AAT: Behind The Scene

SELAMAT DATANG kepada para anggota, donatur dan orangtua asuh yang baru bergabung. Selamat bergabung dengan Komunitas Anak Anak Terang (AAT). Mungkin bapak/ibu bertanya-tanya bagaimana AAT mengelola 2 sekretariat, 80-an komunitas, 1.295 anak asuh, 458 orangtua asuh, dan 3580 anggota/donatur tidak tetap? Tidak mudah memang! Apalagi bertahan hingga 10 tahun!

AAT berdiri sejak 1 Agustus 2002. Melalui AAT banyak orang telah ikut serta dalam melayani sesama dan membawa “Terang” untuk saudara-saudara yang masih diliputi kegelapan; yaitu kegelapan yang berupa kebodohan serta kemiskinan. Melalui AAT juga, ribuan anak asuh telah dapat mengenyam pendidikan demi menyongsong masa depan yang lebih “Terang” dan lebih baik.

Kelompok AAT adalah komunitas virtual. AAT merupakan wadah bagi siapa saja yang mempunyai kepedulian yang sama pada anak-anak kurang beruntung. Wadah bagi yang bersedia meluangkan waktu, menyumbangkan tenaga maupun pikiran, serta memberikan bantuan dana bagi kebutuhan anak-anak tersebut di dalam pendidikan, perhatian, juga kasih sayang. Sebagai komunitas virtual, AAT memanfaatkan teknologi internet (email, milis, Facebook, Twitter hingga SMS) untuk berkomunikasi tanpa mengenal batas waktu maupun wilayah.

Hampir semua pengurus/anggota/donatur tidak saling mengenal secara fisik namun bergabung bersama-sama karena memiliki “spirit” yang sama. Spirit AAT ada di mana-mana! Anak asuh tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari tingkat SD, SMP, SMU/SMK hingga perguruan tinggi. Donatur berasal dari seluruh wilayah Indonesia hingga menembus batas negara. Tercatat beberapa donatur berdomisili di Singapura, Perancis, Hongkong, USA, Afrika Selatan, Jerman, Belgia, Belanda hingga Australia. Semua bergabung dalam semangat yang sama, yaitu berbagi terang kepada sesama!

Tanggal 15 November 2012 yang lalu, akhirnya para Volunteer (Staff Admin) AAT Semarang dan Yogyakarta bertemu bersama secara fisik di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sebelumnya mereka sudah saling mengenal melalui media email, milis dan FB. Pertemuan juga dihadiri beberapa pengurus AAT. Sayangnya tidak semua Volunteer (Staff Admin) dan Pengurus bisa hadir.

Yuukk berkenalan!

 

Dari kiri ke kanan paling atas : Johanes Budi (SMG), Pieter Adriaan (SMG), Christ Widya (SMG), Fera Tri Lestari (JOGJA), kemudian di bawahnya Fera ada Dyah (JOGJA), Ibeth (JOGJA), Antik (JOGJA). Baris kedua dari kiri ke kanan : Maria Septiani (SMG), Annisa (SMG), Isma (JOGJA), Elina (JOGJA), Dias (JOGJA), Alma (JOGJA) dan Christina (JOGJA). Baris ketiga dari kiri ke kanan : Hadi (JOGJA), Shanti (JOGJA) & Santi (SMG), Fransiska (JOGJA) dan Handy (SMG)

Selain berkenalan, kesempatan bertemu tersebut juga digunakan untuk koordinasi pengelolaan SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh) AAT, penginputan data anak asuh, pembagian tugas, penjadwalan survey serta wawancara anak asuh.

Untuk diketahui bapak/ibu, proses pengajuan beasiswa ke AAT untuk semester Genap berakhir pada tanggal 31 Oktober 2012 yang lalu. Tercatat 45 komunitas/sekolah yang mengajukan permohonan beasiswa. Proses evaluasi dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu (1) Evaluasi Proposal, (2) Interview dan Presentasi Proposal oleh PJ (Penanggung Jawab) dan (3) Survey lokasi dan Wawancara dengan calon anak asuh. Semua proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa beasiswa diberikan tepat sasaran.

Foto-foto survey dan wawancara yang dilakukan Staff Admin AAT dapat dilihat di Facebook Group AAT. Sedangkan foto-foto pertemuan bisa diakses di : Facebook Group Anak Asuh AATFacebook Group AAT, dan Galeri Foto Web AAT.

 

Salam Anak Anak Terang!
 

 [qrcode content=”https://aat.or.id/aat-behind-the-scene/” size=”175″]