Artikel

Relawan AAT, Why Not?

Akbar Romadan, itu adalah nama saya. Tetapi cukup panggil Akbar saja. Saya dari Madiun ke Semarang bertujuan untuk melanjutkan studi (kuliah) dengan bantuan Bu Han (guru SMA yang paling dekat dengan saya) dan Bruder Konrad, CSA. Satu lagi, Yonathan Setyawan. Sahabat saya ini juga turut berperan membantu saya agar bisa pergi ke kota Semarang. Awalnya dulu saya sudah mendaftar ke sebuah universitas negeri terkenal di Surabaya. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Baik jalur undangan maupun tes, tidak satu pun nama saya ter-“list” di dalamnya saat pengumuman. Kecewa, itulah yang saya rasakan saat itu. Dan yang pastinya saya juga merasa sedih. Tetapi yang paling saya pikirkan, setelah ini langkah selanjutnya apa? Saya tidak memperhitungkan bila hal ini terjadi. Tetapi, ternyata Allah punya rencana lain. Sebelum pendaftaran jalur tes universitas, Bu Han memberikan brosur AKIN St. Paulus Semarang kepada saya. Beliau mengatakan “AKIN bagus Akbar, sebelum lulus sudah dapat pekerjaan”. Mendengar itu saya tertarik dan akhirnya mengisi formulir AKIN. Berkat mengisi formulir tersebut, saya mendapatkan pilihan lain. AKIN menjadi tujuan baru saya dan melupakan impian untuk bisa kuliah ke Surabaya. Surabaya telah menolak saya, tetapi Semarang akan menerima saya. Pada 23 Agustus 2013, saya pergi ke Semarang diantar oleh Bu Han bersama keluarganya. Tujuan pertama adalah AKIN, untuk menemui Pak Bambang, salah satu dosen AKIN bagian kemahasiswaan. Tujuan kedua, mencari tempat kos. Dan tujuan terakhir, mempersiapkan mental dan pikiran di tempat yang baru. Tidak lupa juga untuk membetahkan diri di sana. Tiga hari pertama masuk kuliah di AKIN digunakan untuk masa orientasi. Tiga hari berikutnya digunakan untuk Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Kerep, Ambarawa. Saat itulah, untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Br. Konrad, CSA. Beliau menjelaskan tentang Anak Anak Terang (AAT). Bingung, itu yang ada dalam benak saya saat itu. Apa itu AAT? Apa tujuan adanya AAT? Kemudian Bruder menjelaskan lebih lanjut tentang AAT. Dari situ saya mulai sedikit paham. Pertemuan kedua kali dengan Bruder, saya “disuruh” ikut AAT. Awalnya saya ragu karena belum begitu paham tentang AAT. Tetapi setelah mengikuti acara AAT pada tanggal 7 September 2013 lalu, saya baru mengetahui lebih detail tentang AAT dari kakak tingkat saya. Mulai saat itu, ada ketertarikan pada AAT dan ingin rasanya mengajak teman yang lain untuk ikut bergabung juga. Selama di AAT, saya banyak bertemu dengan orang baru. Hal itu sekaligus untuk menambah jaringan AAT agar semakin luas. Pertemuan kedua AAT, membuat saya semakin tertarik. Tidak hanya dari teman sekampus, dari kampus lain pun hadir. Tidak cukup sampai di situ, dari kota lain pun tidak ketinggalan seperti Yogyakarta, Purwokerto, Malang, dan Madiun. AAT sungguh ada di mana-mana. Yang paling menyenangkan adalah ketika diadakannya retreat di Gedang Anak, Ungaran, Semarang. Empat kota menjadi satu. Perwakilan Pendamping Komunitas (PK) dari Semarang, Yogyakarta, Madiun, dan Purwokerto berkumpul menjadi satu. Pada sesi pertama para PK diajarkan tentang Public Speaking oleh Pak Harry Santoso, agar kelak pada saat menyampaikan sosialisasi AAT tidak grogi. Dapat mengendalikan situasi dan tahu apa yang harus dilakukan ketika berbicara di depan umum. Selain itu, dapat berkomunikasi dengan baik, membuat orang yang kita ajak bicara merasa nyaman serta mudah memahami apa yang kita sampaikan. Selain itu juga, kita juga diberi ilmu bagaimana seseorang itu jujur atau sedang menyembunyikan sesuatu. Beliau juga mengajarkan tentang bagaimana menemukan kesamaan antar anggota komunitas yang nantinya akan membuat komunitas tersebut menjadi nyaman, solid, dan dapat terus berjalan meski ada kerikil yang menghambat. Sesi kedua, kami disuruh menutup mata kami dengan kain penutup oleh panitia. This is Games. Kami disuruh berjalan keliling di sekitar tempat tersebut dengan mata tertutup. Kunci dari permainan ini adalah percaya pada pemimpin yang akan mengingatkan kita yang ada di belakangnya ketika di depan ada sesuatu dan juga bertugas menjaga komunikasi. Setelah selesai dari permainan ini, mata kami tetap dalam keadaan tertutup. Pada sesi ini, kami disiram dengan air kembang sebagai simbol bahwa kami telah diterima di AAT dan harus bersiap mengemban tugas yang cukup berat. Tidak lupa pula kami juga diberi PIN AAT. Pada hari berikutnya, waktunya outbound. Kami dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 dan 2 merasakan mouse trap terlebih dahulu, sedangkan kelompok 3 dan 4, mencoba menarik ke atas sebuah baskom yang berisi air dengan tali yang diikatkan pada setiap sisi baskom dan menurunkannya kembali tanpa menumpahkan air di dalamnya. Saya pun masuk dalam kelompok 1. Dalam permainan ini terdapat tiga peran, ada yang sebagai korban, komandan, dan pelaku. Yang pertama, saya menjadi pelaku. Sebagai pelaku, mata saya harus ditutup dan mendengar perintah dari komandan. Saya gagal sehingga membuat teman saya yang menjadi korban tersiram air. Tapi, saat saya menjadi komandan, saya berhasil membimbing teman saya yang menjadi pelaku dan menyelamatkan teman saya yang menjadi korban. Kunci permainan ini adalah bagaimana kita mendengarkan arahan dari sang komandan dan menjaga komunikasi sehingga meminimalkan korban. Permainan kedua, menarik baskom. Di bawah baskom ada teman kami yang menjadi korban. Jadi ketika airnya tumpah, si korban yang terkena air. Ada seorang pemimpin yang membimbing kami. Awalnya sulit menyamakan posisi antar pemegang tali karena timbul keegoisan tiap individu. Akan tetapi setelah menyusun strategi, akhirnya kami berhasil menaikkan baskom ke puncak. Namun di luar dugaan, kami juga harus menurunkannya juga dengan mata tertutup. Ini sulit karena ketika salah satu sisi tidak sama, maka baskom tersebut tidak akan turun. Saat itu kami tetap tidak bisa menurunkan baskom sampai bawah. Kuncinya pada komunikasi, leader harus cepat mengambil keputusan dan kita harus percaya pada pemimpin dan memiliki strategi yang jitu. Permainan ketiga, kami dituntut untuk mengambil label yang ditempelkan pada mainan puzzle yang telah diberi harga. Tiap orang yang menjadi peserta hanya boleh mengambil 3 label dengan bimbingan satu orang karena mata kami harus ditutup. Permainan terakhir, berjalan dengan menggunakan sandal bakiak. Terdapat 3 sandal untuk satu kelompok. Ada tiga garis. Garis start, garis tembak, dan garis finish. Di garis tembak, kami dibekali bola air sebagai peluru untuk menembaki kelompok lain. Awalnya sulit saat berjalan, tapi saat diberi tahu kuncinya, kami dapat berjalan lebih lancar. Makna dari permainan itu adalah sebuah kelompok, awal mulanya belum menemukan hambatan yang berarti dalam mencapai finish. Namun ketika sampai di tengah yaitu di garis

Relawan AAT, Why Not? Read More »

Statistik AAT 2013/2014

Statistik Anak Anak Terang Tahun Ajaran 2013 / 2014 Setiap tahun secara rutin Anak Anak Terang mencari Orang Tua Asuh baru, sekaligus mengonfirmasi Orang Tua Asuh lama perihal kesediaan untuk melanjutkan dukungan pada Program Beasiswa AAT. Selain itu, Anak Anak Terang pun terus menyeleksi pengajuan beasiswa dari sekolah sebagai penerima Beasiswa AAT yang baru. Proses ini berlaku juga untuk Tahun Ajaran 2013/2014 di mana kegiatan belajar telah dimulai sejak Juli 2013. Pada Tahun Ajaran 2013/2014 terdapat 2048 siswa mulai dari jenjang pendidikan SD hingga Perguruan Tinggi yang menjadi Anak Asuh AAT. Dana yang dikeluarkan untuk biaya pendidikan Anak Asuh AAT mencapai Rp 1.676.584.000,00 per tahun. Pendanaan ini berasal dari dukungan 923 Donatur AAT, baik yang menjadi orang tua asuh aktif maupun donatur beasiswa insidentil. Tabel Statistik Anak Asuh AAT   Tabel Statistik Donatur AAT   Grafik Jumlah Anak Asuh AAT   Grafik Penerima Beasiswa AAT Berdasar Jenjang Pendidikan   Grafik Jumlah Donatur Tetap AAT   Grafik Persentase Donatur AAT   [qrcode content=”https://aat.or.id/statistik-aat-2013-2014″ size=”175″]  

Statistik AAT 2013/2014 Read More »

Saya Berikan Prestasi Terbaik

Nama lengkap saya Putri Krismawati, biasa dipanggil Risma oleh teman-teman. Saya adalah anak yatim sebab ayah telah meninggal dunia pada tahun 2006. Di keluarga, saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara dengan dua orang adik, semuanya adalah perempuan. Adik pertama berjarak 6 tahun, sedangkan adik kedua berjarak 12 tahun. Ketika ayah meninggal, saya merasa sedih. Ibu yang kemudian menanggung beban 3 orang anak. Yang lebih menyedihkan bahwa saat ayah meninggal, adik terkecil belum mengetahui ayahnya seperti apa. Seiring berjalannya waktu, saya bisa lulus SMA di Magelang. Saya mempunyai impian menjadi orang yang sukses dan berhasil agar bisa membantu orang tua, juga membiayai kedua adik saya. Setelah saya lulus SMA saya ingin kuliah walaupun tidak tahu siapa yang akan membiayai. Saya tidak berhenti mencoba walaupun dengan keadaan keluarga yang sangat minim. Pada awalnya saya mencoba mendaftar di Universitas Atma Jaya Yogjakarta dan beberapa perguruan tinggi yang lain. Setelah tahu bahwa diterima semua, pada saat itu saya bingung untuk memilih dan juga bingung siapa yang akan membiayai kuliah. Saya berusaha bicara dari hati ke hati dengan tante yang mempunyai keuangan yang lebih, namun apa daya saya malah dicaci maki dan dihina. Setelah itu nenek berusaha bagaimana cara untuk bisa membiayai kuliah saya. Saat itu saya tidak putus semangat. Saya berinisiatif untuk mencari pekerjaan untuk mengumpulkan uang. Akhirnya saya dapat pekerjaan di Jogja menjadi pelayan toko. Beberapa bulan bekerja di tempat itu, namun hasilnya tetap belum bisa untuk membayar kuliah. Suatu ketika nenek menelepon saya dan menyuruh pulang ke rumah. Ketika sampai rumah, saya kaget karena nenek menyerahkan uang senilai 5 juta rupiah untuk membayar angsuran biaya kuliah yang pertama. Saya bahagia karena akan menjadi seorang mahasiswi di salah satu universitas, dan mungkin ini adalah awal anak tangga untuk meraih impian menjadi orang sukses. Setelah menjadi mahasiswi, saya masih banyak permasalahan ekonomi ((biaya kost, biaya hidup dan biaya transport)), juga bingung hendak dengan cara apalagi untuk membayar angsuran biaya kuliah berikutnya. Oleh sebab hal ini, akhirnya saya memutuskan untuk kuliah sambil bekerja di sebuah perusahaan pialang. Semua itu saya lakukan untuk menambah uang untuk hidup di Jogja termasuk juga untuk membayar kost. Pada akhir semester pertama saya mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Saya menyesal sekali karena kesibukan pekerjaan menganggu konsentrasi kuliah saya. Saya bertambah bingung karena nilai yang didapat sangat tidak memuaskan. Bagaimana bisa menaiki anak tangga selanjutnya jika hanya melangkah tidak sepenuh hati? Saya sadar dan merenungi apa yang sudah ditempuh saat semester satu yang lalu. Mengenal Anak Anak Terang Akhir semester satu saya mengenal Anak Anak Terang (AAT). Di AAT saya ikut melayani sebagai Pendamping Komunitas (PK) atau yang sering disebut sebagai Staff Admin untuk beberapa sekolah. Saya merasa senang karena bisa ikut melayani orang lain. Melalui pelayanan ini juga, membuat saya menyadari bahwa masih ada orang lain yang di bawah kita. Awal semester dua saya kembali bingung bagaimana caranya membayar uang SPP tetap dan Variabel. Saya tidak mungkin minta dengan ibu, karena beliau juga berpenghasilan minim. Hanya pas untuk makan dan memberi uang saku adik-adik. Saya bercerita dengan nenek saya dengan keadaan yang saya alami saat itu. Nenek memberikan cicin dan anting untuk digadaikan agar saya tetap bisa kuliah. Saya merasa sedih karena kuliah ini menjadi beban untuk nenek. Setelah itu saya berfikir apakah saya bisa menjadi anak asuh dalam pelayanan AAT yang saya ikuti? Saya berusaha mencari informasi bagaimana caranya untuk menjadi anak asuh. Pada saat itu saya berkonseling dengan Romo Vidi, Ibu Lies, dan Romo Agus. Saya tak henti-henti berdoa agar bisa melawati tahap seleksi anak asuh. Semua proses sudah saya lewati hingga pada akhirnya tinggal menunggu hasil dari semester dua untuk menjadi persyaratan yang utama. Sayangnya ada satu nilai yang menjatuhkan. Hancur sudah hati ini karena melihat nilai itu. Namun ada kawan yang juga menjadi anak asuh yang terus memberi semangat untuk saya memperbaiki nilai (Ujian Remidi) agar dapat memenuhi syarat sebagai anak asuh. Di akhir semester saya mendapatkan nilai yang menjadi syarat untuk menjadi anak asuh. Sungguh tidak menyangka bila dapat kuliah lagi. Andai saya tidak menjadi anak asuh,  saya memutuskan untuk berhenti kuliah dan bekerja. Namun kuasa Tuhan sangat luar biasa. Saya yakin dan percaya Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umatnya. Saya akan belajar sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik buat orang tua serta donatur yang telah membiayai saya dan mempercayai saya untuk menjadi anak asuh mereka. Meskipun belum dapat mengenal siapa donatur yang telah mau membiayai namun saya mengucapkan terima kasih, sebab para donatur telah mau berbagi dengan menyisihkan sebagian rejekinya guna membiayai pendidikan saya. Saya tidak dapat membalas kebaikan donatur, tetapi saya akan memberikan prestasi yang terbaik di antara yang baik. Semoga donatur selalu diberkati Tuhan dan dimudahkan segala usaha dan urusannya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Romo Vidi , Ibu Lies, Romo Agus, Ibu Komang, dan Bapak Hadi selaku ketua Yayasan AAT Indonesia saat ini. Tanpa mereka, saya tidak akan bisa mendapatkan beasiswa. Sungguh luar biasa, Tuhan telah memberikan jalan untuk saya menjadi yang terbaik.   Putri Krismawati Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/saya-berikan-prestasi-terbaik” size=”175″]  

Saya Berikan Prestasi Terbaik Read More »

Talk Your Love, Spread Your Care

  Dinamika Relawan Anak Anak Terang Wisma Abdi Kristus Gedanganak Ungaran, 14 – 15 Oktober 2013  “Talk your love and spread your care … “ Acara Dinamika Relawan Anak Anak Terang (AAT) diadakan secara khusus untuk mengenalkan AAT sebagai sebuah Komunitas Beasiswa yang menaungi siapa saja yang mempunyai kepedulian yang sama pada anak-anak yang kurang beruntung di bidang pendidikan formal. Manfaat dari acara ini agar para Pendamping Komunitas (PK) atau yang sering disebut sebagai Staff Admin AAT mengerti secara keseluruhan tentang Visi dan Misi Anak Anak Terang. Jumlah peserta sebanyak 33 orang PK yang berasal berbagai kota antara lain Semarang, Jogjakarta, Purwokerto, dan Madiun. Acara diselenggarakan selama 2 hari 1 malam di Wisma Abdi Kristus Gedanganak Ungaran dan dipandu oleh narasumber Bapak Harry Santoso (hari pertama) dan oleh Ibu Linda dari tim outbound “Virtue” (hari kedua). Acara Hari Pertama Hari pertama, dimulai dengan sesi Representation System. Kita diajak untuk lebih memaknai kata ”komunikasi”. Komunikasi dibagi menjadi verbal dan non verbal. Dalam hal ini cara berkomunikasi tidak hanya dengan berbicara, sebab diam pun merupakan salah satu bentuk lain dari komunikasi. Dengan diam, orang lain pasti akan memiliki argumen yang berbeda-beda untuk menilai tentang apa yang sedang kita rasakan. Representation system dibagi menjadi tiga yaitu Visual, Auditorial, dan Kinestetik. Visual, di mana orang lebih cenderung menggunakan penglihatan untuk berkomunikasi. Auditorial, di mana orang lebih cenderung untuk mendengarkan dan tidak melihat lawan bicaranya untuk mengerti suatu pembicaraan. Sedangkan Kinestetik, di mana orang akan lebih menggunakan perasaan untuk berkomunikasi dan cenderung mengerti dengan penerapan yang menggunakan gerakan. Penerapannya bila kita berbicara secara interpersonal (one to one), 2 orang akan berkomunikasi dan masing-masing saling mengamati arah bola mata lawan bicaranya. Eyeball dapat menunjukkan orang tersebut hanya sedang berimajinasi (construct) atau memang sedang mengingat suatu momen (recall). Jika lawan bicara kita cenderung melihat ke arah kiri kita, bisa diartikan orang tersebut hanya berimajinasi atau berbohong. Sebaliknya jika melihat ke arah kanan kita, bisa jadi orang tersebut sedang berusaha mengingat terhadap momen hidup yang pernah dialami. Posisi eyeball saat berkomunikasi juga dapat menunjukkan kecenderungan orang tersebut termasuk visual, auditorial, atau kinestetik. Jika bola mata sering ke arah atas, berarti cenderung orang visual. Jika bola mata pada posisi arah tengah serta hanya melihat ke kanan dan ke kiri, maka termasuk orang auditorial. Sedangkan jika sering melihat ke bawah maka cenderung menjadi orang kinestetik. Tingkat kejujuran seseorang juga bisa dilihat dari mouth cover. Apabila orang berkomunikasi namun sering menutupi mulutnya dapat dikatakan orang tersebut tidak jujur. Nose touch, hanya dengan menyentuh hidung saat berbicara dapat diartikan orang tersebut cenderung sedang menyembunyikan sesuatu. Begitu pula dengan eye rub, menggosok-gosok mata dengan jari bisa dikatakan sedang memiliki sesuatu yang disembunyikan. Hal yang sama berlaku untuk ear grab (garuk telinga), neck strecth (garuk leher), collar pool (tarik kerah). Namun kita juga tidak boleh serta merta menyatakan seseorang itu berbohong. Semua hal di atas juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekitar. Bisa jadi semuanya terjadi secara natural karena efek lingkungan. Acara Hari Kedua   Acara hari kedua diisi dengan permainan outbound yang sangat menyenangkan. Permainannya antara lain mouse trap, balance, star wars, dan sebagainya. Setiap permainan memiliki makna dan tujuan positif. Hampir semua permainan ini membutuhkan kerjasama antar kelompok yang kuat dan selalu ada yang menjadi pemimpin. Terkadang semua anggota cenderung ingin menjadi pemimpin yang selalu mengatur dan memiliki pendapat masing-masing untuk menyelesaikan masalah. Hal tersebut malah tidak akan menemukan jalan keluarnya, kecuali ada salah satu pemimpin yang dipercaya dari suatu kelompok sehingga akan lebih mempermudah koordinasi untuk penyelesaian suatu masalah. Acara terakhir adalah pengenalan sistem kerja AAT. Pada sesi ini para peserta diharapkan untuk lebih mengerti dan mengenal lebih jauh terhadap spiritualitas Anak Anak Terang. Para relawan memahami tugas-tugas yang harus dilakukan sebagai seorang Pendamping Komunitas (PK). Para peserta juga diharapkan dapat lebih aktif merespon terhadap apa yang disampaikan pembicara. Sesi ini bertujuan agar para relawan PK lebih peka dan siap menghadapi masalah-masalah yang mungkin terjadi di lapangan. Semoga dengan adanya acara seperti ini, para relawan diberi kekuatan dan kesabaran untuk melayani sesama dengan hati yang tulus bersama Anak Anak Terang. Semoga karya Anak Anak Terang semakin bersinar dan terangnya mengisi semua relung hati kita bersama.   Liputan oleh : Maria Septiani Putri Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/talk-your-love-spread-your-care” size=”175″]  

Talk Your Love, Spread Your Care Read More »

Bisa Kuliah Berkat Beasiswa AAT

Di mana ada kemauan, pasti ada jalan … Saat kelulusan SMK adalah masa-masa yang membahagiakan sekaligus menyedihkan bagi saya. Bahagia karena dapat lulus dari SMK setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun, sedih karena harus berpisah dengan guru-guru, teman-teman tercinta serta harus mulai memikirkan masa depan. Keinginan saya setelah lulus SMK adalah kuliah.  Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi supaya kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Tetapi orang tua saya hanyalah seorang single parent yang memiliki tanggungan 3 orang adik. Seluruh saya adik saya sekolah sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Ibu saya hanyalah seorang penjahit rumahan yang penghasilannya tidak seberapa. Penghasilan ibu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Beban ini bertambah lagi sebab ibu masih harus mengasuh keponakan saya karena orang tuanya berpisah. Sedangkan ayah saya sudah lebih dari 10 tahun tidak menafkahi kami. Saya berusaha untuk tidak menambah beban ibu dengan menuntut harus dikuliahkan. Meskipun demikian, saya tidak pasrah begitu saja. Saya memiliki prinsip, jika menginginkan sesuatu maka saya harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Akhirnya saya mulai mencoba mencari peluang beasiswa perguruan tinggi. Setelah mencari-cari informasi di internet, bertanya ke sana ke mari, akhirnya saya mencoba mendaftar kuliah di UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta) dan UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) melalui jalur PSSB (Program Seleksi Siswa Berprestasi). Meskpun telah mencoba mendaftar, saya tidak diterima sebagai mahasiswa PSSB di 2 universitas tersebut. Saya dialihkan ke jalur lain yang hanya diberikan potongan biaya kuliah beberapa persen dan tetap harus membayar jutaan rupiah. Yaaah … seketika itu juga saya merasa kecewa dan keinginan untuk kuliahpun sedikit terpupus. Sedikit demi sedikit saya mulai bisa legowo dan menyadari bahwa saya tidak bisa kuliah. Saya juga tidak mau menganggur di rumah jadi saya mulai melamar pekerjaan. Saya memasukkan lamaran ke berbagai tempat dan Puji Tuhan saya diterima bekerja di salah satu perseroan terbatas sebagai SPG (Sales Promotion Girl) yang memasarkan produk teh, larutan pereda panas dalam, dan lain-lain. Bekerja hari demi hari sedikit menghibur saya dan sedikit melupakan keinginan untuk kuliah. Walaupun penghasilan saya sebagai SPG tidak banyak, tetapi saya berusaha bekerja dengan sepenuh hati, anggaplah sekaligus untuk mencari pengalaman. Peluang Kuliah dengan Beasiswa AAT Setelah sebulan bekerja, tiba-tiba salah seorang guru SMK Marsudi Luhur yang bernama ibu Sri Rahayu menghubungi saya untuk memberikan kabar bahagia bahwa AAT (Anak-Anak Terang) membuka peluang beasiswa Perguruan Tinggi. Beliau beserta Kepala Sekolah yaitu ibu Dra. Luh Komang Sri Budiastuti sangat mendukung saya untuk mengambil kesempatan tersebut karena ini merupakan kesempatan yang baik. Jujur saat itu saya merasa sangat bahagia karena sejak di bangku SMK saya sudah mendapatkan beasiswa dari AAT. Kebahagiaan ini bertambah lagi sebab AAT memberikan harapan kepada saya untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Awalnya banyak pihak yang tidak setuju saya mengambil kesempatan beasiswa ini. Sebagian dari keluarga saya mengatakan,“Lebih baik kamu bekerja saja supaya dapat meringankan beban ibu kamu untuk membantu membiayai sekolah adik-adik kamu. Kuliah itu biayanya banyak. Walaupun biayanya gratis, tapi tetap saja perlu biaya banyak untuk lain-lain”. Ada lagi yang mengatakan, “Percuma saja sekolah tinggi-tinggi, nantinya juga masuk dapur. Mbok nerima saja. Anaknya orang nggak punya nggak usah kakean karep (banyak kemauan). Kerja saja malah lebih baik.” Selain itu, masih banyak lontaran pedas lainnya yang ditujukan kepada saya. Tetapi saat itu ibu menguatkan saya untuk tetap mengambil kesempatan berharga ini. Ibu tidak keberatan jika saya kuliah. Ibu malah senang karena ada AAT yang bersedia membiayai saya kuliah. Harapannya agar saya mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan dapat memperoleh pekerjaan sehingga nantinya bisa membantu keluarga. Nasehat ibu saya yang selalu saya ingat adalah “kesempatan itu tidak datang dua kali, jadi selagi ada kesempatan ya diambil, ibu sangat mendukung kamu, nak”. Kata-kata ibu membuat tekad saya semakin bulat untuk mengambil kesempatan mendapatkan beasiswa ini. Mengikuti Seleksi Beasiswa AAT Saya mulai menyiapkan segala persyaratan yang diberikan oleh AAT kemudian mengumpulkan berkasnya melalui sekolah. Selang beberapa hari kemudian, ada kabar yang menggembirakan. Nama-nama siswa yang Lolos Seleksi Beasiswa AAT Tahap 1 (administrasi dan kelengkapan dokumen) diposting pada grup Facebook Anak Asuh AAT. Saya termasuk yang lolos. Rasanya bahagia sekali walaupun saya masih ragu apakah diterima atau tidak. Keraguan ini disebabkan masih ada beberapa tahap lagi, di antaranya Tahap 2 yaitu Seleksi Wawancara. Waktu itu saya diwawancarai oleh Bapak Hadi Santono, Kak Cika dan Kak Mega. Saat wawancara tersebut adalah saat yang paling mengesankan bagi saya karena mulai ada pembicaraan dari hati ke hati tentang kesanggupan, komitmen, tanggung jawab serta keluarga, dan lain-lain, yang sampai-sampai membuat air mata berderai. Tahap terakhir atau Tahap 3 adalah Home Visit atau kunjungan ke rumah. Pada tahap ini terjadi wawancara Pengurus AAT dengan orang tua saya dan merupakan tahap yang terakhir. Setelah melewati seluruh tahap seleksi, saya termasuk 1 dari 6 anak asuh Perguruan Tinggi yang lolos seleksi. Saya akhirnya dapat kuliah di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan saat ini saya sudah memasuki Semester 3. Saya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan berharga yaitu dapat kuliah di universitas yang terbaik dan ternama. Saya juga berjanji untuk tidak mengecewakan semua pihak yang telah mendukung saya terutama para donatur yang telah berbaik hati membiayai kuliah saya walaupun sampai sekarang saya tidak mengetahui siapa donatur yang telah membiayai saya selama ini. Hal sederhana yang dapat saya lakukan adalah belajar sebaik-baiknya supaya mendapatkan IPK yang baik dan dapat lulus kuliah dengan cepat supaya tidak mengecewakan para donatur dan semua orang yang membantu saya. Saya juga senantiasa berdoa untuk para donatur agar selalu diberikan berkah melimpah oleh Tuhan dan selalu diberikan kesehatan supaya dapat terus berbagi kasih kepada sesama. Pengalaman Bersama AAT AAT telah memberikan banyak pengalaman berharga buat hidup saya. Di antaranya sebagai anak asuh, saya dan teman-teman diajarkan untuk bekerja sebagai Pendamping Komunitas (PK) atau Staff Admin AAT. Kami membantu proses pengelolaan administrasi Beasiswa AAT. Saya mendapat tugas untuk menjadi pendamping dari 5 komunitas yaitu Paroki Bintaran, SMK Marsudi Luhur 1, SMK Marsudi Luhur 2, SMA Marsudi Luhur dan SMP Marsudi Luhur, yang merupakan almamater saya. Saya bangga, sebab sebagai alumni dari sekolah Marsudi Luhur saya dapat membantu dan melayani beasiswa adik-adik kelas. Momen yang paling menyenangkan

Bisa Kuliah Berkat Beasiswa AAT Read More »

Pengalaman Pertama sebagai Pendamping Komunitas

Perjalanan saya di Anak-Anak Terang (AAT) belum begitu panjang. Awalnya hanya sekedar ikut-ikutan saat diajak oleh kakak saya untuk survey di sebuah SMA di pusat Kota Yogyakarta. Ya.. memang kakak yang memperkenalkan AAT kepada saya. Awalnya saya hanya sering mendengarkan kakak bercerita pengalamannya bersama AAT, tapi sekarang saya tahu lebih lengkap tentang apa itu AAT. Ketika diajak survey, saya hanya melihat dan menemaninya saja. Banyak kisah yang menyentuh hati saya. Calon anak asuh mengalami masalah lebih dari yang saya bayangkan, yang saya rasa terlalu berat untuk dihadapi anak seumuran mereka. Kakak memberi kesempatan kepada saya untuk mewawancarai salah satu calon anak asuh yang akan mendapat beasiswa dari AAT. Dari sekian banyak anak yang sudah saya dengar cerita kehidupannya, kisah hidup anak ini benar-benar membuat saya tersentuh. Ia mempunyai adik yang masih kecil dan tentunya masih sekolah juga. Namun keluarganya hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga masih banyak uang sekolah yang belum ia bayar. Ditambah lagi hubungan orang tuanya yang tidak harmonis membuat masalah semakin menumpuk di dalam pikirannya. Setiap hari untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ibunya harus menjadi buruh cuci dengan gaji hanya sekitar tiga ratus ribu per bulan. Tentu saja tidak cukup untuk membeli beras dan membayar uang sekolah, maka dari itu ibunya sering berhutang sana-sini untuk membayar uang sekolahnya, tapi sampai sekarang juga tetap saja masih kurang. Tidak hanya belajar yang harus ia lakukan, tetapi juga bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Jika ada waktu senggang, ia sering diajak untuk bekerja di bengkel milik salah satu temannya. Memang ia adalah seorang anak perempuan, tetapi ia mengaku keahliannya memang di bidang otomotif. Upah yang hanya sepuluh ribu rupiah setiap kali datang sebenarnya tidak cukup, tapi “buat tambah-tambah beli beras mbak, untuk makan sehari-hari aja kan juga kurang, kadang malah enggak makan mbak karena tidak ada yang harus dimakan kalo saya nggak ikutan kerja.” Mendengar perkataannya itupun membuat saya semakin merasa terenyuh. Baru kali itu saya mendengar cerita dari seseorang yang benar-benar berjuang hidup dalam keterbatasan secara langsung. Biasanya saya hanya menonton di televisi saja tapi saat itu benar-benar nyata. Hal itu yang membuat saya semakin merasa bersyukur kepada Tuhan karena walaupun saya juga hidup serba pas-pasan tetapi setiap hari saya masih bisa makan. Saya bergabung menjadi PK AAT baru sekitar 3 bulan namun saya sudah mendengar banyak pengalaman baru dari orang lain. Pengalaman-pengalaman hidup yang hebat dan membuat saya semakin bersemangat untuk bisa lebih lagi melayani sesama, membawa terang untuk teman-teman yang lainnya.   Mikaella Maria Dicna Advenia Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/pengalaman-pertama-sebagai-pendamping-komunitas” size=”175″]  

Pengalaman Pertama sebagai Pendamping Komunitas Read More »

Pertemuan AAT Semarang

Pada hari Sabtu, 7 September 2013, untuk pertama kalinya diselenggarakan pertemuan AAT Semarang yang mengambil tempat di SMK Kimia Industri Theresiana, Jalan Pleburan Barat 12 A, Semarang. Acara dihadiri oleh para penanggung jawab (PJ) sekolah, juga para tamu undangan, antara lain Romo Vikjen Keuskupan Semarang yaitu Romo F.X Sukendar Wignyosumarta, Pr, Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Semarang yaitu Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr ,Tim Peduli Pendidikan (TPP), Redaksi majalah Salam Damai, dan masih banyak lagi. Pertemuan ini beragendakan peresmian kesekretariatan Semarang, penjelasan prosedur pengelolaan beasiswa, serta pemberian secara simbolis surat keputusan (SK) yang berisi tentang daftar nama anak-anak asuh yang diterima pada Tahun Ajaran 2013/2014. Acara sengaja dimulai siang hari, pada pukul 13.00, agar mempermudah PJ untuk dapat hadir. Pertemuan diawali dengan makan siang, doa pembuka oleh Rm. Sukendar, dan kemudian sambutan dari Christianus Widya Utomo mewakili pengurus AAT. Sekedar info, AAT Semarang telah membantu 17 sekolah/komunitas dengan jumlah anak asuh sebanyak 496 anak. Selain ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, dalam sambutannya Mas Chris juga bercerita perihal AAT yang sudah bekerja selama 11 tahun dalam melayani sesama. Romo Sukendar, Vikjen Keuskupan Semarang, mengatakan kekaguman terhadap AAT yang sudah sangat luas membantu banyak orang yang membutuhkan uluran tangan terutama dalam dunia pendidikan. Romo Sukendar menjelaskan, pendidikan merupakan hal penting yang dibutuhkan kaum muda sebagai bekal mereka di masa depan. Setelah sambutan yang begitu hangat, acara dilanjutkan dengan peresmian Sekretariat AAT Semarang. Proses peresmian dilakukan dengan serah terima dan pemberkatan papan nama Sekretariat AAT Semarang oleh Romo F.X Sukendar Wignyosumarta, Pr.   Acara dilanjutkan dengan pengenalan singkat tentang AAT oleh Pieter, serta prosedur pengajuan beasiswa oleh Handy, kemudian disusul sesi tanya jawab. Selanjutnya pengenalan Pendamping Komunitas (PK) Semarang dan sharing yang dialami oleh para PK yang diwakilkan oleh Edo dan Maria. Maria menceritakan tentang pengalamannya sebagai PK yang membuatnya mengenal banyak relasi sehingga menjadi semakin berani untuk tampil. Sedangkan Edo bercerita tentang bagaimana dia yang dulunya sering berkeluh kesah sebab kedua orang tua tidak dapat mewujudkan keinginannya. Setelah dirinya masuk di AAT sebagai PK dan mewawancarai calon anak asuh, Edo merasa menjadi orang yang beruntung bila bandingkan dengan calon anak asuh yang sudah ditinggalkan orang tuanya, baik karena perceraian atau meninggal dunia. Karena itu Edo sangatlah bersyukur menjadi seorang relawan AAT. Setelah sharing, acara ini berlanjut ke penyerahan surat keputusan (SK) dan penerimaan secara simbolis beasiswa Tahun Ajaran 2013/204 yang diberikan oleh AAT kepada tiap sekolah dan komunitas. Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Romo Kendar. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan semakin banyak anak-anak asuh yang dapat dibantu dan semakin banyak pula Sahabat Anak Anak Terang yang ingin membantu.   Aloysius Handy W. Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/pertemuan-aat-semarang” size=”175″]  

Pertemuan AAT Semarang Read More »

Menjadi Berguna Bagi Sesama

Minggu, 22 September 2013 jam 10.30 WIB bertempat di lantai dua Cafe Deoholic adalah momen yang akan diingat dalam perjalanan Anak Anak Terang (AAT) Semarang dalam mencari relawan baru. Kami sebagai Pendamping Komunitas (PK) AAT mengadakan pertemuan dengan para relawan baru yang ingin masuk AAT sebagai PK untuk menggantikan tugas PK terdahulu yang sebentar lagi akan lulus. Kegiatan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Handy, kemudian penjelasan tentang Anak Anak Terang oleh Edo. Sesudah itu dilanjutkan dengan perkenalan PK lama yang hadir di acara tersebut yaitu Annisa, Maria, Johanes, Pieter, Indah, Lucas dan Bani. Yudith, salah satu donatur sekaligus relawan AAT yang juga baru 2 minggu bergabung, memberikan sedikit cerita mengapa tertarik masuk menjadi relawan. Dia sewaktu masih kuliah juga dibantu oleh yayasan gereja di Jerman sehingga selama kuliah dia tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Sungguh beruntungnya sehingga setelah sekarang sukses di pekerjaannya, dia membentuk kelompok bersama teman-teman yang lain untuk membantu adik-adik angkatan. Setelah Yudith mengenal Anak Anak Terang yang ternyata misinya sama yaitu memberikan beasiswa pendidikan formal bagi anak-anak Indonesia yang masih dilanda kemiskinan, Yudith memutuskan untuk membantu menjadi donatur sekaligus mencarikan donatur untuk anak asuh dan menjadi relawan AAT. Pada acara tersebut, kami juga diberi motivasi oleh salah satu pengurus harian AAT, yaitu Ibu Elisabeth Lies Endjang atau lebih akrab disapa Mami Can. Mami Can memberi kami nasihat, bahwa kita sebagai generasi muda yang “istimewa” harus berani dan mau membantu generasi-generasi di bawah kita untuk lebih semangat dalam belajar dan membantu mereka jangan sampai ada yang putus sekolah. Generasi muda bangsa Indonesia harus memiliki semangat untuk membantu sesama, semangat menjadi pribadi yang lebih baik demi kemajuan diri sendiri, orang lain, dan negara ini. Jangan sampai generasi berikutnya tidak mendapatkan pendidikannya hanya karena miskin. Manusia diciptakan salah satunya untuk saling tolong-menolong. Apabila ada saudara kita yang mengalami kekurangan, maka kita yang memiliki kelebihan dan kita yang memiliki keistimewaan harus membantu mereka. Tuhan pasti melancarkan segala ketulusan, niat dan kemauan kita untuk membantu mereka. AAT ini merupakan wadah bagi kita untuk memudahkan membantu mereka yang membutuhkan dalam hal biaya pendidikan. Perkenalan Relawan Baru Acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan relawan baru. Para relawan memperkenalkan diri dan menceritakan motivasi mereka. Ada yang awalnya dimintai tolong oleh dosen, ada juga yang merupakan anak asuh AAT sewaktu masih sekolah di SMA/SMK. Anak asuh ini sekarang telah lulus dan melanjutkan kuliah, sehingga mereka kembali lagi masuk ke AAT sebagai bentuk timbal balik kontribusi kepada AAT. Salah satu relawan baru bernama Naning, memperkenalkan diri dan menceritakan sedikit riwayat hidupnya sambil meneteskan air mata. Sungguh beruntung yang hadir di tempat tersebut, karena dapat mendengar langsung kisah inspiratif dari Naning. Naning merupakan mahasiswa semester 3 di Akademi Farmasi Theresiana Semarang. Naning, yang awalnya dimintai oleh dosennya untuk mengikuti AAT, memiliki kisah hidup yang membuat kami takjub perihal betapa kuatnya seorang perempuan dalam menghadapi masalah dalam hidupnya. Naning berasal dari Jepara, sejak kecil sudah ditinggal oleh ayah ibunya. Ayahnya sudah meninggal sejak dia masuk SD, ibunya bekerja sebagai tenaga kerja di Malaysia namun tidak pernah pulang, juga tidak pernah mengirim uang untuk kebutuhan Naning.  Oleh karena situasi ini, dia akhirnya diasuh oleh kakak serta neneknya sampai lulus SMP. Sewaktu melanjutkan ke jenjang SMA, dia diminta pamannya untuk tinggal di Kudus dan sekolah disana. Setelah lulus, Naning bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah rumah sakit selama 4 tahun, namun karena semangat belajar yang tinggi akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah sakit tersebut dan dengan tabungannya serta dibantu oleh pamannya mencarikan donatur untuk kuliah di Akademi Farmasi Theresiana Semarang. Kehidupan Naning sungguh tidak mudah. Tidak hadirnya sosok orang tua tidak pernah membuatnya malu ataupun marah dengan keadaan tersebut. Dia tetap berusaha untuk bisa menjalani hidup dengan berpikir positif, dengan semangat hidup yang tinggi terus berfikir untuk lebih maju dan tidak pernah menyerah. Selain Naning ada pula Setyoko. Setyoko tertarik masuk Anak Anak Terang ini karena diperkenalkan oleh Handy. seperti halnya Naning, Setyoko juga menceritakan permasalahan hidupnya. Orang tua berpisah 2 hari setelah Setyoko ulang tahun dan itu juga tepat 2 hari sebelum Setyoko melaksanakan ujian nasional, kisah ini sungguh membuat kami diam merenung. Menghadapi kejadian tersebut ternyata Setyoko masih bisa tetap senyum. Dia masih bisa berkata bahwa dia baik-baik saja. Motivasi Setyoko bergabung di AAT adalah untuk membuat perubahan terhadap dirinya, juga sekitarnya, dan membuat perubahan terhadap dunia. Kata Setyoko “if you wanna make a better world, take a look at yourself and then make a change”.  Kalimat tersebut dikutip Setyoko dari lirik lagu Michael Jackson, dan kalimat itu pula yang menambah motivasi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Di akhir acara, Mas Christ Widya sebagai sekretaris pengurus harian AAT menambahkan bahwa untuk menjadi relawan perlu motivasi yang kuat untuk melayani sesama dengan tulus dan semangat yang tinggi. Semangat untuk mendampingi adik-adik asuh supaya lepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. Dari pertemuan ini dapat diambil pelajaran bahwa apapun masalah kita di masa lalu, dan seberat apapun itu, jangan pernah hanya bersedih dan menangis. Bangkitlah dengan semangat ingin membuat perubahan pada diri sendiri, kemudian membuat perubahan bagi orang lain. Maka apabila kamu mampu mengatasi masalahmu dengan baik, sungguh dirimu merupakan pribadi yang luar biasa, dan kembangkanlah terus hingga menjadi manusia yang lebih istimewa. Tebarkan senyummu untuk sesama, lakukan kebaikan apapun dengan keikhlasan tanpa perlu ada keinginan untuk mendapatkan imbalan, karena yakinlah Tuhan akan memberikan yang lebih dari apa yang diberikan oleh manusia. Dan disinilah di Anak Anak Terang, kami sebagai manusia memulai untuk menjadi manusia yang lebih istimewa. Manusia yang berguna bagi sesama. Bermimpi menjadi manusia yang dengan tangan kecilnya mampu merubah keadaan anak-anak di negeri ini untuk generasi esok yang lebih baik dan tentunya lebih terang.   Edo Prakosa, Staff Admin AAT Semarang  [box type=”info”]Catatan : AAT Semarang masih membutuhkan relawan untuk menjalankan kegiatan operasional beasiswa bagi 500 anak asuh di sekitar Semarang, dan masih akan bertambah lagi semester depan, sesuai bertambahnya proposal permohonan beasiswa dari beberapa sekolah. Berminat? Hubungi AAT melalui email beasiswa@anakanakterang.web.id[/box] [qrcode content=”https://aat.or.id/menjadi-berguna-bagi-sesama” size=”175″]  

Menjadi Berguna Bagi Sesama Read More »

Kuliah : Impian Yang Menjadi Nyata

SEBUAH KENYATAAN yang mungkin tidak terbayangkan oleh saya sebelumnya. Mimpi? Yaaa.. Itu semua adalah mimpi saya. Mimpi untuk dapat melanjutkan kuliah seperti teman-teman yang lain. Ejekan bahkan hinaan dari orang-orang di sekitar saya sudah sering saya terima. “Koe ki anak e wong ra ndue, mbok uwes kerjo wae ngewangi wong tuwo, mesake kae ibumu le golek duit nggo koe kuliah. Wong kere wae gayane koyo wong sugih (Kamu itu anak orang miskin, lebih baik kamu bekerja saja membantu orangtua, kasihan ibumu harus mencari uang untuk kamu kuliah. Orang miskin saja gayanya seperti orang kaya)”, itu sepenggal kalimat dari seorang tetangga saya. Apakah ejekan dan hinaan itu saya abaikan begitu saja dan tidak saya pikirkan? Oh tentu tidak.. Jelas itu semua selalu saya pikirkan dan selalu terngiang dibenak saya. Tapi itu semua tidak membuat saya pesimis dan menyerah begitu saja. Saya justru berterimakasih kepada orang-orang yang telah mengejek dan menghina saya, semua itu menjadi motivasi bagi saya. Mama saya seorang single parent dan memang kesulitan jika membiayai saya untuk kuliah. Belum lagi masih harus membiayai dua adik saya untuk bersekolah. Untuk makan dan tempat tinggal saja kami masih menggantungkan pada eyang. Tapi kami bersyukur masih bisa survive sampai sekarang. Kamis 15 Juli 2010, hari di mana saya merasa benar-benar menjadi seorang mahasiswi. Bukan karena sudah masuk kuliah, tetapi pada hari itu saya sudah berhasil mengumpulkan uang untuk membayar cicilan pertama uang masuk Universitas Atma Jaya Yogyakarta. “Yey! Aku mahasiswi akuntansi UAJY!” Hahahaa.. Bagaimana pembayaran selanjutnya? Sejujurnya pada saat itu saya belum memikirkannya. Tetapi yang jelas saya ingin kuliah. Saya ingin menjadi orang berhasil. Semester pertama dan kedua masalah akademik lancar, masalah pembayaran SPP? Nol besar. Saya bingung bagaimana harus membayar kuliah. Pada saat itu saya memang bekerja sambilan sebagai operator (OP) warnet. Tapi tujuan saya menjadi OP warnet bukan untuk mencari uang, melainkan saya butuh fasilitasnya untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Saya juga mencoba bekerja menjadi Sales Promotion Girl (SPG), uang yang didapat sebenarnya lumayan, tapi untuk mencukupi kebutuhan saya sehari-hari saja masih kurang karena memang saya sudah tidak meminta uang pada orangtua saya. Akhirnya setiap jatuh tempo pembayaran yang saya bawa ke kantor keuangan bukan uang untuk membayar SPP melainkan surat permohonan dispensasi. Hahahaha.. Malu tentu saja, tapi mau bagaimana lagi. Sampai suatu hari saya dipanggil ke kantor keuangan, dan saya diberitahu bahwa seluruh biaya sumbangan masuk dan SPP saya sudah lunas. WOW! LUNAS! Saya tidak dapat menggambarkan bagaimana perasaan saya saat itu. Saya ingin mengucapkan terimakasih, tetapi kepada siapa, saya sendiri tidak diberitahu siapa yang melunasinya. Bersyukur sudah pasti, dan saya akan lebih giat belajar. Suatu hari di bulan September 2012 saya dipanggil bapak Kepala Kantor Keuangan, Bp Agus Triyogo, dan saya diminta untuk menemui Bp Hadi Santono di Fakultas Teknologi Industri UAJY. Jujur saja saya tidak tahu mengapa dan untuk apa saya harus menghadap Pak Hadi. Ternyata di sana saya diperkenalkan dengan Anak-Anak Terang (AAT). Saat itu Christina Suryani yang menjelaskan kepada saya tentang AAT dan apa yang harus saya lakukan. Yaaa.. Dan mulai saat itu saya bergabung menjadi Pendamping Komunitas atau Staff Admin AAT. Mulanya saya takut tidak dapat membagi waktu untuk kuliah, bekerja sebagai Student Staff, dan AAT. Tapi saya juga berpikir bahwa saya sudah banyak dibantu oleh orang lain dan saya juga harus banyak membantu orang lain. Banyak hal baru yang saya dapatkan ketika saya bergabung dengan AAT. Dulu saya sering sekali mengeluh dan kurang bersyukur, tetapi melalui AAT saya benar-benar disadarkan bahwa di luar sana banyak orang yang hidup lebih susah dari saya. Di AAT ini saya juga belajar “berbicara”. Saya diharuskan untuk bisa berbicara di hadapan orang banyak. Mungkin apabila orang yang kita hadapi seusia atau lebih muda itu akan mudah, tetapi kali ini yang harus dihadapi adalah Bapak dan Ibu kepala sekolah maupun guru dari berbagai sekolah. Awalnya saya selalu berpikir apakah para kepala sekolah dan guru itu mau mendengarkan saya. Perasaan takut diremehkan itu lama-kelamaan menghilang dengan sendirinya. Karena ternyata tanggapan positif yang saya terima dari mereka. Walaupun jujur saja, terkadang pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan bisa membuat saya dan teman-teman pusing untuk menjawab. Hehehe.. Seiring berjalannya waktu, saya mulai tahu siapa orang yang berbaik hati mau membantu biaya kuliah saya. Beliau adalah salah satu donatur atau orangtua asuh di AAT. Walaupun sampai saat ini, sampai detik saya menulis cerita ini, saya tetap belum mengenal Beliau. Secuil kisah manis ini saya persembahkan kepada Beliau sebagai ucapan terimakasih saya. Saya berjanji untuk bisa menjadi orang sukses kedepannya, supaya saya tidak mengecewakan Beliau. Saya juga ingin menjadi seperti Beliau, dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Tak lupa saya mengucapkan banyak terimakasih kepada orangtua asuh yang lain, baik yang saya kenal maupun belum saya kenal. Saat ini hanya tenaga yang dapat saya berikan. Tenaga yang saya salurkan melalui Anak Anak Terang untuk membantu adik-adik dari SD, SMP, maupun SMA untuk dapat terus bersekolah.   Maria Claudia Alma Staff Admin AAT Jogja  [qrcode content=”https://aat.or.id/kuliah-mimpi-menjadi-kenyataan” size=”175″]  

Kuliah : Impian Yang Menjadi Nyata Read More »

Pertemuan Tahunan AAT Wilayah Jogja

Sabtu, 7 September 2013 – AAT. Setiap awal tahun ajaran, Anak Anak Terang (AAT) menyelenggarakan pertemuan rutin yang dihadiri oleh Penanggung jawab (PJ), Pendamping Komunitas (PK) dan Pengurus AAT. Untuk wilayah Yogyakarta, pertemuan dilaksanakan di SMK Marsudi Luhur 1, Jalan Bintaran Kidul No. 12 Yogyakarta. Kebetulan pada saat yang sama, pertemuan tahun AAT Wilayah Semarang juga berlangsung di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Ada tiga acara utama dalam acara tahunan kali ini. Pertama, yaitu peresmian sekretariat Yogyakarta yang bertempat di sebuah ruang di SMK Marsudi Luhur 1. Kedua adalah pembagian penghargaan anak asuh berprestasi. Ketiga, pembagian Surat Keputusan (SK) berisikan daftar anak asuh yang akan menerima beasiswa AAT untuk tahun ajaran 2013/2014. Tepat pukul 13.00 WIB, Dica dan Hendro yang menjadi Master of Ceremony (MC) mulai membuka acara. Dimulai dengan doa pembukaan yang dipimpin langsung oleh Romo Agustinus Mintoro, SJ. (Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta), dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Hadi Santono sebagai Ketua Yayasan AAT Indonesia. Pada kesempatan kali ini alangkah bahagianya karena ada seorang tamu istimewa, yaitu Ibu Patricia Henry, seorang ibu yang tinggal di Houston, USA. Kedatangan Ibu Patricia Henry khusus untuk dapat lebih mengenal AAT secara langsung, tidak hanya melalui FaceBook dan website saja. Akhirnya masuk ke dalam acara utama, yaitu peresmian Sekretariat AAT Jogja. Sekretariat ini diresmikan oleh Romo Agustinus Mintoro, SJ. dengan pemberkatan terhadap Papan Nama Sekretariat AAT Jogja dan ruang kantornya. Dengan diresmikannya Sekretariat AAT Jogja, maka sejak itu semua kegiatan operasional AAT Jogja yang semula menumpang di Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dipindahkan ke SMK Marsudi Luhur 1. Tak lupa diperkenalkan pula Koordinator PK Jogja yaitu Ardiyanti Kusumo Ayu atau yang biasa dipanggil Antik. Setelah peresmian itu dilanjutkan penyerahan SK secara simbolis yang diwakili oleh penanggung jawab dari SMA Pius Bhakti Utama Purworejo yaitu Sr. Evarista, ADM. Untuk penyerahan SK lainnya akan diberikan pada akhir acara.   Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian penghargaan bagi anak asuh berprestasi yang penerimaannya diwakilkan oleh para PJ. Meskipun dapat dikatakan kurang mampu secara finansial, anak asuh AAT tetap banyak yang berprestasi. Ada yang memperoleh juara 1, 2, dan 3 di kelas maupun juara paralel di sekolah, juara modeling, juara perlombaan catur, juara cheerleader dan lain sebagainya. Masing-masing anak berprestasi ini mendapatkan penghargaan berupa tas sekolah dari AAT. AAT memang tidak mengharuskan setiap anak asuh memiliki prestasi, namun setiap prestasi akademik maupun non-akademik yang diraih anak asuh pada tahun ajaran berjalan akan diberikan penghargaan oleh AAT. Penghargaan prestasi akademik diberikan kepada anak asuh yang mendapatkan Ranking 1, 2 dan 3. Sedangkan penghargaan prestasi non-akademik diberikan kepada anak asuh yang mendapatkan Juara 1, 2 dan 3 bidang minat bakat, seni dan olah raga. Setelah bagi-bagi hadiah untuk anak asuh, tak lupa AAT juga membagikan hadiah untuk para PJ yang hadir dalam acara quiz. Hadiah diberikan kepada PJ yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh MC. Pertanyaan ini berisi seputar hal-hal penting yang berhubungan dengan pengajuan beasiswa sampai pelaporannya. Terlihat bahwa para PJ begitu antusias untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Puluhan hadiah berupa tas dan tempat pensil pun habis dalam waktu singkat. Hal ini membuktikan bahwa para PJ telah benar-benar memahami proses pengelolaan Beasiswa AAT. Acara terakhir adalah pembagian SK Pemberian Beasiswa AAT. Acara tahunan ini ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Antik. Secara keseluruhan acara berlangsung dengan lancar dan tepat waktu sesuai yang direncanakan. Semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk membantu sehingga semakin banyak pula anak yang terbantu untuk terus dapat bersekolah.   Liputan oleh Maria Claudia Alma Staff Admin AAT Jogja   [qrcode content=”https://aat.or.id/pertemuan-tahunan-aat-wilayah-jogja” size=”175″]  

Pertemuan Tahunan AAT Wilayah Jogja Read More »

duta76 perihoki duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 duta76 panduan analisa strategi taktik peluang rtp live mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus perihoki metodologi analisa pola rtp live strategi taktik teknik peluang mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess perihoki dinamika peluang strategi taktik teknik analisa pola rtp live blackjack sweet bonanza mahjong wins 3 pragmatic perihoki algoritma analisa pola rtp live strategi teknik taktik peluang roulette mahjong ways 2 pgsoft wild west gold perihoki agregasi teknik taktik strategi analisa pola rtp live peluang blackjack sv388 sugar rush mahjong wins 3 pragmatic perihoki korelasi taktik analisa pola peluang kemenangan mahjong deluxe dadu sicbo dan gates of olympus duta76 riset analisa peluang strategi taktik teknik pola rtp live mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess duta76 kalkulasi taktik teknik analisa pola rtp live strategi peluang mahjong wins 3 pragmatic blackjack sweet bonanza duta76 eskalasi strategi taktik teknik analisa pola rtp live peluang mahjong ways 2 pgsoft roulette wild west gold duta76 arsitektur peluang strategi taktik teknik analisa pola rtp live mahjong wins 3 sugar rush blackjack sv388 duta76 e4 panduan lengkap update harian dengan analisis pola dan tren kemenangan terkini e4 panduan melihat rtp live hari ini untuk peluang maksimal hingga 39 juta e4 pendekatan cerdas membaca pergerakan scatter dan wild secara sistematis e4 pendekatan data driven dalam membaca sinyal scatter dan wild e4 pendekatan konsisten dengan spin halus dan pola rtp akurat e4 pendekatan profesional mengamati pola scatter dan wild secara akurat e4 pendekatan spin halus dengan analisis rtp untuk ritme permainan optimal e4 pendekatan tepat membaca rtp live harian yang ramai dibahas hasil 19 juta e4 implementasi tren rtp harian dalam strategi permainan masa kini e4 integrasi data rtp harian dalam perencanaan permainan yang efektif e4 ketika analisis tren rtp harian menjadi dasar strategi permainan modern e4 ketika data rtp harian menjadi fondasi perencanaan permainan digital e4 kisah dika konsisten di dunia digital kini miliki bisnis sendiri e4 konsistensi di dunia digital bawa rudi bangun bisnis sendiri e4 laporan harian pola kemenangan disertai insight mendalam dan strategi terbaru e4 laporan pola kemenangan terkini panduan detail dan analisis harian e4 laporan terbaru update harian pola kemenangan dengan analisis lengkap dan insight strategis e4 laporan update harian strategi pola kemenangan dengan data dan insight akurat e4 metode analisis pola scatter dan wild dengan sistem terbaru e4 metode analisis rtp live harian yang trending hasilkan 59 juta e4 metode modern mengidentifikasi scatter dan wild berdasarkan pola sistem e4 metode sistematis mengungkap sinyal scatter dan wild secara konsisten e4 metode spin halus berbasis rtp untuk konsistensi permainan e4 metode terukur membaca momentum scatter dan wild dengan dukungan algoritma e4 model bisnis game asia tenggara vs dunia peluang dan tantangan di pasar indonesia e4 optimalisasi permainan modern lewat pemantauan tren rtp harian e4 optimasi ritme permainan lewat spin halus dan analisa rtp e4 panduan lengkap tren kemenangan harian dengan analisis dan data akurat dari permainan sensasi scatter mahjong wins fokus longgar celah scatter wild mahjong ketika mahjong stabil mahjong fase berbeda ketika pemain waspada scatter wild penting ketika scatter hitam mendominasi mahjong wins mahjong mengalir ringan scatter hitam mahjong ways bergerak arah konsentrasi mahjong wins berjalan scatter hitam putaran mahjong wins fase berbeda scatter hitam mahjong wins perubahan scatter hitam datang mahjong wins putaran scatter beban terselubung penurunan atensi memicu ritme mahjong penurunan disadari awal ritme mahjong perubahan reel mahjong ways fokus putaran biasa scatter menggeser kendali mahjong putaran mulai retak scatter hitam semakin padat putaran terasa dalam saat scatter hitam halus saat konsentrasi penuh scatter wild besar saat pola mulai tergeser scatter hitam hadir tekanan baru muncul scatter hitam aws analisis rtp mahjong taktik aws observasi rtp transisi simbol aws pola pecah mahjong rtp aws analisis rtp mahjong taktik aws starlight data super scatter