Testimoni SD Marsudirini Boro

Hidup yang Dibagikan Sungguh Membawa Rahmat Berlimpah

– oleh : Sr. M. Rustika, OSF –

 

BERAWAL dari informasi yang saya terima tentang adanya komunitas yang peduli pendidikan anak-anak kurang mampu, saya diperkenalkan oleh Rm. Rusmanto, Pr kepada Kelompok Anak-Anak Terang (AAT) di Yogyakarta. Saya mencoba membuat proposal kemudian mengajukannya ke Sekretariat AAT di UAJY.

Selang beberapa waktu, Bp. Hadi Santono bersama Tim AAT datang berkunjung ke sekolah kami secara mendadak untuk mengadakan survey atas kondisi siswa dan sekolah. Mereka juga mewawancarai beberapa siswa yang kami ajukan sebagai calon anak asuh. Mulai saat itu, saya menjadi tahu tentang visi & misi Anak-anak Terang.

Luar biasa! Dengan bermodalkan saling percaya serta pertanggungjawaban yang tepat kepada para donatur dari berbagai penjuru dunia, Bapak Hadi Santono pun melibatkan diri untuk menjadi bagian penting dalam kelompok AAT.

Posisi mapan sebagai Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Industri di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang mayoritas berisi mahasiswa dari kalangan menengah ke atas, sesungguhnya bisa membuat perhatian seseorang terhadap yang kurang mampu menjadi berkurang. Tetapi Bp. Hadi Santono tetap eksis di AAT, merelakan waktu, tenaga, bahkan mungkin finansial untuk berbagi dengan mereka di banyak pelosok tanah air, secara khusus di wilayah Yogyakarta.

 

Program Tabulampot

SD Marsudirini St. Theresia Boro adalah sekolah yang mengutamakan pemberian pelayanan bagi masyarakat kurang mampu. Sekolah ini yang lebih banyak disubsidi dari Yayasan Pusat, karena besaran SPP belum mencukupi kebutuhan operasional, terlebih untuk pemberian gaji guru dan karyawan yang merupakan pegawai yayasan. Namun demikian SD Marsudirini St. Theresia Boro tidak mau ketinggalan mencari berbagai terobosan agar dapat mendidik anak sesuai kemajuan serta tuntutan jaman.

Bantuan dari Kelompok AAT ini sangat kami rasakan sebagai bentuk dukungan moral maupun finansial yang sungguh semakin membuat berbesar hati dalam berusaha. Dukungan yang diberikan dalam pengaplikasian Pendidikan Berbasis Lokal, yakni pertanian, seperti pemberian subsidi program Tabulampot. SD Marsudirini St. Theresia Boro diberikan dana untuk pengadaan pot dan pembelian benih awal bagi tiap-tiap siswa.

Memang butuh perjuangan karena kami baru pertama kali menyelenggarakan Tabulampot. Namun pada proses-proses selanjutnya menjadi sebuah pembelajaran yang sangat bagus, baik bagi para guru maupun para siswa. Dari pelaksanaan program Tabulampot, siswa belajar mengenai arti sebuah proses, ketekunan, dan kesabaran. Siswa belajar dari pengalaman untuk mencintai serta peka terhadap lingkungan.

Para siswa berlatih menulis dari program ini. Anak-anak kelas 3 sampai dengan 6 diajarkan untuk membuat tulisan setiap hari tentang proses penanaman hingga panen Tabulampot dalam sebuah buku catatan. Walau masih sederhana dan dalam bentuk tulisan tangan, ada yang telah berhasil menuliskan secara kreatif. Tulisan tersebut disertai gambar illustrasi sesuai proses yang mereka alami.

Sangat banyak manfaat dapat kami dapatkan, sehingga program Tabulampot masih dilanjutkan sampai saat ini. Sebagai informasi, hasil panen terakhir di bulan September 2011 dijual ke konsumen, yakni para orang tua murid .

 

SMP Kanisius Samigaluh

Selain di SD Marsudirini St. Theresia Boro, Bapak Hadi Santono bersama Tim AAT juga memberikan perhatian yang cukup besar di SMP Kanisius Samigaluh yang notabene harus mandiri mencukupkan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Kemandirian ini diwujudkan melalui swadaya umat wilayah setempat dalam naungan paroki St. Theresia Lisieux Boro.

Beliau begitu gigih mencari donatur bagi pembangunan gedung sekolah yang keadaannya cukup parah. Kini SMP Kanisius Samigaluh itu pun sudah lebih baik kondisinya. Harapannya, lebih banyak siswa yang tertarik mendaftar untuk bersekolah.

Terimakasih banyak para donatur, Bapak Hadi, dan Kelompok AAT. Semoga segala usaha baik dan perjuangan untuk berbagi kasih bagi anak-anak yang kurang senantiasa diberkati oleh Tuhan.

 

Salam kasih dari kami Keluarga Besar SD Marsudirini St. Theresia Boro

Kepala Sekolah

Sr. M. Rustika,OSF

 

[box type=”info”]Ini kisahku, mana kisahmu ? Tuliskan pengalaman yang dialami selama survey lalu kirimkan kisahmu via email ke beasiswa@anakanakterang.web.id. Dapatkan hadiah sebuah Flash Disk dari Pengurus AAT untuk setiap kisah yang dimuat di website AAT. Setiap orang boleh mengirimkan lebih dari satu kisah. Ayo menulis![/box]
 
 [qrcode content=”https://aat.or.id/testimoni-sd-marsudirini-boro” size=”175″]