Tabulampot AAT

Guru dan siswa SD Marsudirini melaksanakan Tabulampot

Memasuki usia  ke-80 pada 19 Februari 2011, SD Marsudirini St. Theresia Boro bekerjasama dengan Anak-Anak Terang, melaksanakan kegiatan Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot).

Tabulampot yaitu program pembelajaran siswa untuk menanam semua jenis tanaman yang bernilai ekonomis dalam pot seperti : cabe, sawi, tomat, dll yang bisa tumbuh dan bisa dijual dengan mudah di pasar tradisional.

Setiap siswa bertanggung jawab atas satu atau dua pot besar berukuran diameter 30 cm dan dirawat di sekolah dengan mekanisme kerja setiap kelas diberi bibit satu jenis tanaman. Pot akan ditempatkan di halaman depan kelas masing-masing agar perawatan setiap harinya dapat lebih terjaga dan terawasi. Selanjutnya, setelah memasuki masa panen, maka Tabulampot akan dipanen serentak dan hasilnya dijadikan sebagai modal pengembangan sekolah dalam program Tabulampot selanjutnya.

Tabulampot sendiri bertujuan sebagai aplikasi pembelajaran tentang lingkungan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Selain itu juga mengajak anak untuk peka pada lingkungan sekitar, mengenalkan kepada siswa cara pemeliharaan tanaman, dan menyalurkan bakat dan minat anak terhadap agrobisnis. Program Tabulampot juga menjadi sarana pembelajaran wirausaha siswa.

Bersama AAT, Program Tabulampot dilaksanakan mulai awal Februari 2011, tepatnya tanggal 2 Februari 2011 dengan harapan pada pelaksanaan bazar di sekolah (tanggal 13 Februari 2011) dan pada perayaan puncak syukur 80 Th SD Marsudirini St. Theresia (tanggal 19 Februari 2011) sudah dapat dilihat proses awal pembelajaran ini oleh para orang tua / wali siswa yang berkunjung di sekolah.

Selama 80 tahun SD Marsudirini mendidik siswa siswi dari berbagai latar belakang, dan kondisi yang berbeda pula. Berkaitan dengan kondisi lingkungan yang rata–rata masyarakatnya petani, maka SD Marsudirini berusaha mengaplikasikan pendidikan berbasis keunggulan lokal dalam bentuk pengenalan lingkungan hidup bertani.

 

Lihat juga :