Artikel

Talk Your Love, Spread Your Care

  Dinamika Relawan Anak Anak Terang Wisma Abdi Kristus Gedanganak Ungaran, 14 – 15 Oktober 2013  “Talk your love and spread your care … “ Acara Dinamika Relawan Anak Anak Terang (AAT) diadakan secara khusus untuk mengenalkan AAT sebagai sebuah Komunitas Beasiswa yang menaungi siapa saja yang mempunyai kepedulian yang sama pada anak-anak yang kurang beruntung di bidang pendidikan formal. Manfaat dari acara ini agar para Pendamping Komunitas (PK) atau yang sering disebut sebagai Staff Admin AAT mengerti secara keseluruhan tentang Visi dan Misi Anak Anak Terang. Jumlah peserta sebanyak 33 orang PK yang berasal berbagai kota antara lain Semarang, Jogjakarta, Purwokerto, dan Madiun. Acara diselenggarakan selama 2 hari 1 malam di Wisma Abdi Kristus Gedanganak Ungaran dan dipandu oleh narasumber Bapak Harry Santoso (hari pertama) dan oleh Ibu Linda dari tim outbound “Virtue” (hari kedua). Acara Hari Pertama Hari pertama, dimulai dengan sesi Representation System. Kita diajak untuk lebih memaknai kata ”komunikasi”. Komunikasi dibagi menjadi verbal dan non verbal. Dalam hal ini cara berkomunikasi tidak hanya dengan berbicara, sebab diam pun merupakan salah satu bentuk lain dari komunikasi. Dengan diam, orang lain pasti akan memiliki argumen yang berbeda-beda untuk menilai tentang apa yang sedang kita rasakan. Representation system dibagi menjadi tiga yaitu Visual, Auditorial, dan Kinestetik. Visual, di mana orang lebih cenderung menggunakan penglihatan untuk berkomunikasi. Auditorial, di mana orang lebih cenderung untuk mendengarkan dan tidak melihat lawan bicaranya untuk mengerti suatu pembicaraan. Sedangkan Kinestetik, di mana orang akan lebih menggunakan perasaan untuk berkomunikasi dan cenderung mengerti dengan penerapan yang menggunakan gerakan. Penerapannya bila kita berbicara secara interpersonal (one to one), 2 orang akan berkomunikasi dan masing-masing saling mengamati arah bola mata lawan bicaranya. Eyeball dapat menunjukkan orang tersebut hanya sedang berimajinasi (construct) atau memang sedang mengingat suatu momen (recall). Jika lawan bicara kita cenderung melihat ke arah kiri kita, bisa diartikan orang tersebut hanya berimajinasi atau berbohong. Sebaliknya jika melihat ke arah kanan kita, bisa jadi orang tersebut sedang berusaha mengingat terhadap momen hidup yang pernah dialami. Posisi eyeball saat berkomunikasi juga dapat menunjukkan kecenderungan orang tersebut termasuk visual, auditorial, atau kinestetik. Jika bola mata sering ke arah atas, berarti cenderung orang visual. Jika bola mata pada posisi arah tengah serta hanya melihat ke kanan dan ke kiri, maka termasuk orang auditorial. Sedangkan jika sering melihat ke bawah maka cenderung menjadi orang kinestetik. Tingkat kejujuran seseorang juga bisa dilihat dari mouth cover. Apabila orang berkomunikasi namun sering menutupi mulutnya dapat dikatakan orang tersebut tidak jujur. Nose touch, hanya dengan menyentuh hidung saat berbicara dapat diartikan orang tersebut cenderung sedang menyembunyikan sesuatu. Begitu pula dengan eye rub, menggosok-gosok mata dengan jari bisa dikatakan sedang memiliki sesuatu yang disembunyikan. Hal yang sama berlaku untuk ear grab (garuk telinga), neck strecth (garuk leher), collar pool (tarik kerah). Namun kita juga tidak boleh serta merta menyatakan seseorang itu berbohong. Semua hal di atas juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekitar. Bisa jadi semuanya terjadi secara natural karena efek lingkungan. Acara Hari Kedua   Acara hari kedua diisi dengan permainan outbound yang sangat menyenangkan. Permainannya antara lain mouse trap, balance, star wars, dan sebagainya. Setiap permainan memiliki makna dan tujuan positif. Hampir semua permainan ini membutuhkan kerjasama antar kelompok yang kuat dan selalu ada yang menjadi pemimpin. Terkadang semua anggota cenderung ingin menjadi pemimpin yang selalu mengatur dan memiliki pendapat masing-masing untuk menyelesaikan masalah. Hal tersebut malah tidak akan menemukan jalan keluarnya, kecuali ada salah satu pemimpin yang dipercaya dari suatu kelompok sehingga akan lebih mempermudah koordinasi untuk penyelesaian suatu masalah. Acara terakhir adalah pengenalan sistem kerja AAT. Pada sesi ini para peserta diharapkan untuk lebih mengerti dan mengenal lebih jauh terhadap spiritualitas Anak Anak Terang. Para relawan memahami tugas-tugas yang harus dilakukan sebagai seorang Pendamping Komunitas (PK). Para peserta juga diharapkan dapat lebih aktif merespon terhadap apa yang disampaikan pembicara. Sesi ini bertujuan agar para relawan PK lebih peka dan siap menghadapi masalah-masalah yang mungkin terjadi di lapangan. Semoga dengan adanya acara seperti ini, para relawan diberi kekuatan dan kesabaran untuk melayani sesama dengan hati yang tulus bersama Anak Anak Terang. Semoga karya Anak Anak Terang semakin bersinar dan terangnya mengisi semua relung hati kita bersama.   Liputan oleh : Maria Septiani Putri Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/talk-your-love-spread-your-care” size=”175″]  

Talk Your Love, Spread Your Care Read More »

Bisa Kuliah Berkat Beasiswa AAT

Di mana ada kemauan, pasti ada jalan … Saat kelulusan SMK adalah masa-masa yang membahagiakan sekaligus menyedihkan bagi saya. Bahagia karena dapat lulus dari SMK setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun, sedih karena harus berpisah dengan guru-guru, teman-teman tercinta serta harus mulai memikirkan masa depan. Keinginan saya setelah lulus SMK adalah kuliah.  Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi supaya kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Tetapi orang tua saya hanyalah seorang single parent yang memiliki tanggungan 3 orang adik. Seluruh saya adik saya sekolah sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Ibu saya hanyalah seorang penjahit rumahan yang penghasilannya tidak seberapa. Penghasilan ibu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Beban ini bertambah lagi sebab ibu masih harus mengasuh keponakan saya karena orang tuanya berpisah. Sedangkan ayah saya sudah lebih dari 10 tahun tidak menafkahi kami. Saya berusaha untuk tidak menambah beban ibu dengan menuntut harus dikuliahkan. Meskipun demikian, saya tidak pasrah begitu saja. Saya memiliki prinsip, jika menginginkan sesuatu maka saya harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Akhirnya saya mulai mencoba mencari peluang beasiswa perguruan tinggi. Setelah mencari-cari informasi di internet, bertanya ke sana ke mari, akhirnya saya mencoba mendaftar kuliah di UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta) dan UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) melalui jalur PSSB (Program Seleksi Siswa Berprestasi). Meskpun telah mencoba mendaftar, saya tidak diterima sebagai mahasiswa PSSB di 2 universitas tersebut. Saya dialihkan ke jalur lain yang hanya diberikan potongan biaya kuliah beberapa persen dan tetap harus membayar jutaan rupiah. Yaaah … seketika itu juga saya merasa kecewa dan keinginan untuk kuliahpun sedikit terpupus. Sedikit demi sedikit saya mulai bisa legowo dan menyadari bahwa saya tidak bisa kuliah. Saya juga tidak mau menganggur di rumah jadi saya mulai melamar pekerjaan. Saya memasukkan lamaran ke berbagai tempat dan Puji Tuhan saya diterima bekerja di salah satu perseroan terbatas sebagai SPG (Sales Promotion Girl) yang memasarkan produk teh, larutan pereda panas dalam, dan lain-lain. Bekerja hari demi hari sedikit menghibur saya dan sedikit melupakan keinginan untuk kuliah. Walaupun penghasilan saya sebagai SPG tidak banyak, tetapi saya berusaha bekerja dengan sepenuh hati, anggaplah sekaligus untuk mencari pengalaman. Peluang Kuliah dengan Beasiswa AAT Setelah sebulan bekerja, tiba-tiba salah seorang guru SMK Marsudi Luhur yang bernama ibu Sri Rahayu menghubungi saya untuk memberikan kabar bahagia bahwa AAT (Anak-Anak Terang) membuka peluang beasiswa Perguruan Tinggi. Beliau beserta Kepala Sekolah yaitu ibu Dra. Luh Komang Sri Budiastuti sangat mendukung saya untuk mengambil kesempatan tersebut karena ini merupakan kesempatan yang baik. Jujur saat itu saya merasa sangat bahagia karena sejak di bangku SMK saya sudah mendapatkan beasiswa dari AAT. Kebahagiaan ini bertambah lagi sebab AAT memberikan harapan kepada saya untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Awalnya banyak pihak yang tidak setuju saya mengambil kesempatan beasiswa ini. Sebagian dari keluarga saya mengatakan,“Lebih baik kamu bekerja saja supaya dapat meringankan beban ibu kamu untuk membantu membiayai sekolah adik-adik kamu. Kuliah itu biayanya banyak. Walaupun biayanya gratis, tapi tetap saja perlu biaya banyak untuk lain-lain”. Ada lagi yang mengatakan, “Percuma saja sekolah tinggi-tinggi, nantinya juga masuk dapur. Mbok nerima saja. Anaknya orang nggak punya nggak usah kakean karep (banyak kemauan). Kerja saja malah lebih baik.” Selain itu, masih banyak lontaran pedas lainnya yang ditujukan kepada saya. Tetapi saat itu ibu menguatkan saya untuk tetap mengambil kesempatan berharga ini. Ibu tidak keberatan jika saya kuliah. Ibu malah senang karena ada AAT yang bersedia membiayai saya kuliah. Harapannya agar saya mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan dapat memperoleh pekerjaan sehingga nantinya bisa membantu keluarga. Nasehat ibu saya yang selalu saya ingat adalah “kesempatan itu tidak datang dua kali, jadi selagi ada kesempatan ya diambil, ibu sangat mendukung kamu, nak”. Kata-kata ibu membuat tekad saya semakin bulat untuk mengambil kesempatan mendapatkan beasiswa ini. Mengikuti Seleksi Beasiswa AAT Saya mulai menyiapkan segala persyaratan yang diberikan oleh AAT kemudian mengumpulkan berkasnya melalui sekolah. Selang beberapa hari kemudian, ada kabar yang menggembirakan. Nama-nama siswa yang Lolos Seleksi Beasiswa AAT Tahap 1 (administrasi dan kelengkapan dokumen) diposting pada grup Facebook Anak Asuh AAT. Saya termasuk yang lolos. Rasanya bahagia sekali walaupun saya masih ragu apakah diterima atau tidak. Keraguan ini disebabkan masih ada beberapa tahap lagi, di antaranya Tahap 2 yaitu Seleksi Wawancara. Waktu itu saya diwawancarai oleh Bapak Hadi Santono, Kak Cika dan Kak Mega. Saat wawancara tersebut adalah saat yang paling mengesankan bagi saya karena mulai ada pembicaraan dari hati ke hati tentang kesanggupan, komitmen, tanggung jawab serta keluarga, dan lain-lain, yang sampai-sampai membuat air mata berderai. Tahap terakhir atau Tahap 3 adalah Home Visit atau kunjungan ke rumah. Pada tahap ini terjadi wawancara Pengurus AAT dengan orang tua saya dan merupakan tahap yang terakhir. Setelah melewati seluruh tahap seleksi, saya termasuk 1 dari 6 anak asuh Perguruan Tinggi yang lolos seleksi. Saya akhirnya dapat kuliah di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan saat ini saya sudah memasuki Semester 3. Saya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan berharga yaitu dapat kuliah di universitas yang terbaik dan ternama. Saya juga berjanji untuk tidak mengecewakan semua pihak yang telah mendukung saya terutama para donatur yang telah berbaik hati membiayai kuliah saya walaupun sampai sekarang saya tidak mengetahui siapa donatur yang telah membiayai saya selama ini. Hal sederhana yang dapat saya lakukan adalah belajar sebaik-baiknya supaya mendapatkan IPK yang baik dan dapat lulus kuliah dengan cepat supaya tidak mengecewakan para donatur dan semua orang yang membantu saya. Saya juga senantiasa berdoa untuk para donatur agar selalu diberikan berkah melimpah oleh Tuhan dan selalu diberikan kesehatan supaya dapat terus berbagi kasih kepada sesama. Pengalaman Bersama AAT AAT telah memberikan banyak pengalaman berharga buat hidup saya. Di antaranya sebagai anak asuh, saya dan teman-teman diajarkan untuk bekerja sebagai Pendamping Komunitas (PK) atau Staff Admin AAT. Kami membantu proses pengelolaan administrasi Beasiswa AAT. Saya mendapat tugas untuk menjadi pendamping dari 5 komunitas yaitu Paroki Bintaran, SMK Marsudi Luhur 1, SMK Marsudi Luhur 2, SMA Marsudi Luhur dan SMP Marsudi Luhur, yang merupakan almamater saya. Saya bangga, sebab sebagai alumni dari sekolah Marsudi Luhur saya dapat membantu dan melayani beasiswa adik-adik kelas. Momen yang paling menyenangkan

Bisa Kuliah Berkat Beasiswa AAT Read More »

Pengalaman Pertama sebagai Pendamping Komunitas

Perjalanan saya di Anak-Anak Terang (AAT) belum begitu panjang. Awalnya hanya sekedar ikut-ikutan saat diajak oleh kakak saya untuk survey di sebuah SMA di pusat Kota Yogyakarta. Ya.. memang kakak yang memperkenalkan AAT kepada saya. Awalnya saya hanya sering mendengarkan kakak bercerita pengalamannya bersama AAT, tapi sekarang saya tahu lebih lengkap tentang apa itu AAT. Ketika diajak survey, saya hanya melihat dan menemaninya saja. Banyak kisah yang menyentuh hati saya. Calon anak asuh mengalami masalah lebih dari yang saya bayangkan, yang saya rasa terlalu berat untuk dihadapi anak seumuran mereka. Kakak memberi kesempatan kepada saya untuk mewawancarai salah satu calon anak asuh yang akan mendapat beasiswa dari AAT. Dari sekian banyak anak yang sudah saya dengar cerita kehidupannya, kisah hidup anak ini benar-benar membuat saya tersentuh. Ia mempunyai adik yang masih kecil dan tentunya masih sekolah juga. Namun keluarganya hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga masih banyak uang sekolah yang belum ia bayar. Ditambah lagi hubungan orang tuanya yang tidak harmonis membuat masalah semakin menumpuk di dalam pikirannya. Setiap hari untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ibunya harus menjadi buruh cuci dengan gaji hanya sekitar tiga ratus ribu per bulan. Tentu saja tidak cukup untuk membeli beras dan membayar uang sekolah, maka dari itu ibunya sering berhutang sana-sini untuk membayar uang sekolahnya, tapi sampai sekarang juga tetap saja masih kurang. Tidak hanya belajar yang harus ia lakukan, tetapi juga bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Jika ada waktu senggang, ia sering diajak untuk bekerja di bengkel milik salah satu temannya. Memang ia adalah seorang anak perempuan, tetapi ia mengaku keahliannya memang di bidang otomotif. Upah yang hanya sepuluh ribu rupiah setiap kali datang sebenarnya tidak cukup, tapi “buat tambah-tambah beli beras mbak, untuk makan sehari-hari aja kan juga kurang, kadang malah enggak makan mbak karena tidak ada yang harus dimakan kalo saya nggak ikutan kerja.” Mendengar perkataannya itupun membuat saya semakin merasa terenyuh. Baru kali itu saya mendengar cerita dari seseorang yang benar-benar berjuang hidup dalam keterbatasan secara langsung. Biasanya saya hanya menonton di televisi saja tapi saat itu benar-benar nyata. Hal itu yang membuat saya semakin merasa bersyukur kepada Tuhan karena walaupun saya juga hidup serba pas-pasan tetapi setiap hari saya masih bisa makan. Saya bergabung menjadi PK AAT baru sekitar 3 bulan namun saya sudah mendengar banyak pengalaman baru dari orang lain. Pengalaman-pengalaman hidup yang hebat dan membuat saya semakin bersemangat untuk bisa lebih lagi melayani sesama, membawa terang untuk teman-teman yang lainnya.   Mikaella Maria Dicna Advenia Staff Admin AAT Yogyakarta   [qrcode content=”https://aat.or.id/pengalaman-pertama-sebagai-pendamping-komunitas” size=”175″]  

Pengalaman Pertama sebagai Pendamping Komunitas Read More »

Pertemuan AAT Semarang

Pada hari Sabtu, 7 September 2013, untuk pertama kalinya diselenggarakan pertemuan AAT Semarang yang mengambil tempat di SMK Kimia Industri Theresiana, Jalan Pleburan Barat 12 A, Semarang. Acara dihadiri oleh para penanggung jawab (PJ) sekolah, juga para tamu undangan, antara lain Romo Vikjen Keuskupan Semarang yaitu Romo F.X Sukendar Wignyosumarta, Pr, Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Semarang yaitu Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr ,Tim Peduli Pendidikan (TPP), Redaksi majalah Salam Damai, dan masih banyak lagi. Pertemuan ini beragendakan peresmian kesekretariatan Semarang, penjelasan prosedur pengelolaan beasiswa, serta pemberian secara simbolis surat keputusan (SK) yang berisi tentang daftar nama anak-anak asuh yang diterima pada Tahun Ajaran 2013/2014. Acara sengaja dimulai siang hari, pada pukul 13.00, agar mempermudah PJ untuk dapat hadir. Pertemuan diawali dengan makan siang, doa pembuka oleh Rm. Sukendar, dan kemudian sambutan dari Christianus Widya Utomo mewakili pengurus AAT. Sekedar info, AAT Semarang telah membantu 17 sekolah/komunitas dengan jumlah anak asuh sebanyak 496 anak. Selain ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, dalam sambutannya Mas Chris juga bercerita perihal AAT yang sudah bekerja selama 11 tahun dalam melayani sesama. Romo Sukendar, Vikjen Keuskupan Semarang, mengatakan kekaguman terhadap AAT yang sudah sangat luas membantu banyak orang yang membutuhkan uluran tangan terutama dalam dunia pendidikan. Romo Sukendar menjelaskan, pendidikan merupakan hal penting yang dibutuhkan kaum muda sebagai bekal mereka di masa depan. Setelah sambutan yang begitu hangat, acara dilanjutkan dengan peresmian Sekretariat AAT Semarang. Proses peresmian dilakukan dengan serah terima dan pemberkatan papan nama Sekretariat AAT Semarang oleh Romo F.X Sukendar Wignyosumarta, Pr.   Acara dilanjutkan dengan pengenalan singkat tentang AAT oleh Pieter, serta prosedur pengajuan beasiswa oleh Handy, kemudian disusul sesi tanya jawab. Selanjutnya pengenalan Pendamping Komunitas (PK) Semarang dan sharing yang dialami oleh para PK yang diwakilkan oleh Edo dan Maria. Maria menceritakan tentang pengalamannya sebagai PK yang membuatnya mengenal banyak relasi sehingga menjadi semakin berani untuk tampil. Sedangkan Edo bercerita tentang bagaimana dia yang dulunya sering berkeluh kesah sebab kedua orang tua tidak dapat mewujudkan keinginannya. Setelah dirinya masuk di AAT sebagai PK dan mewawancarai calon anak asuh, Edo merasa menjadi orang yang beruntung bila bandingkan dengan calon anak asuh yang sudah ditinggalkan orang tuanya, baik karena perceraian atau meninggal dunia. Karena itu Edo sangatlah bersyukur menjadi seorang relawan AAT. Setelah sharing, acara ini berlanjut ke penyerahan surat keputusan (SK) dan penerimaan secara simbolis beasiswa Tahun Ajaran 2013/204 yang diberikan oleh AAT kepada tiap sekolah dan komunitas. Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Romo Kendar. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan semakin banyak anak-anak asuh yang dapat dibantu dan semakin banyak pula Sahabat Anak Anak Terang yang ingin membantu.   Aloysius Handy W. Staff Admin AAT Semarang   [qrcode content=”https://aat.or.id/pertemuan-aat-semarang” size=”175″]  

Pertemuan AAT Semarang Read More »

Menjadi Berguna Bagi Sesama

Minggu, 22 September 2013 jam 10.30 WIB bertempat di lantai dua Cafe Deoholic adalah momen yang akan diingat dalam perjalanan Anak Anak Terang (AAT) Semarang dalam mencari relawan baru. Kami sebagai Pendamping Komunitas (PK) AAT mengadakan pertemuan dengan para relawan baru yang ingin masuk AAT sebagai PK untuk menggantikan tugas PK terdahulu yang sebentar lagi akan lulus. Kegiatan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Handy, kemudian penjelasan tentang Anak Anak Terang oleh Edo. Sesudah itu dilanjutkan dengan perkenalan PK lama yang hadir di acara tersebut yaitu Annisa, Maria, Johanes, Pieter, Indah, Lucas dan Bani. Yudith, salah satu donatur sekaligus relawan AAT yang juga baru 2 minggu bergabung, memberikan sedikit cerita mengapa tertarik masuk menjadi relawan. Dia sewaktu masih kuliah juga dibantu oleh yayasan gereja di Jerman sehingga selama kuliah dia tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Sungguh beruntungnya sehingga setelah sekarang sukses di pekerjaannya, dia membentuk kelompok bersama teman-teman yang lain untuk membantu adik-adik angkatan. Setelah Yudith mengenal Anak Anak Terang yang ternyata misinya sama yaitu memberikan beasiswa pendidikan formal bagi anak-anak Indonesia yang masih dilanda kemiskinan, Yudith memutuskan untuk membantu menjadi donatur sekaligus mencarikan donatur untuk anak asuh dan menjadi relawan AAT. Pada acara tersebut, kami juga diberi motivasi oleh salah satu pengurus harian AAT, yaitu Ibu Elisabeth Lies Endjang atau lebih akrab disapa Mami Can. Mami Can memberi kami nasihat, bahwa kita sebagai generasi muda yang “istimewa” harus berani dan mau membantu generasi-generasi di bawah kita untuk lebih semangat dalam belajar dan membantu mereka jangan sampai ada yang putus sekolah. Generasi muda bangsa Indonesia harus memiliki semangat untuk membantu sesama, semangat menjadi pribadi yang lebih baik demi kemajuan diri sendiri, orang lain, dan negara ini. Jangan sampai generasi berikutnya tidak mendapatkan pendidikannya hanya karena miskin. Manusia diciptakan salah satunya untuk saling tolong-menolong. Apabila ada saudara kita yang mengalami kekurangan, maka kita yang memiliki kelebihan dan kita yang memiliki keistimewaan harus membantu mereka. Tuhan pasti melancarkan segala ketulusan, niat dan kemauan kita untuk membantu mereka. AAT ini merupakan wadah bagi kita untuk memudahkan membantu mereka yang membutuhkan dalam hal biaya pendidikan. Perkenalan Relawan Baru Acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan relawan baru. Para relawan memperkenalkan diri dan menceritakan motivasi mereka. Ada yang awalnya dimintai tolong oleh dosen, ada juga yang merupakan anak asuh AAT sewaktu masih sekolah di SMA/SMK. Anak asuh ini sekarang telah lulus dan melanjutkan kuliah, sehingga mereka kembali lagi masuk ke AAT sebagai bentuk timbal balik kontribusi kepada AAT. Salah satu relawan baru bernama Naning, memperkenalkan diri dan menceritakan sedikit riwayat hidupnya sambil meneteskan air mata. Sungguh beruntung yang hadir di tempat tersebut, karena dapat mendengar langsung kisah inspiratif dari Naning. Naning merupakan mahasiswa semester 3 di Akademi Farmasi Theresiana Semarang. Naning, yang awalnya dimintai oleh dosennya untuk mengikuti AAT, memiliki kisah hidup yang membuat kami takjub perihal betapa kuatnya seorang perempuan dalam menghadapi masalah dalam hidupnya. Naning berasal dari Jepara, sejak kecil sudah ditinggal oleh ayah ibunya. Ayahnya sudah meninggal sejak dia masuk SD, ibunya bekerja sebagai tenaga kerja di Malaysia namun tidak pernah pulang, juga tidak pernah mengirim uang untuk kebutuhan Naning.  Oleh karena situasi ini, dia akhirnya diasuh oleh kakak serta neneknya sampai lulus SMP. Sewaktu melanjutkan ke jenjang SMA, dia diminta pamannya untuk tinggal di Kudus dan sekolah disana. Setelah lulus, Naning bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah rumah sakit selama 4 tahun, namun karena semangat belajar yang tinggi akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah sakit tersebut dan dengan tabungannya serta dibantu oleh pamannya mencarikan donatur untuk kuliah di Akademi Farmasi Theresiana Semarang. Kehidupan Naning sungguh tidak mudah. Tidak hadirnya sosok orang tua tidak pernah membuatnya malu ataupun marah dengan keadaan tersebut. Dia tetap berusaha untuk bisa menjalani hidup dengan berpikir positif, dengan semangat hidup yang tinggi terus berfikir untuk lebih maju dan tidak pernah menyerah. Selain Naning ada pula Setyoko. Setyoko tertarik masuk Anak Anak Terang ini karena diperkenalkan oleh Handy. seperti halnya Naning, Setyoko juga menceritakan permasalahan hidupnya. Orang tua berpisah 2 hari setelah Setyoko ulang tahun dan itu juga tepat 2 hari sebelum Setyoko melaksanakan ujian nasional, kisah ini sungguh membuat kami diam merenung. Menghadapi kejadian tersebut ternyata Setyoko masih bisa tetap senyum. Dia masih bisa berkata bahwa dia baik-baik saja. Motivasi Setyoko bergabung di AAT adalah untuk membuat perubahan terhadap dirinya, juga sekitarnya, dan membuat perubahan terhadap dunia. Kata Setyoko “if you wanna make a better world, take a look at yourself and then make a change”.  Kalimat tersebut dikutip Setyoko dari lirik lagu Michael Jackson, dan kalimat itu pula yang menambah motivasi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Di akhir acara, Mas Christ Widya sebagai sekretaris pengurus harian AAT menambahkan bahwa untuk menjadi relawan perlu motivasi yang kuat untuk melayani sesama dengan tulus dan semangat yang tinggi. Semangat untuk mendampingi adik-adik asuh supaya lepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. Dari pertemuan ini dapat diambil pelajaran bahwa apapun masalah kita di masa lalu, dan seberat apapun itu, jangan pernah hanya bersedih dan menangis. Bangkitlah dengan semangat ingin membuat perubahan pada diri sendiri, kemudian membuat perubahan bagi orang lain. Maka apabila kamu mampu mengatasi masalahmu dengan baik, sungguh dirimu merupakan pribadi yang luar biasa, dan kembangkanlah terus hingga menjadi manusia yang lebih istimewa. Tebarkan senyummu untuk sesama, lakukan kebaikan apapun dengan keikhlasan tanpa perlu ada keinginan untuk mendapatkan imbalan, karena yakinlah Tuhan akan memberikan yang lebih dari apa yang diberikan oleh manusia. Dan disinilah di Anak Anak Terang, kami sebagai manusia memulai untuk menjadi manusia yang lebih istimewa. Manusia yang berguna bagi sesama. Bermimpi menjadi manusia yang dengan tangan kecilnya mampu merubah keadaan anak-anak di negeri ini untuk generasi esok yang lebih baik dan tentunya lebih terang.   Edo Prakosa, Staff Admin AAT Semarang  [box type=”info”]Catatan : AAT Semarang masih membutuhkan relawan untuk menjalankan kegiatan operasional beasiswa bagi 500 anak asuh di sekitar Semarang, dan masih akan bertambah lagi semester depan, sesuai bertambahnya proposal permohonan beasiswa dari beberapa sekolah. Berminat? Hubungi AAT melalui email beasiswa@anakanakterang.web.id[/box] [qrcode content=”https://aat.or.id/menjadi-berguna-bagi-sesama” size=”175″]  

Menjadi Berguna Bagi Sesama Read More »

Kuliah : Impian Yang Menjadi Nyata

SEBUAH KENYATAAN yang mungkin tidak terbayangkan oleh saya sebelumnya. Mimpi? Yaaa.. Itu semua adalah mimpi saya. Mimpi untuk dapat melanjutkan kuliah seperti teman-teman yang lain. Ejekan bahkan hinaan dari orang-orang di sekitar saya sudah sering saya terima. “Koe ki anak e wong ra ndue, mbok uwes kerjo wae ngewangi wong tuwo, mesake kae ibumu le golek duit nggo koe kuliah. Wong kere wae gayane koyo wong sugih (Kamu itu anak orang miskin, lebih baik kamu bekerja saja membantu orangtua, kasihan ibumu harus mencari uang untuk kamu kuliah. Orang miskin saja gayanya seperti orang kaya)”, itu sepenggal kalimat dari seorang tetangga saya. Apakah ejekan dan hinaan itu saya abaikan begitu saja dan tidak saya pikirkan? Oh tentu tidak.. Jelas itu semua selalu saya pikirkan dan selalu terngiang dibenak saya. Tapi itu semua tidak membuat saya pesimis dan menyerah begitu saja. Saya justru berterimakasih kepada orang-orang yang telah mengejek dan menghina saya, semua itu menjadi motivasi bagi saya. Mama saya seorang single parent dan memang kesulitan jika membiayai saya untuk kuliah. Belum lagi masih harus membiayai dua adik saya untuk bersekolah. Untuk makan dan tempat tinggal saja kami masih menggantungkan pada eyang. Tapi kami bersyukur masih bisa survive sampai sekarang. Kamis 15 Juli 2010, hari di mana saya merasa benar-benar menjadi seorang mahasiswi. Bukan karena sudah masuk kuliah, tetapi pada hari itu saya sudah berhasil mengumpulkan uang untuk membayar cicilan pertama uang masuk Universitas Atma Jaya Yogyakarta. “Yey! Aku mahasiswi akuntansi UAJY!” Hahahaa.. Bagaimana pembayaran selanjutnya? Sejujurnya pada saat itu saya belum memikirkannya. Tetapi yang jelas saya ingin kuliah. Saya ingin menjadi orang berhasil. Semester pertama dan kedua masalah akademik lancar, masalah pembayaran SPP? Nol besar. Saya bingung bagaimana harus membayar kuliah. Pada saat itu saya memang bekerja sambilan sebagai operator (OP) warnet. Tapi tujuan saya menjadi OP warnet bukan untuk mencari uang, melainkan saya butuh fasilitasnya untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Saya juga mencoba bekerja menjadi Sales Promotion Girl (SPG), uang yang didapat sebenarnya lumayan, tapi untuk mencukupi kebutuhan saya sehari-hari saja masih kurang karena memang saya sudah tidak meminta uang pada orangtua saya. Akhirnya setiap jatuh tempo pembayaran yang saya bawa ke kantor keuangan bukan uang untuk membayar SPP melainkan surat permohonan dispensasi. Hahahaha.. Malu tentu saja, tapi mau bagaimana lagi. Sampai suatu hari saya dipanggil ke kantor keuangan, dan saya diberitahu bahwa seluruh biaya sumbangan masuk dan SPP saya sudah lunas. WOW! LUNAS! Saya tidak dapat menggambarkan bagaimana perasaan saya saat itu. Saya ingin mengucapkan terimakasih, tetapi kepada siapa, saya sendiri tidak diberitahu siapa yang melunasinya. Bersyukur sudah pasti, dan saya akan lebih giat belajar. Suatu hari di bulan September 2012 saya dipanggil bapak Kepala Kantor Keuangan, Bp Agus Triyogo, dan saya diminta untuk menemui Bp Hadi Santono di Fakultas Teknologi Industri UAJY. Jujur saja saya tidak tahu mengapa dan untuk apa saya harus menghadap Pak Hadi. Ternyata di sana saya diperkenalkan dengan Anak-Anak Terang (AAT). Saat itu Christina Suryani yang menjelaskan kepada saya tentang AAT dan apa yang harus saya lakukan. Yaaa.. Dan mulai saat itu saya bergabung menjadi Pendamping Komunitas atau Staff Admin AAT. Mulanya saya takut tidak dapat membagi waktu untuk kuliah, bekerja sebagai Student Staff, dan AAT. Tapi saya juga berpikir bahwa saya sudah banyak dibantu oleh orang lain dan saya juga harus banyak membantu orang lain. Banyak hal baru yang saya dapatkan ketika saya bergabung dengan AAT. Dulu saya sering sekali mengeluh dan kurang bersyukur, tetapi melalui AAT saya benar-benar disadarkan bahwa di luar sana banyak orang yang hidup lebih susah dari saya. Di AAT ini saya juga belajar “berbicara”. Saya diharuskan untuk bisa berbicara di hadapan orang banyak. Mungkin apabila orang yang kita hadapi seusia atau lebih muda itu akan mudah, tetapi kali ini yang harus dihadapi adalah Bapak dan Ibu kepala sekolah maupun guru dari berbagai sekolah. Awalnya saya selalu berpikir apakah para kepala sekolah dan guru itu mau mendengarkan saya. Perasaan takut diremehkan itu lama-kelamaan menghilang dengan sendirinya. Karena ternyata tanggapan positif yang saya terima dari mereka. Walaupun jujur saja, terkadang pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan bisa membuat saya dan teman-teman pusing untuk menjawab. Hehehe.. Seiring berjalannya waktu, saya mulai tahu siapa orang yang berbaik hati mau membantu biaya kuliah saya. Beliau adalah salah satu donatur atau orangtua asuh di AAT. Walaupun sampai saat ini, sampai detik saya menulis cerita ini, saya tetap belum mengenal Beliau. Secuil kisah manis ini saya persembahkan kepada Beliau sebagai ucapan terimakasih saya. Saya berjanji untuk bisa menjadi orang sukses kedepannya, supaya saya tidak mengecewakan Beliau. Saya juga ingin menjadi seperti Beliau, dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Tak lupa saya mengucapkan banyak terimakasih kepada orangtua asuh yang lain, baik yang saya kenal maupun belum saya kenal. Saat ini hanya tenaga yang dapat saya berikan. Tenaga yang saya salurkan melalui Anak Anak Terang untuk membantu adik-adik dari SD, SMP, maupun SMA untuk dapat terus bersekolah.   Maria Claudia Alma Staff Admin AAT Jogja  [qrcode content=”https://aat.or.id/kuliah-mimpi-menjadi-kenyataan” size=”175″]  

Kuliah : Impian Yang Menjadi Nyata Read More »

Pertemuan Tahunan AAT Wilayah Jogja

Sabtu, 7 September 2013 – AAT. Setiap awal tahun ajaran, Anak Anak Terang (AAT) menyelenggarakan pertemuan rutin yang dihadiri oleh Penanggung jawab (PJ), Pendamping Komunitas (PK) dan Pengurus AAT. Untuk wilayah Yogyakarta, pertemuan dilaksanakan di SMK Marsudi Luhur 1, Jalan Bintaran Kidul No. 12 Yogyakarta. Kebetulan pada saat yang sama, pertemuan tahun AAT Wilayah Semarang juga berlangsung di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Ada tiga acara utama dalam acara tahunan kali ini. Pertama, yaitu peresmian sekretariat Yogyakarta yang bertempat di sebuah ruang di SMK Marsudi Luhur 1. Kedua adalah pembagian penghargaan anak asuh berprestasi. Ketiga, pembagian Surat Keputusan (SK) berisikan daftar anak asuh yang akan menerima beasiswa AAT untuk tahun ajaran 2013/2014. Tepat pukul 13.00 WIB, Dica dan Hendro yang menjadi Master of Ceremony (MC) mulai membuka acara. Dimulai dengan doa pembukaan yang dipimpin langsung oleh Romo Agustinus Mintoro, SJ. (Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta), dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Hadi Santono sebagai Ketua Yayasan AAT Indonesia. Pada kesempatan kali ini alangkah bahagianya karena ada seorang tamu istimewa, yaitu Ibu Patricia Henry, seorang ibu yang tinggal di Houston, USA. Kedatangan Ibu Patricia Henry khusus untuk dapat lebih mengenal AAT secara langsung, tidak hanya melalui FaceBook dan website saja. Akhirnya masuk ke dalam acara utama, yaitu peresmian Sekretariat AAT Jogja. Sekretariat ini diresmikan oleh Romo Agustinus Mintoro, SJ. dengan pemberkatan terhadap Papan Nama Sekretariat AAT Jogja dan ruang kantornya. Dengan diresmikannya Sekretariat AAT Jogja, maka sejak itu semua kegiatan operasional AAT Jogja yang semula menumpang di Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dipindahkan ke SMK Marsudi Luhur 1. Tak lupa diperkenalkan pula Koordinator PK Jogja yaitu Ardiyanti Kusumo Ayu atau yang biasa dipanggil Antik. Setelah peresmian itu dilanjutkan penyerahan SK secara simbolis yang diwakili oleh penanggung jawab dari SMA Pius Bhakti Utama Purworejo yaitu Sr. Evarista, ADM. Untuk penyerahan SK lainnya akan diberikan pada akhir acara.   Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian penghargaan bagi anak asuh berprestasi yang penerimaannya diwakilkan oleh para PJ. Meskipun dapat dikatakan kurang mampu secara finansial, anak asuh AAT tetap banyak yang berprestasi. Ada yang memperoleh juara 1, 2, dan 3 di kelas maupun juara paralel di sekolah, juara modeling, juara perlombaan catur, juara cheerleader dan lain sebagainya. Masing-masing anak berprestasi ini mendapatkan penghargaan berupa tas sekolah dari AAT. AAT memang tidak mengharuskan setiap anak asuh memiliki prestasi, namun setiap prestasi akademik maupun non-akademik yang diraih anak asuh pada tahun ajaran berjalan akan diberikan penghargaan oleh AAT. Penghargaan prestasi akademik diberikan kepada anak asuh yang mendapatkan Ranking 1, 2 dan 3. Sedangkan penghargaan prestasi non-akademik diberikan kepada anak asuh yang mendapatkan Juara 1, 2 dan 3 bidang minat bakat, seni dan olah raga. Setelah bagi-bagi hadiah untuk anak asuh, tak lupa AAT juga membagikan hadiah untuk para PJ yang hadir dalam acara quiz. Hadiah diberikan kepada PJ yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh MC. Pertanyaan ini berisi seputar hal-hal penting yang berhubungan dengan pengajuan beasiswa sampai pelaporannya. Terlihat bahwa para PJ begitu antusias untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Puluhan hadiah berupa tas dan tempat pensil pun habis dalam waktu singkat. Hal ini membuktikan bahwa para PJ telah benar-benar memahami proses pengelolaan Beasiswa AAT. Acara terakhir adalah pembagian SK Pemberian Beasiswa AAT. Acara tahunan ini ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Antik. Secara keseluruhan acara berlangsung dengan lancar dan tepat waktu sesuai yang direncanakan. Semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk membantu sehingga semakin banyak pula anak yang terbantu untuk terus dapat bersekolah.   Liputan oleh Maria Claudia Alma Staff Admin AAT Jogja   [qrcode content=”https://aat.or.id/pertemuan-tahunan-aat-wilayah-jogja” size=”175″]  

Pertemuan Tahunan AAT Wilayah Jogja Read More »

Secarik Kisah Pendamping Komunitas

Saya menjadi Pendamping Komunitas (PK) atau Staff Admin AAT mulai tahun 2011. Menjadi staff admin AAT merupakan pengalaman yang berharga bagi saya. Saat itu, saya beserta adik saya Fransiska Mulyani sedang kesulitan biaya studi. Atas kebaikan hati dari para donatur AAT, akhirnya saya dan adik saya dapat meneruskan kuliah. Sebagai konsekuensinya, kami mempunyai kewajiban untuk menjadi staff admin AAT. Semula belum ada yang namanya SIANAS (Sistem Informasi Anak Asuh). Semua proses administrasi AAT masih dikerjakan secara manual. Proses pencarian orang tua asuh dilakukan hanya melalui email. Ratusan email harus dikirimkan ke orangtua asuh dalam satu hari. Namun seiring berjalannya waktu, SIANAS pun berhasil diprogram oleh Mas Bastian. Pada saat itu jumlah anak asuh masih sekitar 1000-an anak. Masih terasa mudah mengerjakannya walaupun hanya dikerjakan berdua dengan adik saya. Berbeda dengan kondisi sekarang jumlah anak asuh yang dibantu pun semakin bertambah sekarang jumlahnya sekitar 2000-an anak. Di Jogja sendiri sekarang staf admin telah bertambah menjadi 24 orang, jumlah yang semakin banyak seiring dengan bertambahnya anak asuh. Pengalaman berharga yang masih saya ingat saat pertama kali saya diajak untuk mengunjungi sekolah-sekolah Marsudi Luhur (SMP Marsudi Luhur, SMA Marsudi Luhur, SMK Marsudi Luhur 1 dan SMK Marsudi Luhur 2). Di sana saya untuk pertama kalinya mewawancarai anak-anak calon anak asuh AAT. Mendengar hasil wawancara dengan anak-anak tersebut ternyata di usia mereka yang masih muda mereka telah merasakan kesulitan yang cukup besar yang seharusnya tidak dialami oleh anak seusia itu. Yang saya tahu, dengan usia mereka yang masih sangat muda, tidak seharusnya mereka memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang untuk sesuap nasi. Namun kebanyakan dari mereka membantu kedua orang tuanya untuk bekerja. Meski setiap hari bekerja tetapi uang yang dapat mereka hasilkan tidaklah banyak. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah membuat mereka bersusah payah, apalagi untuk membayar uang sekolah. Ada banyak anak yang belum bisa membayar uang sekolah. Beberapa orang di antara mereka merupakan korban KDRT, tinggal di panti asuhan, atau harus ikut tinggal bersama relawan yang belum dikenal karena kondisi ekonomi keluarga mereka yang tidak memungkinkan. Hal ini membuat saya merasa kasihan dan juga berfikir bahwa yang mengalami penderitaan yang lebih sulit dari yang pernah saya alami dan pikirkan juga ternyata jauh lebih banyak. Selain itu saya juga pernah mengunjungi sekolah di daerah Wonosari yaitu SD Kanisius Ngawen, sekolahnya berada di puncak bukit dimana anak-anak harus berjalan beberapa kilometer untuk mencapai sekolah tersebut. Mereka sudah terbiasa memakai sandal. Sepatu mereka cepat rusak karena perjalanan yang cukup jauh. Hal seperti itu membuat saya semakin merasa iba, karena di saat mereka sedang bersusah payah kelelahan untuk ke sekolah, namun juga ada banyak anak yang hidup berkecukupan namun mereka sia-siakan kesempatan baik itu. Saat kunjungan kami membawakan makan siang berupa Fried Chicken. Kami merasa terheran-heran ketika anak-anak tersebut mengatakan belum pernah merasakan makanan seperti itu. Jadi pada saat itu mereka baru pertama kali merasakan rasa ayam goreng yang dinamakan Fried Chicken. Mereka sangat senang menerima kedatangan kami, di sana kami mengajak anak anak tersebut bermain dan bernyanyi. Saya pun sangat kagum dengan semangat yang mereka miliki, walaupun dengan kondisi serba terbatas dan harus melalui jalan yang cukup jauh untuk ke sekolah, namun mereka tetap semangat. Semua pengalaman yang saya jalani bersama AAT sangat berarti bagi saya dan tidak akan mungkin untuk saya lupakan. Meskipun saya sekarang sudah lulus sarjana dan sudah bekerja di API (Autoplastik Indonesia, salah satu anak perusahaan Astra Otoparts), namun kenangan bersama AAT tetap menjadi pemacu semangat hidup saja. Saya berharap semoga semangat yang ditanamkan AAT kepada semua anak asuh untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya tidak akan pernah padam. Saya juga berharap AAT mampu membantu lebih banyak lagi anak-anak yang membutuhkan. Saya yakin bantuan sekecil apapun itu, itu akan cukup berguna bagi masa depan mereka semua, masa depan bagi penerus bangsa. Yogyakarta, 13 September 2013   Christina Suryani, ST. *Christina Suryani (CHRISTINA) adalah salah satu anak asuh AAT yang juga ikut melayani sebagai Staff Admin AAT JOGJA sejak tahun 2011. Lulus Sarjana pada bulan Juli 2013 dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan predikat CUM LAUDE.   [qrcode content=”https://aat.or.id/secarik-kisah-pendamping-komunitas” size=”175″]  

Secarik Kisah Pendamping Komunitas Read More »

A Cup of Tea for You

Menjadi seorang Pendamping Komunitas (PK) atau sering disebut sebagai Staff Admin AAT membuat saya memiliki banyak pengalaman dan rasa yang dapat saya bagikan kepada orang lain. Salah satunya lewat perjalanan saya ketika saya berada di Purworejo. Saat itu sekitar akhir bulan Mei 2013 saya sedang menempuh skripsi dan berada pada tahap penelitian dan wawancara. Karena penelitian dan wawancara memerlukan waktu kurang lebih 1 minggu maka saya meminta tolong Bapak Hadi (Pengurus AAT) untuk menghubungi penanggung jawab AAT di SMA Pius Bhakti Utama sekaligus Kepala Asrama SMA Pius Bhakti Utama agar saya diperbolehkan tinggal di Asrama SMA Pius Bhakti Utama. Penanggung jawabnya yaitu Sr. Evarista, ADM bersedia untuk menampung saya. Akhirnya saya pun tinggal disana selama 5 hari 4 malam. Hal yang menarik ketika saya tinggal di sana adalah ketika makan kita harus menunggu teman-teman asrama untuk berkumpul semua kemudian berdoa bersama dan baru boleh makan. Yang lebih menarik lagi setiap makanan diambil dengan adil, bahkan bagi teman belum datang karena di sekolah masih mengerjakan tugas, teman-temannya menyimpankan makanan buat mereka. Setiap makanan yang lebih selalu dibagi kepada semua orang yang ada di meja makan tersebut. Contohnya: ketika ada satu potong tahu goreng yang lebih, ketua meja makan yakni anak asrama sendiri membagi-bagikan kepada teman-temannya bahkan termasuk saya, yang ketika saya hitung yang ada di meja makan ada 8 orang. Saya takjub dan sekaligus heran, takjub karena saya pribadi berpikir bahwa satu potong tahu goreng hanya cukup untuk satu orang, heran karena ketua meja makan dapat membagikannya dengan adil kepada teman-temannya bahkan termasuk saya yang pada saat itu orang baru di meja tersebut. Dari sini saya belajar bahwa terkadang kita lupa tentang nilai berbagi. Kadang kita berpikir bahwa berbagi itu dapat dilaksanakan ketika kita telah memiliki sesuatu yang berlebih dan banyak. Namun lewat pengalaman ini saya berpikir berbagi itu tidak hanya terjadi ketika kamu memiliki sesuatu yang lebih. Dalam kekurangan pun kita dapat berbagi. Satu potong tahu tersebut mustahil dapat dibagi untuk 8 orang ! Sangat kurang ! Namun hal itulah yang terjadi. Semua anak-anak yang di meja makan itu menerimanya. SMA Pius Bhakti Utama merupakan sekolah yang sebagian besar anak-anaknya tergolong tidak mampu dari segi finansial. Namun sekolah tersebut menurut saya telah mampu mendidik anak-anaknya untuk berbagi dari kekurangan mereka. Terbukti dengan saya diperbolehkan untuk tinggal dan hidup bersama mereka. Walaupun hanya sebentar tetapi sekolah tersebut memberikan pelajaran bagi saya pribadi. Hal yang menarik lagi yang dapat saya bagikan adalah ketika saya melakukan wawancara dengan seorang anak kelas X dari SMA Pius Bhakti Utama. Saat itu saya sedang melakukan penelitian sekaligus dengan kunjungan sekolah-sekolah Purworejo, ada seorang anak di mana saya belajar dari pengalamannya. Ia mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan pada saat SD. Saat itu kenaikan kelas, ia naik kelas dari kelas 4 ke kelas 5 SD. Namun karena banyaknya tunggakan yang belum terbayar, ia tidak dapat menerima raport. Kata gurunya kamu harus membayar tunggakanmu dulu baru mendapat raport. Bagi anak tersebut tidak apa-apa jika ia tidak terima raport, yang penting ia naik kelas. Oleh karena itu anak tersebut menjalani liburan sekolah dengan baik, sambil orang tuanya berusaha untuk mencarikan biaya untuk membayar tunggakannya. Setelah masa liburan sekolah selesai, anak tersebut masuk sekolah. Ketika ia masuk di kelas 5 … ia mendapati bahwa tidak ada bangku tersisa ! Ya … tidak ada bangku yang tersisa bagi dirinya ! Ia lalu bertanya pada guru kelas 5, “Ibu, saya duduk di mana ?” Ibu guru tersebut menjawab, “Untuk sementara kamu duduk di kelas 4 saja dulu ya … sampai orangtuamu melunasi tunggakanmu”. Betapa malu yang dirasakan anak tersebut karena ia harus merasakan duduk di kelas 4, seperti anak yang tinggal kelas, hanya karena tidak mampu membayar SPP ! Saya menyadari ketika saya mewawancarai anak tersebut bahwa pendidikan membutuhkan uang ! Kita belum bisa betul-betul merasakan kemerdekaan seperti yang diamanatkan UUD 1945 tentang setiap orang berhak untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan. Para sahabat terkasih … kita bisa berusaha secara bersama-sama untuk dapat mewujudkan apa yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 28 C ayat 1 dengan bergabung bersama Anak Anak Terang. Satu demi satu anak dibantu agar ia boleh terus mengenyam pendidikan yang dibutuhkannya. Terkait dengan pengalaman saya yang pertama bahwa untuk berbagi, kita tidak harus kaya dulu dan pengalaman yang kedua bahwa banyaknya anak-anak di sekitar kita yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena alasan finansial, saya pribadi mengajak untuk bergabung bersama AAT, agar kita bisa berbagi .   Yogyakarta, 12 September 2013 Megawati Kurnia Lolodatu, SH. *Megawati Kurnia Lolodatu (MEGA) adalah salah satu anak asuh AAT yang juga ikut melayani sebagai Staff Admin AAT JOGJA sejak tahun 2011. Lulus Sarjana pada bulan Juli 2013 dari Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan predikat sangat memuaskan.   [qrcode content=”https://aat.or.id/a-cup-of-tea-for-you” size=”175″]  

A Cup of Tea for You Read More »

Penandatanganan Kerjasama AAT WIMA

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama AAT dengan UNIKA Widya Mandala Madiun Sabtu, 24 Agustus 2013     “Tidak boleh terjadi seseorang tidak melanjutkan pendidikan karena ia miskin” Begitulah prinsip yang dipegang oleh Frans Seda (1926-2009). Prinsip ini menginspirasi setiap pelayanan Anak Anak Terang (AAT). AAT telah menyalurkan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu di wilayah Madiun sejak tahun 2004. Untuk lebih menjangkau anak-anak dari keluarga tidak mampu yang mempunyai semangat tinggi untuk belajar namun terkendala masalah finansial di wilayah Madiun dan sekitarnya mencakup wilayah Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan, mulai Sabtu, 24 Agustus 2013 AAT, Sekretariat Beasiswa AAT Madiun resmi beroperasi. Menurut Hadi Santono, Ketua Yayasan AAT Indonesia, beroperasinya Sekretariat Beasiswa AAT Madiun benar-benar merupakan sebuah anugerah dari Tuhan untuk melengkapi potongan puzzle wilayah pelayanan AAT di Pulau Jawa. Dengan hadirnya Madiun, maka AAT telah mempunyai 6 Sekretariat (1 sekretariat yayasan dan 5 sekretariat Beasiswa), yaitu Jakarta (Bekasi), Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Malang dan Madiun. Dr. Rudi Santoso Yohanes, M.Pd. selaku Rektor UNIKA Widya Mandala Madiun menyambut baik dan mendukung sepenuhnya kehadiran Sekretariat Beasiswa AAT di Madiun. Lebih lanjut disampaikan beliau bahwa sejak mendapat informasi mengenai AAT, pihak rektorat segera menggelar rapat kilat dengan yayasan untuk membahas rencana kerjasama dengan AAT dengan poin utama berupa pemberian beasiswa untuk mahasiswa UNIKA Widya Mandala Madiun dan pengelolaan Sekretariat Beasiswa AAT Madiun. Perjanjian kerjasama AAT dengan UNIKA Widya Mandala Madiun ditandatangani oleh Hadi Santono (Ketua Yayasan AAT Indonesia) dan Dr. Rudi Santoso Yohanes, M.Pd. (Rektor UNIKA Widya Mandala Madiun) disaksikan oleh Christianus Widya Utomo (Sekretaris Yayasan AAT Indonesia) dan Bernardus Widodo, S.Pd., M.Pd. (Wakil Rektor 3 UNIKA Widya Mandala Madiun). Pada kesempatan itu juga RD. Cornelius Triwidya Tjahja Utama sebagai Pastor Kepala Paroki Gereja Mater Dei Madiun dan Ketua Yayasan Yohanes Gabriel Madiun berkenan memberikan berkat pada Papan Nama Sekretariat Beasiswa AAT Madiun. Sekretariat Beasiswa AAT Madiun yang berlokasi di Kampus UNIKA Widya Mandala Madiun di Jalan Manggis No. 15-17, Madiun 63131 akan dikelola langsung di bawah koordinasi Wakil Rektor 3 UNIKA Widya Mandala Madiun. Untuk tahap awal, telah diseleksi 13 orang relawan dari 35 orang calon sebagai staff administrasi Beasiswa AAT Madiun, atau disebut sebagai PK (Pendamping Komunitas). Ke-13 orang relawan ini, 10 di antaranya merupakan anak asuh AAT untuk tingkat Perguruan Tinggi. Para relawan akan dibimbing oleh Br. Yakobus, CSA, Br. Aleks, CSA dan Br. Filipus Neri, CSA sebagai Pembimbing Rohani. Pada pertemuan itu juga dilakukan sosialisasi mengenai pengajuan dan pengelolaan beasiswa AAT. Acara sosialisasi dihadiri oleh puluhan kepala sekolah dan guru di sekolah-sekolah di wilayah Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan. Ibu Nunuk Lestianingrum berasal dari SMK Wiyatadarma Walikukun Ngawi dan Ibu Yosefin yang berasal dari SDK Santa Maria Walikukung Ngawi merupakan dua orang perwakilan sekolah yang menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Sosialisasi Beasiswa AAT di UNIKA Widya Mandala Madiun. Ibu Nunuk dan Ibu Yosefin harus menempuh jarak kurang lebih 60 km dari tempat asal mereka di Walikukun untuk menghadiri acara ini. Walikukun merupakan sebuah kecamatan di Ngawi yang sebagian besar perekonomian warga masyarakatnya masih menengah ke bawah. Kebanyakan para kepala keluarga hanya bekerja sebagai buruh. Ibu Nunuk dan Ibu Yosefin menyadari bahwa prosedur Beasiswa AAT tidak rumit atau memberatkan mereka, karena hal itu adalah tanggung jawabnya sebagai guru yang harus membantu anak didiknya yang tidak mampu. Oleh karena itu, mereka ingin mengajukan proposal beasiswa AAT. Jumlah anak yang akan diajukan akan mereka seleksi terlebih dahulu. Untuk SDK Santa Maria Walikukung Ngawi ada sekitar 40 anak yang membutuhkan bantuan dari total siswa 62 orang. Semoga kehadiran AAT membawa terang kepada semua anak-anak asuh sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan dan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa Indonesia.   [qrcode content=”https://aat.or.id/penandatanganan-kerjasama-aat-wima” size=”175″]  

Penandatanganan Kerjasama AAT WIMA Read More »

duta76 perihoki rtp live duta76 menjadi basis pemain dalam bermain mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza arah perkembangan mahjong wins 3 pragmatic blackjack kerap ditentukan konsistensi pemain duta76 starlight princess tantangan sebenarnya mahjong wild deluxe muncul saat tempo sicbo perihoki tidak berjalan stabil lucky neko alur cerita perihoki mahjong ways 2 pgsoft roulette perihokisering berkembang di luar perkiraan pemain wild west gold kejernihan analisis membantu memahami karakter dinamika mahjong wins 3 pragmatic blackjack harian sabung ayam sv388 perihoki pergeseran haluan mahjong wild 2 terjadi tanpa sinyal yang terlihat jelas duta76 sicbo gates of olympus mahjong ways 2 pgsoft bacarat menghadirkan alur rtp live hasil berbasis starlight princess duta76 strategi analisis pola jitu simbol mahjong wins 3 pragmatic blackjack dan scatter digital sweet bonanza duta76 hasil mahjong ways 2 pgsoft roulette terlihat konsisten dalam skema rtp live perihoki wild bounty showdown pola rtp live jitu mengantar pemain perihoki memahami arah main mahjong wins 3 pragmatic blackjack aztec gems keputusan spontan di mahjong wild deluxe dapat mempengaruhi arah sesi dadu sico perihoki gates of olympus pola rtp live perihoki menjadi rangka dasar dalam mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza taktik pola visual mahjong wins 3 pragmatic blackjack perihoki terkadang memberi petunjuk starlight princess keseimbangan emosi pemain duta76 mahjong ways 2 pgsoft berpengaruh pada keputusan roulette sabung ayam sv388 framework pola rtp jitu sekuensial mahjong wins 3 pragmatic blackjack transisi algoritma duta76 wild bounty hunter aws ekonomi digital probabilitas scatter aws evolusi mahjong digital 2026 aws formulasi transisi grid rtp aws ide turbo spin fokus aws konsistensi mahjong hujan scatter aws matematika peluang update rtp aws panduan visual simbol mahjong aws plot twist scatter hitam aws review putaran malam mahjong aws strategi modal umkm mahjong audit sistemik performa mahjong ways dinamika arus mekanik virtual metodologi bermain santai rasio pengembalian efektif target 65 juta kriptoanalisis struktur grid mahjong wins 3 dekoding dinamika sistem manajemen arus kas internal arena digital capaian 65 juta arsitektur strategi anatomis mahjong wins 3 probabilitas scatter hitam proyeksi stabilitas algoritma mahjong ways 2 hiburan digital 2026 signifikansi formasi simbol awal sesi pemandu strategi pemain ahli efektivitas disiplin teknis algoritma sistem akumulasi 34 juta navigasi alur terarah rasio pengembalian sistem target 90 juta analisis tren strategi santai viral target 22 juta efisien pola rtp live menjadi titik awal permainan mahjong wild deluxe dadu sicbo perihoki gates of olympus rtp live jitu menjadi basis pemain dalam mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza perihoki hasil akhir mahjong wins 3 pragmatic berjalan dalam skema rtp live backjack perihoki starlight princes strategi peluang teknik mahjong wild 2 sicbo gates of olympus rtp live pola taktik duta76 optimalkan peluang mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princess strategi pola taktik duta76 taktik teknik peluang mahjong wins 3 blackjack sweet bonanza analisa rtp live duta76 meraih kemenangan mahjong ways 2 pgsoft roulette wild bounty showdown pola strategi rtp live perihoki teknik optimalkan peluang mahjong wins 3 pragmatic blackjack aztec gems teknik pola taktik perihoki cara menguasai mahjong wild deluxe sicbo dan gates of olympus strategi pola taktik rtp live perihoki teknik mengungkap pola dan strategi mahjong ways 2 baccarat sweet bonanza rtp live perihoki taktik menaklukkan mahjong wins 3 blackjack starlight princess strategi rtp live pola perihoki analisa cerdas rtp live mahjong ways 2 roulette wild west gold strategi pola taktik duta76 strategi terbaik mahjong wins 3 blackjack sabung ayam sv388 pola rtp live duta76 e4 analisis pola konsisten mahjong wins menuju hasil maksimal e4 analisis pola mahjong wins dampak kecepatan spin terhadap peluang bonus e4 analisis pola sistem untuk hasil lebih optimal e4 analisis profesional mahjong wins untuk target puluhan juta e4 analisis statistik mahjong wins untuk hasil lebih optimal e4 cara cermat optimalkan rtp terbaru e4 cara kerja algoritma rtp mahjong wins 3 dan strateginya e4 cara membaca data rtp mahjong wins secara profesional e4 cara membaca rtp mahjong wins untuk target 30 juta e4 cara mengatur saldo di mahjong wins 3 tanpa tekanan e4 disiplin finansial mahjong wins 3 untuk hasil konsisten e4 disiplin ketat jadi kunci maksimalkan rtp e4 disiplin ketat mahjong wins 2 untuk peluang scatter maksimal e4 fakta mengejutkan rtp mahjong wins tempo main lebih penting dari kecepatan mahjong wins sikap pasif scatter utama saat waktu terasa scatter mahjong putaran demi scatter hitam segalanya mahjong ways ritme scatter wild menyatu mahjong ways lebih lega scatter wild scatter wild mahjong ways setiap putaran mahjong wins arah scatter hitam putaran ketegangan terbangun menjadi scatter hitam bukan sekadar simbol scatter mahjong ways bukan keajaiban mahjong wins scatter hitam aws evaluasi teknis mahjong wins3 aws momentum mahjong ways2 spin aws algoritma dinamis mahjong ways2 aws spin progresif mahjong ways3 aws strategi wild blackscatter ways2 aws fase mahjong wins3 simbol aws efektif scatter hitam wins3 aws target bertahap rtp mahjong aws data rtp adaptasi algoritma aws inovasi pgsoft scatter adaptif studi periodik rasio simbol bernilai tinggi mahjong ways 2 durasi sesi implementasi pola aman simbol wild target finansial 40 juta dialektika intuisi logika struktur mahjong wins 3 inovasi hiburan analisis dekonstruksi pola strategis mahjong ways akumulasi hasil implementasi formasi simbol terpadu mahjong ways efisiensi sesi studi komparatif dinamika pola mahjong ways indikator balikan rekonstruksi strategi pemain ahli algoritma mahjong ways metodologi sinkronisasi simbol grid mahjong ways akumulasi nilai interpretasi teknis formasi pola mahjong ways keputusan strategis kajian profesional pola transisi scatter mahjong ways konsistensi analisis algoritma capaian finansial pola terstruktur mahjong ways sinergi kalkulasi probabilitas pola visual mahjong ways strategi dekoding arsitektur mekanik mahjong ways korelasi pola stabilitas dinamika awal scatter wild mahjong ways 2 strategi total strategi pemain menata ritme konsistensi putaran digital e4 fokus dan konsistensi mahjong wins 2 menuju scatter hitam e4 kesalahan fatal pemain mahjong wins terlalu agresif tanpa ritme e4 mengatur timing spin mahjong wins agar bonus lebih mudah terbuka e4 metode aman berbasis data dan rtp update e4 pendekatan konsisten dan analitis mahjong wins e4 pendekatan terukur mahjong wins dengan pola stabil e4 pola main disiplin dengan analisis angka e4 rahasia konsisten 23 juta berkat evaluasi data e4 strategi aman berbasis rtp terbaru menuju 33 juta mahjong wins keluar zona scatter hitam ketidakacakan mahjong ways scatter saat scatter hitam lebih keras mahjong wins permainan biasa menjadi arena mahjong mahjong ways dinamika scatter wild putaran putaran simbol mahjong ways scatter mulai mahjong wins serius ketika scatter mengatur mahjong wins memasuki fase scatter wild biasa ketika scatter mahjong wins bisa dibaca batas scatter hitam berkuasa di mahjong teknik cerdas untuk meraih kemenangan mahjong wild 2 sicbo gates of olympus pola analisa rtp live perihoki strategi unggul mahjong ways 2 baccarat sweet bonanza rtp live taktik pola analisa peluang jitu perihoki taktik juara perihoki mahjong wins 3 blackjack starlight princess analisa teknik peluang rtp live paten rahasia tingkatkan kemenangan mahjong ways 2 roulette wild bounty showdown pola strategi rtp live perihoki cara tingkatkan peluang mahjong wins 3 pragmatic blackjack sabung ayam sv388 pola rtp live teknik perihoki rahasia pola pemenang mahjong wild deluxe sicbo gates of olympus rtp live teknik peluang analisa duta76 cara tingkatkan peluang mahjong ways 2 pgsoft baccarat sweet bonanza teknik rtp live pola duta76 teknik pemenang mahjong wins 3 blackjack starlight princess analisa pola taktik rtp live dibagikan duta76 trik paling unik duta76 mahjong ways 2 roulette wild bounty showdown taktik pola analisa rtp live peluang strategi paling jitu pemenang mahjong wins 3 pragmatic blackjack sabung ayam sv388 pola rtp live taktik duta76 teknik menguasai pola mahjong wild deluxe dadu sicbo gates of olympus teknik strategi rtp live perihoki trik jitu mahjong ways 2 baccarat sweet bonanza peluang kemenangan teknik pola rtp live perihoki cara menang cerdas mahjong wins 3 blackjack starlight princess strategi rtp live peluang teknik perihoki bongkar rahasia kemenangan mahjong ways 2 roulette wild west gold pola analisa teknik rtp live duta76 taktik pola jitu mahjong wins 3 pragmatic blackjack lucky neko strategi peluang rtp live diberikan duta76 oke bukan instan scatter wild mahjong ways oke mahjong wins waktu mandek scatter hitam oke ada nuansa mahjong ways scatter wild oke waktu seolah berhenti scatter hitam oke waktu terus berlalu scatter hitam mahjong