Tabulampot

Home / LPJ / Kegiatan / Tabulampot

Pengantar

ANAK-ANAK TERANG (AAT) lahir dari sebuah keprihatinan terhadap pendidikan formal di Indonesia, dan melalui AAT banyak orang telah ikut serta dalam melayani  sesama dan membawa “TERANG” untuk saudara-saudara yang masih diliputi kegelapan, yaitu kegelapan yang berupa kebodohan dan kemiskinan. Dan melalui AAT juga, ribuan anak asuh telah dapat mengenyam pendidikan demi menyongsong masa depan yang lebih “TERANG” dan lebih baik.

Beasiswa “Anak Anak Terang” selain dimaksudkan untuk membantu anak asuh, juga untuk membantu sekolah. Melalui beasiswa AAT, sekolah yang kesulitan keuangan karena keterbatasan pembayaran uang sekolah dari orangtua siswa dapat teratasi. Namun demikian, beasiswa AAT ini tidak menjadikan sekolah dan anak asuh semakin tergantung dengan AAT. Justru melalui beasiswa AAT, anak asuh dan sekolah harus lebih mandiri lagi, menentukan nasib dan masa depan sendiri tanpa dibatasi oleh kemampuan finansial.

Untuk tujuan kemandirian itulah maka AAT menggulirkan Program TABULAMPOT AAT yang dilaksanakan di sekolah-sekolah yang dibantu beasiswa AAT.

Apa itu TABULAMPOT ?

TABULAMPOT adalah istilah yang baru sekitar sepuluh tahun terakhir muncul di masyarakat. Sebenarnya TABULAMPOT merupakan akronim dari TAnaman BUah daLAM POT. Tanaman buah yang lazim ditanam dalam pot adalah jeruk (keprok, siam dan manis), mangga, belimbing, rambutan sampai ke nangka. Mula-mula, tanaman buah ini ditanam dalam pot dalam rangka pembenihan (penangkaran). Secara tradisional, para penangkar benih tanaman buah, menyemai biji di lahan sawah, kemudian menyambungnya dengan mata tempel maupun sambung pucuk.

Jenis Buah Tabulampot

Sebelum polybag (kantong plastik hitam) ditemukan, para penangkar memindahkan benih tanaman buah ini ke dalam keranjang bambu agar tidak mengalami kerusakan ketika diangkut jarak jauh. Agar benih bisa lebih tahan lama sebelum dipasarkan, maka tanaman tersebut juga ditaruh dalam pot gerabah maupun drum bekas. Sampai sekarang pun, para penangkar di Lampung dan beberapa tempat lainnya masih tetap menggunakan keranjang bambu untuk menampung benih yang baru saja dicabut dari lahan sawah.

Tahun 1982, merupakan titik awal dari sebuah bisnis baru, yakni perdagangan tanaman buah dalam pot. Kebetulan pada waktu itu ada jenis jambu biji baru yang disebut sebagai jambu bangkok. Pada pameran tanaman yang diselenggarakan di Taman Impinan Jaya Ancol, benih jambu bangkok ukuran 30 cm. dalam polybag kecil, dijual dengan harga Rp 50.000,- per polybag. Nilai tersebut kuranglebih sama dengan benih lengkeng dataran rendah ukuran 30 cm, yang dipasarkan dengan harga Rp 200.000,- per polybag.

Sejak tahun 1982, para penangkar benih mulai melihat adanya trend untuk menanam tanaman buah dalam pot yang sebenarnya telah dimulai pada awal tahun 1970an secara terbatas. Trend ini muncul akibat gerakan penghijauan yang pada waktu itu dicanangkan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin. Mereka yang halaman rumahnya terbatas namun ingin punya banyak tanaman, mulai tertarik untuk mengembangkan tanaman hias dan tanaman buah dalam pot. Tanaman-tanaman tersebut akan melambung harganya apabila dijual dalam kondisi berbunga atau berbuah.

Keuntungan Sistem Tabulampot

  • Dapat memanfaatkan halaman sempit
  • Kebutuhan unsur hara mineral dan air dapat dipenuhi secara optimal
  • Pemborosan pupuk dapat diminimalisasi karena pemberiannya sesuai dengan kebutuhan
  • Mudah perawatannya terutama dalam penanggulangannya hama dan penyakit
  • Lebih mudah dipindahkan tanpa resiko tanaman mengalami kematian
  • Menanggulangi kecenderungan punahnya beberapa jenis tanaman
  • Mudah dalam pengaturan masa berbunga dan berbuah sehingga akan diperoleh kontinuitas produksi sepanjang tahun

Syarat Tumbuh Tabulampot

  • Pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan ketinggian tempat
  • Pemilihan bibit tanaman
  • Pemilihan media tanam dan pot
  • Pemupukan yang efektif
  • Pengendalian hama dan penyakit

Media tanam yang digunakan untuk Tabulampot sebaiknya memenuhi syarat minimal yaitu mengandung tanah sebesar 50%, pasir 20% dan bahan organik 30%, Bahan dasar untuk media media tanam terdiri atas tanah, pupuk kandang, pupuk kimiawi dan bahan lain sebagai tambahan.

Mekanisme Program TABULAMPOT

TABULAMPOT pada awalnya digunakan untuk menanam buah-buahan. Dalam program ini, AAT menggunakan sistem TABULAMPOT ini untuk menanam semua jenis tanaman yang bernilai ekonomis, yaitu sayur-mayur seperti cabe, sawi, tomat, dan lain-lain yang bisa dijual dengan mudah di pasar tradisional.

Secara sederhana, mekanismenya adalah setiap sekolah yang dibantu AAT melaksanakan Program TABULAMPOT ini. Program ini bisa dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau bagian dari mata pelajaran ketrampilan. Para siswa diberi penjelasan/pelajaran bagaimana menanam TABULAMPOT, merawat, dan memanen hasilnya.

Pot siap untuk dipakai

Setiap siswa diberi 1 atau 2 pot besar berukuran diameter 30 cm untuk dibawa pulang bersama pupuk dan bibit. Tanaman selanjutnya dipelihara dan dirawat di rumah oleh masing-masing siswa. Untuk kebersamaan, di sekolah dapat disediakan tambahan pot sebanyak 50 – 100 pot untuk ditanam dan dirawat bersama oleh seluruh siswa. Jumlah pot yang ditanam di sekolah disesuaikan dengan lahan sekolah yang tersedia. Pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Selanjutnya setelah memasuki masa panen, maka TABULAMPOT akan dipanen serentak dan hasilnya dikumpulkan di sekolah untuk dijual bersama-sama. Uang yang diperoleh dari hasil panen TABULAMPOT dapat digunakan untuk membiayai operasional sekolah, pengembangan mutu pembelajaran, perbaikan kesejahteraan guru dan pengembangan sarana pembelajaran. Oleh karena itu perlu adanya manajemen yang baik dari pihak sekolah untuk secara serius menangani program ini, agar memberikan manfaat yang besar bagi sekolah.

Bantuan AAT untuk Program TABULAMPOT

Untuk program TABULAMPOT, AAT menyediakan bantuan berupa :

  1. Pot plastik berukuran diameter 30 cm. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah siswa, jumlah SDM, dan lahan yang tersedia di sekolah
  2. Bibit tanaman berupa sayur-mayur atau tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomis, jangka waktu tanam pendek dan mudah dijual di pasar tradisional.
  3. Pupuk organik sebagai bahan campuran media tanam (tanah)
  4. Tenaga penyuluh yang memiliki keahlian di bidang pertanian
Tabulampot yang sudah ditanami.
Bibit tanaman dan pupuk organik

Informasi Program TABULAMPOT AAT

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program TABULAMPOT AAT, hubungi :

1. Hadi Santono

Email   : hadi_santono@mail.uajy.ac.id

2. Mariani

Email   : mariani_liauw@yahoo.com

Rekening Bank Program TABULAMPOT AAT

Jika anda tertarik dengan program ini dan bersedia ikut berpartisipasi dalam program ini, salurkan bantuan anda, ke rekening AAT:

Bank BCA – KCP Kusumanegara – Yogyakarta

a.n. Mariani

No. Rek. 846 500 8004

Bank MANDIRI – KCP Yogyakarta Gejayan

a.n. Mariani

No. Rek. 137-00-0705656-3


Dimohon mengirimkan konfirmasi transfer melalui SMS ke : 0816 422 4509 atau email ke hadi_santono@mail.uajy.ac.id dan mariani_liauw@yahoo.com setelah melakukan transfer.

 

Klik Lihat untuk penayangan secara ringan dan lebih cepat.
Klik Unduh untuk mendapat file utuh dengan tampilan yang sempurna.
  • LPJ Tabulampot SD Marsudirini Boro – [thkBC height=”480″ width=”890″ anchortext=”Lihat” title=”LPJ Tabulampot SD Marsudirini Boro” url=”http://aat.or.id/wp-content/uploads/laporankegiatan/tabulampot/boro/index.htm” type=”iframe”] – Unduh

Enjoy this blog? Please spread the word :)