
Gerakan #BerbagiHandphone
Oleh: Tim Gerakan #BerbagiHandphone Masa pandemi telah membawa kita menghadapi kenyataan bahwa pendidikan ternyata mempunyai kasta. Pembelajaran jarak jauh, meskipun tidak bisa dihindari, menjadi langkah yang absurb. Absurb karena pemerintah tidak bisa memahami bahwa masih banyak anak dan peserta didik yang belum bisa mengakses maupun terlibat dengan merdeka dalam model pembelajaran jarak jauh ini. Sumber: https://blogs.worldbank.org/ b Penggunaan teknologi jelas sangat ditopang oleh kehadiran piranti yang mendukung teknologi ini. Tapi kenyataannya, banyak peserta didik yang masih belum mempunyai piranti penunjang pembelajaran jarak jauh. Kalaupun ada, masih belum maksimal, karena piranti masih menjadi bagian dari kebutuhan keluarga dan hanya dipakai bergantian. Potret kasta dalam pendidikan ataupun kepemilikan piranti pendukung agenda pembelajaran jarak jauh juga ada dalam lingkungan AAT. Kegelisahan tampak dirasakan peserta didik atau lebih dikenal Anak Asuh (AA) yang selama…

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Beasiswa AAT: Beasiswa untuk Mencegah Putus Sekolah Anak Tak Mampu
Oleh: Fajar Akbar Suryadi dan Korneles Materay (Divisi Purel AAT) Apakah Anda pernah mendengar sebutan "AAT" atau "Beasiswa Anak Anak Terang? Pernahkah Anda melihat ada hastag #cegahputussekolah ketika melakukan pencarian hastag dengan keyword "cegah" di medsos seperti twitter atau instagram Anda, misalnya? Apakah Anda sudah mengenalnya? Jika belum, bacalah tulisan ini sampai selesai. Kami akan membagikan beberapa fakta menarik tentang AAT. AAT merupakan salah satu program beasiswa di Indonesia. Beasiswa AAT hadir dengan misi utama membantu anak-anak dari seluruh Indonesia dari keluarga yang tidak mampu agar tetap dapat meneruskan pendidikan formalnya. Hingga saat ini, Beasiswa AAT telah membantu biaya pendidikan lebih dari 11.600 anak Indonesia. Nah, 5 (lima) hal berikut ini dapat membantu Anda mengenal lebih dalam Beasiswa AAT. 1.Tidak boleh terjadi seseorang tidak melanjutkan pendidikan hanya karena ia miskin.Ungkapan…

HUT 18 Tahun AAT
1 Agustus 2020, AAT telah mencapai usia 18 tahun. Kami segenap Pengurus Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak khususnya kepada para Donatur, PJ Sekolah, Relawan, dan Anak Asuh yang telah mewarnai, mengisi, mendoakan, hingga memberikan dukungan dan bantuan kepada AAT sejauh ini. Semoga melalui AAT karya-karya kemanusiaan terpancar kini, sekarang dan nanti. Mari cegah anak-anak bangsa dari putus sekolah bersama-sama. Informasi lengkap AAT: www.aat.or.id Pendaftaran donatur/donasi: www.sianas.aat.or.id

Rakernas AAT: Jangan Mudah Menyerah Untuk Melayani Negeri
Yayasan Anak-Anak Terang Indonesia (AAT) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 6 – 9 Februari 2020 bertempat di Griya Paseban, Semarang. Hadir lengkap Pengurus Yayasan AAT. Dalam paparannya, Ketua Umum Yayasan AAT Maria Sophina Irewati mengatakan Rakernas telah menjadi wadah rutin setiap tahun untuk mengevaluasi kinerja yayasan yang menaungi beasiswa AAT ini. “PR kita ada banyak. Yang kita pikirkan adalah nasib siswa. Rakernas secara rutin untuk membicarakan kondisi dan tantangan selama ini. Sampaikan semua keluhan dan usulan apa adanya,” ujar perempuan yang kerap disapa Ibu Ira ini. Selain itu, hadir pula PJ Sekretariat Bandung, Madiun, Malang, Purwokerto, Semarang dan Yogyakarta, penerima bantuan perguruan tinggi (BPT) yang nota-bene administrator di sekretariat dan beberapa relawan. Mayoritas peserta yang hadir datang dari berbagai daerah dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan tentu saja…

Karya Pemenang Lomba Menulis Cerpen dan Puisi
[caption id="attachment_6837" align="alignleft" width="299"] Karya Anak-Anak[/caption] Sabtu, 16 Februari 2019, hasil karya menulis cerpen dan puisi oleh anak-anak bangsa, akhirnya di umumkan juga. Tak sedikit dari mereka yang menyumbangkan kemampuan mereka dan kreatifitas dalam mengikuti lomba menulis cerpen dan puisi. Ada dua kategori perlombaan yang dilaksanakan yaitu, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs). (more…)

Kunjungan ke Sekolah SD Katolik Bhakti Rogojampi
Kali ini, 14 Desember 2017, relawan AAT ( Anak Anak Terang ) Pusat dan Sekretariat Malang mengunjungi SD Katolik Bhakti Rogojampi. Letaknya di ujung timur Banyuwangi/Pulau Jawa. Dekat dengan selat Bali. Ini adalah sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Karmel Keuskupan Malang. SD Katolik Bhakti Rogojampi adalah salah satu sekolah yang dibantu beasiswa oleh Yayasan AAT Indonesia ( Anak Anak Terang ). 304 km jaraknya dari kota Malang. Kami berempat, Adhi, Emi, Tata, Ella berkunjung ke SD Katolik Bhakti Rogojampi dengan tujuan sosialisasi pengelolaan beasiswa Anak Anak Terang dan pelatihan Sistem Informasi Anak Asuh (SIANAS). Pelatihan SIANAS ini dimaksudkan untuk mendorong penggunaan sistem online untuk pelaporan mandiri oleh pihak sekolah. Selama ini pelaporan beasiswa dari pihak sekolah dilakukan oleh Pendamping Komunitas (relawan mahasiswa). Untuk memperlancar pelaporan beasiswa dan mempercepat proses pelaporan,…

Kunjungan ke Yayasan Panti Rini dan SD Maria Purworejo
Oleh: Korneles Materay [caption id="attachment_6672" align="alignleft" width="300"] Pelatihan SIANAS bersama Bu Christi[/caption] Tanggal 29 April 2017, Anak-Anak Terang (AAT) Sekretariat Yogyakarta melakukan kunjungan ke dua sekolah/komunitas yang menerima beasiswa AAT. Kesempatan kunjungan ini dilakukan oleh 3 orang Penanggungjawab Komunitas (PK) yaitu Novia, Nyong dan Neles. Setelah menempuh perjalanan dengan kendaraan sepeda motor sekitar 2 jam akhirnya kami pun tiba di tempat tujuan pertama yaitu, SD Maria Purworejo. Kami disambut dengan hangat oleh pihak sekolah. Kami lalu mengutarakan maksud kunjungan tersebut. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka koordinasi dan membangun komunikasi untuk menggali kendala administrasi pelaksanaan beasiswa AAT selama ini. Ibu Christi selaku Penanggungjawab Sekolah (PJ) mengatakan bahwa keterlambatan pihak sekolah dalam melaksanakan kewajiban administrasi karena adanya kesibukan akreditasi sekolah. "Kami masih sibuk menghadapi akretasi sekolah, jadi maaf ini terbengkalai. Tetapi kasih…

Komunitas Anak Anak Terang Semarang Menjadi Pelita Bagi Siswa Kurang Mampu
TRIBUNJATENG.COM -- Secercah cahaya pelita mulai mengikis suram yang menyelimuti lorong. Langkah-langkah yang tadinya terhenti akibat gelap, bisa bergerak lincah seiring terang yang mulai sempurna. Kondisi ini seolah tepat menggambarkan anak-anak kurang mampu yang bisa melanjutkan pendidikan tanpa mengkhawatirkan biaya setelah dibantu Komunitas Anak Anak Terang (AAT) Semarang. "Komunitas ini fokus pada pendidikan anak-anak kurang mampu. Jangan sampai kondisi ekonomi yang lemah membatasi mereka mendapat pendidikan," ujar Koordinator AAT Semarang, Meita. Menurut Meita, AAT Semarang yang terbentuk 2013 merupakan kepanjangan tangan AAT Indonesia di Jakarta yang dirintis sejak 2002. Selain semarang, AAT juga terbentuk di Padang, Pontianak, Bandung, Purworejo, Yogyakarta, Malang, serta Madiun. Adalah Maria Irewati Sophina yang menggagas komunitas tersebut. Merasa tak mampu mengatasi sendiri masalah finansial bidang pendidikan anak-anak kurang mampu ini, Maria menggandeng relasi yang punya niatan…