Relawan AAT, Why Not?

akbartranspost

Akbar Romadan, itu adalah nama saya. Tetapi cukup panggil Akbar saja. Saya dari Madiun ke Semarang bertujuan untuk melanjutkan studi (kuliah) dengan bantuan Bu Han (guru SMA yang paling dekat dengan saya) dan Bruder Konrad, CSA. Satu lagi, Yonathan Setyawan. Sahabat saya ini juga turut berperan membantu saya agar bisa pergi ke kota Semarang.

Awalnya dulu saya sudah mendaftar ke sebuah universitas negeri terkenal di Surabaya. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Baik jalur undangan maupun tes, tidak satu pun nama saya ter-“list” di dalamnya saat pengumuman. Kecewa, itulah yang saya rasakan saat itu. Dan yang pastinya saya juga merasa sedih. Tetapi yang paling saya pikirkan, setelah ini langkah selanjutnya apa? Saya tidak memperhitungkan bila hal ini terjadi. Tetapi, ternyata Allah punya rencana lain. Sebelum pendaftaran jalur tes universitas, Bu Han memberikan brosur AKIN St. Paulus Semarang kepada saya. Beliau mengatakan “AKIN bagus Akbar, sebelum lulus sudah dapat pekerjaan”. Mendengar itu saya tertarik dan akhirnya mengisi formulir AKIN.

Berkat mengisi formulir tersebut, saya mendapatkan pilihan lain. AKIN menjadi tujuan baru saya dan melupakan impian untuk bisa kuliah ke Surabaya. Surabaya telah menolak saya, tetapi Semarang akan menerima saya.

Pada 23 Agustus 2013, saya pergi ke Semarang diantar oleh Bu Han bersama keluarganya. Tujuan pertama adalah AKIN, untuk menemui Pak Bambang, salah satu dosen AKIN bagian kemahasiswaan. Tujuan kedua, mencari tempat kos. Dan tujuan terakhir, mempersiapkan mental dan pikiran di tempat yang baru. Tidak lupa juga untuk membetahkan diri di sana.

Tiga hari pertama masuk kuliah di AKIN digunakan untuk masa orientasi. Tiga hari berikutnya digunakan untuk Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Kerep, Ambarawa. Saat itulah, untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Br. Konrad, CSA. Beliau menjelaskan tentang Anak Anak Terang (AAT). Bingung, itu yang ada dalam benak saya saat itu. Apa itu AAT? Apa tujuan adanya AAT? Kemudian Bruder menjelaskan lebih lanjut tentang AAT. Dari situ saya mulai sedikit paham.

Pertemuan kedua kali dengan Bruder, saya “disuruh” ikut AAT. Awalnya saya ragu karena belum begitu paham tentang AAT. Tetapi setelah mengikuti acara AAT pada tanggal 7 September 2013 lalu, saya baru mengetahui lebih detail tentang AAT dari kakak tingkat saya. Mulai saat itu, ada ketertarikan pada AAT dan ingin rasanya mengajak teman yang lain untuk ikut bergabung juga. Selama di AAT, saya banyak bertemu dengan orang baru. Hal itu sekaligus untuk menambah jaringan AAT agar semakin luas.

Pertemuan kedua AAT, membuat saya semakin tertarik. Tidak hanya dari teman sekampus, dari kampus lain pun hadir. Tidak cukup sampai di situ, dari kota lain pun tidak ketinggalan seperti Yogyakarta, Purwokerto, Malang, dan Madiun. AAT sungguh ada di mana-mana.

Yang paling menyenangkan adalah ketika diadakannya retreat di Gedang Anak, Ungaran, Semarang. Empat kota menjadi satu. Perwakilan Pendamping Komunitas (PK) dari Semarang, Yogyakarta, Madiun, dan Purwokerto berkumpul menjadi satu. Pada sesi pertama para PK diajarkan tentang Public Speaking oleh Pak Harry Santoso, agar kelak pada saat menyampaikan sosialisasi AAT tidak grogi. Dapat mengendalikan situasi dan tahu apa yang harus dilakukan ketika berbicara di depan umum. Selain itu, dapat berkomunikasi dengan baik, membuat orang yang kita ajak bicara merasa nyaman serta mudah memahami apa yang kita sampaikan. Selain itu juga, kita juga diberi ilmu bagaimana seseorang itu jujur atau sedang menyembunyikan sesuatu. Beliau juga mengajarkan tentang bagaimana menemukan kesamaan antar anggota komunitas yang nantinya akan membuat komunitas tersebut menjadi nyaman, solid, dan dapat terus berjalan meski ada kerikil yang menghambat.

Sesi kedua, kami disuruh menutup mata kami dengan kain penutup oleh panitia. This is Games. Kami disuruh berjalan keliling di sekitar tempat tersebut dengan mata tertutup. Kunci dari permainan ini adalah percaya pada pemimpin yang akan mengingatkan kita yang ada di belakangnya ketika di depan ada sesuatu dan juga bertugas menjaga komunikasi. Setelah selesai dari permainan ini, mata kami tetap dalam keadaan tertutup. Pada sesi ini, kami disiram dengan air kembang sebagai simbol bahwa kami telah diterima di AAT dan harus bersiap mengemban tugas yang cukup berat. Tidak lupa pula kami juga diberi PIN AAT.

Pada hari berikutnya, waktunya outbound. Kami dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 dan 2 merasakan mouse trap terlebih dahulu, sedangkan kelompok 3 dan 4, mencoba menarik ke atas sebuah baskom yang berisi air dengan tali yang diikatkan pada setiap sisi baskom dan menurunkannya kembali tanpa menumpahkan air di dalamnya. Saya pun masuk dalam kelompok 1. Dalam permainan ini terdapat tiga peran, ada yang sebagai korban, komandan, dan pelaku. Yang pertama, saya menjadi pelaku. Sebagai pelaku, mata saya harus ditutup dan mendengar perintah dari komandan. Saya gagal sehingga membuat teman saya yang menjadi korban tersiram air. Tapi, saat saya menjadi komandan, saya berhasil membimbing teman saya yang menjadi pelaku dan menyelamatkan teman saya yang menjadi korban. Kunci permainan ini adalah bagaimana kita mendengarkan arahan dari sang komandan dan menjaga komunikasi sehingga meminimalkan korban.

Permainan kedua, menarik baskom. Di bawah baskom ada teman kami yang menjadi korban. Jadi ketika airnya tumpah, si korban yang terkena air. Ada seorang pemimpin yang membimbing kami. Awalnya sulit menyamakan posisi antar pemegang tali karena timbul keegoisan tiap individu. Akan tetapi setelah menyusun strategi, akhirnya kami berhasil menaikkan baskom ke puncak. Namun di luar dugaan, kami juga harus menurunkannya juga dengan mata tertutup. Ini sulit karena ketika salah satu sisi tidak sama, maka baskom tersebut tidak akan turun. Saat itu kami tetap tidak bisa menurunkan baskom sampai bawah. Kuncinya pada komunikasi, leader harus cepat mengambil keputusan dan kita harus percaya pada pemimpin dan memiliki strategi yang jitu.

Permainan ketiga, kami dituntut untuk mengambil label yang ditempelkan pada mainan puzzle yang telah diberi harga. Tiap orang yang menjadi peserta hanya boleh mengambil 3 label dengan bimbingan satu orang karena mata kami harus ditutup.

Permainan terakhir, berjalan dengan menggunakan sandal bakiak. Terdapat 3 sandal untuk satu kelompok. Ada tiga garis. Garis start, garis tembak, dan garis finish. Di garis tembak, kami dibekali bola air sebagai peluru untuk menembaki kelompok lain. Awalnya sulit saat berjalan, tapi saat diberi tahu kuncinya, kami dapat berjalan lebih lancar. Makna dari permainan itu adalah sebuah kelompok, awal mulanya belum menemukan hambatan yang berarti dalam mencapai finish. Namun ketika sampai di tengah yaitu di garis tembak, kita mulai terlena, mulai tidak konsentrasi, mulai lupa dengan tujuan akhir, bahkan sampai ada yang keluar karena tidak kuat terkena hambatan. Di saat seperti itu kita dihadapkan pada dua pilihan. Memilih untuk berhenti dan mundur yang berarti kalah atau memilih tetap konsentrasi dan terus maju sampai ke garis finish dan menjadi pemenang.

Pada akhir sesi, kami semua memakai baju “kebesaran” kami, baju AAT. Kami juga saling bertukar pengalaman selama menjadi relawan AAT. Tidak lupa juga untuk melakukan tradisi lama kami, berfoto bersama sebagai bukti bahwa kami telah mengadakan kegiatan ini. Senang, itu sudah pasti. Rasa lelah seketika hilang karena kebersamaan itu. Dengan bersama, semua beban tidak terasa.

Tanggal 19 Oktober 2013, dari Semarang ke Muntilan dengan Kak Estutomo Bani Pandhito, untuk mensosialisasikan AAT bersama PK Yogyakarta, Kak Fransiska Mulyani, Kak Fera Tri Lestari dan Ignatius Wahyu di SMP Kanisius Muntilan. Saya ingin mempraktekkan ilmu yang saya dapat saat mengikuti retret, tetapi saat itu yang ada hanya rasa grogi ditambah bingung ketika menjelaskan di depan para kepala sekolah. Ini adalah pengalaman pertama saya. Atmosfernya sangat berbeda dibandingkan ketika berbicara di depan teman sebaya. Semua yang telah diajarkan tiba-tiba hilang. Suasananya terasa sangat alot. Tapi ketika sesi kedua yang dipandu oleh Kak Fransiska Mulyani, suasana mulai cair, terlebih saat kuis berlangsung. Tidak ada ketegangan yang tadi menyeruak pada sesi awal. Semua ini juga takkan terlaksana dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari Pak Tamaji, Kepala Sekolah SMP Kanisius Muntilan.

Ini adalah pengalaman awal saya ketika masuk AAT. Saya yakin pengalaman ini akan bertambah seiring berjalannya waktu. AAT membuat hidup saya lebih berwarna dibandingkan sebelumnya.

Mungkin kalau tidak ikut AAT, pengalaman yang seperti ini tidak akan saya rasakan bahkan dapatkan di tempat dan waktu yang lain. Tidak inginkah kalian bergabung dengan kami? Saya pastikan kalian tidak akan menyesal.

 

Akbar Romadan
Staff Admin AAT Semarang
 
[qrcode content=”https://aat.or.id/relawan-aat-why-not” size=”175″]
 

duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki cakar76 cakar76 perihoki teknik baca grafik volatilitas pragmatic sinkronisasi jam main analis profesional bedah mekanik wild bounty showdown framework manajemen risiko sesi panjang psikologi fitur tumble pergerakan simbol dialektika rtp vs hit rate digital studi kasus starlight princess 1000 masa depan algoritma hiburan digital 2026 audit mandiri evaluasi strategi bermain analisis mekanik scatter hitam mahjong wins dinamika pengali mahjong ways 2 sinyal transisi sesi mahjong wins struktur probabilitas mahjong ways evolusi engine scatter hitam 2026 aws algoritma mahjong ways fluktuasi simbol teknis aws cara ukur efisiensi pola mahjong aws integrasi otomatis manual mahjong ways aws kalibrasi strategi mahjong wild rtp gates olympus aws kalkulasi rtp mahjong wins tiga teknis aws observasi teknis simbol mahjong wins aws pola trik rtp mahjong ways aws strategi awet mahjong black scatter aws tren dominasi fitur black scatter aws trik pola naga emas mahjong review lengkap fitur mahjong wild deluxe ketegangan dadu sicbo keajaiban gates of olympus teknik profesi pola transformasi mahjong ways 2 pgsoft sistem taruhan roulette sticky wild west gold alasan mahjong wins 3 pragmatic blackjack sugar rush menjadi game viral platform sv388 terbaru aws analisis jam hoki rtp olympus aws era multiplier turbo starlight olympus aws fase transisi mahjong pgsoft algoritma aws komputasi data rtp mahjong ways aws mitos fakta jam hoki olympus aws momentum scatter merah mahjong ways aws rekapitulasi data log mahjong ways aws rotasi fitur captains bounty analisis aws strategi transparan rtp starlight princess aws visual turbo lucky neko starlight aws analisis komparatif rtp pgsoft global aws arsitektur mekanik mahjong wins analis aws bocoran rtp live mahjong hari ini aws interkoneksi sistem money train2 presisi aws karakter pola server optimal mahjong aws latensi jaringan rtp mahjong ways aws observasi longitudinal rtp mahjong aws observasi realtime dragon tiger dinamis aws pendekatan ilmiah mahjong digital presisi aws pendekatan sistematis mahjong kombinasi strategi masterclass bedah algoritma mahjong wild deluxe rumus dadu sicbo pola petir gates of olympus teknik rahasia pro player ritme taruhan mahjong ways 2 strategi baccarat multiplier starlight princess panduan manajemen saldo taruhan mahjong wins 3 pramgatic teknik martingale blackjack sweet bonanza logika scatter hitam mahjong wins analisis algoritma mahjong ways 2 dinamika frame emas mahjong ways misteri frekuensi scatter hitam komparatif mahjong wins vs ways navigasi sesi stabil mahjong ways transformasi intensitas tumble mahjong probabilitas scatter hitam 2026 pengaruh latensi server mahjong ways evaluasi mekanik mahjong wins