Profil Komunitas

Profil Armada Group.

Armada Mobil berdiri pada tanggal 15 Juni 1988 dengan nama PT. Vulgo Armada Isuzu Motor. Dalam perjalanannya yang sudah sekitar 25 tahun lebih, Armada Mobil sempat mengalami perubahan nama PT. Pada tanggal 28 Agustus 2000 berubah nama menjadi PT. Armada International Motor sampai sekarang ini.

Bidang usaha dan ruang lingkup Armada Mobil adalah sebagai Dealer Resmi kendaraan Daihatsu dan Isuzu, termasuk pula penjualan spare part, pelayanan servis di bengkel yang profesional yang didukung oleh Unit Body Repair/Perbaikan yang sangat mumpuni. Anak perusahaan dari New Armada Group ini berpusat di Magelang dan mempunyai 10 Cabang serta 4 Outlet.

Filosofi Armada Mobil ( The Member of Armada Group )

  1. Kepuasan pelanggan adalah komitmen kami.
  2. Proaktif, kepedulian dan komunikasi yang baik adalah kebiasaan kami.
  3. Kerja tim adalah kekuatan kami.
  4. Pemasok, distributor, dan karyawan adalah mitra kami.
  5. Terus mengembangkan diri adalah kunci sukses kami.

Kebutuhan masyarakat akan modal transportasi mobil bisa disediakan oleh Armada Mobil Daihatsu dan Isuzu melalui pelayanan penjualan yang prima dan terstandarisasi, fasilitas showroom nyaman yang didukung layanan after sales yaitu adanya spare part dan bengkel yang memadai dan juga body repair yang berkualitas serta adanya dukungan manpower yang handal dan profesional.

Manajemen AIM mengupayakan beasiswa untuk membantu anak-anak keluarga karyawan tingkat bawah yang mempunyai prestasi akademis yang baik. Sumber pendanaan diambil dari dana CSR perusahaan. Pengelolaan Beasiswa diserahkan kepada Yayasan AAT Indonesia. Pemberian beasiswa diutamakan untuk anak-anak keluarga karyawan ARMADA GROUP bagian servis/bengkel yang rata-rata hanya tamatan SMP/SMA, dan juga saudara/tetangga karyawan sekitar tempat tinggal mereka, misalnya keluarga saudaranya karyawan mekanik AIM/tetangganya petugas bengkel AIM. Kriteria yang dibantu adalah keluarga-keluarga dengan penghasilan/gaji hanya sebesar UMR, yaitu kurang lebih Rp 1 juta per bulan. Gaji yang mungkin tidak cukup untuk biaya sehari-hari apalagi untuk biaya pendidikan.

Profil Al-Qur’an Center Az-Zahra Cabang Bandung Barat.

Yayasan Al-Qur’an Center (AQC) Bintang Kecil Az-Zahra berdiri tanggal 21 juni 2005. Pendirian AQC Bintang Kecil Az-Zahra dijiwai oleh keprihatinan terhadap keadaan masyarakat Islam Indonesia yang sebagian besar belum bisa membaca Al-Qur’an. Hingga saat ini, Al-Qur’an Center Az-Zahra mempunyai 5 cabang yaitu: Bandung Barat, Lampung, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Garut.

AQC Az-Zahra Cabang Bandung Barat terletak di Kampung Babakansari RT. 02/11 Desa Mandala Mukti, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Yayasan yang dipimpin oleh HM. Dian Assafri, SH., MH sebagai pimpinan pusat serta Dedi Supardi sebagai pimpinan cabang ini diresmikan pada tanggal 25 September 2011.

AQC Az-Zahra Cabang Bandung menjalankan program mengambil anak-anak putus sekolah dan tidak mampu untuk disekolahkan di sekolah Negeri maupun Swasta. Anak-anak tersebut kemudian bermukim di pondok, belajar menghafal Al-Qur’an, diberi pelatihan komputer, wirausaha, bertani, beternak, berkebun, olahraga, kesehatan, koperasi, dan sebagainya. Kegiatan yang dikelola AQC Az-Zahra yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an, Usaha Mandiri, Beasiswa Pendidikan, dan Kegiatan Sosial.

Selama 3 tahun disekolahkan, anak-anak binaan AQC Az-Zahra dibina dan dibimbing untuk mencapai kesuksesan cita-cita masing-masing anak. Setelah selesai Sekolah Menengah Atas (SMA) anak-anak diharapkan untuk meneruskan pendidikannya ke Perguruan Tinggi berdasarkan pilihan masing-masing.

Profil Koperasi Caritas UAJY.

Koperasi Caritas berdiri pada Tahun 1985, semula hanya sebagai usaha Simpan Pinjam bagi para anggota yang juga karyawan Universias Atma Jaya Yogyakarta atau lebih dikenal dengan istilah DSP (Dana Simpan Pinjam). Dalam perjalanan DSP berkembang dengan pesat, oleh karena perlu berbadan hukum yang disahkan oleh Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Republik Indonesia. Dengan nama : Koperasi Karyawan ”Caritas Universitas Atma Jaya Yogyakarta” (Kopkar ”Caritas”) dengan Nomor : 259/BH/RAD/KWK-12/VI/1997 tanggal 10 Juni 1997. Anggota Koperasi Caritas UAJY sampai dengan akhir bulan Desember 2012 berjumlah 544 orang.

Beberapa unit usaha yang dikelola adalah Jasa Parkir Kendaraan Roda Dua di Kampus I, II, III dan IV; Jasa Parkir Kendaraan Roda Empat di Kampus II; Jasa Cleaning Service di Kampus I, II dan IV; Jasa Pos Internal (ekspedisi), Jasa Transportasi internal, serta unit usaha fotocopy yang sampai saat ini pengelolaannya masih diserahkan kepada Koperasi Caritas.

Pengurus Koperasi Caritas mengupayakan beasiswa untuk membantu anak-anak karyawan tingkat bawah yang mempunyai prestasi akademis yang baik. Kerjasama dengan UAJY diutamakan pada pemberian beasiswa untuk anak-anak karyawan Parkir dan Cleaning Service. Karyawan Parkir dan Cleaning Service yang rata-rata hanya tamatan SMP dan tanpa ketrampilan memadai, mendapatkan gaji sebesar UMR Yogyakarta sebesar kurang lebih Rp 1.026.00. Jauh dari cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, apalagi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

Profil Komunitas Maria Assumpta Jogoyudan.

Komunitas Maria Assumpta didirikan tahun 2010 atas inisiatif Ibu Susana Juwiasih (atau sering dipanggil Bu Asih) yang dulunya bertempat tinggal di Jogoyudan. Pendirian komunitas ini didasarkan atas kepedulian terhadap nasib anak-anak yang tinggal di daerah Jogoyudan (pinggiran Kali Code, Yogyakarta) yang keadaannya kurang mampu untuk menempuh jenjang pendidikan.

Dalam proses seleksi anak asuh, Bu Asih bekerja sama dengan Ketua Lingkungan Jogoyudan. Dalam hal ini tidak ada pembedaan antara suku, agama, maupun ras. Menurut Bu Asih, proses pengajuan dan seleksi anak asuh didasarkan pada kondisi keluarganya. Bu Asih mendatangi kediaman anak tersebut untuk melakukan pendekatan dengan cara sharing bersama dengan calon anak asuh serta orangtuanya. Ada beberapa kriteria yang digunakan Bu Asih untuk menyeleksi. Kriteria tersebut meliputi kondisi keluarga; yaitu siapa, dimana, dan apa pekerjaan orang tuanya. Selain itu, yang paling utama adalah berapa anak yang menjadi tanggungan orangtua calon anak asuh. Sampai saat ini, anak asuh Komunitas Maria Assumpta Jogoyudan didominasi oleh anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal tetap (rumahnya masih mengontrak).

Seiring berjalannya waktu, Komunitas Maria Assumpta mulai meluas aktivitas ke daerah lain sebab masih banyak anak di luar lingkungan Jogoyudan yang juga perlu dibantu. Dari segi jumlah, anak asuh komunitas ini sudah berkembang dari 4 menjadi 13 orang. Empat diantaranya sudah lulus SMK per 31 Oktober 2013 sehingga total anak sebanyak 9 orang.

Profil Komunitas Paku Bangsa.

PAKU BANGSA adalah akronim dari Paguyuban Rakyat Kampung Basis Pinggiran Sungai. Didirikan pada tanggal 11 Desember 2011 seiring dengan meningkatnya taraf kesadaran politik rakyat pinggiran sungai dan rakyat miskin kota pada umumnya, terutama di DIY, mengenai peran strategis yang seharusnya dimainkan oleh kekuatan legal organisasi massa rakyat pinggiran sungai dalam menjamin hak-haknya sebagai warga negara di Indonesia. Paku Bangsa bekerja pada bidang organisasi rakyat, bidang ekonomi produktif, bidang budaya, dan bidang perjuangan rakyat.

—————————————————————————————

The PAKU BANGSA is an acronym of Paguyuban Rakyat Kampung Basis Pinggiran Sungai (the Riverbank Based Kampong People’s Association). It was founded on December 11, 2011 along with the increasing level of political consciousness of the riverbank’s people and the urban poor, especially in DIY, regarding the strategic role that should be played by the legal riverbank based mass organizations of people’s power in ensuring their rights as citizens in Indonesia. The Paku Bangsa works on the areas of people’s organizations, productive economy, cultural, and the struggle of the people.

Profil Panti Asuhan Putera St. Aloisius.

Didasari pada pentingnya pembinaan kaum muda khususnya kesempatan mengenyam pendidikan yang berguna bagi bekal kehidupan mereka. Maka cara banyak diwujudkan untuk membantu mereka dalam rangka memberi bekal pendidikan yang layak. Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan juga keterampilan lainnya, untuk membantu meningkatkan kaum muda supaya berkembang sebagai pribadi yang dewasa dan bertanggungjawab sering hanya sebagai wacana belas kasih saja. Padahal perlu tindakan konkrit sebagai bentuk nyatanya. Pemikiran yang berangkat dari keprihatinan mendasar itulah yang diwujudkan oleh Kongregasi Bruder St. Aloisius ( CSA ) melalui pendirian Panti asuhan Putera St. Aloisius Madiun.

Keputusan memulai karya baru yakni Panti Asuhan Putera diambil melalui keputusan rapat Bruder CSA tanggal 15 agustus 1999. Keputusan ini hanya sifatnya meneguhkan karya yang baru dirintis. Karena secara resmi karya Panti Asuhan Putera St. Aloisius mulai kedatangan para anak panti pada tanggal 14 Juli 1994. Mereka adalah anak-anak yang berasal dari Panti Asuhan Don Bosco Surabaya, Panti Asuhan Lasem, dan beberapa anak titipan dari Biarawan Biarawati yang mempunyai kepedulian atas masalah yang sama. Dan pada tanggal 28 Juli 1999 dimulailah segala acara rutinitas Panti Asuhan Putera St. Aloisius. Saat ini Panti Asuhan Putera  menjadi sekretariat Forum Komunikasi Panti Asuhan ( FKPA ) wilayah Jatim, Bali dan NTT.

Profil Paroki Bintaran.

Paroki St. Yusup Bintaran merupakan salah satu Paroki yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Wilayah Paroki St. Yusup Bintaran tersebar di 3 Kecamatan dan 8 Kelurahan, yaitu Kecamatan Pakualamatan yang meliputi Kelurahan-Kelurahan Purwokinanti dan Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Mergangsan, yang meliputi Kecamatan Wirogunan, Kecamatan Umbulharjo yang meliputi Keluarhan Warungboto, Kelurahan Tahunan, Kelurahan Muja Muju, Kelurahan Pandeyan, dan Kelurahan Sorosutan.

Secara teritorial Gerejawi, Paroki St. Yusup Bintaran terbagi dalam 29 lingkungan yang tersebar di 8 Kelurahan tersebut. Lingkungan itu terdiri atas 6 Lingkungan yang berada di Kelurahan Purwokinanti, 4 Lingkungan yang berada di Kelurahan Gunungketur, 6 Lingkungan yang berada di Kelurahan Wirogunan, 3 Lingkungan yang berada di Kelurahan Warungboto, 5 Lingkungan yang berada di Kelurahan Tahunan, 2 Lingkungan yang berada di Kelurahan Pandeyan, 3 Lingkungan yang berada di Kelurahan Sorosutan, dan 1 Lingkungan yang berada di Kelurahan Muja Muju.

Anak Asuh AAT dari Komunitas Paroki Bintaran mulai dibantu oleh AAT sejak Januari 2013. Saat ini berjumlah 16 anak dan rata-rata berasal dari SMP Maria Immaculata, SMP Kanisius Gayam, SMP Pangudi Luhur, SMP Bopkri 1, dan SMP Bopkri 2.

Profil Paroki St.Antonius Muntilan.

Paroki St. Antonius Muntilan (Gereja dan Pastoran) terletak di Jalan Kartini No. 3, Muntilan. Sebelah utara Paroki berbatasan dengan Paroki Administrasi Petrus Kanisius Borobudur,  sebelah timur berbatasan dengan Paroki Santa Maria Lourdes Sumber, sebelah selatan berbatasan dengan Paroki Santa Theresia Salam, dan sebelah barat berbatasan dengan Paroki Administrasi Emanuel Ngawen.

Paroki St. Antonius Muntilan menaungi beberapa sekolah di Muntilan (3 TK, 2 SD, 2 SMP, 2 SMA, dan 2 SMK). Sekolah-sekolah tersebut yaitu TK Theresia, TK St. Ignatius Pangudi luhur, TK Kanisius Siswa-siswi, SD Marsudirini, SD St. Ignatius Pangudi Luhur, SMP Marsudirini, SMP Kanisius, SMA Marsudirini, SMA Van Lith, SMK Sanjaya, dan SMK Pangudi Luhur.

Sebagian besar mata pencaharian orang tua para siswanya adalah petani, buruh, pekerja rumah tangga, guru.

Profil Yayasan Panti Rini.

Panti Asuhan Panti Rini Purworejo merupakan suatu pelayanan bidang sosial yang di kelola oleh para Suster Putri Bunda Hati Kudus, yang di mulai pada tahun 1942 dengan misi perawatan dan perlindungan bagi anak-anak terlantar.

Panti Asuhan Panti Rini ini terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 07 Purworejo–Jawa. Pimpinan panti ini adalah Sr. M. Emerenita PBHK. Jumlah anak dalam Panti Rini Tahun ajaran 2013-2014 antara lain 10 anak yan bersekolah di SD, 12 anak yang masih SMP, 1 anak bersekolah di SMA, dan 8 Anak bersekolah di SMK. Anak-anak panti asuhan panti rini aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti Drum band, Paduan Suara, Pramuka, Pendalaman Iman, dan lain lain.

Selain kegiatan-kegiatan di sekolah, anak-anak Panti Rini juga melaksanakan kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang ada di Panti Rini. Kegiatan UEP tersebut di antara lain seperti membuat Telur Asin, Kacang Bawang, Bumbu Pecel, Menjual alat-alat rohani dan membuat keranjang Paskah. Semua itu di lakukan untuk membantu menambah pemasukan biaya hidup dan membantu biaya pendidikan anak-anak di Panti Rini.

Profil Yayasan Sosial Soegijapranata Semarang.

Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS) merupakan sebuah yayasan yang berada di bawah naungan Keuskupan Agung Semarang. Yayasan ini terletak di Jalan Imam Bonjol no. 172 Semarang dan mulai berdiri pada tanggal 22 Juli 1963. Per tanggal 1 April 2014 posisi Direktur Operasional dipimpin oleh Br. Konradus, CSA selaku Ketua Yayasan Santo Paulus Semarang. Jumlah karyawan yang bekerja di yayasan ini sebanyak 98 orang. Kondisi ekonomi dari mayoritas karyawan YSS adalah menengah ke bawah.

Karya sosial dan unit pelayanan yang telah dihasilkan dari Yayasan Sosial Soegijapranata meliputi: pendirian 3 Panti Wredha Rindang Asih (PWRA), pendirian Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih Bongsari Semarang, pendirian Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Emplak Semarang, pendirian Balai Pengobatan Randusari Semarang, Pemberdayaan (KCK, Pemukiman, Bencana Alam), Sarana Ambulance gratis 24 jam untuk orang sakit dan jenasah, Direktorat-kantor pusat.

Pada bulan April 1971, di desa Dliwang Ungaran didirikan PWRA I. PWRA II didirikan pada bulan September 1981 di Bongsari Semarang, dan PWRA III pada bulan Januari 1987 di Boja Kendal. Sasaran pelayanan dari panti ini adalah para lansia yang miskin dan terlantar dari perawatan keluarga karena kondisi ekonomi. Pada bulan April 1986, YSS mengelola PACG di daerah Bongsari Semarang, dimana sasaran pelayanan ditujukan kepada anak-anak yang menderita cacat mental dan fisik.

Anak Anak Terang (AAT) mulai membantu YSS pada tahun ajaran 2012/2013. Anak asuh yang dibantu oleh AAT dari yayasan ini berasal dari berbagai sekolah di Semarang, antara lain: SD PL Bernardus 01 Semarang, SDK Genuk Semarang, SD Maranatha 02 Semarang, SD Antonius 01 Semarang, SDN Petompon 02 Semarang, Kejar Paket C Harapan Bangsa, SMP Fransiskus Semarang, SMPK St. Yoris Semarang, SMP Maria Goretti Semarang, SMP Muhammadiyah 4 Semarang, SMP PGRI 01 Semarang, SMKK Ungaran, SMK N 10 Semarang, SMK N 1 Semarang, SMK PIKA Semarang, dan SMA Sint Louis Semarang.