AAT Yogyakarta

IMG 20170429 WA0007 1024x576

Kunjungan ke Yayasan Panti Rini dan SD Maria Purworejo

Oleh: Korneles Materay Tanggal 29 April 2017, Anak-Anak Terang (AAT) Sekretariat Yogyakarta melakukan kunjungan ke dua sekolah/komunitas yang menerima beasiswa AAT. Kesempatan kunjungan ini dilakukan oleh 3 orang Penanggungjawab Komunitas (PK) yaitu Novia, Nyong dan Neles. Setelah menempuh perjalanan dengan kendaraan sepeda motor sekitar 2 jam akhirnya kami pun tiba di tempat tujuan pertama yaitu, SD Maria Purworejo. Kami disambut dengan hangat oleh pihak sekolah.   Kami lalu mengutarakan maksud kunjungan tersebut. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka koordinasi dan membangun komunikasi untuk menggali kendala administrasi pelaksanaan beasiswa AAT selama ini. Ibu Christi selaku Penanggungjawab Sekolah (PJ) mengatakan bahwa keterlambatan pihak sekolah dalam melaksanakan kewajiban administrasi karena adanya kesibukan akreditasi sekolah. “Kami masih sibuk menghadapi akretasi sekolah, jadi maaf ini terbengkalai. Tetapi kasih kami kesempatan untuk memperbaikinya sesegera mungkin”, pungkasnya. Selain itu, dikeluhkan oleh bu Christi bahwa di sekolah tersebut hanya dirinya yang menaruh perhatian penuh ke beasiswa AAT. “Dulu ada kepala sekolah yang sama seperti saya memahami beasiswa AAT, namun sekarang ini kepala sekolahnya telah diganti. Dia (kepala sekolah) mengatakan kepada saya “bu Christi, kalau mau dilanjutkan silahkan, kalau tidak, tidak apa-apa”, tambahnya. Bagi PJ seperti Bu Christi, dia merasa sangat prihatin sehingga selalu bertekad untuk mempertahankan keberlanjutan beasiswa AAT karena faktanya masih ada anak-anak yang butuh beasiswa AAT. Setelah mengetahui kendala tersebut, waktu tersisa kami pergunakan untuk langsung mengajarkan cara menggunakan sistem SIANAS. Sekitar 30 menit belajar SIANAS, Ibu Christi mengatakan sudah bisa mengakses SIANAS. “Kalau menggunakan aplikasi seperti ini kan bagus, saya bisa lebih mudah mengakses dan tidak banyak tanya-tanya”, kesannya. Kami juga memberikan undangan pelatihan SIANAS yang akan diadakan pada bulan Juni untuk seluruh PJ se-Sekretariat AAT Yogyakarta. Setelah berpamitan, kami melanjutkan kunjungan ke Yayasan Panti Rini disambut Sr. Rachel. Kami menjelaskan hal yang sama kepada Sr. Rachel bahwa kedatangan kami adalah untuk mengetahui kendala administrasi pelaksanaan beasiswa AAT selama ini. Memang Sr. Rachel bukanlah PJ karena waktu itu PJ Panti Rini sedang keluar kota. Tetapi waktu tersebut dipergunakan untuk memperkenalkan beasiswa lebih dalam lagi. “Saya akan mencoba untuk mem-back-up. Saya akan lakukan komunikasi sama PJ ya”, pungkasnya. Berbeda dengan apa yang kami lakukan di SD Maria, tidak ada pelatihan SIANAS di Yayasan Panti Rini karena keterbatasan yang ada baik fasilitas laptop dan lainnya. Kami juga memberikan undangan pelatihan SIANAS. Berkenaan dengan maksud kedatangan tersebut baik SD Mari Purworejo maupun Yayasan Panti Rini berjanji akan menyelesaikan semua administrasi yang meliputi tanda terima, kwitansi dan rapor yang tersisa. Bahkan SD Maria Purworejo kami langsung meminta berkas untuk di proses. #AnakAnakTerang #CegahPutusSekolah

Kunjungan ke Yayasan Panti Rini dan SD Maria Purworejo Read More »

Bertanggung 720x375

Ber (Tanggung) Jawab

  Oleh : Epifanius Solanta Perjalanan hidup manusia di dunia yang kerap kali dianggap “fana” ini seringkali menemukan banyak kejanggalan, tantangan dan berbagai hal lain yang membuat manusia menjadi frustrasi, cemas, takut dan bahkan lebih memilih untuk berserah diri. Bagi saya, pengalaman seperti ini bukan suatu hal yang baru. Tantangan dan cobaan yang datang silih berganti menghiasi dan mewarnai kehidupanku, tidak membuat saya harus tunduk padanya dan berserah diri. Sebab sikap apatis atau tidak mengambil pusing atau resiko terhadap sesuatu hal justru menjerumuskan diri ke dalam liang keburukan yang berujung pada menurunnya moralitas dan nurani diri. Suatu keputusan yang dibuat tentu saja memiliki suatu tujuan dan prospek yang baik bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi orang lain. Pertanyaannya kemudian adalah apakah saya sudah menjalankan ini dengan sungguh-sungguh? Tulisan ini sebenarnya sejenak untuk melakukan anamnesis bagi saya. Berusaha untuk membuka lembaran kisah baik dalam pergumulan dunia akademik maupun non akademik selama kurang lebih satu semester ini. Namun sebelum jauh aku menerawang, tidak lupah aku titipkan kata terima kasih kepada Yayasan Aak-Anak Terang yang memiliki hati dan nurani yang luar biasa, peduli terhadap dunia pendidikan, terhadap mereka yang memiliki keinginan dan niat yang besar untuk sekolah tetapi terkendala oleh finansial. Kehadiran Yayasan AAT ibarat oase di tengah padang gurun, yang memberikan kesegaran kepada tumbuh-tumbuhan dan mengobati rasa dahaga bagi hewan yang sedang meniti hidup di sana. Semester tujuh (7) mempunyai kisah tersendiri dalam hidup saya. Ada rasa duka dan bahagia. Semuanya berkolaborasi, menjiwai dan menghiasi pikiranku. Dimana saya mulai dan harus bergumul dengan tugas akhir yaitu skripsi. Ada rasa takut dan cemas karena merasa belum siap untuk memulainya. Tetapi semuanya itu sirna, tatkala saya membawanya dalam doa bersama Dia yang aku puji dan dengan semangat kerja keras dan usaha yang sangat tinggi. Alhasil dalam waktu yang lumayan panjang ini, saya berhasil melaksanakan dua ujian yaitu ujian laporan intrenship dan seminar skripsi. Dihadapan dosen penguji, dosen pembimbing dan teman-teman mahasiswa program studi Sosiologi, saya mampu mempertanggungjawabkan hasil jerih payah saya dengan sangat baik. Kesibukan yang sangat ekstra dalam dunia akademik yang membuat saya menjadi tidak fokus dengan dunia non akademik. Saya kian tergerus dan lupah bahwa dunia non akademik juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan hidup saya. Ada suatu keyakinan yang sangat besar dan sebuah pengakuan yang tidak bisa berpaling dari hidupku, akan tingkat keterlibatanku dalam komunitas AAT khususnya di semester tujuh ini. Beberapa kali pertemuan saya tidak sempat hadir dikarenakan oleh beberapa halangan dan rintangan yang tidak terduga, seperti ada keluarga yang meninggal dunia, saudara yang sakit dan juga bertabrakan dengan waktu penelitian. Di samping itu, kurang intensifnya pola komunikasi dengan teman-teman anggota AAT dan dengan beberapa PK di bawahku dan juga dengan PJ lebih dikarenakan oleh masalah teknis yakni HP yang sama sekali tidak bersahabat dengan saya. Hal ini yang membuat saya menjadi frustrasi dan stress. Beberapa kali saya harus melempar HP dikarenakan tidak bisa memainkan fungsinya secara baik. Bahkan sampai sekarang ini, urusan kwitansi dan TTD masih belum selesai, dikarenakan oleh kesalahan pada SK. Tetapi saya juga mengakui bahwa ada kelalaian yang ada pada diri saya seperti minimnya pola komunikasi yang baik dengan anggota dan juga dengan kordinator AAT. Akankah semua pengalaman ini meruntuhkan semangatku untuk AAT? Sama sekali saya tidak ada niat untuk itu. Justru saya harus bangkit, bertanggung jawab. AAT bagi saya adalah sebuah keluarga yang tidak hanya hadir memberikan bantuan berupa uang, melainkan juga hadir dalam bentuk ide, pikiran dan perilaku yang mendewasakan saya. Sikap tanggung jawab menjadi suatu pilihan yang sangat tepat sebagai landasan dan dasar yang akan menjiwai diri saya dalam menjalankan tugas bersama teman-teman di AAT. Suatu kewajiban harus diselesaikan secara baik. Di samping itu, sikap keterbukaan terhadap sesama, menyampaikan setiap keluhan menjadi suatu keharusan untuk sama-sama mencari jalan keluar atau solusi yang baik. *Epifanius Solanta, Mahasiswa Program Studi Sosiologi dan Penerima BeasiswaYayasan AAT Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Ber (Tanggung) Jawab Read More »

Kasih Itu 720x375

Kasih Itu Nyata

Oleh : Veronica Fran Sisca Perkenalkan nama saya Veronica Fran Sisca, salah seorang mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta angkatan 2014. Saya merupakan penerima beasiswa dari AAT yang biasa disebut AAPT (Anak Asuh Perguruan Tinggi). Kasih itu sungguh nyata, sebab Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya lewat Yayasan AAT ini kepada saya. Tak terbilang besarnya rasa syukur karena saya mampu melanjutkan kuliah tanpa khawatir akan biaya. Lewat tulisan ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur dan pengurus pusat AAT yang telah mau mengulurkan tangannya untuk membantu kami para anak asuh. Ayah saya yang mengalami kecelakaan beberapa tahun silam membuatnya membutuhkan bantuan dari orang lain untuk kegiatan sehari- harinya. Biaya berobat yang terbilang cukup besar sempat membuat keluarga kami kesulitan dalam keuangan sehingga harus meminjam kepada orang lain. Besarnya pengorbanan dan perjuangan seorang ibu untuk me-sekolah-kan anaknya sampai ke perguruan tinggi, sungguh saya rasakan di keluarga saya. Beruntung, saya bisa sedikit meringankan beban ibu saya dengan mendapatkan beasiswa dari AAT ini. Saya mempunyai impian, ingin mendapatkan sebuah pekerjaan yang lebih baik, tentu harus ada pengorbanan yaitu menempuh pendidikan sampai mendapatkan gelar sarjana ekonomi. Yakin akan selalu ada jalan bagi orang yang percaya membuat saya bertahan sampai saat ini dalam perjalanan perkuliahan. Walaupun saya tidak begitu pintar, namun impian itulah yang membuat saya bersemangat menimbah ilmu dan melewati segala tantangan hidup. *Veronica Fran Sisca, adalah Mahasiswi Jurusan Akuntasi dan Penerima Beasiswa Yayasan AAT Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Kasih Itu Nyata Read More »

Temu PK dan PJ Jogja

Yayasan Anak-AnakTerang(AAT) Indonesia melalui Sekretariat Yogyakarta kembali melakukan pertemuan antara Pendamping Komunitas (PK) dan Penanggungjawab (PJ) pada tanggal 3 September 2016. Pertemuan tersebut merupakan acara rutin per semester baru. PK dan PJ adalah elemen terpenting disamping donator dalam menyukseskan semangat “tidak boleh terjadi, seseorang tidak melanjutkan pendidikan karena ia miskin” yang tidak lain adalah komitmen dan tujuan berdirinya AAT. Pada kesempatan itu Koordinator AAT Sekretariat Yogyakarta, Nyong Andri Bakarbessy memaparkan bahwa pertemuan ini dimaksudkan untuk memulihkan keadaan-keadaan tertentu pada periode sebelumnya yang menjadi penghambat kinerja PK dan PJ. Sekarang kita harus memikirkan adik-adik penerima beasiswa dengan cara kerja keras, pungkasnya. Acara yang digelar di Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta di mulai tepat pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB dengan beberapa agenda yaitu : Pertama, sosialisasi Sistem Informasi Anak Asuh (SIANAS). Sosialisasi merupakan proses introduksi awal memahami prosedur kerja SIANAS. Meskipun dalam keterbatasan waktu, PJ tetap diberikan pelatihan singkat. Hal ini mendukung niatan pengalihan beban tanggungjawab pengolahan administrasi (data) anak asuh dari PK ke PJ yang akan terealisasi tahun ajaran berikutnya. Rencana ini pun belum bersifat final jika transisi literasi SIANAS dari PJ belum tercapai. Untuk itu, AAT Sekretariat Jogja juga merencanakan akan berkunjung ke sekolah-sekolah untuk intensifikasi SIANAS. Kedua, memperkuat jaringan komunikasi antara PK dan PJ berbasis teknologi sehingga akses informasi yang diperlukan entah oleh PJ atau PK mudah didapatkan. Media komunikasi Facebook (Grup) dan WhatsApp (Grup) digunakan untuk ajang koordinasi bersama. Ketiga, pembagian SK (Surat Keputusan) penerima beasiswa AAT dari pengurus dan PK Jogja kepada PJ masing-masing sekolah yang datang. Surat Keputusan itu merupakan justifikasi kerjasama antara AAT dan sekolah-sekolah kedepan. Selain pembagian SK, ada juga acara sharing atau dengar aspirasi PJ dan PK. Tujuan sharing adalah saling meneguhkan, memberikan masukan dan mengevaluasi kinerja dengan harapan kedepan akan semakin baik. AAT adalah suatu keharusan pelayanan bagi sesama yang membutuhkan. Acara sukses ditutup dengan sesi makan dan foto bersama. Salam Anak-AnakTerang Penulis : Korneles Materay

Temu PK dan PJ Jogja Read More »

Tahun Pertamaku Bersama Anak-Anak Terang

Tahun Pertamaku Bersama Anak-Anak Terang Perkenalkan nama saya Anggun Septin Kartika Wulan. Saya biasa dipanggil dengan nama Anggun. Saat ini saya sudah semester tujuh di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tidak terasa, sudah lebih dari satu tahun saya bergabung di Yayasan Anak-Anak Terang. Saya bergabung dan mendapatkan beasiswa Anak-Anak Terang ketika saya masih semester lima. Tahun ini merupakan tahun kedua saya bergabung dengan Anak-Anak Terang. Banyak suka maupun duka yang telah dilalui bersama. Mulai dari tugas bulanan yaitu mengunggah tanda terima dan kuitansi sekolah, melakukan survei ke sekolah-sekolah, menggalang dana, hingga mengikuti berbagai acara bersama dengan teman-teman pendamping komunitas sekretariat AAT Yogyakarta. Melalui Anak-Anak Terang saya berkesempatan menjadi salah satu bagian dari tim SIANAS (Sistem Informasi Anak asuh). Tim SIANAS merupakan tim yang menangani pelelangan anak asuh, mulai dari input data anak asuh, mencari donatur, hingga mengingatkan donatur untuk mentrasfer beasiswa. Di tim ini saya mendapatkan tugas di bagian donasi. Tugas saya mengecek donasi dari donatur dan mengingatkan donatur untuk mentrasfer beasiswa sebelum jatuh tempo. Dari situ saya menjadi tahu bagaimana sistem kerja pencarian donatur di Anak-Anak Terang. Harus terjalin relasi yang kuat antara anak asuh, donatur atau orang tua asuh, dan relawan yang menjalankan sistem di Anak-Anak Terang. Untuk menjadi tim SIANAS, harus mengikuti training terlebih dahulu sebelum menjalankan sistemnya. Training yang saya ikuti dilakukan selama dua hari, yaitu hari Sabtu dan Minggu di Semarang. Saya bersama dua teman berangkat dari Yogyakarta jam 6 pagi dan sampai di Semarang jam 9-an. Kami dijemput kemudian di antar ke rumah Mami Lies (Bu Lies Endjang). Ternyata di sana sudah banyak teman lainnya. Dari sini pula saya mendapatkan teman-teman baru dari sekretariat AAT Semarang, Malang, Madiun, dan Bandung. Saya belum pernah bertemu dengan Mami Lies sebelumnya. Ternyata beliau orang yang sangat hangat dan mudah bergaul dengan anak muda. Apa saja bisa diceritakan bersama Mami Lies. Beliau memang sosok Ibu di keluarga besar Anak-Anak Terang se-Indonesia. Selain pengalaman ambil bagian di Tim SIANAS, saya juga pernah beberapa kali ikut mencari dana dengan cara menjual merchandise Anak-Anak Terang. Waktu itu kebetulan kami berjualan di depan gereja. Awalnya saya ragu dan takut dipandang aneh karena penampilan saya yang berhijab dan sebelumnya saya belum pernah ke gereja. Tetapi teman-teman meyakinkan saya bahwa tidak akan terjadi diskriminasi seperti yang saya bayangkan. Dan benar saja, para jemaat gereja tetap tertarik dan antusias melihat dan membeli merchandise AAT. Dari pencarian dana tersebut, kami mendapatkan dana yang cukup banyak. Dari sini saya belajar bahwa berbagi itu tidak harus melihat dari apa yang mereka kenakan dan juga bukan dari apa agama mereka. Berbagi murni muncul dari hati manusia yang saling mengasihi karena setiap agama mengajarkan bagaimana mencintai dan mengasihi kepada semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih kepada Anak-Anak Terang yang tidak hanya memberikan beasiswa, namun juga mengajarkan ilmu-ilmu lain sehingga menjadikan saya pribadi yang lebih baik lagi. “Berbagi itu tidak harus melihat dari apa yang mereka kenakan dan juga bukan dari apa agama mereka.” Anggun

Tahun Pertamaku Bersama Anak-Anak Terang Read More »

Gerakan Kecil Bermakna Besar

PERKENALKAN nama saya Anggun Septin Kartika Wulan, biasa dipanggil Anggun. Saya tinggal bersama kedua orang tua, satu adik laki-laki dan satu nenek yang sedang sakit stroke di Giwangan Yogyakarta. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan telah memasuki semester VI. Saya mengenal Anak-Anak Terang (AAT) dari seorang teman. Waktu itu dia memberi tahu mengenai beasiswa kuliah dari AAT yang telah bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Mengetahui hal itu, saya kemudian mencari tahu apa itu beasiswa AAT dan persyaratan-persyaratan untuk mengajukan beasiswa. Pada saat itu sedang liburan semester IV dan akan memasuki semester V. Singkat cerita, pengajuan beasiswa saya diterima walau sebenarnya saya belum begitu paham mengenai AAT itu sendiri. Awalnya saya mengira AAT itu hanya sekedar memberikan beasiswa saja tanpa ada hubungan lain setelahnya. Tapi ternyata saya salah. Di AAT, semua orang yang telah bergabung juga ikut terlibat dalam mengembangkan AAT atau bisa disebut setiap orang adalah roda bagi AAT. Awalnya terasa berat menjadi pengurus baru. Ya, mungkin karena belum terbiasa dengan sistem dan lingkungannya. Tugas wajib yang harus saya lakukan adalah piket, mengurus rapor anak asuh AAT tingkat sekolah, mengunggah dan mengirim kuitansi serta tanda terima beasiswa dari sekolah-sekolah yang telah dibantu oleh AAT. Suatu ketika, saya ikut survei mengunjungi anak-anak calon penerima beasiswa. Sekolahnya terletak di atas pegunungan di Purworejo. Beberapa kali kendaraan kami tidak kuat naik jalanan yang menanjak. Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan, kami akhirnya sampai di sekolah yang dituju. Sekolah itu cukup kecil, sebuah SMP yang hanya terdiri atas tiga ruang kelas. Saya mengobrol dengan anak-anak tersebut. Dari mereka, saya mengetahui ternyata saya tidak ada apa-apanya dengan mereka dalam semangat belajar. Kebanyakan dari anak-anak tersebut harus berjalan kaki kurang lebih 2 kilometer untuk sampai di sekolah. Keadaan rumah mereka pun juga masih banyak yang beralaskan tanah dan dengan dinding kayu atau anyaman bambu. Bahkan, ada juga yang belum tersambung dengan jaringan listrik. Namun, tidak ada kesedihan dan rasa malas di wajah mereka untuk terus belajar. Saya menjadi malu karena kadang merasa berat melakukan tugas di AAT. Melalui mereka saya menjadi mengerti dan lebih bersemangat bergabung dengan AAT. Di AAT saya mendapatkan keluarga baru dan pengalaman baru. Tidak hanya cerita dari anak-anak tersebut, namun juga para pengurus yang rela mencurahkan pikiran, tenaga, materi dan hati mereka untuk anak-anak melalui AAT. Mereka semua mengajarkan pada saya untuk terus peduli pada sesama. Mereka juga mengajarkan untuk terus berbuat baik. Sekecil apapun tugas kita, harus dilakukan sebaik mungkin. Karena, setiap gerakan kecil kita di AAT sangat berarti besar untuk mereka, sang penerus bangsa. Terima kasih AAT.   Anggun Septin Kartika Wulan Relawan AAT Sekretariat Yogyakarta   Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UAJY, Anak Asuh AAT Tingkat Perguruan Tinggi   [qrcode content=”https://aat.or.id/gerakan-kecil-bermakna-besar” size=”175″]  

Gerakan Kecil Bermakna Besar Read More »

Survei dan Wawancara SD Kanisius Ngawen

PAGI ITU, 15 November 2014 sekitar pukul 7.30, saya dan teman-teman menuju tempat survei, yaitu SD Kanisius Ngawen Wonosari. Sebenarnya pagi itu badan saya kurang bersahabat. Tetapi, saya tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas untuk survei dan wawancara calon anak asuh AAT meskipun sesekali saya mengeluh, “Duh, jauhnya Wonosari”. Mengendarai motor selama 30 menit membuat saya merasa mengantuk karena badan yang tidak enak. Setelah pertigaan, kami pun belok ke arah kanan. Di sana terlihat tanjakan tinggi dan tajam. Mata yang tadinya mengantuk pun mendadak terang benderang karena kami sadar perjalanan akan sangat ekstrim dengan jalan yang berliku-liku. Sebelumnya, saya belum pernah melalui jalan seekstrim itu. Setelah melalui pegunungan kapur, kami pun bertanya kepada warga sekitar apakah betul jalan tersebut adalah jalan menuju sekolah yang akan kami survei. Ternyata benar. Ketika kami belok ke arah kanan, akhirnya kami sampai di sekolah. Padahal sebelumnya, saya merasa tidak yakin akan sampai ke sekolah. Hal itu karena waktu kami sampai di pertigaan sebelum sekolah, kami tidak melihat tanda-tanda kehidupan (maksudnya tidak melihat rumah-rumah). Setelah berjalan lagi, kami menemukan beberapa rumah di bukit kapur dan kami pun bertanya lagi dengan warga yang ada disekitaran situ dan jawabannya sama, “Benar, masih naik lagi, Mbak?” Kami hampir menyerah. Tapi akhirnya kami menemukan sekolah yang kami tuju juga. Luar biasa perjalanan yang kami tempuh.   Sesampainya di SD Kanisius Wonosari, kami disambut dengan pertunjukan drumband yang dimainkan oleh siswa-siswa SD Kanisius Wonosari. Kami merasa terharu dan bahagia atas penyambutan yang luar biasa itu. Rasa lelah pun seketika menghilang ketika melihat anak-anak memainkan drumband dengan lincah dan penuh bersemangat. Wawancara Waktu wawancara pun tiba. Saya mendapatkan jatah 2 siswa untuk diwawancarai. Yang pertama, saya mewawancarai Nabila. Nabila adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya sehari-hari bekerja mencari burung dan hasil penjualannya burung itu untuk membeli kebutuhan makan serta susu untuk kedua adiknya yang kembar. Namun, pada musim hujan seperti ini ayahnya sulit sekali menangkap burung. Saya melihat kembali rapor Nabila. Nilainya di atas rata-rata. Saya mulai bertanya kepada Nabila. “Nabila rangking berapa?” “Rangking 3, Mbak.” Jawabnya singkat. Saya membalas lagi, “Rangking 3 dari berapa siswa?” “Dari 3, Mbak.” Saya terkejut dengan jawabannya, Nabila rangking 3 dari 3 siswa? Bagaimana ceritanya? Lalu, berapa siswa total keseluruhan siswa di sekolah ini jika kelas tiganya hanya 3 anak? Sebelum semuanya terjawab, saya pun melanjutkan wawancara dengan siswa lainnya. Namanya Lilo, nama yang lucu. Dia terlihat polos ketika saya mewawancarainya. Lilo menceritakan pekerjaan ayahnya sebagai buruh tani. Setelah itu saya bertanya kepada Lilo, “Lilo berangkat sekolah jam berapa? Diantar bapak nggak?” “Berangkat jam 6 pagi dari rumah, Mbak. Lilo berangkat sendiri,” jawabnya. Setelah mendengar jawaban Lilo saya terdiam sesaat dan bertanya kembali, “Lilo naik sepeda?” “Jalan kaki, Mbak.” Luar biasa sekali perjuangan Lilo. Diumurnya yang masih kecil, ia harus melewati gunung berkapur, jalan menanjak, dan jalan menurun demi bisa sekolah. Saya bertanya kembali kepada Lilo, “Lilo rumahnya jauh ya? Berapa lama sampai sekolahan?” “Sampai di sekolah setengah tujuh lebih, Mbak.” Saya begitu salut dengan semangat yang tinggi dan luar biasa dari seorang anak laki-laki yang mempunyai cita-cita sebagai guru ini. Mungkin orang lain di luar sana tidak mendapatkan pengalaman yang saya dapat ini. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga untuk saya. Ternyata, masih ada orang di bawah saya yang lebih kesusahan. Semua ini membuat saya semakin bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini. Meskipun dalam kekurangan, saya lebih beruntung dibandingkan adik-adik di sana. Setelah selesai wawancara, saya dan teman-teman berkumpul di tempat yang sudah disediakan oleh sekolah tersebut. Saya melihat-lihat apa yang terletak di ruangan itu. Saya membaca total murid dari kelas I hingga kelas VI SD Kanisius Wonosari ternyata berjumlah 35 anak. Kelas III-nya hanya 3 anak saja. Saya tak henti-henti terpaku oleh keadaan yang ada. Sungguh jelas di depan mata dan sungguh jelas cerita kehidupan yang terjadi, bukan drama, bukan acting ataupun skenario. Ini benar-benar nyata. Perjalanan Pulang Survei dan wawancara pun selesai. Kami bergegas untuk kembali ke Yogyakarta. Tiba-tiba seorang guru menghampiri kami. “Mbak! Apabila turun ke bawah tolong bonceng tiga murid saya, ya. Rumahnya di bawah gunung berkapur.” Setiap harinya, tiga murid tersebut bergantung kepada salah satu guru yang memberikan tumpangan karena rumah mereka sangat jauh di lereng gunung. Pada saat membonceng dua siswa, saya bertanya pada salah satu dari mereka yang bernama Wanda. “Wanda kalau berangkat jam berapa?” “Tadi saya menunggu Bu Guru jam enam, tapi Bu Guru datangnya jam tujuh lebih.” kata-kata itu di ucapkan dalam bahasa jawa. Kemudian saya bertanya lagi, “Wanda kalau Bu Guru tidak menjemput bagaimana sekolahnya?” “Ya nggak sekolah, Mbak. Jalannya jauh.” Sungguh mulia sekali Guru itu. Demi siswanya, beliau rela menjemput mereka. Bagi saya ini adalah cerita yang tak bisa saya lupakan. Saya jadi lebih bersemangat lagi untuk menjalankan pendidikan yang saya tempuh dan kegiatan organisasi di Yayasan AAT Indonesia, serta lainnya. Mungkin bagi orang lain ini hanya sekedar cerita semata, namun bagi saya ini adalah pelajaran yang berharga dan tak pernah ternilai harganya.   Elisabeth Putri Krismawati Relawan AAT Sekretariat Yogyakarta.   [qrcode content=”https://aat.or.id/survei-dan-wawancara-sd-kanisius-ngawen” size=”175″]      

Survei dan Wawancara SD Kanisius Ngawen Read More »

Wisuda Sarjana Anak Asuh AAT

Selamat dan sukses kepada Anak Asuh AAT yang telah diwisuda pada Wisuda Sarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta Periode IV Tahun Akademik 2013/2014, 30 Agustus 2014. Sdr. Fransiska Mulyani, Lulusan Terbaik, dengan Predikat Cum Laude, Program Studi Teknik Industri, Angkatan 2010, IPK : 3.97. Sdr. Maria Claudia Alma, Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan, Program Studi Akuntansi, Angkatan 2010, IPK : 3.44. Predikat Cum Laude diberikan jika IPK antara 3.51 – 4.00 dengan masa studi maksimal 5 tahun, dan tidak ada mata kuliah dengan nilai kurang dari B. Fransiska Mulyani dan Maria Claudia Alma adalah 2 anak dari 50 anak asuh AAT tingkat perguruan tinggi. AAT memiliki anak asuh mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi Indonesia. Mari Berpartisipasi Bagi para sahabat AAT yang belum memiliki anak asuh, kami mengajak untuk menjadi orangtua asuh bagi para mahasiswa yang menjadi staff administrasi AAT. Mereka merupakan pelaksana operasional dan lapangan dalam pengelolaan beasiswa AAT untuk 2.833 anak asuh di seluruh Indonesia. Untuk Beasiswa Perguruan Tinggi, AAT menggunakan sistem gotong-royong, dimana satu anak asuh dibantu beramai-ramai. Mengingat besarnya biaya pendidikan perguruan tinggi, tentu saja jika biaya tersebut harus ditanggung oleh satu orang akan berat sekali. Komitmen donasi cukup minimal Rp100.000 per bulan, jika mampu bisa lebih. Bagaimana caranya? Cukup sederhana : Login ke SIANAS ( http://sianas.aat.or.id ) dengan username dan password milik bapak/ibu >> pilih menu Donasi >> Pendaftaran Donasi >> isikan besarnya donasi yang dikehendaki >> scroll ke bawah >> Pilih Proses >> Setuju >> Selesai. Selanjutnya tinggal menunggu konfirmasi dari Staff Admin. Bila sudah terdaftar sebagai orangtua asuh mahasiswa, bapak/ibu bisa mengakses data-data serta perkembangan studi anak asuh mahasiswa yang dibantu. Jadi tunggu apa lagi? Segera login ke SIANAS, pilih donasi yang sesuai dengan keinginan bapak/ibu. Setiap uluran kasih yang kita berikan, membuat anak-anak kurang mampu dapat terus mengenyam pendidikan. Terima kasih.   [qrcode content=”https://aat.or.id/wisuda-sarjana-anak-asuh-aat” size=”175″]  

Wisuda Sarjana Anak Asuh AAT Read More »

Be an Extraordinary Person

Dag.. dig.. duggg.. Itu yang akan selalu di rasakan menjelang ujian. Ujian.. Ujian lagi.. Eitss.. Bukan karena ujiannya, ataupun soal-soal ujiannya, tapi masalahnya bisa nggak saya ikut ujian? Itu ada sepenggal perasaan saya 2 tahun lalu sebelum mengenal AAT. * * * Perkenalkan nama Saya Elina Suryani Lolodatu. Saya Kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jurusan Teknobiologi (Biologi Pangan). Saya sudah menginjak semester 8. Saya anak ketiga dari lima bersaudara. Saya memiliki dua kakak yang sekarang sudah bekerja, dan salah satunya adalah anak asuh AAT yang baru lulus tahun yang lalu. Kakak yang saya maksud adalah Megawati Kurnia Lolodatu. Saya mempunyai dua adik lagi yang duduk di bangku SMA dan kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar. Keluarga kami merupakan keluarga sederhana yang tentu juga mempunyai banyak kekurangan dan masalah. Yang pasti anak-anaknya akan ikut juga merasakan betapa beratnya sebuah perjuangan untuk sekolah. Kedua orang tua saya adalah seorang pekerja keras supaya anak-anaknya dapat mencicipi bangku sekolah. Apa saja akan mereka lakukan, seperti menjual atau menggadaikan barang-barang di rumah, termasuk sertifikat rumahnya. Hal itu dilakukan karena bapak yang dulunya bekerja sebagai pemborong bangunan yang cukup berhasil dengan gaji yang lumayan terpaksa berhenti bekerja. Bapak berhenti bekerja sejak gempa yang cukup besar yang terjadi di Irian Jaya, sehingga semua proyeknya dibatalkan dan bapak mendapatkan kerugian yang cukup besar. Maka dari itu mama berinisiatif untuk mencari kredit dari pegadaian agar kami dapat terus bertahan hidup. Mama adalah seorang PNS di Departemen Pendidikan, gajinya selalu dicukupkan untuk kita semua. “Gali lubang tutup lubang” itulah kata yang pas untuk keluarga kami. Bagaimana Saya Bisa Kuliah ? Kalimat itu masih membuat saya bertanya-tanya sendiri, apakah saya akan tetap bisa lanjut sampai S1. Puji Tuhan saya mendapatkan informasi bahwa saya bebas tes masuk Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan dapat potongan pembayaran karena masuk lewat jalur prestasi. Hal ini membuat saya bersyukur, akhirnya saya bisa masuk ke tempat yang benar-benar saya minati. Melihat hal itu mama saya langsung mencarikan uang tiket pesawat dan biaya untuk pembayaran awal masuk Universitas. Untuk kedepannya, kata mama akan segera diusahakan, tapi masih ada perasaan takut bahwa saya akan berhenti di jalan, jika mama tidak bisa melunasi biaya kuliah saya. Ternyata benar, seiring dengan berjalannya waktu keluarga kami semakin terjerat dengan biaya kuliah 3 kakak saya, 2 adik saya yang masih SMA dan sebentar lagi akan lulus. Melihat mama saya yang semakin stress, karena papa yang juga tidak mau memikirkan keadaan keluarganya serta masa bodoh, maka kedua kakakku mencari kerja part time yaitu sebagai pengajar privat dan salah satunya lagi sebagai student staff di Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Hasil dari gajinya itu lumayan untuk menutupi tunggakan kost, dan makan. Namun, lagi-lagi biaya itu tidak cukup karena semakin banyak tunggakan. Oleh karena itu, saya bergerak mencari kerja part time, akhirnya saya kerja sebagai salah satu pramuniaga di toko sepatu, dengan gaji hanya Rp 400.000/bulan. Tapi, semakin lama pekerjaan ini semakin menyita waktu saya dan menurunkan nilaiku secara drastis. Selama 6 bulan itulah saya menjadi pramuniaga.   Akhirnya, Tuhan membukakan jalan. Tuhan mempertemukan saya dengan AAT lewat kakak saya yang sudah dulu bergabung. Kami berdua bisa masuk berkat Pak Agus Triyogo, Kepala Kantor Keuangan UAJY. Beliaulah yang sudah membawa nama kami ke atas meja Pak Hadi untuk dibantu. Namun, pada saat itu Pak Hadi baru memanggil Megawati karena nilainya cukup bagus. Sempat terbersit dalam pikiran saya, tidak mungkin saya bisa mendapatkan beasiswa AAT. “Ah, mana mungkin saya mendapatkannya? Nilai saya tidak cukup untuk itu”. Namun, semua perasaan pesimis itu menghilang ketika Pak Hadi memanggil saya dengan kekurangan nilai saya. Berkat motivasi dan semangat dari beliau, akhirnya saya diberi kesempatan untuk menaikkan nilai saya. Saya pun tidak lagi bekerja part time dan fokus untuk nilai dan kuliah. Pada akhirnya, saya mendapatkan beasiswa dan masih bisa bertahan berkat keluarga besar AAT yang terus mendukung. Walaupun saya jatuh mereka tetap ada untuk memegang tangan saya. Serta, mereka selalu ada ketika saya butuh motivasi dan semangat. Semua selalu memberikan waktu dan menjadi orang tua kami. Semua yang telah mereka berikan, kepercayaan, dan kasih sayang bukan hanya sebuah “cinta biasa”. Sampai sekarang, saya belum bisa membalas semuanya jasa-jasa para donatur dan para Pembimbing AAT. Semoga kepercayaan kalian, baik materi ataupun non-materi dapat terus saya pertanggungjawabkan dengan baik. Kelak di masa depan saya juga akan menjadi seperti kalian. Terima kasih telah menjadikan gadis seorang penjual sepatu ini bukan hanya menjadi mahasiswa biasa yang biasa-biasa saja, melainkan mahasiswa yang luar biasa atas didikan moral dan pesan-pesan kehidupan kalian. Galatia 6 : 7 dikatakan ” apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai”   Elina Suryani Lolodatu Staf Admin AAT Yogyakarta   *Elina adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staf Admin AAT Yogyakarta. Merupakan mahasiswa Program Studi Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, angkatan 2010.   [qrcode content=”https://aat.or.id/be-an-extraordinary-person” size=”175″]  

Be an Extraordinary Person Read More »

rekomendasi game pg soft terbaru bawa fitur perkalian pragmatic play gelar turnamen server 2026 dibuka 11 september fitur baru pragmatic pemain dengan akun baru otomatis diberi fitur scatter nilai rtp provider pragmatic naik di september 2026 cara berburu scatter hitam mahjong ways 2 wild bandito jadi favorit pemain karena menghadirkan tema koboi fenomena starlight princes menunjukkan evolusi permainan cara jitu mahjong ways telah melalui analisis fitur kajian data historis bonanza sweet dalam melihat variasi hasil ulasan black scatter dari sisi visual serta mekanisme simbol menilai variasi gates of olympus melalui perubahan portal digital gatot kaca dan wild bandito strategi dasar menyusun parlay berdasarkan analisis eksplorasi konsep parlay dan mahjong ways melalui pendekatan analisis pembahasan edukatif tentang trik pola spin jitu eksplorasi tampilan mahjong ways mengutamakan kejelasan simbol black scatter membawa nuasa gelap yang menambah karakter penilaian probabilistik untuk menilai trik pola analisis data probabilistik menjadi dasar trik pola lebih akurat evaluasi kualitas grafis pg soft dan pragmatic play memahami karakteristik kartu joker sebagai bagian unik kartu joker dalam permainan modern serta pengaruh strategi mengenal meja roulette serta berbagai elemen penting secara lengkap mengenal warna merah hitam dan hijau dalam permainan roulette menelusuri asal usul roulette serta perjalanan perkembangan nya lanskap game modern 2026 takhta mahjong ways fenomena gates of olympus dan revolusi scatter hitam gates of olympus 1000 mendorong inovasi pengali bertingkat 2026 pola putaran otomatis dorong transformasi akumulasi multiplier 2026 pengembang perbaharui kombinasi simbol premium game gates of olympus pola jam terbuka ubah frekuensi kemunculan simbol premium dalam game slot thailand Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 rajacabe88 War138 rajacabe88 ratuperi79 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 rajacabe88 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 rajacabe88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki rajacabe88 cakar76 cakar76 kincir88 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 abc1131 ABC1131 x SLOT THAILAND https://ampawsbetx.store/ AWSBET STC76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ https://abc1131-daftar.mssg.me/ https://pttun-palembang.go.id/ slot thailand hebitop Seputar Medan Liputan Sumut Liputan Aceh Liputan Padang Liputan Semarang Kabar Solo Liputan Bandung Lumajang News Liputan Surabaya Seputar Malang Berita Kendal Harian Nusantara Seputar Bali Harian Jateng Kabar Jatim Warta Sumut Seputar Jakarta Liputan Riau Bisnis Medan Kabar Sumatera Portal Berita Tegal Portal Berita Purbalingga Seputar Harian Palembang Berita Pontianak Terkini Berita Batam Hari Ini Kabar Yogyakarta Harian Banten Harian Cirebon Situs Berita Banyuwangi Kabar Samarinda Terkini Kabar Ponorogo Terkini Portal Berita Singkawang Kabar Makassar Harian Manado Berita Palu Liputan Gorontalo Kabar Wonosobo Hari Ini Harian Seputar Bali Situs Berita Papua Website Resep Makanan Situs Resep Makanan Website Style Modern Berita Terkini Viral Berita Seputar Gadget Dan Teknologi Situs Berita Otomotif Website Berita Ide Masakan Portal Babel Hari Ini Situs Berita Berau Situs Berita Balikpapan Terkini slot gacor qris analisa taktik probabilitas pola mahjong wild deluxe menguji strategi teknik sicbo fluktuasi rtp live gates of olympus metodologi teknik observasi analisa strategi baccarat taktik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess ksplorasi strategi pemetaan teknik analisa taktik blackjack pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza 49 50 51 optimasi manajemen putaran teknik pola mahjong wild deluxe strategi rtp live dadu sicbo gates of olympus formula strategi teknik pola mahjong ways 2 pgsoft analisa baccarat starlight princess sinergi strategi teknik presisi pola mahjong wins 3 pragmatic blackjack rtp sweet bonanza dekonstruksi pola multiplier mahjong ways 2 pgsoft teknik analisa roulette rtp wild bounty hunter matriks kuantitatif eksplorasi pola mahjong wins 3 pragmatic taktik analisa statistik sv388 strategi rtp live 11 12 13 pendekatan analitis strategi mahjong wild deluxe kalkulasi taktis dadu sicbo strategi rotasi teknik pola mahjong ways 2 pgsoft sweet bonanza baccarat analisa pola rtp live mahjong wins 3 starlight princess taktik meja blackjack sinergi taktis pola rtp live pgsoft mahjong ways 2 wild west gold roulette metodologi analisa pola scatter mahjong wins 3 pragmatic taktik sv388 fenomena integrasi taktik poker mahjong ways rtp harian observasi digital mahjong wins 3 ritme respon positif timing position wild bandito multiplier layer situasional formulasi taktik multidimensi gates of olympus pola adaptif mahjong wild deluxe teknik analisis dadu sicbo dekonstruksi algoritma rtp live strategi pola mahjong ways 2 pg soft kalkulasi baccarat starlight princess evaluasi pola volatilitas taktik eksekusi mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza blackjack panduan taktik analitik manajemen risiko pola paylines mahjong ways 2 pg soft sistem roulette wild west gold sinkronisasi rtp live pemetaan pola scatter mahjong wins 3 pragmatic blackjack tren sv388 kendali variansi cerdas sinkronisasi strategi analisa mahjong wild deluxe taktik teknik sicbo pola indikator rtp live gates of olympus analisa taktik algoritma silang meracik strategi baccarat teknik pola mahjong ways 2 pg soft evaluasi rtp live starlight princess metodologi mitigasi risiko kuantitatif taktik strategi blackjack analisa teknik pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza sinergi kalibrasi terstruktur analisa teknik taktik roulette dinamika strategi pola mahjong ways 2 pg soft rtp live wild west gold manajemen mitigasi risiko kuantitatif strategi teknik blackjack analisa taktik pola mahjong wins 3 pragmatic berbasis rtp live sv388 45381 45382 45383 45384 45385 45386 45387 45388 45389 45390 14354 14355 14356 14357 14358 14359 14360 14361 14362 14363 black scatter premium mahjong wins tiga observasi scatter mahjongways berdasarkan data aktual pengaruh visual digital mahjong ways terungkap pola spin mahjongways dua probabilitas tumbling rotasi strategi baccarat menuju mahjong wins baccarat sv388 ubah ritme wild bandito data history sweet bonanza runtuhan simbol scatter kalkulasi ai interaksi starlight princess durasi putaran statistik perubahan strategi mahjong ways komunitas timing presisi spin mahjong wins hindari false signal kajian akumulasi spin sweet bonanza objektif kolaborasi ai analisis rtp starlight princess presisi modal kecil spin mahjong wins multiplier probabilitas tumbling mahjong wins pragmatic play meningkat tren timing spin gates olympus perspektif ai algoritma ai prediksi scatter mahjong modern historis evolusi sistem mahjong pragmatic eksplorasi mobile perkembangan mahjong ways variasi bonus tempo digital sinyal visual scatter mahjong ekosistem adaptif modern wild bandito pg soft ai algoritma numerik 14371 14372 14373 14374 14375 14376 14377 14378 14379 14380 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 mahjong1 mahjong2 mahjong3 mahjong4 mahjong5 mahjong6 mahjong7 mahjong8 mahjong9 mahjong10 ada yang berbeda dari mahjong wins 2026 yang pemain mulai menyadarinya mari melihat perbedaanya mahjong scatter hitam dengan neural rendering masa depan visual gaming mulai terlihat mahjong scatter hitam memasuki dunia extended reality seperti apa masa depannya mahjong scatter hitam shadow graphics mari lihat bayang bayang scatter hitam dengan puncak kemenangannya.html mahjong ways dan low latency streaming masa depan gaming semakin cepat.html mahjong ways memasuki era serverless gaming dengan infrastruktur yang ringgan agar pemain mudah mencapai kemenangan maksimal.html mahjong wins dengan vulkan api mengintip teknologi grafis yang sedang berkembang.html fenomena gates of olympus yang membuat banyak orang tak mau ketinggalan.html Gates of Olympus dan Hybrid AI Kombinasi Teknologi yang Menjadi Perbincangan Para Pemain.html gates of olympus dan smart ai engine mengapa semakin banyak dibicarakan.html gates of olympus dan smart analytics inovasi digital yang menjadi perhatian tahun ini.html gates of olympus membuka babak baru yang membuat banyak orang menoleh.html perubahan siklus dinamis mendorong inovasi mahjong ways 2 lebih netral dan konsisten opada era digital aosiasi teknologi digital di era perkembangan mahjong wins 3 lengkap dengan bocoran rtp dan pola permainan potret dinamis mahjong ways 2 menjadi pilihan utama pemain dalam beberapa pekan terakhir aktivitas mahjong melonjak tajam pemain baru mulai bertanya kenapa mereka baru sadar sekarang masuk mahjong wins logika fuzzy mahjong wins 3 dinamika scatter wild bandito semakin populer dan menjadi favorit mengkaji fenomena starlight princes berdasarkan tren mengupas cara jitu mahjong ways dari perspektif data historis bonanza sweet sebagai referensi analisis black scatter mahjong wins 3 dikaji dari tampilan simbol menelusuri perbedaan variasi gates of olympus melalui fitur eksplorasi portal digital gatot kaca dan wild bandito mengenal sistem odds dan hubungannya dengan kombinasi parlay edukatif mengupas cara menilai pola spin data permainan tinjau sistem parlay dan mahjong ways dari sudut pandang misteri scatter hitam dan kemunculannya dalam permainan mengenal teori black jack dan dasar perhitunan peluang platform mahjong online membawa perspektif masa kini pembahasan sistem permainan pragmatic play mengulas black scatter dan mekanisme bonus dalam permainan menilai trik pola dengan probabilistik agar lebih terukur evaluasi detail karakter pg soft dan pragmatic play mengenal permainan kartu joker dan dasar aturan yang wajib di pahami mengenal casino modern melalui perkembangan teknologis strategi mengatur tembakan dalam permainan tembak ikan mahjong spontan