Artikel

Beasiswa Yayasan AAT Indonesia untuk UAJY

Bertempat di Ruang diskusi Gedung Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hadi Santono, ST., MT., Ketua Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia bersama DR. R Maryatmo, selaku Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menandatangani perjanjian kerjasama tentang pemberian beasiswa bagi mahasiswa UAJY pada Selasa (20 Mei 2014). AAT akan memberikan beasiswa penuh berupa SPP tetap dan SPP variabel selama 4 tahun masa studi, bagi mahasiswa UAJY program Sarjana Strata 1 (S1) yang berprestasi, dengan kriteria IP semester minimal 3.00. Penandatangan perjanjian kerjasama ini merupakan wujud nyata visi dan misi AAT untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak mampu namun memiliki kemampuan akademis yang baik untuk mengenyam pendidikan tinggi sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menyongsong masa depan yang lebih “terang” dan lebih baik. “Beasiswa AAT ini diberikan dalam dua bentuk yang pertama untuk mahasiswa lama. Mahasiswa yang terlanjur masuk ke perguruan tinggi namun di tengah jalan mengalami kesulitan ekonomi dalam menempuh studi. Kedua, untuk anak SMA yang berniat masuk UAJY tetapi tidak mampu namun berpotensi.” Jelas Hadi Santono, ST., MT.,. Melalui beasiswa ini, mahasiswa UAJY akan mendapatkan banyak manfaat. Tidak hanya menerima bantuan secara finansial, mahasiswa penerima beasiswa juga akan memperoleh banyak pengalaman yaitu dengan bekerja menjadi staff administrasi Sekretariat Beasiswa AAT Yogyakarta dan mengikuti program-program pendampingan dan pengembangan yang akan diberikan oleh AAT selama jangka waktu beasiswa. Saat ini sekitar 137 mahasiswa mendapatkan beasiswa, 12 diantaranya mahasiswa UAJY. Rektor Universitas Atma Jaya Yoyakarta mengapresiasi program AAT ini. “Saya sebagai rektor merasa program beasiswa ini merupakan program yang strategis karena lingkungan sangat membutuhkan aksi yang berdampak besar seperti ini.” Ungkap Dr. R. Maryatmo, MA. disalin dan sumber http://www.uajy.ac.id/berita/beasiswa-yayasan-aat-indonesia-untuk-uajy/   [qrcode content=”https://aat.or.id/beasiswa-yayasan-aat-indonesia-untuk-uajy” size=”175″]  

Beasiswa Yayasan AAT Indonesia untuk UAJY Read More »

Life and Love

Perkenalkan Nama saya Pieter Adriaan Lucar Kippuw, lahir pada 20 Mei 1993 di Semarang. Saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Saat ini saya adalah seorang mahasiswa semester 6 jurusan Teknik Kimia di Akademi Kimia Industri St. Paulus Semarang. Saya lahir di tengah keluarga yang sederhana tetapi penuh dengan kehangatan. Hidup bersama ayah, ibu, serta kedua adik saya merupakan sebuah berkah dari Tuhan yang tidak ternilai bagi saya. Di keluarga ini, saya seperti tidak pernah mengalami kekurangan. Mulai dari makan hingga pendidikan sepertinya semua tercukupi. Syukur saya pada Tuhan tiada henti. Semakin bertambah usia, akhirnya saya mulai menyadari. Sesungguhnya ada kesulitan di balik kekurangan keluarga kami. Dan semakin mengertilah saya tentang masalah yang ada dalam keluarga. Cobaan Menimpa Kami Ayah saya hanya bekerja di sebuah proyek pembangunan dan ibu adalah seorang penyiar radio. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan saya dan adik saya yang pertama (saat itu adik saya yang kedua belum lahir), penghasilan kedua orang tua saya masih bisa dikatakan cukup. Hingga pada tahun 2002, cobaan mulai menimpa keluarga kami. Perusahaan tempat ayah bekerja mengalami kebangkrutan karena likuidasi akibat pihak asing. Ibu saya juga keluar dari pekerjaannya karena saat itu hamil adik saya yang kedua. Kondisi itu juga membuat pembayaran uang sekolah menjadi sering menunggak. Sehingga pihak sekolah meminta kami untuk segera melunasi tunggakan tersebut yang cukup menggangu belajar saya. Tetapi ayah dan ibu hanya berpesan pada saya untuk fokus saja pada sekolah. Memang, akhirnya tunggakan uang sekolah bisa dilunasi. Entah darimana ayah dan ibu mendapatkan uang itu. Sampai akhirnya saya mengerti. Mereka mendapatkan uang dari hasil pinjaman sana sini, hingga menjual rumah dan tanah. Mengenal AAT Selama kurun waktu kurang lebih satu tahun setelah ayah dan ibu keluar dari pekerjaan mereka, ayah dan ibu mulai mencoba usaha sendiri tetapi akhirnya gagal. Selama tahun 2003 – 2008 ayah sering berganti-ganti pekerjaan. Semua beliau lakukan untuk keluarga. Sampai akhirnya menjadi pelatih sepak bola untuk anak-anak hingga sekarang dan ibu juga mulai bekerja kembali menjadi penyiar pada tahun 2007 hingga sekarang. Mulai saat itu kondisi keluarga menjadi kembali membaik. Ditambah lagi, saat kuliah ini saya juga mendapat bantuan dari Yayasan AAT Indonesia. Berbicara tentang Anak-Anak Terang atau AAT, banyak cerita dan pelajaran yang saya dapat selama bergabung di sana. Awalnya saya diajak oleh kedua teman kuliah saya, Handy dan Nisa yang terlebih dahulu bergabung dengan AAT atas ajakan Bruder Konrad, CSA. Tertarik oleh ajakan kedua temannya, akhirnya pada Minggu 7 Oktober 2012, Handy mengajak saya dan Maria pergi ke Deoholic Kafe untuk lebih mengenal apa itu AAT. Di Deoholic kafe itulah untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Mas Christ, Bu Lies, dan Pak Hadi yang merupakan pengurus AAT, serta Chika, Christina, dan Mega yang merupakan Staf Admin AAT. Di Deoholic, Chika, Christina, dan Mega menyampaikan materi tentang AAT. Kami diperkenalkan lebih dalam tentang AAT. Sebagai seorang yang kurang pandai berbicara di depan orang banyak, melihat mereka menyampaikan materi dengan penuh percaya diri sungguh membuat saya kagum. Dan itu memotivasi saya untuk bisa seperti mereka. Pada hari itu, kami juga mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara pada calon anak asuh AAT. Dan di saat itulah, mata hati saya mulai terbuka. Ternyata masih banyak anak yang lebih kekurangan dan lebih membutuhan daripada saya yang harus dibantu. Pengalaman pertama itu membuat saya semakin mantap untuk terus bergabung dengan Anak-Anak Terang. Cerita, pengalaman, dan pelajaran berharga terus saya dapat selama lebih dari satu tahun bergabung di AAT. Di sana saya juga semakin dekat dengan seseorang. Ya, di sana pula, cinta saya berlabuh pada salah satu Staf Admin AAT. Kesibukan bersama di AAT membuat saya semakin nyaman dengannya. Yang dulu hanya seorang teman, sekarang menjadi lebih dari teman. Kita menjadi semakin kompak dalam bertugas. Hati kita bertaut untuk sama-sama melayani di AAT. Tapi memang di AAT, banyak cinta yang bisa kita dapat dan berikan. Di sini kita mendapatkan keluarga baru yang saling mendukung agar diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Karena cinta dan rasa peduli pula, perbedaan agama juga tidak menjadi penghalang untuk bersama, bersatu, untuk membantu saudara kita yang membutuhkan. Di AAT juga, saya merasakan cinta Tuhan lewat tangan-tangan para donatur, Staf Admin AAT, dan orang-orang baik lain yang bekerja di balik layar. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan juga materi yang mereka miliki demi membantu sesama, saudara kita yang lebih membutuhkan. Semuanya hanya karena rasa peduli dan rasa cinta yang muncul dalam hati kita. Cinta memang istimewa, dapat menaklukan segalanya. Amor Vincit Omnia.   Pieter Adriaan Lucar Kippuw Staf Admin AAT Semarang   *Pieter adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staf Admin AAT Semarang. Merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Akademi Kimia Industri (AKIN) Santo Paulus Semarang, angkatan 2011.   [qrcode content=”https://aat.or.id/life-and-love” size=”175″]    

Life and Love Read More »

Liputan Rekoleksi AAT 2014

RRI-Jogja News/L-09, Sebanyak 130 pemuda anggota Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia dari enam kota di Tanah Air, selama dua hari Sabtu dan Minggu (12-13 April 2014), mengikuti program Rekoleksi Nasional bertempat di Wisma Duta Wacana Kaliurang Yogyakarta. Koordinator Pelaksana Kegiatan AAT 2014, Ikka Marissa Roberta kepada RRI menjelaskan, ajang temu dari setiap relawan dan pembimbing dari Padang, Pontianak, Malang, Madiun, Purwokerto, Semarang dan Yogyakarta selaku tuan rumah, dimaksudkan untuk mempererat hubungan antar relawan yang berjuang meneliti langsung calon-calon penerima beasiswa di lapangan dalam tema “Good Attitude, Great Altitude”. Laporan dari UNICEF Tahun 2012 bahwa di Indonesia 2,5 juta anak-anak usia 7 (tujuh) hingga 15 tahun tidak bersekolah dan anak-anak dari keluarga miskin berkemungkinan empat kali lebih besar untuk putus sekolah dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga kaya.   Dalam forum diskusi, Romo Handoko dan Hadi Santono S.T., M.T. selaku pembina Yayasan memotivasi para relawan dan anak asuh untuk lebih mengembangkan kepribadian yang unggul dan mandiri. Rekoleksi merupakan program pendampingan AAT untuk mempersiapkan relawan dan anak asuh menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter kuat dan kompetensi yang baik, sehingga kelak mereka mampu meningkatkan prestasi. Yayasan AAT Indonesia adalah yayasan beasiswa teruntuk anak-anak kurang mampu untuk tetap bisa sekolah, berdiri sejak 1 Agustus 2002 dengan misi memberikan layanan beasiswa pendidikan formal bagi anak-anak asuh dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi yang kini tercatat ada 2.672 anak dengan dukungan 1.126 donatur. Info lebih detail bisa diakses pada email: beasiswa@anakanakterang.web.id. Adapun rekening untuk penyaluran Atas nama: Yayasan AAT Indonesia via BCA : 037-3-51111-8 dan Mandiri : 137-00-0044555-7. Dikutip dari berita Rekoleksi Anak-anak Terang Indonesia di Yogyakarta, http://www.rrijogja.co.id/nasional/sosial/5475-rekoleksi-anak-anak-terang-indonesia-di-yogyakarta   Rekoleksi Nasional Relawan AAT 2014 Sebanyak 5 mahasiswa Akademi Farmasi Theresiana (Theodora Laras W, Natalia Agasi, Risdya Wulansari, Fransisca Jenesia, Agnes Lensa) tergabung sebagai relawan dalam komunitas AAT (Anak-Anak Terang). Sejak Oktober tahun lalu kami bergabung dengan AAT dan banyak kegiatan yang sudah kami lakukan. Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 12-13 April 2014, AAT mengadakan rekoleksi nasional dengan tema “Good Attitude, Great Altittude”. Rekoleksi nasional ini diikuti oleh sekertariat AAT di seluruh Indonesia yaitu Semarang, Jogjakarta, Purwokerto, Malang, Madiun, Padang, dan Pontianak. Jumlah peserta dari seluruh sekretariat adalah sekitar 132 orang. Kami berangkat tanggal 12 April bersama anggota sekretariat AAT Semarang yang lain. Anggotanya meliputi mahasiswa dari beberapa universitas atau akademi di Semarang. Seperti AKIN, UNIKA, POLINESS, dan STIKOM. Sekitar pukul 07.00 WIB perjalanan dimulai menuju Kaliurang-Jogjakarta. Acara rekoleksi diadakan di Wisma Duta Wacana-Kaliurang. Kami tiba di Kaliurang sekitar pukul 11.00 WIB. Acara rekoleksi dimulai dari registrasi peserta, pembagian kamar, pembukaan, foto bersama dan foto masing-masing sekertariat, dan istirahat. Foto per sekretariat diupload di FB dan dilombakan. Foto dengan like terbanyak akan menjadi pemenang. Pemenang lomba foto ini adalah sekretariat Semarang. Kemudian dilanjutkan sesi I dengan pembicara Bapak Hadi Santoso selaku ketua Yayasan AAT Indonesia dengan topik “Pengelolaan Beasiswa Komunitas”. Lalu acara makan malam dan dilanjutkan sesi II dengan pembicara Rm. Handoko, MSC dengan tema pembicaraan “Open Your Mind and Change Your Attitude”. Melalui kedua sesi ini kami tentunya mendapat ilmu baru yang berguna bagi kami. Acara selanjutnya adalah perkenalan pembimbing AAT dari masing-masing sekretariat dan pensi atau performance dari masing-masing sekretariat. Setelah acara perkenalan, pengurus AAT memberikan apresiasi kepada 15 mahasiswa yang memiliki IPS dan IPK diatas 3,50. Salah satu mahasiswa Akfar mendapatkan apresiasi tersebut yaitu Natalia Agassi. Acara dilanjutkan dengan pensi hingga pukul 23.30. Masing-masing sekretariat memberikan penampilan yang dinilai oleh juri dan akan dicari pemenangnya, yaitu menyanyi, drama, tari-tarian. Pemenang pertama diraih oleh sekretariat Madiun, pemenang kedua sekretariat Semarang, dan pemenang ketiga sekretariat Jogja. Kemudian dilanjutkan istirahat dan tidur malam. Kegiatan hari kedua, 14 April 2014 adalah senam pagi pukul 06.00, makan pagi, outbond, acara penutupan, makan siang, dan foto bersama menggunakan jas almamater. Melalui acara ini kami mendapatkan banyak teman baru dari berbagai kota di Indonesia. Kami dapat saling berbagi cerita mengenai pengalaman selama bergabung di AAT maupun bercerita mengenai kuliah. Kami pun dapat saling bekerja sama melalui kegiatan outbond yang dibentuk kelompok secara acak, sehingga kami bertemu dengan teman baru dan belajar menjalin relasi yang baik dengan orang yang baru dikenal. Ketika acara penutupan terlihat semua relawan memakai jas almamater milik mereka, berbagai warna terlihat ada yang merah, coklat, kuning, biru tua, krem. Sangat menyenangkan bisa bertemu banyak teman baru dari berbagai daerah. Saat yang paling ditunggu adalah foto bersama dengan semua relawan dengan memakai jas almamater. Setelah itu masing-masing sibuk berfoto dengan yang lainnya sebagai kenang-kenangan. Tentunya ada rasa bangga dari kami mahasiswa akfar bisa bergabung dengan mereka semua. Kami berharap semoga ada relawan baru yang bisa ikut bergabung dengan AAT, terutama dari Akfar Theresiana. Credit : Natalia Agassi Dikutip dari berita Rekoleksi Nasional Relawan AAT 2014, http://akfar.theresiana.ac.id/berita/seputar-akfar-theresiana/459-rekoleksi-nasional-relawan-aat-2014   [qrcode content=”https://aat.or.id/liputan-rekoleksi-aat-2014″ size=”175″]  

Liputan Rekoleksi AAT 2014 Read More »

Bersyukur dalam Kesederhanaan

Saya Fitri Astutik. Saya lahir di Madiun, 22 Juli 1994. Biasanya saya dipanggil dengan sebutan Fitri. Saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua kakak saya perempuan. Kakak pertama bernama Suprihatin dan kakak kedua bernama Sumiati. Kedua kakak saya sudah menikah, tetapi kakak yang kedua telah bercerai. Sejak kecil, saya tinggal di Madiun, tepatnya di Desa Sidorejo RT.15 Rw. 02 Jln. Semeru, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Walaupun saya berbeda agama dengan orang tua saya, tapi hubungan saya dengan orang tua tetap baik. Uang saku saya setiap harinya Rp 10.000. Uang tersebut saya gunakan untuk membeli bensin dan sisanya untuk di rumah. Tetapi, kadang uang saku saya Rp 7.000, yang hanya cukup untuk membeli bensin. Pada saat liburan kelulusan sekolah, saya bekerja di pasar besar Kota Madiun. Tepatnya di toko “Sari Warna”, yaitu toko yang menjual pakaian dan kain dengan gaji Rp 300.000. Gaji tersebut untuk membeli kebutuhan saya seperti baju dan lain-lainya. Saya bersyukur sekali pada Tuhan. Apapun yang saya butuhkan, Tuhan selalu mencukupinya walaupun saya harus melewati berbagai rintangan dahulu. Saya harus kuat, karena semua adalah rencana Tuhan yang pasti indah pada waktunya Bersepeda Onthel  Supardi adalah bapak saya. Saat ini, bapak berusia 55 tahun. Bapak seorang muslim. Beliau bekerja di Pabrik Gula “Kanigoro” Madiun di bagian conto. Tugas bapak adalah mengangkut tebu yang akan dibawa ke pabrik. Dengan sepeda onthel kesayangannya, bapak penuh semangat mengangkut tebu-tebu itu. Meskipun jaraknya hingga 15 km, tiada sedikit pun kata menyerah baginya. Saya begitu terharu dengan perjuangan bapak. Hingga saya pun bertekad untuk terus melakukan yang terbaik dan tidak ingin sedikitpun mengecewakannya. Penghasilan bapak di pabrik Rp 30.000 per hari, tapi kerjanya tidak menentu. Selain bekerja di pabrik, bapak juga bekerja sebagai buruh bersih-bersih di rumah orang dengan penghasilan Rp 40.000. Itupun juga kalau ada orang yang menyuruh. Jika dijumlahkan semua, penghasilan bapak sekitar Rp 900.000 per bulan. Bulan ini, bapak sudah mulai pensiun. Dan pastinya, keadaan ekonomi keluarga semakin memburuk. Namun, bapak tidak menyerah. Untuk tetap bisa menopang ekonomi keluarga, bapak tetap bekerja sebagai buruh kebun maupun buruh rumah tangga. Ibu Berhenti Bekerja Nama ibu saya Martoyah. Beliau seorang buruh pengupas tebu. Tetapi itu bukan pekerjaan tetap. Beliau bekerja di musim-musim tertentu saja. Sudah 3 bulan ini ibu tidak lagi bekerja sebagai buruh pengupas tebu. Hal itu karena sudah tidak ada panggilan kerja dari pabrik. Akhirnya, ibu menganggur. Sama seperti bapak, ibu juga berusia 55 tahun. Tidak tahan menganggur, akhirnya ibu bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp 17.000 sehari. Uang tersebut untuk membantu kebutuhan makan 5 anggota keluarga kami. Penghasilan bapak dan ibu yang tidak menentu digunakan untuk membayar listrik, biaya kuliah, biaya air PDAM, serta untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Sebisa mungkin, orang tua saya mencarikan uang untuk anak-anaknya. Orang tua saya tidak mau kalau anaknya kesusahan. Namun, di satu sisi saya juga kasihan pada orang tua yang bekerja setiap hari tanpa mengenal lelah. Rasanya ingin sekali segera lulus dan membantu ekonomi keluarga. Mengenal AAT Pada saat itu, di papan pengumuman Program Studi Manajemen, saya melihat ada pengumuman tentang sosialisasi suatu beasiswa. Saya tidak tahu beasiswa apa yang akan disosialisasikan. Lalu, saya pun datang dan berkumpul di auditorium Unika Widya Mandala Madiun untuk mendengarkan sosialisasi beasiswa tersebut. Ternyata, beasiswa itu adalah beasiswa dari AAT. Sosialisasi disampaikan oleh Bapak Bernardus Widodo selaku Wakil Rektor III. Beliau menjelaskan bagaimana cara pengajuan dan persyaratan beasiswa AAT. Akhirnya, saya mendaftarkan diri untuk mendapatkan Beasiswa AAT tersebut. Saat wawancara, saya merasa takut dan cemas. Apa yang akan ditanyakan oleh bruder yang mewawancarai saya nanti? Rasa penasaran menyelimuti pikiran saya. Bersyukur dalam Kesederhanaan Setelah cukup lama diwawancarai, akhirnya rangkaian proses seleksi sudah terpenuhi. Mulai wawancara, sampai diumumkan yang menerima beasiswa AAT. Dari sekitar 50 anak yang mendaftar, terpilihlah 10 mahasiswa yang diterima. Dan saya adalah salah satu yang beruntung mendapatkannya. Seketika itu, saya bersyukur pada Tuhan. Tuhan telah membuktikan bahwa semua memang indah pada waktunya. Ketika itu, saya dan keluarga kebingungan untuk memperoleh uang untuk biaya kuliah semester 3. Puji Tuhan, dari Beasiswa AAT ini saya bisa membiayai kuliah saya. Tanpa rencana Tuhan melalui Beasiswa AAT ini, mungkin saya tidak dapat membiayai kuliah dan kebingungan mencari dana. Sebagai penerima Beasiswa AAT, saya juga diberi beberapa tanggung jawab. Salah satu tanggung jawab tersebut adalah melakukan  survei dan wawancara di sekolah-sekolah. Kegiatan ini adalah pengalaman pertama saya. Awalnya saya merasa takut, karena belum pernah mewawancarai anak SMA, SMP, dan SD. Dari beberapa anak yang saya wawancarai, saya mulai tahu berbagai kondisi keluarga calon anak asuh. Meskipun dalam kekurangan, mereka tidak patah semangat untuk meraih pendidikannya. Waktu wawancara di daerah Ponorogo, ada salah satu anak SMP yang rumahnya jauh dari sekolah. Dia berjalan kaki dari rumah ke sekolah yang jaraknya antara 6 sampai 7 km. Kondisi keluarganya serba terbatas. Tetapi mereka tetap bersemangat belajar dan meraih cita-cita mereka. Itu yang membuat saya bersemangat membantu mereka yang membutuhkan. Saya ingin lebih peduli dengan sesama. Melalui AAT, saya mendapatkan banyak pembelajaran hidup. Saya menjadi semakin bersyukur dalam kesederhanaan hidup. Berkat AAT pula, kini saya tahu bagaimana berorganisasi dan bagaimana bertanggung jawab dalam mengemban tugas. Terima kasih AAT. Terima kasih sudah membantu dalam pembiayaan kuliah saya dan memberikan saya limpahan pengalaman yang membuat saya semakin kuat dan semakin banyak bersyukur. “Semoga, AAT lebih maju dalam membantu pendidikan anak-anak kurang mampu. Agar lebih banyak lagi senyum-senyum yang terkembang di wajah mereka, putra-putri penerus bangsa.”   Fitri Astutik Staf Admin AAT Madiun   *Fitri Astutik adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staff Admin AAT Madiun. Merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, angkatan 2012.   [qrcode content=”https://aat.or.id/bersyukur-dalam-kesederhanaan” size=”175″]  

Bersyukur dalam Kesederhanaan Read More »

Kampus Tak Sekedar Tempat Kuliah

Nama saya Retno Agustin. Usia saya sekarang ini menginjak 22 tahun. Saat ini, saya kuliah di Unika Widya Mandala Madiun atau WIMA Madiun, mengambil jurusan Bimbingan dan Konseling. Di rumah, saya tinggal bersama kedua orang tua saya dan satu kakak perempuan yang sekarang juga menempuh pendidikan S1. Waktu itu, di tahun 2010, saya lulus SMK Jurusan Akuntansi. Namun, saya tidak langsung bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena biaya yang terbatas dan kakak saya juga harus membayar kuliah. Akhirnya, saya mencoba bekerja menjadi SPG di salah satu pusat perbelanjaan selama 1 tahun. Hingga tahun 2011, saya memutuskan untuk masuk ke Unika Widya Mandala Madiun. Awalnya, saya berminat untuk kuliah di jurusan seni atau olahraga, karena hal tersebut merupakan kegemaran saya. Namun, saat itu saya baru saja mengalami kecelakaan dan retak kaki, sehingga saya mengurungkan niat untuk mengambil jurusan olahraga. Apalagi di daerah Madiun, jurusan seni juga tidak ada. Saat itu, saya berpikir untuk tidak mau melanjutkan kuliah di luar kota, mengingat saya tidak pernah jauh dari keluarga. Akhirnya, WIMA menjadi pilihan saya. Banyak Hal yang Bisa Saya Lakukan di Kampus Dari awal saya masuk Unika Widya Mandala Madiun, saya mulai bersemangat mengikuti perkuliahan karena kuliah hanya beberapa jam sehari, tidak seperti saat di SMK. Yang paling membuat saya senang adalah karena di kampus WIMA ini banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bisa saya ikuti. Jadi saya kuliah tidak hanya untuk mendapat pendidikan, tapi juga untuk mengembangkan hobi serta bakat saya. Saat awal masuk kuliah, saya mengikuti banyak UKM, yaitu UKM Voli, UKM Karate, dan UKM Palawa (Pecinta Alam). Semua olahraga tersebut sudah saya sukai sejak masuk SMP. Namun, saya belum pernah mendapatkan penghargaan apapun dari olahraga tersebut. Meskipun begitu, saya tetap bangga pada diri saya. Selain mengikuti UKM, saya juga dipercaya sebagai Sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan koordinator kelas atau ketua kelas. “Banyak hal yang bisa saya lakukan, yang tidak semua wanita bisa lakukan.” Saya Harus Punya Target Saya bisa membuat aksesoris seperti bros dan perhiasan yang kadang saya jual ke teman-teman saya. Saya belajar membuatnya secara otodidak, baik dari televisi maupun internet. Saya berpikir, sebenarnya banyak hal yang bisa saya kembangkan. Namun, saya merasa orang tua saya tidak mengetahui apa yang saya lakukan. Jadi mereka cenderung cuek dengan potensi-potensi yang saya miliki. Bahkan, kadang mereka melarang hal-hal yang saya sukai. Menurut mereka, semua hanya membuang-buang waktu. Namun, saya tidak mudah menyerah. Ketika saya menginjak semester 3, keuangan keluarga kami mengalami masalah. Sebenarnya, ketika saya akan lulus dari SMK, kami sudah mulai punya masalah itu. Dari keluarga yang cukup mampu, hingga kami harus menjual apa saja untuk menutupi hutang. Sampai saat saya kuliah, masalah tersebut belum bisa teratasi. Sampai akhirnya, motor yang saya gunakan untuk kuliah juga terjual. Sampai saat saya kuliah harus bergantian dengan kakak, walaupun jadwal dan tempat berbeda. Dan saat itu hampir saja saya ingin berhenti kuliah agar saya bisa membantu orang tua. Namun, orang tua melarang. Apapun yang terjadi, mereka akan berjuang agar saya bisa menjadi sarjana. Di situlah saya mempunyai target agar saya bisa lulus, insya Allah dalam waktu tidak lebih dari 4 tahun. Dan sampai saat ini alhamdulillah kuliah saya lancar. Hingga saya bisa mengambil mata kuliah semester atas, karena IPK saya 3. Memang, dalam kuliah saya pernah malas-malasan dan kadang tidak masuk. Namun, saya punya target yang harus saya capai agar saya bisa segera lulus dan bisa menjadi konselor yang bisa membantu banyak orang dan juga bisa membantu ekonomi keluarga saya. Selama ini saya merasa belum bisa memberikan apapun kepada orang tua saya dan belum bisa membanggakan kedua orang tua saya. Namun, suatu saat nanti, saya yakin bisa membantu dan membahagiakan orang tua saya. AAT dan Kegiatannya   Alhamdulillah, semester 4 lalu saya mendapat beasiswa AAT. Awal menerima beasiwa AAT, saya sangat bersyukur alhamdulilah, karena dengan adanya beasiswa ini benar benar membantu kuliah saya. Kegiatan sebagai penerima beasiswa juga menyenangkan. Ketika ada kegiatan mewawancarai anak asuh itulah yang sangat menyenangkan. Kita jadi tahu kehidupan anak-anak yang kurang mampu, banyak dari mereka yang kehidupannya benar-benar kurang. Namun, masih tetap ada canda tawa dari mereka yang membuat beban dihati mereka terasa berkurang. Hal tersebut membuat saya menjadi sadar bahwa di luar sana masih ada banyak orang yang hidupnya lebih susah dari pada saya. Itu pegalaman saya ketika wawancara anak asuh. Kalau pengalaman ketika bersama teman-teman penerima beasiswa lainya juga tidak kalah menyenangkan. Awal menerima beasiswa, saya tidak kenal dengan teman- teman penerima beasiswa lainnya meskipun kami satu kampus. Setelah kenal dan tahu karakter masing-masing, ternyata mereka teman yang baik dan kadang juga suka bercanda. Namun, kadang kalau harus rapat bersama banyak yang tidak datang. Itulah hal yang kurang menyenangkan. Ya, memang bisa dimaklumi karena jadwal kuliah kami tidak sama karena beda jurusan. Selama menjadi anak asuh AAT, kami bukan hanya santai sesudah menerima beasiswa, tapi kami juga harus bisa membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Bekerja di sini maksudnya adalah mengolah data tentang anak asuh serta wawancara kepada calon anak asuh tingkat sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA/SMK. Selain itu, kami juga harus selalu menjaga agar nilai kami tidak sampai turun, supaya tidak mengecewakan donatur yang sudah membantu membiayai kuliah kami selama ini. Itu bukanlah sebuah beban, hal tersebut malah membuat saya semakin semangat untuk kuliah dan segera lulus. Supaya saya kelak juga bisa membantu anak-anak lain yang kurang mampu. Saya sangat berterima kasih kepada Yayasan AAT Indonesia yang sudah membantu saya selama ini. Tidak lupa, saya ucapkan terima kasih kepada donatur yang sudah mau membantu membiayai kuliah saya selama ini. Meskipun saya tidak pernah tahu siapa anda, saya mengucapkan banyak terima kasih. Saya tidak ingin mengecewakan anda. Dan semoga anda selalu diberi kesehatan. Aamiin.   Retno Agustin Staf Admin AAT Madiun   *Retno Agustin adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staff Admin AAT Madiun. Merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, angkatan 2011.   [qrcode content=”https://aat.or.id/kampus-tak-sekedar-tempat-kuliah” size=”175″]  

Kampus Tak Sekedar Tempat Kuliah Read More »

Learn to Life Together

PAGI ITU, 6 april 1993, lahirlah seorang bayi laki-laki. Namun, kelahirannya tidak berjalan dengan lancar. Ketika keluar dari rahim ibunya, ia tidak menangis dan tidak bernapas. Hal tersebut membuat dokter dan kedua orang tuanya panik. Segala upaya dilakukan dokter, mulai dari mengguncang tubuh si bayi, hingga memberi napas buatan, tetapi nihil yang diperoleh. Kedua orangtuanya cemas dan terus berdoa demi keselamatan anaknya. Hingga di ujung doa mereka, akhirnya Tuhan menunjukkan kuasanya. Beberapa detik setelah mereka berpasrah pada Tuhan, bayi tersebut meneriakkan tangisannya, tepat pagi hari ketika ayam berkokok. Kini, bayi tampan bermata cemerlang itu telah beranjak dewasa. Bayi yang telah dewasa itu adalah saya, Lucas Kristiawan. Nama sederhana yang berarti lahir di pagi hari. Penyangkalan Masa-masa bahagia yang saya alami sama seperti anak-anak pada umumnya. Saya dapat bermain dengan teman sebaya saya dan segala mainan yang saya inginkan dapat dipenuhi oleh kedua orang tua. Namun, masa-masa bahagia tersebut tidak bertahan lama, hingga ayah yang merupakan tulang punggung keluarga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ayah mengalami PHK tepat saat saya kelas 2 SMK. Kejadian itu sontak membuat saya marah kepada Tuhan. “Mengapa Kau ijinkan kejadian ini menimpa keluarga saya Tuhan?” Itulah kata-kata yang terucap saat doa malam menjelang tidur. Penyangkalan–penyangkalan itu tidak dapat hilang begitu saja di pikiran dan hati saya. Kebencian terhadap pahitnya hidup selalu meliputi hati saya. Kemarahan yang saya luapkan tak kunjung memberi hasil. Tetap saja ekonomi keluarga saya memburuk. Hidup apa adanya memaksa saya untuk dijalani. Tidak jarang saya harus makan sehari hanya dua kali. Hingga akhirnya ayah mendapat pekerjaan sebagai salesman. Untuk melanjutkan studi, saya mencoba mencari penghasilan sendiri. Pekerjaan sebagai guru privat menjadi pilihan saya, guna membantu kedua orang tua. Penghasilan dari menjadi guru privat tersebut juga saya tabung untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan. Anak-Anak Terang   Menginjak semester 4 di AKIN St. Paulus Semarang, saya dipertemukan Tuhan dengan salah seorang teman. Teman akrab yang membuat saya sadar akan nilai hidup ini. Dan teman yang selalu bersama saya, yang juga mengenalkan saya tentang Komunitas Anak-Anak Terang. Perdebatan demi perdebatan terlontar dari mulut kami berdua, hingga sampai pada salah satu argumennya yang membuat hati saya tergugah untuk masuk ke dalam Komunitas Anak-Anak Terang. “Di sana kamu dapat belajar tentang arti hidup”. Saya yang merupakan orang dengan akar kepahitan atas ketidakadilan hidup sangat tertarik dengan pernyataan teman saya tersebut. Sebulan berjalan, saya belum juga menemukan jawaban atas pertanyaan saya. Yang ada malah kejenuhan dan kebosanan yang saya temukan. Pekerjaan-pekerjaan yang dibebankannya seakan menyita waktu berharga saya. Hingga saat di mana ada kegiatan wawancara anak di SMP Agustinus Semarang. Learn to Life Together Tepat saat saya mewawancarai seorang anak yang benar-benar tidak memiliki apa apa, bahkan orang tua sekalipun. Namun, ia tetap tegar dan tidak menyalahkan Tuhan maupun orang lain. Hal itu seketika membuka belenggu kebencian dalam hati saya. Tidak berhentinya menanyakan keadaan anak tersebut saja, namun saya juga menanyakan tentang hal apa yang dapat membuatnya tegar dalam menjalani hidup seperti itu. Jawab anak ini sangat sederhana, “Meskipun tidak ada orang tua maupun harta benda yang saya miliki, namun saya memiliki ibu panti dan teman-teman panti yang senantiasa mengisi warna dalam hidup saya”. Saat itulah hati kecil saya menangis dan terbuka. Saya meminta maaf kepada Tuhan karena saya hanya melihat kelemahan yang saya miliki dan tidak pernah bersyukur dengan apa yang telah ada. Melalui Komunitas Anak-Anak Terang, telah ada satu hati yang terselamatkan. Satu hati yang belajar tentang indahnya mensyukuri segala yang ada. Belajar untuk hidup bersama, saling peduli, saling berkasih, dan saling berbagi kasih. Komunitas Anak-Anak Terang telah membimbing saya ke jalan yang benar. Menjadi relawan AAT adalah keputusan yang telah saya pilih. Melalui AAT ini, saya akan terus berkarya untuk kemajuan AAT. Masih banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan di luar sana dan masih banyak juga tangan-tangan baik yang ingin membantu pendidikan di Indonesia. Saya berkomitmen, dengan apa yang saya miliki sekarang ini yaitu kekuatan dan keberanian, saya akan selalu membantu mengenalkan AAT ke seluruh orang-orang yang belum mengenal AAT. Semakin banyak yang mengenal, semakin banyak yang terbantu.   Lucas Kristiawan Staf Admin AAT Semarang   *Lucas Kristiawan adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staff Admin AAT Semarang. Merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Akademi Kimia Industri Santo Paulus Semarang, angkatan 2011.   [qrcode content=”https://aat.or.id/learn-to-life-together” size=”175″]  

Learn to Life Together Read More »

Tekad Penuh Semangat

“Lawan hambatan itu dan kamu harus cari jalan keluarnya.” Surakarta, 21September 1994, Tuhan telah berkarya dengan menghadirkan seorang anak perempuan dengan segala kekurangan dan kelebihan untuk hidup bersama umat-Nya di dunia ini. Dengan penuh harapan dari orang tuanya, agar anaknya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi keluarga. Dia adalah saya, Tanti Kusumawati, yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikan S1 Program Studi Akuntansi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya anak ke-3 dari 4 bersaudara. Lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat sederhana. Dengan kekurangan yang ada, saya mewarnai kehidupan dengan penuh syukur dan cinta. Saya gemar membaca, menyanyi, dan berolah raga. Dan saya paling senang jika mengikuti kegiatan yang bersifat sosial. Karena menurut saya berbagi itu indah. Hidup Sederhana Saat berusia 4-9 tahun saya tinggal di desa Gubug Purwodadi, tempat kelahiran ayah saya. Di sana saya tinggal bersama ibu, kakak laki-laki dan adik saya. Sedangkan ayah dan kakak perempuan tinggal di Solo bersama nenek. Satu minggu sekali, ayah menyempatkan pulang ke Purwodadi untuk berjumpa dengan kami. Memang harus terpisah seperti itu, karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Ayah bekerja sebagai sopir truk milik paman dan ibu membuka usaha mebel di desa. Sedangkan kakak perempuan saya tinggal di Solo untuk menuntut pendidikan yang Ia inginkan. Dengan segala perbedaan, mulai dari perbedaan agama dan pendapat, membuat keluarga kami menjadi tidak harmonis. Namun, setelah usia 17 tahun kami diberi kebebasan oleh orang tua untuk memilih agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kakak perempuan saya memilih agama Islam. Sedangkan kami bertiga menganut agama Katolik. Kami sudah menerima Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma. Ibu bercita-cita agar anaknya kelak dapat menempuh pendidikan yang baik, sehingga dapat membentuk pribadi anaknya yang baik atau berakhlak mulia. Dengan segala upaya, ibu menabung untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Saya bangga dengan ibu, karena beliau selalu mendidik kami anak-anaknya untuk hidup sederhana, menghargai sesama, dan mengajarkan kami untuk memiliki sifat yang jujur. Demi Sekolah dan Tiga Saudaraku Setelah itu, kami semua pindah ke Solo. Di Solo, kami tinggal di rumah nenek dan ibu bekerja menjadi peternak babi, yang merupakan usaha turun temurun dari nenek saya. Hampir 90% saudara-saudara saya adalah seorang peternak babi. Saat itu, paman mengajak tukar-menukar tanah warisan kakek, karena milik ibu digunakan paman untuk gudang makanan ternak. Ibu menyetujuinya dan membangun rumah di tanah tersebut atas kesepakatan keluarga. Saat saya masuk SMP, di sinilah tantangan terberat keluarga saya untuk membiayai anak-anaknya. Kami bertiga beruntut dari kelas 1-3 bersekolah di SMP yang sama yaitu SMP Regina Pacis Surakarta. Sedangkan adik masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ibu mengembangkan usahanya guna memenuhi kebutuhan kami anak-anaknya. Sedangkan Ayah bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa memikirkan keluarganya. Semua kebutuhan keluarga, ibu yang menanggungnya. Dengan kebutuhan yang besar, tabungan yang dimiliki ibu lama-lama berkurang, karena untuk membiayai pendidikan kami berempat serta kebutuhan sehari-hari. Saat saya SMA kelas 3, saya sudah diterima di Universitas Atma Jaya Yogyakarta Program Studi Akuntansi. Inilah impian saya sejak SMP. Jika saya ditanya orang akan melanjutkan pendidikan di mana, pasti saat itu saya menjawab dengan bangga, SMA Regina Pacis dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta Program Studi Akuntansi. Kami Diusir dan Dikucilkan Inilah saat tersulit dalam hidup kami sekeluarga. Ibu mengalami kebangkrutan karena isu flu babi yang berkembang di Indonesia, hingga semua yang kami miliki terjual habis hanya menyisihkan 1 rumah saja dan juga hal itu menyebabkan keluarga kami memiliki hutang banyak. Tidak hanya itu, satu-satunya rumah yang kami tempati juga diminta paman dengan alasan tidak jadi tukar-menukar. Seketika itu, kami sekeluarga diminta pindah dan meninggalkan rumah. Hingga kami sekeluarga dipanggilkan pengacara untuk mengusir kami. Paman pun tidak mau mengganti biaya bangunan rumah yang sudah dibangun ibu. Kejadian ini berujung di persidangan. Ibu saya tidak memiliki pengacara karena keterbatasan ekonomi yang kami miliki. Ibu hanya meminta ganti rugi pembangunan rumah saja tidak lebih, tetapi paman tidak mau. Entah apa yang ada di benak paman hingga mempermalukan kami seperti ini. Setelah kejadian itu, empat bulan kemudian paman meninggal, entah apakah ini rencana Tuhan. Keluarga kami dikucilkan dalam keluarga besar Ibu karena keluarga kamilah satu-satunya yang tidak mampu. Ibu dianggap mempermalukan keluarga besarnya, karena hanya keluarga kamilah yang mengontrak rumah. Kami sudah tidak memiliki apa-apa lagi, kami hanya memiliki uang pesangon dari paman sebesar 25 juta rupiah. Uang itu langsung digunakan ibu untuk kontrak rumah selama 5 tahun. Setelah itu, pekerjaan apapun dilakukan ibu dan kami anak-anaknya. Mulai dari jualan botol, sate, dan hingga saat ini menjadi seorang penjahit. Hingga Akhirnya Mengenal AAT Saat itu, ibu dan saya bingung karena ini sudah mendekati registrasi mahasiswa baru. Dan akhirnya saya memutuskan untuk langsung mundur, tidak jadi kuliah. Namun, saya diminta dari pihak SMA saya untuk bertemu dengan rektor UAJY agar biaya kuliah saya dapat diringankan. Dengan segala proses, akhirnya kami berjumpa dengan Pak Agus Triyogo, Kepala Kantor Keuangan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang memberikan dispensasi waktu untuk pembayaran uang kuliah saya. Meskipun begitu, dari dispensasi itu kami tetap saja tidak bisa membayarnya tepat waktu. Lalu, Pak Agus Triyogo meminta saya untuk mengangsur biaya kuliah dengan berapapun jumlah uang yang saya miliki. Suatu ketika, Pak Agus menghubungi saya untuk wawancara beasiswa. Pak Agus selalu menyemangati saya. Waktu itu, beliau mengenalkan saya dengan suatu yayasan pemberi beasiswa. Menurut beliau, saya cocok untuk bergabung di yayasan beasiswa itu. Dan yayasan yang dimaksud adalah AAT. Pengalaman Mereka, Inspirasiku   Dan akhirnya, pada bulan Maret 2013, saya mulai bergabung dengan AAT. Dengan kegiatan yang saya ikuti bersama AAT, semangat berbagi saya menjadi semakin tumbuh. Di saat mulai putus semangat karena jenuh akan keadaan yang saya rasakan, saya akan kembali bersemangat setiap kali bertemu dengan anak-anak asuh ketika survei. Mereka menjadi inspirasi saya untuk mencapai cita-cita saya. Dengan segala karakter dan dengan perjuangan-perjuangan mereka yang diceritakan ke saya itu, membuat saya semakin bersemangat untuk menjalani kehidupan. Survei yang berkesan untuk saya adalah saat di SD Pangudi Luhur Kalirejo dan SMA Sanjaya XIV Nanggulan. Saya bertemu dengan anak yang luar biasa. Perjuangannya membuat saya salut padanya. Hingga foto anak asuh tersebut saya tempel di buku agenda saya, karena dialah yang selalu membuat saya untuk memiliki semangat yang luar

Tekad Penuh Semangat Read More »

Aster, Bunga yang Bersemi dalam Terang

Nama saya Asteria Semi, akrab dipanggil Semi. Saya berasal dari Kalimantan Barat tepatnya kota Ngabang, Kabupaten Landak, Dusun Pagung Nahaya, Desa Amboyo Selatan. Saya anak ke-4 dari 7 bersaudara. Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Orang tua saya tidak berpendidikan bahkan SD pun tidak tamat. Setiap hari mereka bekerja sebagai petani biasa dan dengan pendapatan yang pas-pasan. Terkadang untuk kebutuhan sehari-hari pun tidak cukup. Dari kecil saya sudah biasa hidup serba kekurangan. Terlambat Mengenyam Pendidikan Sekolah Dasar Ketika umur sudah beranjak besar 7 tahun, barulah saya bisa menduduki bangku sekolah dasar. Sekolah sambil bekerja di tempat orang lain saya lakukan agar bisa mengenyam pendidikan. Semua saya syukuri. Dengan begitu saya bisa sekolah dan sedikit meringankan beban kedua orang tua. Setamat SD, perasaan bingung mulai mengusik. Saat itu dalam pikiran ada dua pilihan, lanjut sekolah ke SMP atau tidak. Di dalam hati, saya ingin sekali lanjut. Namun, kembali lagi melihat keadaan keluarga yang sangat memprihatinkan, orang tua sudah tua dan ditambah sering sakit-sakitan, membuat niat yang tadinya menggelora perlahan-lahan surut. Saya tidak tahu akan nasib saya saat itu. Bapak yang selalu menemani saya dalam urusan sekolah pun ikut terdiam membayangkan nasib saya nanti. Beliau merasa sedih melihat saya yang sudah pasrah dengan keadaan. Itulah jiwa orang tua yang begitu bersemangat memikirkan masa depan anak-anaknya. Maka pada saat itu bapak memberanikan diri mengajak saya ke pasar dan mengantar saya ke sebuah asrama susteran tempat yang sebelumnya tidak pernah saya jumpai. Bapak mencoba bertanya kepada seorang suster yang pada saat itu menjadi pembina asrama putri. Puji Tuhan saat itu saya dan bapak pun disambut dengan baik dan mendapatkan jawaban baik pula. Saya diterima tinggal di asrama dan sekolah di situ dengan syarat saya harus bekerja dengan suster selama saya sekolah. Rasa bangga dan bahagia tidak dapat saya sembunyikan. Semua saya jalani dengan sepenuh hati. Tentunya tidak pernah lupa akan kuasa Tuhan untuk semuanya. Fase Sekolah Menengah Atas Tamat SMP saya melanjutakan pendidikan di SMK. Semua kegiatan serta tanggung jawab pun tetap saya jalani setiap harinya hingga tamat SMK. Mulai saat itulah terulang lagi semua perasan bimbang, gelisah, sedih yang mengusik pikiran. Tak tertahan air mata pun tertumpah. Saya hanya bisa terdiam karena di dalam hati saya tidak akan mungkin bisa melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Biaya kuliah tidaklah sedikit dan saat itu saya hanya memiliki uang Rp. 200 ribu. Dalam hati saya berkata, “Tuhan, mampukan saya untuk hadapi ini semua”. Saat itu saya benar-benar tidak tahu berbuat apa-apa. Saya sangat ingin melanjutkan pendidikan, namun saya tidak mau egois. Hingga tiba saatnya pembagian amplop kelulusan dan saya dinyatakan lulus dari SMK dengan nilai yang sangat memuaskan. Saya belum mendapatkan jawaban atas kegelisahan saya. Ketika semua sudah berlalu dan saya terlepas dari bangku sekolah, saya mulai termenung memikirkan apa yang harus saya lakukan agar bisa melanjutkan pendidikan. Saat itu usaha yang saya lakukan adalah berusaha mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dengan bekerja di toko swalayan, dan mencoba mengikuti program beasiswa bidik misi di Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Semua persyaratan serta prosedur saya lakukan dengan baik. Setelah mendengarkan pengumuman hasilnya ternyata saya tidak lulus. Seketika itu saya merasa kecewa dan hampir putus asa. Tak henti-hentinya saya berdoa supaya Tuhan memberikan jalan agar bisa melanjutkan pendidikan. Batas akhir pendaftaran mahasiswa baru dan waktu liburan anak-anak sekolah pun akan berakhir. Saya semakin gelisah. Saya coba memberanikan diri bertanya kepada kedua orang tua apakah saya masih bisa melanjutkan pendidikan atau tidak. Jawaban mereka pada saat itu, bapak dan ibu sangat ingin sekali saya melanjutkan pendidikan tetapi biayanya tidak ada. Jika saya mampu menahan diri dan siap hidup sederhana maka bapak ibu akan usahakan. Dengan bersemangat saya menjawab saya mau hidup apa adanya asal bisa melanjutkan pendidikan. Di dalam keluarga, hanya saya yang melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Mendengar penuturan kedua orang tua, saya pun mulai cerita bahwa kuliah di luar pulau itu biaya hidup murah sehingga saya bisa menghemat pengeluaran. Itulah alasan satu-satunya yang saya tuturkan. Kedua orang tua saya pun setuju dan mengijinkan saya untuk kuliah di luar pulau. Maka, pada saat itu tepat tanggal 29 Agustus 2012 saya berangkat dari rumah dan merantau ke pulau seberang untuk menimba ilmu. Sebuah Langkah Besar dalam Hidup Universitas Katolik Widya Mandala Madiun tempat saya menggali ilmu hingga sampai saat ini. Awal masuk perkuliahan, biaya kuliah masih aman. Kuliah pun sangat bersemangat dan selalu mendapatkan nilai terbaik. Memasuki semester kedua biaya kuliah mulai bermasalah, tetapi saya tetap menunjukan yang terbaik dengan kuliah bersungguh-sungguh. Akhirnya saya pun selalu dispensasi alias menunggak. Bukan hanya uang kuliah yang bermasalah, tetapi uang makan pun begitu juga. Saat itu saya juga termasuk baru di kota Madiun. Bingung mencari jalan keluar. Sempat terlintas di pikiran bahwa saya tidak akan mungkin memaksa orang tua saya untuk saya melanjutkan pendidikan ini. Perasaan sedih selalu menghantui. Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan jalan yang terbaik. Saat itu liburan semester pun berakhir dan perkuliahan pun akan segera dimulai. Tepatnya saya akan menginjak semester dua. Saat itulah dosen saya Bu Rustiati, M.Hum. memberikan saran agar saya mendaftar sebagai calon penerima Beasiswa AAT. Sejak saat itu saya mencoba mulai mengenal AAT. Dengan bersemangat saya mengikuti prosedur dan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan. Semua saya ikuti dengan sepenuh hati. Puji Tuhan saat itu nama sayalah yang pertama kali disebut sebagai penerima beasiswa AAT. Luar biasa bahagia saya rasakan. Begitu juga dengan keluarga yang ada di Kalimantan, karena berkat AAT saya masih ada kesempatan untuk melanjutkan kuliah. Saya merasa terharu dan tidak percaya akan semua itu. Terlebih lagi saat melihat kedua orang tua saya tersenyum bahagia ketika tahu saya mendapatkan beasiswa AAT. Tak henti-henti saya bersyukur kepada Tuhan dengan Rahmat dan Nikmat yang diberikan-Nya.   Di samping dapat meringankan beban kedua orang tua, di AAT saya juga mendapatkan berbagai pengalaman yang sangat berharga. Misalnya dari wawancara dengan calon anak asuh yang bermacam-macam ceritanya. Sangat banyak pengalaman ketika kunjungan dan wawancara yang tidak mungkin saya ceritakan satu per satu. Pengalaman pertama adalah kunjungan ke sekolah SMPK Santo Bernadus. Awalnya saya bingung, bahkan saya kerapkali melamun akan semua ini. Semua seakan seperti

Aster, Bunga yang Bersemi dalam Terang Read More »

AAT Bagaikan Lemon Tea

AAT, keluarga yang hebat yang pernah saya miliki. Saya dapat merasakan tiga rasa sekaligus. Pahit, asam, dan manis, seperti lemon tea. Kalian suka yang happy ending atau sad ending? Kalau pilih yang happy ending, maka yang pahit di depan, sedangkan manis di belakang. Tapi, jika suka yang sad ending, manisnya di depan, namun pahitnya di belakang. Karena saya tidak suka yang sad ending, jadi saya ceritakan yang tidak menyenangkan dulu ya. Yang pahit-pahit dahulu, baru yang menyenangkan. Selamat menikmati. Awal di AAT Seperti kebanyakan orang, adaptasi adalah hal yang tersulit dilakukan, ketika kita berada di tempat yang benar-benar baru. Itulah yang saya rasakan ketika pertama bergabung di AAT. Awalnya, saya merasa kesulitan beradaptasi dengan teman-teman baru. Terlebih di sekretariat Semarang, yang di dalamnya terdapat Mas Christ, Mami Lies, dan Bruder Konrad, CSA, yang terkenal galak dan suka memarahi relawan yang tidak aktif. Hal ini jelas membuat saya pribadi merasa takut. Dengan beban sebagai relawan yang harus tiap bulan mengirimkan tanda bukti penerimaan beasiswa dan kuitansi ke donatur, serta mengirimkan tabel kebutuhan pada tim keuangan AAT. Selain itu, tiap semester harus mengirimkan raport, menerima proposal pengajuan beasiswa, dan melakukan wawancara calon anak asuh. Dan pasti harus mencari donatur juga. Shock. Mungkin itu yang saya rasakan. Karena belum apa-apa, tugasnya sudah banyak sekali dan sepertinya berat. Pesimis juga menyelimuti hati saya. Apakah saya bisa melaksanakan tugas yang cukup banyak ini? Gelisah, tentulah. Karena pasti takut “dimarahi” oleh Mas Christ dan Mami Lies jika tugas tersebut tidak terlaksana dengan baik. Beberapa bulan di AAT, saya ditunjuk untuk membantu sekretariat pusat di bagian pengelolaan SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh). Senang? Pastinya. Bisa bertemu dengan banyak teman lagi. Tapi, ternyata tugas yang dijalani tidak kalah beratnya, harus sering online di depan laptop atau komputer. Setiap saat harus siap untuk mengonfirmasi donatur yang baru masuk, melelang anak asuh yang sangat banyak, dan mengecek data anak asuh, apakah ada kesalahan atau tidak. Pernah juga merasakan penat yang sangat mendalam. Saya merasakan dalam tim ini, sedikit sekali orang yang bekerja atau yang aktif bekerja. Terkadang, saya juga sebal dengan beberapa tingkah sesama relawan. Di saat saya masih bingung dan pusing, masih saja ada teman yang mengajak bercanda. Selalu ada yang usil. Namun, terkadang saya merindukan saat-saat kebersamaan itu. Satu Kata yang Tepat, Pahami! Setelah saya banyak berpikir di kamar mandi, akhirnya saya mulai memahami. Sebetulnya, yang diungkapkan oleh Mas Christ dan Mami Lies saat “memarahi” kami adalah sebuah saran. Supaya kita bisa lebih baik lagi. Namun, karena salah tanggap, saya mengiranya itu adalah luapan emosi semata. Setelah sering berbincang dengan Mas Christ dan Mami Lies, saya baru benar-benar menyadarinya. Mereka tidaklah galak seperti yang pernah diungkapkan para relawan senior Sekretariat Semarang. Untuk tugas pengelolaan SIANAS, awalnya saya menganggapnya terlalu berat. Namun, setelah menjalaninya, beban itu terasa hilang. Tergantikan oleh rasa senang, karena melihat adik-adik yang memang membutuhkan bantuan, bisa mendapatkan donatur yang baik hati. Tidak bisa dipungkiri juga, hal itu berkat bantuan teman-teman yang sering share informasi AAT, baik lewat media sosial, email, dan sms. Terima kasih atas bantuan teman-teman, yang membuat semua anak asuh yang diterima semester ini, tahun ajaran 2013/2014, bisa mendapatkan orangtua asuh semua. Saya senang bisa melihat orang lain juga senang. Saya tidak ingin, apa yang terjadi pada saya dan keluarga saya, terjadi juga pada orang lain. Dikucilkan di lingkungan sendiri, karena keluarga yang tidak mampu, tidak dianggap ada oleh teman, dan tidak dipercaya oleh orang lain. Sering diremehkan, itu adalah hal yang paling biasa saya dapatkan, ketika saya kecil dan itu masih ada sampai sekarang. Ya, mungkin ini yang membuat saya malas kembali ke kota asal saya, Madiun. Dan salah satu cita-cita saya, pindah bersama keluarga saya dari Madiun, menuju tempat yang lebih baik lagi. Berusaha menjadi orang yang dipercaya, itulah yang saya lakukan sekarang. Saya ingin, selama saya masuk AAT, saya dianggap “ada”. Saya ingin sesuatu yang lebih berwarna dan berasa di AAT, seperti lemon tea. Mungkin inilah yang menjadi alasan, mengapa ketika saya diminta mengerjakan tugas, saya berusaha melaksanakannya, meski saat itu ada pekerjaan lain. Saya percaya, saya bisa membagi pikiran dan dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan. Meskipun keteteran, tidak apa-apa, setidaknya saya sudah berusaha. Terkadang, saya juga sering dinasehati atau istilahnya diwejangi sama Mas Bani. “Kamu harus pintar-pintar membagi waktu, karena ini tugas tim, Bar”. Itulah salah satu wejangan Mas Bani yang masih saya ingat sampai sekarang. Tapi, karena saya dasarnya keras kepala dan bandel, saya jarang mengikuti sarannya itu. Manisnya Lemon Tea Saat pahit sudah dirasakan, ditambah asamnya, sekarang giliran manisnya. Banyak cinta yang saya dapatkan di sini. Cinta ibu pada anaknya, yang ditunjukkan Mami Lies, cinta bapak pada anaknya, yang dilakukan oleh Pak Hadi, cinta kakak pada adiknya, seperti yang sering Mas Christ, Mbak Santi, Mas Bani, Mbak Nisa dan Mbak Alma. Cinta sesama teman, sering ditunjukkan oleh Mas Edo, Mas Billy, Mas Tyo, Mas Sindhu, Rike (harusnya saya panggil mbak), Mas Handy, dan teman-teman lainnya yang tidak mungkin saya tulis semua di sini. Cinta kepada adik-adiknya, yang sering ditunjukkan para relawan, yang tidak mengenal siang ataupun malam, tetap berusaha untuk mendapatkan donatur dan berusaha agar adik-adiknya bisa terus melanjutkan pendidikannya. Masih banyak jenis cinta lainnya di AAT yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Berbagai pengalaman saya dapatkan. Dari pelatihan menulis yang diberikah oleh tim Rumah Media, pelatihan bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik, dan bagaimana kita bisa percaya dengan kemampuan yang kita miliki. Bertemu orang-orang yang hebat pada bidangnya dan bisa berbagi pengalaman saat survei ataupun saat pengenalan AAT. Mendapatkan teman yang baru, itulah yang saya sukai. Semakin banyak teman baru yang bergabung di AAT. Bisa berbagi satu sama lain, tanpa harus canggung. Tanpa harus melihat apakah kita berbeda ras, agama, dan umur. “Perbedaan tidak untuk dibandingkan, akan tetapi untuk disatukan”. Dan dengan AAT, semuanya terkumpul di sini. Yang tak kenal pun menjadi akrab, apalagi yang sudah kenal, tambah akrab lagi. Saya sangat senang menjadi bagian dari keluarga besar AAT. Saya senang minum lemon tea. Jadi saya ibaratkan AAT seperti lemon tea, yang di dalamnya terdapat rasa pahit, asam, dan manis. Tercampur jadi satu, menghasilkan

AAT Bagaikan Lemon Tea Read More »

Kulakukan yang Terbaik untuk AAT

Saya, Yosefin Andita Putri, biasa dipanggil Yosi (di rumah) atau Yosefin (di luar rumah). Saya anak bungsu dari 2 bersaudara. Tinggal di sebuah kecamatan bernama Gombong. Saya tinggal bersama papah (bapak), emak (nenek), dan ooh (kakak). Mamah (ibu) sudah meninggal dunia karena tumor otak ketika saya berumur 1 tahun 3 bulan. Penyakitnya baru diketahui setelah melahirkan saya. Sehingga, dari kecil saya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang mamah dan tidak tahu bagaimana wajah mamah. Saya hanya dapat mengingat dan melihat mamah dari foto-fotonya saja. Tidak Ada Kata Berhenti untuk Belajar Hidup kami sekeluarga jauh dari kata cukup. Gaji papah Rp. 700.000,- per bulan. Dari TK, saya tergolong anak yang kurang pandai dalam mengingat. Di SD, saya mulai bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Di SMP, kemampuan belajar saya mulai meningkat, tetapi harus belajar mati-matian untuk mengejar ketertinggalan dari teman-teman. Di SMA, saya mulai benar-benar bisa mengikuti pelajaran. Kelas X saya mendapat peringkat ke-7, kelas XI saya mendapat peringkat ke-6, dan kelas XII saya mendapat peringkat ke-7 lagi. Nilai saya memang pas-pasan, tetapi saya tidak akan berhenti belajar. Itu semua juga berkat bantuan dari Gereja yang membiayai setengah dari uang sekolah saya sejak SD. Saya juga mendapat bantuan dari donatur di luar Gereja. Pertolongan Tuhan tidak pernah berhenti untuk saya. Saya aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA. Saya senang membantu teman-teman, juga guru-guru yang membutuhkan bantun saya. Jiwa ingin menolong saya semakin tumbuh saat SMA. Saya Ingin Kuliah Saat ujian sekolah, saya begitu takut dan cemas. Hingga orang tua saya berusaha mengumpulkan uang lebih untuk membiayai les dan selalu berdoa khusus untuk saya. Pihak sekolah mengajukan saya untuk mengikuti wawancara beasiswa dari OKE Peduli Bangsa bagi anak-anak yang mau berkuliah. Tetapi, saya masih belum punya rencana untuk kuliah karena ketidakmampuan orang tua. Sementara itu, ooh bisa kuliah dengan bantuan saudara saya dan mendapat beasiswa setelah masuk kuliah. Menyadari hal itu, saya jadi ingin kuliah. Akhirnya, dengan rasa takut, saya tetap mengikuti wawancara beasiswa itu. Suatu hari, ada promosi dari kampus STIKOM Yos Sudarso. Sebelum itu, saya sudah disarankan oleh Romo Dimas Danang AW atau Romo Danang untuk kuliah di STIKOM. Saat mahasiswa STIKOM dan pendampingnya memberikan penjelasan, saya benar-benar tertarik masuk STIKOM. Meskipun saya tidak paham dan pandai dalam bidang Sistem Informasi, saya tidak ingin pendidikan saya berhenti di sini. Saya ingin kuliah. Saya ingin terus belajar. Sebelum pengumuman kelulusan SMA, saya memutuskan bekerja di toko aksesoris yang direkomendasikan oleh saudara yang bekerja di sana. Sembari menunggu pengumuman dan sambil mendaftar di STIKOM, saya berusaha mencari uang untuk uang tambahan saku dan biaya masuk STIKOM. Selama 4 bulan, saya bekerja di sana. Selama itu pula, saya bisa mengumpulkan uang 1 juta lebih dari gaji saya. Banyak pengalaman yang saya dapat selama 4 bulan bekerja. Salah satunya adalah pengalaman menghadapi teman kerja yang tidak suka atau iri atas kinerja dan penghasilan saya. Betapa senangnya emak dan papah. Ketika pengumuman kelulusan SMA, saya lulus dengan nilai yang cukup bagus. Meskipun hanya peringkat ke-8, tetapi saya tetap bersyukur. Setidaknya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. STIKOM Yos Sudarso adalah kampus yang akan membesarkan saya. Dengan dibiayai oleh Romo Danang (dari Gereja Santo Mikael Gombong) dan dari OKE Peduli Bangsa. Saya sangat bersyukur bisa kuliah, karena saya tidak menyangka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Mungkin, jika tidak mendapat beasiswa, saya tidak akan bisa kuliah sama sekali. Karena, orang tua saya benar-benar tidak mampu membiayai saya. Mengenal AAT Suatu ketika, Romo Danang mengajak saya, 3 teman, dan 1 kakak angkatan untuk menjadi staf administrasi AAT atau yang disebut juga sebagai Pendamping Komunitas (PK). “Nama komunitasnya adalah Anak-Anak Terang atau AAT. Jika kamu mau, besok ada pertemuan di Jogja,” kata Romo Danang waktu itu. Karena kita berempat kurang memahami apa itu AAT, Romo Danang pun datang ke STIKOM untuk memberikan penjelasan. Romo Danang juga memberitahu, jika ingin mendapat beasiswa dari AAT, kami harus ke Yogyakarta untuk wawancara dengan pengurus AAT, dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Saya cemas dan takut. Apakah saya bisa mendapatkan beasiswa untuk membantu meringankan beban orang tua saya? Apakah saya bisa membagi waktu antara belajar dan bertugas di AAT nanti? Berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran saya, hingga tanggal pemberangkatan ke Yogyakarta.   Sampai disana, saya bertemu dengan teman-teman dari Yogyakarta, Semarang, dan Malang. Mereka semua adalah mahasiswa-mahasiswi. Saya berpikir, mereka bisa melakukan tugas-tugas sebagai staf administrasi, dari yang awalnya tidak tahu apa-apa, menjadi seperti sekarang ini. Jika mereka bisa, saya juga harus bisa. Dua hari di sana, saya mulai mengenal Pak Hadi Santono, yang merupakan ketua Yayasan AAT Indonesia dari Yogyakarta. Selain itu, saya juga mengenal Pak Christ Widya Utomo (Sekretaris AAT) dari Semarang, Mami Elisabeth Lies Endjang Soerjawati (Bendahara AAT), Suster, Romo, serta teman-teman relawan atau staf administrasi AAT yang sudah bergabung lebih dulu. Benar-benar suasana persaudaraan yang sangat erat. Yang menurut saya merupakan perwujudan dari visi AAT, yaitu sebagai komunitas yang peduli pada anak-anak yang kurang beruntung agar mendapatkan kesempatan pendidikan formal, dan perwujudan misinya, yaitu memberikan pelayanan dan pendampingan anak-anak asuh dengan perhatian dan kasih sayang. Sungguh mulia visi dan misi AAT. Saat wawancara, saya memilih untuk wawancara belakangan. Saya tidak yakin. Saya takut dan saya belum siap dengan pertanyaan wawancara. Sampai tiba saat wawancara, Pak Hadi didampingi Kak Ikka, bertanya seputar keluarga, teman, kuliah, dan kehidupan saya. Terakhir, saya ditanya tentang mamah saya. Tanpa sadar, saya mulai meneteskan air mata. Saya selalu teringat sosok mamah saya yang selalu saya rindukan. Saya juga diwawancarai oleh Romo Agus Widodo, Pr. dari Kentungan. Kulakukan yang Terbaik untuk AAT Pertanyaan demi pertanyaan saya jawab sesuai kondisi yang saya alami. Saat semua anak sudah sampai di wisma, saya dipanggil Pak Hadi, Pak Christ, Romo, dan pengurus AAT lainnya. Saya tidak tahu kenapa saya dipanggil. Ternyata saya diberitahu bahwa saya mendapat beasiswa dan saya juga dipilih menjadi koordinator Sekretariat AAT di Purwokerto. Puji Tuhan, terima kasih Tuhan. “Emak, papah, mamah… Yosi dapat beasiswa,” seru saya dalam hati. Sekarang, saya benar-benar senang dapat bergabung bersama AAT, karena misinya seperti misi pribadi saya. Saya sangat bersemangat menghidupkan komunitas Anak-Anak Terang di Purwokerto, meski tidak tahu

Kulakukan yang Terbaik untuk AAT Read More »

mengapa konten dalam mahjong pgsoft bisa cepat menarik perhatian media sosial pengalaman mahjong pgsoft detail simbol layar mengulas mahjong ways proses penarikan transaksi terpercaya jejak pgsoft dalam mahjong menelusuri dunia digital perubahan mahjong dari tradisi menuju era digital dengan inovasi pgsoft pria ini mengaku mendapat kemenangan besar dari game online apa yang sebenarnya terjadi di balik ceritanya judi online sering disebut jalan cepat mendapat uang kenapa anggapan ini bisa menyesatkan cerita menang besar viral di media sosial mengapa konten seperti ini cepat menarik perhatian syariah melarang praktik judi mengapa narasi uang instan tetap banyak beredar di internet seorang pemain mengaku modal kecil berubah menjadi jutaan kenapa cerita seperti ini perlu dibaca dengan hati hati mengapa banyak orang tertarik pada janji uang cepat dari game online meski risikonya tinggi dari hiburan menjadi perbincangan kenapa game online bertema jackpot mudah viral kemenangan besar sering dipamerkan tetapi kerugian jarang dibicarakan ini dampaknya pada persepsi pengguna uang instan menjadi daya tarik di tengah tekanan ekonomi mengapa narasi ini semakin mudah menyebar seorang pengguna mengaku berhenti setelah mengalami kerugian ceritanya menunjukkan sisi lain judi online pertumbuhan pengguna teknologi digital dorong ekosistem game online perubahan kebiasaan bermain memudahkan akses game online teknologi digital meningkatkan interaksi sosial dan grafis permainan online pahami syariat islam penggunaan modal pendapatan judi online bisnis penggunaan uang pinjaman online untuk permainan berbasis internet penyebab utang masih jadi beban memahami batasan ekonomi syariah transaksi game digital ulama menegaskan kewaspadaan risiko mengais rezeki permainan online efek visual dalam menang mahjong dikaji dampak waktu desain ubin emas mahjong pg soft psikologis menguji menikmati volatilitas tinggi mahjong ways dengan keterampilan mengatur tempo membahas mekanisme mahjong ways 2 alasan gacor menggali analisis matematika deviasi standar mahjong ways analisis fenomena pamer kemenangan komunitas mahjong ways jejak panjang pgsoft dalam mahjong jarang dibahas perubahan dunia mahjong pgsoft fenomena baru menarik benarkah janda anak satu mampu mengubah modal rp20 ribu lewat mahjong ways menelusuri asal usul dan keunikan mahjong jam terbaik bermain mahjong ways 2 mengoptimalkan strategi tempo lama mahjong ways fenomena gamifikasi stres hiburan visual taruhan mikro the crypt nolimit city modal terbatas hasil besar ramai diperbincangkan transformasi mahjong ways smartphone dompet digital kebiasaan pengguna modern idol kpop bermain mahjong saat jeda konser pola jadi perbincangan fans mahjong ways 2 pola scatter mekanisme jackpot dan perubahan permainan mahjong online platform interaktif pengalaman digital menjadi sorotan pengguna modern rtp mahjong wins volatilitas tinggi pengelolaan modal dan pergerakan permainan analisis beban server mahjong ways 2 stabilitas infrastruktur cloud digital mahjong ways putaran sore perubahan fitur ritme permainan semakin variatif state management real time mahjong wins sistem mengelola perubahan data permainan scatter hitam mahjong ways mekanisme permainan dan batas prediksi pasti mahjong ways 2 tetap menarik di era game mobile apa yang membuat mekanismenya bertahan rtp naik turun dalam sesi pendek bukan berarti ada pola begini cara membacanya wild bandito membuat runtuhan simbol terasa aktif apa yang sebenarnya terjadi di setiap rangkaian lucky neko dan simbol keberuntungan jepang kenapa identitas visualnya begitu mudah dikenali scatter hitam mahjong wins 3 menarik perhatian tetapi tidak menentukan putaran berikutnya game pg soft booming mahjong ways 1 dan 2 banyak dibicarakan warga lampung heboh super scatter hitam mahjong wins sorotan mahjong wins curi perhatian fakta dibalik versi digital aksi penembak jitu berburu hadiah emas wild bounty program gacor bagi bagi scatter mahjong online mahjong online viral jakarta versi digital bikin ketagihan starlight princess x1000 pragmatic play bikin penasaran mahjong wins 3 scatter hitam sorotan pemuda lampung membedah fitur bonus black scatter dalam permainan fitur unggulan gates of olympus 1000 sering muncul linimasa maraknya tren mahjong online mendorong pergeseran budaya bermain kisah mahjong wins 3 pik pemuda bermodal 10 ribu hasil 3 juta scatter hitam muncul beruntun bikin pemain mahjong kaget pilihan seru mahjong dalam satu platform andalanmu fakta unik dibalik mitos gampang menang starlight princess rahasia besar dibalik kedahsyatan mahjong wins 2 pragmatic pg soft mahjong ways 2 booming lagi player bandung mahjong wins 3 viral pemuda bangka dapat scatter hitam fitur mahjong ways 2 yang lagi ramai dibahas bikin penasaran pragmatic bikin geger jakarta deretan mahjong wins perbincangan Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Mahjong Ways 2 Kenapa Multiplier Bisa Tiba Tiba Naik Setelah Beberapa Spin Biasa Sweet Bonanza Free Spin Belum Muncul Setelah Banyak Putaran Apa Artinya Starlight Princess Kenapa Free Spin Terasa Jarang Muncul pada Beberapa Sesi Permainan Baccarat Pola Player Banker Terlihat Jelas tetapi Apakah Benar Bisa Diprediksi Baccarat RTP Tinggi Tidak Berarti Selalu Menang Ini Cara Membaca Angkanya slot thailand Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 rajacabe88 War138 rajacabe88 ratuperi79 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 rajacabe88 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 rajacabe88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki rajacabe88 cakar76 cakar76 kincir88 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 abc1131 ABC1131 x SLOT THAILAND https://ampawsbetx.store/ AWSBET STC76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ https://abc1131-daftar.mssg.me/ https://pttun-palembang.go.id/ slot thailand hebitop Seputar Medan Liputan Sumut Liputan Aceh Liputan Padang Liputan Semarang Kabar Solo Liputan Bandung Lumajang News Liputan Surabaya Seputar Malang Berita Kendal Harian Nusantara Seputar Bali Harian Jateng Kabar Jatim Warta Sumut Seputar Jakarta Liputan Riau Bisnis Medan Kabar Sumatera Portal Berita Tegal Portal Berita Purbalingga Seputar Harian Palembang Berita Pontianak Terkini Berita Batam Hari Ini Kabar Yogyakarta Harian Banten Harian Cirebon Situs Berita Banyuwangi Kabar Samarinda Terkini Kabar Ponorogo Terkini Portal Berita Singkawang Kabar Makassar Harian Manado Berita Palu Liputan Gorontalo Kabar Wonosobo Hari Ini Harian Seputar Bali Situs Berita Papua Website Resep Makanan Situs Resep Makanan Website Style Modern Berita Terkini Viral Berita Seputar Gadget Dan Teknologi Situs Berita Otomotif Website Berita Ide Masakan Portal Babel Hari Ini Situs Berita Berau game online yang inklusif ABC1131 Situs Berita Balikpapan Terkini slot gacor qris alasan mahjong ways tetap ramai dibicarakan black scatter mahjong wins 3 beragam tempo daya tarik mahjong ways di era mobile fluktuasi rtp riwayat putaran gambaran lebih jernih hubungan scatter susunan simbol ritme mahjong ways karakter tumble scatter tempo permainan wild bandito mekanisme acak game digital mahjong gates olympus membaca rtp sesi singkat data jangka panjang multiplier tumble beruntun gates of olympus scatter hitam catatan putaran mahjong wins 3 fenomena black scatter indikator roulette baccarat hit frequency starlight princess pergerakan rtp pragmatic lucky neko pola putaran pg soft roulette mahjong rtp menengah pola putaran historis mahjong ways jajan investasi perspektif komunitas mahjong wins baccarat perubahan saldo dana pembagian proporsi pg soft pragmatic play struktur putaran starlight princess pergerakan rtp wild bandito tumbling ai rtp pg soft wild multiplier mahjong wins pergerakan rtp tren pilihan komunitas 2026 di mahjong ways 2 pgsoft hp pas pasan tetap nyaman menjelajah mahjong ways 2 pgsoft 2 sering kena rungkad di gates of olympus pragmatic coba ini gates of olympus pragmatic kapan waktu tepat berhenti 2 wild west gold pragmatic makin ramai di tren slot 2026 jejak digital mengubah cara mahjong keteguhan karakter lama bertemu sentuhan mahjong ways mengolah kesederhanaan menjadi mahjong ways tampil lebih memikat mahjong wins menyusuri perubahan zaman mahjong wins tampil berbeda era perubahan zaman membawa mahjong segar pesona sederhana mahjong ways justru sentuhan minimalis membuat karakter mahjong tampilan ringkas membuat mahjong ways Mahjong Ways 2 Fakta Menarik Tentang Scatter Wild dan Multiplier yang Perlu Diketahui Starlight Princess Mengenal Momen Free Spin dan Multiplier yang Bisa Mengubah Jalannya Permainan Gates of Olympus Cara Kerja Multiplier Zeus dan Kenapa Fitur Ini Banyak Dibicarakan Mahjong Ways 2 Momen Scatter dan Perubahan Ritme Spin yang Sering Menarik Perhatian Mahjong Ways 2 Apa yang Membuat Ritme Permainannya Terasa Berbeda di Setiap Spin black scatter jam bermain ritme mahjong ways catatan putaran wild bedakan kebetulan dugaan pola mekanisme frekuensi kemunculan black scatter permainan memahami putaran acak probabilitas mahjong ways perubahan tempo wild bandito pengalaman bermain popularitas mahjong ways tren asia mobile probabilitas mahjong ways roulette karakter permainan rtp sama variasi acak pengalaman berbeda struktur scatter wild multiplier mahjong ways dua tumble multiplier dinamika gates of olympus konsistensi putaran panjang wild multiplier mahjong ways perbedaan mahjong ways dua generasi pertama rtp tinggi durasi singkat mahjong wins rng urutan teratur putaran beruntun acak perbedaan tumble sweet bonanza starlight princess wild aktif ubah dinamika mahjong wins catatan historis saldo mahjong ways investasi filter rtp pg soft multiplier mahjong ways posisi scatter mahjong modern indikator risiko scatter hitam mahjong wins multiplier pola konsisten Fenomena Multiplier Naik Turun yang Sering Terlihat Sepele tetapi Menarik untuk Dipahami Scatter Tidak Punya Jadwal, Memahami Peluang Kemunculannya di Setiap Putaran Sebelum Memilih Player atau Banker, Ini Mekanisme Baccarat yang Perlu Dipahami Baccarat Banker dan RTP Tinggi, Begini Cara Membaca Angkanya dengan Benar Sudah Banyak Spin tetapi Scatter Belum Muncul? Begini Cara Memahami Probabilitas Putaran judi online atau investasi legal mana yang lebih aman 1 main game dapat point dana cuma 10 menit sehari begini caranya 1 pola main game penghasil gopay coin yang bikin lebih aman 1 ramai dibahas judi online tapi risikonya tak main main 1 main game dapat point ovo hasil uji coba yang aman 1 main game biasa atau game penghasil saldo dana mana cuan 1 gates olympus tumble multiplier karakter permainan zeus hit frequency mahjong wins rtp dan volatilitas karakter mahjong ways di era game mobile karakter mahjong ways mengikuti perkembangan game digital mahjong ways bertahan ditengah tren game mobile rtp mahjong wins durasi pengamatan data simbol premium mahjong ways 2 dalam kombinasi tumble beruntun sweet bonanza dinamika simbol cerah wild bandito mekanisme runtuhan nuansa wild west wild mahjong ways ubah susunan simbol dinamis Mahjong Ways 2 Makin Ramai Dibahas, Fitur Scatter dan Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 Punya Tampilan Berbeda, Begini Cara Fitur Bonus dan Scatter Bekerja Mahjong Ways 2 Scatter Hitam Sering Jadi Perhatian, Apa Sebenarnya Fungsi Simbol Ini Starlight Princess Kembali Populer, Multiplier Besar Jadi Salah Satu Fitur yang Paling Dibahas Sweet Bonanza 1000 Masih Ramai Dibicarakan, Tumble dan Multiplier Jadi Daya Tarik Utama Gates of Olympus 1000 Punya Multiplier Zeus yang Menonjol, Begini Cara Mekanismenya Bekerja Mahjong Ways 2 Terlihat Sederhana tetapi Perubahan Simbol Bisa Membuat Setiap Spin Terasa Berbeda Sweet Bonanza Scatter Lollipop Jadi Simbol yang Mudah Dikenali, Apa Perannya dalam Free Spin Starlight Princess Free Spin dan Multiplier Bisa Muncul Bersamaan, Kenapa Hasilnya Tetap Berbeda Mahjong Wins Makin Dikenal karena Tema Klasik dan Fitur Modern, Ini yang Membuatnya Berbeda Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Cascading Mengubah Susunan Simbol Setiap Putaran Frekuensi Scatter Mahjong Ways Tidak Selalu Mencerminkan Peluang Sebenarnya dalam Satu Sesi Struktur Multiplier Starlight Princess Membuat Nilai Akhir Terasa Berubah Drastis Varians Membantu Menjelaskan Kenapa Hasil Sweet Bonanza 1000 Bisa Berbeda Jauh Antar Sesi Posisi Scatter di Mahjong Ways 2 Sering Menarik Perhatian tetapi Apa Informasi yang Sebenarnya Bisa Dibaca Analisis Tempo Putaran Mahjong Ways Mengungkap Kenapa Ritme Permainan Bisa Terasa Berubah Ekspektasi Matematis Membantu Menjelaskan Kenapa RTP Tinggi Tidak Menjamin Hasil Besar dalam Satu Sesi Gates of Olympus 1000 Menunjukkan Bagaimana Multiplier dan Tumble Bisa Berinteraksi dalam Satu Putaran Wild Bertumpuk di Mahjong Ways 2 Bisa Mengubah Struktur Layar tetapi Tidak Selalu Mengubah Peluang Dasar Free Spin Mendadak Aktif setelah Sesi Tenang Kenapa Perubahan Ini Terasa Sangat Signifikan evolusi mahjong modern dan perubahan persentase digital era mobile gates of olympus bawa nuansa baru dengan kemungkinan lebih luas gates of olympus era mobile dan dinamika peluang optimal memahami black scatter rng probabilitas pola acak dan keberuntungan membandingkan validitas data volatilitas rtp rng dan presisi statistik pemicu simbol premium pragmatic play beruntun di era mobile modern pendekatan rng mobile mahjong wins 3 dan persepsi keberuntungan penelitian rng gates of olympus dan rtp pragmatic play prediksi rng tren edukasi memahami potensi sesi tenang digital volatilitas wild bandito dan strategi membaca pola perubahan tempo baccarat terlihat sederhana tetapi kenapa ritme player dan banker mudah dianggap membentuk pola roulette memiliki banyak pilihan taruhan tetapi kenapa struktur meja lebih penting daripada sekadar angka mahjong ways 2 terlihat konsisten dalam durasi putaran tetapi hasilnya tetap bisa sangat berbeda membaca rtp dari satu sesi bisa menyesatkan ini perbedaan data pendek dan jangka panjang wild bounty showdown membawa tema koboi tetapi mekanisme permainannya lebih dari sekadar visual gates of olympus ritme scatter multiplier zeus dan tumble membaca mahjong wins melalui rtp kepadatan simbol dan perubahan tempo rng dan black scatter membentuk momen unik dalam mahjong ways simbol emas mendominasi layar dalam rangkaian dinamis mahjong ways 2 membaca tabel history baccarat tanpa menganggap urutan kartu pasti black scatter fluktuasi rtp permainan digital fitur mahjong ways 2 rasio ritme khas fluktuasi rtp mahjong wins 3 persentase identitas mahjong ways 2 visual mekanisme kuat mahjong ways game mobile transaksi digital populer multiplier scatter ritme dinamis wild bandito probabilitas roulette baccarat pola starlight princess scatter wild mahjong wins mekanisme snowballing berantai super scatter catatan rtp gates olympus historis timing pola mahjong rtp dinamika hasil algoritma kompresi wild scatter gates of olympus digital algoritma versus rtp pragmatic dalam pengalaman mobile friendly black scatter manajemen strategi peluang jangka panjang multiplier scatter hit rate membentuk dinamika putaran digital panduan durasi bermain berdasarkan live rtp pragmatic pemula memahami super scatter sweet bonanza secara rasional rng baccarat scatter probabilitas era digital mobile modern roulette baccarat konsisten menarik perhatian pemula era digital teknik penyesuaian pola rtp mahjong wins tiga digital upgrade pola wild bandito tanpa timing mobile digitals daya tarik mahjong ways terpancar pesona mahjong ways hadir lewat keunikan mahjong ways terlihat memikat mahjong ways semakin menarik seimbang visual mahjong ways makin menawan black scatter mahjong ways 3 mekanisme kemunculan dan fungsinya cara sistem tumble gates of olympus membentuk kombinasi baru faktor pergerakan odds parlay menjelang kick off pertandingan karakteristik super scatter gates of olympus di tengah simbol premium mekanisme sticky wild wild west gold selama fitur berjalan perbandingan black scatter super scatter integrasi roulette dan dampaknya relevansi catatan putaran lama dalam membaca pola mahjong wins riwayat baccarat pola player banker dan urutan hasil rng roulette digital menjaga keacakan dan independensi setiap putaran wild bandito tema meksiko karakter simbol dan fitur permainan uji klaim game mahjong ways dapat saldo dana aman 1 cek dulu sebelum coba game mahjong ways dapat saldo dana 2 lagi tren main game gates of olympus hadiah point gopay cek 1 permainan sweet bonanza dapat ovo cash atau jebakan 1 promo resmi atau saldo gratis mahjong ways beri saldo dana 1 mahjong ways beri saldo dana cek fakta dan risiko 2026 2 game gates of olympus kejutan point ovo aman dicoba 1 cek aturan promo saat main sweet bonanza kejutan ovo point 1 peluang baru dalam baccarat terungkap setelah scatter dan rng pragmatic dipilih mobile friendly algoritma rtp pembahasan pembahasan kritis algoritma kompresi wild scatter gates olympus bagaimana membedakan pola scatter asli dengan kebetulan black scatter gamifikasi mahjong strategi desain psikologis retensi pemain menghindari kesalahan umum memilih angka rng roulette panduan memahami volatilitas dan dampaknya pada modal mekanisme tumble penggunaan multiplier sweet bonanza kajian mendalam princes starlight keseimbangan visual tampilan vertikal mengenal format permainan dragon tiger pendekatan sederhana sisi unik kritisi lucky neko kembali menarik perhatian pemain mobile ada apa dengan tema kucing keberuntungan jepang wild bandito punya nuansa koboi meksiko yang berbeda ini detail permainan yang jarang diperhatikan mahjong ways 2 masih banyak dibicarakan di kalangan penggemar game mobile apa daya tariknya aztec gems membawa nuansa peradaban kuno ke layar digital mengapa tampilannya terasa berbeda wild bounty showdown menghadirkan duel koboi di dunia digital bukan sekadar permainan bertema wild west nl perancangan sistem otomasi dan href="https://ijareeie.com/upload/may/nl-implementasi-sistem-monitoring-dan-analisis-data-energi-berbasis-iot-menggunakan-dashboard-interaktif-demo-mahjong-ways.html">nl implementasi sistem monitoring dan nl penerapan machine learning dalam nl pengembangan sistem akuisisi data nl perancangan sistem instrumentasi digital nl perancangan sistem otomasi dan