Relawan

Dfc48717 6c11 41a2 B1b1 23d5dbe0c702 1024x682

“Pengalaman Baru di AAT”

Oleh: Nur Anisa Fitriana Rosadi, Tim SIANAS Pusat di Sekretariat Purwokerto. Nama saya Anisa Mahasiswa Semester 7 STIKOM Yos Sudarso Purwokerto, saya megenal AAT dari saat maba dan bergabung dengan AAT sebagai relawan mulai dari semester 2. Awalnya saya tidak tahu apa itu AAT dan apa saja kegiatannya, saat awal bergabung saya diberi pengetahuan menganai apa itu Relawan, PK, PJ, dan fungsi tugasnya. Lalu saya masuk menjadi PK, disitu saya dapat lebih dalam mengenal AAT dan tugas saya sebagai PK. Lalu saat semester 3 saya diberitahu oleh kakak tingkat bahwa ada pemilihan Sianas Pusat, saya dan teman saya mengikuti seleksi tersebut dan Alhamdulillah saya terpilih sebagai Sianas Pusat. Saat menjadi Sianas Pusat lebih banyak lagi pengetahuan yang saya dapat serta tugas-tugas tiap bagian yang ada di AAT. Saat sebelum saya menjadi Sianas sampai sekarang banyak kegiatan yang saya ikuti di AAT, saya pernah mengikuti survei wawancara komunitas yang ada di Sekretariat Purwokerto, melalui kegiatan tersebut saya jadi mengerti akan berbagai masalah yang dihadapi oleh adik-adik calon anak asuh. Mendengarkan apa yang mereka ceritakan, memberikan motifasi terhadap mereka dan ikut merasakan apa yang mereka rasakan, banyak hal yang dapat saya ambil dan pelajari dari cerita mereka. Suatu saat nanti saya ingin dapat membantu banyak anak-anak seperti mereka, memberikan sedikit bantuan dan meringankan beban pikiran mereka setidaknya. Saya juga pernah mengikuti rapat keaggotaan AAT Sekretariat Purwokerto disitu kami membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keanggotaan AAT Sekretariat Purwokerto, ataupun mengenai komunitas-komunitas Purwokerto, ada juga rapat setelah wawancara komunitas disitu kita membahas mengenai calon anak asuh merundingkan calon anak asuh. Saya juga pernah mengikuti kegiatan Gathering Nasional AAT di Semarang pada tanggal 28 – 29 Juli 2018. Disitu saya mendapatkan pengalama dan wawasan baru, belajar bagaimana caranya mewawancarai anak dengan keberagaman usia dan karakternya. Belajar bagaimana menjadi pribadi yang tanguh bertanggung jawab dan baik. Mendapatkan teman baru dari berbagai daerah di Indonesia. Saat setelah menjadi Sianas Pusat ada juga kegiatan AAT yang saya ikuti diantaranya rapat kerja AAT di Madiun, dari situ saya menjadi lebih paham akan tugas-tugas Sianas Pusat. Banyak tugas yang dijalankan Sianas, awalnya saya tidak terlalu paham dengan tugas dan tata caranya, namun beberapakali Tim Sianas Pusat mengadakan pertemuan untuk melatih anggota mengenai tugas Sianas dan cara menyelesaikan tugasnya. Tidak mudah menjadi Sianas namun disitu saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi, saya sangat bersyukur dapat masuk dan bergabung di AAT apalagi Sianas Pusat.

“Pengalaman Baru di AAT” Read More »

Pp

“Belajar menjadi pribadi Tangguh dan Bertanggungjawab”

Oleh: Emelda rianti, Tim SIANAS Pusat di Sekretariat Semarang. Saya berasal kalimantan Barat sekarang saya sebagai mahasiswa semester 5  di Politeknik Khatolik Mangunwijaya Semarang. Saya mengenal sianas  dari  Rm Heri dan Rm heri memperkenalakan saya ke Om Adhi selaku ketua sianas. Saya bergabung disianas saat kuliah dari semester 2. Di sianas pusat  ini saya mendapat kan teman baru  dari berbagai daerah di Indonesia. Awal nya saya tidak tau apa itu sinas ,dan tugas sianas itu seperti apa. Pada tgl 17-18 bulan Februari  2018 saya mengikuti kegitan AAT diantaranya rapat kerja AAT di Madiun, di situ saya tau  apa itu sianas yaitu sistem informasi anak asuh. Dan tugas sianas itu seperti apa ternyata tugas sianas begitu banyak. Banyak tugas yang dijalankan sianas ,awalnya saya tidak terlalu paham tugas dan tata caranya ,namu beberapa kali Tim Sianas mengadakan pertemuan untuk melatih anggota mengenai tugas sianas dan cara menyelesaikan tugasnya. Di Sianas ini saya belajar bagaimana menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab akan tugas yang diberikan kepada saya di Sekretariat Semarang. Tidak mudah menjadi tim sianas namun saya bersyukur bisa bergabung dengan AAT di bagian sianas pusat .

“Belajar menjadi pribadi Tangguh dan Bertanggungjawab” Read More »

Ignatius Yuda1 1024x768

Super AAT…

Oleh: Ignatius Yudha Setiawan Tahun 2016 menjadi awal perjumpaan saya dengan Yayasan AAT dan awal saya menginjakkan kaki di salah satu kota terdingin di Indonesia, yaitu Malang. Awal dimana saya tidak mengenal siapapun di kota ini. Namun, perlahan tapi pasti, saya mengenal banyak orang yang mendukung dan harus bekerja keras untuk hidup yang lebih baik. Di tahun itu, saya masih belum mengenal apa itu Yayasan Anak-Anak Terang (AAT), bergerak dalam bidang apa, perkumpulan apa, ada dimana saja itu pun aku tidak tahu. Yang saya tahu ialah saya membantu anak asuh Romo Hudi yang banyak dan tersebar di banyak Kabupaten. Tahun dimana saya belum bisa banyak membantu AAT. 2017, saya sudah banyak mengenal beberapa pengurus sekertariat AAT di kota ini. Sudah tahu tujuan dan latar belakang AAT. Saya mengenal Mbak Emi, dimana beliau memberi pengetahuan tentang AAT, survei lokasi AAT, kepengurusan AAT, membuka website AAT, dan membantu sekolah-sekolah untuk meringankan beban orang tua wali agar anak  mereka tetap bisa bersekolah. Survei ke sekolah menjadi hal yang sangat penting agar kita tahu bagaimana kondisi yang sebenarnya yang dialami oleh sekolah. Kondisi ekonomi, jarak, dan keluarga sangat berpengaruh untuk tetap mendukung minat anak untuk bersekolah. Bertemu anak asuh dan guru di sekolah menjadi pengalaman unik tersendiri. Banyak cerita yang ingin mereka ungkapkan. Banyak pula macam karakter siswa yang membuat kita ingin mengenal lebih dari kepribadian mereka. Mereka sangat senang dikunjungi, diberi les dari kami, mereka mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi. Sejauh ini sekolah yang saya pernah survei merupakan sekolah yang dinaungi oleh Yayasan Keuskupan Malang. Tidak semua sekolah Katolik bisa diterima oleh masyarakat sekitar. Namun banyak juga yang mempercayakan anak mereka untuk menimba ilmu di sekolahan Katolik. Ada sekolah yang memiliki bentuk fisik yang baik, namun banyak juga yang memprihatinkan. Namun, disitulah ada kemauan, semangat untuk ikut membantu mewujudkan cita-cita mereka. Jarak memang jauh, namun bukan kendala untuk melihat kondisi secara langsung yang dialami sekolah. Ada cerita yang sangat menarik dalam membantu sekolah-sekolah katolik saat survei lapangan. Pada saat itu, sekretariat Malang ada jadwal survei di Pulau Madura. Bukan jarak yang dekat untuk ditempuh. Perjalanan darat kami tempuh kurang lebih 8 jam untuk sampai di Kabupaten Sumenep di ujung pulau Madura. Cuaca yang sangat berbeda dengan Kota Malang. Kami sampai di sana kira-kira pukul 5.00 WIB pagi, namun saya tidak merasakan dingin sedikitpun di pagi itu. Setelah mandi pun masih tetap sama, wkwkwkwk. Tapi lumayan bisa buat cerita nanti hahahaha. Pagi hari sambil menunggu anak-anak ke sekolah, saya melihat lokasi sekolah yang menurut saya memiliki bangunan yang bagus, lokasi yang strategis, sarana wifi, lokasi sekolah yag luas, namun sangat sedikit muridnya. Miris sekali. Dengan begitu banyak fasilitas, namun tidak serta merta membuat daya tarik orang tua siswa untuk menyekolahkan anak mereka disitu, dengan berbagai macam alasaan. Semoga dengan hadirnya bantuan dari AAT, bisa semakin membuat daya tarik masyarakat agat bisa menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Setelah bertemu dengan siswa dan guru, kami ke Kabupaten Bangkalan dengan jarak sekitar 5 jam untuk melanjutkan tugas dan kembali ke Malang. Itu merupakan sedikit cerita saat meninjau lokasi sekolah di sekertariat kami. Tahun 2018 merupakan tahun dimana kami lebih dipererat lagi di AAT. Acara Gathering AAT di Semarang semakin membuat saya lebih terbuka akan banyak anak-anak yang kurang mampu dan ingin bersekolah. Banyak pengalaman dan motivasi yang saya dapat baik dari pengurus pusat maupun dari pengalaman sekertariat lain. Saling bertukar informasi, menyelesaikan masalah, mempelajari kembali website AAT agar satu pemahaman saya dapatkan bisa menurunkan ke pengurus selanjutnya. Di tahun ini juga, saya menjadi bagian dari kepengurusan AAT, di bidang keuangan, khusus-nya di team konfirmasi donatur. Banyak hal yang saya dapatkan. Ketelitian dan ketepatan waktu di tuntut agar para donatur bisa melihat kinerja team yang baik, bisa dipercaya dan yang terpenting ialah bisa mengirimkan bukti donasi agar mereka tahu bahwa donasi yang mereka berikan dikelola secara baik. Semoga amanah yang dipercayakan kepada saya, bisa saya gunakan dengan baik dan dapat memberi yang terbaik pula untuk kemajuan AAT ini. Tahun ini juga kami di sekertariat Malang melakukan pemilihan ketua yang baru serta kepengurusan yang baru juga, dimana kami diberi tanggung jawab masing-masing akan sekolah dibawah kesekertariatan kami. Semoga dengan kehadiran AAT membawa semangat baru bagi mereka dan instasi. Ini merupakan salah satu kegiatan dari sekertariat kami. Mengunjungi siswa dan sekolah secara langsung, agar tahu apa keluhan siswa dan kendala yang dialami oleh sekolah. Wawancara langsung dengan siswa, dengan guru agar bisa tepat sasaran dalam memberi bantuan. Gambar disamping menunjukkan wujud nyata kami untuk terjun langsung memberi les pelajaran, bimbingan belajar kepada adik-adik kita dari Flores. Mereka ditempatkan di Asrama SMP Katolik Santa Maria Genteng, Banyuwangi. Materi pelajaran yang didapat mereka di sekolah dahulu dan yang mereka dapat sekarang sangat berbeda jauh. Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dalam membantu proses belajar mereka. Semangat mereka untuk belajar sangat kuat, namun diperlukan kesabaran yang ekstra untuk membimbing mereka. Mungkin dengan proses pembelajaran yang unik bisa membantu mereka lebih cepet menangkap materi yang kita sampaikan. Baca, tulis, hitung banyak dari mereka yang belum tahu. Sehingga kami harus memulainya dari nol agar mereka mampu dan bisa mengikuti kurikulum yang diajarkan di sini. Semoga masih banyak orang di luar sana yang tergerak hatinya untuk ikut andil dalam membantu mewujudkan keinginan mereka bersekolah. Tahun 2019 ini, menjadi tahun ke-2 saya di kepengurusan AAT Pusat. Survei ke sekolah masih kami lakukan, tapi hanya beberapa saja, dan kunjungan ke sekolah yang sudah menerima bantuan kami lakukan juga. Jarak yang lumayan jauh tidak saya jadikan sebagai hambatan untuk tidak mengunjungi sekolah, melainkan saya anggap sebagai liburan/refreshing di tengah padatnya jadwal kuliah dan yang lainnya. Tidak serta merta melulu ke sekolah, namun kami juga menyempatkan waktu untuk liburan bersama, kumpul bareng, kuliner, agar tidak cepat bosan akan rutinitas yang cukup padat. Akhir cerita, semoga dengan hadirnya Yayasan Anak-Anak Terang ini, semakin membuka jalan bagi mereka yang memilki semangat belajar tinggi, namun memiliki keterbatasan ekonomi sehingga mereka bisa mewujudkan cita-cita mereka. Semoga, semakin banyak orang yang tergerak hatinya untuk andil dalam membantu mereka yang kekurangan. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk semua donatur yang dengan kerelaan hatinya membantu

Super AAT… Read More »

Cerita Dimas1 1024x685

Ayah Bunda… Aku Ingin Sekolah

Oleh: Severius Rischo Setyo, Romualdus Sumbogo dan Patricia Dyah Pitaloka. Menjadi garam dan terang dunia di tengah-tengah anak-anak kecil adalah berkat yang diberikan oleh Tuhan untuk membantu mereka agar dapat bersekolah. Perjalanan yang luar biasa ini dimulai pada pertengahan tahun 2018 lalu. Saat itu, kami diajak untuk “memberi berkat” ke anak-anak yang membutuhkan. Dan, kami mengiyakan permintaan itu. Perjalanan dan hari yang panjang untuk kami pada saat itu. Karena kami harus pergi ke beberapa sekolah yang ada di Jogja, Kulon Progo hingga Wonosari dalam 3 hari. Perjalanan awal kami yang sangat luar biasa selama setahun belakangan ini untuk mengurus anak-anak kecil yang ingin bersekolah. Perasaan terharu menghampiri kami, ketika anak-anak menceritakan apa cita-cita ketika mereka besar nanti. Kami hanya bisa mengatakan dalam hati “semoga cita-cita kalian semua terkabul ya dek”. Pada saat wawancara anak-anak kecil ini kami akan mendapatkan cerita yang berbeda dari mereka. Dari anak yang sangat tertutup sampai anak yang sangat aktif, dari anak yang sangat ceria hingga anak-anak yang menyimpan cerita menyedihkan. Ada perasaan sedih dan juga ingin membantu mereka semua di dalam benak kami. Tapi apalah daya kami yang tidak bisa membantu mereka secara langsung. Kami hanya dapat membantu mereka melalui perpanjangan tangan orang lain. Ketika cita-cita mereka dihadapkan dengan kenyataan yang tidak mereka inginkan, kami tidak tahu apa yang ada di benak mereka, apa yang mereka pikirkan, dan apa yang mereka rasakan. Banyak dari anak-anak ini yang harus merasakan hidup terpisah dengan orang tua mereka, ada yang terlahir dari keluarga broken home, ada yang tidak tahu salah satu orang tua mereka ada dimana, dan juga ada anak yang dititipkan begitu saja di panti asuhan. Sedih? Ya! Itu hal pertama yang kami rasakan sebagai relawan. Bagaimana mereka bisa hidup tanpa tahu orang tua mereka ada dimana? Mereka merasakan hidup ini tidak cukup adil untuk mereka, karena mereka harus merasakan hidup terpisah dengan orang tua mereka. Ada salah satu anak asuh yang kami temui, anak Papua. Dimas,  namanya. Ayahnya berasal dari Manokwari dan ibunya berasal dari Bantul. Dimas sudah hidup terpisah dengan ayahnya semenjak dia masih bayi. Dan, Dimas beserta ibu dan juga adiknya harus hidup luntang-lantung di jalanan, mereka hidup dari belas kasihan orang-orang, tetapi mereka tidak mengemis loh ya. Dulunya, Dimas dan juga ibunya harus tinggal di depan toko-toko, tetapi saat ini Dimas dan juga ibunya bisa sedikit bernafas lega karena saat ini mereka tinggal di sepetak kos-kosan yang disewakan kepada mereka dengan harga yang murah. Setiap harinya saat Dimas berangkat ke sekolah akan ada ibu-ibu penjual jajanan pasar memberikan Dimas sebungkus bakmi goreng untuk Dimas makan sesampainya dia di sekolah. Menurut wali kelas Dimas, Dimas merupakan anak yang bandel dan sering menjahili teman-temannya yang ada di kelas. Bukan tanpa alasan Dimas seperti itu. Dimas hanya ingin bermain bersama dengan teman-temannya. Itu cara dia untuk mengajak teman-temannya bermain bersama dengan dia. Kenapa seperti itu? Karena sebagian besar teman-temannya tidak ingin bermain dengan Dimas karena dia “berbeda”. Apa karena “berbeda” lalu harus dipandang sebelah mata? Menurut wali kelas Dimas, setiap harinya sepulang sekolah Dimas akan dijemput oleh ibunya menggunakan sepeda dan mencari sampah plastik yang kemudian akan di kilokan, dan hasil dari kiloan sampah plastik tersebut mereka gunakan untuk makan. Sekali memungut sampah dan di kilokan, Dimas dan ibunya hanya mendapatkan Rp10.000. Ya, sepuluh ribu rupiah yang digunakan untuk membeli makan 3 orang. Banyak guru di sekolah Dimas yang setiap Sabtu sore dan Minggu pagi selalu melihat Dimas berada di gereja dan selalu duduk di bangku paling depan. Ketika di sekolah gurunya bertanya pada Dimas apa cita-citanya saat dia besar nanti? Dan, jawaban Dimas adalah dia ingin menjadi Romo (Pastor). Alasannya, karena Dimas ingin memberkati orang banyak. Itulah cerita tentang salah satu anak asuh di Yogyakarta yang sangat diingat oleh relawan. Sebenarnya masih banyak sekali cerita-cerita tentang anak asuh dengan perjuangan mereka untuk bisa sekolah yang ada di Yogyakarta. Kami para relawan sangat bersyukur karena kami bisa bersekolah dengan enak tanpa melalui proses seperti anak-anak ini. Kami hanya berharap suatu saat nanti mereka (anak asuh) bisa menjadi orang yang berguna bagi keluarganya dan juga cita-cita mereka bisa tercapai sesuai dengan keinginan mereka.

Ayah Bunda… Aku Ingin Sekolah Read More »

Tata Andika

Pengalaman Survei Paling Berkesan

Pengalaman Survei Paling Berkesan Oleh: Tata Adika Salam Sejahtera! Satu detik yang lalu adalah masa lalu dan tidak akan pernah bisa kembali. Waktu adalah anugrah Tuhan yang begitu luar biasa. Tapi tidak banyak orang yang bisa menghargai itu. Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang belum bisa menghargai waktu. Pekenalkan nama saya Tata Adika. Teman-teman biasa memanggil saya Tata, saya lahir di Malang pada tanggal 20 November 1997. Saya merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Saat ini saya adalah mahasiswa tingkat akhir yang disibukkan dengan skripsi di Universitas Katolik Widya Karya Malang. Saya mengambil jurusan Akuntansi. Rasanya bila ditanya mengenai cita-cita, saya sedikit bingung. Bahkan sejak SD, SMP, dan SMA ketika ditanya cita-citamu apa? Saya selalu jawab berbeda. Seiring bertambahnya usia dan mulai pahamnya saya tentang cita-cita, maka saya mencoba memiliki cita-cita yang realistis saja. Bila dikaitkan dengan jurusan kuliahku saat ini, cita-citaku bekerja dibagian keuangan suatu perusahaan swasta/negeri. Selain sebagai pekerja/karyawan saya ingin membuka toko grosiran. Yahh… harapan hanya sebuah harapan. Saya sebagai manusia hanya berusaha, Tuhan yang menentukan. Jika memang Tuhan berkehendak lain, maka mungkin itu yang terbaik. Yang perlu saya lakukan sekang adalah berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan harapan saya. Saya senang sekali menambah pengalaman, pengetahuan baru dan bergaul dengan lingkungan yang baru. Tahun 2016, Saya adalah salah satu anak asuhnya Rm Hudiono yang dikuliahkan. Awalnya saya mengira hanya tanggungjawab personal dengan romo, ternyata anak asuhnya romo ini cukup banyak dan selalu ada acara kumpul bersama sembari ngobrol dan saling berkenalan. Dari beberapa yang berbincangan, saya mendengar mengenai Yayasan AAT dengan banyak versi. Tetapi saya baru memahami apa itu Yayasan AAT dua tahun kemudian tepatnya tahun 2018. Saya yang tidak mengetahui apa itu Yayasan AAT, disuruh menggantikan mas Andrew untuk mengikuti RAKERNAS di Biara Jayagiri Malang. Dari situlah saya mengerti apa itu Yayasan AAT dan mengenal Ketua Sekretariat yaitu Mbak Emy dan pengurus lama seperti Mas Putra dan Om Adi dsb.   Pengalaman saya selama mengikuti kegiatan survei yang paling berkesan dan sampai detik ini yang paling kuingat selalu adalah survei 14 sekolah, yayasan Karmel, dan 1 panti. Sebagai orang baru pada waktu itu, dan belum mengetahui cara kerjanya, saya bertanya-tanya bagaimana langsung disuruh terjun ke lapangan dan praktik sosialisasi? Bagaimana cara upload dan seterunysa? Dalam waktu 4 hari 3 malam keliling dari Malang, Pasuruan, Lumajang sampai Banyuwangi. Saat itu bersama Om Adi yang menjabat sebagai Tim SIANAS kalu tidak salah, beliau datang jauh-jauh dari Semarang mengajak kami untuk survei. Bertemu dengan orang baru dan tinggal bersama anak-anak panti, bagi saya itu hal yang sangat luar biasa. Dan, pada saat itu saya pernah survei ke Bangkalan Madura dimana berangkat malam naik travel sampai disana pagi sekitar pukul 02.00 WIB tinggal di mess bersama Mas Putra. Puncaknya adalah Gathering AAT 2018, saya sangat bersyukur bisa bergabung dan bertemu dengan orang-orang hebat yang memberikan banyak motivasi yang berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi sesama. Harapanku untuk Yayasan AAT ke depan bisa menunjukkan eksistensinya terus dan berkembang pesat pelayananya kepada anak-anak untuk bisa menggapai cita-citanya. Terimakasih banyak untuk Yayasasan AAT atas bantuan finansial berupa living coast setiap bulan yang sangat membantu sekali untuk memenuhi kebutuhan saya. Dan, terimakasih para donatur yang setia terus dalam mendukung anak-anak untuk bisa melanjutkan sekolahnya. *Tata Adika adalah Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Karya Malang dan Penerima Beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang. Saat ini Adika sedang dalam proses menyelesaikan skripsinya.

Pengalaman Survei Paling Berkesan Read More »

991670c3 2aa6 419b B52e 939b8b888ebc 682x1024

“Berani mencoba dan terus belajar”

Oleh: Petrus Mahendra Putra, BPT Sekretariat Semarang. AAT ( anak – anak terang )? Pernah mendengar sih sebelummya tetapi tidak begitu memperhatikan dengan seksama. Lha cerita ku berawal dari sini. Beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan Bu Meita, beliau adalah salah satu relasi Pimpinan saya di kantor. Sebenarnya waktu itu saat kami berbincang – bincang saya memang meminta bantuan beliau untuk mencarikan tambahan penghasilan untuk pembayaran kuliah saya. Singkat cerita setelah saya bertanya akhirnya Bu Meita mengenalkan dengan AAT. Dan saat Ini saya sudah menjadi bagian dari AAT, saat pertama kali masuk menjadi bagian dari AAT saya sangat bingung dengan kegiatan atapun apa yang dikerjakan oleh AAT, tetapi setelah beberapa kali saya mengikuti kegiatan dan pertemuan saya sudah mengerti tentang apa yang dikerjakan, dilakukan oleh Yayasan AAT, yaitu membantu anak – anak yang kurang beruntung supaya terus bisa melanjutkan pendidikannya tanpa terputus. Saat ini saya di pilih oleh rekan – rekan Relawan menjadi Koordinator dari Sekre Semarang. AAT Sekre Semarang sendiri ada 28 sekolah / komunitas dan setiap sekolah bisa terdapat lebih dari 10-50 an anak yang dibantu untuk mendapatkan beasiswa sekolah Pengalaman saya menjadi bagian dari AAT sangatlah asyik karena saat kita bertemu dalam hal ini saat wawancara anak asuh calon penerima bantuan, saya bisa menjadi heran, ketawa, sedih hingga sampai terharu dengan berbagai cerita dari kehidupan keluarga mereka. Tetapi inilah yang membuat saya itu sangat senang bisa mengenal dan menjadi bagian di dalamnya. Yayasan AAT ini sudah berskala Nasional sehingga sekolah yang dibantu sangatlah banyak dengan kata lain anak – anak yang di bantu juga sangat banyak sehingga memang memerlukan Para Donatur untuk membantu, supaya Yayasan ini tetap ada dan bisa menjadi salah satu pilihan dalam membantu anak supaya tidak putus sekolah. Saya mewakili rekan – rekan relawan dan pengurus Yayasan Anak – Anak Terang Indonesia (AAT) ingin mengetuk hati dari bapak / ibu, serta tidak menutup untuk semua orang yang tergerak hati menjadi donator, sekecil bantuan akan kami terima dengan hati yang sukacita.

“Berani mencoba dan terus belajar” Read More »

Raka

“Menjadi Pribadi Pemberi, Bukan Peminta”

Oleh: Raka Widhi Antoro, BPT Sekretariat Purwokerto. Di pengalamanku selama di AAT beberapa tahun, membuat diriku jadi pribadi yang ingin sebagai pemberi dan bukan peminta. Karena sejak mengikuti survei serta mengisi data anak – anak penerima beasiswa, membuat diriku ingin membantu anak – anak yang membutuhkan dan itu tentu membuka mata hatiku untuk melihat orang di sekeliling kita yang lebih membutuhkan bantuan dibandingkan hidupku sendiri. Pengalaman paling aku ingat sampai sekarang adalah survei di tempat  SD Maria Immaculata Cilacap yang mewawancarai anak dengan keterbelakangan mental (anak penerima beasiswa tahun 2019) serta Neneknya, anak tersebut ditinggal Orang Tua nya (benar-benar ditinggal dan tidak diurus serta tidak mengabari anak atau Neneknya) dengan status cerai dan ‘tidak memiliki tempat tinggal’ sampai-sampai Neneknya tidak mau cerita secara detail karena keliatan tidak enak diungkapkan masalah internal keluarganya. Beruntung mereka dibantu oleh Romo yang berada di Gereja daerah Cilacap untuk biaya sekolah, akan tetapi aku merasa kasihan dengan Neneknya karna memiliki pekerjaan sebagai pemulung dan juga memang tidak memiliki tempat tinggal.

“Menjadi Pribadi Pemberi, Bukan Peminta” Read More »

Yefta

My AAT My Adventure

Oleh: Yefta Ezra Abednego, BPT Sekretariat Semarang. Hallo semuanyaa!! Aku cuman mau sharing sedikit nih apa yang aku lakukan selama setahun ini .Banyak hal yang aku lakukan di tahun ini bersama AAT. Apa itu AAT ? AAT itu organisasi Anak Anak Terang yang berfungsi sebagai penyalur beasiswa bagi anak anak yang kurang beruntung. Ditahun 2019 ini mulai bulan Februari kami mencari anak anak yang membutuhkan beasiswa yang ada  dibeberapa sekolah yang sudah terdaftar mengikuti kegiatan AAT ini sejak lama bahkan ada yang baru juga. Perjalanan kita diawali di sekolah SMK Kimia industri dan SMP Bellarminus yang ada di Semarang. Ini baru pertama kalinya kita bertemu dengan anak anak  untuk menyalurkan beasiswa. Cerita demi cerita terkumpul, tidak sedikit anak yang beruntung waktu kami wawancarai. Setelah itu 2 minggu kemudian kita beranjak ke SMP Agustinus. Dimana minggu ini banyak relawan yang hadir dengan perbandingan anak yang cukup banyak dan relawan banyak di hari itu terasa ringan. Cerita kali ini agak sedikit lucu karena kebanyakan anak SMP disini bermain game online saat diwawancarai oleh relawan-relawan , tetapi juga ada dimana anak yang berjuang sungguh sungguh. Perjalanan dilanjut ke SMP Theresiana Jambu yang ada di daerah Bedono. Perjalanan 2 jam dari semarang dan perjalanan naik terus karena sepertinya tempatnya di daerah atas , gunung gitu. Belum sampai di tempat hujan deras melanda berangkat dengan basah basahan dan tidak sadar kalau jalan semakin menanjak, sudah begitu macet karena ada perbaikan jalan. Sampai ditempat dengan basah kuyup tapi tetap masih semangat karena anak-anak yang kami wawancarai ternyata sudah menunggu lama. Perjalanan Ke SMA Kanisius Ungaran. Sekolah ini Unik karena kebanyakan anak yang kami wawancari berasal dari luar pulau dan tinggalnya semua ada di panti asuhan. Dari pengalaman ini saya belajar banyak hal yang membuat bersyukur dan semakin giat belajar. Semester ini saya mendapatkan IPK 3,15 ya tidak tinggi tinggi amat tapi setidaknya nilai saya naik dari semester sebelumnya. Last but Not Least. Aku berterima kasih kepada teman teman relawan yang sudah membantuku dari awal hingga sampai sekarang, yang meluangkan waktunya untuk anak anak yang kurang beruntung itu , semoga kebaikan kalian akan terbalaskan disuatu hari kedepannya. Tuhan Memberkati kalian semua.

My AAT My Adventure Read More »

Foto Gita 1024x512

Belajar berbagi Kasih Bersama AAT

Oleh: Brigita Etik Purwaningsih, BPT Sekretariat Madiun. Saya mengenal AAT sudah sejak saya masih SMP di SMPK “Harapan Slahung” saat itu saya kelas 2 SMP. Untuk biaya SPP dibantu oleh AAT. Kemudian saya melanjutkan ke SMK St. Bonaventura Madiun.  Saat itu setelah selesai ujian saya langsung bekerja di Madiun, ada rencana untuk kuliah tetapi saya lebih memilih bekerja karena biaya yang minim untuk masuk dan mendaftar diperguruan tinggi. Tetapi Tuhan memberi jalan berbeda, saya bertemu dengan 2 AAPT di sekre Madiun yang menawarkan kepada saya untuk menjadi BPT di sekre Madiun, dengan senang hati saya menerima tawaran tersebut. Pada tahun 2019 ini saya melakukan wawancara bersama kakak-kakak AAPT yang sudah lulus, walaupun banyak dari mereka sudah lulus tetap ingin membantu melakukan wawancara calon anak asuh. Mereka tetap semangat ketika saya meminta bantuan untuk wawancara diberbagai tempat. Untuk tahun ini saya tidak bisa menjangkau kabupaten Blora Jawa Tengah karena keterbatasan tenaga. Di kabupaten blora Jawa Tengah terdapat 2 komunitas, dari dua komunitas itu yang diajukan untuk mendapatkan beasiswa AAT sekitar 60 siswa, karena keterbatasan tenaga itu, kami melakukan wawancara secara online melalui google duo, saya dibantu oleh 3 orang yaitu Mbak Dwi, dan Mbak Elbas serta Mas Janis. Kami menyelesaikan wawancara itu sekitar 3 hari karena ada kendala jaringan. Hal yang seru ketika wawancara adalah mendengarkan adik-adik calon anak asuh yang bercerita dengan antusias. Hal yang paling berkesan bagi saya saat wawancara di sekolah saya dulu yaitu SMPK “Harapan” Slahung Ponorogo. Di sekolah itu siswa kelas 1 hanya 5 orang tetapi mereka masih semangat untuk melanjutkan pendidikan. Salah satu dari mereka ada yang bernama Rohmat. Rohmat adalah anak tunggal saat ini rohmat tinggal bersama ibunya menumpang di rumah pamannnya. Sejak Rohmat kecil, ia tidak pernah bertemu dengan sosok ayah karena memang sejak kecil sudah ditinggalkan. Bahkan keluarga maupun tetangga merahasiakan keberadaan ayahnya. Rohmat dan Ibunya tidak memiliki rumah sendiri.  Ibunya setiap 5 hari sekali datang kerumah tetangganya untuk menawarkan jasa mencuci baju dengan upah yang tak seberapa, karena memang tidak ada pekerjaan lain. Bahkan untuk keperluan sehari-hari tidak cukup. Rohmad tidak memiliki handphone selayaknya teman sebayanya, dan dia tidak pernah mengeluh tentang hal itu. Ketika pulang sekolah iya juga menyempatkan diri untuk membantu pamannya berjualan, sebagai balas budi karena sudah diberi tempat tinggal.  Ia juga jarang sekali mendapatkan uang saku dari ibunya. Saat itu ia sangat berharap mendapatkan bantuan SPP dari AAT. Dan saat ini harapannnya diwujudkan oleh AAT, Rohmat menjadi salah satu anak asuh beasiswa AAT 2019/2020. Semoga dengan adanya Yayasan Anak-Anak Terang ini,  dapat memberikan cahaya terang bagi mereka yang memiliki semangat melanjutkan pendidikan untuk mengapai cita-cita mereka. dan semoga dengan adanya AAT ini dapat memberikan lebih banyak harapan pada mereka yang hilangan harapan sekolah karena biaya.  Saya juga mengucapkan terima kasih pada seluruh pengurus AAT yang ada di seluruh Indonesia yang dengan kasih mau membantu. Berkah Dalem.

Belajar berbagi Kasih Bersama AAT Read More »

IMG 20170527 WA0016 1024x768

Tidak menyia-yiakan Kepercayaan

Oleh: Dira Nur Agista Nama saya Dira Nur Agista, saya mahasiswi prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun semester 5. Sudah 2 tahun ini saya menjadi anak asuh dari beasiswa Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia. Dengan bantuan donator dan pengurus-pengurus AAT lainnya saya bisa melanjutkan pendidikan S1 saya dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Di sekretariat saya selain menjadi pendamping komunitas dari SMK St. Bonaventura 2 Madiun dan SMPK Garuda Parang saya juga menjadi bendahara sekretariat Madiun. Ilmu akuntansi yang selama ini saya pelajari sangat berguna ketika diterapkan. Selain menjadi bendahara sekretariat saya juga membantu tim public relation AAT dengan menjadi admin sosial media (sosmed), yaitu: instagram dan twitter AAT. Setiap ada berita atau kegiatan dari relawan AAT dari berbagai sekretariat kami sebagai tim public relation harus selalu segera mengupload-nya ke sosmed AAT agar para donator mengetahui dan hal tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada donatur. Saya terkadang masih sering kesulitan mencari bahan posting dan menulis caption apa yang sesuai dan menarik, namun berkat kerjasama tim public relation semua permasalahan tersebut teratasi. Saya sangat senang bisa mengenal relawan dari berbagai sekretariat. Walaupun dari mereka merupakan relawan dan bukan anak asuh, kepedulian mereka sangat menginspirasi saya untuk lebih konsisten dengan tugas yang diberikan kepada saya agar semakin banyak donatur dan lebih banyak lagi anak Indonesia yang nyaris putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan-nya sama seperti saya. Di semester 5 ini banyak sekali kegiatan yang saya ikuti disela-sela waktu kuliah. Mata kuliah semester 5 ini juga sangat berat dari pada semester sebelumnya. Kita sudah memulai fokus terhadap bidang akuntansi dan mempersiapkan skripsi. Mulai tahun ini saya di beri kepercayaan oleh seluruh teman-teman 1 program studi menjadi Ketua HMPS Akuntansi. Walaupun saya menyadari akan semakin banyak lagi tugas yang harus saya lakukan, baik tugas kampus sebagai ketua HMPS, tugas sebagai mahasiswa dan yang lebih penting tugas melayani sebagai relawan AAT. Kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya sebagai anak asuh AAT tidak akan saya sia siakan. Saya akan selalu berusaha keras menyelesaikan studi S1 dengan tepat waktu dan nilai terbaik, selain itu juga akan selalu memperbaiki kerja saya sebagai anak asuh dan relawan AAT. Terima kasih AAT. *Dira Nur Agista, Mahasiswi prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

Tidak menyia-yiakan Kepercayaan Read More »

duta76 perihoki aws algoritma profit wisata viral aws analisis scatter hitam mahjong aws atur ritme putaran mahjong aws kecepatan spin fokus keputusan aws panduan fase mahjong ways mahjong wild 2 memperlihatkan hasil berdasarkan dadu sicbo kerangka rtp live gates of olympus duta76 rtp live duta76 menjadi basis pemain dalam bermain mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza arah perkembangan mahjong wins 3 pragmatic blackjack kerap ditentukan konsistensi pemain duta76 starlight princess tantangan sebenarnya mahjong wild deluxe muncul saat tempo sicbo perihoki tidak berjalan stabil lucky neko alur cerita perihoki mahjong ways 2 pgsoft roulette perihokisering berkembang di luar perkiraan pemain wild west gold kejernihan analisis membantu memahami karakter dinamika mahjong wins 3 pragmatic blackjack harian sabung ayam sv388 perihoki pergeseran haluan mahjong wild 2 terjadi tanpa sinyal yang terlihat jelas duta76 sicbo gates of olympus mahjong ways 2 pgsoft bacarat menghadirkan alur rtp live hasil berbasis starlight princess duta76 strategi analisis pola jitu simbol mahjong wins 3 pragmatic blackjack dan scatter digital sweet bonanza duta76 hasil mahjong ways 2 pgsoft roulette terlihat konsisten dalam skema rtp live perihoki wild bounty showdown pola rtp live jitu mengantar pemain perihoki memahami arah main mahjong wins 3 pragmatic blackjack aztec gems keputusan spontan di mahjong wild deluxe dapat mempengaruhi arah sesi dadu sico perihoki gates of olympus pola rtp live perihoki menjadi rangka dasar dalam mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza taktik pola visual mahjong wins 3 pragmatic blackjack perihoki terkadang memberi petunjuk starlight princess keseimbangan emosi pemain duta76 mahjong ways 2 pgsoft berpengaruh pada keputusan roulette sabung ayam sv388 framework pola rtp jitu sekuensial mahjong wins 3 pragmatic blackjack transisi algoritma duta76 wild bounty hunter aws ekonomi digital probabilitas scatter aws evolusi mahjong digital 2026 aws formulasi transisi grid rtp aws ide turbo spin fokus aws konsistensi mahjong hujan scatter aws matematika peluang update rtp aws panduan visual simbol mahjong aws plot twist scatter hitam aws review putaran malam mahjong aws strategi modal umkm mahjong audit sistemik performa mahjong ways dinamika arus mekanik virtual metodologi bermain santai rasio pengembalian efektif target 65 juta kriptoanalisis struktur grid mahjong wins 3 dekoding dinamika sistem manajemen arus kas internal arena digital capaian 65 juta arsitektur strategi anatomis mahjong wins 3 probabilitas scatter hitam proyeksi stabilitas algoritma mahjong ways 2 hiburan digital 2026 signifikansi formasi simbol awal sesi pemandu strategi pemain ahli efektivitas disiplin teknis algoritma sistem akumulasi 34 juta navigasi alur terarah rasio pengembalian sistem target 90 juta analisis tren strategi santai viral target 22 juta efisien pola rtp live menjadi titik awal permainan mahjong wild deluxe dadu sicbo perihoki gates of olympus rtp live jitu menjadi basis pemain dalam mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza perihoki hasil akhir mahjong wins 3 pragmatic berjalan dalam skema rtp live backjack perihoki starlight princes strategi peluang teknik mahjong wild 2 sicbo gates of olympus rtp live pola taktik duta76 optimalkan peluang mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess strategi pola taktik duta76 taktik teknik peluang mahjong wins 3 blackjack sweet bonanza analisa rtp live duta76 meraih kemenangan mahjong ways 2 pgsoft roulette wild bounty showdown pola strategi rtp live perihoki teknik optimalkan peluang mahjong wins 3 pragmatic blackjack aztec gems teknik pola taktik perihoki cara menguasai mahjong wild deluxe sicbo dan gates of olympus strategi pola taktik rtp live perihoki teknik mengungkap pola dan strategi mahjong ways 2 baccarat sweet bonanza rtp live perihoki taktik menaklukkan mahjong wins 3 blackjack starlight princess strategi rtp live pola perihoki analisa cerdas rtp live mahjong ways 2 roulette wild west gold strategi pola taktik duta76 strategi terbaik mahjong wins 3 blackjack sabung ayam sv388 pola rtp live duta76 e4 analisis pola konsisten mahjong wins menuju hasil maksimal e4 analisis pola mahjong wins dampak kecepatan spin terhadap peluang bonus e4 analisis pola sistem untuk hasil lebih optimal e4 analisis profesional mahjong wins untuk target puluhan juta e4 analisis statistik mahjong wins untuk hasil lebih optimal e4 cara cermat optimalkan rtp terbaru e4 cara kerja algoritma rtp mahjong wins 3 dan strateginya e4 cara membaca data rtp mahjong wins secara profesional e4 cara membaca rtp mahjong wins untuk target 30 juta e4 cara mengatur saldo di mahjong wins 3 tanpa tekanan e4 disiplin finansial mahjong wins 3 untuk hasil konsisten e4 disiplin ketat jadi kunci maksimalkan rtp e4 disiplin ketat mahjong wins 2 untuk peluang scatter maksimal e4 fakta mengejutkan rtp mahjong wins tempo main lebih penting dari kecepatan