Artikel

Beramal Di Era Digital Perbedaan Generasi Boomers Milenial Dan Gen Z 20250328 213638 0000 1024x576

Jangan Salah Sasaran! Ini Cara Berdonasi yang Benar di Era Digital

Di era digital ini, berdonasi menjadi semakin mudah dan praktis. Hanya dengan beberapa klik di ponsel atau komputer, kita bisa menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan tersendiri. Dengan banyaknya platform dan organisasi yang menawarkan donasi online, kita perlu berhati-hati agar bantuan kita benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Pentingnya Donasi Tepat Sasaran Donasi yang tepat sasaran bukan hanya tentang memberikan uang, tetapi juga tentang memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Ketika donasi kita tepat sasaran, kita memastikan bahwa bantuan tersebut digunakan secara efektif dan efisien untuk membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. Sebaliknya, donasi yang salah sasaran bisa saja tidak memberikan dampak yang signifikan, bahkan bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Cara Berdonasi yang Benar di Era Digital Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk berdonasi dengan benar di era digital: Riset Organisasi atau Lembaga Donasi Periksa Legalitas dan Transparansi Pilih Platform Donasi yang Terpercaya Perhatikan Tujuan dan Sasaran Donasi Pantau dan Evaluasi Tips Tambahan Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita bisa berdonasi dengan lebih aman, tepat sasaran, dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi mereka yang membutuhkan. Reminder: Donasi untuk anak asuh di Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia dibuka tanggal 10 Juli hingga 30 September 2025.  Penulis : Fael

Jangan Salah Sasaran! Ini Cara Berdonasi yang Benar di Era Digital Read More »

Perjalanan Wawancara Menyusuri SD Kanisius Beji Bandungan Dan Pulutan Jessie This Is My Video CV 1024x576

Perjalanan Wawancara: Menyusuri SD Kanisius Beji, Bandungan, dan Pulutan

Oleh : Aloysius Felix Santoso, Relawan AAT Sekretariat Yogyakarta Pagi itu, aku berangkat dari Babarsari tepat pukul 07.00. Perjalanan ini terasa begitu spesial karena aku memiliki misi penting: mewawancarai beberapa anak di tiga sekolah dasar Kanisius yang berbeda. Tujuan pertama kami adalah SD Kanisius Beji. Sesampainya di SD Kanisius Beji, kami disambut dengan ramah oleh para guru dan siswa. Suasana sekolah yang hangat membuat rasa lelah perjalanan seolah menguap begitu saja. Aku mulai mewawancarai beberapa siswa, salah satunya Angel, seorang anak kelas 3 yang ceria. Ia bercerita tentang kesukaannya terhadap pelajaran Bahasa Indonesia dan betapa ia mengidolakan Pak Budi, gurunya yang selalu mengajar dengan cara yang seru. Ia juga berbagi cerita tentang sahabatnya, Orni, dan bagaimana ia merasa sedih jika tidak diajak bermain. Aku melihat semangat dan kepolosan anak-anak di sini, yang membuat pengalaman ini semakin berarti. Setelah selesai di SD Kanisius Beji, kami melanjutkan perjalanan ke SD Kanisius Bandungan. Perjalanan ini cukup menguras tenaga, tetapi rasa antusiasme tetap terjaga. Sesampainya di sekolah, aku kembali bertemu anak-anak yang luar biasa. Salah satu anak yang kutemui adalah Dewa. Ia bercerita tentang kebiasaannya berangkat sekolah diantar ibu dengan sepeda, serta bagaimana ia sering terlambat karena perjalanan yang cukup jauh. Meski begitu, ia tetap semangat belajar, terutama untuk mata pelajaran TIK yang diajarkan oleh Bu Cia. Ia juga berbagi impiannya menjadi seorang guru. Aku tersenyum mendengar cerita-cerita mereka, menyadari betapa besar impian anak-anak ini meskipun mereka menghadapi banyak tantangan. Destinasi terakhir kami adalah SD Kanisius Pulutan. Meski sudah mulai merasa lelah, semangatku kembali membara saat bertemu dengan anak-anak di sana. Salah satu anak yang kutemui adalah Tyas, seorang siswi kelas 2 yang bercita-cita menjadi koki. Ia bercerita dengan penuh semangat tentang kegemarannya belajar Matematika dan Informatika, serta bagaimana ia selalu membantu ibunya di rumah dengan menyapu dan mengepel. Selain itu, aku juga berbincang dengan Nindi, yang suka membawa buku ke mana pun ia pergi. Ia mengaku bahwa ia senang belajar dan bercita-cita menjadi koki, mengikuti ketertarikannya dalam dunia memasak. Setelah selesai mewawancarai anak-anak di SD Kanisius Pulutan, aku merasa perjalanan ini bukan sekadar tugas, melainkan sebuah pengalaman yang membuka mata. Setiap anak yang kutemui memiliki kisah dan impian mereka masing-masing. Ada yang ingin menjadi guru, dokter, koki, hingga polisi wanita. Meskipun mereka menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari, semangat dan harapan mereka tetap menyala. Aku pulang dengan hati yang penuh. Perjalanan ini mengajarkanku banyak hal—tentang tekad, perjuangan, dan betapa pentingnya memberi dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Anak-anak ini memiliki impian besar, dan aku berharap mereka dapat menggapainya suatu hari nanti.

Perjalanan Wawancara: Menyusuri SD Kanisius Beji, Bandungan, dan Pulutan Read More »

Beramal Di Era Digital Perbedaan Generasi Boomers Milenial Dan Gen Z 20250314 140525 0000 1024x576

Beramal di Era Digital: Perbedaan Generasi Boomers, Milenial, dan Gen Z

Perkembangan teknologi dan perubahan zaman telah memengaruhi cara setiap generasi dalam beramal. Generasi Boomers, Milenial, dan Gen Z memiliki karakteristik dan preferensi yang berbeda dalam memberikan kontribusi kepada sesama. Generasi Boomers, yang lahir antara tahun 1946-1964, cenderung memiliki pendekatan tradisional dalam beramal. Mereka lebih suka menyumbang melalui lembaga amal yang sudah mapan dan terpercaya, serta sering terlibat dalam kegiatan sukarela di komunitas lokal. Loyalitas dan kestabilan finansial membuat mereka mampu memberikan sumbangan dalam jumlah besar dan jangka panjang. Generasi Milenial, lahir antara tahun 1981-1996, tumbuh di era digital dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Mereka lebih memilih beramal melalui platform online dan crowdfunding, serta fokus pada isu-isu spesifik yang sesuai dengan nilai-nilai mereka. Transparansi dan dampak nyata menjadi pertimbangan utama dalam memilih lembaga amal. Generasi Z, lahir antara tahun 1997-2012, sangat melek teknologi dan aktif di media sosial. Mereka mencari cara beramal yang inovatif dan berdampak langsung, seperti mengikuti kampanye online atau tantangan media sosial. Bagi mereka, beramal haruslah praktis, kreatif, dan memberikan hasil yang jelas. Perbedaan cara beramal ini mencerminkan nilai-nilai dan preferensi masing-masing generasi. Boomers mengutamakan tradisi dan stabilitas, Milenial mencari makna dan transparansi, sementara Gen Z menginginkan inovasi dan dampak langsung. Meskipun berbeda, semua generasi memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Jadi, kamu generasi yang mana nih? Dan apakah informasi diatas relate denganmu? Penulis: Fael

Beramal di Era Digital: Perbedaan Generasi Boomers, Milenial, dan Gen Z Read More »

Foto Artikel 1024x461

Yayasan AAT Indonesia & Pencarian Donatur untuk 608 Anak Asuh Baru Tahun 2024

Oleh : Fadhia (Social Media & Public Relation Team) [Semarang, 25/10/2024] – Yayasan Anak Anak Terang (AAT) Indonesia kembali berkomitmen dalam program beasiswanya. Dalam kurun waktu tiga bulan, sejak Juli hingga September 2024, AAT berhasil menjaring 608 anak asuh baru yang telah diseleksi dan telah mendapatkan orang tua asuh masing-masing. Hal ini menunjukkan komitmen AAT dalam memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kurang mampu di Indonesia. Dengan total 1161 anak asuh yang kini aktif, AAT menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK). Rinciannya, 648 anak duduk di bangku SD, 296 anak di SMP, dan 217 anak di SMA/SMK. Proses penyaluran beasiswa ini melibatkan enam sekretariat AAT yang tersebar di Bandung, Madiun, Purwokerto, Semarang, Malang, dan Jogja. Masing-masing sekretariat memiliki peran penting dalam mengelola program beasiswa di wilayahnya, mulai dari proses seleksi anak asuh hingga pendampingan terhadap anak-anak dan donatur. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Semua berkat dukungan dari para donatur dan kerjasama yang baik dengan pihak sekolah,” ujar Fransiska, Ketua Tim Sianas Pusat. “Kami berharap semakin banyak anak-anak yang bisa mendapatkan kesempatan belajar yang layak berkat program beasiswa AAT.” Untuk memastikan program beasiswa berjalan efektif, AAT telah menjalin kerjasama dengan 89 sekolah di seluruh Indonesia. Selama bulan Oktober, pengurus sekretariat AAT di masing-masing wilayah telah melakukan pertemuan dengan penanggung jawab sekolah. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Beasiswa, pelatihan singkat, serta sesi sharing bersama. “Untuk teman teman anak asuh di semua sekre, sungguh bersyukur bahwa pada tahun ini, lilin lilin harapan sudah menyala semua. Semua anak asuh sudah mendapatkan beasiswa dari OTA. Mari kita terus melangkah menjaga nyala lilin semangat itu dengan memberikan yang terbaik dalam kegiatan belajar.,” tambah Cawu, Tim Relasi Publik. Ucapan Terima Kasih AAT mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, baik yang telah lama mendukung program ini maupun yang baru bergabung. Berkat kepedulian dan kemurahan hati para donatur, ribuan anak-anak Indonesia kini memiliki harapan yang lebih cerah untuk masa depan. AAT juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penanggung jawab sekolah yang telah bersedia bekerja sama dan mendukung program beasiswa AAT. Dedikasi dan komitmen para guru sangat berarti dalam membantu anak-anak asuh meraih prestasi akademik yang optimal.

Yayasan AAT Indonesia & Pencarian Donatur untuk 608 Anak Asuh Baru Tahun 2024 Read More »

Buletin Kocap Kacarita: Jendela Kreativitas Siswa SD Prennthaler

Kocap Kacarita adalah kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik SD Prennthaler Kalirejo yang sudah duduk di kelas III, IV, V, dan Vi. Ekstrakurikuler ini sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Alat yang dipakai untuk belajar berbahasa itu berbeda di setiap kelasnya. Kelas III dan IV dengan Mading bulanan, kelas V dengan buletin bulanan, kelas VI dengan seminar anak. Buletin bulanan yang dikerjakan anak kelas V diberi nama sama dengan nama kegiatan ekstrakurikulernys, yaitu Buletin Kocap Kacarita. Selain sebagai sarana belajar berbahasa Indonesia, juga sebagai media berkomunikasi dan belajar melalui berbagai kegiatan menarik. Setiap bulan memiliki tema tersendiri. Seperti terbitan bulan Oktober mengusung tema Pekan Olahraga dan Dolanan Tradisional atau disingkat PeDoT. Kegiatan PeDoT sendiri dilaksanakan selama bulan September dan melibatkan partisipasi aktif dari guru, karyawan, dan peserta didik, dengan penyelenggara adalah peserta didik kelas VI. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan antar warga sekolah, tetapi juga melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang penting.Melalui Buletin Kocap Kacarito, peserta didik belajar meliput kegiatan, menarasikan, bekerja sama, serta mengasah kreativitas dalam suasana yang penuh keceriaan.

Buletin Kocap Kacarita: Jendela Kreativitas Siswa SD Prennthaler Read More »

FOTO DENGAN PJ DAN CALON AA 1024x768

Perjalanan Mengubah Hidup: Wawancara Anak-Anak SMP Bhakti Mulia Wonosobo

Oleh : Leoni Junian/Sekretariat Purwokerto Perjalanan panjang dari Purwokerto menuju SMP Bhakti Mulia Wonosobo, yang memakan waktu sekitar 3-4 jam, tak terasa melelahkan. Pemandangan indah yang tersaji di sepanjang jalan bagaikan lukisan alam yang menenangkan jiwa. Tim BPT purwokerto : Leonie, Ryo dan Pandu, memiliki misi mulia: mewawancarai calon anak asuh di sekolah tersebut. Sesampainya di SMP Bhakti Mulia, kami disambut hangat oleh para guru dan murid.Kebaikan dan semangat mereka menulari kami, membuat hati semakin mantap untuk menjalankan misi ini. Satu per satu, kami mewawancarai calon anak asuh. Hati kami tersentuh mendengar kisah-kisah perjuangan mereka. Salah satu cerita yang paling membekas bagi saya (Leonie) adalah dari seorang anak bernama Elisabeth Linda Aryani atau kerap disapa Elis. Dengan mata berkaca-kaca, dia bercerita tentang ayahnya yang bekerja sebagai petani dan makelar tanah dan hanya mengirim uang jika hanya mendapatkan hasil dari makelar. Ibunya bekerja sebagai pengasuh bayi, dan sepulang sekolah selain dia mempunyai kegiatan belajar, dia membantu sang ibu merapikan rumah atau menjaga bayi. Kisah Elis dan anak-anak lainnya membuka mata kami tentang kerasnya kehidupan yang mereka hadapi. Di balik keceriaan dan semangat mereka, terdapat luka dan perjuangan yang tak terkira. Tekad kami untuk membantu mereka pun semakin kuat. Perjalanan ini bukan hanya tentang mewawancarai anak-anak, tapi juga tentang membuka hati dan menumbuhkan rasa empati. Kami belajar banyak tentang arti kepedulian dan pentingnya memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Pengalaman ini akan selalu kami ingat sebagai pengingat bahwa masih banyak anak-anak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan kita. Marilah kita bersama-sama membantu mereka meraih masa depan yang lebih cerah.

Perjalanan Mengubah Hidup: Wawancara Anak-Anak SMP Bhakti Mulia Wonosobo Read More »

Foto Relawan Dengan Anak² Dan PJ 1024x768

Perjalanan Mengubah Perspektif: Beasiswa, Anak-Anak, dan Realitas Kehidupan

Oleh : Ryo Nanda/Sekretariat Purwokerto Di bawah sinar mentari pagi yang hangat, Saya melangkah bersama beberapa teman dengan penuh semangat menuju SMP YOS SUDARSO JERUKLEGI yang berada disebuah desa di Kabupaten Cilacap yaitu Jeruklegi. Perjalanannya hari ini saya akan mewawancarai anak-anak berprestasi namun kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa sekolah. Saya memiliki keyakinan teguh bahwa pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Beasiswa dari Anak-Anak Terang Indonesia ini merupakan salah satu cara untuk membuka peluang bagi anak-anak yang berbakat namun terhalang oleh keterbatasan ekonomi. Satu demi satu, Saya bertemu dengan anak-anak luar biasa. Ada satu anak, gadis kecil dengan mimpi besar menjadi dokter, yang setiap hari harus berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. Dan Ada anak laki laki yang harus mengayuh sepeda yang bisa dibilang jaraknya lumayan jauh antara rumah dan sekolahnya tapi mereka tetap semangat dan ceria. Namun, di balik keceriaan dan semangat mereka, Saya merasakan ada duka yang mendalam. Saat berbincang dengan salah satu anak, Saya mengetahui bahwa dia ditinggalkan ayahnya pergi tidak tahu kemana dan ibunya yang bekerja untuk menjadi ART di rumah tetangganya. Dan ada anak yang menceritakan kisah pilunya tentang sang ayah yang menjadi buruh serabutan dan jarang di rumah bahkan gajinya masih kurang untuk kehidupan sehari hari. Pertemuan-pertemuan ini bagaikan tamparan keras bagi Saya bahwa masih banyak anak-anak diluar sana yang kehidupannya kurang beruntung dan untuk mendapatkan akses pendidikan sangat susah yang dimana seharusnya akses pendidikan itu paling mudah didapat untuk keberlangsungan hidup mereka dimasa depan. Kesedihan saya bercampur aduk. Saya merasa tidak adil bahwa anak-anak ini harus menanggung beban hidup yang berat di usia yang masih belia. Namun, di sisi lain, Saya juga terinspirasi oleh ketangguhan dan semangat mereka untuk meraih mimpi. Dalam perjalanan ini membuka mata Saya tentang realitas kehidupan yang dihadapi oleh banyak orang di luar sana. Saya menyadari bahwa tidak semua orang bisa menjalani kehidupan dengan baik, dan bahwa masih banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Tekad Saya untuk membantu anak-anak kurang mampu semakin kuat dan dalam perjalanan ini bukan hanya tentang membantu menyalurkan beasiswa kepada mereka, tetapi juga tentang membuka hati dan pikiran kita semua terhadap dunia yang penuh dengan keragaman dan perjuangan. Saya belajar bahwa kebahagiaan sejati datang dari membantu orang lain dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Perjalanan Mengubah Perspektif: Beasiswa, Anak-Anak, dan Realitas Kehidupan Read More »

Foto Konten Artikel 1024x771

Harapan dan Perjuangan

Oleh : Sekretariat Semarang Sekretariat Semarang melakukan wawancara pada 17 komunitas yang berada di bawah naungan Yayasan AAT Indonesia di Semarang. Banyak cerita-cerita unik dan menarik, tetapi juga menyentuh hati selama proses wawancara yang dilakukan oleh BPT bersama dengan para relawan. Salah satu kisah yang paling membekas dari salah satu siswa SMK 17 Agustus Semarang, seorang anak lelaki yang saat ini tinggal bersama dengan paman dan bibi karena sudah tidak memiliki orang tua. Paman yang hanya bekerja sebagai tukang parkir, sedangkan bibi hanya berjualan nasi dengan pendapatan yang tak menentu setiap harinya. Dirinya bercerita bahwa sebenarnya dia merasa cukup malu dan sungkan kepada paman bibinya karena tidak semestinya kedua orang tersebut yang menanggung dan memikirkan kebutuhannya tetapi keadaanlah yang mengharuskan. “Gimana ya mbak, aku tuh gak enak soalnya dan kayak malu gitu kalau harus minta uang ke pakdeku soalnya aku tau juga tau pakdeku kalau dapet duit tuh gak banyak dan masih harus buat beli makan sama kebutuhan rumah yang lain jadi ya aku bantu-bantu sedikit biar gak beratin pakde.” cerita sang anak saat proses wawancara kepada salah satu relawan. Pernyataan dirinya dalam membantu paman cukup membuat penasaran sehingga saat ditanya lebih lanjut Ia membantu dengan cara memulung sampah setiap pulang sekolah yang nantinya akan dijual kepada pengepul/pengumpul sampah untuk ditukar dengan sejumlah uang. Kisah anak tersebut menjadi hal yang paling mengharukan saat wawancara terutama ketika para relawan melakukan diskusi dan sharing terkait hasil wawancara dengan para siswa. Relawan lain yang mendengarkanpun turut kaget dan tidak menyangka karena di usia yang seharusnya hanya pusing dengan tugas sekolah tetapi sudah bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Cerita si anak juga turut diperkuat oleh penuturan guru yang menyatakan bahwa memang kondisi anak tersebut kurang mampu tetapi Ia adalah anak yang rajin dan memiliki semangat yang besar ketika belajar. Para relawan dan guru berharap semoga nantinya anak ini mendapat beasiswa sehingga dirinya tidak akan terlalu pusing memikirkan SPP sekolah dan bisa fokus untuk belajar.

Harapan dan Perjuangan Read More »

Bersama Calon AA SD Cibunut 3 1024x768

Perjalanan Mengunjungi 3 Sekolah di Sekretariat Bandung

Oleh : Akbar Romadon Pada tanggal 12 Mei 2024, saya Akbar, perwakilan dari Yayasan AAT Indonesia khususnya Sekretariat Bandung memulai perjalanan untuk melakukan kunjungan ke 3 sekolah yang tersebar di 3 kota yaitu Cirebon, Kab. Kuningan dan Kab. Cianjur. Perjalanan pertama dimulai dengan mengunjungi sekolah yang ada di Kota Cirebon, tepatnya di SMA Putra Nirmala Cirebon. Mengingat masih ada di sekitar kota Cirebon, cukup memudahkan saya untuk menuju ke sekolah tersebut menggunakan ojek online. Sekilas mengenai sekolah ini, tergolong cukup lengkap. Dari tingkat TK sampai SMA ada pada lingkungan sekolah ini. Secara gambaran besar, setelah saya mewawancarai 15 calon anak asuh yang telah diajukan oleh pihak sekolah, rata – rata mereka memiliki tunggakan berupa SPP dan uang Gedung yang belum lunas. Namun meski demikian, masih terlihat jelas di wajah mereka, semangat untuk melanjutkan belajar. Rata – rata pekerjaan orang tua mereka adalah driver ojol, karyawan toko dan buruh pabrik. Penanggung jawab yang mewakili sekolah ini adalah Ibu Jenny yang tampak masih tergolong muda. Beliau juga yang menyeleksi terlebih dahulu calon anak asuh yang akan diajukan untuk diwawancarai. Beliau juga menjelaskan beberapa anak yang memang membutuhkan bantuan, serta ada beberapa anak yang memang cukup pendiam, sehingga saat wawancara perlu ada trik khusus untuknya agar bersedia menjawab. Perjalanan berlanjut ke Kab. Kuningan yang mana untuk menuju kesana saya dijemput oleh Bu Tati, penanggung jawab SD Yos Sudarso Cibunut. Hal itu menjadi pertimbangan karena kurang fleksibelnya transport umum menuju ke daerah sana. Dari Kota Cirebon menuju ke penginapan yang berada di Cisantana (Kab. Kuningan), membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 jam. Keesokan paginya, saya harus keluar dari penginapan sekitar jam 5.30 karena mobil jemputan mulai beroperasi jam segitu. Mobil jemputan ini berupa mobil pick up yang atasnya ditutupi kain terpal dan untuk dudukan penumpang terdapat 2 baris papan kayu. Penampilannya adalah seperti ini. Menurut keterangan dari Bu Tati, kendaraan ini adalah dipergunakan untuk pergi pulang sekolah bagi guru – guru yang rumahnya ada disekitar jalur Cisantana menuju Cibunut. Untuk menaiki ini Bapak/Ibu guru membayar secara bulanan kepada supir pick up. Dari CIsantana ke Cibunut membutuhkan sekitar 1 jam perjalanan. Sekolah berada di tempat yang cukup jauh dari perkotaan, sehingga sinyal tergolong sulit dijangkau dan membutuhkan wifi. Selain ada tingkat SD, sekolah ini juga terdapat tingkat TK-nya juga. Saya mewawancarai 8 calon anak asuh baru dari SD Yos Sudarso Cibunut. Rata – rata pekerjaan orang tua mereka adalah merantau ke Jakarta, ada yang jadi pedagang ada juga yang mengumpulkan botol bekas. Rata – rata mereka diberikan uang saku secukupnya untuk beli minum dan 1 jajan, karena sudah dibawakan bekal dari rumah. Fakta uniknya adalah, jika pada umumnya anak seusia mereka lebih suka makanan seperti sosis atau makanan berbahan daging lainnya, mereka lebih suka mengkonsumsi sayuran. Dan mereka cukup excited bercerita tentang bekal apa yang mereka bawa hari itu. Mereka anak ceria yang tetap bersemangat sekolah. Setelah selesai wawancara di SD Yos Sudarso Cibunut, saya diantar salah satu Bapak Guru kembali ke Kota Cirebon untuk naik kereta menuju Pasar Senen. Yang nantinya dari Pasar Senen melanjutkan perjalanan ke Bogor menggunakan KRL. Sekolah yang terakhir saya kunjungi adalah SD Mardi Waluya Cipanas, yang menuju kesana bisa menggunakan 2 opsi. Jika dimulai dari Bogor, nanti bisa menggunakan Bus Kita dan berganti naik angkot 2 kali untuk bisa sampai di sekolah tersebut. Opsi kedua, jika dimulai dari Bandung bisa menggunakan bus Jurusan Bandung – Bogor via Cianjur (Cipanas). Kurang lebih waktu yang saya butuhkan dari Bogor menuju ke Cipanas sekitar 2 jam perjalanan dengan catatan tidak terjadi kemacetan. Lokasi SD Mardi Waluya Cipanas masih satu Yayasan dengan Panti Asuhan Santo Yusup dan didekat sana terdapat TK Mardi Waluya serta SMP Mardi Yuana. Jadi seluruh anak panti bersekolah diantara TK, SD atau SMP tersebut. Pada SD Mardi Waluya Cipanas yang saya wawancarai sejumlah 20 calon anak asuh. Sebagian besar kelas 1 dan 2, serta sisanya campuran kelas 3 – 6. Rata – rata mata pencarian orang tuanya adalah sebagai ojol, penjaga vila dan membantu di Gereja. Anak – anak yang saya wawancarai tergolong aktif dalam menjawab, tidak pemalu dan ceria. Meskipun saya tidak tahu, dibalik keceriaan itu apakah ada luka yang besar disana atau tidak. Penanggung jawab sekolah ini adalah Bapak Heru yang sekaligus juga merupakan Kepala Sekolah. Menurut info dari beliau, ada salah satu anak yang mengikuti wawancara guna bisa mendapatkan uang saku, sampai rela berjualan di sekolah yang mana modalnya dari tetangganya, sehingga jika semua jajanan tersebut terjual habis, dia baru bisa mendapatkan uang saku sejumlah 5.000 rupiah. Menurut info dari Pak Heru, total tenaga pengajar di sekolah tersebut adalah 7 Guru termasuk Pak Heru dan nantinya hanya akan menjadi 6 Guru dikarenakan 1 Guru memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Semoga nanti jika ada yang berminat menjadi tenaga pengajar di SD Mardi Waluya Cipanas, dapat menghubungi Pak Heru. 

Perjalanan Mengunjungi 3 Sekolah di Sekretariat Bandung Read More »

WhatsApp Image 2024 06 25 At 15.43.55 Fd179ac2 768x1024

Yudit Airaya Hitomi, Potret Anak Pekerja Keras dan Berbakat

Oleh : Sekretariat Yogyakarta Yudit Airaya Hitomi adalah seorang siswa yang tidak hanya rajin di sekolah, tetapi juga di rumah. Sejak kecil, Yudit telah menunjukkan ketekunan dan disiplin dalam membantu keluarganya dengan pekerjaan rumah tangga. Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk membereskan rumah, memasak bekal, dan merawat adik-adiknya yang masih kecil. Kebiasaannya ini tidak hanya meringankan beban ibunya yang merupakan ibu rumah tangga, tetapi juga memperlihatkan tanggung jawab yang luar biasa bagi anak seusianya. Di sekolah, Yudit dikenal sebagai siswa yang berprestasi. Mata pelajaran favoritnya adalah seni budaya dan bahasa Inggris, di mana ia selalu menunjukkan kemampuan luar biasa. Menggambar adalah salah satu hobinya yang ia gunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Kegemarannya ini sejalan dengan kecintaannya terhadap seni budaya, dan ia sering mendapatkan penghargaan dalam bidang ini. Tak hanya itu, kemampuan public speaking Yudit juga mengesankan. Meski masih di tingkat SMP, cara Yudit menyusun kata-kata dan berbicara di depan umum menunjukkan kedewasaan dan kepandaian yang luar biasa, membuatnya sering menjadi juara kelas. Namun, perjalanan Yudit tidak selalu mulus. Di sekolah, ia sering menghadapi teman-temannya yang merasa iri dengan prestasinya. Ketidakmauan mereka untuk menjalin pertemanan jika Yudit tidak memberikan tugas adalah salah satu tantangan sosial yang ia hadapi. Meskipun demikian, Yudit tetap kuat dan tekun dalam mengejar cita citanya untuk menjadi seorang psikolog. Ia percaya bahwa dengan membantu orang lain memahami diri mereka sendiri, ia bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Kehidupan Yudit yang penuh warna ini juga dipengaruhi oleh kondisi keluarganya. Ayahnya adalah seorang tukang kebun yang memiliki usaha sendiri menanam sawit. Meskipun usaha ayahnya tidak selalu stabil, semangat dan ketekunan ayahnya menjadi teladan bagi Yudit. Keluarga Yudit hidup sederhana, namun penuh kasih sayang dan dukungan satu sama lain. Dengan uang saku yang hanya 5 ribu rupiah per hari dan biaya transportasi umum sebesar 70 ribu rupiah per bulan, Yudit belajar menghargai setiap pengorbanan dan usaha yang dilakukan keluarganya demi pendidikan dan masa depannya.

Yudit Airaya Hitomi, Potret Anak Pekerja Keras dan Berbakat Read More »

duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 dekonstruksi algoritma rtp live gates of olympus dan sinkronisasi pola mahjong wild deluxe dadu sicbo paling akurat perihoki sinergi taktik baccarat profesional dalam navigasi mahjong ways 2 pgsoft rtp live dan manajemen pola starlight princess efektif perihoki integrasi strategi manajemen risiko blackjack dalam eksekusi pola mahjong wins 3 pragmatic blackjack perihoki metodologi penghitungan peluang roda roulette dalam pemanfaatan transisi pola mahjong ways 2 pgsoft terbaru wild west gold perihoki analisa komparatif metodologi blackjack modern terhadap skema probabilitas arena sv388 dan pola sugar rush mahjong wins 3 pragmatic perihoki eksperimen strategi peluang dadu sicbo melalui analisa statistik mahjong wild deluxe dan teknik prediksi pola olympus terbaru duta76 protokol eksekusi strategi elit baccarat pemanfaatan rtp live starlight princess dan pola ritme mahjong ways 2 duta76 optimalisasi ekosistem profit melalui taktik blackjack multidimensi mahjong wins 3 dan pola sweet bonanza duta76 cetak biru strategi hybrid sinkronisasi pola mahjong ways 2 pgsoft dan manipulasi peluang roulette modern wild west gold duta76 integrasi strategi disiplin taruhan sv388 dalam eksekusi analisa pola sugar rush dan logika blackjack pro mahjong wins 3 pragmatic duta76 aws ai lucky neko straightwins aws ai pgsoft mahjong perkembangan aws koi gate scatter berjejer aws latensi free spin rtp aws lonjakan rtp jam malam aws pola kompleks pgsoft konsisten aws rtp menengah starlight pilihan aws scatter beruntun mahjong aws scatter emas mahjong strategi aws target rtp harian pgsoft kriptoanalisis grid mahjong wins 3 probabilitas simbol anatomi scatter hitam mahjong wins 3 pola simbol prediksi 2026 rahasia algoritma mahjong ways 2 audit performa mahjong ways stabil 2026 bedah struktur mahjong wins 3 hiburan virtual e4 sas 1 e4 sas 2 e4 sas 3 e4 sas 4 e4 sas 5 e4 sas 6 e4 sas 7 e4 sas 8 e4 sas 9 e4 sas 10 e3 analisis harian rtp sebagai kunci adaptasi strategi permainan e3 analisis rtp harian sebagai dasar pengambilan keputusan permainan e3 analisis tren rtp harian sebagai pilar strategi permainan terkini e3 cara cermat membaca momentum scatter dan wild secara sistematis e3 cerita budi tekun di dunia digital kini menjadi pebisnis mandiri e3 cerita ilham mengubah kebiasaan digital jadi sumber penghasilan e3 cerita yoga fokus dan konsisten di dunia digital kini menuai hasil e3 data rtp harian sebagai pilar utama perencanaan permainan modern e3 fondasi strategi digital dimulai dari analisis rtp harian e3 ketika analisis rtp harian membentuk pola perencanaan permainan e3 ketika data dan tren rtp harian menentukan arah permainan modern e3 ketika insight rtp harian membuka strategi permainan modern e3 ketika pendekatan data rtp harian mengubah cara bermain e3 ketika pergerakan rtp harian menjadi panduan strategi efektif e3 ketika pola rtp harian dijadikan acuan strategi bermain efektif e3 ketika pola rtp harian menjadi acuan strategi konsisten e3 ketika statistik rtp harian membentuk strategi bermain yang lebih cerdas e3 ketika statistik rtp harian menjadi kunci perencanaan yang terarah awal keretakan mahjong jelas scatter hitam dari putaran stabil scatter hitam mahjong fokus ditengah putaran scatter hitam mahjong ketika scatter hitam aktif mahjong wins besar mahjong terasa asing utuh scatter wild putaran mahjong wins arah scatter hitam alur cuan mahjong wins terasa scatter mendominasi peran scatter mahjong ways terasa perkalian perubahan terduga mahjong scatter hitam saat kendali tangan scatter hitam mahjong wins oke ketika data rtp harian menjadi dasar strategi permainan modern oke peran data rtp harian dalam membentuk strategi bermain masa kini oke data rtp harian sebagai fondasi utama strategi permainan digital oke mengapa data rtp harian menjadi kunci strategi permainan modern oke transformasi strategi bermain berbasis data rtp harian oke strategi permainan modern yang dibangun dari data rtp harian oke data rtp harian pilar utama dalam strategi permainan terkini oke mengoptimalkan strategi permainan dengan data rtp harian oke era baru strategi permainan dimulai dari data rtp harian oke kekuatan data rtp harian dalam menentukan arah strategi bermain