Horeee kumpul lagi…

agnes2(1)Hari Minggu tanggal 1 Desember 2013, para relawan Anak-Anak Terang (AAT) Semarang berkumpul kembali. Kami berkumpul di Akademi Kimia Industri (AKIN) St. Paulus Semarang. Acara dimulai pukul 08.00 pagi dan dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Kak Edo. Setelah itu, Kak Edo dan Kak Handy memberi penjelasan tentang tugas koordinator, PK (Pendamping Komunitas), sekretaris, dan bendahara. Kami semua pun bersiap-siap mengeluarkan laptop sambil mendengarkan penjelasan dari Kak Edo dan Kak Handy. Setelah penjelasan selesai, kami mengadakan evaluasi tentang survei dan wawancara calon anak asuh di sekolah-sekolah serta evaluasi kinerja PK. Lalu dilanjutkan dengan training SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh) dan penjelasan tentang pengiriman raport anak asuh. Kelanjutan beasiswa tiap kenaikan kelas juga dijelaskan oleh Kak Edo dan Kak Handy. Mas Christ, Bu Lies, dan Bruder Konrad, CSA., dengan setia mendampingi kami selama acara berlangsung. Kehadiran mereka di tengah-tengah kami selalu menjadi warna tersendiri untuk kami. Kami pun mulai sibuk dengan laptop dan tidak terasa waktu makan siang pun tiba. Akhirnya kami semua beristirahat setelah lama berkutik dengan laptop.

Acara makan siang sudah selesai. Kami kembali ke ruang 302 untuk mengikuti acara selanjutnya. Tapi sebelum itu, Bu Lies memberikan nasehat kepada kami semua. Kami sangat berterima kasih pada beliau dan akan selalu mengingat serta menyimpan nasehat-nasehat Bu Lies.

Acara selanjutnya adalah acara paling menarik, dimana para PK diberikan pelatihan jurnalistik oleh para pembicara dari “Rumah Media”. Dan kehadiran mereka pun menghadirkan kegembiraan bagi kami. Pembawaan mereka yang seringkali mengundang tawa, membuat kami semua terhibur. Mbak Ulin membuka acara dengan gaya bicaranya yang lucu. Mbak Ulin memperkenalkan teman-temannya dari “Rumah Media”. Selanjutnya giliran Bu Wesiati yang menjelaskan tentang apa itu jurnalistik. Beliau menceritakan pengalamannya selama terjun dalam dunia jurnalistik. Beliau berkata bahwa menulis sebuah buku itu rumit, karena selalu saja datang yang namanya komentar dan kritik. Namun bagi beliau tidak ada satupun karya yang sempurna. Sebagus apapun sebuah karya tidak akan lepas dari yang namanya komentar dan kritik. Beliau juga menceritakan proses beliau dalam menulis sebuah buku. Lalu dilanjutkan Mbak Maria dan Mas Billy menceritakan pengalamannya bergabung dengan AAT. Setelah pelatihan jurnalistik selesai, dilanjutkan oleh Pak Tis yang menceritakan pengalamannya di dunia jurnalistik. Beliau berprofesi sebagai wartawan. Dan beliau berpesan pada kami semua, “Jangan pernah patah semangat, karena apapun yang kita lakukan itu semua membutuhkan sebuah proses.” Acara pun selesai pukul 16.00 dan ditutup oleh doa yang dipimpin oleh Kak Edo.

Banyak hal yang kita dapatkan dari kegiatan ini. Kebersamaan yang kami lewati semakin mendekatkan kami antara satu dengan yang lain. Menulis itu bukan hal yang menakutkan. Lewat tulisan bisa mengungkapkan perasaan kita bahkan kegelisahan kita. Ternyata memang benar bahwa buku adalah jendela dunia.

Menulis itu seperti menyimpan sebuah file. Waktu kita membutuhkan sesuatu kita tinggal membukanya saja. Setiap karya dan seperti apapun karya kita pasti tidak akan lepas dari komentar dan kritik. Tetapi sebenarnya itulah yang kita butuhkan. Sebuah komentar adalah sebuah langkah untuk maju. Di mana komentar tersebut menuntun kita pada sebuah perbaikan. Kita juga mulai berpikir bagaimana kita bisa menjadikan karya kita lebih baik dari sebuah komentar dan kritik. Dalam menulis, kita harus belajar untuk fokus terhadap apa yang mau kita tulis. Fokus dengan apa yang kita gali, apa yang kita catat, dan pada apa yang kita sampaikan lewat tulisan kita. Itu yang namanya fokus. Jangan lupa sebagai langkah awal kita menulis berikan sebuah senyuman yang menandakan sebuah ketulusan dari hati kita. Karena dari ketulusan itulah akan kita dapatkan sebuah tulisan yang hidup.

agnes1(2)

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreatifitas ditimbang-timbang“  (Seno Gumira Ajidarma)

 

Agnes Lensa
Staff Administrasi AAT Semarang
 
[qrcode content=”https://aat.or.id/horeee-kumpul-lagi” size=”175″]