Ceria Natal dengan Modal Minimal Kreasi Maksimal


Modal Minimal Hasil Maksimal
Begitulah taglinenya.

Kami datang disambut ceria warna-warni hiasan natal di setiap kelas dan pojok-pojok sekolah. Saya berkeliling sekolah untuk foto-foto dokumentasi, ada seorang guru meminta saya untuk menengok setiap kelas, karena tiap kelas beda pohon natal. Pohon natal hasil karya anak-anak didik berbahan barang bekas.

Kelas sudah sepi. Anak-anak sudah pulang sekolah. Saya dengan bebasnya mendokumentasikan sudut-sudut kelas dengan kamera handphone. Tak mau terlewat sedikitpun sudut, semua sangat ceria dengan hiasan. Jika diperhatikan lebih dekat, hiasan natal dan hiasan kelas merupakan hasil karya anak-anak sendiri dari bahan-bahan murah meriah mudah didapat di sekitar sekolah. Beberapa mozaik dinding dibuat dari pelepah pisang kering.

Menarik perhatian di luar kelas, di depan ruang guru, beberapa guru sedang merangkai pohon natal dari kayu-kayu bekas dan kawat-kawat bekas. Penasaran juga dengan hasilnya nanti.
Rasa penasaran akan hasil karya anak anak dan para guru di SD Katolik Bhakti Rogojampi Banyuwangi ini, saya dikenalkan dengan Kepala Sekolah via telepon oleh relawan AAT(Anak Anak Terang) di Sekretariat Malang. Beliau adalah Bapak Rion Moll Kondou, Kepala Sekolah SD Katolik Bhakti Rogojampi.
Pertanyaan saya kepada beliau “mengapa ada banyak hiasan natal terbuat dari barang bekas?”

Ini awal mula adanya inisiatif membuat hiasan natal dari barang-barang bekas. Ketua Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang, Romo Bonifasius Hudiono Pr, menghimbau kepada semua Kepala Sekolah yang ada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Karmel untuk kreatif di masa Natal ini. Ada kurang lebih 75 sekolah yang dinaungi oleh Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang. Dengan kondisi Yayasan dan Sekolah yang berhemat, dihimbau untuk bisa menyambut natal dengan kreatifitas barang bekas. Bukan dengan hiasan natal yang sudah jadi yang harus dibeli buatan pabrik. Manfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai di sekitar sekolah. Jika perlu buat sebuah perlombaan yang bisa menggerakan keikutsertaan aktif murid anak didik, guru dan orang tua murid.
Deadline lomba 3 hari. 12-14 Desember 2017. Pengumuman pemenang lomba 9 Januari 2018. Semua terlibat, baik murid maupun guru. Semua berkreasi.
Bahan-bahan yang digunakan antara lain tas plastik bekas, bekas bungkus mie instan, botol plastik bekas, kayu bekas, kawat bekas, kertas warna bekas, dan semua kertas bekas yang tak terpakai yang ada di dalam kelas, ruang guru, ataupun ruang kantor.

Dengan segala keterbatasan para murid berkreasi. Sekolah-sekolah Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang memang berorientasi kepada pendidikan anak-anak tidak mampu secara ekonomi. Berpihak kepada kaum miskin. Subsidi silang. Siswa mampu mensubsidi siswa tidak mampu. Tidak heran ada yang SPP di atas 100rb untuk SD, dan ada yang SPP 7 ribu untuk siswa sangat tidak mampu. Dengan tagline Modal Minimal Hasil Maksimal. Menyambut Natal dengan penuh keceriaan tanpa keluar banyak biaya. Kemeriahan menyambut kelahiran Kristus dalam kesederhanaan penuh kreatifitas. Beban defisit operasional sekolah dan Yayasan tidak menghalangi kemeriahan Natal. Kebahagiaan tetap sama, rasa sama, modal berbeda.

Tujuan diadakan kegiatan di atas menurut Bapak Kepala Sekolah adalah utamanya merayakan Natal 2017. Tujuan lain adalah menanamkan ke jiwa anak anak bahwa tidak semua barang bekas itu tidak menarik atau tidak dapat dipakai lagi.Selain itu, menciptakan sinergi yang baik antar warga sekolah, dalam hal ini guru, murid, paguyuban, dan komite. Kegiatan ini melibatkan semua. Juga membuka pikiran anak jaman sekarang untuk kreatif berusaha menciptakan karya sendiri, karena anak jaman sekarang suka kepada hal-hal yang instan.

Dan hasil karya kebersamaan menyambut Natal terpancar nyata dalam foto-foto dokumentasi yang kami terima. Sungguh luar biasa. Kreasi tanpa batas.

Selamat berlomba anak-anakku, SemangAAT!

Adhi Christ
(Kepala Divisi Sistem Informasi Beasiswa Yayasan AAT Indonesia)
From Rogojampi with Love

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enjoy this blog? Please spread the word :)