. Anak-Anak Terang telah memberikan saya banyak sekali pengalaman hidup yang sangat berkesan dan tidak akan pernah saya lupakan. Saya berharap agar Anak-Anak Terang semakin banyak donatur yang bergabung agar semakin banyak anak anak di Indonesia yang nyaris putus sekolah dan hampir kehilangan harapannya dapat terbantu dan dapat mengangkat derajat kedua orang tua nya dan keluar dari lingkaran garis kemiskinan. *Dira Nur Agista, Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia

Mengusahakan yang Terbaik Read More »

AAT Tribun Jateng

Komunitas Anak Anak Terang Semarang Menjadi Pelita Bagi Siswa Kurang Mampu

TRIBUNJATENG.COM — Secercah cahaya pelita mulai mengikis suram yang menyelimuti lorong. Langkah-langkah yang tadinya terhenti akibat gelap, bisa bergerak lincah seiring terang yang mulai sempurna. Kondisi ini seolah tepat menggambarkan anak-anak kurang mampu yang bisa melanjutkan pendidikan tanpa mengkhawatirkan biaya setelah dibantu Komunitas Anak Anak Terang (AAT) Semarang. “Komunitas ini fokus pada pendidikan anak-anak kurang mampu. Jangan sampai kondisi ekonomi yang lemah membatasi mereka mendapat pendidikan,” ujar Koordinator AAT Semarang, Meita. Menurut Meita, AAT Semarang yang terbentuk 2013 merupakan kepanjangan tangan AAT Indonesia di Jakarta yang dirintis sejak 2002. Selain semarang, AAT juga terbentuk di Padang, Pontianak, Bandung, Purworejo, Yogyakarta, Malang, serta Madiun. Adalah Maria Irewati Sophina yang menggagas komunitas tersebut. Merasa tak mampu mengatasi sendiri masalah finansial bidang pendidikan anak-anak kurang mampu ini, Maria menggandeng relasi yang punya niatan sama membentuk satu kelompok yang akhirnya menjadi cikal bakal AAT Indonesia. Di Semarang, Meita menyebut, ada 35 anggota yang mereka sebut relawan. “Tugas relawan adalah menjadi jembatan antara donatur dan anak-anak yang membutuhkan bantuan. Relawan ini juga berperan mendampingi anak-anak yang masuk dalam asuhan AAT,” jelas dia. Meita mengatakan, donasi yang diterima dari donatur tak diwujudkan dalam bentuk barang atau uang tetapi beasiswa. Sekolah tempat anak-anak kurang mampu itu belajar, memberikan informasi identitas mereka. Selanjutnya, relawan turun ke lapangan, melakukan survey dan observasi mengenai kebutuhan setiap anak. Data ini selanjutnya dimasukkan dalam database yang disebut Sistem Anak Asuh (Sianas) yang dibagikan kepada donatur yang ingin memberi bantuan. “Donatur boleh memilih anak yang akan dibantu. Mereka tidak menyerangkan secara langsung beasiswa tetapi melalui penanggungjawab atau dalam hal ini sekolah. Besarannya beragam, mulai Rp 50 ribu untuk SD, Rp 75 ribu untuk SMP dan Rp 100 ribu untuk SMA. Tergantung kebutuhan dan kondisi anak,” ungkapnya. Sampai saat ini, Meita mengungkap, ada 6.000 anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia yang mendapat bantuan dari AAT Indonesi dan tujuh daerah lain. Savio Galih, koordinator sekretariat AAT Semarang mengatakan, AAT mengjangkau anak-anak kurang mampu mulai Pati, Temanggung, juga Weleri di Kendal. Ada juga anak-anak di wilayah Indonesia Timur, satu di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT). “Sesuai namanya, kami sebagai relawan dan anggota AAT punya misi memberi terang layaknya pelita, menuntun anak-anak yang kekurangan agar bisa mendapat pendidikan formal yang baik dan jauh lebih baik setelahnya,” ucap Savio. Semangat membantu mereka yang membutuhkan menjadi alasan Savio bergabung di AAT Semarang sejak 2013. Dia pun senang, di komunitas yang memiliki anggota dari berbagai latar belakang tersebut, setiap anggota saling menguatkan. “Yang bikin betah, kepedulian anggota tinggi. Tak hanya pada anak-anak yang dibantu tetapi juga antar anggota. Apalagi, isinya (anggotanya), mayoritas anak-anak muda yang punya semarang tinggi,” ujarnya. Ia berharap, gerakan orangtua asuh yang sudah dirintis AAT ini dapat menjangkiti lebih banyak orang sehingga akan lebih banyak anak-anak kurang mampu yang terjangkau. “Saya sedang dan terus membangun jejaring ke banyak teman-teman muda lain untuk gabung ke AAT. Kalau dulu anggota AAT masih terbatas mahasiswa satu perguruan tinggi, sekarang sudah makin meluas dari berbagai kampus. Harapannya, bisa lebih luas dan banyak lagi menjangkau anak-anak yang membutuhkan,” harap Savio. Harus Terus Bangun Relasi Christ Widya Utomo, Sekjen AAT Indonesia menjelaskan sebagai komunitas yang fokus pada kegiatan sosial, Anak Anak Terang berkembang cukup baik dan konsisten. Meski begitu, harus lebih berkembang dalam menyebarkan virus gerakan orangtua asuh bagi anak-anak kurang mampu. “Yang perlu diperhatikan, di antaranya, membangun jejaring dengan komunitas sosial lain agar misi yang ingin dicapai AAT terpenuhi secara berkesinambungan. Semisal, menjalin kerjasama dengan komunitas yang bisa mewadahi Anak Anak asuh AAT mendapat pekerjaan selepas sekolah. Sehingga, anak anak asuh ini nantin tidak hanya sekadar dibantu hingga sekolah lulus lalu selesai, tetapi juga kalau bisa diarahkan untuk bisa mendapatkan pekerjaan di kemudian hari supaya bisa menghidupi dirinya sendiri pada akhirnya,” ujarnya. Membangun relasi ini harus telaten, apalagi di Semarang tak sedikit juga komunitas yang punya kegiatan sama dengan AAT. Nah kenapa tidak ini disatukan bergerak bersama. Di internal komunitas, untuk menjaga tetap solid, perlu selalu menjaga hubungan dan komunikasi supaya tetap semangat menghadapi tantangan organisasi. Manfaatkan teknologi seperti media sosial untuk menjaga komunikasi antar anggota bisa dengan buat grup diskusi bersama. Selain itu juga bisa lakukan kopdar secara berkala agar sesama anggota bisa saling lebih mengenal lagi. Sebab tanpa bisa membangun suasana yang akrab di dalam komunitas tentu akan menjadi tidak nyaman bagi siapapun, nah ini yang harus dipelihara terus. (gon) Sumber : Tribun Jateng

Komunitas Anak Anak Terang Semarang Menjadi Pelita Bagi Siswa Kurang Mampu Read More »

11950624 1220392677978137 2145018480 N

Mengenalmu sebuah Keberuntunganku

Oleh : Korneles Materay Saya harus mengakui bila bergabung bersama dan menjadi salah satu anak asuh (penerima beasiswa) Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) adalah sebuah keberuntungan. AAT bagaikan sebuah jawaban atas kerisauanku untuk mencari dan mendapatkan kemudian berbuat sesuatu terhadap orang lain. Awal perjumpaan saya dengan Yayasan AAT adalah sebuah hasil percakapan singkat dengan seorang teman baru yang bernama Willy. Dalam sebuah Ret-Ret Rohani Mahasiswa/i antara Unika Soegijapranata Semarang dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, ia memperkenalkan AAT secara singkat kepada kamibertempat di Wisma Salam, Muntilan-Jawa Tengahawal tahun 2015 lalu. Mulai saat itu hingga kini, saya memutuskan untuk berada dalam lingkaran pencegah putus pendidikan di Indonesia ini. Saya selalu berharap dapat menjadi impacter bagi orang lain. Saya ingin menjadi pemancar harapan, transformer ilmu pengetahuan, dan saluran berkat bagi banyak orang terutama mereka yang tersentuh tangan kasih Yayasan AAT Indonesia. Jalur lebih konkrit dan sederhana adalah keinginan untuk bergabung dengan sebuah gerakan sosial bagi kemanusiaan. Memang di luar sana saya tetap dapat berkarya dengan melakukan kegiatan serupa lainnya. Akan tetapi, saya terus berpikir bahwa kehendak yang baik ini haruslah terus di pupuk sehingga terpelihara dengan baik, caranya adalah mendapati wadah yang tepat untuk persemaiannya. Pikiran tersebut sudah lama terbezit sejak semester 3 (tiga) di bangku kuliah. Akan tetapi, terkadang kendala teknis perkuliahan, kegiatan dalam dan luar kampus masih menghambat langkah tersebut.Sejak berkenalan singkat dengan AAT melalui teman baru di atas, terketuk hatiku untuk mengetahui lebih komprehensif lagi tentang AAT. Lalu, apakah mungkin dapat menjadikan AAT sebagai wadah yang tepat dalam mewujudkan mimpi diri di atas ? Akhirnya, saya memutuskan untuk menembus kekhawatiran dan batas diriku yang mengganjal langkah selama ini. Awal bulan Mei 2015, saya bergabung menjadi relawan AAT. Rasa ketertarikan yang mendalam kemudian membawaku untuk menghadiri dan berpartisipasi ke dalam berbagai kegiatannya secara perlahan-lahan. Kehadiran saya disambut baik oleh pengurus dan relawan AAT kala itu. Gambaran awal saya tentang Yayasan AAT adalah kontributor beasiswa berskala nasional yang secara khusus memberikan perhatian yang besar kepada dunia pendidikan, terlebih bagi orang-orang yang punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan tetapi terkendala masalah finansial (keuangan). AAT membantu mulai dari pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Karakteristik yang kuat dari AAT adalah menyatukan kekuatan antara para pendamping komunitas dan para penanggungjawab sekolah untuk menstimulus mekanisme pembiayaan kepada anak asuh dari donatur sebagai penyokong dananya sekaligus melakukan pendampingan. Hal tersebut menandakan ada sisi saling mempercayai, kerjasama dan saling memberikan pertanggungjawaban sesuai perannya. Menemukan AAT merupakan pencapaian mimpi pribadiku (self dream)karenaterbuka lebar ruang untuk berekspresi dan berkarya sesuai niatan awalku. Soal Keberuntungan Pada edisi awal bersama AAT sebagai seorang relawan, sebagaimana lazimnya, saya membantu menyukseskan kegiatan-kegiatan seperti melakukan survei dan wawancara calon anak asuh barusaja (terbatas), karena belum menjadi pendamping komunitas (PK). Maksud terbatas karena hanya kegiatan itu saja dan/atau belum ada beban tanggungjawab sederajat pendamping komunitas yang mengikat atau bersifat wajib secara periodik atau insidental dan lain sebagainya. Saya juga mengikuti berbagai pelatihan dan pengarahan dari pengurus, pendamping komunitas lama maupun relawan dimana ilmu dalam semua kesempatan itu sangat bermanfaat dalam babakan selanjutnya. Apalagi ilmu itu sedikit banyak dapat digunakan ketika memasuki dan mengikuti alur kerja di AAT khususnya Sekretariat Yogyakarta. Pasca 6 bulan menjadi relawan, kemudian terbuka lowongan beasiswa AAT. Secara personal, saya menganggap itu adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan tawaran yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Berkat proses yang fair (adil) mulai dari seleksi administrasi, wawancara sampai keputusan akhir sebagai penerima beasiswa AAT. Decak kagum sudah pasti dalam benak dan pikiran. Alasan terbesar tidak lain adalah tujuan mendaftar beasiswa AAT berangkat dari latar belakang permasalahan finansial dalam perkuliahan menjadi ringan . Lantas, saya mempunyai kebanggaan tersendiri karena membantu meringankan biaya kuliah orang tua. Peluang ini juga saya jadikan sebagai pemupuk semangat berada dalam lingkaran AAT. Sejak bergabung di dalamnya, saya mencoba mempelajari AAT dari berbagai segi. Ada hal baru yang saya temukan kala itu menjadi penerima beasiswa AAT adalah anak asuh (penerima beasiswa) otomatis menjadi administrator atau pengurus di sekretariat. Artinya, saya akan menjalankan roda sekretariat, berperan sebagai seorang pendamping komunitas bahkan wajib menjadi koordinator tim (khususnya di sekretariat Yogyakarta). Yang dimaksud koordinator tim adalah orang yang bertugas mengkoordinir relawan atau anak asuh lama terdiri dari beberapa orang dalam satu kesatuan tim yang berperan sebagai pendamping komunitas. Pada hal, selain itu saya juga harus melakukan aktivitas sebagai mahasiswa. Disinilah arus perjuangan di AAT terasa hebatnya. Proses ini memang terasa melelahkan di kala malas dan mengasyikan di kala rajin. Faktanya, lebih banyak malas dengan alasan beragam. Mula-mula di AAT, saya tergolong sebagai seorang yang mempunyai pemahaman yang minim dan masih sungkan bertanya apalagi mengkritisi tentu berimplikasi buruk terhadap tingkat persepsi kinerja orang lain terhadap diri sendiri. Berbeda dengan itu, kesan bahwa betapa kagumku dibuatnya adalah hampir sebagian besar administrator AAT adalah sekumpulan anak muda yang punya semangat tinggi dan motivasi yang tinggi dalam komitmen untuk menyebarkan kebaikan dan mengangkat derajat manusia sebagaimana mestinya. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan kata dan perbuatan serta mulut dan tindakan. Hal inilah yang memicuku untuk bertahan di AAT.Potret awal ini rupanya telah berlalu. Terkait segelintir kecil pengalaman yang kurang mengenakan dulu hanyalah masalah persepsi pribadi, karena jika ditelisik lebih dalam ada proses pembentukan karakter yang kuat di dalamnya. Biasanya, pemenang sejati yang akan bertahan sampai akhir. Waktu terus bergulir, AAT Sekretariat Yogyakarta adalah wadah bagiku bertumbuh dan berkembang mewujudkan nilai-nilai kehidupan dan mendemonstrasikan tindakan-tindakan kecil yang memberi pengaruh bagi orang banyak. Saya melihat AAT bukan hanya sekedar keberuntungan material tetapi jauh penting adalah keberuntangan dari segi nilai-nilai kehidupan. Ada banyak nilai yang sebenarnya berada dan melayang-layang dalam ruang-ruang kehidupan di AAT. Tergantung bagaimana setiap pribadi merespon dan menggapainya. Apalagi saya selalu mendengungkan misi melayani dan kini ku dapati lahan subur untuk bercocok tanam buah-buah kebajikan. Ketika semua dapat saya uraikan di atas, terjadi polarisasi paradigma bahwa AAT bukan lagi soal keberuntungan dari segi finansial sebagai alasan saya mengambil beasiswanya. Atau, soal mewujudkan niat memasuki sebuah lembaga/badan/wadah sosial, namun jauh dari pada itu adalah suatu kewajiban moral sebagai sesama manusia untuk membantu yang lainnya. Dengan demikian, pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak baik Pengurus Yayasan

Mengenalmu sebuah Keberuntunganku Read More »

14045996 1159519487402345 8800367437055830026 N

Awalnya Mengalami, Akhirnya Melakukan Pelayanan Kasih

Oleh : Mawar Dian Natalia Hallo perkenalkan nama saya Mawar Dian Natalia. Saya mengenal AAT itu berawal ketika saya pada semester 3 saya mencari-cari info mengenai beasiswa, di papan pengumuman kampus saya memperoleh info mengenai beasiswa AAT. Awalnya saya tidak mengetahui apa itu AAT, saya hanya ingin mendaftar beasiswanya karena memang kondisi keuangan keluarga yang pada saat itu sedang tidak baik, ayah saya hanya seorang penjual bambu, yang dimana harus menghidupi 5 orang yang terdiri dari mama, papa, saya, dan kedua adik saya yang juga masih bersekolah. Dengan biaya kuliah di ATMA JAYA yang menurut saya mahal saya berusaha agar dapat meringankan beban ayah saya. Pada semester 4 sebelum pembayaran spp variabel, saya mendapat sms dari pihak AAT yang menginfokan bahwa saya diterima menjadi salah satu penerima beasiswa AAT. Pada saat itu saya sangat bahagia, karena saya akhirnya bisa meringankan beban ayah saya. Waktu diberitahu oleh kak ayu (pengurus AAT yang mengsms saya) saya disuruh datang kepertemuan anak anak asuh yang memperoleh beasiswa, saya datang dengan sangat senang, saya pikir hanya akan menerima beasiswa saja, tanpa ada hal lainnya. Namun ternyata kami yang memperoleh beasiswa ini diberikan tugas pelayanan, pelayanan kasih kepada sesama kami yang memang juga merupakan anak asuh namun di SD,SMP, dan SMA. Kami diajarkan apa itu AAT, apa saja yang dilakukan di AAT. Dari pertemuan awal itu, saya masih bingung tentang tugas dan maksud dari pelayanan kasih itu apa. Lambat laun saya mulai mengerti, bahwa kami juga harus membantu di dalam proses administrasi beasiswa bagi adik adik di SD, SMP, dan SMA yang memperoleh beasiswa. Awalnya memang susah dan membingungkan, karena harus belajar SIANAS, cara upload TT dan KW serta raport, dan juga harus Survey. Namun ketika saya menjalaninya, saya merasa jika pilihan saya di AAT ini tidak lah salah. Karena berawal dengan saya mengikuti survey ke SMA Stella Duce Bantul, saya mengalami kasih yang diberikan AAT untuk mereka. Saya mendengar banyak sekali cerita dari siswa-siswa yang mendaftar beasiswa, bagaimana mereka hidup, bagaimana keluarga mereka yang dimana memang berkekurangan. Saya merasa sangat bersyukur bahwa ada AAT yang siap membantu mereka, dengan adanya AAT dapat meringankan beban dari siswa siswa ini. Selama saya di AAT saya merasakan kasih yang diberikan oleh PJ, anak asuh serta teman teman penerima beasiswa PT. Saya juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah saya pilih. Saya mencoba bertanggung jawab, baik di AAT maupun di perkuliahan saya. Dengan tetap mempertahankan nilai nilai saya, sehingga tidak mengecewakan para orang tua asuh yang sudah membantu membiayai uang kuliah saya yang sangat mahal. AAT memang jembatan emas bagi kami yang membutuhkan pertolongan  .Terima kasih AAT, terima kasih para orang tua asuh yang sudah mengulurkan tangan nya untuk kami  🙂 terima kasih saya ucapkan… *Mawar Dian Natalia, adalah Mahasiswi Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang

Awalnya Mengalami, Akhirnya Melakukan Pelayanan Kasih Read More »

Wawancara 600x375

Wawancara Calon Anak Asuh

Bandung. Persiapan memasuki tahun ajaran baru 2017/2018. Beberapa sekolah sudah mulai mengajukan proposal calon anak asuh AAT (Anak Anak Terang) untuk tahun ajaran baru 2017/2018. Kali ini Anak Anak Terang Sekretariat Bandung sudah memulai proses wawancara calon anak asuh di SDK Paulus 3 Bandung. Tiga relawan yang bertugas kali ini adalah Nadia Gracia, Bernadus Seno, dan Ryo Gultom. Satu per satu calon anak asuh ditanya seputar diri anak dan keluarga. Proses wawancara ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon anak asuh, memang sangat perlu dibantu. Bantuan yang nantinya diterima adalah beasiswa SPP. Beasiswa SPP diterimakan ke pihak sekolah dan langsung diperhitungkan dengan SPP yang harus dibayar oleh pihak orang tua anak asuh. Untuk anak asuh Sekolah Dasar akan menerima beasisawa Anak-Anak Terang sejumlah maksimal 50rb per anak. Mungkin terlihat kecil bantuan sejumlah itu. Namun demikian, untuk anak yang benar-benar tidak mampu, bantuan yang sering kita anggap kecil itu, sangatlah besar artinya. Orang Tua kandung anak yang bersangkutan tetap memiliki rasa tanggung jawab terhadap anak dengan bantuan para orang tua asuh Anak Anak Terang. Relawan Anak Anak Terang yang melayani wawancara calon anak asuh mendapat banyak hal pelajaran hidup. Pelajaran berharga yang belum tentu didapat di kampus. Ada nilai tersendiri tatkala di usia muda, bisa ikut peduli dan berbagi untuk anak anak negeri ini. Relawan yang bersedia memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk adik-adik kurang mampu, agar mereka bisa terus bersekolah. Tetap semangAAT adik-adik calon anak asuh dan para relawan Anak Anak Terang. Semangat untuk belajar. Semangat melayani, peduli dan berbagi. Bahagia itu ketika kita bisa berbagi. Untuk para Orang Tua Asuh, tunggu tanggal 1 Juli 2017. para sahabat orang tua asuh bisa ikut berpartisipasi berbagi dengan membantu beasiswa anak-anak ini. Sedikit dari kita, besar artinya untuk mereka. Salam dari Bandung penuh Cinta #cegahputussekolah

Wawancara Calon Anak Asuh Read More »

SMCA 600x375

Suara Merdeka Community Award

Semarang – .Anak Anak Terang pada tanggal 11 Maret 2017 berkesempatan menjadi salah satu nominator Suara Merdeka Community Award 2017. Ajang penghargaan untuk komunitas-komunitas di seluruh Jawa Tengah. Pameran komunitas Suara Merdeka Community Award digelar di hall Hotel UTC Semarang. Semarak acara meski tidak ramai padat, tidak menyurutkan semangat relawan Anak Anak Terang. Mulai dari H-1, para relawan AAT Semarang mempersiapkan booth yang telah disediakan oleh panitia. Pagi hingga siang mereka kuliah. Usai kuliah meluncur ke Hotel UTC dengan perlengkapan yang dibutuhkan. Booth dihias sedemikian rupa menampilkan wajah Anak Anak Terang, komunitas orang-orang yang peduli kepada pendidikan anak anak tidak mampu. Ajang Suara Merdeka Community Award bukan untuk mengejar sebagai pemenang Komunitas Terfavorit pilihan pembaca koran Suara Merdeka. Ajang ini sebagai salah satu sarana memperkenalkan Anak Anak Terang kepada banyak orang. Makin banyak yang mengenal AAT, akan makin banyak orang yang bisa ikut peduli dan berbagi dalam program beasiswa anak tidak mampu. SemangAAT Anak Anak Terang!

Suara Merdeka Community Award Read More »

Suara Merdeka 600x375

Anak-Anak Terang Tekankan Pendidikan

Suara Merdeka Cetak – Anak-Anak Terang Tekankan Pendidikan BERMULA dari adanya keprihatinan akan nasib pendidikan 25 anak kurang mampu di Kampung Jembatan, Jakarta Timur, sejumlah kelompok tergugah untuk mendorong mereka agar terus tersentuh dunia pendidikan Pada Agustus 2002 silam, lahirlah kelompok atau komunitas Anak-Anak Terang (AAT) dengan misi pelayanan beasiswa pendidikan formal bagi anakanak yang tidak mampu. Dalam perkembangannya, kelompok informal tanpa badan hukum sudah tidak dapat lagi menaungi karya pelayanan AATyang semakin meluas. “Jumlah anak asuh yang sudah mencapai ribuan setiap tahunnya, membuat kelompok AATterpanggil untuk secara nirlaba dan formal melanjutkan karya-karya pelayanannya dalam Yayasan AAT Indonesia. Kemudian secara resmi disahkan Kemenkumham pada April 2014,” kata Sekretaris Sekretariat Semarang Evanaimatul, kemarin. Saat ini, jumlah anggota AAT sekitar 225 orang. Kantor pusat mereka di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi. Yayasan tersebut memiliki beberapa kantor sekretariat di berbagai kota, termasuk Kota Semarang, yang berada di Jalan Pleburan Barat No 12. AATmemiliki visi menjadi komunitas untuk menaungi siapa saja yang mempunyai kepedulian pada anak-anak yang kurang beruntung di bidang pendidikan formal. “Kami juga mendampingi dengan perhatian dan kasih sayang sehingga anakanak asuh dapat menyelesaikan pendidikan formal dengan baik,” jelasnya. (Eko Fataip-67) Sumber  : Suara Merdeka

Anak-Anak Terang Tekankan Pendidikan Read More »

Aat2

Pengajuan Beasiswa 2017-2018

Penerimaan Proposal Permohonan Beasiswa AAT Tahun Ajaran 2017-2018 —   ANAK-ANAK TERANG (AAT) membuka kesempatan kepada sekolah atau komunitas untuk mengajukan permohonan beasiswa yang dimulai pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2017-2018. Beasiswa diberikan kepada siswa-siswi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi, namun memiliki keinginan kuat untuk menyelesaikan studinya. Beasiswa diberikan untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMU/SMK berupa uang sekolah (SPP).   Detail Pengajuan Beasiswa AAT   Persyaratan Calon Anak Asuh : 1. Siswa aktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK. 2. Mengajukan surat permohonan beasiswa oleh orang tua siswa. 3. Melengkapi formulir Data Pribadi Calon Anak Asuh. 4. Foto Profil dengan Digital Camera/Handphone Camera 5. Fotokopi Kartu Keluarga 6. Fotokopi Raport semester terakhir. 7. Fotokopi sertifikat prestasi (akademis/non-akademis) yang dimiliki. 8. Tidak sedang menerima beasiswa/bantuan/ikatan dinas dari instansi swasta/pemerintah.   Ketentuan-ketentuan : 1. Beasiswa diberikan HANYA UNTUK PEMBAYARAN UANG SEKOLAH (SPP), besarnya ditentukan oleh AAT. 2. Beasiswa diberikan secara bulanan (tgl 10 maksimal tgl 20) selama 12 bulan (Juli 2017 – Juni 2018, tahun ajaran 2017-2018), dan selanjutnya dapat diperpanjang untuk tahun ajaran berikutnya. 3. Kwitansi/Tanda Terima beasiswa harus diupload di SIANAS oleh PJ Sekolah paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. 4. Scan  raport diupload/diunggah oleh PJ Sekolah ke SIANAS maksimal 2(dua) minggu setelah penerimaan raport semester.   Perpanjangan Beasiswa : Beasiswa dapat diperpanjang pada tahun ajaran berikutnya, jika : 1. Tertib administrasi selama menerima beasiswa AAT. 2. Siswa yang bersangkutan NAIK KELAS. 3. Hasil belajar menunjukkan prestasi yang baik.   Pembatalan Beasiswa : 1. Bila tidak menyerahkan, atau terlambat upload/unggah bukti pembayaran uang sekolah per bulan ke SIANAS sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 2. Bila tidak menyerahkan, atau terlambat upload/unggah raport sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 3. Sudah menerima beasiswa/bantuan/ikatan dinas dari instansi swasta/pemerintah. 4. Siswa yang bersangkutan terlibat dalam kasus di sekolah (mangkir/bolos, skorsing, narkoba, tawuran, tindak kriminal)   Garis Besar Isi Proposal : Profil Sekolah/Komunitas Uraikan dengan detil mengenai profil sekolah/komunitas secara lengkap, meliputi data demografi sekolah, jumlah kelas, jumlah siswa, jumlah guru, fasilitas, sarana dan prasarana yang ada. Uraian dilengkapi dengan foto-foto pendukung Profil Daerah/Wilayah anak asuh Uraikan dengan detil mengenai kondisi daerah/wilayah domisili sebagian besar calon anak asuh, meliputi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, tingkat pendidikan, maupun mata pencaharian sebagian besar orangtua calon anak asuh. Uraian dilengkapi dengan foto-foto pendukung. Rincian Kebutuhan Uang Sekolah Uraikan dengan detil mengenai kebutuhan finansial untuk pendidikan anak asuh, meliputi pemasukan dan pengeluaran sekolah, sehingga didapatkan besarnya uang sekolah yang harus ditanggung oleh calon anak asuh. Dari angka tersebut, jelaskan besarnya uang sekolah yang harus ditanggung oleh orangtua dan besarnya beasiswa yang dimintakan dari AAT. Biodata Anak Asuh Cantumkan selengkap-lengkapnya biodata dari masing-masing anak asuh, berikan deskripsi singkat dan jelas mengenai kondisi keluarga dan perekonomian calon anak asuh, cantumkan juga prestasi akademik dan non-akademik yang pernah diraih calon anak asuh (jika ada), dan sertakan foto calon anak asuh. Input di SIANAS dengan Status “Menunggu Konfirmasi” Keterangan Pendukung Beasiswa AAT merupakan beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, namun memiliki semangat untuk terus bersekolah demi menggapai kehidupan yang lebih baik di masa depan. Cantumkan keterangan-keterangan pendukung untuk memberikan kejelasan dan keyakinan bagi AAT bahwa calon anak asuh di dalam proposal benar-benar layak dan membutuhkan beasiswa AAT demi kelangsungan pendidikannya. Biodata Calon Penanggung Jawab Sekolah Cantumkan selengkap-lengkapnya biodata dari calon Penanggung Jawab Sekolah meliputi : nama lengkap, agama, pekerjaan dan jabatan, alamat kantor, telepon/fax kantor, alamat rumah, telepon/fax rumah, no. handphone, alamat email, no. rek. BRI.   Penyerahan Proposal dan Seleksi : Proposal diketik rapi, 1.5 spasi, Times New Roman 12, UKURAN HALAMAN KERTAS A4/LETTER.  Proposal dikirimkan dalam bentuk softcopy  ke email Sekretariat AAT terdekat cc: beasiswa@aat.or.id. Maksimal 31 Mei 2017. Seleksi akan dilakukan pada Bulan Mei – Juli , waktunya akan ditentukan kemudian.   Informasi selengkapnya : 1. Profil utuh Anak-Anak Terang dapat dilihat di : www.aat.or.id 2. Prosedur lengkap pengajuan beasiswa dan formulir, dll dapat diunduh di : Sini. 3. Informasi lainnya, dapat menghubungi via email di : beasiswa@aat.or.id    

Pengajuan Beasiswa 2017-2018 Read More »

Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 War138 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki cakar76 cakar76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ taktik sinkronisasi strategi mahjong wild deluxe teknik analisa peluang dadu sicbo pola rtp live gates of olympus dekonstruksi algoritma strategi analisa peluang baccarat taktik teknik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess eksplorasi metrik teknik analisa peluang blackjack strategi pola mahjong wins 3 pragmatic taktik rtp live sweet bonanza metodologi eksekusi analisa peluang roulette teknik pola mahjong ways 2 pgsoft taktik strategi rtp live wild west gold diversifikasi taktik analisa peluang sv388 blackjack teknik strategi pola rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush evaluasi strategi silang taktik pola mahjong wild deluxe analisa peluang teknik sicbo rtp live gates of olympus integrasi taktik komprehensif strategi peluang baccarat analisa teknik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess arsitektur presisi teknik taktik peluang blackjack analisa strategi pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza sinkronisasi empiris taktik peluang roulette teknik analisa pola mahjong ways 2 pgsoft strategi rtp live wild west gold kalibrasi strategi teknik analisa peluang blackjack sv388 taktik pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic