Artikel

So, What Colour Are You?

Anak Anak Terang (AAT), itulah nama yang setahun lalu terngiang dalam benak dan membuat saya penasaran. Beragam pertanyaan mulai mengusik saya. Mulai dari apa itu AAT? Apa saja kegiatan yang ada di AAT? Beruntunglah saya bertemu dengan Mas Christ yang bersedia menjelaskan tentang AAT. Beliau menjelaskan bahwa AAT adalah komunitas sosial yang konsen membantu anak-anak yang kurang mampu dalam hal finansial supaya dapat terus melanjutkan pendidikannya. Tidak ketinggalan beberapa buah stiker dan satu buah tas yang berlogo AAT dihadiahkan kepada saya di akhir pembicaraan. Tidak lupa juga meluncur kalimat ajakan, “Kalo ada waktu, yok melu gabung ngewangi AAT, kuwi ono website AAT ojo lali dibuka, ben luwih ngerti soal AAT” yang artinya, “Ayo gabung bantuin AAT, itu ada website AAT jangan lupa dibuka, supaya kamu lebih mengerti tentang AAT.” Dari situlah awal perkenalan saya dengan yayasan sosial ini. Seiring dengan berjalannya waktu, saya sering bertemu dengan teman-teman relawan AAT dari Semarang. Lambat laun, saya mulai sedikit mengerti aktivitas apa saja yang dilakukan para relawan dan tentu cara kerja para relawan dalam membantu AAT. Mulai dari cara pengajuan proposal, survei, hingga bagaimana cara input data. Saya jadi semakin tertarik untuk bergabung menjadi relawan di AAT. Namun, waktu seakan selalu jadi penghalang. Baru bulan Mei lalu, waktu mengijinkan saya bergabung menjadi relawan AAT. Saya masih ingat jelas pengalaman pertama survey ke SMP Bellarminus Semarang dengan sambutan teman-teman yang tidak terlupakan. Waktu saya datang, teman-teman relawan Semarang dengan sangat kompak berseru “akhirnya datang juga.” Sambutan yang cukup menyenangkan, mungkin saking lamanya mereka menunggu. Hari itu juga merupakan pengalaman pertama saya mewawancarai calon anak asuh AAT. Mungkin saya juga yang merasa paling berdosa waktu itu karena menolak banyak calon anak asuh. Tentang Yani Satu kisah dari salah satu anak yang waktu itu saya wawancarai yang membuat saya terharu, salut, serta bersyukur dengan keadaan saya sekarang ini. Yani namanya. Dia tinggal menumpang di rumah kakeknya di Semarang bersama ibu dan kedua adiknya. Ibunya tidak memiliki mata pencaharian yang tetap. Mulai buruh cuci harian hingga mengasuh anak tetangga, itupun jika ada yang meminta. Sedangkan ayahnya sudah pergi meninggalkan Yani sejak kecil, “saya tidak tahu dimana ayah sekarang,” jawabnya lirih ketika saya bertanya padanya.   Untuk hidup sehari-hari, Yani mengandalkan bantuan dari tantenya yang kebetulan tinggal tak jauh dari rumah kakeknya. Penghasilan ibunya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ditambah lagi kakeknya yang sudah tua dan sering sakit. Uang sakunya tiap hari hanya 2 ribu rupiah, itupun juga mengandalkan pemberian dari tantenya, jumlah rupiah yang bagi sebagian orang nilainya tidak seberapa. Tak jarang dia juga membantu mengasuh anak tantenya untuk mendapatkan uang tambahan. Meski begitu, semangatnya untuk sekolah tetap membara, tumpahan sinar matahari yang terik ketika berjalan kaki pulang dan pergi tak pernah menyurutkan niatnya. Sungguh perjalanan hidup yang bagi saya sangat luar biasa dan sangat menginspirasi. Di akhir wawancara tak lupa saya menyelipkan kalimat, “semangat ya dik, kamu bisa!” Cat Lukis dan Warna Kehidupan Cerita Yani tadi menjadi refleksi tersendiri bagi saya, mengingatkan saya saat dikarantina selama satu minggu di lereng Merapi dalam acara latihan kepemimpinan setahun yang lalu. Di sana saya diajak untuk merasakan langsung dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, menjadi penambang pasir di sungai, membantu nenek tua berjualan di pasar, sampai mencari makan untuk kambing, dan membersihkan kandangnya. Pada saat akhir sesi ada satu pertanyaan menarik. Pertanyaan tersebut adalah, seperti apa dirimu jika digambarkan sebagai suatu benda dan mengapa. Ketika itu saya menggambarkan diri saya sebagai cat lukis. Mengapa? Filosofinya saya mengibaratkan setiap manusia punya warna tersendiri dalam dirinya, yang akan digoreskan dalam kanvas orang lain, dan tentunya bakal membekas menjadi kumpulan warna tersendiri bagi orang tersebut. Intinya, saya ingin menjadi orang yang memberi dan menggoreskan warna tersendiri dalam kehidupan seseorang, sehingga menjadi lebih berwarna. Berangkat dari refleksi di atas, saya berharap dengan bergabung di AAT bisa menjadi media saya untuk lebih banyak belajar tentang hidup dan tentunya memberi warna bagi kehidupan sesama. Inilah sepenggal kisah pengalaman saya selama bergabung dengan Yayasan AAT Indonesia (AAT). Seperti judul cerita di atas, satu pertanyaan yang akan saya ajukan kepada anda semua, “So, What Colour Are You?”   Polycarpus Estutomo Bani Pandhito Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/so-what-colour-are-you” size=”175″]  

So, What Colour Are You? Read More »

Belajar Bersyukur Bersama AAT

MENJADI seorang mahasiswi bukanlah satu-satunya impianku pada beberapa tahun yang lalu. Mungkin bagi sebagian besar anak di luar sana, melanjutkan pendidikan seusai lulus SMA adalah hal yang mudah dan wajar karena orang tua mereka mampu untuk membiayainya. Namun, kesadaran bahwa hanya terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, terlebih keadaan orang tua yang masing-masing sudah memiliki keluarga sendiri. Perceraian mereka, membuat semangatku menciut untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Mustahil untuk dapat menikmati bangku kuliah bersama teman-teman yang lain. Sehingga aku lebih memilih bekerja menjadi seorang Research and Development (R&D) di sebuah Perusahaan Food and Beverage di Kota Tangerang selama kurang lebih 1 tahun. Hingga akhirnya terjadi percakapan singkatku bersama Bruder Konrad, CSA, Ketua Yayasan Santo Paulus. Aku kenal beliau semenjak kelas 1 SMK saat menghadiri acara MOS di Gua Maria Kerep Ambarawa. Ketika itu kusampaikan keinginanku bahwa aku sangat ingin melanjutkan kuliah dan tanpa kuduga sebelumnya ternyata Bruder memberikanku tawaran untuk berkuliah di Akademi Kimia Industri (AKIN) Santo Paulus Semarang. Kukira Bruder hanya bercanda saat menyampaikan hal tersebut. Namun ternyata tawaran itu serius. Entah apa yang kurasakan saat itu. Senang karena diberi kesempatan untuk kuliah, namun juga bingung, siapa yang akan membantu perekonomian keluarga jika aku kuliah. Dengan sedikit mendengarkan hati kecil dan sedikit keegoisanku, aku mengambil kesempatan yang diberikan oleh Bruder Konrad, CSA walau terjadi pro dan kontra di dalam keluarga besarku. Kebingungan lainnya muncul lagi setelah aku mulai menjadi seorang mahasiswi. Meskipun mendapat bantuan beasiswa pada semester pertama, namun kuliah juga memerlukan biaya untuk mencukupi segala kebutuhan kuliah lainnya. Contohnya seperti untuk fotocopy, membeli alat tulis, dan lain-lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, aku bekerja di sebuah Event Organizer. Meski berpenghasilan tak seberapa, namun lumayan daripada tidak memiliki masukan sama sekali. Tidak cukup sampai di situ, kebingungan lainnya muncul lagi karena uang yang kuperoleh tidak dapat mencukupi biaya kuliahku. Dan memang benar, Tuhan tidak pernah tidur. Kembali lagi Bruder Konrad, CSA memberikanku kesempatan emas yang sangat berharga bagiku. Bersama teman sekelasku, Handy, aku menemui Bruder yang kemudian dijelaskan tentang Anak Anak Terang (AAT). Kami diminta untuk menjadi relawan AAT untuk Sekretariat Semarang. Lalu kami dijelaskan lebih lanjut tentang AAT oleh Mas Christianus Widya Utomo (Mas Christ). Ternyata memang menyenangkan bisa bergabung dan mengenal AAT, apalagi terlibat di dalamnya dan menjadi salah seorang relawan yang bisa menyumbangkan tenaga serta waktu. Di sini juga aku bisa belajar banyak hal. Belajar segala hal yang tidak bisa dijelaskan oleh teori saja. Belajar tentang bersyukur, singkat namun sangat sulit untuk dipahami. Sebelum mengenal AAT, aku selalu merasa bahwa nasibku sangat buruk jika dibandingkan dengan teman-teman sebayaku. Terlahir dari keluarga sederhana, orang tua yang bercerai sejak aku kecil, tinggal jauh dari orang tua, sangat banyak yang menjadikanku alasan bahwa hidup ini sangatlah tidak adil. Namun setelah aku mengenal AAT, bagaikan ditampar langsung oleh Tuhan. Ternyata aku masih lebih beruntung. Hingga saat ini aku masih bisa merasakan kenikmatan-kenikmatan yang selama ini tidak kusadari. Sangat berbeda jika kehidupanku dibandingkan dengan kehidupan para Anak Asuh di AAT. Setidaknya aku harus lebih bersyukur bahwa selama ini aku masih bisa bersekolah tanpa harus lelah bekerja menjadi tukang penjual majalah dan tanpa harus lelah bekerja di stasiun seperti yang dialami oleh anak-anak asuh AAT. Setidaknya aku harus lebih bersyukur bahwa aku masih bisa makan 3 kali sehari, tanpa harus lelah bekerja sepulang sekolah demi sesuap nasi untuk menyambung hidup. Lebih bersyukur bahwa setidaknya aku masih bisa tidur di atas kasur yang empuk jika dibandingkan dengan mereka yang tidur beralaskan koran. Lebih bersyukur bahwa bisa berjalan untuk berangkat ke sekolah hanya sejauh 500 meter, jika dibandingkan dengan mereka yang berjalan sejauh puluhan kilometer tanpa mengenakan alas kaki. Banyak hal yang diajarkan secara tidak langsung oleh anak-anak asuh AAT. Seperti menemukan keluarga baru di sana. Memiliki “Mami” yang tak pernah lelah untuk memberikan wejangan, memberikan cubitan-cubitan tentang menyikapi arus hidup. Memiliki kakak-kakak yang selalu mendorong semangat untuk melayani sesama, yang selalu berteriak-teriak agar aku memiliki rasa tanggung jawab. Memiliki penasihat-penasihat yang sangat luar biasa dalam membentuk moral serta mentalku yang kurasa masih sangat lemah. Terlebih aku diberi kesempatan untuk menjadi salah satu anak asuh penerima beasiswa AAT untuk Perguruan Tinggi. Sungguh mukjizat yang sangat nyata terjadi bagi kehidupanku semenjak mengenal AAT. Meskipun keluarga baruku ini kadang terlihat sangat “galak” dan sering memberikan “tekanan”, namun itu semua ada maksudnya. Aku yakin bahwa suatu saat apapun yang telah mereka ajarkan kepadaku akan berguna di dunia luar nanti. Omelan-omelan dan wejangan dari Mami Can (Ibu Elisabeth Lies Endjang), marahan-marahan dari mas Christ, sentilan-sentilan dari kak Can (Mbak Santi Widya), dan aturan-aturan serta ketegasan dari Bruder Konrad, CSA, suatu saat nanti pasti akan sangat kurindukan meski saat ini sudah sangat lelah mendengar teriakan-teriakan dari mereka. Namun apalah jadinya diriku yang saat ini, jika 19 September 2012 yang lalu aku tidak mengenal AAT. Sekarang tidak ada lagi Nisa yang patah semangat. Tidak ada lagi Nisa yang selalu mengeluh tentang hidup. Tidak ada lagi Nisa yang lembek untuk menghadapi dunia luar. Tidak ada lagi keluh kesah pada Tuhan, dan tidak ada lagi alasan bagiku untuk tidak bersyukur. Apalagi yang masih harus Tuhan beri untuk kita? Udara tersedia gratis bagi kita, rezeki pun selalu ada celah untuk kita terima. Semua disediakan-Nya secara gratis untuk kita. Hanya sejauh mana kita mampu memandang itu semua sebagai sebuah anugerah dari Tuhan. Semua yang terjadi di dalam hidup kita sesungguhnya adalah sebuah anugerah. Kita bahagia, senang, gembira, sedih, berduka, musibah, sakit, semua adalah anugerah dari Tuhan. Apapun yang terjadi dalam kita bukan suatu kebetulan. Tidak perlu menunggu sempurna untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan. Sekali lagi, terimakasih yang sebesar-besarnya khususnya untuk Bruder Konrad, CSA (Bruder Agustinus Samsari) yang telah banyak berjasa dalam mengubah kehidupan dan kepribadianku. Pertolongan Tuhan datang melalui Bruder Konrad, CSA dan seluruh Tim AAT. Terima kasih, semoga AAT bisa semakin membawa Terang bagi sesama dan semakin berkembang demi kecerdasan anak bangsa. Amin.   Annisa Wulan Andadari Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/belajar-bersyukur-bersama-aat” size=”175″]  

Belajar Bersyukur Bersama AAT Read More »

Hidupku Lebih Bermakna Bersama AAT

Tanggal 19 September 2012 adalah tanggal yang tidak bisa saya lupakan. Bermula dari obrolan bersama Bruder Konrad, CSA seputar kegiatan kampus, beliau pun lantas mengajak saya dan teman saya Annisa untuk menjadi relawan Anak-Anak Terang (AAT). Dalam hati saya berpikir seperti apa kegiatan AAT itu? Bruder pun memberikan kontak dari pengurus AAT yaitu Mas Christianus Widya Utomo atau yang biasa kita panggil Mas Christ. Esoknya saya dan Annisa pergi menemui Mas Christ. Beliau lalu menjelaskan tentang apa itu AAT dan kegiatan seperti apa yang nanti akan dilakukan. Beliau juga mengatakan bahwa yang menjadi relawan mayoritas adalah mahasiswa dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Hari minggunya, saya bersama Annisa, Maria, dan Pieter mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai AAT oleh Bapak Hadi Santono selaku Ketua Yayasan AAT Indonesia dan tiga mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang telah lebih dahulu menjadi seorang relawan AAT. Mereka adalah Chika, cik Christina dan kak Mega. Ketiganya saling bergantian menjelaskan kepada saya dan teman-teman mengenai Sistem Pengelolaan Beasiswa AAT, prosedur pengajuan proposal beasiswa, dan lain-lainnya. Sungguh banyak sekali yang harus diingat-ingat. Rasanya saya hampir tidak bisa mengingat semua itu dengan jelas. Tapi satu point penting yang dapat saya ambil bahwa AAT membantu adik-adik yang ingin bersekolah namun tidak memiliki dana untuk membiayainya. Pada saat memulai wawancara untuk yang pertama kali dengan calon anak asuh, saya sangat tersentuh mendengarkan cerita-cerita mereka. Kebanyakan dari mereka merupakan anak yatim atau anak piatu. Ada juga yang ayah dan ibunya tidak lagi bersama (bercerai). Selain itu, ada yang sejak mereka lahir mereka tidak mengenal ayah atau ibu yang seharusnya mengasihi, menyayangi, dan membimbing, serta mendidik mereka. Bahkan ketika disuruh menceritakan tentang keluarganya, ada salah satu calon anak asuh yang menangis. Ia menceritakan tentang kehidupan keluarganya yang sangat menyedihkan karena orang tuanya sudah meninggal. Dan ia pun hanya diurus oleh neneknya yang setiap hari berusaha untuk memenuhi kebutuhannya agar bisa terus bersekolah. Akhirnya Bisa Kuliah Melihat adik-adik yang punya semangat untuk terus bersekolah, mengingatkan saya ketika mau lulus SMP. Waktu itu saya ingin melanjutkan sekolah di SMA layaknya teman-teman lainnya. Tetapi nenek dengan keras mengatakan “Handy kamu tidak usah ke SMA biayanya sangat mahal kamu lebih baik masuk SMK biar cepet kerja bantu orang tua cari uang”. Saya mengerti kondisi keuangan keluarga saya memang tidak sebaik saudara-saudara saya. Tetapi dalam hati bertanya mengapa cuma saya yang harus masuk di SMK? Pada awalnya memang saya sedikit kecewa dan putus asa karena tidak diijinkan masuk SMA. Tetapi saya juga harus tahu bahwa masuk SMA sangat mahal sehingga saya memilih masuk SMK dengan tujuan setelah lulus bisa langsung bekerja. Namun setelah melihat lowongan pekerjaan di saat saya kelas 3 SMK yang dibutuhkan minimal D3/S1, saya ingin melanjutkan pendidikan. Tetapi uang dari mana untuk bisa kuliah? Orang tua bilang bahwa uang tidak perlu dipikirkan yang penting bisa kuliah dulu. Akhirnya saya melanjutkan kuliah di Akademi Kimia Industri (AKIN) St. Paulus Semarang. Saat tiba waktu pembayaran kuliah, saya merasa was-was memikirkan pelunasan pembayaran. Tetapi ternyata orang tua bilang kepada saya bahwa uang kuliah cicilan pertama sudah lunas. Saya bingung, uang darimana sampai bisa membayar? Namun mereka menjawab tidak usah memikirkan biaya dan fokus kuliah saja. Bulan pertama kuliah lancar sampai akhir semester tetapi uang kuliah belum lunas. Saya pun harus meminta dispensasi ke kampus agar diberi keringanan. Untuk dapat melunasi uang kuliah, saya berusaha meringankan sedikit beban orang tua dengan memberikan les private. Hasilnya memang tidak seberapa. Tetapi setidaknya saya bisa sedikit membantu orang tua. Meskipun tiap semester saya tetap harus menemui bagian keuangan untuk meminta dispensasi. Meskipun begitu, saya tidak patah semangat karena saya ingin menjadi orang yang lebih baik dan dapat membanggakan orang tua. Suatu hari saat rapat dengan teman-teman AAT, Bu Lies mengatakan kepada kami bahwa kami diajukan dalam beasiswa AAT untuk perguruan tinggi dan harus melewati tahap seleksi. Saya mulai mempersiapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan. Waktu proses wawancara pun saya melaluinya satu persatu dengan pasrah dan tetap sabar menunggu hasilnya. Dan akhirnya saya dinyatakan lolos seleksi. Saat itu juga saya merasa senang karena bisa meringankan beban orang tua saya dan mereka tidak harus membanting tulang demi dapat membiayai uang kuliah saya. Saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya dan juga untuk donatur yang telah membantu saya sehingga saya dapat terus menimba ilmu sampai sekarang.   Selama mengikuti kegiatan AAT, saya dan teman-teman selalu didampingi oleh Mas Christ, Bu Lies dan Bruder Konrad, CSA. Meskipun terkadang beliau-beliau marah karena kami berbuat salah dan kurang bertanggung jawab, namun kami sadar semua itu agar kami menjadi lebih baik dan lebih dewasa. Saya sangat senang dapat bergabung di AAT. Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan. Mulai dari bagaimana berbicara yang baik dengan orang banyak terutama dengan orang tua, belajar tentang tanggung jawab, pantang menyerah, dan belajar bagaimana mengatur waktu dengan baik. Kelak ketika saya sudah menjadi orang yang mapan nanti, saya juga ingin membantu adik-adik saya yang kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan yang baik. Terima kasih Anak-Anak Terang, terima kasih Bruder Konrad, CSA, terima kasih Mas Christ dan juga Bu Lies. Pengalaman serta pendampingan yang baik ini tidak akan saya sia-siakan.   Aloysius Handy Wibowo* Staff Admin AAT Semarang * Aloysius Handy Wibowo adalah salah satu Anak Asuh AAT tingkat Perguruan Tinggi yang juga bertugas sebagai Staff Admin AAT Semarang. Merupakan mahasiswa Akademi Kimia Industri (AKIN) St. Paulus Semarang angkatan 2011.   [qrcode content=”https://aat.or.id/hidupku-lebih-bermakna-bersama-aat” size=”175″]  

Hidupku Lebih Bermakna Bersama AAT Read More »

Relawan AAT, Why Not?

Akbar Romadan, itu adalah nama saya. Tetapi cukup panggil Akbar saja. Saya dari Madiun ke Semarang bertujuan untuk melanjutkan studi (kuliah) dengan bantuan Bu Han (guru SMA yang paling dekat dengan saya) dan Bruder Konrad, CSA. Satu lagi, Yonathan Setyawan. Sahabat saya ini juga turut berperan membantu saya agar bisa pergi ke kota Semarang. Awalnya dulu saya sudah mendaftar ke sebuah universitas negeri terkenal di Surabaya. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Baik jalur undangan maupun tes, tidak satu pun nama saya ter-“list” di dalamnya saat pengumuman. Kecewa, itulah yang saya rasakan saat itu. Dan yang pastinya saya juga merasa sedih. Tetapi yang paling saya pikirkan, setelah ini langkah selanjutnya apa? Saya tidak memperhitungkan bila hal ini terjadi. Tetapi, ternyata Allah punya rencana lain. Sebelum pendaftaran jalur tes universitas, Bu Han memberikan brosur AKIN St. Paulus Semarang kepada saya. Beliau mengatakan “AKIN bagus Akbar, sebelum lulus sudah dapat pekerjaan”. Mendengar itu saya tertarik dan akhirnya mengisi formulir AKIN. Berkat mengisi formulir tersebut, saya mendapatkan pilihan lain. AKIN menjadi tujuan baru saya dan melupakan impian untuk bisa kuliah ke Surabaya. Surabaya telah menolak saya, tetapi Semarang akan menerima saya. Pada 23 Agustus 2013, saya pergi ke Semarang diantar oleh Bu Han bersama keluarganya. Tujuan pertama adalah AKIN, untuk menemui Pak Bambang, salah satu dosen AKIN bagian kemahasiswaan. Tujuan kedua, mencari tempat kos. Dan tujuan terakhir, mempersiapkan mental dan pikiran di tempat yang baru. Tidak lupa juga untuk membetahkan diri di sana. Tiga hari pertama masuk kuliah di AKIN digunakan untuk masa orientasi. Tiga hari berikutnya digunakan untuk Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Kerep, Ambarawa. Saat itulah, untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Br. Konrad, CSA. Beliau menjelaskan tentang Anak Anak Terang (AAT). Bingung, itu yang ada dalam benak saya saat itu. Apa itu AAT? Apa tujuan adanya AAT? Kemudian Bruder menjelaskan lebih lanjut tentang AAT. Dari situ saya mulai sedikit paham. Pertemuan kedua kali dengan Bruder, saya “disuruh” ikut AAT. Awalnya saya ragu karena belum begitu paham tentang AAT. Tetapi setelah mengikuti acara AAT pada tanggal 7 September 2013 lalu, saya baru mengetahui lebih detail tentang AAT dari kakak tingkat saya. Mulai saat itu, ada ketertarikan pada AAT dan ingin rasanya mengajak teman yang lain untuk ikut bergabung juga. Selama di AAT, saya banyak bertemu dengan orang baru. Hal itu sekaligus untuk menambah jaringan AAT agar semakin luas. Pertemuan kedua AAT, membuat saya semakin tertarik. Tidak hanya dari teman sekampus, dari kampus lain pun hadir. Tidak cukup sampai di situ, dari kota lain pun tidak ketinggalan seperti Yogyakarta, Purwokerto, Malang, dan Madiun. AAT sungguh ada di mana-mana. Yang paling menyenangkan adalah ketika diadakannya retreat di Gedang Anak, Ungaran, Semarang. Empat kota menjadi satu. Perwakilan Pendamping Komunitas (PK) dari Semarang, Yogyakarta, Madiun, dan Purwokerto berkumpul menjadi satu. Pada sesi pertama para PK diajarkan tentang Public Speaking oleh Pak Harry Santoso, agar kelak pada saat menyampaikan sosialisasi AAT tidak grogi. Dapat mengendalikan situasi dan tahu apa yang harus dilakukan ketika berbicara di depan umum. Selain itu, dapat berkomunikasi dengan baik, membuat orang yang kita ajak bicara merasa nyaman serta mudah memahami apa yang kita sampaikan. Selain itu juga, kita juga diberi ilmu bagaimana seseorang itu jujur atau sedang menyembunyikan sesuatu. Beliau juga mengajarkan tentang bagaimana menemukan kesamaan antar anggota komunitas yang nantinya akan membuat komunitas tersebut menjadi nyaman, solid, dan dapat terus berjalan meski ada kerikil yang menghambat. Sesi kedua, kami disuruh menutup mata kami dengan kain penutup oleh panitia. This is Games. Kami disuruh berjalan keliling di sekitar tempat tersebut dengan mata tertutup. Kunci dari permainan ini adalah percaya pada pemimpin yang akan mengingatkan kita yang ada di belakangnya ketika di depan ada sesuatu dan juga bertugas menjaga komunikasi. Setelah selesai dari permainan ini, mata kami tetap dalam keadaan tertutup. Pada sesi ini, kami disiram dengan air kembang sebagai simbol bahwa kami telah diterima di AAT dan harus bersiap mengemban tugas yang cukup berat. Tidak lupa pula kami juga diberi PIN AAT. Pada hari berikutnya, waktunya outbound. Kami dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 dan 2 merasakan mouse trap terlebih dahulu, sedangkan kelompok 3 dan 4, mencoba menarik ke atas sebuah baskom yang berisi air dengan tali yang diikatkan pada setiap sisi baskom dan menurunkannya kembali tanpa menumpahkan air di dalamnya. Saya pun masuk dalam kelompok 1. Dalam permainan ini terdapat tiga peran, ada yang sebagai korban, komandan, dan pelaku. Yang pertama, saya menjadi pelaku. Sebagai pelaku, mata saya harus ditutup dan mendengar perintah dari komandan. Saya gagal sehingga membuat teman saya yang menjadi korban tersiram air. Tapi, saat saya menjadi komandan, saya berhasil membimbing teman saya yang menjadi pelaku dan menyelamatkan teman saya yang menjadi korban. Kunci permainan ini adalah bagaimana kita mendengarkan arahan dari sang komandan dan menjaga komunikasi sehingga meminimalkan korban. Permainan kedua, menarik baskom. Di bawah baskom ada teman kami yang menjadi korban. Jadi ketika airnya tumpah, si korban yang terkena air. Ada seorang pemimpin yang membimbing kami. Awalnya sulit menyamakan posisi antar pemegang tali karena timbul keegoisan tiap individu. Akan tetapi setelah menyusun strategi, akhirnya kami berhasil menaikkan baskom ke puncak. Namun di luar dugaan, kami juga harus menurunkannya juga dengan mata tertutup. Ini sulit karena ketika salah satu sisi tidak sama, maka baskom tersebut tidak akan turun. Saat itu kami tetap tidak bisa menurunkan baskom sampai bawah. Kuncinya pada komunikasi, leader harus cepat mengambil keputusan dan kita harus percaya pada pemimpin dan memiliki strategi yang jitu. Permainan ketiga, kami dituntut untuk mengambil label yang ditempelkan pada mainan puzzle yang telah diberi harga. Tiap orang yang menjadi peserta hanya boleh mengambil 3 label dengan bimbingan satu orang karena mata kami harus ditutup. Permainan terakhir, berjalan dengan menggunakan sandal bakiak. Terdapat 3 sandal untuk satu kelompok. Ada tiga garis. Garis start, garis tembak, dan garis finish. Di garis tembak, kami dibekali bola air sebagai peluru untuk menembaki kelompok lain. Awalnya sulit saat berjalan, tapi saat diberi tahu kuncinya, kami dapat berjalan lebih lancar. Makna dari permainan itu adalah sebuah kelompok, awal mulanya belum menemukan hambatan yang berarti dalam mencapai finish. Namun ketika sampai di tengah yaitu di garis

Relawan AAT, Why Not? Read More »

Statistik AAT 2013/2014

Statistik Anak Anak Terang Tahun Ajaran 2013 / 2014 Setiap tahun secara rutin Anak Anak Terang mencari Orang Tua Asuh baru, sekaligus mengonfirmasi Orang Tua Asuh lama perihal kesediaan untuk melanjutkan dukungan pada Program Beasiswa AAT. Selain itu, Anak Anak Terang pun terus menyeleksi pengajuan beasiswa dari sekolah sebagai penerima Beasiswa AAT yang baru. Proses ini berlaku juga untuk Tahun Ajaran 2013/2014 di mana kegiatan belajar telah dimulai sejak Juli 2013. Pada Tahun Ajaran 2013/2014 terdapat 2048 siswa mulai dari jenjang pendidikan SD hingga Perguruan Tinggi yang menjadi Anak Asuh AAT. Dana yang dikeluarkan untuk biaya pendidikan Anak Asuh AAT mencapai Rp 1.676.584.000,00 per tahun. Pendanaan ini berasal dari dukungan 923 Donatur AAT, baik yang menjadi orang tua asuh aktif maupun donatur beasiswa insidentil. Tabel Statistik Anak Asuh AAT   Tabel Statistik Donatur AAT   Grafik Jumlah Anak Asuh AAT   Grafik Penerima Beasiswa AAT Berdasar Jenjang Pendidikan   Grafik Jumlah Donatur Tetap AAT   Grafik Persentase Donatur AAT   [qrcode content=”https://aat.or.id/statistik-aat-2013-2014″ size=”175″]  

Statistik AAT 2013/2014 Read More »

Saya Berikan Prestasi Terbaik

Nama lengkap saya Putri Krismawati, biasa dipanggil Risma oleh teman-teman. Saya adalah anak yatim sebab ayah telah meninggal dunia pada tahun 2006. Di keluarga, saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara dengan dua orang adik, semuanya adalah perempuan. Adik pertama berjarak 6 tahun, sedangkan adik kedua berjarak 12 tahun. Ketika ayah meninggal, saya merasa sedih. Ibu yang kemudian menanggung beban 3 orang anak. Yang lebih menyedihkan bahwa saat ayah meninggal, adik terkecil belum mengetahui ayahnya seperti apa. Seiring berjalannya waktu, saya bisa lulus SMA di Magelang. Saya mempunyai impian menjadi orang yang sukses dan berhasil agar bisa membantu orang tua, juga membiayai kedua adik saya. Setelah saya lulus SMA saya ingin kuliah walaupun tidak tahu siapa yang akan membiayai. Saya tidak berhenti mencoba walaupun dengan keadaan keluarga yang sangat minim. Pada awalnya saya mencoba mendaftar di Universitas Atma Jaya Yogjakarta dan beberapa perguruan tinggi yang lain. Setelah tahu bahwa diterima semua, pada saat itu saya bingung untuk memilih dan juga bingung siapa yang akan membiayai kuliah. Saya berusaha bicara dari hati ke hati dengan tante yang mempunyai keuangan yang lebih, namun apa daya saya malah dicaci maki dan dihina. Setelah itu nenek berusaha bagaimana cara untuk bisa membiayai kuliah saya. Saat itu saya tidak putus semangat. Saya berinisiatif untuk mencari pekerjaan untuk mengumpulkan uang. Akhirnya saya dapat pekerjaan di Jogja menjadi pelayan toko. Beberapa bulan bekerja di tempat itu, namun hasilnya tetap belum bisa untuk membayar kuliah. Suatu ketika nenek menelepon saya dan menyuruh pulang ke rumah. Ketika sampai rumah, saya kaget karena nenek menyerahkan uang senilai 5 juta rupiah untuk membayar angsuran biaya kuliah yang pertama. Saya bahagia karena akan menjadi seorang mahasiswi di salah satu universitas, dan mungkin ini adalah awal anak tangga untuk meraih impian menjadi orang sukses. Setelah menjadi mahasiswi, saya masih banyak permasalahan ekonomi ((biaya kost, biaya hidup dan biaya transport)), juga bingung hendak dengan cara apalagi untuk membayar angsuran biaya kuliah berikutnya. Oleh sebab hal ini, akhirnya saya memutuskan untuk kuliah sambil bekerja di sebuah perusahaan pialang. Semua itu saya lakukan untuk menambah uang untuk hidup di Jogja termasuk juga untuk membayar kost. Pada akhir semester pertama saya mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Saya menyesal sekali karena kesibukan pekerjaan menganggu konsentrasi kuliah saya. Saya bertambah bingung karena nilai yang didapat sangat tidak memuaskan. Bagaimana bisa menaiki anak tangga selanjutnya jika hanya melangkah tidak sepenuh hati? Saya sadar dan merenungi apa yang sudah ditempuh saat semester satu yang lalu. Mengenal Anak Anak Terang Akhir semester satu saya mengenal Anak Anak Terang (AAT). Di AAT saya ikut melayani sebagai Pendamping Komunitas (PK) atau yang sering disebut sebagai Staff Admin untuk beberapa sekolah. Saya merasa senang karena bisa ikut melayani orang lain. Melalui pelayanan ini juga, membuat saya menyadari bahwa masih ada orang lain yang di bawah kita. Awal semester dua saya kembali bingung bagaimana caranya membayar uang SPP tetap dan Variabel. Saya tidak mungkin minta dengan ibu, karena beliau juga berpenghasilan minim. Hanya pas untuk makan dan memberi uang saku adik-adik. Saya bercerita dengan nenek saya dengan keadaan yang saya alami saat itu. Nenek memberikan cicin dan anting untuk digadaikan agar saya tetap bisa kuliah. Saya merasa sedih karena kuliah ini menjadi beban untuk nenek. Setelah itu saya berfikir apakah saya bisa menjadi anak asuh dalam pelayanan AAT yang saya ikuti? Saya berusaha mencari informasi bagaimana caranya untuk menjadi anak asuh. Pada saat itu saya berkonseling dengan Romo Vidi, Ibu Lies, dan Romo Agus. Saya tak henti-henti berdoa agar bisa melawati tahap seleksi anak asuh. Semua proses sudah saya lewati hingga pada akhirnya tinggal menunggu hasil dari semester dua untuk menjadi persyaratan yang utama. Sayangnya ada satu nilai yang menjatuhkan. Hancur sudah hati ini karena melihat nilai itu. Namun ada kawan yang juga menjadi anak asuh yang terus memberi semangat untuk saya memperbaiki nilai (Ujian Remidi) agar dapat memenuhi syarat sebagai anak asuh. Di akhir semester saya mendapatkan nilai yang menjadi syarat untuk menjadi anak asuh. Sungguh tidak menyangka bila dapat kuliah lagi. Andai saya tidak menjadi anak asuh,  saya memutuskan untuk berhenti kuliah dan bekerja. Namun kuasa Tuhan sangat luar biasa. Saya yakin dan percaya Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umatnya. Saya akan belajar sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik buat orang tua serta donatur yang telah membiayai saya dan mempercayai saya untuk menjadi anak asuh mereka. Meskipun belum dapat mengenal siapa donatur yang telah mau membiayai namun saya mengucapkan terima kasih, sebab para donatur telah mau berbagi dengan menyisihkan sebagian rejekinya guna membiayai pendidikan saya. Saya tidak dapat membalas kebaikan donatur, tetapi saya akan memberikan prestasi yang terbaik di antara yang baik. Semoga donatur selalu diberkati Tuhan dan dimudahkan segala usaha dan urusannya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Romo Vidi , Ibu Lies, Romo Agus, Ibu Komang, dan Bapak Hadi selaku ketua Yayasan AAT Indonesia saat ini. Tanpa mereka, saya tidak akan bisa mendapatkan beasiswa. Sungguh luar biasa, Tuhan telah memberikan jalan untuk saya menjadi yang terbaik.   Putri Krismawati Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/saya-berikan-prestasi-terbaik” size=”175″]  

Saya Berikan Prestasi Terbaik Read More »

Talk Your Love, Spread Your Care

  Dinamika Relawan Anak Anak Terang Wisma Abdi Kristus Gedanganak Ungaran, 14 – 15 Oktober 2013  “Talk your love and spread your care … “ Acara Dinamika Relawan Anak Anak Terang (AAT) diadakan secara khusus untuk mengenalkan AAT sebagai sebuah Komunitas Beasiswa yang menaungi siapa saja yang mempunyai kepedulian yang sama pada anak-anak yang kurang beruntung di bidang pendidikan formal. Manfaat dari acara ini agar para Pendamping Komunitas (PK) atau yang sering disebut sebagai Staff Admin AAT mengerti secara keseluruhan tentang Visi dan Misi Anak Anak Terang. Jumlah peserta sebanyak 33 orang PK yang berasal berbagai kota antara lain Semarang, Jogjakarta, Purwokerto, dan Madiun. Acara diselenggarakan selama 2 hari 1 malam di Wisma Abdi Kristus Gedanganak Ungaran dan dipandu oleh narasumber Bapak Harry Santoso (hari pertama) dan oleh Ibu Linda dari tim outbound “Virtue” (hari kedua). Acara Hari Pertama Hari pertama, dimulai dengan sesi Representation System. Kita diajak untuk lebih memaknai kata ”komunikasi”. Komunikasi dibagi menjadi verbal dan non verbal. Dalam hal ini cara berkomunikasi tidak hanya dengan berbicara, sebab diam pun merupakan salah satu bentuk lain dari komunikasi. Dengan diam, orang lain pasti akan memiliki argumen yang berbeda-beda untuk menilai tentang apa yang sedang kita rasakan. Representation system dibagi menjadi tiga yaitu Visual, Auditorial, dan Kinestetik. Visual, di mana orang lebih cenderung menggunakan penglihatan untuk berkomunikasi. Auditorial, di mana orang lebih cenderung untuk mendengarkan dan tidak melihat lawan bicaranya untuk mengerti suatu pembicaraan. Sedangkan Kinestetik, di mana orang akan lebih menggunakan perasaan untuk berkomunikasi dan cenderung mengerti dengan penerapan yang menggunakan gerakan. Penerapannya bila kita berbicara secara interpersonal (one to one), 2 orang akan berkomunikasi dan masing-masing saling mengamati arah bola mata lawan bicaranya. Eyeball dapat menunjukkan orang tersebut hanya sedang berimajinasi (construct) atau memang sedang mengingat suatu momen (recall). Jika lawan bicara kita cenderung melihat ke arah kiri kita, bisa diartikan orang tersebut hanya berimajinasi atau berbohong. Sebaliknya jika melihat ke arah kanan kita, bisa jadi orang tersebut sedang berusaha mengingat terhadap momen hidup yang pernah dialami. Posisi eyeball saat berkomunikasi juga dapat menunjukkan kecenderungan orang tersebut termasuk visual, auditorial, atau kinestetik. Jika bola mata sering ke arah atas, berarti cenderung orang visual. Jika bola mata pada posisi arah tengah serta hanya melihat ke kanan dan ke kiri, maka termasuk orang auditorial. Sedangkan jika sering melihat ke bawah maka cenderung menjadi orang kinestetik. Tingkat kejujuran seseorang juga bisa dilihat dari mouth cover. Apabila orang berkomunikasi namun sering menutupi mulutnya dapat dikatakan orang tersebut tidak jujur. Nose touch, hanya dengan menyentuh hidung saat berbicara dapat diartikan orang tersebut cenderung sedang menyembunyikan sesuatu. Begitu pula dengan eye rub, menggosok-gosok mata dengan jari bisa dikatakan sedang memiliki sesuatu yang disembunyikan. Hal yang sama berlaku untuk ear grab (garuk telinga), neck strecth (garuk leher), collar pool (tarik kerah). Namun kita juga tidak boleh serta merta menyatakan seseorang itu berbohong. Semua hal di atas juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekitar. Bisa jadi semuanya terjadi secara natural karena efek lingkungan. Acara Hari Kedua   Acara hari kedua diisi dengan permainan outbound yang sangat menyenangkan. Permainannya antara lain mouse trap, balance, star wars, dan sebagainya. Setiap permainan memiliki makna dan tujuan positif. Hampir semua permainan ini membutuhkan kerjasama antar kelompok yang kuat dan selalu ada yang menjadi pemimpin. Terkadang semua anggota cenderung ingin menjadi pemimpin yang selalu mengatur dan memiliki pendapat masing-masing untuk menyelesaikan masalah. Hal tersebut malah tidak akan menemukan jalan keluarnya, kecuali ada salah satu pemimpin yang dipercaya dari suatu kelompok sehingga akan lebih mempermudah koordinasi untuk penyelesaian suatu masalah. Acara terakhir adalah pengenalan sistem kerja AAT. Pada sesi ini para peserta diharapkan untuk lebih mengerti dan mengenal lebih jauh terhadap spiritualitas Anak Anak Terang. Para relawan memahami tugas-tugas yang harus dilakukan sebagai seorang Pendamping Komunitas (PK). Para peserta juga diharapkan dapat lebih aktif merespon terhadap apa yang disampaikan pembicara. Sesi ini bertujuan agar para relawan PK lebih peka dan siap menghadapi masalah-masalah yang mungkin terjadi di lapangan. Semoga dengan adanya acara seperti ini, para relawan diberi kekuatan dan kesabaran untuk melayani sesama dengan hati yang tulus bersama Anak Anak Terang. Semoga karya Anak Anak Terang semakin bersinar dan terangnya mengisi semua relung hati kita bersama.   Liputan oleh : Maria Septiani Putri Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/talk-your-love-spread-your-care” size=”175″]  

Talk Your Love, Spread Your Care Read More »

Bisa Kuliah Berkat Beasiswa AAT

Di mana ada kemauan, pasti ada jalan … Saat kelulusan SMK adalah masa-masa yang membahagiakan sekaligus menyedihkan bagi saya. Bahagia karena dapat lulus dari SMK setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun, sedih karena harus berpisah dengan guru-guru, teman-teman tercinta serta harus mulai memikirkan masa depan. Keinginan saya setelah lulus SMK adalah kuliah.  Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi supaya kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Tetapi orang tua saya hanyalah seorang single parent yang memiliki tanggungan 3 orang adik. Seluruh saya adik saya sekolah sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Ibu saya hanyalah seorang penjahit rumahan yang penghasilannya tidak seberapa. Penghasilan ibu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Beban ini bertambah lagi sebab ibu masih harus mengasuh keponakan saya karena orang tuanya berpisah. Sedangkan ayah saya sudah lebih dari 10 tahun tidak menafkahi kami. Saya berusaha untuk tidak menambah beban ibu dengan menuntut harus dikuliahkan. Meskipun demikian, saya tidak pasrah begitu saja. Saya memiliki prinsip, jika menginginkan sesuatu maka saya harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Akhirnya saya mulai mencoba mencari peluang beasiswa perguruan tinggi. Setelah mencari-cari informasi di internet, bertanya ke sana ke mari, akhirnya saya mencoba mendaftar kuliah di UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta) dan UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) melalui jalur PSSB (Program Seleksi Siswa Berprestasi). Meskpun telah mencoba mendaftar, saya tidak diterima sebagai mahasiswa PSSB di 2 universitas tersebut. Saya dialihkan ke jalur lain yang hanya diberikan potongan biaya kuliah beberapa persen dan tetap harus membayar jutaan rupiah. Yaaah … seketika itu juga saya merasa kecewa dan keinginan untuk kuliahpun sedikit terpupus. Sedikit demi sedikit saya mulai bisa legowo dan menyadari bahwa saya tidak bisa kuliah. Saya juga tidak mau menganggur di rumah jadi saya mulai melamar pekerjaan. Saya memasukkan lamaran ke berbagai tempat dan Puji Tuhan saya diterima bekerja di salah satu perseroan terbatas sebagai SPG (Sales Promotion Girl) yang memasarkan produk teh, larutan pereda panas dalam, dan lain-lain. Bekerja hari demi hari sedikit menghibur saya dan sedikit melupakan keinginan untuk kuliah. Walaupun penghasilan saya sebagai SPG tidak banyak, tetapi saya berusaha bekerja dengan sepenuh hati, anggaplah sekaligus untuk mencari pengalaman. Peluang Kuliah dengan Beasiswa AAT Setelah sebulan bekerja, tiba-tiba salah seorang guru SMK Marsudi Luhur yang bernama ibu Sri Rahayu menghubungi saya untuk memberikan kabar bahagia bahwa AAT (Anak-Anak Terang) membuka peluang beasiswa Perguruan Tinggi. Beliau beserta Kepala Sekolah yaitu ibu Dra. Luh Komang Sri Budiastuti sangat mendukung saya untuk mengambil kesempatan tersebut karena ini merupakan kesempatan yang baik. Jujur saat itu saya merasa sangat bahagia karena sejak di bangku SMK saya sudah mendapatkan beasiswa dari AAT. Kebahagiaan ini bertambah lagi sebab AAT memberikan harapan kepada saya untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Awalnya banyak pihak yang tidak setuju saya mengambil kesempatan beasiswa ini. Sebagian dari keluarga saya mengatakan,“Lebih baik kamu bekerja saja supaya dapat meringankan beban ibu kamu untuk membantu membiayai sekolah adik-adik kamu. Kuliah itu biayanya banyak. Walaupun biayanya gratis, tapi tetap saja perlu biaya banyak untuk lain-lain”. Ada lagi yang mengatakan, “Percuma saja sekolah tinggi-tinggi, nantinya juga masuk dapur. Mbok nerima saja. Anaknya orang nggak punya nggak usah kakean karep (banyak kemauan). Kerja saja malah lebih baik.” Selain itu, masih banyak lontaran pedas lainnya yang ditujukan kepada saya. Tetapi saat itu ibu menguatkan saya untuk tetap mengambil kesempatan berharga ini. Ibu tidak keberatan jika saya kuliah. Ibu malah senang karena ada AAT yang bersedia membiayai saya kuliah. Harapannya agar saya mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan dapat memperoleh pekerjaan sehingga nantinya bisa membantu keluarga. Nasehat ibu saya yang selalu saya ingat adalah “kesempatan itu tidak datang dua kali, jadi selagi ada kesempatan ya diambil, ibu sangat mendukung kamu, nak”. Kata-kata ibu membuat tekad saya semakin bulat untuk mengambil kesempatan mendapatkan beasiswa ini. Mengikuti Seleksi Beasiswa AAT Saya mulai menyiapkan segala persyaratan yang diberikan oleh AAT kemudian mengumpulkan berkasnya melalui sekolah. Selang beberapa hari kemudian, ada kabar yang menggembirakan. Nama-nama siswa yang Lolos Seleksi Beasiswa AAT Tahap 1 (administrasi dan kelengkapan dokumen) diposting pada grup Facebook Anak Asuh AAT. Saya termasuk yang lolos. Rasanya bahagia sekali walaupun saya masih ragu apakah diterima atau tidak. Keraguan ini disebabkan masih ada beberapa tahap lagi, di antaranya Tahap 2 yaitu Seleksi Wawancara. Waktu itu saya diwawancarai oleh Bapak Hadi Santono, Kak Cika dan Kak Mega. Saat wawancara tersebut adalah saat yang paling mengesankan bagi saya karena mulai ada pembicaraan dari hati ke hati tentang kesanggupan, komitmen, tanggung jawab serta keluarga, dan lain-lain, yang sampai-sampai membuat air mata berderai. Tahap terakhir atau Tahap 3 adalah Home Visit atau kunjungan ke rumah. Pada tahap ini terjadi wawancara Pengurus AAT dengan orang tua saya dan merupakan tahap yang terakhir. Setelah melewati seluruh tahap seleksi, saya termasuk 1 dari 6 anak asuh Perguruan Tinggi yang lolos seleksi. Saya akhirnya dapat kuliah di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan saat ini saya sudah memasuki Semester 3. Saya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan berharga yaitu dapat kuliah di universitas yang terbaik dan ternama. Saya juga berjanji untuk tidak mengecewakan semua pihak yang telah mendukung saya terutama para donatur yang telah berbaik hati membiayai kuliah saya walaupun sampai sekarang saya tidak mengetahui siapa donatur yang telah membiayai saya selama ini. Hal sederhana yang dapat saya lakukan adalah belajar sebaik-baiknya supaya mendapatkan IPK yang baik dan dapat lulus kuliah dengan cepat supaya tidak mengecewakan para donatur dan semua orang yang membantu saya. Saya juga senantiasa berdoa untuk para donatur agar selalu diberikan berkah melimpah oleh Tuhan dan selalu diberikan kesehatan supaya dapat terus berbagi kasih kepada sesama. Pengalaman Bersama AAT AAT telah memberikan banyak pengalaman berharga buat hidup saya. Di antaranya sebagai anak asuh, saya dan teman-teman diajarkan untuk bekerja sebagai Pendamping Komunitas (PK) atau Staff Admin AAT. Kami membantu proses pengelolaan administrasi Beasiswa AAT. Saya mendapat tugas untuk menjadi pendamping dari 5 komunitas yaitu Paroki Bintaran, SMK Marsudi Luhur 1, SMK Marsudi Luhur 2, SMA Marsudi Luhur dan SMP Marsudi Luhur, yang merupakan almamater saya. Saya bangga, sebab sebagai alumni dari sekolah Marsudi Luhur saya dapat membantu dan melayani beasiswa adik-adik kelas. Momen yang paling menyenangkan

Bisa Kuliah Berkat Beasiswa AAT Read More »

Pengalaman Pertama sebagai Pendamping Komunitas

Perjalanan saya di Anak-Anak Terang (AAT) belum begitu panjang. Awalnya hanya sekedar ikut-ikutan saat diajak oleh kakak saya untuk survey di sebuah SMA di pusat Kota Yogyakarta. Ya.. memang kakak yang memperkenalkan AAT kepada saya. Awalnya saya hanya sering mendengarkan kakak bercerita pengalamannya bersama AAT, tapi sekarang saya tahu lebih lengkap tentang apa itu AAT. Ketika diajak survey, saya hanya melihat dan menemaninya saja. Banyak kisah yang menyentuh hati saya. Calon anak asuh mengalami masalah lebih dari yang saya bayangkan, yang saya rasa terlalu berat untuk dihadapi anak seumuran mereka. Kakak memberi kesempatan kepada saya untuk mewawancarai salah satu calon anak asuh yang akan mendapat beasiswa dari AAT. Dari sekian banyak anak yang sudah saya dengar cerita kehidupannya, kisah hidup anak ini benar-benar membuat saya tersentuh. Ia mempunyai adik yang masih kecil dan tentunya masih sekolah juga. Namun keluarganya hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga masih banyak uang sekolah yang belum ia bayar. Ditambah lagi hubungan orang tuanya yang tidak harmonis membuat masalah semakin menumpuk di dalam pikirannya. Setiap hari untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ibunya harus menjadi buruh cuci dengan gaji hanya sekitar tiga ratus ribu per bulan. Tentu saja tidak cukup untuk membeli beras dan membayar uang sekolah, maka dari itu ibunya sering berhutang sana-sini untuk membayar uang sekolahnya, tapi sampai sekarang juga tetap saja masih kurang. Tidak hanya belajar yang harus ia lakukan, tetapi juga bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Jika ada waktu senggang, ia sering diajak untuk bekerja di bengkel milik salah satu temannya. Memang ia adalah seorang anak perempuan, tetapi ia mengaku keahliannya memang di bidang otomotif. Upah yang hanya sepuluh ribu rupiah setiap kali datang sebenarnya tidak cukup, tapi “buat tambah-tambah beli beras mbak, untuk makan sehari-hari aja kan juga kurang, kadang malah enggak makan mbak karena tidak ada yang harus dimakan kalo saya nggak ikutan kerja.” Mendengar perkataannya itupun membuat saya semakin merasa terenyuh. Baru kali itu saya mendengar cerita dari seseorang yang benar-benar berjuang hidup dalam keterbatasan secara langsung. Biasanya saya hanya menonton di televisi saja tapi saat itu benar-benar nyata. Hal itu yang membuat saya semakin merasa bersyukur kepada Tuhan karena walaupun saya juga hidup serba pas-pasan tetapi setiap hari saya masih bisa makan. Saya bergabung menjadi PK AAT baru sekitar 3 bulan namun saya sudah mendengar banyak pengalaman baru dari orang lain. Pengalaman-pengalaman hidup yang hebat dan membuat saya semakin bersemangat untuk bisa lebih lagi melayani sesama, membawa terang untuk teman-teman yang lainnya.   Mikaella Maria Dicna Advenia Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/pengalaman-pertama-sebagai-pendamping-komunitas” size=”175″]  

Pengalaman Pertama sebagai Pendamping Komunitas Read More »

Pertemuan AAT Semarang

Pada hari Sabtu, 7 September 2013, untuk pertama kalinya diselenggarakan pertemuan AAT Semarang yang mengambil tempat di SMK Kimia Industri Theresiana, Jalan Pleburan Barat 12 A, Semarang. Acara dihadiri oleh para penanggung jawab (PJ) sekolah, juga para tamu undangan, antara lain Romo Vikjen Keuskupan Semarang yaitu Romo F.X Sukendar Wignyosumarta, Pr, Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Semarang yaitu Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr ,Tim Peduli Pendidikan (TPP), Redaksi majalah Salam Damai, dan masih banyak lagi. Pertemuan ini beragendakan peresmian kesekretariatan Semarang, penjelasan prosedur pengelolaan beasiswa, serta pemberian secara simbolis surat keputusan (SK) yang berisi tentang daftar nama anak-anak asuh yang diterima pada Tahun Ajaran 2013/2014. Acara sengaja dimulai siang hari, pada pukul 13.00, agar mempermudah PJ untuk dapat hadir. Pertemuan diawali dengan makan siang, doa pembuka oleh Rm. Sukendar, dan kemudian sambutan dari Christianus Widya Utomo mewakili pengurus AAT. Sekedar info, AAT Semarang telah membantu 17 sekolah/komunitas dengan jumlah anak asuh sebanyak 496 anak. Selain ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, dalam sambutannya Mas Chris juga bercerita perihal AAT yang sudah bekerja selama 11 tahun dalam melayani sesama. Romo Sukendar, Vikjen Keuskupan Semarang, mengatakan kekaguman terhadap AAT yang sudah sangat luas membantu banyak orang yang membutuhkan uluran tangan terutama dalam dunia pendidikan. Romo Sukendar menjelaskan, pendidikan merupakan hal penting yang dibutuhkan kaum muda sebagai bekal mereka di masa depan. Setelah sambutan yang begitu hangat, acara dilanjutkan dengan peresmian Sekretariat AAT Semarang. Proses peresmian dilakukan dengan serah terima dan pemberkatan papan nama Sekretariat AAT Semarang oleh Romo F.X Sukendar Wignyosumarta, Pr.   Acara dilanjutkan dengan pengenalan singkat tentang AAT oleh Pieter, serta prosedur pengajuan beasiswa oleh Handy, kemudian disusul sesi tanya jawab. Selanjutnya pengenalan Pendamping Komunitas (PK) Semarang dan sharing yang dialami oleh para PK yang diwakilkan oleh Edo dan Maria. Maria menceritakan tentang pengalamannya sebagai PK yang membuatnya mengenal banyak relasi sehingga menjadi semakin berani untuk tampil. Sedangkan Edo bercerita tentang bagaimana dia yang dulunya sering berkeluh kesah sebab kedua orang tua tidak dapat mewujudkan keinginannya. Setelah dirinya masuk di AAT sebagai PK dan mewawancarai calon anak asuh, Edo merasa menjadi orang yang beruntung bila bandingkan dengan calon anak asuh yang sudah ditinggalkan orang tuanya, baik karena perceraian atau meninggal dunia. Karena itu Edo sangatlah bersyukur menjadi seorang relawan AAT. Setelah sharing, acara ini berlanjut ke penyerahan surat keputusan (SK) dan penerimaan secara simbolis beasiswa Tahun Ajaran 2013/204 yang diberikan oleh AAT kepada tiap sekolah dan komunitas. Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Romo Kendar. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan semakin banyak anak-anak asuh yang dapat dibantu dan semakin banyak pula Sahabat Anak Anak Terang yang ingin membantu.   Aloysius Handy W. Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/pertemuan-aat-semarang” size=”175″]  

Pertemuan AAT Semarang Read More »

Millard's Crossing Dorfcafé Eglofs War138 SS Fallschirmjager Coffee Beans Arabica Era77 Era77 Avinença Monpazier War138 War138 What is corn meal in Mexico War138 Gerakan99 Era77 Dog69 war138 war138 war138 war138 era77 era77 era77 era77 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 Sbobet88 duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 stc76 perihoki perihoki cakar76 cakar76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 abc1131 https://www.thewayofthespirit.com/contact/ kombinasi silang pemetaan peluang blackjack sv388 mahjong wins 3 keunggulan kuantitatif formasi investigasi sv388 mahjong wins 3 skema berbasis informasi akurat sicbo mahjong wild deluxe komponen pengurangan risiko investigasi sv388 blackjack mahjong wins 3 akselerasi berbasis informasi rtp live mahjong wins 3 sweet bonanza pengujian komponen investigasi pola mahjong ways 2 pgsoft metodologi pemantauan pg soft berkelanjutan teknologi ai penataan visual bertingkat kemasan kosmetik promosi interaktif urgensi literasi media mahjong ways 2 ekosistem digital dampak risiko peluang parlay taruhan kombinasi parlay gacor taktik seleksi pertandingan kejutan mahjong ways 2 vs mahjong wins hemat ram hp mahjong wins vs black scatter memicu emosi metode flat betting baccarat solusi strategis integrasi sistem ti mahjong ways inovasi perusahaan strategi kuantitatif analisa taktik peluang sicbo teknik pola rtp live mahjong wild deluxe gates of olympus sinergi algoritma hibrida strategi jitu mahjong wild deluxe analisa peluang dadu sicbo teknik pola rtp live gates of olympus ekstraksi peluang paten algoritma silang taktik pola starlight princess analisa baccarat strategi rtp live mahjong ways 2 pgsoft strategi bagus meta eksklusif dekonstruksi taktik blackjack peluang rtp live mahjong wins 3 teknik pola sweet bonanza manajemen volatilitas elit integrasi strategi peluang wild west gold analisa paten teknik roulette taktik presisi pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft matriks probabilitas silang analisa peluang sv388 taktik apik blackjack membedah pola sugar rush strategi teknik rtp live mahjong wins 3 optimalisasi taktik silang strategi cerdas mahjong wild deluxe kasino dadu sicbo analisa rtp live gates of olympus analisa komprehensif taktik kasino baccarat terapan membedah peluang mahjong ways 2 pgsoft teknik pola rtp live starlight princess analisa probabilitas silang mengukur peluang kasino blackjack pola sweet bonanza strategi rtp live mahjong wins 3 pragmatic anatomi mekanika kemenangan korelasi analisa peluang kasino roulette klasik taktik pola wild west gold teknik pemetaan rtp live mahjong ways 2 pgsoft pemetaan kognitif arena sinkronisasi teknik strategi kasino blackjack analisa peluang sv388 eksploitasi pola sugar rush taktik rtp live mahjong wins3 dekonstruksi peluang meta teknik ekstraksi pola gates of olympus taktik kasino dadu sicbo strategi mahjong wild deluxe kalibrasi strategi hibrida taktik kasino baccarat pro analisa pola starlight princess teknik eksekusi rtp live mahjong ways 2 pgsoft ekstraksi teknik hibrida panduan analisa rtp live mahjong wins 3 pragmatic taktik kasino blackjack strategi peluang pola sweet bonanza rasionalitas taktik bertaruh sinkronisasi analisa strategi kasino roulette pembacaan peluang pola wild west gold teknik eksploitasi rtp live mahjong ways 2 ekuilibrium probabilitas elite analisa strategi blackjack taktik peluang kasino sv388 optimalisasi teknik pola sugar rush rtp live mahjong wins 3 analisa komprehensif pola rtp live strategi teknik taktik membaca peluang mahjong wild deluxe gates of olympus wild deluxe dadu sicbo pemetaan statistik taktik perilaku taruhan strategi menggabungkan analisa pola teknik baca peluang validasi rtp live akurasi mahjong ways 2 pgsoft dekoding peluang blackjack matematis sinkronisasi analisa rtp live taktik teknik pengenalan pola strategi menaklukkan mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanza ekstraksi data peluang terukur metodologi strategi roulette analisa taktik teknik penguasaan pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft wild west mitigasi risiko eksekusi taktik penguasaan strategi teknik kalibrasi peluang analisa pola dinamis rtp live khusus sv388 mahjong wins 3 pragmatic metodologi presisi integrasi strategi teknik analisa peluang rtp live taktik mahjong wild deluxe dadu sicbo pola gates of olympus sinkronisasi taktik analisa rtp live membedah pola matematis teknik presisi strategi memaksimalkan peluang ekosistem mahjong ways 2 pgsoft mitigasi risiko optimalisasi peluang implementasi strategi analisa taktik teknik pembacaan pola blackjack sweet bonanza rtp live mahjong wins 3 pragmatic ekosistem taktik presisi integrasi strategi roulette analisa pola teknik kalibrasi peluang rtp live roulette mahjong ways 2 pgsoft wild west gold navigasi momentum elite sinkronisasi strategi terpadu teknik eksekusi analisa taktik pembacaan pola peluang rtp live sv388 mahjong wins 3 pragmatic penguasaan taktik pro implementasi strategi teknik analisa peluang pola rtp live mahjong wild deluxe gates of olympus dadu sicbo adaptasi taktik dinamis hadapi anomali peluang strategi pengenalan pola teknik eksekusi analisa penentu rtp live arena mahjong ways 2 pgsoft hibridisasi taktik presisi menggabungkan strategi analisa pola teknik validasi peluang blackjack rtp live mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanza navigasi algoritma dinamis pendekatan strategi roulette multi disiplin teknik penilaian peluang analisa taktik pola rtp live mahjong ways pgsoft dekonstruksi peluang kemenangan metodologi strategi analisa pola teknik implementasi taktik rtp live sv388 mahjong wins 3 pragmatic analisis pola silang sweet bonanza roulette eksplorasi multiplier mahjong wins ritme stabil rahasia formasi simbol mahjong ways algoritma simulasi peluang rtp maksimal pg soft waktu distribusi simbol wild bandito data harian wild bandito scatter analisis efektivitas multiplier gates olympus analisis live rtp pgsoft algoritma presisi membaca pola mahjong ways 2 kuantitatif strategi anggaran starlight princess stabilitas algoritma analisa peluang teknik strategi pola rtp live mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus eksploitasi algoritma manajemen risiko analisa teknik strategi peluang taktik pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princeas dinamika volatilitas sistem hibrida analisa teknik strategi taktik pola rtp live ekstraksi peluang blackjack sweet bonanza mahjong wins 3 pragmatic blackjack sinkronisasi mekanika probabilitas analisa taktik strategi peluang teknik pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft roulette wild bandito metodologi cerdas analisa taktik silang strategi peluang teknik pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 blackjack sv388 taktik silang strategi baca pola analisa peluang rtp live gates of olympus sicbo mahjong wild deluxe dekonstruksi peluang analisa data teknik presisi strategi taktik sinkronisasi pola rtp live baccarat starlight princess mahjong ways2 pgsoft metodologi cerdas analisa taktik silang strategi peluang teknik pola rtp live sweet bonanza mahjong wins 3 pragmatic blackjack membedah anatomi peluang lintas permainan teknik eksekusi analisa taktik strategi pola rtp live probabilitas mahjong ways 2 pgsoft dekonstruksi algoritma manajemen probabilitas analisa teknik strategi peluang taktik pola rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush sv388 Kalibrasi Pola Dinamis Mahjong Ways 2 Analisa Baccarat Teknik Pengelolaan RTP Live Starlight Princess Pendekatan Sistematis Analisa Mahjong Wild Deluxe Teknik Pemetaan RTP Live Integrasi Strategi Sicbo Modern Sinkronisasi Data Pola Mahjong Wins 3 Strategi Analitik RTP Live Gates of Olympus Teknik Blackjack Adaptif Rekonstruksi Metode Taktik Baccarat Analisa Pola Mahjong Ways 2 Validasi RTP Live Sweet Bonanza Pragmatic data realtime sweet bonanza rtp evaluasi timing mahjong ways simbol emas modal mahjong wins tempo bermain pecahan simbol starlight princess statistik strategi blackjack split double data algoritma taktis analisa pola mahjong wild deluxe peluang sicbo teknik rtp live gates of olympus analisa komprehensif pola mahjong ways 2 pgsoft taktik baccarat peluang teknik rtp live starlight princess dekonstruksi matriks kemenangan analisa pola kritis mahjong wins 3 taktik peluang blackjack strategi teknik rtp live sweet bonanza pragmatic sinkronisasi algoritma kemenangan teknik analisa pola mahjong ways 2 pgsoft taktik peluang roulette strategi pembacaan rtp live wild west gold investigasi mekanika taruhan analisa pola mahjong wins 3 pragmatic taktik peluang blackjack strategi rtp live sugar rush sv388 dekonstruksi peluang strategi hibrida pola gates of olympus taktik sicbo analisa rtp mahjong wild deluxe ekosistem taktis multi game strategi mitigasi peluang baccarat teknik rtp live starlight princess analisa pola mahjong ways 2 analisa komprehensif ekosistem pragmatic taktik presisi mahjong wins 3 strategi rtp live sweet bonanza teknik peluang blackjack blueprint kinetik taruhan strategi taktik roulette analisa pola mahjong ways 2 pgsoft teknik pemetaan peluang rtp live wild west gold navigasi algoritma rng live dealer teknik rtp live sugar rush pragmatic taktik analisa pola mahjong wins 3 strategi blackjack peluang sv388 seberapa ampuh multiplier free spins mahjong ways statistik scatter hitam free spins mahjong wins peluang simbol wild mahjong berdasarkan data momen stop rtp mahjong wins realtime trik efisiensi starlight batas rugi princess manuver elite integrasi teknik analisa rtp live pola taktik mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus analisa probabilitas strategi pola mahjong ways 2 pgsoft taktik rtp live starlight princess teknik peluang baccarat metodologi taktik terstruktur analisa pola pragmatic mahjong wins 3 strategi teknik peluang blackjack rtp live sweet bonanza taktik sinkronisasi hibrida strategi pemetaan pola mahjong ways 2 pgsoft analisa peluang roulette teknik rtp live wild west gold metrik taktik hibrida analisa peluang sv388 strategi teknik blackjack pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic dekonstruksi peluang analisa pola rtp live mahjong wild deluxe strategi taktik sicbo gates of olympus sistem kalibrasi strategi taktik pola pgsoft mahjong ways 2 analisa peluang baccarat teknik rtp live starlight princess pemetaan pola algoritma taktik analisa peluang blackjack teknik strategi rtp live sweet bonanza pragmatic mahjong wins 3 kerangka strategi terkalibrasi analisa teknik peluang roulette taktik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live wild west gold eksekusi peluang presisi taktik analisa pola mahjong wins 3 pragmatic strategi teknik sv388 rtp live sugar rush blackjack penerapan kuantitatif mahjong ways simbol emas dinamika odds live roulette strategi data tren papan skor baccarat panduan praktis analisis algoritma simbol berulang mahjong ways sebaran simbol wild bandito peluang data fenomena mahjong ways yang membuat banyak pemain terus kembali mencobanya mahjong wins dalam arus perkembangan game online global yang bikin pemain jadi tambah senang mahjong ways dan era hyper presonalized gaming yang menjadi tren global teknologi machine learing membuat mahjong wins semakin menarik di 2026 analitik data pgsoft catatan permainan modern mesin grafis wild bounty aztec visual grafis pgsoft habanero efek visual game teknologi ai cloud mahjong modern stabil penelitian strategis mahjong wins 3 sinkronisasi rtp live teknik probabilitas strategi definitif mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus kalkulasi dinamis taktik multi game strategi mahjong ways 2 pgsoft analisa peluang baccarat teknik pola rtp live starlight princess kerangka taktik strategi presisi analisa peluang blackjack teknik pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza sistem eksekusi cerdas analisa pola rtp live wild west gold strategi taktik mahjong ways 2 pgsoft teknik kalkulasi roulette dekonstruksi mekanika cerdas analisa taktik blackjack teknik sv388 strategi pola rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic eksekusi taktik hibrida peluang dadu sicbo teknik mahjong wild deluxe strategi pola gates of olympus matriks probabilitas analisa pola mahjong ways 2 pgsoft strategi peluang baccarat teknik taktik starlight princess rtp live arsitektur peluang taktik teknik blackjack analisa pola mahjong wins 3 pragmatic strategi rtp live sweet bonanza analisa variansi kemenangan sinkronisasi strategi pola mahjong ways 2 pgsoft taktik peluang roulette teknik rtp live wild west gold sinergi matriks taktik mengupas strategi pola sv388 peluang blackjack analisa teknik rtp live sugar rush mahjong wins 3 pragmatic navigasi probabilitas teknik mahjong wild deluxe strategi jitu gates of olympus analisa pola dadu sicbo rekayasa pola peluang strategi taktik baccarat analisa teknik mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princess integrasi metode hibrida analisa pola mahjong wins 3 pragmatic taktik blackjack strategi teknik sweet bonanza peluang rtp live dekode algoritma permainan analisa teknik rtp live wild west gold strategi pola mahjong ways 2 pgsoft pemetaan taktik peluang roulette kalibrasi strategi probabilitas analisa pola teknik sv388 taktik peluang blackjack rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush efektivitas pola unik mahjong wins komunitas efisiensi mode turbo meja roulette peluang petir merah gates olympus super scatter perbandingan risiko roulette eropa vs vegas timing multiplier gates olympus super scatter analisis siklus performa mahjong wins gong xi cara mengukur frekuensi ekspansi wild koi gate cara pakai live rtp bonus caishen cash pots rahasia pola multiplier gates of olympus 1000 sistem otomatis data live rtp pg soft analisa komprehensif pola rtp live strategi peluang sicbo mahjong wild deluxe gates of olympus taktik silang analisa peluang teknik rtp live starlight princess mahjong ways 2 pgsoft baccarat eksekusi strategi lanjutan sinkronisasi teknik rtp live pola taktis mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanza blackjack menguasai algoritma permainan analisa peluang strategi teknik rtp live wild west gold roulette mahjong ways 2 pgsoft sinkronisasi momentum peluang strategi cerdas membedah pola analisa rtp live mahjong wins 3 sv388 sugar rush blackjack teknik dekonstruksi peluang strategi membaca pola rtp live mahjong wild deluxe sicbo gates of olympus analisa mendalam pola taktik rtp live pgsoft mahjong ways 2 baccarat starlight princess cara menguasai matriks permainan analisa peluang strategi teknik rtp live blackjack sweet bonanza mahjong wins 3 pragmatic strategi silang kalibrasi teknik profesional pola roulette analisa rtp live wild west gold mahjong ways 2 pgsoft blueprint teknik presisi analisa peluang sv388 blackjack pola rtp live mahjong wins 3 pragmatic sugar rush metodologi peluang analisa teknis pola rotasi strategi taktik mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus rtp live sinkronisasi algoritma strategi analisa peluang teknik rtp live pola taktik mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess arsitektur dinamis strategi pola analisa peluang teknik rtp live mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza integrasi taktik hibrida strategi efektif analisa pola optimasi teknik validasi rtp live wild bounty hunter roulette mahjong ways 2 pgsoft navigasi terukur eksplorasi analisa peluang taktik teknik pola strategi rtp live mahjong wins 3 pragmatic sv388 sugar rush