Artikel

Kisah Relawan : SMP Pangudi Luhur Tuntang

SMP PANGUDI LUHUR (PL) Tuntang terletak di di Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang dari Salatiga lebih kurang 5 Km. Untuk menuju sekolah ini tidak sulit, hanya saja letaknya jauh dari wilayah kota Salatiga. Sepanjang perjalanan kami disuguhi oleh perkebunan karet dan buah-buahan Desa Tlogo. Kondisi sekolah saat kami kunjungi kebetulan habis direnovasi jadi terlihat bersih dan indah. Biaya renovasi ini diperoleh dari pemerintah kota Salatiga. Kepala sekolah dan guru guru di sana sangat ramah dan benar-benar perhatian pada kami.   Tidak hanya mengembangkan prestasi akademis, di bidang non-akademis SMP PL Tuntang menyediakan ekstra-kulikuler menjahit, olahraga, karawitan demi pengembangan bakat para siswa. Hasilnya juga memuaskan sebab antara tahun 2009-2010, SMP ini meraih juara dalam berbagai bidang di tingkat kota maupun tingkat propinsi. Latar Belakang Para Siswa Anak-anak yang bersekolah di SMP PL Tuntang kebanyakan tinggal bersama kakek & nenek. Mereka menuju ke sekolah dengan berjalan kaki melewati desa-desa dan perkebunan. Selain itu ada juga yang bersepeda. Para orangtua siswa bekerja di luar kota, itupun bekerja “kasar”. Ada yang bekerja sebagai kuli bangunan, PRT, penjaga toko, ataupun buruh pabrik konveksi rumahan. Beberapa ada yang tinggal bersama kakek dan neneknya sejak kecil. Pertemuan dengan orang tuanya hanya saat lebaran, itupun tidak lengkap kadang hanya ayahnya saja dan ibunya saja. Pengiriman uang sekolah juga tidak tentu sehingga perekonomian anak tersebut sangat pas-pasan dan kadang kurang. Kakek dan nenek yang sudah tua penghasilannya juga sedikit karena hanya bekerja sebagai buruh “mbiset” getah karet. Namun betapapun banyak keterbatasan, semangat anak-anak yang tinggal di Desa Tlogo sangat membuat saya “berkaca diri”. Meskipun dengan kondisi keluarga yang tidak “utuh” namun mereka mampu bersekolah dengan baik serta berprestasi. Uniknya lagi kakek dan nenek mereka kebanyakan tidak bisa membaca dan menulis. Akibatnya, saat membuat surat keterangan, sekolah perlu membantu membuatkannya. Bahkan beberapa guru datang langsung ke rumah anaknya hanya untuk mengajari kakek dan nenek dari anak tersebut untuk tanda tangan ala kadarnya. Saya juga salut dengan para guru karena mereka mau mencari anak-anak yang tidak sekolah yang hanya bekerja di kebun untuk disekolahkan. Untuk pembiaya anak-anak ini sekolah mencarikan bantuan melalui pengurus yayasan, pemerintah kota, dan betapa beruntungnya sekolah ini dapat bertemu dengan “Anak Anak Terang”. Kami sebagai penanggung jawab komunitas yang merupakan bagian dari Anak Anak Terang juga merasa beruntung dan sangat senang dapat membantu. Melalui Anak Anak Terang semoga pendidikan siswa-siswi di desa Tlogo tidak hanya sampai berhenti di sini. Foto lengkap survey, presentasi, dan wawancara calon anak asuh SMP PL Tuntang dapat dilihat melalui Galeri AAT.   Edo Prakosa Staff Admin AAT Semarang  [qrcode content=”https://aat.or.id/kisah-relawan-smp-pangudi-luhur-tuntang” size=”175″]  

Kisah Relawan : SMP Pangudi Luhur Tuntang Read More »

Kisah Relawan : SMP Theresiana Sumowono

TIM AAT SEMARANG mengunjungi SMP Theresiana Sumowono yang beralamat di Jalan Pahlawan No.18 Sumowono pada 2 Juni 2013. Nama Theresiana pasti sangatlah favorit untuk banyak orang, khususnya bagi masyarakat Semarang. Namun yang terjadi justru berbeda, meski sama-sama di bawah naungan Yayasan Bernadus, SMP Theresiana Sumowono justru merupakan sekolah yang menurut saya dan teman-teman kurang dari baik untuk sebuah sekolah. Hal ini karena letaknya yang kurang strategis, jauh dari tengah kota. Saat saya dan teman-teman berkunjung pun, kita tidak tahu di mana SMP Theresiana berada sebab tingginya rumput-rumput liar yang menghalangi akses menuju sekolah. Sesampainya di sana, kami kami mewawancarai kepala sekolah serta salah satu penanggung jawab. Wawancara Kepala Sekolah dan Penanggung Jawab adalah prosedur baku yang harus dilakukan sebelum kami melakukan wawancara dengan calon anak asuh. Tentang SMP Theresiana Sumowono Pada tahun ajaran 2013/2014 SMP Theresiana Sumowono mempunyai 12 guru dan karyawan serta 60 murid yang terdiri dari 18 murid kelas VII, 16 murid kelas VIII, serta 44 murid kelas IX. Tiap tahunnya SMP Theresiana mengalami penurunan jumlah murid. Dari yang sekitar 90 pada tahun 2011, lalu tiap tahun jumlah murid terus menurun. Penurunan ini diakibatkan kekalahan kompetisi dengan sekolah negeri yang membebaskan tidak membayar uang gedung kepada calon murid, sehingga orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh SMP Theresiana Sumowono memang kurang. Jumlah kelas yang dimiliki pun juga sedikit, yaitu hanya ada 5 kelas yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Selain kelas yang sedikit, keterbatasan ruang guru yang kecil, jumlah komputer yang minim untuk kegiatan pembelajaran, tembok-tembok yang mulai retak, merupakan sedikit dari contoh kekuranglayakan fasilitas SMP Theresiana Sumowono. Pada tahun ajaran 2013/2014, SMP Theresiana Sumowono mengajukan 34 murid yang masih duduk di kelas VII dan kelas VIII. Kami Tim AAT segera mengenalkan Anak Anak Terang kepada murid-murid, mengajak mereka bernyanyi, dan mewawancarai satu per satu. Wawancara Rata-rata pekerjaan orang tua siswa adalah petani garapan. Sawah yang dikerjakan oleh mereka merupakan lahan milik TNI-AD yang disewakan pada masyarakat untuk digunakan sebagai tempat bercocok tanam. Banyak di antara para murid yang kami wawancarai memang keluarganya berasal dari desa. Untuk menuju ke sekolah mereka harus berjalan kaki cukup jauh, bahkan mereka menumpang mobil pick-up yang lewat sesuai dengan jurusan munuju sekolah. Ketidakmudahan transportasi ini kerap kali membuat ada yang terlambat ke sekolah. Tapi semangat untuk bersekolah, semangat mendapat ilmu, membuat mereka tidak mengurungkan niat meski apapun rintangan yang mereka hadapi. Para murid SMP Theresiana Sumowono ingin menggapai cita-cita yang mereka impikan. Setelah pulang sekolah pun terkadang siswa-siswi – didampingi oleh para guru –  mengajari adik-adik mereka yang berada di sekitar rumah, baik berhitung dan juga membaca. Selesai mewawancarai, kami memberikan sedikit snack untuk sarapan murid-murid. Meskipun tidak banyak tapi berharga sekali untuk mereka. Tak lupa juga ada Ibu Lies Endjang selaku pengurus AAT yang turut hadir memberikan motivasi-motivasi kepada para murid agar tetap semangat dengan apa yang mereka miliki sekarang. Sesudah beliau memberikan saran yang bermanfaaat, kita ajak untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan sebelum pulang. Kenangan tentang semangat yang tetap menyala dalam segala keterbatasan yang mereka miliki. Setelah kunjungan kami melakukan pleno. SMP Theresiana Sumowono mendapatkan persetujuan untuk 18 anak asuh yang diterima AAT pada tahun ajaran ini.   Handy Wibowo Staff Admin AAT Semarang  [qrcode content=”https://aat.or.id/kisah-relawan-smp-theresiana-sumowono” size=”175″]  

Kisah Relawan : SMP Theresiana Sumowono Read More »

Kisah Relawan : Cepu Punya Cerita

PERJALANAN sore itu diawali dengan kecemasan kami akan tiket kereta ekonomi yang telah habis terjual. Padahal sudah jelas bahwa malam itu kami diwajibkan untuk tiba di Cepu karena Pak Michael (Kepala Sekolah SMK Katolik St. Yusuf) sudah menanti kedatangan kami. Pak Michael juga sudah mempersiapkan para muridnya untuk diwawancarai oleh team relawan AAT Semarang. Akhirnya kami memilih untuk tetap berangkat dengan Kereta Cepu Ekspress karena tak ada pilihan kereta lain. Kereta berangkat tepat pukul 17.05 WIB. Empat jam selama perjalanan kami tidak hanya duduk dan berdiam diri di atas kursi kereta api. Beberapa dari kami menghabiskan waktu dengan mengobrol tentang rencana yang akan kita kerjakan di Cepu. Ada pula yang sembari mengerjakan tugas kuliah karena kami pergi dengan membawa sejuta tugas layaknya mahasiswa pada umumnya. Singkat cerita setelah 4 jam berada di atas kereta api, kami berdelapan tiba juga di Stasiun Cepu dengan sambutan hangat oleh Bapak Michael. Selanjutnya kami diantar ke penginapan yang terletak tak jauh dari stasiun. Hanya 10 menit dengan menaiki becak. Bapak Michael adalah seorang Kepala Sekolah yang juga aktif membantu murid-muridnya yang kesulitan untuk membayar biaya sekolah. Hal ini dikarenakan beliau belum memiliki seorang putra sehingga sebagian dari rejekinya diberikan kepada para murid yang membutuhkan agar mereka dapat terus bersekolah. Presentasi dan Wawancara  Keesokan harinya kegiatan kami diawali dengan mewawancarai Penanggung Jawab dari SMK Katolik St. Yusuf, dilanjutkan dengan presentasi mengenai AAT kepada calon anak asuh. Alangkah terkejutnya kami bahwa hampir seluruh calon anak asuh yang hadir adalah lelaki. Hanya terlihat dua murid perempuan pagi itu. Banyak hal yang membuat hati kami tersentuh saat wawancara. Bagaimana tidak, kebanyakan dari mereka harus bekerja seorang diri agar dapat memiliki cukup rupiah sekedar untuk biaya makan sehari-hari. Jangankan membayar SPP, untuk membayar buku pelajaran saja mereka harus rela makan sehari satu atau kali supaya bisa menyisihkan sedikit uang guna melunasi buku. Jarak antara rumah siswa dengan sekolah sangat jauh. Ada yang mencapai 10 kilometer, padahal mereka berangkat sekolah hanya dengan bersepeda. Sedangkan yang jaraknya lebih dekat, harus berjalan kaki untuk sampai ke sekolah tersebut. Belum lagi saat banjir tiba dan sungai Bengawan meluap, mereka harus menaiki perahu terlebih dahulu lalu dilanjutkan berjalan kaki. Beberapa dari mereka ada yang hidupnya jauh dari orang tua. Mereka harus pintar-pintar mencari uang untuk biaya hidup dan biaya sekolah sebab sadar bahwa orang tua tak mempunyai cukup uang untuk kebutuhan tersebut. Namun dengan penghasilan yang sangat kecil, mereka masih tetap punya semangat yang besar untuk terus bersekolah demi cita-cita yang sangat indah : ingin membahagiakan orang tua dengan hasil yang akan mereka peroleh ketika dewasa kelak. Ternyata di balik sikap kekanak-kanakan yang terlihat di depan kami, sesungguhnya mereka memiliki jiwa berjuang yang sangat tinggi untuk tetap dapat melanjutkan sekolah. Apapun yang terjadi, mereka akan terus mengejar cita-cita itu. Setelah banyak berbincang dengan para murid dan guru, kami sempatkan diri untuk berfoto bersama dan berpamitan dengan Bapak Michael serta para guru sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju Stasiun Cepu. Dengan diantar beberapa guru menggunakan sepeda motor, 5 menit kemudian kami tiba di stasiun. Tepat pukul 12:25 kereta Cepu Ekspress kembali membawa kami pulang ke Semarang dengan selamat. Di atas kereta api menuju Semarang kami tak lagi hanya berdiam diri, karena harus melakukan pleno kecil mengenai wawancara yang telah dilakukan. Meski hanya perjalanan singkat, namun cukup memberikan pembelajaran bagi kami, bahwa akan ada hasil yang diperoleh ketika kita mau bekerja keras untuk mewujudkannya. Perjuangan anak-anak SMK Katolik St. Yusuf adalah salah satu perjuangan anak bangsa yang sangat nyata tentang kesesungguhan untuk dapat terus bersekolah. Mengapa kita yang telah memiliki berkat melimpah tidak membantu perjuangan mereka? Sejauh mana wujud syukur kita kepada Tuhan akan segala nikmat yang diberikan-Nya? 15 Juni 2013 Annisa Wulan Andadari Staff Admin AAT Semarang  [qrcode content=”https://aat.or.id/kisah-relawan-cepu-punya-cerita” size=”175″]  

Kisah Relawan : Cepu Punya Cerita Read More »

Beasiswa AAT Widya Mandala Madiun

Program Beasiswa Anak-Anak Terang (AAT) merupakan wujud nyata Visi dan Misi AAT guna memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak mampu namun memiliki kemampuan akademis yang baik untuk mengenyam pendidikan tinggi sehingga mereka memiliki kesempatan menyongsong masa depan yang lebih “Terang” dan lebih baik. Program beasiswa ini bertujuan memotivasi anak asuh agar menjadi calon pemimpin masa depan berkarakter kuat dan kompetensi yang baik, sehingga mampu untuk terus meningkatkan prestasinya. Pengembangan karakter dan kompetensi bagi para penerima beasiswa AAT menjadi fokus utama dalam program ini, supaya mereka mampu menjadi future leaders yang dapat membawa bangsa Indonesia ke arah lebih baik.   [accordions title=”” active=1 event=”click” disabled=false autoheight=false] [accordion title=”Bentuk Beasiswa :”] Uang kuliah (SPP tetap dan variabel) selama kuliah. Masa kuliah maksimal 4 tahun untuk Program S1 dan 3 tahun untuk Program D3. [/accordion]   [accordion title=”Persyaratan Pengajuan Beasiswa :”] 1. Berkewarganegaraan Indonesia. 2. Merupakan mahasiswa aktif Universitas Katolik Widya Mandala Madiun (minimal Semester 2). 3. IP Semester terakhir & IP Kumulatif minimal 2.75 bagi fakultas eksakta, minimal 3.00 bagi fakultas non-eksakta. 4. Aktif terlibat dalam organisasi kemahasiswaan atau kemasyarakatan. 5. Tidak menerima/sedang dalam program beasiswa dari pihak lain. [/accordion]   [accordion title=”Persyaratan Administrasi :”] 1. Mengisi formulir pendaftaran. 2. Membuat esai profil pribadi minimal 2 halaman A4. 3. Fotokopi KTP dan KTM yang masih berlaku. 4. Fotokopi Kartu Keluarga yang masih berlaku. 5. Fotokopi sertifikat/piagam/bukti prestasi (jika ada). 6. Sertifikat kepengurusan dan kepanitiaan organisasi. Jika tidak ada dapat diganti dengan ?Surat Keterangan yang dibuat oleh pimpinan organisasi. 7. Daftar/Transkrip Hasil Studi yang menunjukkan IPK dan SKS yang telah ditempuh. 8. Surat Keterangan Penghasilan Orangtua. 9. Informasi besarnya SPP yang harus dibayarkan per semester (SPP Tetap dan Variabel) dari Bagian Keuangan Universitas. 10. Surat Rekomendasi Universitas/Fakultas. 11. Lolos seleksi dan wawancara oleh Tim Seleksi AAT. Catatan : Esai pribadi dan foto dikirim via email ke : beasiswa@anakanakterang.web.id. [/accordion]   [accordion title=”Persyaratan Tambahan :”] 1. Surat pernyataan bermaterai tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain, mengetahui Warek III. 2. Fotocopy Rekening Listrik bulan terakhir. 3. Menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kelurahan asli dan dilegalisir satu lembar. 4. Surat pernyataan kesediaan terlibat aktif dalam kegiatan Universitas Fakultas/Prodi, HMJ atau BEM. [/accordion]   [accordion title=”Kewajiban Penerima Beasiswa AAT :”] 1. Aktif terlibat dalam pelayanan Beasiswa AAT. 2. Aktif terlibat dalam kegiatan Pengembangan Diri dan Spiritualitas AAT. [/accordion]   [accordion title=”Evaluasi Perkembangan Studi :”] 1. Evaluasi perkembangan studi dilakukan setiap akhir semester. 2. Pada akhir semester, jika IP Semester kurang dari 2.75 bagi fakultas eksakta dan 3.00 bagi fakultas non-eksakta maka beasiswa akan dihentikan. 3. Beasiswa hanya diberikan selama 4 tahun untuk Program S1 dan 3 tahun untuk Program D3, tanpa adanya perpanjangan waktu. [/accordion] [/accordions]   Pendaftaran beasiswa, silahkan menghubungi : Sekretariat Beasiswa AAT Universitas Katolik Widya Mandala Madiun Jln. Manggis No. 15-17. Madiun 63131. u.p. Bernardus Widodo, S.Pd., M.Pd. (Wakil Rektor III) Batas pengajuan beasiswa : 10 Agustus 2013.   [qrcode content=”https://aat.or.id/beasiswa-aat-widya-mandala-madiun” size=”175″]  

Beasiswa AAT Widya Mandala Madiun Read More »

RPAA Anak Anak Terang

Rekoleksi Pendampingan Anak Asuh (RPAA) Anak Anak Terang Wisma Santi Darma, 11-12 Mei 2013   Misi Anak Anak Terang (AAT) disamping memberikan pelayanan beasiswa pendidikan formal bagi anak-anak asuh, adalah juga mendampingi  anak-anak asuh dengan perhatian dan kasih sayang sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Dalam kenyataannya, misi pendampingan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelayanan beasiswa ternyata kurang mendapatkan perhatian dari kita semua. Hal ini menyebabkan timbul banyak persoalan yang mengganggu proses belajar anak asuh, yang pada akhirnya memberikan hasil belajar (raport, nilai, indeks prestasi) tidak baik. Sehubungan dengan pentingnya pendampingan bagi keberhasilan belajar anak asuh, maka AAT menyelenggarakan Rekoleksi Pendampingan Anak Asuh (RPAA) pada tanggal 11-12 Mei 2013 di Wisma Santi Darma, Godean Yogyakarta. Maksud diadakannya RPAA adalah diharapkan para Penanggung Jawab (PJ) dan Pendamping Komunitas (PK) dapat mengenal spiritualitas AAT secara lebih mendalam, terjalin keakraban diantara PJ, PK, maupun pengurus AAT. Tujuan umum RPAA adalah merencanakan, merumuskan, serta menjalankan Program Pendampingan Anak Asuh. Sedangkan tujuan khusus dari rekoleksi ini agar PJ dan PK mampu mendampingi Anak Asuh dalam mengatasi kesulitan serta hambatan dalam studi sebagai bagian dari perjuangan mencapai cita-cita. Maka dari itu program pendampingan dirasa sangat penting bagi keberhasilan belajar anak asuh. PJ dan PK juga turut mendampingi Anak Asuh dalam mengembangkan aspek-aspek kepribadian secara utuh : fisik, intelektual, emosional, serta spiritual agar mereka bisa menjadi berkat bagi sesama. RPAA AAT dibimbing oleh Romo Ag. Agus Widodo, Pr. dan Ibu Dra. Luh Komang Sri Budiastuti (Kepala Sekolah SMK Marsudi Luhur 1 Yogyakarta), serta para pengurus AAT.   Acara ini berlangsung meriah, sukses, dan menimbulkan reaksi yang positif dari para pesertanya. Peserta yang terdaftar sebanyak 125 orang yang terdiri dari romo, bruder, suster dan para pendidik (Kepsek dan guru BP), staff admin juga relawan AAT yang berasal dari Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Madiun, Purworejo, Malang, serta kota lainnya. Hari Pertama RPAA AAT Pada hari pertama, 11 Mei 2013, peserta tiba di Wisma Santi Darma sekitar pukul 14.00-15.00 WIB. Peserta kemudian dipersilakan mengisi daftar hadir yang telah disiapkan oleh panitia. Saat mengisi daftar hadir, tiap-tiap peserta selain mendapatkan co-card yang harus dikenakan selama acara berlangsung, juga mendapatkan bingkisan yang berisi kaos, tempat pensil, dan sticker berlogo AAT. Sesudahnya, para peserta diperbolehkan untuk langsung mandi maupun beristirahat sejenak mengingat banyak dari mereka yang berasal dari luar Yogyakarta. Acara dilanjutkan dengan snack sore.   Tepat pukul 16.30 RPAA AAT dimulai dengan pembukaan dan juga perkenalan dari tiap-tiap peserta. Di hari pertama ada 3 acara utama. Pertama, pengenalan spiritualitas AAT yang disampaikan oleh Bapak Hadi Santono dan Bapak Christianus Widya Utomo selaku pengurus AAT. Kedua, penyampaian prosedur dan tata cara pengelolaan beasiswa AAT oleh Christina Suryani dan Fransiska Mulyani yang merupakan Staff Administrasi AAT. Dan yang ketiga adalah diskusi ringan dalam kelompok yang telah dibagi sebelumnya. Materi diskusi adalah tentang pendampingan PJ selama ini, hambatan yang dihadapi sebagai PJ, serta penyelesaian kasus-kasus yang biasa dihadapi. Dalam setiap selingan acara, diadakan games dan nyanyi bersama. Para peserta mengikuti dengan antusias acara-acara yang telah disiapkan. Tepat pada pukul 22.40, hari pertama dari RPAA AAT ditutup dengan doa, selanjutnya para peserta dipersilakan untuk beristirahat. Hari Kedua RPAA AAT Hari kedua, 12 Mei 2013, acara dimulai dengan sarapan pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Semangat dan keceriaan sangat terlihat sebab keakraban yang sudah terjalin di antara para peserta. Di hari kedua ini, para peserta diajak untuk berdiskusi mengenai program pendampingan anak asuh yang akan dijalankan oleh para PJ untuk kedepannya. Acara ini didampingi oleh Rm. Ag. Agus Widodo, Pr. dan Ibu Dra. Luh Komang Sri Budiastuti selaku pembimbing rohani AAT. Rangkaian acara RPAA ditutup dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Rm. Ag. Agus Widodo, Pr. diteruskan dengan makan siang bersama. Sebelum pulang, para peserta dibagikan sertifikat yang telah disiapkan oleh panitia. Secara keseluruhan, acara RPAA ini berlangsung baik, lancar, dan meriah. Tujuan pengakraban untuk PJ, PK, maupun pengurus telah tercapai. Semoga program pendampingan anak asuh AAT yang telah dirumuskan dalam RPAA ini pun dapat terlaksana dengan baik.   Diliput oleh : Maria Claudia Alma Nahak Ikka Marissa Roberta Dica Herra Vidianti   [qrcode content=”https://aat.or.id/rpaa-anak-anak-terang/” size=”175″]    

RPAA Anak Anak Terang Read More »

Sepaket Kisah Siswa SMA Bruderan

KUNJUNGAN PERDANA ke SMA Bruderan di Purworejo adalah misi pertama dari Anak Anak Terang (AAT) untuk saya dan teman-teman. SMA Bruderan bukanlah sekolah yang buruk jika dilihat dari fisik bangunan serta fasilitasnya. Dari pandangan pertama, dapat disimpulkan bahwa sekolah tersebut memiliki administrasi persekolahan yang teratur dan tersusun rapi. Namun tetaplah, bahwa di dunia tidak ada yang sempurna. SMA Bruderan Purworejo memiliki 460 murid. Terdiri dari 116 siswa kelas X, 150 siswa kelas XI, dan 194 siswa kelas XII. Dari tahun ke tahun jumlah siswa yang ingin mengenyam pendidikan di sana selalu berkurang. Hal ini disebabkan karena masyarakat Purworejo mempunyai mindset bahwa pendidikan di SMA Bruderan cukup mahal, serta tidak sesuai dengan kondisi keuangan para orang tua siswa yang rata- rata adalah kelas ekonomi prasejahtera. Selain itu, banyak pola pikir masyarakat yang lebih tertarik menyekolahkan anaknya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebabnya, lulusan SMK siap kerja tanpa harus meneruskan ke perguruan tinggi. Ketika datang ke sekolah tersebut, langsung kami disambut oleh para siswa calon penerima beasiswa AAT yang sedari tadi duduk manis menunggu untuk diwawancarai. Wawancara kami dengan calon anak asuh adalah salah satu syarat pengajuan beasiswa AAT. Mereka berjumlah 12 orang anak. Anak-anak tersebut sudah melewati seleksi ketat dari sekolah guna membuktikan bahwa mereka masuk dalam kriteria siswa yang harus dibantu karena kesulitan ekonomi.   Awalnya kami mulai dengan pembukaan, yaitu perkenalan AAT. Sesi berikutnya adalah wawancara. Saya, Fera dan Dita segera mempersiapkan diri. Kami membagi tugas sama rata; setiap orang akan mendapatkan 4 orang anak untuk diwawancarai. Melihat anak-anak yang begitu baik dan manis yang sedang duduk di hadapan kami untuk menceritakan kehidupan mereka sehari-hari, membuat saya tak percaya bahwa ternyata di balik senyum manis, tersimpan banyak duka serta tekanan batin. Mereka menangis saat menceritakan keluarga, menceritakan tentang perjuangan untuk datang ke sekolah dengan berjalan kaki sejauh 5 km dari rumah, menceritakan bagaimana mereka terkadang tidak bisa makan sebab sudah tak lagi memiliki uang untuk membeli makanan, tentang orang tua mereka yang sebagian harus berhutang pada para tetangga demi makanan untuk dimakan pada hari itu. Dari 12 siswa SMA Bruderan Purworejo yang kami wawancarai, sebagian besar hanya memiliki orang tua tunggal. Salah satu dari mereka bernama Darmanto. Ia menceritakan kronologi tentang ayahnya yang meninggal. Ayah Darmanto gantung diri di sumur dekat rumahnya sepulang dari sawah. Cerita lain yang menyedihkan terdengar pula saat seorang anak bertutur bagaimana ayahnya yang ringan tangan sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Baik kekerasan pada pada dirinya atau pada kakak-kakaknya. Ia sendiri adalah anak ke 12 dari 13 bersaudara. Ia bercerita bagaimana kaki kakaknya pernah ditusuk dengan garpu oleh ayah. Sekarang sang ayah telah mendapatkan teguran dari Tuhan sejak beberapa bulan lalu lewat penyakit stroke. Sang ayah tidak lagi dapat menjadi tumpuan keluarga. Kami bertanya,” Setelah sakit stroke, ayah tidak pernah memukul lagi?” ”Masih Kak. Kemarin saya habis dipukul pakai tangan kiri.” celetuknya polos.   BANYAK CERITA dari kehidupan anak-anak ini. Namun tanpa terasa, waktu sudah menunjukan pukul 13.00. Wawancara kami pun selesai. Sedikit waktu kosong selepas wawancara kami gunakan untuk bercerita layaknya kawan pada mereka. Baik tentang Facebook maupun media yang bisa kami gunakan agar tetap bisa berkomunikasi. Kami santap juga makanan yang disediakan sekolah. Senangnya kami bisa nyuapin mereka yang tentu saja disambut tawa malu layaknya anak yang sudah beranjak remaja. Makan bersama-sama dengan adik-adik menjadikan kami lebih akrab. Akhir dari cerita di SMA Bruderan adalah foto di aula dan area sekolah bersama anak-anak dan Pak Suhadi selaku Penanggung Jawab. Foto ini berguna sebagai kenangan, dokumentasi, sekaligus untuk laporan orang tua asuh. Itulah penutup perjalanan misi kami di SMA yang berada dalam satu lingkungan dengan Gereja Santa Perawan Maria Purworejo. Misi kami akhirnya selesai dengan meninggalkan banyak cerita dan pengalaman berharga tentang sepaket kisah hidup yang sangat luar biasa. Tentang cerminan semangat untuk tetap bersekolah dari anak-anak SMA Bruderan Purworejo meskipun dalam kondisi ekonomi dan keluarga yang penuh perjuangan.   Kamis, 15 November 2012 Yolanda Rosalina Lanur Staff ADMIN AAT (JOGJA)     [box type=”info”]Ini kisahku, mana kisahmu ? Tuliskan pengalaman yang dialami selama survey lalu kirimkan kisahmu via email ke beasiswa@anakanakterang.web.id. Dapatkan hadiah sebuah Flash Disk dari Pengurus AAT untuk setiap kisah yang dimuat di website AAT. Setiap orang boleh mengirimkan lebih dari satu kisah. Ayo menulis![/box]    [qrcode content=”https://aat.or.id/sepaket-kisah-siswa-sma-bruderan/” size=”175″]  

Sepaket Kisah Siswa SMA Bruderan Read More »

Kunjungan AAT ke SD Proklamasi

SD PROKLAMASI beralamat di Jalan Jagir Sidomukti IV/35 Surabaya. Tim AAT mengunjungi sekolah ini tanggal 26 September 2012. SD Proklamasi pada tahun ajaran 2012/2013 memiliki 8 guru dan 124 siswa mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. Karena berada di dalam perkampungan, sekolah ini sedikit jauh dari pusat keramaian. Untuk area sekolah pun harus berbagi dengan kantor RW agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana.   Rata-rata orang tua siswa SD Proklamasi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Ada yang menjadi buruh, tukang becak dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga tinggal dalam rumah yang kondisinya tidak memungkinkan. Dalam satu komplek rumah terdapat 4 sampai dengan 5 rumah, ada juga kost dengan biaya yang murah. Artinya untuk tinggal pun mereka kesulitan, sehingga membayar SPP bulanan menjadi cukup berat. Pada awalnya sarana-prasarana SD Proklamasi kurang memadai, misalnya dari segi kelas maupun fasilitas. Menyikapi hal ini, Kepala Sekolah serta para guru berusaha semaksimal mungkin supaya para anak didiknya dapat mengenyam pendidikan selama 6 tahun, meskipun tidak mendapat bayaran atau gaji dari hasil mereka mengajar. Para pendidik hanya mendapat upah penggantian bensin saja. Para guru berupaya keras untuk dapat menyediakan fasilitas yang memadai untuk murid-muridnya. Akhirnya beberapa fasilitas sekolah mereka dapatkan dengan cara menabung.   Pada tahun ajaran 2012/2013, AAT memberi SD Proklamasi beasiswa untuk 23 anak pada awal tahun ajaran. Selanjutnya pihak sekolah mengajukan tambahan 18 siswa yang menjadi calon anak asuh AAT pada awal Januari 2013. Total menjadi 41 anak asuh. Sebagai informasi, AAT memberi beasiswa untuk siswa-siswi SD Proklamasi Surabaya sejak tahun 2004. Laporan dari : Aloysius Handy Wibowo Staff Admin AAT (Semarang)    [qrcode content=”https://aat.or.id/kunjungan-aat-ke-sd-proklamasi/” size=”175″]  

Kunjungan AAT ke SD Proklamasi Read More »

AAT: Behind The Scene

SELAMAT DATANG kepada para anggota, donatur dan orangtua asuh yang baru bergabung. Selamat bergabung dengan Komunitas Anak Anak Terang (AAT). Mungkin bapak/ibu bertanya-tanya bagaimana AAT mengelola 2 sekretariat, 80-an komunitas, 1.295 anak asuh, 458 orangtua asuh, dan 3580 anggota/donatur tidak tetap? Tidak mudah memang! Apalagi bertahan hingga 10 tahun! AAT berdiri sejak 1 Agustus 2002. Melalui AAT banyak orang telah ikut serta dalam melayani sesama dan membawa “Terang” untuk saudara-saudara yang masih diliputi kegelapan; yaitu kegelapan yang berupa kebodohan serta kemiskinan. Melalui AAT juga, ribuan anak asuh telah dapat mengenyam pendidikan demi menyongsong masa depan yang lebih “Terang” dan lebih baik. Kelompok AAT adalah komunitas virtual. AAT merupakan wadah bagi siapa saja yang mempunyai kepedulian yang sama pada anak-anak kurang beruntung. Wadah bagi yang bersedia meluangkan waktu, menyumbangkan tenaga maupun pikiran, serta memberikan bantuan dana bagi kebutuhan anak-anak tersebut di dalam pendidikan, perhatian, juga kasih sayang. Sebagai komunitas virtual, AAT memanfaatkan teknologi internet (email, milis, Facebook, Twitter hingga SMS) untuk berkomunikasi tanpa mengenal batas waktu maupun wilayah. Hampir semua pengurus/anggota/donatur tidak saling mengenal secara fisik namun bergabung bersama-sama karena memiliki “spirit” yang sama. Spirit AAT ada di mana-mana! Anak asuh tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari tingkat SD, SMP, SMU/SMK hingga perguruan tinggi. Donatur berasal dari seluruh wilayah Indonesia hingga menembus batas negara. Tercatat beberapa donatur berdomisili di Singapura, Perancis, Hongkong, USA, Afrika Selatan, Jerman, Belgia, Belanda hingga Australia. Semua bergabung dalam semangat yang sama, yaitu berbagi terang kepada sesama! Tanggal 15 November 2012 yang lalu, akhirnya para Volunteer (Staff Admin) AAT Semarang dan Yogyakarta bertemu bersama secara fisik di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sebelumnya mereka sudah saling mengenal melalui media email, milis dan FB. Pertemuan juga dihadiri beberapa pengurus AAT. Sayangnya tidak semua Volunteer (Staff Admin) dan Pengurus bisa hadir. Yuukk berkenalan!   Selain berkenalan, kesempatan bertemu tersebut juga digunakan untuk koordinasi pengelolaan SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh) AAT, penginputan data anak asuh, pembagian tugas, penjadwalan survey serta wawancara anak asuh. Untuk diketahui bapak/ibu, proses pengajuan beasiswa ke AAT untuk semester Genap berakhir pada tanggal 31 Oktober 2012 yang lalu. Tercatat 45 komunitas/sekolah yang mengajukan permohonan beasiswa. Proses evaluasi dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu (1) Evaluasi Proposal, (2) Interview dan Presentasi Proposal oleh PJ (Penanggung Jawab) dan (3) Survey lokasi dan Wawancara dengan calon anak asuh. Semua proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa beasiswa diberikan tepat sasaran. Foto-foto survey dan wawancara yang dilakukan Staff Admin AAT dapat dilihat di Facebook Group AAT. Sedangkan foto-foto pertemuan bisa diakses di : Facebook Group Anak Asuh AAT, Facebook Group AAT, dan Galeri Foto Web AAT.   Salam Anak Anak Terang!    [qrcode content=”https://aat.or.id/aat-behind-the-scene/” size=”175″]  

AAT: Behind The Scene Read More »

Perayaan HUT 10 Tahun AAT

Jejak Langkah 10 Tahun AAT Membawa Terang Kepada Sesama – Komunitas Anak-Anak Terang (AAT) memasuki usia 10 tahun. Perayaan syukur secara sederhana dengan pemotongan tumpeng dilaksanakan di Auditorium Kampus III Gedung Bonaventura, Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada hari Minggu, 5 Agustus 2012. Diadakannya perayaan HUT AAT untuk pertama kalinya adalah sebagai refleksi perjalanan selama 10 tahun. Tidak mudah bagi sebuah komunitas untuk bertahan selama 10 tahun jika tidak ada komitmen serta campur tangan Tuhan dalam perjalanan ini. Perayaan ini juga merupakan ajang ekspresi kreativitas dari anak-anak asuh AAT. Panitia maupun pengisi acara semua adalah Anak Asuh AAT.   Anak-anak Terang adalah komunitas virtual yang menaungi siapa saja yang peduli terhadap pendidikan anak-anak tidak mampu. AAT berdiri pada 1 Agustus 2002 di dunia maya, dengan anak asuh pertama sebanyak 25 anak dari Kampung Jembatan Cipinang (daftar komunitas anak asuh ada di website AAT) dan terus berkembang. Hingga saat ini ribuan orang telah dibantu. Jumlah anggota (donatur) terus bertambah dari hari ke hari dengan jumlah beasiswa yang mencapai hampir milyaran rupiah per tahun. AAT menaungi siapa saja, oleh karena itu anak asuh berasal dari semua daerah di Indonesia, berbagai suku agama dan golongan. Demikian juga dengan donatur, berasal dari berbagai latar belakang, suku, agama maupun golongan. Donatur berasal dari dalam dan luar negeri, tercatat beberapa donatur berdomisili di Singapura, Hongkong, amerika, Belgia, Belanda, Jerman, Perancis, Australia juga Afrika Selatan. Perayaan HUT AAT ke-10 dihadiri oleh 517 anak asuh yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Hadir juga beberapa tokoh masyarakat dan pengurus AAT antara lain Pembimbing Rohani AAT, Romo Yoh. Vidi Wahyudi, Pr (pastor diosesan Purwokerto); Rektor UAJY, Dr. R. Maryatmo, MA.; Wakil Rektor III UAJY, Mario Antonius Birowo, Ph.D.; Br. Yanuarius, MTB dan Br. Gerartus, MTB mewakili Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (Dewan Umum di Belanda dan Provinsi Indonesia); Pengurus-pengurus AAT, yaitu Hadi Santono (Sekretaris AAT), Mariani (Bendahara AAT), Chris Widya (Moderator AAT), Melia Dede (Anggota AAT), Steve Kurniawan ; Penanggung Jawab Anak Asuh, yaitu Br. Ignatius Dalimin, FIC dan Br. Arnold, FIC., Br. Kosmas, CSA, Sr. M. Rustika, OSF, dan Bapak/Ibu Guru/Kepsek. Tidak ketinggalan juga 10 anak asuh tingkat perguruan tinggi sebagai panitia penyelenggara dibantu para 10 mahasiswa UAJY.   Dalam sambutannya, Rektorat UAJY menyambut baik kegiatan AAT selama ini. UAJY juga memberikan banyak potongan uang masuk maupun beasiswa parsial kepada anak-anak asuh AAT yang melanjutkan pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Lebih lanjut, Wakil Rektor III UAJY, Mario Antonius Birowo, Ph.D. berpesan, “Jangan berputus asa meskipun berasal dari keluarga tidak mampu, asalkan ada kemauan pasti bisa sukses meraih masa depan”.   Acara utama pada perayaan HUT AAT ke-10 adalah syukuran dengan pemotongan tumpeng, pemberian penghargaan kepada anak asuh yang berprestasi baik akademis maupun non akademis selama tahun ajaran 2011/2012, pengisian cita-cita dan harapan pada wishing card yang kemudian digantungkan ke wishing tree, serta pentas seni. Pentas seni sebagai ajang kreativitas bagi anak asuh untuk tampil serta mengaktualisasikan kemampuannya. Sebagai acara resmi AAT yang pertama kali, acara ini luar biasa sukses . Banyak masukan dari para bapak/ibu guru maupun kepsek, agar tahun depan acara ini diadakan lagi. Terima kasih kepada semua donatur, anggota, dan siapa saja yang telah berkarya bersama AAT selama 10 tahun . Proficiat ! Selamat Ulang Tahun AAT ! Semoga Tuhan selalu memberkati dan mendampingi langkah-langkah AAT — Foto-foto Perayaan HUT AAT ke-10 dapat dilihat di Galeri Foto AAT atau di Facebook Group AAT  — Video dapat dilihat di Galeri Video AAT  atau di Youtube http://youtu.be/YyDROZPArgY   [qrcode content=”https://aat.or.id/perayaan-hut-10-tahun-aat/” size=”175″]  

Perayaan HUT 10 Tahun AAT Read More »

Donatur Beasiswa Perguruan Tinggi

Mari Menjadi Orangtua Asuh untuk Beasiswa AAT tingkat Perguruan Tinggi – Mulai Tahun Ajaran 2012/2013, Anak Anak Terang (AAT) membuka peluang beasiswa kepada anak asuh AAT yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kabar ini secara rinci telah dimuat dalam artikel Beasiswa AAT Tingkat S1 dan D3. Mengingat besarnya biaya pendidikan perguruan tinggi, yang menurut perhitungan kasar  per-anak membutuhkan lebih dari Rp 10.000.000,- per semester, tentu saja berat sekali jika dana tersebut harus ditanggung oleh 1 orang donatur. Oleh sebab itu, Anak Anak Terang mengajak bapak/ibu untuk menjadi orang tua asuh secara bersama-sama bagi anak asuh AAT tingkat perguruan tinggi. Komitmen dalam memberi bantuan minimal cukup Rp 100.000 per bulan. Jika mampu tentu boleh lebih. Juga mohon bantuan agar bapak/ibu bisa membantu menyebarluaskan kabar ini ke seluruh sahabat, saudara dan keluarga, maupun relasi. Semoga mereka bersedia untuk ikut berpartisipasi menjadi orang tua asuh, sehingga pendidikan anak tidak terputus karena kurangnya biaya.   Bagaimana cara menjadi orangtua asuh untuk Beasiswa AAT tingkat perguruan tinggi? Caranya mudah. Cukup dengan mengisi secara lengkap formulir AAT tentang komitmen sebagai orangtua asuh. Formulir ini bisa diisi secara online dengan klik DISINI, atau langsung menuju alamat form di http://bit.ly/formdonaturbeasiswaaatpt . Selanjutnya, kirimkan beasiswa (bisa bulanan, 3 bulan, 6 bulan, atau per tahun sesuai dengan komitmen) ke salah satu rekening AAT berikut : Bank BCA KCP Kusumanegara – Yogyakarta a.n. Mariani a/c. 846 500 8004 atau Bank Mandiri KCP Yogyakarta Gejayan a.n. Mariani a/c. 137-00-0705656-3 Untuk konfirmasi transfer, dapat dilakukan melalui email kepada beasiswa@anakanakterang.web.id dengan subjek SPP Mahasiswa. AAT akan membayarkan uang sekolah setiap awal semester, serta mengirimkan bukti pembayaran tersebut kepada orangtua asuh. Transkrip nilai akan dikirimkan AAT kepada orangtua asuh setiap semester. Kami menantikan uluran kasih dari bapak/ibu agar anak-anak bisa terus sekolah. Terima kasih dan Tuhan memberkati.    

Donatur Beasiswa Perguruan Tinggi Read More »

Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 War138 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki cakar76 cakar76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ taktik sinkronisasi strategi mahjong wild deluxe teknik analisa peluang dadu sicbo pola rtp live gates of olympus dekonstruksi algoritma strategi analisa peluang baccarat taktik teknik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess eksplorasi metrik teknik analisa peluang blackjack strategi pola mahjong wins 3 pragmatic taktik rtp live sweet bonanza metodologi eksekusi analisa peluang roulette teknik pola mahjong ways 2 pgsoft taktik strategi rtp live wild west gold diversifikasi taktik analisa peluang sv388 blackjack teknik strategi pola rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush evaluasi strategi silang taktik pola mahjong wild deluxe analisa peluang teknik sicbo rtp live gates of olympus integrasi taktik komprehensif strategi peluang baccarat analisa teknik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess arsitektur presisi teknik taktik peluang blackjack analisa strategi pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza sinkronisasi empiris taktik peluang roulette teknik analisa pola mahjong ways 2 pgsoft strategi rtp live wild west gold kalibrasi strategi teknik analisa peluang blackjack sv388 taktik pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic