Uncategorized

Shopping Bag

Mei no adhuc expetenda urbanitas. Populo equidem fabulas per id. At vix ridens dicunt. His minim cetero disputando ei, mea an maiorum adolescens vituperata. At mea nemore recusabo, usu mutat utinam id. At mei vocibus facilis invenire.Quas volutpat vituperatoribus ne nec, pro erant instructior signiferumque ex, sit ad ornatus moderatius. Ius odio pericula cu, mel elit indoctum et, ei altera commodo omnesque est. Cu qui nemore equidem assentior, ferri velit aliquam nam id. Ex mel quando scripserit, nam in similique adipiscing, inani interpretaris cu cum. Cum equidem persecuti te, ut natum semper tacimates vis. Stet referrentur interpretaris sea in, duo in ferri suavitate. Omittam assueverit scripserit qui ne, vel ei essent definiebas.

Shopping Bag Read More »

Pen And Paper

Laudem nominati ut mea. Mel tractatos honestatis in. No est prima ubique. Ex nam laudem propriae qualisque, ne eam dicant menandri laboramus. Habeo iusto pro ne, mea consul atomorum efficiantur id, vim magna aeque vivendum no.Pro id expetenda salutatus definitionem. Pri sint albucius molestie in, sed delenit elaboraret reformidans eu. Quem eruditi ut eum, iudico doctus facilisis eos ex. His nibh posse ex. Probo causae saperet te nec.Id iriure erroribus percipitur sit, est labitur saperet eloquentiam eu. Assum facete doctus ad per, quis partiendo sit eu. Ut vix wisi principes, choro oblique.

Pen And Paper Read More »

Hard Cover Book

Eu mazim fabellas insolens pri, sed eu utamur nominavi. Mei tacimates suscipiantur et, pri an iudico voluptatum philosophia. Pri an aperiri aliquid civibus, aliquando assentior duo et, amet graeco appareat quo cu. Nec imperdiet similique ad, eros accumsan te eum. Te malis congue habemus nec, ius ut vocent tibique. Vix eu latine integre sententiae, quot qualisque et sea.Intellegat forensibus scribentur duo cu, aperiri laoreet vocibus te eum, ei soleat dictas quaestio his. Id mea eirmod maluisset urbanitas. Elit modus ex qui, nam in fierent gubergren vituperatoribus. His accusam tincidunt id, debet adversarium ne his. Duis laoreet ex ius, in eum error inermis iracundia. Ex alterum periculis dignissim mei, ius discere alterum facilisis id.Deleniti definitionem te mei, ad prima labitur sit. Urbanitas instructior ne eos. Diam ullum tincidunt no sed. Dicit omnium scripserit cum ex, mucius definitionem his ei. Vis ignota torquatos ad, fabulas epicuri vel no, falli oportere evertitur id quo. Vis an primis sanctus, cu possit accumsan vituperatoribus pro. No nostrud definitiones vel.Laudem nominati ut mea. Mel tractatos honestatis in. No est prima ubique. Ex nam laudem propriae qualisque, ne eam dicant menandri laboramus. Habeo iusto pro ne, mea consul atomorum efficiantur id, vim magna aeque vivendum no.

Hard Cover Book Read More »

Glass Bottle

Deleniti definitionem te mei, ad prima labitur sit. Urbanitas instructior ne eos. Diam ullum tincidunt no sed. Dicit omnium scripserit cum ex, mucius definitionem his ei. Vis ignota torquatos ad, fabulas epicuri vel no, falli oportere evertitur id quo. Vis an primis sanctus, cu possit accumsan vituperatoribus pro. No nostrud definitiones vel.Laudem nominati ut mea. Mel tractatos honestatis in. No est prima ubique. Ex nam laudem propriae qualisque, ne eam dicant menandri laboramus. Habeo iusto pro ne, mea consul atomorum efficiantur id, vim magna aeque vivendum no.Pro id expetenda salutatus definitionem. Pri sint albucius molestie in, sed delenit elaboraret reformidans eu. Quem eruditi ut eum, iudico doctus facilisis eos ex. His nibh posse ex. Probo causae saperet te nec.Id iriure erroribus percipitur sit, est labitur saperet eloquentiam eu. Assum facete doctus ad per, quis partiendo sit eu. Ut vix wisi principes, choro oblique.

Glass Bottle Read More »

Ticking Clock

Cu diam fuisset cum, mea ex idque intellegebat, agam option timeam sit in. Eu quidam eruditi vix. Nemore utroque accusata no vis, usu id labore incorrupte. Ius ea debet deleniti accusamus. Usu quem case graeco et, id ceteros oporteat vivendum per. Meis graecis incorrupte ex pro, usu id altera saperet constituam.In alia iisque cum, tation putant ancillae qui ex. Eam id solum tollit feugait. Soluta qualisque eum eu, possit scaevola salutandi ex pro. Ius dolor malorum conclusionemque ut, cibo forensibus concludaturque id his. Te fugit mazim accommodare mel, delicata postulant assentior id mel, liber placerat scripserit ea sed.Mei no adhuc expetenda urbanitas. Populo equidem fabulas per id. At vix ridens dicunt. His minim cetero disputando ei, mea an maiorum adolescens vituperata. At mea nemore recusabo, usu mutat utinam id. At mei vocibus facilis invenire.Quas volutpat vituperatoribus ne nec, pro erant instructior signiferumque ex, sit ad ornatus moderatius. Ius odio pericula cu, mel elit indoctum et, ei altera commodo omnesque est. Cu qui nemore equidem assentior, ferri velit aliquam nam id. Ex mel quando scripserit, nam in similique adipiscing, inani interpretaris cu cum. Cum equidem persecuti te, ut natum semper tacimates vis. Stet referrentur interpretaris sea in, duo in ferri suavitate. Omittam assueverit scripserit qui ne, vel ei essent definiebas.

Ticking Clock Read More »

Hidupku Tertambat Bersama AAT

Suatu hari ketika kutelisik ke belakang, sesuatu yang kujalani adalah warisan kedua orang tuaku. Bila melihat anak tidak dapat melanjutkan sekolah maka hatiku serasa teriris. Aku dibesarkan bersama ke-5 saudara kandung dan beberapa saudara yang silih berganti dibawa ayah ke rumah saat mereka ingin melanjutkan kuliah. Prinsip orang tuaku adalah menuntut ilmu setinggi mungkin tanpa memandang usia. Meski orang tuaku tergolong pegawai kecil yang gajinya tidak seberapa, namun kami dinasehati tetap melanjutkan sekolah sebagai bekal hidup. Saudara-saudara maupun anak orang lain yang tinggal di rumah kami tidak dikenai biaya kost sepeserpun asal mereka dengan tekun belajar. Bundaku membantu ayah dengan berjualan kebutuhan sehari-hari, menerima jahitan, serta berjualan masakan. Beliau hanya sempat tidur beberapa jam saja setiap harinya. Sore hari ayah jualan kacang goreng serta jenis-jenis lain di Pasar Peterongan, dahulu disebut dengan Pasar Koplak, pasar yang buka pada sore dan malam hari. Pasar sore yang dahulu bersih dan asri bagi penjual dan pembelinya. Beliau mencari tambahan penghasilan demi uang sekolah dan kebutuhan hidup. Meski kelelahan dalam memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya dan anak orang lain, ayah serta bundaku tidak mengeluh di hadapan kami. Yang mengherankan adalah, ayah tidak pernah putus membawa anak orang lain ke rumah supaya mereka bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik. Kadang jengkel rasa hatiku melihat ini semua, sebab aku harus bekerja bertambah keras untuk membantu bundaku mencari tambahan uang guna memenuhi kebutuhan hidup. Aku anak perempuan tertua, berbadan kecil, hitam, jelek dan sakit-sakitan, masih harus jualan gorengan yang dibuat oleh bunda. Aku berjualan gorengan dari kampung ke kampung, juga disetor ke warung-warung. Jengkel, nangis, dan entah apa lagi saat itu yang kurasakan menerima dampak sikap orang tuaku yang menampung anak-anak orang lain. ”Capai tauu,” kata hati kecilku. “Apakah mereka tidak merasakan keluhan yang selalu kupendam selama ini ya?” batinku. Gaji Pertama dan Pengalaman Menjadi Orangtua Asuh Tahun demi tahun berlalu dan ayahku masih mengambil anak-anak asuh tanpa kelelahan maupun bosan. Hingga suatu hari saat aku mendapatkan gaji untuk pertama kalinya, aku mengambil alih beberapa orang anak tetangga yang sudah satu tahun tidak bisa sekolah. Sangat perih kurasakan saat melihat mereka bengong di depan rumah ketika teman seusianya berangkat sekolah. Kemudian aku berada dalam situasi “terkutuk” (menurutku saat itu) warisan orang tuaku yang membuatku menjadi “pecandu” untuk memberi beasiswa bagi anak-anak orang lain secara konvensional. Dalam memberi beasiswa, aku berinteraksi langsung dengan orang tua serta keluarga anak asuh. Aku ingin mendampingi anak-anak agar sekolah dengan benar. Namun ada yang kurang menyenangkan dengan cara ini. Seringkali uang sekolah yang aku berikan ke orang tua anak tidak dibayarkan hingga berbulan-bulan. Hal ini kuketahui saat ingin melihat raport mereka. Karena menunggak sampai saat pembagian raport, maka buku laporan hasil belajar tersebut tidak dapat diberikan kepada siswa. Memang tidak semua orang tua bersikap seperti itu, buktinya ada juga anak-anak yang dapat aku tanggung kuliahnya hingga jenjang S1 meski nafasku tersenggal-senggal. Namun tetaplah, sikap orang tua yang seenaknya cukup membuat hatiku jengkel, sedih, hingga pada akhirnya aku memutus kesempatan sekolah bagi mereka untuk kemudian berganti ke anak lain. Bergabung Bersama Anak Anak Terang Sampai pada suatu hari aku mendapatkan informasi tentang komunitas yang sesuai misiku. Komunitas Anak Anak Terang (AAT). Aku sadar meski aku bukan tergolong kaya, namun “canduku” untuk memberi kesempatan calon penerus bangsa agar mendapatkan pendidikan yang layak telah menjadi kesukaanku. Bukan karena ingin dipuji, namun berharap agar suatu saat bangsa di mana aku dilahirkan, dibesarkan, akan memiliki generasi muda yang dapat meneruskan perjuangan para pendahulunya menjadi negara maju dan bersih.   Saat aku menulis goresan hidup ini, aku diberi tugas Tuhan untuk menjadi salah satu pengurus harian komunitas Anak Anak Terang. Meski kutahu hanya secuil yang mampu kulakukan dibanding pengurus lain yang masih muda belia yang memiliki peran begitu besar atas berlangsungnya komunitas ini, para pengurus yang membanting tulang untuk orang lain, yang kehilangan banyak waktu untuk diri sendiri, pengurus yang mencurahkan pikiran dan kepandaiannya dalam mencari peluang mendapatkan donatur, aku hanya bisa memberi bekal kepada pemuda-pemudi relawan AAT untuk kehidupan mereka selanjutnya. Bahwa hidup mereka sangat berharga. Berharga bagi orang lain dan diri sendiri. Berharga bagi komunitas Anak Anak Terang yang saat ini membutuhkan tenaga muda mengurus adik-adik asuh, mendampingi adik-adik yang mendapatkan beasiswa sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Kebahagiaanku bukan dengan emas permata. Kebahagiaanku adalah saat aku berkumpul dengan pemuda-pemudi relawan AAT yang semakin lama semakin memiliki kepribadian yang cerdas serta bertanggung jawab, mandiri dan tidak cengeng. Bersama mereka di Sekretariat Yogya, Purwokerto, Madiun, Semarang hingga Malang membuatku serasa menjadi lebih muda berpuluh tahun. Serasa aku menjadi ibu muda yang harus mengomel, memberi petuah, maupun tertawa bersama. Relawan-relawan yang menyandang status mahasiswa ini membuat hidupku penuh bunga. Aku bahagia bila para relawan dapat membawa diri serta mampu mengurus adik-adik yang menjadi tanggung jawab mereka di AAT. Menjadikan AAT sebagai komunitas beasiswa yang mampu mempertanggungjawabkan semua uang yang dipercayakan dari para donatur. Sekarang yang kuharapkan adalah semakin banyak insan yang berkenan menjadi donatur di AAT melalui www.anakanakterang.web.id , supaya semakin banyak anak yang mendapatkan kesempatan menuntut ilmu. Harapanku agar ada bibit-bibit relawan muda yang sudah mapan dan jujur untuk berkenan bergabung bersama AAT agar kelak dapat menggantikan kami sebagai pengurus di Yayasan AAT Indonesia. Berkenan bergabung bersama AAT akan membuat hidup lebih berharga, lebih bermakna, dan berkenan di hadapan Allah. Tetap bertahan dan bertambah besarlah Anak Anak Terang. Terima kasih atas kesempatan untuk dapat hidup bersama kalian. Salam   Elisabeth Lies Endjang Soerjawati Pengurus Harian Yayasan AAT Indonesia   [qrcode content=”https://aat.or.id/hidupku-tertambat-bersama-aat” size=”175″]  

Hidupku Tertambat Bersama AAT Read More »

Kasih Tuhan Terpancar Melalui AAT

“Janji Tuhan laksana matahari yang terbit di esok hari, tidak akan pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya”, ungkapan inilah yang cocok untuk menggambarkan perjumpaan pertamaku dengan AAT. Perkenalkan, namaku Jochen Phoan, namun orang-orang lebih sering menyapaku dengan Yohan, aku bukanlah berasal dari keluarga yang berekonomi kaya, kedua orang tuaku juga telah bercerai semenjak aku masih sangat kecil sehingga aku hanya hidup berdua bersama dengan Bunda yang merawat dan mendidikku sedari kecil hingga saat ini. Penghasilan Bunda juga hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan sedikit disisihkan untuk menabung. Meski demikian Bunda bercita-cita agar bisa menyekolahkanku hingga perguruan tinggi, dan perguruan tinggi yang kupilih adalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Program Studi Teknik Industri. Dengan menguras seluruh tabungan Bunda, akupun bisa mengenyam bangku kuliah, meskipun kami hanya mampu membayar sebagian dari kewajiban administrasi yang menjadi kewajiban. Semenjak Semester 2 aku mulai mencoba mencari penghasilan tambahan sebagai seorang guru les privat. “Lumayanlah untuk mengurangi beban Bunda” ujarku dalam hati. Seiring berjalannya waktu aku juga mencoba mencari penghasilan tambahan lagi sebagai Asisten Dosen. Sering kali aku berangkat pagi untuk kuliah, mengajar dan menjadi guru les, hingga petang hari aku baru kembali, namun semuanya itu aku jalani dengan Ikhlas dan penuh syukur. Hingga tibalah waktunya aku menginjak semester terakhir dari masa kuliahku, namun aku masih memiliki tunggakan biaya kuliah yang cukup besar. “Tuhaaannn… aku tidak sanggup lagi” ujarku dalam hati. Segala perhitungan kami sudah mencapai titik buntu. Semua tabungan bahkan barang yang bisa kami jual pun sudah habis. Aku sudah tidak memiliki apapun untuk bisa membayar tunggakan uang kuliah. Dan di sinilah tangan Tuhan berkarya melalui Anak Anak Terang (AAT). Seperti petir di siang hari saat aku mendapat kabar dari adik kelasku (Fransiska Mulyani, salah satu Staff Admin AAT) bahwa salah satu dosenku, yaitu Bpk. Hadi Santono yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Industri hendak bertemu dengan diriku secara pribadi. Pikiranku sudah khawatir, “Apakah beliau hendak menanyakan masalah tunggakan uang kuliahku ?” Pertanyaan ini sempat muncul dalam benakku, karena setiap semester memang kami selalu menghadap ke Kantor Keuangan UAJY untuk memohon keringanan pembayaran uang kuliah, dan ini sudah semester terakhir dalam masa studiku. Saat aku menghadap Bpk. Hadi Santono beliau menyodorkan secarik kertas yang berisikan jumlah tunggakan uang kuliahku yang belum terbayarkan. “Mampuslah aku kali ini !” ujarku dalam batin, kekhawatiranku makin menjadi pada saat itu. Kemudian maksud Bpk. Hadi menyodorkan kertas tersebut bukanlah untuk menagih hutang tunggakan uang kuliahku, tetapi justru untuk membantuku dalam melunasinya Aku kaget bukan main, hal ini benar-benar di luar dugaanku. Sungguh karya Tuhan telah bekerja pada diriku melalui AAT. Semenjak itu Bpk. Hadi Santono mulai mengenalkanku kepada AAT, mengenai kenapa ia membantu anak-anak yang kurang mampu dan bagaimana cara dan prosedurnya. Aku terkejut bukan main, ternyata dana yang dikumpulkan itu berasal dari banyak donatur, sehingga dana tersebut mampu digunakan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Nominal uang yang tidak seberapa besarnya, bahkan lebih kecil dari harga sepotong pizza sekali pun, ternyata bisa membantu anak-anak dalam mewujudkan mimpinya. Satu pesan yang diamanatkan kepadaku oleh Bpk. Hadi Santono yaitu “Jadilah Anak-Anak Terang yang bukan hanya mampu menerangi diri sendiri, namun bisa membantu sesamanya”. Hal itu yang terus aku tanamkan dalam hatiku hingga saat ini. Meskipun aku baru saja mulai berkarir, sedikit demi sedikit, aku menyisihkan dan mengirimkan sebagian kecil dari gaji yang kuterima setiap bulan untuk membantu adik-adik asuh AAT lainnya. Nilai yang sangat kecil, terpaut jauh dengan bantuan yang pernah kuterima saat menjadi anak asuh AAT. Namun hanya itu yang saat ini aku sanggup karena akulah yang sekarang harus menanggung kehidupan Bunda. Semoga Tuhan selalu menyalakan Api Semangat Untuk Berbagi Kasih Kepada sesama dalam diriku melalui AAT dan hal lainnya. Amin.   Jochen Phoan, ST.*  *Jochen Phoan (YOHAN) adalah salah satu anak asuh AAT. Lulus Sarjana pada bulan Juni 2012 dari Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan predikat Sangat Memuaskan. Sekarang bekerja sebagai staff Divisi Sales and Logistic di PT. Honda Prospect Motor, Jakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/kasih-tuhan-terpancar-melalui-aat” size=”175″]  

Kasih Tuhan Terpancar Melalui AAT Read More »

Letter from Patricia L. Henry

One of the highlights of my trip to Indonesia this time, was my meeting with Pak Hadi Santono and a group of volunteers from Anak Anak Terang in Jogjakarta. This amazing group of smart and energetic young people taught me how to support and care for the less fortunate by giving them a chance to go to good schools, hence a good shot in life. Their program is quite basic, but what makes it different and successful is their believe in the “POWER of SMALL” (donation), yet a HUGE network of caring volunteers–educators, sponsors, and students– providing physical and emotional support for the child. It is a village. With a little less than $10.00 a month, a little more than a cup of cappuccino in the US, we can send a child to school. 11 years ago, a group of caring Moms, decided to do something with the Jakarta’s street kids. Now it has blossomed into providing scholarships for 2048 some students, ranging from 1st grade to College, with hundreds of volunteers and donors, many are the products of this program themselves. I am inviting you to please get involved. The gift of education will provide a child with dignity that every person deserves to have. We can help stop the cycle of poverty now. My gratitude to Pak Hadi Santono, Pak Christ Widya, Ibu Lies Endjang for their hospitality and incredible dedication to the the group, and last but not least to Pak Nico Krisnanto who introduced me to this amazing group. Salam hangat. May God continue to bless you.   Patricia L. Henry Houston, Texas, USA   [qrcode content=”https://aat.or.id/letter-from-patricia-l-henry” size=”175″]  

Letter from Patricia L. Henry Read More »

Siswa SLB Yapenas : Aku Juga Bisa

Nama saya Wahyu Haryono, siswa SLB Yapenas, saya sedang melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan laptop. Saya adalah salah satu anak asuh dari AAT. Sekarang saya kelas XII. Berbagai macam kegiatan di SLB Yapenas, khususnya SMALB, 70% bersifat keterampilan dan 30% bersifat akademis. Belajar komputer sangat menyenangkan, walaupun kondisi saya tunarungu yang tidak bisa mendengar suara di sekitar dengan baik. Tapi saya senang belajar komputer. Temanku pernah juara I desain grafis tingkat kabupaten pada tahun 2012 ini. Saya juga pernah juara I lomba pantomim  Tingkat Kabupaten, dan juara II tingkat Provinsi DIY. Pembelajaran dengan menggunakan komputer sangat membantu pemahaman saya. Buat teman-teman mari belajar komputer seperti saya. Salam untuk AAT !    

Siswa SLB Yapenas : Aku Juga Bisa Read More »

Testimoni SD Marsudirini Boro

Hidup yang Dibagikan Sungguh Membawa Rahmat Berlimpah – oleh : Sr. M. Rustika, OSF –   BERAWAL dari informasi yang saya terima tentang adanya komunitas yang peduli pendidikan anak-anak kurang mampu, saya diperkenalkan oleh Rm. Rusmanto, Pr kepada Kelompok Anak-Anak Terang (AAT) di Yogyakarta. Saya mencoba membuat proposal kemudian mengajukannya ke Sekretariat AAT di UAJY. Selang beberapa waktu, Bp. Hadi Santono bersama Tim AAT datang berkunjung ke sekolah kami secara mendadak untuk mengadakan survey atas kondisi siswa dan sekolah. Mereka juga mewawancarai beberapa siswa yang kami ajukan sebagai calon anak asuh. Mulai saat itu, saya menjadi tahu tentang visi & misi Anak-anak Terang. Luar biasa! Dengan bermodalkan saling percaya serta pertanggungjawaban yang tepat kepada para donatur dari berbagai penjuru dunia, Bapak Hadi Santono pun melibatkan diri untuk menjadi bagian penting dalam kelompok AAT. Posisi mapan sebagai Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Industri di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang mayoritas berisi mahasiswa dari kalangan menengah ke atas, sesungguhnya bisa membuat perhatian seseorang terhadap yang kurang mampu menjadi berkurang. Tetapi Bp. Hadi Santono tetap eksis di AAT, merelakan waktu, tenaga, bahkan mungkin finansial untuk berbagi dengan mereka di banyak pelosok tanah air, secara khusus di wilayah Yogyakarta.   Program Tabulampot SD Marsudirini St. Theresia Boro adalah sekolah yang mengutamakan pemberian pelayanan bagi masyarakat kurang mampu. Sekolah ini yang lebih banyak disubsidi dari Yayasan Pusat, karena besaran SPP belum mencukupi kebutuhan operasional, terlebih untuk pemberian gaji guru dan karyawan yang merupakan pegawai yayasan. Namun demikian SD Marsudirini St. Theresia Boro tidak mau ketinggalan mencari berbagai terobosan agar dapat mendidik anak sesuai kemajuan serta tuntutan jaman. Bantuan dari Kelompok AAT ini sangat kami rasakan sebagai bentuk dukungan moral maupun finansial yang sungguh semakin membuat berbesar hati dalam berusaha. Dukungan yang diberikan dalam pengaplikasian Pendidikan Berbasis Lokal, yakni pertanian, seperti pemberian subsidi program Tabulampot. SD Marsudirini St. Theresia Boro diberikan dana untuk pengadaan pot dan pembelian benih awal bagi tiap-tiap siswa. Memang butuh perjuangan karena kami baru pertama kali menyelenggarakan Tabulampot. Namun pada proses-proses selanjutnya menjadi sebuah pembelajaran yang sangat bagus, baik bagi para guru maupun para siswa. Dari pelaksanaan program Tabulampot, siswa belajar mengenai arti sebuah proses, ketekunan, dan kesabaran. Siswa belajar dari pengalaman untuk mencintai serta peka terhadap lingkungan. Para siswa berlatih menulis dari program ini. Anak-anak kelas 3 sampai dengan 6 diajarkan untuk membuat tulisan setiap hari tentang proses penanaman hingga panen Tabulampot dalam sebuah buku catatan. Walau masih sederhana dan dalam bentuk tulisan tangan, ada yang telah berhasil menuliskan secara kreatif. Tulisan tersebut disertai gambar illustrasi sesuai proses yang mereka alami. Sangat banyak manfaat dapat kami dapatkan, sehingga program Tabulampot masih dilanjutkan sampai saat ini. Sebagai informasi, hasil panen terakhir di bulan September 2011 dijual ke konsumen, yakni para orang tua murid .   SMP Kanisius Samigaluh Selain di SD Marsudirini St. Theresia Boro, Bapak Hadi Santono bersama Tim AAT juga memberikan perhatian yang cukup besar di SMP Kanisius Samigaluh yang notabene harus mandiri mencukupkan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Kemandirian ini diwujudkan melalui swadaya umat wilayah setempat dalam naungan paroki St. Theresia Lisieux Boro. Beliau begitu gigih mencari donatur bagi pembangunan gedung sekolah yang keadaannya cukup parah. Kini SMP Kanisius Samigaluh itu pun sudah lebih baik kondisinya. Harapannya, lebih banyak siswa yang tertarik mendaftar untuk bersekolah. Terimakasih banyak para donatur, Bapak Hadi, dan Kelompok AAT. Semoga segala usaha baik dan perjuangan untuk berbagi kasih bagi anak-anak yang kurang senantiasa diberkati oleh Tuhan.   Salam kasih dari kami Keluarga Besar SD Marsudirini St. Theresia Boro Kepala Sekolah Sr. M. Rustika,OSF   [box type=”info”]Ini kisahku, mana kisahmu ? Tuliskan pengalaman yang dialami selama survey lalu kirimkan kisahmu via email ke beasiswa@anakanakterang.web.id. Dapatkan hadiah sebuah Flash Disk dari Pengurus AAT untuk setiap kisah yang dimuat di website AAT. Setiap orang boleh mengirimkan lebih dari satu kisah. Ayo menulis![/box]    [qrcode content=”https://aat.or.id/testimoni-sd-marsudirini-boro” size=”175″]  

Testimoni SD Marsudirini Boro Read More »

duta76 perihoki taktik rtp live mahjong wild deluxe sicbo dan gates of olympus menguasai pola untuk peluang kemenangan tinggi perihoki pola rtp live dan taktik pada mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess untuk meraih kemenangan cerdas perihoki mengoptimalkan peluang rtp dan strategi pada mahjong wins 3 pragmatic blackjack dan sweet bonanza perihoki analisis cermat pola peluang mahjong ways 2 pgsoft roulette wild west gold teknik strategi yang efektif perihoki meraih kejayaan di mahjong wins 3 pragmatic blackjack dan sugar rush sv388 dengan strategi rtp dan pola unik perihoki menganalisis peluang dan teknik bermain mahjong wild deluxe sicbo gates of olympus untuk mengoptimalkan strategi perihoki taktik rtp live pada mahjong ways 2 pgsoft baccarat dan starlight princess memahami pola dan peluang menang perihoki menang cerdas di mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza memahami pola dan teknik untuk rtp live perihoki menggunakan rtp pada mahjong ways 2 pgsoft roulette wild west gold peluang menang dengan pola cerdas perihoki mendominasi mahjong wins 3 pragmatic blackjack sugar rush sv388 teknik analisa dan peluang rtp live perihoki strategi mahjong wild deluxe sicbo gates olympus analisa rtp live terpadu duta76 peluang optimal mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess strategi rotasi duta76 analisa volatilitas mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza peluang terukur duta76 taktik cerdas arena mahjong ways 2 pgsoft roulette wild west gold berbasis data duta76 rtp live mahjong wins 3 pragmatic blackjack sugar rush sv388 panduan sesi presisi duta76 mahjong scatter membuka babak baru putaran stabilitas makna scatter hitam dominan mahjong dinamika mahjong padat scatter wild aktif ketika putaran aman scatter titik balik mahjong wins terasa rapi scatter halus e4 terbukti keliru strategi bermain mahjong wins e4 teknik bermain rtp stabil lebih realistis e4 teknik disiplin mahjong wins 3 yang jarang dibahas e4 teknik evaluasi rtp yang jadi sorotan e4 teknik konsisten mahjong wins 2 berbasis kontrol emosi kalibrasi risiko malam tahun baru 2027 narasi keberhasilan mahjong wins 1 manajemen dana optimalisasi indikator balikan mahjong wins 2 interpretasi visual mahjong wins 3 sesi profesional katalog data balikan mahjong ways 1 referensi utama bocoran scatter hitam mahjong ways malam ini anti rungkad cara optimal bermain mahjong naga hitam terpercaya data statistik rtp mahjong naga hitam formula wd besar dengan modal receh di mahjong ways lagi menyala mahjong ways tanpa pola bisa pecah terbesar data terbaru pola naga emas mahjong pasti terpercaya kejutan gratis berburu scatter naga hitam tanpa pola langkah kuat rtp mahjong wins 2 efektif kemenangan langkah ritme mahjong ways menjadi rahasia tepat rahasia bukti nyata scatter hitam di permainan mahjong link pg soft memberikan bocoran pola permainan misteri scatter hitam mahjong akhirnya terpecahkan dengan mudah pg soft hadirkan inovasi terbaru permainan anti rungkad rahasia jam konsisten mahjong ways 3 pasti menang rahasia perkalian terbesar dari pg soft berdasarkan pengalaman rahasia rumus mahjong wins server asli secara detail strategi mengguncang server bocor mahjong wins strategi modal receh terungkap pola mahjong wins tips tanpa pola mahjong ways 2 pasti jadi naga trik cerdas pola terbaru naga hitam mahjong raih kejutan petir merah dan mahkota penuh kunci auto maxwin strategi memukau kemenangan besar di mahjong ways2 terungkap rahasia kombinasi scatter hitam yang bikin auto cuan terungkap strategi mahjong pasti jp no hoax trik jitu mahjong tanpa pola auto maxwin rahasia