Artikel

Dulu Siswi, Sekarang Mahasiswi

Menjadi Staf Administrasi AAT adalah salah satu kegiatan yang sudah saya jalani dari tahun 2012. Sebagai Staf Administrasi AAT, saya belajar bagaimana input data anak asuh di SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh), bagaimana pengiriman kuitansi dan tanda bukti penerimaan beasiswa, dan masih banyak lagi. Lebih-lebih, saya juga bisa mengetahui bagaimana kondisi ekonomi anak asuh yang dibantu AAT lewat kegiatan survei sekolah dan wawancara. Di mana mereka harus menghabiskan waktu bermainnya untuk mencari nafkah dan membantu orang tuanya bekerja. Ada juga yang harus tinggal bersama kakek dan neneknya atau bersama tante dan omnya, tanpa mendapatkan kasih sayang dari orang tua kandungnya dan harus menjadi anak yatim piatu. Kisah-kisah dan perjuangan mereka mengingatkan saya pada perjuangan saya dan keluarga beberapa tahun silam. Bagaimana kerja keras ayah mencari pekerjaan dan bagaimana perjuangan saya agar tetap bisa sekolah, hingga akhirnya bertemu dengan AAT. Dari Kantin Sampai Nasi Kucing Semenjak kecil saya hidup serba kekurangan. Untuk urusan biaya sekolah, selalu telat, selalu dapat peringatan dari sekolah. Tidak hanya saya yang mengalami ini, kedua adik saya pun sampai saat ini masih mengalami hal yang sama. Rumah, kami tidak punya. Kami sekeluarga tinggal di rumah kakek dan nenek. Hingga suatu ketika, saya sekeluarga harus hidup berpindah-pindah, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu kota ke kota lain. Sampai akhirnya, kami menetap di Yogyakarta dan hanya mengontrak sebuah rumah kecil untuk beristirahat sekeluarga. Saat pertama datang ke Jogja, orang tua saya sama sekali tidak memiliki mata pencaharian. Dengan semangat dan cinta kasih, mereka terus mencari pekerjaan demi menghidupi keempat anaknya. Pekerjaan pertama yang mereka dapat adalah membantu orang berjualan di kantin sekolah. Pekerjaan itu tidaklah berlangsung lama sehingga orang tua saya harus mencari pekerjaan lagi. Akhirnya, ayah mendapatkan pekerjaan lagi, yaitu sebagai sales alat kesehatan. Tetapi, di sini hanya ayah saya saja yang bekerja, sedangkan ibu tidak. Karena, ibu memiliki keterbatasan yaitu terkena penyakit glukouma sehingga penglihatan ibu sangat terbatas. Ibu hanya bisa mengurus rumah saja. Pekerjaan itu hanya bertahan beberapa bulan saja, karena ayah saya ditipu oleh atasannya sehingga beliau akhirnya memutuskan untuk resign. Dengan bertambahnya umur yang tidak produktif lagi dan kondisi kesehatan yang tidak mendukung (memiliki penyakit jantung), ayah saya memutuskan untuk berwirausaha saja. Akhirnya, sejak tahun 2012 hingga sekarang, orang tua saya bekerja sebagai pembuat dan penjual nasi kucing, yang nantinya dititipkan di satu angkringan dan di beberapa sekolah. Tidak perlu ditanya lagi untuk berapa penghasilannya. Saya katakan, penghasilan dari pekerjaan ini jauh di bawah cukup. Tapi, berkat kasih sayang orang tua saya, mereka tulus dan terus berusaha untuk mencukupi kebutuhan kami sekeluarga. Beasiswa AAT Ketika saya duduk di kelas 2 SMA, di situlah saya mulai mengenal AAT. Selama dua tahun terakhir di SMA, saya mendapatkan bantuan beasiswa dari AAT. Benar-benar sangat membantu. Bagaimanapun juga, itu sudah membantu meringankan beban dari orang tua saya. Tapi, saya masih pesimis. Dengan keadaan ekonomi keluarga saya yang seperti ini, apa saya bisa melanjutkan ke perguruann tinggi? Padahal, itulah salah satu impian terbesar saya setelah lulus SMA nanti. Suatu ketika, salah satu dari PJ (Penanggung Jawab) sekolah saya memberitahu saya bahwa AAT membuka beasiswa perguruan tinggi, ini kesempatan bagi siapa saja (yang kurang mampu dalam finansialnya) yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Jadi, biaya kuliahnya dibantu oleh AAT. Itu adalah kesempatan emas yang tidak boleh saya sia-siakan. Saya harus bisa mendapatkannya. Karena, dengan begitu saya bisa lebih meringankan beban orang tua saya. Sejak itu, saya lebih rajin lagi dan lebih semangat untuk belajar demi mendapatkan nilai yang baik, mencapai prestasi, dan demi impianku menjadi seorang MAHASISWI. Usaha selama SMA itu tidak sia-sia. Dengan nilai yang cukup baik, prestasi yang baik, dan masih dengan semangat belajar yang tinggi, saya diterima sebagai anak asuh AAT tingkat perguruan tinggi. Tuhan selalu memberikan keindahan tepat pada waktunya. “Melalui AAT, Tuhan menjawab doa saya yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.” Dulu Siswi, Sekarang Mahasiswi Pada tahun 2012, tepatnya bulan Juli, saya resmi menjadi mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarrukmo (STiPRAM) Yogyakarta. Senang, akhirnya saya dapat kuliah dan masuk ke dunia pariwisata, karena memang saya sangat menyukainya. Bangga, karena kini status saya bukanlah lagi SISWI melainkan MAHASISWI. Tidak hanya itu, selain saya mendapatkan jurusan kuliah yang saya inginkan, di sini saya juga bisa menyalurkan bakat saya yang terpendam, yaitu modelling. Kebetulan sekali di tempat saya kuliah tersedia yang namanya UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Modelling. Dari UKM ini saya belajar lebih mendalam tentang modelling. Dari UKM ini juga saya mulai mengikuti lomba modelling, photo session, dan memperagakan baju koleksi dari beberapa designer. Kegiatan saya selain kuliah dan modelling, saya mengambil part time job di sebuah event organizer di Solo sebagai pagar ayu. Ini sebagai bentuk usaha saya untuk membantu orang tua saya. Bagaimanapun juga, saya harus mencari biaya untuk keperluan kuliah saya (biaya fotokopi, dan lain-lain). Karena sejak saya kuliah, saya tidak pernah lagi mendapatkan uang saku dari orang tua saya, jadi saya harus mencari biaya sendiri. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, saya mendapatkan banyak pengalaman, memperluas pertemanan, dan tentunya saya bisa mengukir prestasi yang lebih baik lagi. Yah, senanglah akhirnya satu impian saya tercapai kembali. Itu semua berkat kasih Tuhan yang diberikan kepada saya melalui AAT. Dan sejak saat survei itulah, saya sadar, ternyata banyak sekali adik-adik saya di luar sana yang sangat jauh di bawah saya. Masih bersyukur atas kehidupan saya yang masih bisa bersekolah lancar dan kedua orang tua yang masih utuh. Meskipun untuk bisa hidup dan sekolah, sampai kuliah, kami sekeluarga harus berusaha mati-matian untuk bisa mencapainya. Kisah-kisah mereka dan perjuangan keras mereka membuat saya semakin bersyukur dan semakin bersemangat untuk meraih cita-cita yang belum tercapai, untuk terus membantu sesama, dan terus melakukan tugas di AAT dengan sebaik-baiknya. Agar adik-adik itu bisa terus melanjutkan pendidikannya. Semoga, mereka juga tidak henti untuk terus bersemangat dan berusaha. Cerita singkat ini saya tulis sebagai ucapan terima kasih saya sekaligus ucapan terima kasih dari semua anak asuh yang sudah dibantu oleh beliau-beliau yang turut turun tangan untuk membantu dan mendampingi kami melalui AAT. Semoga, apa yang sudah diberikan beliau-beliau ini dapat bermanfaat bagi masa depan kami dan tetap semangat untuk mengenyam pendidikan yang lebih

Dulu Siswi, Sekarang Mahasiswi Read More »

Berubah untuk Berbuah

Tentang Diriku Namaku Natalia Agassi Cristinawati. Sejak kecil aku biasa dipanggil Gessi oleh orang tua, teman dan saudaraku. Tetapi biasa juga dipanggil Natalia atau Agassi. Masa kecil kuhabiskan di sebuah kota kecil di pinggir Utara Pulau Jawa yaitu Juana. Hingga saat menginjak SMA aku meninggalkan tempat tinggalku untuk hidup di lingkungan baru di sebuah kota besar, Semarang. 19 tahun yang lalu aku dilahirkan di Pati, 24 Desember 1994. Selama hampir 5 tahun aku tinggal di Semarang dan jauh dari keluarga. Selama 5 tahun itu pula banyak cerita dan pengalaman yang berharga buat hidupku. Orang Tua Saat aku berumur kurang lebih satu bulan ayah pergi meninggalkanku dan ibu untuk merantau ke negeri orang untuk mencari nafkah bagi keluarga kami. Selama beberapa waktu aku tidak tahu bagaimana sosok ayahku, hingga suatu saat ayahku pulang aku tidak mengenalinya. Bahkan aku menganggapnya seperti orang asing karena sekian lama aku tak melihatnya. Sejak kecil aku hidup bersama keluarga yang sederhana. Cinta kasih yang begitu besar aku dapatkan dari ayah, ibu, kakek, nenek dan semua keluargaku. Suatu saat ayah memutuskan untuk pulang dan tidak pergi merantau lagi. Ayah membuka usaha kuningan dengan membeli sepetak tanah dan membangun sebuah rumah sekaligus tempat usaha. Harapannya adalah ingin punya usaha sendiri dengan penghasilan yang lumayan, karena daerah kami dikenal sebagai pengrajin kuningan. Tetapi di tengah jalan usaha itu terpaksa tutup dan kami harus menjual rumah tanah milik kami. Ketika itu mendapatkan pekerjaan sangat sulit. Ayah sudah mencoba untuk mencari pekerjaan kesana kemari namun nihil. Hingga akhirnya ayah mencoba untuk kembali merantau, tetapi gagal. Keluarga kami mengalami pergumulan hebat. Di samping kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi, ada kebutuhan sekolahku, juga kebutuhan adikku yang saat itu masih kecil. Sedangkan pemasukan hampir tidak ada. Berbagai usaha dicoba dan ayahku mendapat pekerjaan sebagai juru parkir di swalayan dekat rumah kami milik seorang temannya. Memang bukan pekerjaan yang menjanjikan waktu itu tetapi lumayan untuk menambah pemasukan keluarga kami. Setelah beberapa waktu bekerja ternyata penghasilan ayah belum mencukupi untuk kebutuhan keluarga kami. Hingga ibu memutuskan untuk berjualan makanan. Waktu itu ibu berjualan jus buah di rumah. Aku mencoba menambah penghasilan ibu dengan menawarkan kepada teman-teman sekolahku. Kala itu aku masih duduk di kelas 4 SD. Harga jus yang ditawarkan pun sangat murah yaitu 300 rupiah dan 500 rupiah. Setelah itu ibu mencoba berjualan pepes telur ikan. Setiap pulang sekolah aku membantu ibu untuk mengolah telur ikan yang masih mentah untuk dibuat pepes. Sore harinya dengan sepeda ibu menjajakan dagangannya berkeliling desa. Terkadang aku pun ikut berjualan dengan dibonceng oleh ibu. Banyak orang yang berkomentar negatif tentang dagangan ibu tetapi dengan ikhlas ibu tetap menjalaninya. Usaha ini tak bertahan lama karena bahan baku yang sulit didapatkan. Kemudian ibu mencoba usaha menerima pesanan makanan, dengan sepeda aku mengantarkan hasil pesanan ke tempat pemesan. Terbersit rasa capek dan sedih harus melihat kedua orang tuaku bekerja keras untuk keluarga kami. Sebagai anak aku mencoba membantu sebisaku untuk meringankan mereka. Ketika lulus SD aku sangat ingin masuk sekolah favorit di daerahku. Tetapi ada hal yang sedikit menghalangi yaitu masalah biaya. Orang tuaku sempat pesimis karena takut tidak bisa membiayai sekolahku. Tetapi aku ingin terus sekolah, aku optimis bisa menjadi salah satu murid di sekolah favorit itu. Dan Tuhan mengabulkan harapanku. Di sekolah ini aku meminta keringanan biaya SPP karena masih terlalu berat bagi orang tuaku untuk membayarnya. Selama kurang lebih 4 tahun ayah bekerja sebagai juru parkir, akhirnya ayahku mendapat kesempatan untuk kembali bekerja di negeri orang. Hal ini dilakukan ayah karena beliau ingin anak-anaknya bisa terus sekolah hingga perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan. Sudah hampir 6 tahun ayah berada disana. Baru sekali ayah pulang menemui kami setelah 3 tahun ayah di sana. Selama satu bulan ayah pulang aku hanya bisa bertemu setiap akhir minggu karena waktu itu aku masih sekolah di Semarang. Rindu selama 3 tahun hanya bisa dibayar dengan intensitas pertemuan yang singkat. Terkadang aku merasa iri melihat teman-temanku yang bisa setiap hari bertemu dan memeluk orang tua mereka atau bahkan hanya sekedar mencium tangan mereka. Aku tak bisa sering melakukannya dan hanya bisa mencium tangan ibuku ketika aku pulang ke rumah. Aku pun hanya bisa sesekali mendengar suara ayahku lewat telepon tanpa bisa bertemu, memeluk dan mencium tangannya. Sekolah dan Kuliah Tinggal dan sekolah di Semarang sebenarnya bukan keinginanku, tetapi keinginan orang tuaku. Mereka ingin aku bisa berkembang menjadi orang yang lebih baik. Ingin rasanya menolak apa yang mereka mau, tetapi aku ingin membuat mereka bahagia. Sejak tinggal di Semarang banyak hal yang aku dapatkan. Aku belajar mandiri sebagai anak kos. Belajar mengatur keuangan, belajar menjaga diri, tahu tempat baru, bertemu banyak teman dan orang baru yang belum pernah kukenal. Tentunya aku belajar menjadi orang yang lebih dewasa. Sebagian masa remajaku, kuhabiskan untuk menuntut ilmu di Semarang. Kembali lagi itu semua kulakukan demi orang tua yang selalu mendukung dan mendoakanku. Ketika hampir lulus sekolah aku berniat untuk bekerja, untuk membantu orang tuaku. Tetapi niat itu musnah ketika aku melihat teman-temanku melanjutkan kuliah. Aku juga ingin kuliah seperti mereka tetapi aku tak tahu apakah aku bisa. Niat ingin kuliah aku utarakan kepada orang tuaku. Aku meyakinkan mereka bahwa aku akan lebih bersungguh-sungguh untuk kuliah supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan. Awalnya aku ingin masuk perguruan tinggi negeri, tetapi tidak lolos seleksi. Lalu aku mendaftar di Akademi Farmasi Theresiana dan diterima. Di sinilah aku bertemu dan mengenal AAT Anak Anak Terang Perkenalan dengan AAT diawali ketika aku bersama lima temanku yaitu Wulan, Lensa, Dora, Naning dan Jenesia diberitahu oleh salah satu dosen kami (Pak Priyo) untuk bergabung dalam komunitas AAT menjadi relawan. Saat itu kami masih bertanya-tanya apa itu AAT. Mengapa kami yang dipilih dan apa yang nantinya akan kami lakukan. Minggu, 22 Sepetember 2013 kami hadir pada pertemuan relawan AAT Semarang di Deoholic Café. Kami disambut dengan begitu baik oleh teman-teman dari AAT termasuk Mami Lies, Bruder Konrad, CSA dan Mas Christ. Saat itu satu per satu dari kami relawan baru diminta untuk berbicara mengenai mengapa kami mau bergabung di AAT. Bukan hal mudah untuk bisa berbicara didepan orang lain, yang aku rasakan saat itu adalah

Berubah untuk Berbuah Read More »

Kerja Keras adalah Kekuatan Mama

Nama saya Yosita Lianawati, sering disapa Yosita. Saya anak pertama dari empat bersaudara. Saya memiliki dua adik yang masih sekolah SMA dan SMP, serta satu adik yang masih balita, menginjak usia 4 tahun. Saya berasal dari keluarga sederhana yang mempunyai banyak kekurangan, karena kebutuhan dan jumlah tanggungan yang banyak. Papa saya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang sedikit, yang tidak cukup untuk membiayai kebutuhan kami setiap bulannya. Karena itu, mama saya membantu papa saya untuk mencari nafkah dengan menjadi pembantu rumah tangga. Saat ini, saya kuliah di STIKOM Yos Sudarso Purwokerto, jurusan SI (Sistem Informasi). Saya sudah menginjak semester 4. Saya bisa kuliah berkat perjuangan mama yang begitu besar agar saya terus bisa melanjutkan pendidikan saya. Melihat keadaan ekonomi keluarga yang sangat tidak mencukupi, saya merasa kasihan pada kedua orang tua sebab akan menambah beban mereka. Sempat saya berpikir untuk tidak melanjutkan sekolah, tetapi mama saya berkata, “Kamu harus mendapatkan pendidikan setiggi-tingginya. Jangan seperti mama. Dan buktikanlah kepada orang-orang yang telah memandang rendah kita bahwa kamu bisa menjadi orang yang berhasil.” Kata-kata itu tertanam dibenak saya sampai saat ini dan menjadi motivasi dalam hidup saya. Bagaimana Saya Bisa Kuliah? Setelah lulus SMA, saya bimbang. Apa yang akan saya lakukan setelah ini? Apakah saya harus bekerja? Ataukah kuliah? Saya terus bertanya-tanya pada diri saya sendiri. Kemudian mama saya berkata, “Kamu harus kuliah, bagaimanapun caranya”. Dengan semangat, mama dan saya mencari informasi tentang universitas yang bisa memberikan beasiswa dan keringanan biaya. Memang banyak universitas yang dapat memberikan keringanan, tetapi tetap saja biaya yang akan dikeluarkan untuk sisa keringanan sangat banyak. Akhirnya, mama saya sedikit kecewa dan bercerita pada Romo Paroki di Gereja saya. Puji Tuhan, romo tersebut memberikan rekomendasi perguruan tinggi untuk saya. Dengan bekal nilai yang baik, saya pun mendapatkan keringanan dan sedikit bantuan dari romo. Saya dan orangtua saya sangat bahagia. Saya sangat berterimakasih kepada Tuhan, karena telah mengabulkan doa saya dan mama saya. Tanpa tangan Tuhan, saat ini saya tidak bisa kuliah. Seiring berjalannya waktu, biaya kuliah semakin menjerat orangtua saya. Karena mereka tidak hanya membiayai saya saja, tetapi juga ketiga adik saya yang juga membutuhkan biaya untuk sekolah dan kehidupan sehari hari. Saya ikut kebingungan, akankah saya berhenti kuliah? Kerja Keras adalah Kekuatan Mama Suatu ketika, Romo Paroki mengenalkan saya pada AAT. Apa itu AAT? Mengapa romo mengenalkan saya pada AAT? Pertanyaan itu memenuhi kepala saya sebelum bertemu dengan romo. Setelah pertemuan dengan romo paroki, akhirnya saya tahu apa itu AAT dan mengapa romo mengenalkan saya pada AAT. AAT merupakan yayasan sosial yang membantu anak-anak yang kurang mampu di bidang pendidikan formal, membantu anak-anak yang mempunyai niat besar dalam dirinya untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikannya. AAT memberikan beasiswa berupa biaya SPP untuk siswa SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Tidak hanya memberikan beasiswa, AAT juga memberikan perhatian serta kasih sayang pada mereka, sehingga, para anak asuh (penerima beasiswa) lebih bersemangat lagi untuk belajar dan menjadi anak yang memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama. Oleh karena itulah romo mengenalkan saya pada AAT. Romo berharap, saya tetap bisa melanjutkan kuliah, meskipun saat itu romo dan mama sangat kesulitan dalam membiayai kuliah saya. Ketika rekoleksi AAT diadakan di Yogyakarta, saya bertemu dengan banyak orang yang sangat luar biasa. Saya merasa sangat bahagia saat itu. Sampai tiba saatnya saya diwawancarai oleh pengurus AAT. Saya diminta untuk menceritakan kondisi keluarga saya, motivasi saya untuk ke depan, dan motivasi saya untuk bergabung dalam AAT. Saya menjawab dengan semangat semua pertanyaan itu. Saya ikut bergabung dalam AAT, karena saya ingin tetap melanjutkan pendidikan dan ingin melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu supaya bisa tetap melanjutkan pendidikannya. Saya tahu, saya bukan orang kaya yang bisa dengan mudah mengeluarkan uang. Saya tahu, saat ini saya tidak mungkin bisa membiayai sekolah mereka, karena saya sendiri dalam kekurangan. Namun, lewat AAT ini saya ingin sekali menyumbangkan tenaga dan pikiran saya demi mereka. Saya ingin memberikan apa yang telah diberikan orang-orang baik yang telah membantu saya selama ini. Akhirnya, tiba saatnya saya dipanggil oleh pengurus AAT. Saya diberitahu tanggung jawab apa saja yang harus saya emban jika menjadi bagian dari AAT, dan sekali lagi saya ditanya kesanggupan serta komitmen saya untuk menolong adik-adik yang kurang beruntung. Karena, jika saya diterima menjadi anak asuh nanti, saya juga harus menjadi staf administrasi AAT yang mengurus administrasi (kuitansi, tanda terima, dan fotokopi rapor siswa) dari sekolah-sekolah yang siswanya mendapatkan Beasiswa AAT. Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya diberitahu bahwa saya diterima menjadi anak asuh AAT. Saya sungguh bahagia. Saya mengucapkan syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan, karena lewat tangan-Nya, saya bisa dibantu dan dikuatkan. Saya mengucapkan terima kasih dan tak sabar untuk memberitahu mama saya. Setelah memberitahu mama, suaranya yang sangat bersemangat, menandakan mama sangat bahagia. Sejak saat itu, saya berjanji akan memberikan kebahagiaan kepada mama dan keluarga saya. Terima kasih mama atas perjuangan yang tiada henti. Terima kasih telah membantu papa mencari nafkah. Terima kasih atas usaha kerasnya demi pendidikan saya. “Maka kebahagiaanmu adalah impian terbesarku, dan aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menjadi orang yang berguna bagi sesama. Aku sayang mama.”   Yosita Lianawati* Staf Admin AAT Purwokerto * Yosita Lianawati adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staff Admin AAT Purwokerto. Merupakan mahasiswa STIKOM Yos Sudarso Purwokerto angkatan 2012.   [qrcode content=”https://aat.or.id/kerja-keras-adalah-kekuatan-mama” size=”175″]  

Kerja Keras adalah Kekuatan Mama Read More »

Miracle Happens

Delapan Tahun Lalu Nenek saya menginap di ICU sebuah rumah sakit di Jakarta karena kanker lambung yang dideritanya. Suatu malam, papa menelepon saya dari Jakarta dan meminta saya untuk segera pulang ke Jakarta untuk menemui nenek. “Emak mau ketemu kamu, Ka…” ucap papa lirih. Saya yang saat itu sedang menghadapi ujian kenaikan kelas 2 SMP di Singapura, langsung memberitahu ibu kost dan guru saya mengenai apa yang terjadi. Ternyata, guru saya langsung memberikan izin malam itu juga dan ibu kost segera mengurus transportasi untuk kepulangan saya ke Jakarta. Esok paginya saya langsung menuju Jakarta. Dan sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, saya segera menuju ke rumah sakit. Sampai di sana, saya melihat nenek sudah sedang dalam fase kritis dan tidak sadarkan diri. Keinginannya untuk “melihat” cucu kesayangannya pun tidak tersampaikan, karena akhirnya beliau meninggal keesokan harinya. 21 Januari 2014 Malam itu, tepat pukul 21.30, saya sedang menginap di rumah seorang teman dekat. Handphone saya berdering dan memperlihatkan nama teman papa di layar handphone. Dalam hati saya, “Ada apa ya? Kok malam-malam Om telepon?” Akhirnya saya angkat teleponnya dengan ragu-ragu. Dengan suara seperti tidak yakin, teman papa berkata, “Ka, papa kamu sakit. Dadanya sesak. Ini baru Om bawa ke IGD. Nanti Om kabarin lagi.” Telepon langsung ditutup. Dengan perasaan tidak karuan, saya menunggu kabar berikutnya dari teman papa. Teman papa kembali menelepon, “Ka, papa kamu ternyata kena serangan jantung. Sekarang mau dibawa ke ICCU. Mendingan kamu ke sini. Cari transportasi yang tercepat. Papa kamu sedang masa kritis.” Dengan keadaan setengah tidak percaya saya menutup telepon dan segera mencari transportasi tercepat dari Yogyakarta ke Jakarta. Saya merasa terbawa ke delapan tahun yang lalu. Tidak mau membayangkan hal yang buruk terjadi, saya segera berdoa dan memohon agar Tuhan menyelamatkan Papa. Miracle Happens Pagi itu, pukul 10.30, keadaan jalan yang macet dan banjir membuat perjalanan dari bandara ke rumah sakit memakan waktu hingga 3 jam. Saya yang sudah gugup sejak tadi, tidak sabar untuk segera bertemu dengan papa. Namun, satpam tidak memperbolehkan saya masuk ruangan ICCU. Saya harus menunggu hingga jam besuk dibuka, yakni pukul sebelas siang. Akhirnya, jam besuk dibuka. Saya melihat keadaan papa yang lemah terkulai di ranjang pasien dengan berbagai alat tertempel di dada, hidung, dan tangannya. Suara bip..bip.. yang konstan terdengar dari monitor di sebelahnya. Pemandangan ini merupakan hal yang sangat kontras dibanding papa yang biasanya selalu energik. Saat saya menjenguknya, papa sudah dalam keadaan sadar dan bisa sedikit berbicara. “Papa sayang kamu,” bisik papa yang hampir tidak terdengar suaranya. “Papa nyesel nggak bisa bahagiakan mama, kamu, dan adik-adik. Sampai nggak punya apa-apa sama sekali. Jojo mau ke Timezone, papa selalu menghindar. Mau beliin Jojo baju baru aja susahnya minta ampun!” Beliau pun meneteskan airmata, sampai saya pun tak kuasa menahan tangis. Saya memegang tangan papa sambil mengelus punggung tangannya seraya berkata, “Papa nggak boleh gitu. Lihat, sekarang dede sudah bisa sekolah, aku dan Elis sudah bisa kuliah dan kerja. Papa harus bangga. Jangan mikir yang enggak-enggak, Pa.” Ya, memang dulu hidup kami bisa dikatakan sangat berkecukupan. Apapun yang saya minta, pasti dituruti. Alhasil, saya tumbuh menjadi anak egois yang harus selalu mendapatkan apa yang saya mau. Saya selalu ingin menjadi yang terbaik dan memiliki hal-hal yang terbaik pula. Saya bangga memiliki barang-barang branded dan membuang uang dengan mudahnya untuk hal yang tidak penting. Itu dulu.. Sejak nenek sakit, kami sudah menjual berbagai aset untuk biaya pengobatan. Ditambah hutang-hutang yang besar jumlahnya, bisnis papa yang terus menurun, dan investasi saham yang sudah tidak ada nilainya, kami praktis tidak punya apa-apa. Menjalani tahun-tahun penuh kekecewaan dan penolakan diri sudah pernah saya alami. Sekarang saya sadar bahwa hal-hal materi seperti itu tidaklah penting. Dengan keadaan kami yang sekarang ini, saya masih mempertahankan sikap ingin menjadi yang terbaik. Namun, menjadi yang terbaik tidak saya peroleh dengan merengek-rengek meminta pada orang tua. Saya memperolehnya dengan jerih payah sendiri. Saya bisa membeli tas baru dengan hasil kerja sebagai student staff di kampus. Saya bisa memberi adik saya sedikit uang jajan dari hasil bekerja di sebuah Event Organizer. Saya bangga dan saya tidak menyesali apa yang terjadi. Karena saya sadar, bahwa ini adalah jalan Tuhan untuk membuat saya dan keluarga saya menjadi pribadi yang lebih baik. “Saya memiliki hidup yang selalu diberkati Tuhan. Mukjizat selalu terjadi di dalam hidup saya.” Saya tidak memiliki ijazah SMP, karena tidak menyelesaikan studi di Singapura, namun tetap dapat melanjutkan pendidikan ke SMA tanpa halangan. Saya terpaksa menunda kuliah setelah SMA dan harus bekerja, namun saya bisa mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan oli dengan gaji di atas rata-rata. Saya masuk kuliah dengan sudah memiliki pengalaman kerja. Dan ketika tidak mampu membayar SPP saat kuliah, Tuhan memperkenalkan saya pada AAT. Baru-baru ini, papa saya terkena serangan jantung dan kami tidak punya apa-apa untuk membayar biaya rumah sakit. Namun, pertolongan datang bertubi-tubi dari orang-orang yang bahkan tidak saya kenal sebelumnya. Apa lagi yang perlu dikhawatirkan? Tak Kenal, Kami Sayang Melalui AAT, Tuhan membantu kami lewat tangan-tangan kecil orang-orang yang ada di sekitar kami yang bahkan tidak kami kenal. Bila peribahasa mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang,” AAT akan berkata, “Tak kenal, kami sayang”. Sahabat AAT dengan ikhlas membantu kami yang tidak pernah mereka lihat apalagi kenal. Saya hanya bisa terkagum-kagum dengan semangat para Sahabat AAT. Mereka dengan besar hati bersedia turun tangan memberikan sebagian rejekinya untuk membantu para strangers ini. Berada di roda kehidupan yang selalu berputar, saya percaya bahwa apa yang saya alami dulu dan saat ini akan menjadi pelajaran yang berharga untuk saya kelak. Bukan menjadi orang yang selalu mengeluh, melainkan untuk selalu bersyukur. Bukan selalu khawatir akan masa depan, namun mempercayakan seluruhnya pada Tuhan. Kami telah merasakan jatuh ke dalam lubang dan ditolong oleh tangan-tangan orang tak dikenal. Sekarang, kami sudah keluar dari lubang itu. Suatu saat, kamilah yang akan menolong orang-orang yang terjatuh. Semua itu berkat bantuan para Sahabat AAT yang sudah memberi teladan pada kami tentang indahnya berbagi. Ketika kita tulus berbagi, maka keajaiban akan datang. Miracle happens. Semoga tulisan kecil ini bisa menjadi penyemangat dan pemberi harapan bagi kita semua. “Janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah

Miracle Happens Read More »

Amarah Jadi Amanah

“Seseorang yang tidak mendapat kepedulian dari orang pun, bisa memberi kepedulian kepada orang lain.” Nama saya Andika Fitri, biasa di panggil Andika. Sekarang saya berumur 19 tahun. Saya adalah seorang Mahasiswa di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi. Saat ini saya masuk semester 4. Dulu, sewaktu orang tua masih bersama-sama, saya hanyalah anak seorang tukang becak yang tiap harinya mangkal di Manguharjo. Ibu bekerja serabutan. Ketika saya mempunyai 1 adik perempuan yang masih kecil, ibu tidak lagi bekerja. Sehingga kami hidup bergantung pada penghasilan bapak. Dengan hidup yang seperti itu, saya menjadi orang yang pendiam dan selalu mengalah atas apa yang dilakukan teman-teman kepada saya, karena saya orang yang cukup tahu diri tentang bagaimana kondisi hidup saya. Tak jarang juga ada teman yang bersimpati kepada saya. Ada yang memberi saya pakaian, beras, ada juga yang urunan dan memberi uang untuk membantu keluarga saya. Saya merasakan ada rasa kasihan dari teman terhadap kondisi keluarga saya. Saya Benci Keadaan Ini Dari SD sampai SMP, saya selalu mendapatkan bantuan. Hal itu karena ibu selalu berusaha mengajukan surat keterangan tidak mampu ke sekolah. Apa pun syarat yang diajukan oleh sekolah atau instansi pemberi bantuan, selalu diusahakan oleh ibu untuk memenuhinya. Itu semua ibu lakukan untuk mengurangi beban yang harus ditanggung setiap harinya. Sampai akhirnya bapak dan ibu saya bercerai. Bapak pergi ke Kalimantan untuk bekerja dan menikah lagi dengan orang perantauan di sana. Hal itu membuat saya kecewa, karena saya merasa bapak sudah tidak peduli lagi dengan keluarga yang ada di sini. Bapak juga tidak lagi memberi uang bulanan untuk kehidupan sehari-hari kami. Saya menjadi sedih ketika saya harus melihat ibu saya bekerja sendirian untuk menghidupi kami. Karena tidak tahan, saya pun ikut membantu ibu dengan mengumpulkan barang bekas, mengumpulkan bunga kamboja, menyusun bulu ayam, dan juga membantu mengambil air dari rumah tetangga. Kami memang dulu tidak mempunyai sumur timban sendiri untuk mencari air, sehingga kami setiap hari menimba air di rumah tetangga dan membayar biaya air setiap bulannya. Terkadang saya merasakan sakit ketika dimaki orang yang punya timban tersebut. Saya Tidak Dipedulikan Sampai akhirnya, ibu memutuskan untuk menikah lagi dengan bujangan yang sama sekali tidak saya kenal. Kejadian itu membuat saya sangat sedih, bahkan sangat kecewa, melebihi perasaan ketika mendengar bapak menikah lagi. Karena hal itu pula, saya pindah ke rumah nenek, orang tua dari bapak. Saya memutuskan untuk tinggal di rumah nenek bersama adik saya yang sudah menginjak kelas 1 SD. Waktu itu saya kelas 3 SMP. Benar-benar perasaan yang sulit untuk saya jelaskan ketika saya pertama kali tinggal di rumah nenek dan kakek. Meskipun rumah nenek lebih bagus, tetapi rasanya berbeda. Setiap hari, ketika di sekolah maupun di rumah, saya menjadi pribadi yang amat pendiam. Tetapi, Alhamdulillah saya tetap menjadi anak yang dibanggakan dalam urusan pendidikan. Sejak bapak dan ibu bercerai, timbul rasa kebencian. Terkadang saya merasakan sakitnya ketika menjadi anak yang tidak dipedulikan oleh orang tua. Banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran saya, “Mengapa harus bercerai? Apakah mereka sudah tidak peduli dengan anak-anaknya? Tidakkah mereka tahu bahwa itu membuat saya bersedih dan kecewa? Mengapa mereka hanya peduli dengan keinginan mereka sendiri? Mereka benar-benar sangat egois!” Kekecewaan itulah yang saya pikirkan waktu itu. Saya Ingin Berubah Saat pertama masuk sekolah SMA, saya ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi anak yang dikasihani. Saya tidak ingin menunjukan rasa sedih dan pedih yang saya rasakan. Ingin menjadi orang pemberani yang tidak takut dengan siapa pun. Tetapi hal itu membuat saya memelihara kebencian yang telah tumbuh dalam diri saya. Saya semakin giat belajar dan ikut dalam organisasi besar, seperti OSIS dan Pramuka. Dengan demikian, banyak yang mengenal saya. Tetapi hal itu tidak lama. Saya kembali menjadi diri saya lagi ketika saya dikhianati teman saya. Semakin banyak pikiran yang buruk tentang orang-orang yang ada di dekat saya. Belum lagi saya merasakan tertekan berada di rumah nenek karena begitu kerasnya didikan mereka. Terkadang, ketika teringat semua kejadian yang saya alami, saya hanya bisa menangis dalam kamar tidur. Setelah saya menangis sampai dada saya terasa sakit, saya pun tidur untuk melupakan semuanya. Ketika saya masuk kuliah, saya senang sekali. Karena saya tahu keluarga saya amat sangat pas-pasan. Bahkan tidak pernah terpikirkan kata kuliah. Tetapi, ketika saya tinggal di rumah nenek dan kakek, saya tahu keinginan mereka yang amat besar agar saya bisa sekolah setinggi-tingginya, agar nantinya dapat kehidupan yang lebih baik dan dapat mengangkat derajat keluarga. Namun entah mengapa, saya melihat ada rasa beban yang amat berat dari raut wajah mereka ketika akan menguliahkan saya. Hal itu membuat saya sedih, sehingga saya meminta mereka untuk tidak memaksakan kehendak. “Biarkan saya langsung bekerja saja, Nek.” Begitulah yang saya katakan, tetapi mereka tetap bertekat ingin menguliahkan saya. Saya Harus Menyembunyikan Kesedihan Ini Saya pun mencoba mendaftar universitas negeri dengan cara ikut bidik misi karena alhamdulillah saya mendapat rekomendasi dari sekolah. Meskipun nenek dan kakek ingin saya kuliah di Madiun saja, tetapi saya ingin mencobanya. Jika tidak diterima berarti inilah takdir saya untuk kuliah di Madiun. Setelah menunggu, ternyata saya tidak diterima. Dan saya masuk ke Unika Widya Mandala Madiun. Saya juga masuk tanpa tes, melainkan dengan nilai. Saya pun ingin tetap menyembunyikan semua kesedihan yang saya alami selama ini dari teman-teman kuliah saya. Saya aktif hampir di semua UKM. Karena dengan cara menyibukkan diri, saya bisa melupakan semua kesedihan saya. Jika tidak bisa melupakan, setidaknya saya telah mengurangi waktu untuk memikirkannya. Yang teman saya tahu, saya adalah anak periang di kampus dan termasuk anak yang aktif di organisasi. Mereka tidak tahu bahwa di dalam hati saya menyimpan kesedihan yang mendalam. Sama seperti sebelumnya, saya juga dapat dibanggakan dalam urusan kuliah. Walaupun demikian, semakin banyak rasa kebencian yang saya pendam. Hal itu pun juga tidak bertahan lama. Di semester 2, saya kembali menjadi Andika yang pendiam lagi dan sedikit pemurung. Semakin sulit untuk menyembunyikan kepedihan yang saya rasakan dan emosi saya juga labil. AAT Mengajarkan Saya untuk Peduli Sampai akhirnya, saya mendapat rekomendasi beasiswa dari prodi. Dan ternyata beasiswa itu adalah Beasiswa Anak-Anak Terang (AAT). Awalnya saya ingin mundur dari beasiswa ini, karena untuk mengajukan saja, sangat

Amarah Jadi Amanah Read More »

Rekoleksi AAT 2014 : Good Attitude, Great Altitude

Misi Anak Anak Terang (Yayasan AAT Indonesia) disamping memberikan pelayanan beasiswa pendidikan formal bagi anak-anak asuh, adalah mendampingi anak-anak asuh dengan perhatian dan kasih sayang sehingga anak-anak asuh dapat menyelesaikan pendidikan formal dengan baik. Dalam kenyataannya, misi pendampingan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelayanan beasiswa ternyata kurang mendapatkan perhatian dari kita semua, sehingga timbul begitu banyak persoalan-persoalan yang mengganggu proses belajar anak asuh yang akhirnya memberikan hasil belajar yang kurang baik. Program pendampingan dijalankan oleh AAT bertujuan untuk memotivasi anak asuh agar menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter yang kuat dan memiliki kompetensi yang baik, sehingga mampu untuk terus meningkatkan prestasinya. Pengembangan karakter dan kompetensi bagi para penerima beasiswa AAT beserta relawan Pendamping Komunitas (PK) menjadi fokus utama dalam program ini agar mereka mampu menjadi future leaders yang dapat membawa Bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Alumni dari program ini terus berkembang bersama AAT hingga sekarang. Mereka meniti karir di perusahaan-perusahaan ternama, sembari menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menjadi donatur bagi adik-adik asuh di AAT. Pay it Forward! * * * Sehubungan dengan pentingnya pendampingan ini bagi keberhasilan belajar anak asuh tingkat perguruan tinggi, maka AAT menyelenggarakan Rekoleksi dengan tema “Good Attitude, Great Altitude” bagi Relawan dan Pendamping Komunitas (PK) AAT pada tanggal 12-13 April 2014 di Wisma Duta Wacana, Kaliurang, Yogyakarta. Tujuan akhir dari rekoleksi ini adalah membina dan mengembangkan kepribadian yang unggul dan mandiri untuk seluruh Relawan dan Pendamping Komunitas (PK) AAT. Para peserta Rekoleksi adalah penerima beasiswa AAT tingkat perguruan tinggi dan para relawan mahasiswa yang dalam sehari-hari bertugas sebagai staff administrasi AAT dan Pendamping Komunitas (PK). Mereka mengelola 6 Sekretariat Beasiswa AAT, 1.126 donatur, dan 2.672 anak asuh di seluruh Indonesia! Rekoleksi diikuti oleh sekitar 150 orang. Mereka berasal dari Sekretariat AAT di Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Madiun, Malang dan Pontianak. Biaya yang dikeluarkan untuk sebuah acara seperti ini sungguh tidak kecil. Oleh karena itu, kami mohon kepada para Sahabat AAT untuk berkenan memberikan donasi untuk penyelenggaraan Rekoleksi ini.   REKENING BANK Donasi penyelenggaraan REKOLEKSI 2014 ditransfer ke rekening :   BCA KCP Kusumanegara – Yogyakarta a.n. Mariani a/c. 846 500 8004 Untuk identifikasi, harap tambahkan angka 252 ke dalam nominal transfer saat melakukan penyetoran dana. Contoh : Jumlah donasi yang akan dikirim: Rp. 100.000,- Maka jumlah transfer: Rp 100.000 + 252 = Rp 100.252,- Berita : “REKOLEKSI” Kirimkan konfirmasi melalui email ke: beasiswa@anakanakterang.web.id   DOWNLOAD PROPOSAL Unduh proposal (.PDF) Rekoleksi AAT 2014 di http://goo.gl/2Kw2Em   KONTAK PANITIA   IKKA MARISSA ROBERTA KETUA PANITIA Mobile : 0813 2661 2838 Email : ikka.marissa@gmail.com FB : Ikka Marissa PIN BB : 2645c675   ALOYSIUS HANDY WIBOWO SIE. USAHA DANA Mobile : 0898 556 7699 Email : h4ndy_4ever@yahoo.com FB : Aloysius Handy PIN BB : 24effce9   [qrcode content=”https://aat.or.id/rekoleksi-aat-2014-good-attitude-great-altitude” size=”175″]  

Rekoleksi AAT 2014 : Good Attitude, Great Altitude Read More »

Penandatanganan MoU AAT dan AKIN

“Anak Asuh Perguruan Tinggi adalah bagian integral dari AAT. Keberadaannya di AAT bukan sekedar untuk mendapatkan dana atau bantuan uang kuliah dan yang lainnya. Dengan penuh semangat, mereka mengambil bagian dalam pelayanan AAT, terutama dalam bidang administrasi. Di masa depan, mereka diharapkan menjadi penerus karya AAT. Oleh karena itu, kiranya tidak berlebihan kalau anak-anak asuh yang saat ini berada di Perguruan Tinggi merupakan masa kini dan masa depan AAT “(Rm. Ag. Agus Widodo, Pr.) Dalam pelayanan Beasiswa AAT, para penerima beasiswa AAT tingkat perguruan tinggi adalah ujung tombak pelayanan. Bersama dengan para relawan mahasiswa lainnya, mereka bertugas sebagai Staff Administrasi Beasiswa AAT dan menjadi Pendamping Komunitas (PK) bagi 132 sekolah/komunitas. Mereka mengelola 6 Sekretariat Beasiswa AAT, 1.126 donatur, dan 2.672 anak asuh di seluruh Indonesia. Mereka berada di Sekretariat AAT di Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Madiun, Malang dan Pontianak Program Beasiswa Anak-Anak Terang tingkat Perguruan Tinggi ini dijalankan oleh AAT sejak tahun akademik 2011/2012, bertujuan untuk memotivasi anak asuh agar menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter yang kuat dan memiliki kompetensi yang baik, sehingga mampu untuk terus meningkatkan prestasinya. Program Beasiswa Anak-Anak Terang tingkat Perguruan Tinggi telah meluluskan 4 orang. Alumni dari program ini terus berkembang bersama AAT hingga sekarang. Mereka meniti karir di perusahaan-perusahaan ternama dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menjadi donatur bagi adik-adik asuh di AAT. Tahun Ajaran 2013/2014, AAT memiliki anak asuh Perguruan Tinggi sejumlah 36 orang yang tersebar di 7 Perguruan Tinggi di Yogyakarta, Semarang, Madiun dan Purwokerto. Alokasi dana beasiswa untuk Perguruan Tinggi pada tahun ini hanya sebesar Rp 233.290.000 atau sebesar 13,91%. Jumlah yang masih sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan Staff Administrasi untuk melayani ribuan donatur dan anak asuh. Untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak mampu namun memiliki kemampuan akademis yang baik untuk mengenyam pendidikan tinggi, AAT menjalin kerjasama dengan AKADEMI KIMIA INDUSTRI (AKIN) SANTO PAULUS SEMARANG. Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Hadi Santono (Ketua Yayasan AAT Indonesia) dan Herman Yoseph Sriyana, S.Pd., MT. (Direktur AKIN Santo Paulus Semarang) disaksikan oleh Christianus Widya Utomo (Sekretaris Yayasan AAT Indonesia) dan Drs. T.A. Bambang Irawan, MT. (Pembantu Direktur AKIN Santo Paulus Semarang). Pada kesempatan itu juga Romo A.G Luhur Prihadi, Pr. sebagai Pastor Kepala Paroki Katedral dan Vikaris Episkopalis Semarang berkenan memberikan kata sambutan pada acara tersebut.   Secara umum, isi MoU AAT dengan AKIN Santo Paulus adalah mengenai kerjasama pemberian beasiswa kepada mahasiswa AKIN Santo Paulus dan kerjasama pengelolaan Sekretariat Beasiswa AAT Semarang yang beralamat di SMK Kimia Industri Theresiana, Jalan Pleburan No. 12 Semarang. Sri Sutanti, salah satu Dosen AKIN Santo Paulus Semarang berpendapat, “MoU AAT dengan AKIN Santo Paulus merupakan kerjasama yang baik. Siswa jadi punya kesempatan yang sama untuk belajar. Harapannya ke depan, beasiswa ini bisa lanjut terus dan anak-anak bisa mempertahankan prestasinya”. Senada dengan Sri Sutanti, Br. Konrad, CSA, Ketua Yayasan Santo Paulus Semarang berpendapat, “Senang ya bisa bekerja sama dengan AAT. Kerjasama ini bisa membantu mahasiswa AKIN yang kebanyakan berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah. Selain itu MoU ini juga merupakan media promosi bagi AKIN untuk para mahasiswa baru. Ke depannya, diharapkan pelayanan AAT dan AKIN di bidang pendidikan bisa makin meningkat dan berkualitas”. Elisabeth Lies Endjang, Bendahara AAT mewakili para pengurus AAT pada kesempatan tersebut menyatakan, “Bagus sekali, kesempatan anak-anak untuk kuliah jadi banyak. Apalagi anak-anak di sini banyak yang latar belakangnya dari keluarga tidak mampu. Dari hal-hal kecil seperti ini, dengan memberi kesempatan pada anak-anak untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi, kita membantu negara untuk mengentaskan kemiskinan. Hal ini dilakukan dengan bantuan dari orang-orang yang mampu. Dengan membuat anak-anak ini mampu untuk menolong dirinya sendiri, maka di masa depan ia akan mampu untuk menolong negaranya. Selain itu anak juga diharapkan selalu bersyukur dengan mengoptimalkan (potensi) apa yang ada pada dirinya. Tuhan Maha Kuasa” Acara Penandatanganan MoU AAT dan AKIN Santo Paulus Semarang juga diisi dengan Sosialisasi Beasiswa AAT kepada beberapa Kepala Sekolah di Semarang. Aloysius Sudarno, Kepala Sekolah SMP Agustinus Semarang menyatakan, “Menurut saya bagus ya, adanya MoU ini amat sangat membantu mahasiswa kelas menengah ke bawah. Apalagi dari sekolah kami yang bisa dibilang sekolah pinggiran, untuk masuk ke perguruan tinggi akan sangat kesulitan biaya. Namun dengan masuk AKIN, anak-anak bisa lulus dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lalu sudah bisa bekerja. Harapannya kerjasama ini bisa meluas dan tidak hanya di AKIN saja”. Penandatanganan MoU juga dihadiri oleh Donatur AAT. Emilda Handayani, salah seorang donatur AAT menyampaikan, “Saya sebenarnya baru mengenal AAT ya. Menurut saya MoU antara AKIN dan AAT ini bagus karena kampus bisa lebih tahu performa mahasiswa dan pengelolaan beasiswa secara administratif juga menjadi lebih mudah dan teratur. Harapan kami bahwa dana yang terkumpul oleh AAT ini bisa digunakan dengan lebih maksimal dan tepat pada sasaran”.     Diliput oleh : Hadi Santono Ikka Marissa Roberta   [qrcode content=”https://aat.or.id/penandatanganan-mou-aat-dan-akin” size=”175″]  

Penandatanganan MoU AAT dan AKIN Read More »

Workshop Menulis Bersama Rumah Media

Workshop Amal oleh Para Penulis “Kumcer Teenlit: Bukan Cupid” dari Rumah Media Minggu pagi, 16 Februari 2014, para relawan AAT Sekretariat Semarang tampak sibuk mempersiapkan workshop kepenulisan dengan tema “Write Your Love”. Workshop tersebut diisi oleh para penulis “Kumcer Teenlit: Bukan Cupid” dari Rumah Media. Acara yang diselenggarakan di SMK Kimia Industri, Jalan Sriwijaya (Kusumanegara) No. 104 Semarang ini dihadiri oleh para relawan AAT sekretariat Semarang, beberapa relawan dari sekretariat Yogyakarta, sekretariat Madiun, pengurus AAT, dan beberapa teman-teman dari Rumah Media. Menurut jadwal, acara dimulai tepat pukul 10 pagi. Namun, karena Mbak Ulin (pembawa acara) masih ada suatu hal, akhirnya acara baru dimulai pukul 10.45. Karena waktu semakin siang, akhirnya acara dibuka oleh Pak Wiwien Wintarto. Beliau adalah penulis, narasumber, sekaligus pegiat Rumah Media. Workshop dengan tema “Write Your Love” itu diawali dengan sambutan dari Bruder Konrad, CSA dengan gayanya yang khas. Bruder juga mengisi sambutan dengan membacakan sebuah syair cinta yang manis. Sebuah nasehat yang sangat menyentuh dan membawa kasih Tuhan di acara workshop amal semacam itu. Kala itu, bruder tidak seperti biasanya. Tangan beliau gemetaran saat menyenandungkan syair cinta tersebut. Selesai sambutan Bruder Konrad, CSA, dilanjutkan sedikit sambutan dari Pak Wiwien. “Rumah Media adalah bimbel menulis, wadah bagi siapa saja yang ingin belajar sama-sama tentang menulis karya sastra,” kata Mas Wien memulai sambutan. Rumah Media tidak hanya tempat belajar menulis, tetapi juga tempat memperdalam ketrampilan jurnalistik dan tempat untuk belajar broadcasting. Tak lama kemudian, Mbak Ulin datang. Intermezzo Mas Wien Wintarto dilanjutkan dengan perkenalkan para pengarang “Kumcer Teenlit: Bukan Cupid”. Kumcer tersebut ditulis oleh 14 pengarang. Beliau menjelaskan siapa-siapa saja pengarang didalamnya, ada Antonius Andrie, Christina Juzwar, Erlin Cahyadi, Esi Lahur, Irena Tjiunata, Janita Jaya, Lea Agustina Citra, Monica Petra, Nora Umres, Pricillia A.W, Sophie Maya, Theresa Bertha, Valleria Verawati, dan Wiwien Wintarto sendiri. Mereka adalah para penulis yang sudah melanglang buana dalam dunia tulis menulis. Penjelasan Mas Wiwien tentang Fiksionalisasi adalah materi selanjutnya. Fiksionalisasi adalah mengubah kisah nyata menjadi fiksi. Menurut penjelasan Mas Wiwien, ada 5 langkah yang dapat dilakukan untuk fiksionalisasi, yaitu : 1. Scene by Scene Yaitu membuat kisah secara runtut adegan demi adegan. 2. Rumus Hollywood Yang dimaksud Rumus Hollywood yaitu cerita yang diawali dengan perkenalan, konflik, lalu klimaks. Sama seperti Materi Bahasa Indonesia saat SMK. 3. Fluktuasi Emosi Memberi efek suasana emosional yang fluktuatif atau bahasa kerennya “labil”. Senang, tegang, sedih, dan bahagia, untuk mencampur adukkan suasana hati pembaca. 4. Efek Dramatik Menambahkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada agar cerita tersebut memberi kesan dramatis. Menambahkan hal-hal “alay” dapat dilakukan. Sesuai selera dan imajinasi masing-masing. 5. Tokoh Fiktif Mengembangkan adegan dan menambah tokoh-tokoh yang sebenarnya tidak ada. Menurut Pak Wiwien lagi, setelah kita dapat mengarang cerita, setidaknya dapat menghasilkan sebuah cerpen, kita dapat mencoba membuat novel. Ada beberapa tips bagaimana sebuah novel saat masuk penerbit dapat memiliki peluang yang besar untuk lolos seleksi. Beberapa tips yang diberikan yaitu: 1. Enam Halaman Pertama Saat teks novel kita masuk pada bagian editor, pertanyannya, “Apakah mereka membaca seluruh bagian novel yang kita kirim?” tentu saja jawabannya “tidak”, 6 halaman pertamalah yang mereka baca. Oleh karena itu, enam halaman pertama harus dikemas semenarik mungkin. 2. Adegan Pertama Unik Memberi kesan dini pada pembaca atas karya tulis sangat berguna untuk menarik perhatian pembaca dalam membaca karya anda. 3. Langsung Action/Dialog (bukan eksposisi maupun deskripsi) Deskripsi adalah penggambaran dan eksposisi adalah penjelasan suatu hal secara terperinci. Karya yang seperti itu membuat cerita terlihat berbelit-belit. Tentu saja penjelasan hal-hal di atas juga diselingi oleh joke-joke ala Mas Wien Wintarto agar materi tidak membosankan. Dan acara selanjutnya adalah makan siang selama setengah jam. Seusai makan siang, acara diambil alih oleh Mas Aulia A. Muhammad. Pembawa acara “Ruang Cinta” di salah satu acara televisi lokal di Semarang. Sama seperti Mas Wien, beliau juga penutur bahasa yang sangat baik dan selalu ada guyonan di sela-sela pemaparan materi. Mas Aulia ini juga sudah dua kali datang di acara AAT, seperti mas Wien.   Mas Aulia menjelaskan tentang kreativitas. Yaitu suatu kemampuan untuk berimajinasi dan menghasilkan ide-ide baru dengan mengombinasikan, mengubah, atau menerapkan sesuatu yang sudah ada dengan cara yang belum ada sebelumnya. “Tanpa kreativitas, suatu karya tidak akan memiliki jiwa dan terlihat mainstream,” jelasnya. Dalam kreativitas ini yang terpenting adalah jeli melihat peluang dan memanfaatkannya. Dalam kondisi apapun, peluang selalu ada. Kesempatan yang hanya datang sekali dan sangat rugi apabila kita hanya duduk terdiam tidak berbuat apapun. Mas Aul menunjukkan kemampuan kita pada setiap peluang, entah itu menulis, menjadi pembawa acara, dan sebagainya. Ini penting. Mas Aul juga menjelaskan tentang Bejana Kreativitas, Tembok Kreativitas, dan Sembilan Pil Perangsang. Yang dibahas satu persatu. Yang pertama ada Bejana kreativitas, yang terdiri dari empat hal. 1. Motivasi Personal Yang dimaksud di sini adalah keberanian sesorang untuk menantang diri dan menjawab tantangan tersebut untuk kemajuan hidupnya. 2. Lingkungan Lingkungan sebagai pembentuk kepribadian. Saat kita hidup di lingkungan yang penuh kreativitas, kita akan berkembang didalamnya. Begitupun sebaliknya. 3. Keahlian dan Keterbukaan Ahli didapatkan dari berlatih. Dan keterbukaan dilakukan dalam menerima kritik orang lain atas bentuk karya. Hal itu akan membuat jiwa kreatif terbentuk. 4. Proses Kegagalan dan keberhasilan adalah hasil akhir. Yang ditekankan di sini adalah bagaimana cara kita dalam mencapai hal itu. Dengan berlatih, mencoba hal-hal baru, dan tentu saja berusaha semaksimal mungkin. Materi kedua adalah Tembok Kreativitas. Apa saja itu? 1. Menyangkal Masalah Saat kita memiliki masalah, kita akan cenderung bersikap “saya baik-baik saja” dihadapan orang lain. Padahal kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Setiap masalah haruslah dihadapi. Berani menerima kekurangan adalah kuncinya. 2. Merasa Tak Mungkin/Bukan Aku Ketika kita melihat suatu peluang atau ditantang oleh suatu hal, banyak dari kita yang hanya diam karena kita merasa bahwa “ini bukan saya”. Karena apa? Tidak adanya kepercayaan diri sendiri bahwa kita dapat menerima tantangan itu. Saat kita mau berusaha untuk berkata “saya bisa melakukannya” dan mewujudkannya dalam aksi. Itulah memang yang seharusnya kita lakukan. 3. Ingin Terlihat Dewasa, Canggih, Tak Usil Kebanyakan orang ingin terlihat dewasa dan bersikap hati-hati di depan umum. Dunia anak misalnya, penuh kreativitas karena apa? Keluguan dan tak ada kata malu dalam kamus mereka. Mereka

Workshop Menulis Bersama Rumah Media Read More »

Nothing is Impossible

“Don’t ever let someone tell you that you can’t do something. Not, even me your father. You got a dream, you gotta protect it. When people can’t do something themselves, they’re gonna tell you that you can’t do it. You want something, GO, GET IT, PERIOD!!  (Will Smith, The Pursuit of Happiness). Pesan Will Smith untuk anaknya dalam film itu tidak jauh berbeda dengan pesan bapak saya sebelum meninggal. Bedanya hanya versi bahasanya saja. Kata-kata itulah yang selalu membuat saya semangat untuk meraih cita-cita dan percaya bahwa segala sesuatu itu mungkin dan pasti akan indah pada waktunya. * * * Nama saya Novhy, lengkapnya Marsellina Novhy Bria, mahasiswa jurusan Sastra Inggris semester 6, UNIKA Widya Mandala Madiun. Saya anak ke 3 dari 4 bersaudara. Lahir tanggal 11 November 1990 dan menghabiskan masa kecil di Baun, sebuah desa yang berjarak 20 km dari kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bapak dan mama, panggilan saya untuk orang tua saya, bekerja sebagai petani. Tetapi, cita-cita mereka untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi membuat kami selalu bersemangat untuk memberi yang terbaik. Untuk mereka, orang tua kami, melalui prestasi kami di sekolah. Semuanya berjalan dengan lancar dan baik-baik saja sampai kelas 3 SMP. Hingga menjelang UAN, bapak yang merupakan tulang punggung keluarga dan juga motivator saya meninggal dunia karena sakit. Saya merasa jauh dari cita-cita dan berpikir bahwa kuliah itu hanyalah sebuah mimpi yang tidak akan pernah bisa diraih. Tapi saya bersyukur karena mempunyai mama dan kakak yang luar biasa yang selalu membuat saya bersemangat dan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk mencapai cita-cita yang saya inginkan. Setelah bapak meninggal, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 2 Kupang yang merupakan salah satu sekolah favorit saat itu. Masa SMA inilah masa di mana saya belajar menjadi pribadi yang lebih tekun, kuat, dan sabar dalam menghadapi apapun. Tahun 2008, setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk ke Surabaya. Niat ke Surabaya bukan untuk kuliah tapi bekerja, karena yang ada dalam pikiran saya, “Saya tidak mungkin bisa kuliah, terlalu mahal.” Sejak tahun 2008-2011, saya memilih tinggal dan bekerja di Madiun, karena kota ini lebih nyaman dan tidak rumit. Selama bekerja inilah, sedikit demi sedikit, saya mengumpulkan uang untuk kuliah. Hingga akhirnya tahun 2011, nama saya pun tercatat sebagai mahasiswa Sastra Inggris di UNIKA Widya Mandala Madiun. Bangga, bahagia, dan tidak percaya karena untuk mendapat status mahasiswa, jalan yang saya lewati sangat sulit. Saya semakin percaya bahwa semua mungkin terjadi. Nothing is impossible. Awal kuliah, semua urusan administrasi masih lancar-lancar saja. Tetapi, memasuki semester ke 2, semuanya terasa lebih sulit. Karena tidak ingin menjadi beban kakak yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, saya pun mencoba untuk mencari beasiswa. Semester 3, saya mendapat beasiswa prestasi. Tetapi hanya untuk satu semester saja. Saat itu juga saya memutuskan untuk bekerja menjadi guru les privat anak SD dan SMP. Dan juga sebagai asisten pengajar di KUMON, salah satu tempat kursus Bahasa Inggris di Madiun. Awal Perkenalan dengan AAT Akhir semester 4 sebelum liburan akhir semester, kami calon anak asuh yang dipilih prodi di hubungi untuk mengikuti pengenalan beasiswa Anak-Anak Terang (AAT) oleh Bapak Bernardus Widodo, Wakil Rektor 3. Setelah itu, kami diminta untuk melengkapi semua persyaratan dan mengikuti seleksi wawancara bersama bruder-bruder CSA. Saat itu, saya diwawancara oleh Bruder Aleks, CSA. Banyak pertanyaan dan motivasi yang diberikan oleh Bruder dan beliau berpesan, “Nov, banyak doa ya. Ingat pulang Novena. Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan. Siapa tahu kamu juga terpilih dapat beasiswa ini.” Saya pun mengikuti pesan Bruder dan doa saya terkabul, karena saya salah satu dari 10 penerima beasiswa Anak-Anak Terang. Bersyukur dan bersyukur. Berkat Tuhan memang luar biasa. Akhirnya, saya benar-benar bisa membuat mama dan kakak tersenyum. Anak-Anak Terang   Setelah menjadi Anak Asuh AAT, secara otomatis kami pun menjadi staff administrasi atau Pendamping Komunitas (PK) untuk sekolah-sekolah sekaresidenan Madiun yang bekerja sama dengan Yayasan AAT Indonesia. Banyak hal luar biasa yang saya dapat selama bergabung dalam AAT ini. Dari perjalanan survei dan wawancara bersama calon anak asuh, sampai pengalaman mengurus pengiriman tanda bukti penerimaan beasiswa AAT, kwitansi, dan pengiriman raport anak asuh AAT. Satu hal yang pasti, saya menjadi orang yang sangat bersyukur. Karena bisa dibilang kesulitan hidup yang saya alami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan adik-adik yang saya wawancara. Saya belajar banyak hal dari mereka. Semangat untuk belajar, kuat dalam menghadapi tantangan, selalu tersenyum, dan selalu berpikir positif. Saat ini, walaupun harus membagi waktu antara kuliah, kerja, kegiatan kampus dan AAT, tapi saya berjanji untuk selalu memberikan yang terbaik untuk AAT. Cerita ini saya persembahkan untuk donatur yang telah membantu saya membiayai kuliah. Siapapun beliau, saya percaya Tuhan ada dalam dirinya. Suatu saat nanti, saya pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang beliau lakukan saat ini. Untuk AAT dan untuk adik-adik asuh nantinya. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Begitu pun dengan apa yang saya cita-citakan untuk AAT. Terima kasih AAT. Terima kasih Pak Hadi Santono, Pak Christ Widya, Br. Konrad, CSA, Br. Aleks, CSA, Br. Yakobus, CSA, Om Adhi, dan orang-orang baik lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Salah satu anugerah Tuhan yang terindah dalam hidup saya adalah menjadi anggota keluarga besar Anak-Anak Terang.   Marsellina Novhy Bria Staff Admin AAT Madiun. * Marsellina Novhy Bria adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staff Admin AAT Madiun. Merupakan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, UNIKA Widya Mandala Madiun, angkatan 2011.   [qrcode content=”https://aat.or.id/nothing-is-impossible” size=”175″]  

Nothing is Impossible Read More »

Pohon Kesabaran yang Berbuah Manis    

“Pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya” Menjadi Mahasiswa Menjadi seorang mahasiswa memang sudah menjadi impian saya sejak dulu. Awalnya saya memang ingin melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri, tentunya itu hanya ada di luar kota Madiun. Namun keinginan saya untuk melanjutkan kuliah di luar kota tidak dikabulkan oleh kedua orang tua saya, karena semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya yang dikeluarkan tidak hanya untuk kuliah, tapi juga biaya hidup di sana nantinya. Mengingat bapak saya yang hanya seorang sopir di sebuah instansi pemerintah dengan penghasilan pas-pasan dan ibu saya tidak bekerja. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Bersyukur saya bisa melanjutkan kuliah. Bulan September 2011 perkuliahan dimulai. Awalnya menyenangkan, karena impian saya untuk kuliah tercapai. Saya merasakan menjadi seorang mahasiswa dan merasakan diajar oleh dosen. Namanya bukan lagi mata pelajaran, tapi sudah menjadi mata kuliah. Merasakan mengikuti proses belajar mengajar dengan menggunakan pakaian bebas di kelas, dengan setumpuk tugas, dan berbagai kegiatan yang ada di kampus. Ya, sangat identik dengan seorang mahasiswa. Memang berbeda sekali ketika masih di bangku sekolah. Ketika tugas mulai menumpuk, saya harus sering berkunjung ke warnet dan mengeluarkan uang lebih. Harus merepotkan sahabat serta teman-teman untuk pinjam laptop, karena waktu itu saya belum punya laptop. Semuanya demi tugas kuliah yang harus saya selesaikan. Saya Gagal dan Mencoba Lagi Satu semester terlampaui. Terbersit keinginan untuk nyambi kerja. Tapi keinginan itu hanya sebatas keinginan saja, masih belum mantap di hati saya. Di semester dua, saya mulai melihat kebingungan orang tua saya, ketika tiba waktunya untuk membayar angsuran biaya kuliah. Hal ini dikarenakan berkurangnya penghasilan sampingan bapak (carteran mobil). Selama ini, penghasilan dari carter mobil itu yang membantu keuangan keluarga kami. Akhirnya saya berusaha mencari informasi beasiswa-beasiswa yang ada di kampus. Pertengahan semester dua saya mencoba mengajukan beasiswa di kampus. Tetapi saya gagal mendapatkannya. Padahal harapan dan keyakinan saya sudah setinggi langit. Apa boleh buat, belum rejeki saya. Kemudian tak lama setelah itu ada kesempatan beasiswa lagi dan saya mencobanya lagi. Karena beasiswa ini memang sangat menggiurkan buat kami para mahasiswa. Tapi lagi-lagi saya gagal mendapatkannya. Kecewa iya, sedih iya, tapi Alhamdulillah saya masih diberi kekuatan untuk bersabar dan terus mau berusaha lagi untuk mencoba keberuntungan yang lain. Ketika menginjak semester tiga, keinginan saya untuk nyambi kerja sangat besar. Bahkan saya ingin pindah kelas malam supaya bisa bekerja penuh. Karena memang keuangan keluarga kami terus menurun dan selalu ada kekhawatiran dalam diri saya saat waktunya membayar cicilan uang kuliah. Takut-takut kalau tidak bisa membayar, tidak bisa ikut ujian, dan akhirnya berhenti kuliah. Harapannya, jika saya nyambi, saya dapat membantu meringankan beban bapak meskipun hanya sedikit. Akhirnya, saya mulai mencari informasi lowongan pekerjaan. Beberapa kali saya memasukkan lamaran, tetapi tak satu pun yang diterima. Meskipun kecewa, tapi saya masih bersabar dan terus mencari informasi. Ternyata, Tuhan telah mempersiapkan pekerjaan untuk saya di tempat lain. Mulai April 2013, saya mulai bekerja di salah satu bimbingan belajar. Saya pun masih bisa kuliah tanpa harus berpindah kelas malam. Alhamdulillah penghasilan part time job ini dapat membantu kebutuhan pribadi saya. Lagi-lagi Gagal Kesempatan beasiswa yang ketiga kalinya muncul saat saya berada di semester 4. Dan saya mencoba keberuntungan lagi, berharap kali ini bisa saya dapatkan. Tetapi sepertinya keberuntungan belum berpihak kepada saya, lagi-lagi saya gagal. Pengumuman beasiswa itu memang seperti halilintar di siang bolong yang menggoyahkan pikiran, hati, dan semangat saya. Beberapa hari saya sempat down karena saat itu bapak saya mulai pensiun dan otomatis keuangan kami akan semakin menurun. Bingung bercampur kecewa, karena tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tetapi, untungnya Tuhan memberikan kekuatan pada saya melalui sahabat-sahabat saya yang tidak hentinya terus memberi semangat. Akhirnya kepercayaan saya tumbuh lagi. Pohon Kesabaran Selalu Berbuah Manis Tak lama kemudian, saya seperti kejatuhan durian runtuh, mendapatkan rejeki yang bisa digunakan untuk membeli laptop. Saya mendapatkan tugas dari kampus untuk menjadi LO (Liaison Officer) di acara PORPROV Jatim yang diselenggarakan di kota Madiun. Di sana saya bertugas selama kurang lebih 2 minggu dan mendapatkan gaji yang lumayan. Ya, pohon dari kesabaran selama dua tahun akhirnya berbuah juga. Akhirnya saya bisa membeli laptop. Tidak lama dari itu, saya mendapatkan informasi dari Pak Bernardus Widodo, Wakil Rektor III di kampus saya, bahwa akan ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ANAK-ANAK TERANG dari Yayasan AAT Indonesia atau biasa disebut dengan AAT. Saat itulah saya mulai mengenal AAT. Informasi itu membuat saya semakin bersemangat lagi dan dengan sesegera mungkin saya melengkapi berkas-berkas persyaratan. Kemudian langkah selanjutnya saya harus diwawancarai. Saat itu, saya di wawancarai oleh Bruder Yakobus, CSA. Deg-degan di hati bercampur dengan dingin yang luar biasa, was-was menunggu giliran wawancara. Setelah masuk ruangan, saya mendapatkan berbagai pertanyaan. Saat menjawab pertanyaan dari Bruder, suasana mulai mencair, dan saya mulai merasa nyaman diwawancarai. Rasanya seperti ngobrol dengan teman sendiri. Beberapa hari kemudian, tanggal 23 Agustus 2013, saya harus wawancara kembali dengan pengurus AAT. Itu adalah persyaratan terakhir yang harus saya penuhi. Ternyata setelah mereka datang, langsung diumumkan siapa yang lolos beasiswa ini dan menjadi anak asuh AAT. Berdebar sekali rasanya, seperti jantung mau copot. Dari 30an peserta, yang lolos hanya 10 mahasiswa. Satu persatu nama yang lolos disebutkan. Dalam batin saya, “Kok nama saya nggak disebut-sebut ya.” Saya tambah nervous saat urutan nama ke-7 belum juga disebut. Sempat berpikir negatif, menghela nafas, dan terus menunggu sampai selesai. Dan ternyata nama saya disebut yang terakhir kalinya, urutan ke-10. Lega seketika, hilang rasa cemas, kecewa, yang ada hanya rasa syukur dan gembira. Dan lagi-lagi, pohon kesabaran yang saya tanam berbuah manis. Raut kegembiraan terpancar jelas dari orang tua dan keluarga saya, penantian selama dua tahun. Terima Kasih AAT   Memang pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Di mana September 2013, awal bapak saya harus pensiun dan saat itu juga saya mulai mendapatkan beasiswa dari AAT. Alhamdulillah beasiswa yang diberikan AAT sangat membantu meringankan beban keluarga saya, sehingga saya masih bisa melanjutkan kuliah sampai sekarang ini. Memang semuanya sudah dipersiapkan oleh-Nya. Kesabaran, kerja keras, dan pantang menyerah memang menjadi kunci dari semua impian yang ingin kita wujudkan. Tidak ada yang gratis di dunia ini, semua harus

Pohon Kesabaran yang Berbuah Manis     Read More »

mengapa konten dalam mahjong pgsoft bisa cepat menarik perhatian media sosial pengalaman mahjong pgsoft detail simbol layar mengulas mahjong ways proses penarikan transaksi terpercaya jejak pgsoft dalam mahjong menelusuri dunia digital perubahan mahjong dari tradisi menuju era digital dengan inovasi pgsoft pria ini mengaku mendapat kemenangan besar dari game online apa yang sebenarnya terjadi di balik ceritanya judi online sering disebut jalan cepat mendapat uang kenapa anggapan ini bisa menyesatkan cerita menang besar viral di media sosial mengapa konten seperti ini cepat menarik perhatian syariah melarang praktik judi mengapa narasi uang instan tetap banyak beredar di internet seorang pemain mengaku modal kecil berubah menjadi jutaan kenapa cerita seperti ini perlu dibaca dengan hati hati mengapa banyak orang tertarik pada janji uang cepat dari game online meski risikonya tinggi dari hiburan menjadi perbincangan kenapa game online bertema jackpot mudah viral kemenangan besar sering dipamerkan tetapi kerugian jarang dibicarakan ini dampaknya pada persepsi pengguna uang instan menjadi daya tarik di tengah tekanan ekonomi mengapa narasi ini semakin mudah menyebar seorang pengguna mengaku berhenti setelah mengalami kerugian ceritanya menunjukkan sisi lain judi online pertumbuhan pengguna teknologi digital dorong ekosistem game online perubahan kebiasaan bermain memudahkan akses game online teknologi digital meningkatkan interaksi sosial dan grafis permainan online pahami syariat islam penggunaan modal pendapatan judi online bisnis penggunaan uang pinjaman online untuk permainan berbasis internet penyebab utang masih jadi beban memahami batasan ekonomi syariah transaksi game digital ulama menegaskan kewaspadaan risiko mengais rezeki permainan online efek visual dalam menang mahjong dikaji dampak waktu desain ubin emas mahjong pg soft psikologis menguji menikmati volatilitas tinggi mahjong ways dengan keterampilan mengatur tempo membahas mekanisme mahjong ways 2 alasan gacor menggali analisis matematika deviasi standar mahjong ways analisis fenomena pamer kemenangan komunitas mahjong ways jejak panjang pgsoft dalam mahjong jarang dibahas perubahan dunia mahjong pgsoft fenomena baru menarik benarkah janda anak satu mampu mengubah modal rp20 ribu lewat mahjong ways menelusuri asal usul dan keunikan mahjong jam terbaik bermain mahjong ways 2 mengoptimalkan strategi tempo lama mahjong ways fenomena gamifikasi stres hiburan visual taruhan mikro the crypt nolimit city modal terbatas hasil besar ramai diperbincangkan transformasi mahjong ways smartphone dompet digital kebiasaan pengguna modern idol kpop bermain mahjong saat jeda konser pola jadi perbincangan fans mahjong ways 2 pola scatter mekanisme jackpot dan perubahan permainan mahjong online platform interaktif pengalaman digital menjadi sorotan pengguna modern rtp mahjong wins volatilitas tinggi pengelolaan modal dan pergerakan permainan analisis beban server mahjong ways 2 stabilitas infrastruktur cloud digital mahjong ways putaran sore perubahan fitur ritme permainan semakin variatif state management real time mahjong wins sistem mengelola perubahan data permainan scatter hitam mahjong ways mekanisme permainan dan batas prediksi pasti mahjong ways 2 tetap menarik di era game mobile apa yang membuat mekanismenya bertahan rtp naik turun dalam sesi pendek bukan berarti ada pola begini cara membacanya wild bandito membuat runtuhan simbol terasa aktif apa yang sebenarnya terjadi di setiap rangkaian lucky neko dan simbol keberuntungan jepang kenapa identitas visualnya begitu mudah dikenali scatter hitam mahjong wins 3 menarik perhatian tetapi tidak menentukan putaran berikutnya game pg soft booming mahjong ways 1 dan 2 banyak dibicarakan warga lampung heboh super scatter hitam mahjong wins sorotan mahjong wins curi perhatian fakta dibalik versi digital aksi penembak jitu berburu hadiah emas wild bounty program gacor bagi bagi scatter mahjong online mahjong online viral jakarta versi digital bikin ketagihan starlight princess x1000 pragmatic play bikin penasaran mahjong wins 3 scatter hitam sorotan pemuda lampung membedah fitur bonus black scatter dalam permainan fitur unggulan gates of olympus 1000 sering muncul linimasa maraknya tren mahjong online mendorong pergeseran budaya bermain kisah mahjong wins 3 pik pemuda bermodal 10 ribu hasil 3 juta scatter hitam muncul beruntun bikin pemain mahjong kaget pilihan seru mahjong dalam satu platform andalanmu fakta unik dibalik mitos gampang menang starlight princess rahasia besar dibalik kedahsyatan mahjong wins 2 pragmatic pg soft mahjong ways 2 booming lagi player bandung mahjong wins 3 viral pemuda bangka dapat scatter hitam fitur mahjong ways 2 yang lagi ramai dibahas bikin penasaran pragmatic bikin geger jakarta deretan mahjong wins perbincangan Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Mahjong Ways 2 Kenapa Multiplier Bisa Tiba Tiba Naik Setelah Beberapa Spin Biasa Sweet Bonanza Free Spin Belum Muncul Setelah Banyak Putaran Apa Artinya Starlight Princess Kenapa Free Spin Terasa Jarang Muncul pada Beberapa Sesi Permainan Baccarat Pola Player Banker Terlihat Jelas tetapi Apakah Benar Bisa Diprediksi Baccarat RTP Tinggi Tidak Berarti Selalu Menang Ini Cara Membaca Angkanya slot thailand Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 rajacabe88 War138 rajacabe88 ratuperi79 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 rajacabe88 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 rajacabe88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki rajacabe88 cakar76 cakar76 kincir88 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 rajacabe88 abc1131 ABC1131 x SLOT THAILAND https://ampawsbetx.store/ AWSBET STC76 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ https://abc1131-daftar.mssg.me/ https://pttun-palembang.go.id/ slot thailand hebitop Seputar Medan Liputan Sumut Liputan Aceh Liputan Padang Liputan Semarang Kabar Solo Liputan Bandung Lumajang News Liputan Surabaya Seputar Malang Berita Kendal Harian Nusantara Seputar Bali Harian Jateng Kabar Jatim Warta Sumut Seputar Jakarta Liputan Riau Bisnis Medan Kabar Sumatera Portal Berita Tegal Portal Berita Purbalingga Seputar Harian Palembang Berita Pontianak Terkini Berita Batam Hari Ini Kabar Yogyakarta Harian Banten Harian Cirebon Situs Berita Banyuwangi Kabar Samarinda Terkini Kabar Ponorogo Terkini Portal Berita Singkawang Kabar Makassar Harian Manado Berita Palu Liputan Gorontalo Kabar Wonosobo Hari Ini Harian Seputar Bali Situs Berita Papua Website Resep Makanan Situs Resep Makanan Website Style Modern Berita Terkini Viral Berita Seputar Gadget Dan Teknologi Situs Berita Otomotif Website Berita Ide Masakan Portal Babel Hari Ini Situs Berita Berau game online yang inklusif ABC1131 Situs Berita Balikpapan Terkini slot gacor qris alasan mahjong ways tetap ramai dibicarakan black scatter mahjong wins 3 beragam tempo daya tarik mahjong ways di era mobile fluktuasi rtp riwayat putaran gambaran lebih jernih hubungan scatter susunan simbol ritme mahjong ways karakter tumble scatter tempo permainan wild bandito mekanisme acak game digital mahjong gates olympus membaca rtp sesi singkat data jangka panjang multiplier tumble beruntun gates of olympus scatter hitam catatan putaran mahjong wins 3 fenomena black scatter indikator roulette baccarat hit frequency starlight princess pergerakan rtp pragmatic lucky neko pola putaran pg soft roulette mahjong rtp menengah pola putaran historis mahjong ways jajan investasi perspektif komunitas mahjong wins baccarat perubahan saldo dana pembagian proporsi pg soft pragmatic play struktur putaran starlight princess pergerakan rtp wild bandito tumbling ai rtp pg soft wild multiplier mahjong wins pergerakan rtp tren pilihan komunitas 2026 di mahjong ways 2 pgsoft hp pas pasan tetap nyaman menjelajah mahjong ways 2 pgsoft 2 sering kena rungkad di gates of olympus pragmatic coba ini gates of olympus pragmatic kapan waktu tepat berhenti 2 wild west gold pragmatic makin ramai di tren slot 2026 jejak digital mengubah cara mahjong keteguhan karakter lama bertemu sentuhan mahjong ways mengolah kesederhanaan menjadi mahjong ways tampil lebih memikat mahjong wins menyusuri perubahan zaman mahjong wins tampil berbeda era perubahan zaman membawa mahjong segar pesona sederhana mahjong ways justru sentuhan minimalis membuat karakter mahjong tampilan ringkas membuat mahjong ways Mahjong Ways 2 Fakta Menarik Tentang Scatter Wild dan Multiplier yang Perlu Diketahui Starlight Princess Mengenal Momen Free Spin dan Multiplier yang Bisa Mengubah Jalannya Permainan Gates of Olympus Cara Kerja Multiplier Zeus dan Kenapa Fitur Ini Banyak Dibicarakan Mahjong Ways 2 Momen Scatter dan Perubahan Ritme Spin yang Sering Menarik Perhatian Mahjong Ways 2 Apa yang Membuat Ritme Permainannya Terasa Berbeda di Setiap Spin black scatter jam bermain ritme mahjong ways catatan putaran wild bedakan kebetulan dugaan pola mekanisme frekuensi kemunculan black scatter permainan memahami putaran acak probabilitas mahjong ways perubahan tempo wild bandito pengalaman bermain popularitas mahjong ways tren asia mobile probabilitas mahjong ways roulette karakter permainan rtp sama variasi acak pengalaman berbeda struktur scatter wild multiplier mahjong ways dua tumble multiplier dinamika gates of olympus konsistensi putaran panjang wild multiplier mahjong ways perbedaan mahjong ways dua generasi pertama rtp tinggi durasi singkat mahjong wins rng urutan teratur putaran beruntun acak perbedaan tumble sweet bonanza starlight princess wild aktif ubah dinamika mahjong wins catatan historis saldo mahjong ways investasi filter rtp pg soft multiplier mahjong ways posisi scatter mahjong modern indikator risiko scatter hitam mahjong wins multiplier pola konsisten Fenomena Multiplier Naik Turun yang Sering Terlihat Sepele tetapi Menarik untuk Dipahami Scatter Tidak Punya Jadwal, Memahami Peluang Kemunculannya di Setiap Putaran Sebelum Memilih Player atau Banker, Ini Mekanisme Baccarat yang Perlu Dipahami Baccarat Banker dan RTP Tinggi, Begini Cara Membaca Angkanya dengan Benar Sudah Banyak Spin tetapi Scatter Belum Muncul? Begini Cara Memahami Probabilitas Putaran judi online atau investasi legal mana yang lebih aman 1 main game dapat point dana cuma 10 menit sehari begini caranya 1 pola main game penghasil gopay coin yang bikin lebih aman 1 ramai dibahas judi online tapi risikonya tak main main 1 main game dapat point ovo hasil uji coba yang aman 1 main game biasa atau game penghasil saldo dana mana cuan 1 gates olympus tumble multiplier karakter permainan zeus hit frequency mahjong wins rtp dan volatilitas karakter mahjong ways di era game mobile karakter mahjong ways mengikuti perkembangan game digital mahjong ways bertahan ditengah tren game mobile rtp mahjong wins durasi pengamatan data simbol premium mahjong ways 2 dalam kombinasi tumble beruntun sweet bonanza dinamika simbol cerah wild bandito mekanisme runtuhan nuansa wild west wild mahjong ways ubah susunan simbol dinamis Mahjong Ways 2 Makin Ramai Dibahas, Fitur Scatter dan Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 Punya Tampilan Berbeda, Begini Cara Fitur Bonus dan Scatter Bekerja Mahjong Ways 2 Scatter Hitam Sering Jadi Perhatian, Apa Sebenarnya Fungsi Simbol Ini Starlight Princess Kembali Populer, Multiplier Besar Jadi Salah Satu Fitur yang Paling Dibahas Sweet Bonanza 1000 Masih Ramai Dibicarakan, Tumble dan Multiplier Jadi Daya Tarik Utama Gates of Olympus 1000 Punya Multiplier Zeus yang Menonjol, Begini Cara Mekanismenya Bekerja Mahjong Ways 2 Terlihat Sederhana tetapi Perubahan Simbol Bisa Membuat Setiap Spin Terasa Berbeda Sweet Bonanza Scatter Lollipop Jadi Simbol yang Mudah Dikenali, Apa Perannya dalam Free Spin Starlight Princess Free Spin dan Multiplier Bisa Muncul Bersamaan, Kenapa Hasilnya Tetap Berbeda Mahjong Wins Makin Dikenal karena Tema Klasik dan Fitur Modern, Ini yang Membuatnya Berbeda Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Cascading Mengubah Susunan Simbol Setiap Putaran Frekuensi Scatter Mahjong Ways Tidak Selalu Mencerminkan Peluang Sebenarnya dalam Satu Sesi Struktur Multiplier Starlight Princess Membuat Nilai Akhir Terasa Berubah Drastis Varians Membantu Menjelaskan Kenapa Hasil Sweet Bonanza 1000 Bisa Berbeda Jauh Antar Sesi Posisi Scatter di Mahjong Ways 2 Sering Menarik Perhatian tetapi Apa Informasi yang Sebenarnya Bisa Dibaca Analisis Tempo Putaran Mahjong Ways Mengungkap Kenapa Ritme Permainan Bisa Terasa Berubah Ekspektasi Matematis Membantu Menjelaskan Kenapa RTP Tinggi Tidak Menjamin Hasil Besar dalam Satu Sesi Gates of Olympus 1000 Menunjukkan Bagaimana Multiplier dan Tumble Bisa Berinteraksi dalam Satu Putaran Wild Bertumpuk di Mahjong Ways 2 Bisa Mengubah Struktur Layar tetapi Tidak Selalu Mengubah Peluang Dasar Free Spin Mendadak Aktif setelah Sesi Tenang Kenapa Perubahan Ini Terasa Sangat Signifikan evolusi mahjong modern dan perubahan persentase digital era mobile gates of olympus bawa nuansa baru dengan kemungkinan lebih luas gates of olympus era mobile dan dinamika peluang optimal memahami black scatter rng probabilitas pola acak dan keberuntungan membandingkan validitas data volatilitas rtp rng dan presisi statistik pemicu simbol premium pragmatic play beruntun di era mobile modern pendekatan rng mobile mahjong wins 3 dan persepsi keberuntungan penelitian rng gates of olympus dan rtp pragmatic play prediksi rng tren edukasi memahami potensi sesi tenang digital volatilitas wild bandito dan strategi membaca pola perubahan tempo baccarat terlihat sederhana tetapi kenapa ritme player dan banker mudah dianggap membentuk pola roulette memiliki banyak pilihan taruhan tetapi kenapa struktur meja lebih penting daripada sekadar angka mahjong ways 2 terlihat konsisten dalam durasi putaran tetapi hasilnya tetap bisa sangat berbeda membaca rtp dari satu sesi bisa menyesatkan ini perbedaan data pendek dan jangka panjang wild bounty showdown membawa tema koboi tetapi mekanisme permainannya lebih dari sekadar visual gates of olympus ritme scatter multiplier zeus dan tumble membaca mahjong wins melalui rtp kepadatan simbol dan perubahan tempo rng dan black scatter membentuk momen unik dalam mahjong ways simbol emas mendominasi layar dalam rangkaian dinamis mahjong ways 2 membaca tabel history baccarat tanpa menganggap urutan kartu pasti black scatter fluktuasi rtp permainan digital fitur mahjong ways 2 rasio ritme khas fluktuasi rtp mahjong wins 3 persentase identitas mahjong ways 2 visual mekanisme kuat mahjong ways game mobile transaksi digital populer multiplier scatter ritme dinamis wild bandito probabilitas roulette baccarat pola starlight princess scatter wild mahjong wins mekanisme snowballing berantai super scatter catatan rtp gates olympus historis timing pola mahjong rtp dinamika hasil algoritma kompresi wild scatter gates of olympus digital algoritma versus rtp pragmatic dalam pengalaman mobile friendly black scatter manajemen strategi peluang jangka panjang multiplier scatter hit rate membentuk dinamika putaran digital panduan durasi bermain berdasarkan live rtp pragmatic pemula memahami super scatter sweet bonanza secara rasional rng baccarat scatter probabilitas era digital mobile modern roulette baccarat konsisten menarik perhatian pemula era digital teknik penyesuaian pola rtp mahjong wins tiga digital upgrade pola wild bandito tanpa timing mobile digitals daya tarik mahjong ways terpancar pesona mahjong ways hadir lewat keunikan mahjong ways terlihat memikat mahjong ways semakin menarik seimbang visual mahjong ways makin menawan black scatter mahjong ways 3 mekanisme kemunculan dan fungsinya cara sistem tumble gates of olympus membentuk kombinasi baru faktor pergerakan odds parlay menjelang kick off pertandingan karakteristik super scatter gates of olympus di tengah simbol premium mekanisme sticky wild wild west gold selama fitur berjalan perbandingan black scatter super scatter integrasi roulette dan dampaknya relevansi catatan putaran lama dalam membaca pola mahjong wins riwayat baccarat pola player banker dan urutan hasil rng roulette digital menjaga keacakan dan independensi setiap putaran wild bandito tema meksiko karakter simbol dan fitur permainan uji klaim game mahjong ways dapat saldo dana aman 1 cek dulu sebelum coba game mahjong ways dapat saldo dana 2 lagi tren main game gates of olympus hadiah point gopay cek 1 permainan sweet bonanza dapat ovo cash atau jebakan 1 promo resmi atau saldo gratis mahjong ways beri saldo dana 1 mahjong ways beri saldo dana cek fakta dan risiko 2026 2 game gates of olympus kejutan point ovo aman dicoba 1 cek aturan promo saat main sweet bonanza kejutan ovo point 1 peluang baru dalam baccarat terungkap setelah scatter dan rng pragmatic dipilih mobile friendly algoritma rtp pembahasan pembahasan kritis algoritma kompresi wild scatter gates olympus bagaimana membedakan pola scatter asli dengan kebetulan black scatter gamifikasi mahjong strategi desain psikologis retensi pemain menghindari kesalahan umum memilih angka rng roulette panduan memahami volatilitas dan dampaknya pada modal mekanisme tumble penggunaan multiplier sweet bonanza kajian mendalam princes starlight keseimbangan visual tampilan vertikal mengenal format permainan dragon tiger pendekatan sederhana sisi unik kritisi lucky neko kembali menarik perhatian pemain mobile ada apa dengan tema kucing keberuntungan jepang wild bandito punya nuansa koboi meksiko yang berbeda ini detail permainan yang jarang diperhatikan mahjong ways 2 masih banyak dibicarakan di kalangan penggemar game mobile apa daya tariknya aztec gems membawa nuansa peradaban kuno ke layar digital mengapa tampilannya terasa berbeda wild bounty showdown menghadirkan duel koboi di dunia digital bukan sekadar permainan bertema wild west nl perancangan sistem otomasi dan href="https://ijareeie.com/upload/may/nl-implementasi-sistem-monitoring-dan-analisis-data-energi-berbasis-iot-menggunakan-dashboard-interaktif-demo-mahjong-ways.html">nl implementasi sistem monitoring dan nl penerapan machine learning dalam nl pengembangan sistem akuisisi data nl perancangan sistem instrumentasi digital nl perancangan sistem otomasi dan