Artikel

Wawancara dan Survei SMP Kanisius Raden Patah

Minggu, 17 November 2013 adalah hari yang berkesan dan bersejarah buat saya khususnya. Tadi pagi, tepatnya jam 10.00, kami tim Pendamping Komunitas Anak-Anak Terang (PK AAT) mengadakan survei sekolah dan wawancara calon anak asuh AAT di SMP Kanisius Raden Patah Semarang yang terletak di Jln. Raden Patah No. 163, Semarang. Ketika sampai di sana, kami disambut hangat oleh guru-guru SMP Kanisius Raden Patah Semarang. Setelah presentasi tentang AAT di depan calon anak asuh selesai, kami membuat permainan kecil yaitu mengadakan kuis yang seru lalu dilanjutkan menyanyikan Lagu AAT bersama-sama. Setelah itu, kami pun mulai mewawancarai calon Anak Asuh (AA) satu per satu. Dari mereka yang saya temui, saya menemukan banyak karakter dan sifat, tapi di sisi lain ini adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya karena dapat mengenal latar belakang mereka. Dari sekian banyak latar belakang dan latar kehidupan mereka yang saya ketahui, ada salah satu anak yang memiliki cerita kehidupan yang menyentuh hati dan nurani saya yang amat mendalam. Anak ini merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Kondisi keluarga yang tidak harmonis dan memprihatinkan tengah dirasakan seorang gadis kecil yang duduk di kelas 3 SMP Raden Patah ini. Ibunya meninggal kira-kira 2 tahun lalu dan di saat itu juga ayahnya pun pergi entah kemana, tanpa pamit, dan tanpa kabar. Betapa mirisnya hati saya ketika saya mendengar cerita gadis kecil yang lugu itu. Seorang ayah yang seharusnya berkewajiban menafkahi, menjaga, dan mengayomi anak-anaknya malah pergi tanpa ada kabar sampai sekarang. Anak itu saat ini tinggal bersama neneknya. Dia dan adiknya dinafkahi oleh neneknya yang berjualan kecil-kecilan di depan rumahnya. Seorang nenek yang harusnya sudah tidak bekerja lagi tapi tetap berusaha mencari nafkah demi kedua cucunya yang masih bersekolah. Dan mirisnya lagi anak ini di sekolah belum mendapat beasiswa apapun yang membantu meringankan biaya SPP-nya. Semakin tersentuh sekali hati saya mendengarnya. Setelah mendengar cerita anak ini saya berfikir bahwa dia layak mendapat beasiswa dari AAT.   Cerita selanjutnya dari gadis yang duduk di bangku kelas 3 SMP juga, dia anak ke 2 dari 4 bersaudara. Orangtuanya telah bercerai dan yang menafkahi keluarganya adalah ibunya dengan berjualan di dekat kantor POS dan menyetor-nyetorkan nasi ke sekolah adiknya. Tanggungan ibunya adalah 3 anak yang masih bersekolah dan 1 anak yang hanya lulusan SMP. Saat ini anak itu bekerja baru sebulan. Ia melakukannya karena orangtuanya bercerai dan ayahnya tidak menafkahinya lagi. Ibunya pun harus banting tulang untuk menafkahi anak-anaknya dengan segala cara. Mendengar cerita ini saya tersentuh kembali dan sangat miris hati saya. Anak ini layak juga mendapat beasiswa AAT. Cerita terakhir yang menyentuh yaitu cerita seorang anak yang harus hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya. Jika anak lain, masih ditemani kedua orang tuanya saat belajar, dia tidak dapat merasakannya lagi. Kedua orang tuanya telah meninggal. Sang ayah meninggal sejak dia kecil, sedangkan ibunya, meninggal ketika dia baru duduk di bangku SMP. Yang mengurusnya sekarang adalah kakaknya. Meski memiliki 2 kakak, itu tidak menjamin dia mendapatkan kasih sayang sepenuhnya. Karena kakaknya sendiri telah berkeluarga. Di samping itu, kakaknya tidak bisa membuatkan makanan untuknya karena berangkat kerjanya pagi-pagi dan pulangnya malam hari. Terlebih lagi uang saku setiap harinya hanya Rp 5.000, itu sudah termasuk uang untuk naik angkot pulang dan uang makan selama sehari. Mungkin kalau saya di posisinya, saya hanya bersedih, tidak dapat lagi tersenyum, seakan-akan dunia telah menelan semua kegembiraan yang saya miliki. Namun anak ini berbeda, dia tetap bersemangat untuk tetap bersekolah dan tetap tersenyum, seperti tidak ada beban di pikirannya. Semangat hidupnya tetap membara meski telah dipadamkan berulang kali. Namun semua pasti ada batasnya, kita tidak tahu, sampai sejauh mana kekuatannya. Semoga ada yang tergerak hati untuk membantunya. Tidak hanya membantu dalam finansial, namun juga kasih sayang. Saya tidak dapat membayangkan bila saya berada di posisi anak ini. Jadi bersyukurlah kita yang sudah diberi kenikmatan hidup oleh Tuhan. Janganlah kalian menyia-nyiakannya. Tetaplah bersyukur bagi semuanya.   Fransisca Jenesia Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/wawancara-dan-survei-smp-kanisius-raden-patah” size=”175″]  

Wawancara dan Survei SMP Kanisius Raden Patah Read More »

Kunjungan ke SMP Yoannes XXIII

Pagi menjelang siang, sekitar pukul 09.45 WIB, kami berempat para Pendamping Komunitas Anak-Anak Terang (PK AAT) Semarang mengunjungi SMP Yoannes XXIII. Saya, Johanes, Pieter, dan Lukas sampai di tujuan sekitar pukul 10.00 WIB. Di sana kami disambut oleh Bapak Rochadi selaku Penanggung Jawab (PJ) di SMP Yoannes XIII. Kami pun langsung menuju ke tempat kelas untuk melakukan presentasi mengenai AAT kepada calon anak asuh. Waktu itu, saya yang mempresentasikan mengenai AAT dibantu oleh Pieter sebagai moderator. Saat saya mempresentasikan mengenai AAT, calon anak asuh itu duduk dengan manis sambil mendengarkan dan berusaha memahami betul apa itu AAT. Cerita tentang Salah Satu Calon Anak Asuh Setelah selesai presentasi, kami segera mewawancarai para calon anak asuh. Dan saya mendapati salah satu calon anak asuh yang menurut saya memang pantas untuk dibantu. Anak tersebut menceritakan semua kondisi keluarganya. Keluarganya numpang di rumah teman ayahnya. Ayahnya sudah tidak bekerja karena sakit, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh (mencuci pakaian dan menyetrika). Ternyata ayahnya mengalami penyakit gagal ginjal yang tiap minggunya harus cuci darah sebanyak dua kali. Padahal ibunya hanya memiliki penghasilan kurang dari Rp 500.000,-. Ditambah lagi, dia dan adiknya masih sekolah dan harus membayar uang sekolah. Dia merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara. Kakaknya sudah tamat kuliah dan yang membiayai adalah pak dhenya. Sedangkan dia dengan adiknya dibiayai ibunya.   Setiap kali berangkat ke sekolah, dia diberi uang saku Rp 5.000,- di mana yang Rp 4.000,- untuk ongkos transportasi dan Rp 1.000,- untuk jajan. Dia mengerti kondisi keuangan keluarganya bisa dibilang sangat rendah, sehingga di sekolah dia tidak makan sama sekali. Jika dia merasa lapar, dia hanya beli air minum gelas untuk mengenyangkan perutnya. Ketika saya menanyakan kenapa tidak membawa bekal saja, anak itu menjawab tidak karena dia tidak mau merepotkan ibunya. Apalagi kalau masak sendiri, dia bisa telat masuk sekolah. Dia sadar bahwa ibunya juga harus mengurusi ayahnya yang sedang sakit. Saya pernah menanyakan bagaimana ibunya bisa membayar biaya rumah sakit kalau ayahnya mau cuci darah. Dia pun menjawab kalau ibunya meminjam uang ke tetangga-tetangga. Tiap satu kali cuci darah, ibunya harus mengeluarkan uang sekitar kurang lebih Rp 600.000,- Pernah dua kali ia belum bayar SPP ketika kelas VII dan saat ini juga belum bayar SPP bulan November. Meskipun begitu, dia memiliki cita-cita yang tinggi yaitu ingin menjadi pemain basket internasional karena dia suka sekali bermain basket. Selain itu, ia juga pernah mendapatkan suatu penghargaan berupa sertifikat bela diri karena dia sudah sampai di sabuk orange. Rapat Pleno Setelah selesai wawancara semua anak, kami mengadakan rapat pleno, di mana teman-teman saya menceritakan apa saja informasi yang didapatkan pada waktu wawancara tadi. Saya mendengarkan cerita dari pengalaman teman saya saat mewawancarai calon anak tersebut. Ada yang menceritakan tentang perilaku orang tuanya yang marah-marah karena agama. Saya pun heran mengapa karena masalah agama mereka selalu bertengkar? Padahal sebelum menikah pasti mereka setuju tentang perbedaan agama yang mereka anut. Saya pun menanyakan ke teman saya yang menceritakan cerita tersebut, ”Lah trus bagaimana dengan anak ini? Dia mengikuti agama ayahnya apa ibunya? Dan kenapa ayahnya dan ibunya sering bertengkar cuma gara-gara agama?” “Ya agama anak itu ikut dengan ibunya. Tidak hanya soal agama, mereka juga sering bertengkar karena masalah ekonomi,” jawab temanku itu. Setelah itu temen saya yang lain menceritakan hasil wawancaranya tentang salah satu anak yang nakalnya bukan main. Padahal kondisi keluarganya juga tidak terlalu mewah. Ayahnya bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Kadang-kadang ia juga sering tidak masuk sekolah dan main ke warnet, tetapi orangtuanya tidak tahu kalau anak itu kadang-kadang tidak masuk sekolah. Namun anak ini pernah mendapat prestasi yaitu juara 3 lomba sepak bola di UNDIP pada saat masih di SD. Saya pun bilang kepada penanggung jawabnya kalau seandainya anak ini mendapatkan beasiswa dari AAT, anak ini harus berubah menjadi baik dan tidak akan bolos lagi. Jika kelakuannya masih seperti itu, beasiswanya nanti bisa dicabut. Ada juga cerita tentang orang tua calon anak asuh yang sering bertengkar karena ibunya sering berbohong. Namun sayangnya bukan saya yang mewawancarai melainkan teman saya. Saya hanya mendengar sekilas mengenai anak tersebut kalau ayahnya itu bekerja sebagai tukang pembuat saluran air minum dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Kadang-kadang ibunya jualan nasi pecel. Ayahnya bekerja jika ada panggilan, sedangkan kalau tidak ada panggilan ayahnya tidak bekerja. Dia anak ke-4 dari 4 bersaudara, kakak pertama sudah bekerja, kakak ke-2 masih kuliah, dan yang ke-3 masih sekolah kelas 3 SMK. Dia memiliki prestasi yaitu mendapat peringkat 1 dan juara lomba pendidikan. Ia memiliki hobi berenang dan memiliki cita-cita menjadi seorang pastur. Dari cerita-cerita anak asuh tersebut, banyak yang mempunyai kesamaan dengan kondisi keluarga saya. Sehingga setiap saya mendengarkan cerita tentang anak-anak tersebut, saya langsung ingat akan kenangan pahit yang pernah saya alami. Orang tua saya yang sering bertengkar gara-gara masalah ekonomi dan ayah saya yang dulu juga pernah menderita penyakit. Namun, kenangan-kenangan itu membuat saya bertekad untuk bisa mengubah kondisi keluarga saya agar lebih baik lagi.   Metodius Billy Sentosa Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/kunjungan-ke-smp-yoannes-xxiii” size=”175″]  

Kunjungan ke SMP Yoannes XXIII Read More »

Gadis Pemetik Kamboja

HARI itu, 8 Desember 2013, adalah hari terakhir survei sekolah dan wawancara calon anak asuh Yayasan Anak-Anak Terang (AAT) Indonesia di sekolah-sekolah wilayah eks Keresidenan Madiun. Sekolah yang mendapatkan giliran terakhir untuk disurvei ini adalah SMPK Garuda Parang, Magetan. Banyak cerita yang membuat saya senang, sedih, terharu, kagum, bahkan sampai terheran-heran. Salah satu cerita yang membuat saya terharu dan kagum adalah cerita tentang salah satu siswi kelas VIII. Dia adalah salah satu siswi hebat yang membuat saya semakin bersyukur atas hidup ini. Wajahnya manis meskipun kulitnya terlihat gelap. Tubuhnya kecil dengan rambut panjang yang diikat rapi. Matanya lentik, bibir tipis, dan hidung yang agak mancung. Menurut saya, dia cukup cantik meskipun kulitnya hitam. “Namanya Ayu ya, Dek?” tanya saya memulai wawancara (nama disamarkan) “Iya, Mbak,” jawabnya dengan senyum yang terlihat tulus. “Ayu kelas berapa?” “Kelas delapan, Mbak,” balasnya dengan sangat sopan. Berbicara dengan calon anak asuh AAT yang sopan itu rasanya menyenangkan sekali. Rasanya tidak sabar ingin mendengarkan cerita-cerita mereka yang seru. “Ayu saudaranya berapa?” “Lima, Mbak?” “Lima?” saya sedikit kaget dan ingin bertanya lebih banyak lagi. “Yang nomor satu kemana, Dek?” saya mulai penasaran. “Sudah kerja, Mbak,” jawabnya pelan. “Terus yang nomor dua?” “Kerja juga, Mbak.” “Yang nomor tiga?” Dia diam dan mulai berkaca-kaca, saya pun menjadi semakin penasaran. Namun saya mencoba mengalihkan pembicaraan. “Kamu yang nomor empat ya Dek?” “Iya, Mbak,” jawabnya dengan mata yang masih berkaca-kaca. “Berarti kamu masih punya adik?” “Iya, Mbak, adik saya berumur satu setengah tahun.” “Kakakmu yang nomor tiga ke mana ya, Dek?” saya mengulangi pertanyaan yang belum terjawab tadi dengan lebih halus. “Kakak saya sudah meninggal, Mbak. Setahun yang lalu. Padahal dia adalah kakak saya yang paling saya sayangi. Hanya dia yang bisa mengerti saya. Saya sangat menyayanginya, Mbak.”   Airmatanya mulai tumpah. Saya mencoba menenangkannya. Setelah sudah sedikit tenang, saya mulai bertanya kembali.   “Kalau kakak boleh tahu, kakakmu meninggalnya kenapa?” “Kakak saya meninggalnya dilindas truk, Mbak.” “Deg..” Jantung saya rasanya berhenti berdetak, sesak, dan saya pun mulai menarik nafas dalam-dalam. “Semenjak ditinggal kakak, kehidupan saya langsung berubah, Mbak. Selama ini yang membiayai sekolah saya adalah kakak saya yang nomor tiga. Kakak-kakak saya yang lain kurang peduli pada saya. Setelah lulus SD, kakak saya yang nomor satu dan dua bekerja sendiri-sendiri dan kini sudah berumah tangga. Kakak saya yang nomor tigalah yang bekerja demi sekolah saya. Dan setelah kepergian kakak saya, kehidupan saya hancur, Mbak”.   Dia menangis kembali. Sebisa mungkin saya menahan air mata saya. Saya tidak mau menunjukkan kesedihan saya.   “Sabar ya, Dek. Janganlah merasa hancur. Kehidupanmu masih panjang. Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan, masih banyak yang harus kamu perjuangkan. Kepergian kakakmu pasti ada hikmahnya untuk kamu. Dan Tuhan tahu kamu adalah perempuan yang kuat. Kamu pasti bisa mengahadapi semua ini”. “Iya, Mbak. Saya akan terus berjuang demi cita-cita saya dan demi cita-cita kakak saya”. “Apa cita-cita kakak kamu?” “Kakak saya ingin saya sekolah sampai SMA, Mbak. Karena itu dulu kakak saya berjuang mati-matian demi membiayai sekolah saya. Dan setelah kakak saya meninggal, saya ingin sekali mewujudkan cita-citanya. Tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya agar saya bisa melanjutkan sekolah saya”. “Bagaimana dengan Bapakmu, Dek? Beliau kan masih bisa membiayai kamu” “Bapak saya hanya petani kecil, Mbak. Sawahnya cuma satu petak dan hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja” “Bagaimana dengan ibu kamu?” “Ibu tidak bekerja. Di rumah mengurus adik saya” “Berarti hanya bapakmu yang mencari nafkah?” “Tidak, Mbak. Saya juga ikut membantu Bapak mencari nafkah” “Lho, kamu kerja? Kerja apa, Dek?” “Setiap pulang sekolah, saya mengumpulkan bunga Kamboja yang ada di kuburan” “Buat apa bunga Kambojanya?” “Buat dijual, Mbak. Biasanya saya sampai maghrib mengumpulkan bunga Kamboja. Sepulang dari mencari bunga Kamboja, saya mencari rumput untuk makan kambing nenek saya. Biasanya saya bawa senter. Malamnya, sekitar pukul sembilan, saya biasanya belajar sampai jam sebelas”   Saya tercekat dan langsung terdiam. Saya tidak bisa lagi berkata apa-apa. Sungguh, adik ini membuat saya kagum. Dengan usia yang masih terbilang remaja, ia harus mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Saya kira kisah seperti ini hanya ada dalam sinetron atau dalam acara televisi saja. Namun ternyata saya mendengar sendiri kisah itu dari siswi ini.   “Kamu tidak takut Dek di kuburan malam-malam? Nanti kalau kamu digigit setan gimana? Kalau ada yang loncat-loncat gimana?” lelucon saya untuk mencoba mencairkan suasana. “Tidak, Mbak. Demi cita-cita kakak saya, saya akan terus berjuang dan tidak akan menyerah” Saya pikir saya bisa sedikit menghiburnya dengan guyonan saya. Ternyata dia tetap berbicara dengan serius sambil mengusap air matanya.   “Biasanya sehari dapat seberapa bunga Kambojanya, Dek? Harganya berapa?” saya mulai melanjutkan pertanyaan saya. “Sehari dapat satu kresek kecil, Mbak. Kalau sedang musim berbunga seperti ini biasanya saya dapat lebih banyak. Sampai rumah bunga-bunga itu saya jemur dan saya kumpulkan sampai satu kilogram. Setelah itu saya jual dengan harga lima puluh ribu” “Wah, banyak dong Dek lima puluh ribu. Itu berapa hari sekali dapat lima puluh ribu?” “Sebulan sekali, Mbak. Itu pun kalau sudah terkumpul satu kilogram” “Haa ..! Sebulan?” Saya hanya tertegun keheranan. “Iya, Mbak. Dan uangnya saya berikan pada ibu untuk belanja sehari-hari” “Mengapa tidak kamu pakai untuk uang jajan kamu saja, Dek?” “Tidak, Mbak. Kasihan ibu. Ibu tidak bekerja dan bapak juga hanya bisa memberi uang sedikit” “Terus bagaimana dengan uang jajanmu?” “Saya jarang jajan. Kalaupun ingin jajan, saya akan mengambil sedikit uang dari hasil menjual bunga Kamboja. Kadang lima ratus kadang seribu” “Uang lima ratus memang cukup untuk jajan, Dek?” “Cukup kok Mbak. Untuk beli permen yang akan saya bagi dengan adik saya” “Baik sekali hatimu Dek. Mbak bangga sama kamu. Jangan pernah putus asa ya. Tuhan tidak akan membuat apa yang kamu perjuangkan menjadi sia-sia” “Iya, Mbak”   Cerita demi cerita saya dengarkan sendiri darinya. Bagaimana perjuangannya yang harus berjalan kaki kiloan meter setiap hari karena tidak punya kendaraan yang bisa dipakai, bagaimana perjuangannya yang setiap hari mengumpulkan bunga Kamboja yang hasilnya tak seberapa, bagaimana perjuangannya menghadapi kerasnya hidup, menahan kesedihan atas kepergian kakaknya yang sangat ia sayangi, menahan kekasaran bapaknya, dan menahan semua rasa sakit dalam hati dan tubuhnya. Saya sangat

Gadis Pemetik Kamboja Read More »

Bagaimana Saya Bisa Sekolah?

“Saya bertanggung jawab, tapi bagaimana caranya saya bisa sekolah?” Senin siang, saya memenuhi janji pada Kepala Sekolah SMP Bellarminus Semarang untuk mewawancarai beberapa anak yang minggu kemarin tidak hadir. Dari 6 orang anak, ada seorang anak yang tidak hadir lagi, bahkan tidak masuk sekolah. Saya sabar menunggu Pak Kepala Sekolah dan Guru BP yang berusaha muter-muter mencari jejak anak ini. Hingga terdengar suara, “Ayoook cepat masuk… sudah ditunggu sejak tadi …” kata Bapak Kepsek dengan agak keras (remaja ini ditemukan di pemakaman sedang memanjat pohon Kamboja untuk memetik bunga Kamboja). Di depan pintu muncullah anak lelaki dengan wajah merah merona penuh peluh, menenteng tas sekolah dan beberapa tas kresek hitam dipelukkannya. Agak takut ia berdiri di depanku. Tak kuasa aku melihat wajah takutnya, kukembangkan senyumku dan mempersilahkannya duduk. “Selamat siang nak… Namamu Satria ya?” (nama disamarkan) “Selamat siang juga Ibu…..bener” “Eh … ngomong-ngomong kamu kemana saja? Kemaren tidak hadir wawancara, juga hari ini tidak masuk sekolah” Dia diam. Lalu berkata, “Maaf Ibu, saya tadi berangkat sekolah kok. Tetapi tidak sampai sekolahan” (sambil krusak-krusek mempermainkan tas kresek hitamnya) Karena penasaran, saya pinjam tas kreseknya meski tadi tidak diperbolehkan. Rada berpikir konyol saya pun tertawa agak keras. Ternyata tas itu berisi bunga Kamboja. Karena tawa saya, andrenalin lelaki kecil itu tersulut. “Maaf Ibu.. Silahkan Ibu mengejek saya, saya tidak peduli. Karena bunga Kamboja ini adalah emas bagi saya…” (Padahal aku geli karena teringat waktu kecil. Dulu aku merasa lebih cantik bila aku merangkai bunga Kamboja dan memakaikannya di rambutku) Sambil emosi dia berkata, “Meski hari ini saya tidak sampai sekolahan karena ibu saya belum bisa melunasi uang SPP yang menunggak, namun saya tetap sekolah. Saya harus sekolah. Saya ingin pintar. Saya malu karena baju seragam saya sobek dan hanya satu-satunya itu yang saya punya. Kemarin dan hari ini saya harus mencari bunga Kamboja karena itulah sumber nafkah keluarga kami agar kami tetap bisa makan.” Ternyata, bunga Kamboja itu dikeringkan dan lima hari sekali disetor sebagai dasar membuat bedak berkualitas. Dia menghidupi dirinya sendiri, ibu, dan seorang nenek. Namun dengan apa dia bisa membayar uang SPP? Meski cita-citanya meletup-letup? Gleekk… Dadaku sesak karena haru. Anak seusianya yang lain masih bermain dan diberi uang saku berlebih. Tapi anak ini…   Elisabeth Lies Endjang Soerjawati Bendahara Yayasan AAT Indonesia.   [qrcode content=”https://aat.or.id/bagaimana-saya-bisa-sekolah” size=”175″]  

Bagaimana Saya Bisa Sekolah? Read More »

Perjuangan Mengenyam Pendidikan

Perjuangan Salah Satu Anak Bangsa yang Ingin Mengenyam Pendidikan Seorang remaja lelaki itu masuk kelas dengan wajah yang terlihat pucat pasi, kuyu, dan terlihat lemas. Semakin dia mendekat, kulihat peluh di wajahnya. Kemudian aku sapa dengan senyum, dia duduk di depanku dengan tertunduk pucat. “Selamat pagi Mas Boy, namamu Boy ya?” (nama disamarkan) “Selamat pagi Ibu, iya itu nama saya.” “Kamu kenapa Boy? kamu sakit?” Dia terdiam sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, kemudian dia tertunduk lagi. Agak curiga dengan keadaannya, kemudian kupegang tangannya, dingin sekali. Keringat dingin membuat dia terlihat lemas. “Sudah biasa Ibu, setiap pagi begini,” jawabnya. “Lho kok setiap pagi? Memangnya kamu sakit?” “Tidak ibu,” jawabnya lirih. Karena penasaran, aku membuka biodata anak ini. Sambil membacanya dengan cermat, kuamati wajah anak ini. Eeh.. “Bruukk..” Calon penerima beasiswa ini jatuh pingsan. * * *  Kira-kira satu jam kemudian remaja lelaki itu kembali masuk, duduk di hadapanku dan berkata, “Maaf Ibu… saya tidak sengaja tadi kok terasa kepala saya berputar.” Saat dia pingsan aku mencari informasi tentang anak ini kepada gurunya. Dan ternyata, dia adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara yang tinggal di sebuah desa di Karangjati. Agar dia tidak terlambat sampai di sekolah yaitu di SMK Kimia Industri, dia berjalan kaki dari rumah menuju jalan raya kira-kira 3 km. Setelah itu, ia mencari tumpangan truk yang menuju ke arah Semarang. Hanya itulah satu-satunya alternatif yang dipilihnya agar dia tidak terlambat, agar dia tidak seperti kedua kakaknya yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah hingga hidupnya menjadi miskin. Tidak ada rupiah disakunya sebagai bekal untuk jajan. Padahal, jam sekolah hingga pukul 3 sore. “Terus kamu sarapan dan makan siang di sekolah?” tanyaku padanya. Dia terdiam, cukup lama. Kemudian ia berkata, “ Maaf Ibu, saya malu. Saya tidak pernah sarapan dan makan siang. Saya berangkat dari rumah jam 5 pagi, tentu mamak tidak bisa menyiapkan sarapan dan bahkan kami belum bisa menikmati sarapan sejak kami masih kecil.” “Orang tua saya tidak mampu untuk memberi uang saku pada saya. Paling ada Rp 1.000,- untuk naik bus bila saya pulang karena tidak ada truk dari sini menuju Karangjati. Kalau naik truk saya bisa gratis menuju rumah. Maaf Ibu, jangankan memberi uang saku, untuk sekolah pun mamak sudah melarang saya karena mamak tidak punya uang untuk bayar SPP” Anak ini sudah menunggak uang sekolah dari mulai dia masuk hingga saat saya wawancarai. Sambil lemas ia melanjutkan ceritanya, “Saya akan nekad ikut sekolah meskipun sampai sekolah saya main petak umpet bila melihat ada yang mau nagih SPP. Saya ingin hidup mapan meski saya dari keluarga yang morat-marit, Bu.” Setelah itu, aku pun pura-pura izin ke kamar kecil sebentar. Dan kemudian, aku menangis sesenggukan di kamar mandi. Betapa kuat nyali anak ini, ”Dia tidak ingin bodoh” Selesai wawancara, aku pun dan beberapa guru mengantarkan anak yang lemas ini ke rumahnya. Rumah yang jauh sekali dari sekolah. Ini adalah sepenggal cerita duka dari remaja berusia 15 tahun (semester besok remaja ini menempuh ujian SMK) Mari rekan-rekanku semua, jadilah donatur bagi pejuang-pejuang masa depan negeri kita melalui Yayasan Anak-anak Terang (AAT) Indonesia.   Elisabeth Lies Endjang Soerjawati Bendahara Yayasan AAT Indonesia   [qrcode content=”https://aat.or.id/perjuangan-mengenyam-pendidikan” size=”175″]  

Perjuangan Mengenyam Pendidikan Read More »

Kunjungan Relawan ke SMP Salomo

SMP Salomo 3 Pringsurat yang berada di desa Ngipik, Pringsurat, Temanggung, adalah sekolah Kristen yang perintisannya bersamaan dengan perintisan Gereja Isa Almasih Ngipik yaitu pada tahun 1975 tepatnya bulan Januari 1975. SMP Salomo 3 Pringsurat didirikan sebagai salah satu prasyarat pendirian Gereja Isa Almasih Ngipik yang dirintis oleh seorang dokter gigi yang bernama dr. Lukas Sebadja. Awalnya pada tahun 1974, dr. Lukas Sebadja menabrak seorang anak laki-laki di desa Pringsurat. Menghadapi korban yang nampaknya tidak tertolong, dr. Lukas Sebadja bernazar “Apabila anak tersebut hidup dan sembuh, maka dr. Lukas akan mendirikan gereja di tempat tersebut”. Dan ternyata doa serta nazar dr. Lukas Sebadja didengar Tuhan, anak tersebut sembuh dan hidup. Menyaksikan mukjizat Tuhan melalui kesembuhan anak tersebut. Akhirnya, di lokasi tersebut didirikan tempat persekutuan doa keluarga dan ada beberapa orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat dalam hidupnya, termasuk di dalamnya keluarga anak yang ditabrak dr. Lukas Sebadja. Karena persekutuan semakin berkembang, maka pelayanan dibantu oleh para mahasiswa STT Abdiel. Oleh kuasa Tuhan Yesus akhirnya berdirilah pos PI di desa Pringsurat bertempat di rumah Pak Dul Sholeh dan di desa Nglarangan di rumah Bapak Christianus Ngasiman. Penanggung jawab pelayanan pada kedua pos PI tersebut adalah dr. Lukas Sebadja bersama Ibu Hanna Sebadja S.Th, istri beliau, dibantu oleh bapak Sugriwo seorang guru injil dan GKJ Pepanthan Pingit. Atas Hikmat dari Tuhan Yesus Kristus, dr. Lukas Sebadja berniat membeli lagi sebidang tanah yang berada tepat di samping tanah yang akan dipakai untuk pembangunan gereja. Tanah tersebut akan diperuntukkan bagi pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai wujud kepedulian umat Kristiani terhadap dunia pendidikan. Gereja ingin ikut ambil bagian mencerdaskan anak anak bangsa lewat jalur pendidikan. Kebetulan pada waktu itu di Kecamatan Pringsurat belum ada SMP yang akan diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Gagasan dan rencana tersebut ternyata disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah desa Ngipik. Akhirnya, pembangunan gereja pun diperbolehkan bersamaan dengan pembangunan gedung SMP Salomo 3 Pringsurat, Temanggung. Tahun 1975, berdirilah sekolah menengah pertama dengan nama SMP Salomo 3 Pringsurat yang disponsori oleh keluarga dr. Lukas Sebadja. Untuk memudahkan pengelolaannya, dr. Lukas Sebadja membentuk Yayasan Pendidikan Anugerah. Yayasan Pendidikan Anugerah diketuai oleh Ibu Sulaksono dan dibantu oleh beberapa orang pengurus, termasuk Bapak Stepanus Sumaryono juga masuk di dalam kepengurusan. Dinamakan SMP Salomo 3 karena di kota Semarang sudah ada Salomo 1 dan Salomo 2 yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kranggan. Walaupun Yayasan yang menaungi berbeda, namun Salomo 1 dan Salomo 3 sama-sama didirikan oleh anak anak Tuhan yang berjemaat di Gereja Isa Almasih Pringgading, Semarang. Enam bulan setelah SMP Salomo 3 Pringsurat berdiri, maka Gereja Isa Almasih Ngipik juga berdiri dan didewasakan sebagai Jemaat Gereja Isa Almasih. Selain pendewasaan Gereja, Bapak Stepanus Sumaryono juga ditahbiskan sebagai pendeta di jajaran Sinode Gereja Isa Almasih, sekaligus menjadi Gembala Sidang di GIA Ngipik. Di SMP Salomo Pringsurat Temanggung ini kebanyakan muridnya beragama Islam. Kondisi ekonomi orang tua murid murid SMP Salomo sebagian besar berada di bawah garis besar kemiskinan. Rata-rata orang tua mereka bekerja sebagai buruh tani, buruh bangunan, pembantu rumah tangga, dan karyawan kayu lapis. Tingkat pendidikan orang tua mereka pun hanya lulusan sekolah dasar. Untuk gaji guru dan karyawan, SMP Salomo diperoleh dari Bantuan Operasional Sekolah, Yayasan Pendidikan Kranggan, dan sebagian partisipasi orang tua siswa. Pengalaman Kunjungan Hari Rabu, 6 November 2013, saya melakukan kunjungan ke SMP Salomo Pringsurat Temanggung. Saat itu, saya bersama teman saya, Edo. Kunjungan itu adalah kali pertama saya terlibat dalam kegiatan relawan Anak-Anak Terang (AAT). Kami berangkat pukul 07.15 pagi. Sampai di SMP Salomo, kami langsung menemui Ibu Vosa dan Ibu Jeki. Kami pun disambut dengan hangat. Setelah itu, kami langsung bersiap- siap mewawancarai penanggung jawab tentang seberapa banyak pengetahuan Penanggung Jawab (PJ) tentang AAT, sejauh mana PJ mengenal Anak Asuh (AA), sumber dana sekolah, dan lain-lain. Yang membuat saya tertarik di saat mewawancarai PJ ternyata saya mendengar kalau banyak kondisi dari calon AA yang memprihatinkan. Semisal ada anak yang keluar dari SMP Salomo lalu berjualan di daerah Semarang, tetapi karena dia tidak betah kerja, maka kembali lagi ke SMP Salomo. Ada juga yang ditinggal ayahnya meninggal tetapi dia tetap sekolah dan kesehariannya membantu ibunya. Ini yang membuat saya kagum dengan calon AA meskipun baru mendengar ceritanya saja melalui PJ SMP Salomo. Hari Minggu, 10 November 2013, saya dan lima relawan AAT lainnya yaitu Edo, Anisa, Dora, Setyoko, dan Galih berangkat ke SMP Salomo. Kita dari Semarang jam setengah delapan pagi dan sampai di sana jam sembilan pagi. Sesampainya di sana kami langsung dipersilahkan oleh bu Vosa dan bu Jeki di salah satu kelas dan kami pun langsung menyiapkan peralatan dan dokumen untuk wawancara anak. Dan saat acara dimulai, ini adalah kali pertama saya presentasi di AAT. Rasanya saya sangat senang berinteraksi dengan anak-anak. Presentasi saya berjalan dengan lancar. Tibalah saatnya untuk wawancara. Saya kebagian mewawancarai anak kelas IX. Yang menarik dari anak-anak yang saya wawancarai yaitu mereka adalah anak-anak yang penuh semangat walau mereka dari keluarga yang tidak mampu, tetapi semangat mereka untuk belajar sangatlah tinggi. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari mereka, anak-anak dari SMP Salomo 3.   Ignatius Sindhu Wijaya Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/kunjungan-relawan-ke-smp-salomo” size=”175″]  

Kunjungan Relawan ke SMP Salomo Read More »

Terima Kasih, Karena Kalian Berharga

“Sebaik-baiknya orang, ia tidak akan berguna jika tidak memberikan sesuatu untuk sekitarnya…” Kata-kata dosen tadi di kelas sontak membuatku tersadar dari lamunanku saat perjalanan pulang setelah kuliah. Entah mengapa kata-kata itu selalu terniang dalam benakku. Fricilia Mawaria, panggil saja aku Fricil, mahasiswi Program Studi Manajemen Angkatan 2012 Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Aku mengenal Anak-Anak Terang (AAT) dari teman dekatku Islamiah (Iis) yang mengajakku ikut AAT. Ia mengetahui AAT saat LDPKM (Latian Dasar Pengembangan Kepribadian Mahasiswa) oleh Bapak Hadi Santono sebagai dosen pendamping saat itu. Sungguh pertama mendengarnya aku sangat tertarik, mengingat kehidupan ini tidak hanya melulu bekerja untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Tidak tepat kapan waktu pertama menjadi relawan AAT, sekitar Oktober 2013, aku diajak untuk ikut rapat AAT bersama Iis. Kami berdua sangat ingin mengikuti tetapi saat itu kami tidak mengerti apa-apa. Untungnya Antik mau membimbing kami untuk mengenal AAT lebih dekat, terkadang kami juga suka piket di sekretariat ketika tidak sedang berkuliah. Pengalaman Kunjungan Pengalaman luar biasa saya ketika kunjungan ke sekolah untuk pertama kalinya di SMK St. Paulus di Sedayu, aku memperhatikan secara seksama bagaimana presentasi dimulai, lalu dilanjutkan dengan wawancara. Saat wawancara, aku begitu tersentuh dan berbicara dalam hatiku sendiri bagaimana bisa mereka selalu bisa tersenyum saat kondisi mereka seperti ini. Mereka bahkan tidak menuntut banyak hal untuk kehidupan yang mereka jalani saat ini. Bahkan, salah satu calon anak asuh AAT yang aku wawancarai mempunyai cita-cita tinggi. Ia ingin sekali masuk Perguruan Tinggi Negeri dan setelah itu menjadi pengusaha sukses. Kelak setelah sukses ia ingin membantu lebih banyak orang lagi untuk bisa bersekolah lebih layak dan tinggi, tidak seperti ia sekarang. Selang beberapa minggu, aku kembali ikut kunjungan sekolah di SMP Kanisius Gayam. Betapa lucu-lucunya mereka, aku bahkan seperti mengingat masa kecilku, tetapi aku tidak bisa membayangkan, ternyata di balik tubuh mungil mereka tersimpan banyak permasalahan hidup. Salah satu dari mereka ayahnya meninggal dan ibunya sebagai buruh cuci baju. Ibunya masih harus menghidupi 3 orang anak yang masih bersekolah semua. Sejenak terdiam dan masuk dalam lamunanku sebelum tidur, merefleksikan banyak hal yang terjadi setelah menjadi relawan AAT. Seakan aku disadarkan untuk selalu mengucap syukur atas segala yang diberikan-Nya. Dan di dalam diriku selalu ada semangat untuk terus menjadi relawan AAT. Meskipun yang aku berikan sama sekali tidak berarti, tetapi aku berterima kasih pada kalian anak asuh karena kalianlah aku bercermin dan terus ingin berbagi tenaga, pikiran, waktu, dan bahkan aku berharap suatu saat nanti bisa menjadi donatur. “Lahir di keluarga miskin/kaya bukanlah pilihan kita, tetapi untuk menjadi sukses adalah sebuah pilihan…” Kata-kata motivasi ini diberikan oleh seorang dosen dalam perkuliahan karena masa lalunya. Aku percaya, engkau dan aku juga sanggup menjalani kehidupan dan menjadi lebih baik bukan karena takdir kita lahir di keluarga miskin/kaya tetapi usaha kita yang mampu merubah kehidupan di masa depan.   Fricilia Mawaria Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/terima-kasih-karena-kalian-berharga” size=”175″]  

Terima Kasih, Karena Kalian Berharga Read More »

Rapat Pengurus Pusat

Rapat pengurus pusat Anak-anak Terang (AAT) dilaksanakan 2 hari, yaitu pada tanggal 26 Oktober sampai tanggal 27 Oktober 2013. Rapat pengurus pusat pada hari pertama dimulai pada pukul 15.00. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh PK (Pendamping Komunitas) atau Staff Administrasi sekretariat Yogyakarta dan perwakilan PK atau Staff Administrasi dari sekretariat Semarang, Madiun, dan Malang. Dalam Rapat itu dibedakan antara rapat PK Yogyakarta dan rapat pengurus pusat. Memang tidak semua PK yang ditunjuk untuk menjadi pengurus pusat bisa datang, tetapi itu sudah mewakili semuanya. Dalam Rapat tersebut dijelaskan tentang tugas yang harus dikerjakan oleh setiap divisi dan pemilihan bagian untuk setiap PK. Beberapa PK juga bisa memilih sendiri mau masuk ke divisi mana, yang dirasa lebih mereka kuasai. Tetapi ada juga yang sudah ditentukan oleh Mbak Alma dan Mbak Chika untuk bertugas dalam divisi tertentu. Tidak lama rapat itu berlangsung karena hanya menjelaskan gambaran tugas-tugas dan memilih bagian untuk pengurus pusat. Rapat pun selesai dan akan dilanjutkan pada keesokan harinya, yaitu hari Minggu tanggal 27 Oktober 2013. Rapat pada hari Minggu dihadiri oleh perwakilan PK dari sekretariat Madiun, Malang, dan Semarang. Walaupun ada PK yang baru tiba di Yogyakarta pukul 07.00 dan rapat dimulai pukul 08.00 pagi, tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap bersemangat dan berkumpul antar sesama PK dari berbagai sekretariat. Rapat pengurus pusat tersebut diawali dengan pengenalan SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh) kepada PK baru yang belum begitu tahu tentang SIANAS. Saat itu, Mbak Alma yang bertugas menjelaskan apa itu SIANAS kepada PK baru dan lama agar lebih mengenal lagi tentang SIANAS. Pembagian Divisi Setelah pengenalan SIANAS selesai, mulailah penjelasan untuk pengurus pusat. Beberapa PK yang hari sebelumnya belum sempat datang dan belum mengetahui pembagian divisi atau staff pengurus pusat dijelaskan kembali oleh Mbak Alma dan Mbak Cika. Kemudian dimulai dengan memilih bagian divisi oleh para PK yang belum mendapatkan bagian. Setelah semuanya masuk dan mendapat bagian dalam divisi masing-masing, mulailah penjelasan mengenai masing-masing tugas yang harus dilakukan oleh para pengurus pusat. Penjelasan tentang divisi dilakukan oleh Mbak Alma, Mbak Cika, dan Mbak Lia sebagai pengurus pusat yang lama dan memang yang sudah senior di antara yang lain. Divisinya dibagi menjadi 8 bagian, yaitu Divisi Keuangan yang diisi oleh Agustina Awalia Riyanti, Mahdalena Salupra, Mikaella Maria Dicna Advenia, dan Ryan Frederick, Divisi Kesekretariatan yang diisi oleh Brigitta Tri Damayanti, Lucas Kristiawan, dan Dhika M. Putera, Divisi Admin Media yang diisi oleh Ryan Frederick dan Maria Elisabeth Roberta, divisi Jurnalistik yang diisi oleh Rike Kotikhah, Divisi Kreatif yang diisi oleh Dica Herra Vidianti, Divisi Operasional yang diisi oleh Aloysius Handy Wibowo dan Rosalina Desti Wulandari, Divisi Data Base/SIANAS yang diisi oleh Caroline Nadia Laksita Devy, serta Divisi Beasiswa Perguruan Tinggi yang diisi oleh Ikka Marissa. Sebelum dilakukan penjelasan, pengurus masing-masing divisi berkumpul menjadi satu. Mereka mulai dijelaskan tugas-tugas setiap divisi. Kemudian tugas tersebut dibagi lagi sesuai dengan kesepakatan dan kemampuan setiap anggota divisi. Sehingga dalam satu divisi dapat saling bekerja sama menyelesaikan setiap tugas yang harus dikerjakan. Setelah mengetahui tugas masing-masing, penjelasan diperdalam dengan praktik langsung. Dalam praktik ini memang tidak bisa lengkap dan hanya dengan contoh saja. Penjelasan secara praktik ini meliputi banyak hal, contohnya saja tugas untuk mengunggah foto di web AAT, mengirim data, memasukkan/menginput data ke SIANAS, meng-update penerimaan transfer dari donatur, dan masih ada yang lain lagi. Penjelasan ini memang lebih lama dari yang sebelumnya yaitu penjelasan tentang SIANAS, karena penjelasan ini lebih detail dan harus benar-benar dimengerti oleh masing-masing pengurus, mengingat tidak setiap saat mereka bisa mendapat penjelasan lebih detail karena pengurus datang dari berbagai kota. Hal terakhir yang dilakukan yaitu sedikit penjelasan tentang pengurus sekretariat cabang. Tidak banyak yang harus dijelaskan karena hal ini tidak sekompleks tugas pengurus pusat. Karena semua dirasa cukup dan sudah selesai, rapat pengurus pusat pun berakhir pada siang hari dan ditutup dengan makan siang bersama.   Mikaella Maria Dicna Advenia Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/rapat-pengurus-pusat” size=”175″]  

Rapat Pengurus Pusat Read More »

Bertemu dengan Masa Lalu

Nama saya Nataliya Isma. Awal bergabung dengan Anak-Anak Terang (AAT), saya rasa itu adalah bisikan Roh Kudus. Tidak pernah terbersit dalam hidup saya untuk bisa berbagi dalam bidang pendidikan bersama Anak-Anak Terang. Nama AAT sangat berarti dalam hidup saya. Karena dengan bergabung dengan AAT, saya bisa membawa terang untuk mereka yang mengalami kegelapan terhadap dunia pendidikan khususnya. Berawal dari Iseng di Internet Saat itu saya iseng-iseng mencari beasiswa di internet. Beasiswa yang ingin saya “tembak” adalah beasiswa dari pemerintah atau lembaga-lembaga lain yang biasanya dimanfaatkan oleh sebagian mahasiswa untuk menambah uang sakunya. Selama ini saya bisa kuliah juga karena dana dari orang tua asuh di Komunitas Saint Egidio. Tujuan saya adalah meringankan beban orang tua asuh saya, kalau-kalau saya mendapat beasiswa dari luar. Siapa tahu dana kuliah saya bisa dialokasikan untuk adik-adik panti yang lain. Tidak sengaja saya menemukan website AAT, setelah saya pelajari, rupanya ini adalah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa dan pendampingan. Saya merasa rindu bergabung dengan organisasi, karena di lingkungan kampus saya kegiatan sosial seperti ini sangat terbatas. Dalam website itu, di jelaskan bahwa kita bisa menjadi Anak Asuh (AA), Penanggung Jawab Komunitas (PJ) atau Pendamping Komunitas (PK) yang sering juga disebut sebagai Staff Admin. Saya berpikir, “Tidak apa-apalah menjadi relawan (PK), siapa tahu menambah relasi untuk masa depan nanti.“ Kemudian modal iseng juga saya SMS Pak Hadi Santono selaku Ketua Pengurus Harian Yayasan AAT Indonesia. “Selamat siang Pak, maaf menganggu. Nama saya Nataliya Isma dari Panti Asuhan Brayat Pinuji Boro. Saat ini saya kuliah di Multimedia Training Center (MMTC) Yogyakarta. Apakah bisa mahasiswa bergabung untuk menjadi relawan AAT ? Terima Kasih.“ Dalam SMS, saya sebutkan bahwa saya berasal dari Panti Asuhan Brayat Pinnuji Boro, karena memang sejak kecil saya sudah tinggal di Panti Asuhan. Hingga saat ini, setiap akhir pekan saya pulang ke panti. Selama berakhir pekan di panti, saya membantu suster untuk mengasuh adik-adik di Panti Asuhan. Pagi hari ketika saya bangun tidur, saya membuka pesan masuk di HP yang ternyata pesan dari Pak Hadi. Beliau menjawab, “Iya, saya tunggu di ruang Dekanat FTI UAJY Lantai 1 jam 2 nanti. Terima kasih.” Mata saya langsung bening dan saat itu juga langsung saya balas, “OKE Pak.. “ Universitas Atma Jaya Yogyakarta adalah kampus yang saya impikan. Tetapi sayangnya saya tidak bisa masuk kesana karena secara finansial terlalu mahal dan saya tidak sepintar Mbak Susan, kakak di panti saya yang mendapat beasiswa NOL RUPIAH selama 4 tahun kuliah di UAJY. Tetapi saya tetap bersyukur karena sekarang saya mendapat kesempatan kuliah di bidang penyiaran, khususnya radio dan televisi di MMTC. Dan saya sangat menikmati bidang ini. Didasari saat SMK saya sudah mengambil multimedia, jadi tidak terlalu susah untuk mengikuti beberapa mata kuliah yang ada. Itulah yang ada di pikiran saya saat pertama menginjak Kampus UAJY. Survey yang Memberi Pelajaran Hidup Pengalaman pertama saya survei adalah di sebuah sekolah pedesaan di sekitar Pegunungan Menoreh. Walaupun dari sebuah desa yang jarang air, letak geografisnya nempel di badan Pegunungan Menoreh dan mayoritas penduduknya adalah petani. Indah sekali pemandangan di sana. Saat itu saya bersama beberapa teman AAT, Mbak Alma, Mbak Chika, dan Fera, berangkat menuju Kulon Progo. Tepatnya di SD Kanisius Kenalan. Sekolah ini sangat unik. Murid-muridnya memiliki semangat belajar yang tinggi. Mereka rata-rata berjalan 2 sampai 3 km dengan berjalan kaki menuju sekolah. Suasana sekolah itu, seolah membawa saya pada masa lalu saya ketika saya belum masuk di panti asuhan dan asrama, dididik bersama suster-suster OSF. Wawancara PJ berlalu, dan tiba saatnya untuk wawancara anak asuh. Ada satu anak yang membuat saya terkejut dan tercengang. Dari data yang saya lihat dan saya perhatikan, sepertinya anak ini anak yang susah hidupnya. Rambutnya sedikit menggumpal agak merah, kulitnya hitam, tetapi badannya sedikit lebih besar dari saya. Bisa saya bilang anak ini dekil sekali. “Namanya siapa, dek ?” tanya saya. “Bernadeta Tari, mbak.. (bukan nama asli)” “Dipanggil Tari ya..” “Rumahnya masih gedek (sejenis anyaman yang terbuat dari bilah-bilah bambu yang dijadikan dinding rumah) dek?” tanya saya lagi. “Iya, mbak,” jawabnya lirih. “Lantainya masih tanah?” tanya saya kembali. “Iya, mbak..” “Kalau belajar jam berapa, dek?” “Tidak pernah belajar mbak” “Lho, kenapa?” “Setelah pulang sekolah, saya membantu Mbah, mbak” “Kalo sore-sore atau malam gitu?” Adik itu hanya diam. Saya pun diam sambil memikirkan pertanyaan selanjutnya. “Di rumah sudah ada lampu kan, dek?” “Belum, mbak” jawabnya pelan. “Hah? Terus menggunakan apa?” “Pakai sentir Mbak (sentir adalah botol yang diberi minyak tanah dan diberi sumbu)” Saya hanya diam. Air mata seakan ingin tumpah, tetapi tidak mungkin hal ini terjadi. Saya mencoba menarik nafas dan membuat hati ini sedikit tenang. Sekarang tahun 2013 masih ada rakyat Indonesia yang tidak punya lampu listrik sebagai alat penerangan. Saya shock, karena itu adalah masa lalu saya. Kembali ke Masa Lalu dan Refleksi Sebelum saya tinggal di panti asuhan bersama para suster OSF, rumah saya masih bambu, belum memakai listrik dan saya harus berjalan sekitar 2 km dari rumah menuju sekolah. Bisa dikategorikan keluarga saya adalah keluarga paling miskin di desa itu. Ejekan dari tetangga pun menjadi makanan yang biasa untuk kami. Kalau dari bapak, hal tersebut adalah hal yang biasa dan beliau tidak ambil pusing. Akan tetapi, untuk ibu saya, ejekan dari tetangga adalah sebuah beban hidup. Hal inilah yang memicu saya untuk membuktikan kepada tetangga-tetangga saya bahwa saya ingin membangun harga diri keluarga saya. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa kuliah, mempunyai pekerjaan yang mapan, dan mempunyai keluarga yang baik-baik. Itulah sebabnya mengapa sampai saat ini saya masih bertahan menjadi relawan AAT. Saya pernah merasakan punya tunggakan uang sekolah sampai tidak bisa mengikuti ujian. Saya pernah menyaksikan ibu saya berjuang menjual kelapa setiap pagi ke pasar, sedikit demi sedikit ditabung, demi membayar uang sekolah saya. Menjual ayam kesayangan saya demi membayar SPP. Saya pernah menjadi mereka dan hidup susah seperti mereka. Ya, luka di masa lalu yang membuat saya memiliki hati untuk berbagi. Tugas kampus, pekerjaan di tempat kerja, dan kegiatan lain pun terkadang menyita waktu saya sehingga tampaknya saya kurang bergerak di AAT. Saya pun manusia, terkadang merasa jenuh terhadap pekerjaan AAT. Tetapi dari

Bertemu dengan Masa Lalu Read More »

Horeee kumpul lagi…

Hari Minggu tanggal 1 Desember 2013, para relawan Anak-Anak Terang (AAT) Semarang berkumpul kembali. Kami berkumpul di Akademi Kimia Industri (AKIN) St. Paulus Semarang. Acara dimulai pukul 08.00 pagi dan dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Kak Edo. Setelah itu, Kak Edo dan Kak Handy memberi penjelasan tentang tugas koordinator, PK (Pendamping Komunitas), sekretaris, dan bendahara. Kami semua pun bersiap-siap mengeluarkan laptop sambil mendengarkan penjelasan dari Kak Edo dan Kak Handy. Setelah penjelasan selesai, kami mengadakan evaluasi tentang survei dan wawancara calon anak asuh di sekolah-sekolah serta evaluasi kinerja PK. Lalu dilanjutkan dengan training SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh) dan penjelasan tentang pengiriman raport anak asuh. Kelanjutan beasiswa tiap kenaikan kelas juga dijelaskan oleh Kak Edo dan Kak Handy. Mas Christ, Bu Lies, dan Bruder Konrad, CSA., dengan setia mendampingi kami selama acara berlangsung. Kehadiran mereka di tengah-tengah kami selalu menjadi warna tersendiri untuk kami. Kami pun mulai sibuk dengan laptop dan tidak terasa waktu makan siang pun tiba. Akhirnya kami semua beristirahat setelah lama berkutik dengan laptop. Acara makan siang sudah selesai. Kami kembali ke ruang 302 untuk mengikuti acara selanjutnya. Tapi sebelum itu, Bu Lies memberikan nasehat kepada kami semua. Kami sangat berterima kasih pada beliau dan akan selalu mengingat serta menyimpan nasehat-nasehat Bu Lies. Acara selanjutnya adalah acara paling menarik, dimana para PK diberikan pelatihan jurnalistik oleh para pembicara dari “Rumah Media”. Dan kehadiran mereka pun menghadirkan kegembiraan bagi kami. Pembawaan mereka yang seringkali mengundang tawa, membuat kami semua terhibur. Mbak Ulin membuka acara dengan gaya bicaranya yang lucu. Mbak Ulin memperkenalkan teman-temannya dari “Rumah Media”. Selanjutnya giliran Bu Wesiati yang menjelaskan tentang apa itu jurnalistik. Beliau menceritakan pengalamannya selama terjun dalam dunia jurnalistik. Beliau berkata bahwa menulis sebuah buku itu rumit, karena selalu saja datang yang namanya komentar dan kritik. Namun bagi beliau tidak ada satupun karya yang sempurna. Sebagus apapun sebuah karya tidak akan lepas dari yang namanya komentar dan kritik. Beliau juga menceritakan proses beliau dalam menulis sebuah buku. Lalu dilanjutkan Mbak Maria dan Mas Billy menceritakan pengalamannya bergabung dengan AAT. Setelah pelatihan jurnalistik selesai, dilanjutkan oleh Pak Tis yang menceritakan pengalamannya di dunia jurnalistik. Beliau berprofesi sebagai wartawan. Dan beliau berpesan pada kami semua, “Jangan pernah patah semangat, karena apapun yang kita lakukan itu semua membutuhkan sebuah proses.” Acara pun selesai pukul 16.00 dan ditutup oleh doa yang dipimpin oleh Kak Edo. Banyak hal yang kita dapatkan dari kegiatan ini. Kebersamaan yang kami lewati semakin mendekatkan kami antara satu dengan yang lain. Menulis itu bukan hal yang menakutkan. Lewat tulisan bisa mengungkapkan perasaan kita bahkan kegelisahan kita. Ternyata memang benar bahwa buku adalah jendela dunia. Menulis itu seperti menyimpan sebuah file. Waktu kita membutuhkan sesuatu kita tinggal membukanya saja. Setiap karya dan seperti apapun karya kita pasti tidak akan lepas dari komentar dan kritik. Tetapi sebenarnya itulah yang kita butuhkan. Sebuah komentar adalah sebuah langkah untuk maju. Di mana komentar tersebut menuntun kita pada sebuah perbaikan. Kita juga mulai berpikir bagaimana kita bisa menjadikan karya kita lebih baik dari sebuah komentar dan kritik. Dalam menulis, kita harus belajar untuk fokus terhadap apa yang mau kita tulis. Fokus dengan apa yang kita gali, apa yang kita catat, dan pada apa yang kita sampaikan lewat tulisan kita. Itu yang namanya fokus. Jangan lupa sebagai langkah awal kita menulis berikan sebuah senyuman yang menandakan sebuah ketulusan dari hati kita. Karena dari ketulusan itulah akan kita dapatkan sebuah tulisan yang hidup. “Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreatifitas ditimbang-timbang“  (Seno Gumira Ajidarma)   Agnes Lensa Staff Administrasi AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/horeee-kumpul-lagi” size=”175″]  

Horeee kumpul lagi… Read More »

Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 War138 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki cakar76 cakar76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 abc1131 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ kombinasi silang pemetaan peluang blackjack sv388 mahjong wins 3 keunggulan kuantitatif formasi investigasi sv388 mahjong wins 3 skema berbasis informasi akurat sicbo mahjong wild deluxe komponen pengurangan risiko investigasi sv388 blackjack mahjong wins 3 akselerasi berbasis informasi rtp live mahjong wins 3 sweet bonanza pengujian komponen investigasi pola mahjong ways 2 pgsoft metodologi pemantauan pg soft berkelanjutan teknologi ai penataan visual bertingkat kemasan kosmetik promosi interaktif urgensi literasi media mahjong ways 2 ekosistem digital dampak risiko peluang parlay taruhan kombinasi parlay gacor taktik seleksi pertandingan kejutan mahjong ways 2 vs mahjong wins hemat ram hp mahjong wins vs black scatter memicu emosi metode flat betting baccarat solusi strategis integrasi sistem ti mahjong ways inovasi perusahaan strategi kuantitatif analisa taktik peluang sicbo teknik pola rtp live mahjong wild deluxe gates of olympus sinergi algoritma hibrida strategi jitu mahjong wild deluxe analisa peluang dadu sicbo teknik pola rtp live gates of olympus ekstraksi peluang paten algoritma silang taktik pola starlight princess analisa baccarat strategi rtp live mahjong ways 2 pgsoft strategi bagus meta eksklusif dekonstruksi taktik blackjack peluang rtp live mahjong wins 3 teknik pola sweet bonanza manajemen volatilitas elit integrasi strategi peluang wild west gold analisa paten teknik roulette taktik presisi pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft matriks probabilitas silang analisa peluang sv388 taktik apik blackjack membedah pola sugar rush strategi teknik rtp live mahjong wins 3 optimalisasi taktik silang strategi cerdas mahjong wild deluxe kasino dadu sicbo analisa rtp live gates of olympus analisa komprehensif taktik kasino baccarat terapan membedah peluang mahjong ways 2 pgsoft teknik pola rtp live starlight princess analisa probabilitas silang mengukur peluang kasino blackjack pola sweet bonanza strategi rtp live mahjong wins 3 pragmatic anatomi mekanika kemenangan korelasi analisa peluang kasino roulette klasik taktik pola wild west gold teknik pemetaan rtp live mahjong ways 2 pgsoft pemetaan kognitif arena sinkronisasi teknik strategi kasino blackjack analisa peluang sv388 eksploitasi pola sugar rush taktik rtp live mahjong wins3 dekonstruksi peluang meta teknik ekstraksi pola gates of olympus taktik kasino dadu sicbo strategi mahjong wild deluxe kalibrasi strategi hibrida taktik kasino baccarat pro analisa pola starlight princess teknik eksekusi rtp live mahjong ways 2 pgsoft ekstraksi teknik hibrida panduan analisa rtp live mahjong wins 3 pragmatic taktik kasino blackjack strategi peluang pola sweet bonanza rasionalitas taktik bertaruh sinkronisasi analisa strategi kasino roulette pembacaan peluang pola wild west gold teknik eksploitasi rtp live mahjong ways 2 ekuilibrium probabilitas elite analisa strategi blackjack taktik peluang kasino sv388 optimalisasi teknik pola sugar rush rtp live mahjong wins 3 analisa komprehensif pola rtp live strategi teknik taktik membaca peluang mahjong wild deluxe gates of olympus wild deluxe dadu sicbo pemetaan statistik taktik perilaku taruhan strategi menggabungkan analisa pola teknik baca peluang validasi rtp live akurasi mahjong ways 2 pgsoft dekoding peluang blackjack matematis sinkronisasi analisa rtp live taktik teknik pengenalan pola strategi menaklukkan mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanza ekstraksi data peluang terukur metodologi strategi roulette analisa taktik teknik penguasaan pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft wild west mitigasi risiko eksekusi taktik penguasaan strategi teknik kalibrasi peluang analisa pola dinamis rtp live khusus sv388 mahjong wins 3 pragmatic metodologi presisi integrasi strategi teknik analisa peluang rtp live taktik mahjong wild deluxe dadu sicbo pola gates of olympus sinkronisasi taktik analisa rtp live membedah pola matematis teknik presisi strategi memaksimalkan peluang ekosistem mahjong ways 2 pgsoft mitigasi risiko optimalisasi peluang implementasi strategi analisa taktik teknik pembacaan pola blackjack sweet bonanza rtp live mahjong wins 3 pragmatic ekosistem taktik presisi integrasi strategi roulette analisa pola teknik kalibrasi peluang rtp live roulette mahjong ways 2 pgsoft wild west gold navigasi momentum elite sinkronisasi strategi terpadu teknik eksekusi analisa taktik pembacaan pola peluang rtp live sv388 mahjong wins 3 pragmatic penguasaan taktik pro implementasi strategi teknik analisa peluang pola rtp live mahjong wild deluxe gates of olympus dadu sicbo adaptasi taktik dinamis hadapi anomali peluang strategi pengenalan pola teknik eksekusi analisa penentu rtp live arena mahjong ways 2 pgsoft hibridisasi taktik presisi menggabungkan strategi analisa pola teknik validasi peluang blackjack rtp live mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanza navigasi algoritma dinamis pendekatan strategi roulette multi disiplin teknik penilaian peluang analisa taktik pola rtp live mahjong ways pgsoft dekonstruksi peluang kemenangan metodologi strategi analisa pola teknik implementasi taktik rtp live sv388 mahjong wins 3 pragmatic analisis pola silang sweet bonanza roulette eksplorasi multiplier mahjong wins ritme stabil rahasia formasi simbol mahjong ways algoritma simulasi peluang rtp maksimal pg soft waktu distribusi simbol wild bandito data harian wild bandito scatter analisis efektivitas multiplier gates olympus analisis live rtp pgsoft algoritma presisi membaca pola mahjong ways 2 kuantitatif strategi anggaran starlight princess stabilitas algoritma analisa peluang teknik strategi pola rtp live mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus eksploitasi algoritma manajemen risiko analisa teknik strategi peluang taktik pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princeas dinamika volatilitas sistem hibrida analisa teknik strategi taktik pola rtp live ekstraksi peluang blackjack sweet bonanza mahjong wins 3 pragmatic blackjack sinkronisasi mekanika probabilitas analisa taktik strategi peluang teknik pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft roulette wild bandito metodologi cerdas analisa taktik silang strategi peluang teknik pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 blackjack sv388 taktik silang strategi baca pola analisa peluang rtp live gates of olympus sicbo mahjong wild deluxe dekonstruksi peluang analisa data teknik presisi strategi taktik sinkronisasi pola rtp live baccarat starlight princess mahjong ways2 pgsoft metodologi cerdas analisa taktik silang strategi peluang teknik pola rtp live sweet bonanza mahjong wins 3 pragmatic blackjack membedah anatomi peluang lintas permainan teknik eksekusi analisa taktik strategi pola rtp live probabilitas mahjong ways 2 pgsoft dekonstruksi algoritma manajemen probabilitas analisa teknik strategi peluang taktik pola rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush sv388 Kalibrasi Pola Dinamis Mahjong Ways 2 Analisa Baccarat Teknik Pengelolaan RTP Live Starlight Princess Pendekatan Sistematis Analisa Mahjong Wild Deluxe Teknik Pemetaan RTP Live Integrasi Strategi Sicbo Modern Sinkronisasi Data Pola Mahjong Wins 3 Strategi Analitik RTP Live Gates of Olympus Teknik Blackjack Adaptif Rekonstruksi Metode Taktik Baccarat Analisa Pola Mahjong Ways 2 Validasi RTP Live Sweet Bonanza Pragmatic data realtime sweet bonanza rtp evaluasi timing mahjong ways simbol emas modal mahjong wins tempo bermain pecahan simbol starlight princess statistik strategi blackjack split double data algoritma taktis analisa pola mahjong wild deluxe peluang sicbo teknik rtp live gates of olympus analisa komprehensif pola mahjong ways 2 pgsoft taktik baccarat peluang teknik rtp live starlight princess dekonstruksi matriks kemenangan analisa pola kritis mahjong wins 3 taktik peluang blackjack strategi teknik rtp live sweet bonanza pragmatic sinkronisasi algoritma kemenangan teknik analisa pola mahjong ways 2 pgsoft taktik peluang roulette strategi pembacaan rtp live wild west gold investigasi mekanika taruhan analisa pola mahjong wins 3 pragmatic taktik peluang blackjack strategi rtp live sugar rush sv388 dekonstruksi peluang strategi hibrida pola gates of olympus taktik sicbo analisa rtp mahjong wild deluxe ekosistem taktis multi game strategi mitigasi peluang baccarat teknik rtp live starlight princess analisa pola mahjong ways 2 analisa komprehensif ekosistem pragmatic taktik presisi mahjong wins 3 strategi rtp live sweet bonanza teknik peluang blackjack blueprint kinetik taruhan strategi taktik roulette analisa pola mahjong ways 2 pgsoft teknik pemetaan peluang rtp live wild west gold navigasi algoritma rng live dealer teknik rtp live sugar rush pragmatic taktik analisa pola mahjong wins 3 strategi blackjack peluang sv388 seberapa ampuh multiplier free spins mahjong ways statistik scatter hitam free spins mahjong wins peluang simbol wild mahjong berdasarkan data momen stop rtp mahjong wins realtime trik efisiensi starlight batas rugi princess manuver elite integrasi teknik analisa rtp live pola taktik mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus analisa probabilitas strategi pola mahjong ways 2 pgsoft taktik rtp live starlight princess teknik peluang baccarat metodologi taktik terstruktur analisa pola pragmatic mahjong wins 3 strategi teknik peluang blackjack rtp live sweet bonanza taktik sinkronisasi hibrida strategi pemetaan pola mahjong ways 2 pgsoft analisa peluang roulette teknik rtp live wild west gold metrik taktik hibrida analisa peluang sv388 strategi teknik blackjack pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic dekonstruksi peluang analisa pola rtp live mahjong wild deluxe strategi taktik sicbo gates of olympus sistem kalibrasi strategi taktik pola pgsoft mahjong ways 2 analisa peluang baccarat teknik rtp live starlight princess pemetaan pola algoritma taktik analisa peluang blackjack teknik strategi rtp live sweet bonanza pragmatic mahjong wins 3 kerangka strategi terkalibrasi analisa teknik peluang roulette taktik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live wild west gold eksekusi peluang presisi taktik analisa pola mahjong wins 3 pragmatic strategi teknik sv388 rtp live sugar rush blackjack penerapan kuantitatif mahjong ways simbol emas dinamika odds live roulette strategi data tren papan skor baccarat panduan praktis analisis algoritma simbol berulang mahjong ways sebaran simbol wild bandito peluang data fenomena mahjong ways yang membuat banyak pemain terus kembali mencobanya mahjong wins dalam arus perkembangan game online global yang bikin pemain jadi tambah senang mahjong ways dan era hyper presonalized gaming yang menjadi tren global teknologi machine learing membuat mahjong wins semakin menarik di 2026 analitik data pgsoft catatan permainan modern mesin grafis wild bounty aztec visual grafis pgsoft habanero efek visual game teknologi ai cloud mahjong modern stabil penelitian strategis mahjong wins 3 sinkronisasi rtp live teknik probabilitas strategi definitif mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus kalkulasi dinamis taktik multi game strategi mahjong ways 2 pgsoft analisa peluang baccarat teknik pola rtp live starlight princess kerangka taktik strategi presisi analisa peluang blackjack teknik pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza sistem eksekusi cerdas analisa pola rtp live wild west gold strategi taktik mahjong ways 2 pgsoft teknik kalkulasi roulette dekonstruksi mekanika cerdas analisa taktik blackjack teknik sv388 strategi pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic eksekusi taktik hibrida peluang dadu sicbo teknik mahjong wild deluxe strategi pola gates of olympus matriks probabilitas analisa pola mahjong ways 2 pgsoft strategi peluang baccarat teknik taktik starlight princess rtp live arsitektur peluang taktik teknik blackjack analisa pola mahjong wins 3 pragmatic strategi rtp live sweet bonanza analisa variansi kemenangan sinkronisasi strategi pola mahjong ways 2 pgsoft taktik peluang roulette teknik rtp live wild west gold sinergi matriks taktik mengupas strategi pola sv388 peluang blackjack analisa teknik rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic navigasi probabilitas teknik mahjong wild deluxe strategi jitu gates of olympus analisa pola dadu sicbo rekayasa pola peluang strategi taktik baccarat analisa teknik mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess integrasi metode hibrida analisa pola mahjong wins 3 pragmatic taktik blackjack strategi teknik sweet bonanza peluang rtp live dekode algoritma permainan analisa teknik rtp live wild west gold strategi pola mahjong ways 2 pgsoft pemetaan taktik peluang roulette kalibrasi strategi probabilitas analisa pola teknik sv388 taktik peluang blackjack rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush efektivitas pola unik mahjong wins komunitas efisiensi mode turbo meja roulette peluang petir merah gates olympus super scatter perbandingan risiko roulette eropa vs vegas timing multiplier gates olympus super scatter analisis siklus performa mahjong wins gong xi cara mengukur frekuensi ekspansi wild koi gate cara pakai live rtp bonus caishen cash pots rahasia pola multiplier gates of olympus 1000 sistem otomatis data live rtp pg soft analisa komprehensif pola rtp live strategi peluang sicbo mahjong wild deluxe gates of olympus taktik silang analisa peluang teknik rtp live starlight princess mahjong ways 2 pgsoft baccarat eksekusi strategi lanjutan sinkronisasi teknik rtp live pola taktis mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanza blackjack menguasai algoritma permainan analisa peluang strategi teknik rtp live wild west gold roulette mahjong ways 2 pgsoft sinkronisasi momentum peluang strategi cerdas membedah pola analisa rtp live mahjong wins 3 sv388 sugar rush blackjack teknik dekonstruksi peluang strategi membaca pola rtp live mahjong wild deluxe sicbo gates of olympus analisa mendalam pola taktik rtp live pgsoft mahjong ways 2 baccarat starlight princess cara menguasai matriks permainan analisa peluang strategi teknik rtp live blackjack sweet bonanza mahjong wins 3 pragmatic strategi silang kalibrasi teknik profesional pola roulette analisa rtp live wild west gold mahjong ways 2 pgsoft blueprint teknik presisi analisa peluang sv388 blackjack pola rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush metodologi peluang analisa teknis pola rotasi strategi taktik mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus rtp live sinkronisasi algoritma strategi analisa peluang teknik rtp live pola taktik mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess arsitektur dinamis strategi pola analisa peluang teknik rtp live mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza integrasi taktik hibrida strategi efektif analisa pola optimasi teknik validasi rtp live wild bounty hunter roulette mahjong ways 2 pgsoft navigasi terukur eksplorasi analisa peluang taktik teknik pola strategi rtp live mahjong wins 3 pragmatic sv388 sugar rush